350-400

Episode 350 The Unknown

“Ha ha”

Alberu Crossman tersenyum santai.

“Jadi, beginilah situasinya sekarang-”

Dia akhirnya bisa mendengar secara detail tentang apa yang terjadi dari Cale sendiri. Dan Alberu sampai pada jawabannya.

Situasi ini sekarang-

“Kedengarannya berantakan.”

“Itu benar.”

Cale sekali lagi menjawab dengan sopan.

Seharusnya seperti itu.

“Yang Mulia Putra Mahkota, apakah pantat kamu tidak terasa sakit?”

Putra Mahkota Alberu Crossman.

Dia hanya duduk di lantai sambil menatap singgasana meskipun Cale telah mengosongkannya.

Cale tidak bisa tidak memperhatikan penampilannya yang tidak biasa.

Jika itu Alberu Crossman-

‘Dengan senyum licik-

Haha, adikku. Kamu tidak harus melakukan ini. Apa? Kursi ini milikku? Kursi 7th Evil? Apakah kamu memberikan ini kepadaku??

Bukankah dia seharusnya mengatakan hal seperti itu?’

Alberu Crossman telah sedikit berubah karena Cale belum pernah melihat hal ini sebelumnya.

“Ha ha-”

‘Lihat!’

Bukankah dia masih tertawa dan tetap mengatakan ini berantakan?

Wajah Cale menjadi tidak nyaman.

-Manusia! Ada sesuatu yang kosong pada senyuman putra mahkota!

‘Itulah!

Itu benar! Dia sepertinya telah mencapai Nirwana!?’

“Hhaaa-”

Saat itu, putra mahkota berhenti tertawa. Lalu dia menatap Cale dan berkata tanpa berpikir.

“Yah, anggap saja kekacauan adalah kekacauan.”

Mata Alberu tenggelam saat kekacauan yang diciptakan oleh para Hunter di Dunia Iblis.

“Adikku, kamu terlihat seperti orang-orangan sawah akhir-akhir ini?”

Sejenak senyuman muncul di bibir Cale.

Takhta.

Cale berjalan turun dari altar tempat kursi mewah itu berada.

Ttuk.

Dan kemudian dia duduk di lantai tepat di depan Alberu.

Dia kemudian berbicara dengan nada santai.

“Kamu bisa melihat kekacauannya, bukan?”

Cale telah mengalahkan semua Hunter Black Blood, Blue Blood, dan Purple Blood sejauh ini.

Cale juga bersiap untuk memberikan pukulan pada Dunia Iblis,

Bahkan para Dewa pun tidak akan diperlakukan seperti itu.

Namun demikian.

“Itu pasti menjengkelkan bukan?”

Cale tidak punya pilihan selain memberikan satu jawaban atas perkataan Alberu sambil tersenyum cerah.

“Ya. Ini sangat menjengkelkan.”

Hanya ada satu alasan yang mendasari setiap gerakan Cale.

Ketenangan bagi Cale dan orang-orang di sekitar dia.

Untuk tujuan ini, dia merasa bahwa para Hunter tidak boleh dibiarkan seperti ini, jadi dia memutuskan untuk menghadapi mereka.

Sejak saat itu.

Suara Alberu terdengar.

“Itu adalah kehendak kamu, tentu saja, tetapi kamu merasa aneh ditarik oleh orang lain, oleh keadaan, bukan oleh kehendak kamu sendiri bukan?”

Berbeda dengan zaman White Star.

Pasti ada beberapa bagian yang menjadi kacau saat itu.

Itu hanya keadaan..

“Aku melihat begitu banyak orang, termasuk para Iblis dan Arbirator, mencoba mengambil keuntungan dari adik laki-laki aku. Benar?”

Alberu Crossman terus tertawa seolah itu menyenangkan.

“Dunia, Dewa Kematian. Bagaimanapun, mereka bukanlah teman. Kau tahu itu, kan?”

Dunia-dunia yang telah meminta Cale untuk menyelamatkan dunia mereka.

Meski tampak seperti kerja sama, melintasi dimensi pada awalnya tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan Dewa Kematian.

Ini adalah hadiah, dan Cale menerima banyak hal.

Alberu sepertinya telah melihat ke dalam emosi halus yang anehnya menumpuk di hati Cale, dan berkata tanpa berpikir.

“Sekutu dan teman berbeda.”

Dewa kematian dan Dewa lainnya. Beberapa dunia seperti Xiaolen dan Central Plains.

Meskipun mereka semua adalah sekutu.

‘Bukan teman.’

Cale berpikir saat ini.

Tidak peduli berapa banyak orang yang dapat berkomunikasi dengan Cale, ke mana pun Cale pergi.

Alberu Crossman.

Bahwa tidak ada orang yang seperti pria ini.

Jadi, dia sudah seperti menjadi kakak laki-laki baginya.

Jelas sekali orang ini berasal dari spesies yang sama dengan Cale.

Pada dasarnya, salah satu hal yang Alberu dan Cale miliki sejak lahir adalah sama.

Jadi, sudah pasti Alberu pasti tahu banyak tentang Cale.

‘Dan aku juga yang memanggil Yang Mulia Putra Mahkota untuk berbicara.’

Mata Cale dan Alberu bertemu.

Alberu berbicara kepada Cale, yang mendengarkan dengan tenang.

“Jadi, aku berasumsi bahwa kamu ingin bertemu dengan aku di game ini, bukan pengguna baru atau alat komunikasi video kan? Sehingga kita bisa berbicara tanpa ada banyak mata yang mengintip.”

Sebuah ruang yang tidak terjangkau oleh banyak tatapan, seperti Dewa Kematian dan Sumber Dunia Aipotu.

Tempat itu adalah New World ini.

Tentu saja, ada sistem yang mengatur New World, tetapi sistem tersebut tidak memahami dengan baik 7th Evil.

Ini mungkin hanya dugaan, tapi juga merupakan suatu kepastian.

‘Jadi Neo pasti berusaha menarik orang-orangnya dari dunia luar Aipotu, sebelum pembaruan besar..’

Jika sistem, yang waspada terhadap gangguan eksternal, mengetahuinya, maka sistem tersebut tidak akan membiarkannya begitu saja.

Di New World ini, sistemnya tidak mahakuasa.

Ini adalah dunia dengan lubang yang tak terhitung jumlahnya.

Tranasparent Blood. Mereka pasti sengaja menciptakan lubang dan celah di dunia.

‘Karena ini adalah dunia yang masih dalam tahap pengembangan.’

Dewa Absolut dan apa yang terjadi sesudahnya.

Karena berbagai variabel, semua yang ada di dalam game belum sepenuhnya siap.

Setelah mengumpulkan pikirannya, Cale membuka mulutnya setelah sekian lama.

“Bukankah kamu juga terlihat kesal?”

Alberu menggelengkan kepalanya mendengar kata-kata yang dia ucapkan dengan senyuman aneh di wajahnya. Dia tersenyum.

“Ya. Aku juga kesal.”

Senyumannya begitu cerah.

“Sangat.”

Ya. Senyuman yang sangat menjengkelkan.

Cale, yang tidak mengetahui hal itu, bertanya padanya.

Sekarang saatnya mendengarkan ceritanya.

“Mengapa?”

Alberu menghela nafas alih-alih merasa kesal dengan pertanyaan itu, yang sekilas mungkin tampak tidak senonoh.

“Kamu bilang Ahn Roh Man menyembunyikan sesuatu, dan itu yang mengganggumu?”

Alberulah yang datang ke 7th Evil sambil menghindari tatapan Ahn Roh Man.

Cale mendengar ini, dan Alberu menunjukkan kekesalannya.

“Apakah kamu tidak mengenalku?”

“Tidak, aku tahu. Aku mengenalmu dengan baik.”

Cale berkata dengan tenang.

“Tidak peduli seberapa banyak Ahn Roh Man terbang dan merangkak, kamu bukanlah tipe orang yang akan merasa kesal hanya karena hal itu.”

Padahal Ahn Roh Man menduduki peringkat #1 dalam game ini dan menjabat sebagai presiden di Bumi ke-3.

Pada akhirnya, dia adalah seorang individu.

Alberu bukanlah orang yang mudah diintimidasi oleh individu.

Alih-alih merasa terganggu, dia adalah tipe orang yang lebih suka tertawa dan menikmati kegembiraan tentang bagaimana dia akan mencapai puncak tersebut.

“Haaah”

Raon mendekati Alberu yang menghela nafas.

“Putra Mahkota! Aku tidak tahu kenapa, tapi semangatlah!”

Raon mengeluarkan sesuatu dari saku subruangnya dan mengulurkannya.

“Makan ini! Putra Mahkota, apakah kamu tidak menyukai ini juga?”

Itu adalah kue Kerajaan yang diberikan Alberu kepada Raon.

Alberu yang melihat hal tersebut tersenyum dan berbicara sopan kepada Raon.

“Terima kasih, Raon-nim. Kamu benar-benar perhatian dan hebat.”

Flap. Flap. Flap.

Sayap Raon berkibar, dan pipi tembemnya bergerak-gerak.

“Putra Mahkota! Aku secara alami memang perhatian dan hebat! Itu sudah jelas!”

Di saat yang sama, dia diam-diam mendekati Alberu dan meletakkan dagunya di pangkuan Alberu.

Alberu secara alami mengelus bagian belakang kepalanya dan membuka kotak kue.

Munch.

Dia memasukkan kue itu ke dalam mulutnya dan mengunyahnya.

“Aku dalah seorang bajingan di sini.”

“Hah?”

Raon memiringkan kepalanya.

“Ya?”

Cale bertanya balik.

“Ha ha.”

Alberu tersenyum dan berbicara lagi.

“Aku diperlakukan seperti pecundang ke mana pun aku pergi.”

Cale berseru tanpa menyadarinya.

“Mengapa?”

“Apanya?”

“Mengapa Yang Mulia Putra Mahkota menjadi pecundang?”

Tidak. Kamu bukan tipe orang yang hidup seperti itu, bukan?

Cale tercengang.

“Bukankah kamu mengatakan terakhir kali bahwa kamu terpilih sebagai Rising Newbie dan harus berpartisipasi dalam kontes terkuat?”

Crunch.

Itu bukan kesalahan membaca.

Suara Alberu yang sedang mengunyah kue berubah menjadi suara siulan.

Raon ragu-ragu, dan Cale juga tersentak.

Ekspresi Alberu menjadi lebih cerah saat dia memakan kuenya.

Setelah memakan semua kuenya, mulutnya terbuka. Tentu saja, tangan itu sedang menuju kue lainnya.

“Benar, Newbie, kompetisi orang terkuat adalah untuk Newbie.”

Crunch!

Suara mengunyah menjadi lebih keras.

Raon diam-diam pergi dari pangkuan Alberu dan datang ke sebelah Cale.

“Adikku, kamu masih belum tahu secara detail seperti apa New World itu, kan?”

Alberu memakan kue itu dengan sangat lahap.

Dia tidak menumpahkan satu remah pun, dan dia memastikan untuk memakan setiap kuenya.

Crunch!

Namun, suara kue baru yang pecah merupakan hal yang tidak biasa dan terasa sangat mengerikan.

“Ya. Aku tidak tahu.”

Di saat seperti ini, Cale harus bersikap sopan.

Cale telah menjadi pelayan yang tidak tahu berterima kasih.

“Tentu saja, aku tahu perkiraan struktur kekuatanmu.”

“Oh, kurasa begitu. Adikku pasti sudah mengetahui hal itu.”

Alberu tersenyum dengan ringan.

Crunch!

“Sebuah misi telah datang kepadaku menyuruhku untuk menjadi seorang Kaisar.”

Tepatnya.

[Menjadi Kaisar Dark Elf pertama!]

Itu adalah misi utama yang disebut.

“Tetapi ini bukanlah sesuatu yang hanya diterima oleh satu orang.”

“Hmm?”

Ekspresi kebingungan muncul di mata Cale.

“Setelah pembaruan berskala besar ini, pengguna akan dapat membangun Kerajaan.”

“Ya. Kamu memberitahuku bagian itu sebelumnya, ah!”

Cale segera menyadari jawabannya.

“Apakah banyak orang menerima misi yang sama?”

“Ya. Ini bukanlah misi yang diberikan kepada semua orang. Namun, menurut informasi yang aku dan Ahn Roh Man kumpulkan, sepertinya misi ini telah diberikan kepada banyak orang.”

“Sepertinya sebuah misi telah diberikan.”

“Hmm.”

“Dan konten misinya tampaknya sedikit berbeda.”

Konteks keseluruhannya sama, tetapi isi misinya sedikit berbeda.

“Seperti, ‘Dark Elf pertama’ atau sesuatu seperti itu?”

“Ya, mungkin ada sedikit perbedaan dalam konten misi tergantung pada situasi masing-masing pengguna.”

“Pada akhirnya, ini adalah upaya untuk membangun Kerajaan atau KeKaisaran kamu sendiri.”

“Ya.”

Pada akhirnya, hasilnya sama saja.

“Saat ini diketahui ada tiga orang yang menerima misi ini melalui komunitas pengguna. Awalnya fakta ini tidak diketahui, tapi diketahui karena ketiga orang ini.”

Oleh karena itu, Alberu dapat memahami situasi ini hanya ketika pembaruan skala besar akan segera terjadi.

“Mereka semua pasti sangat kuat.”

“Dan mereka mungkin sudah melakukan banyak persiapan.”

Mata Cale dan Alberu bertemu.

Tiga orang muncul.

Cale sudah tahu siapa mereka, bahkan tanpa diberitahu.

Dia tidak mengatakan itu karena dia tahu siapa mereka.

“Atau cukup kuat untuk tidak menampakkan diri.”

Mereka yakin bahwa meskipun mereka menemukan misinya, orang lain tidak akan bisa menyentuh mereka.

Atau-

“Atau itu akan menjadi peringatan.”

Seperti ‘aku sedang melakukan sesuatu, jadi jangan mengganggu’.

Atau datanglah padaku.

“Ya. Dan aku menyembunyikannya.”

‘Karena aku lemah.’

Alberu menelan kata-katanya.

Dan Cale mengetahui hal ini bahkan tanpa mendengarnya.

“---Rendah.”

Namun, ekspresi Cale tidak bagus dalam hal lain.

“Mungkinkah Ahn Roh Man menyembunyikan sesuatu?”

“Itulah yang aku pikirkan. Aku pikir dia menyembunyikan sesuatu, tetapi aku tidak dapat memahami apa yang dia sembunyikan.”

Namun, setelah mengetahui informasi tersebut, Alberu harus bertindak hari ini untuk menghindari pandangan Ahn Roh Man.

“Ahn Roh Man memberitahuku bahwa dia tidak menerima misi seperti itu. Padahal dia peringkat 1. Jadi aku sangat yakin dia menerima misi yang sama.”

“Aku tidak percaya.”

“Ya. Aku juga tidak percaya.”

Alberu bergumam pelan.

“Karena dia adalah sekutu, bukan teman.”

Itupun juga hanya sebagai sekutu sementara.

“…….“

Cale, yang memandang Alberu dalam diam sejenak, membuka mulutnya.

“Kita adalah sekutunya, tapi sekutu yang aneh, bukan?”

Kata-kata yang dilontarkannya sampai ke telinga Alberu secara utuh.

“Pfft.”

Dia tertawa seperti mendesah dan mengangguk.

“Ya. Adikku mengetahuinya dengan baik.”

““Itu sebabnya kau bilang kau adalah seorang bajingan, Yang Mulia Putra Mahkota matahari KeKaisaran.”

Alberu tertawa gemetar dan kecut, dia melanjutkan berbicara dengan wajah serius.

Tidak ada satu hal pun yang menggerakkan kekuatan Alberu di tempat ini. Faktanya, hampir mustahil baginya untuk menjadi Kaisar Dark Elf pertama. Andai saja Ahn Roh Man-

“Jika dia juga menerima misi untuk menjadi Kaisar, dia akan beruntung jika dia tidak ditusuk dari belakang.”

“Ya.”

Percakapan antara dua orang yang tidak akan terputus bukan karena mereka tidak memahami satu sama lain.

Sebaliknya, mereka saling memahami satu sama lain dengan sangat baik.

“Mungkin pembaruan berskala besar ini akan memberikan kesempatan kepada pengguna untuk menciptakan Kerajaan. Akibatnya, dunia di dalam game akan menjadi berisik.”

“Itu benar. Sementara itu, pihak Tranasparent Blood akan perlahan bergerak mengejar ambisinya sendiri.”

“Itu benar. Jadi, Dewa Kekacauan pasti melakukan semacam tipuan dengan membagi Dunia Dewa menjadi dua.”

“Aku kira mereka akan mencoba menciptakan Dewa Absolut saat New World sedang dalam kekacauan.”

Kedua orang yang berbicara beberapa saat itu akhirnya terdiam.

“......“

“......“

Dan,

Crunch.

Raon dengan hati-hati mengambil kue dan memakannya.

Dengan suara itu sebagai titik awalnya, Alberu membuka mulutnya.

“Ini sangat menjengkelkan.”

“Tentu. Ini sangat menjengkelkan.”

Keduanya tidak memperhatikan satu sama lain. Mereka berdua melihat ke langit-langit dan membuka mulut.

“Adikku, biarkan aku menggunakan apa yang kamu punya.”

“Hyung, jadilah Hero dan selamatkan New World.”

Keduanya saling memandang.

Cale berkata sambil tersenyum.

“Kamu tidak boleh dikalahkan seperti ini, kan??”

Cale kesal dengan situasi di mana dia diseret secara aneh,

Alberu juga ingin mengatasi situasi canggung sebagai seorang Newbie dan memiliki pemain peringkat teratas di sisinya.

“Tentu saja, tidak ada alasan untuk melanjutkan situasi ini.”

Alberu, tersenyum cerah, melanjutkan.

“Ayo balik.”

Kini saatnya mereka bergerak dan mengambil keputusan sesuai kemauan mereka, bukan berdasarkan kemauan atau usaha orang lain.

New World.

Di New World ini, mereka harus benar-benar menciptakan wilayah mereka sendiri tanpa sepengetahuan musuh atau sekutu sementara.

Baik Cale maupun Alberu tahu bahwa momen itu telah tiba.

Lalu, merekalah yang harus memimpin permainan.

Dia menunjuk pada dirinya sendiri.

Shaaaa-

“Aku akan berada di bawah sinar matahari.”

Lalu dia menunjuk ke arah Cale.

“Kamu akan berada di balik bayangan.”

Menyuruh seseorang untuk tetap berada dalam bayang-bayang akan membuat mereka marah.

Alberu memiringkan kepalanya sedikit ke satu sisi dan berbicara lembut dengan senyuman yang menyegarkan.

“Bukankah itu gambar yang diinginkan adikku?”

“Ha ha-“

Cale berkata sambil tersenyum dingin.

“Bagaimana kamu bisa mengenalku dengan baik?”

Keduanya tidak mengulurkan tangan satu sama lain.

Crunch. Crunch.

Sebaliknya, mereka mengambil kue itu satu per satu dan memakannya.

Raon, yang sedang menonton, berteriak dengan ceria.

“Jadi putra mahkota akan menjadi Kaisar dan Hero di sini?”

Curnch-

“Dan manusiaku mengendalikan 8th Evil?”

Munch-

Cale dan Alberu membuka mulut mereka.

“Seperti yang diharapkan, kamu adalah Raon yang hebat dan perkasa.”

“Seperti yang diharapkan, kamu hebat dan perkasa.”

Crunch.

“Tee hee!”

Raon tertawa.

Dan tiga hari kemudian, pembaruan besar-besaran yang ditunggu-tunggu oleh ratusan juta pengguna dimulai, yang diharapkan akan membuka bidang baru untuk permainan Raising My Precious Absolute God.

Setelah pembaruan itu, periode kebingungan untuk pembangunan Kerajaan yang utuh akan terjadi dengan nama ‘Langkah Besar Pertama’.

Episode 351 The Unknown

Putra Mahkota Alberu Crossman meluangkan waktu untuk makan kue dan minum teh lemon.

Matanya beralih ke salah satu dari dua jendela tembus pandang.

Papan baca itu.

Singkatnya, <RMPAG>.

Adalah singkatan dari game ‘Raising My Precious Absolute God '.

Ini adalah game realitas virtual pertama, dan game yang tampaknya telah menciptakan realitas nyata berdasarkan teknologi yang tidak dapat ditandingi oleh Newbie lainnya.

Dunia dalam game itu disebut ‘New World’.

NC <New World Community> adalah tempat yang ‘resmi’ diakui melalui transparansi.

Tentu saja, ada komunitas besar lainnya seperti <NF> (Forum New World), <RU World> (Dunia Pengguna RPG), dll.

Ratusan juta orang di planet ini, bahkan mungkin sebagian besar populasi planet ini, terfokus pada RMPAG.

<Dalam 20 jam yang gila, ini akan dibuka!!!>

Kini, komunitas resmi bagian dari RMPAG ‘NC’ ramai dengan kegembiraan.

<Setelah menunggu sehari, tanganku gemetar>

Artikel baru yang tak terhitung jumlahnya dicurahkan lagi dan lagi.

<Bukankah ini pertama kalinya mereka melakukan pembaruan skala besar?>

Pertama kali.

 Mereka memang pernah melakukan beberapa pembaruan kecil, tetapi ini pertama kalinya mereka melakukannya sampai offline selama sehari.

Pembaruan berskala besar pertama Transparent sejak pembukaan RMPAG adalah dengan pemutusan koneksi selama sehari, dan pengguna mulai bersemangat tentang hal itu.

Sebagai game dengan ratusan juta pemain, outlet berita di seluruh dunia melaporkan pembaruan besar yang akan datang, dan bahkan saluran non-game pun berdiskusi secara mendalam tentang hasil pembaruan tersebut.

Seluruh dunia.

Seolah-olah RMPAG mengambil alih tempat ini.

Alasan terbesar untuk menjadi begitu bersemangat adalah

“Hei, siapa yang pertama kali mendirikan kerajaan terlebih darhulu?”

“Langkah Pertama yang Hebat”.

Ini karena pengguna akhirnya bisa mendirikan sebuah Kerajaan.

Crunch.

Alberu Crossman menyentuh postingan yang menarik perhatiannya.

==============

“Hei, siapa yang pertama kali mendirikan kerajaan?”

Sekarang, ada tiga ranker yang bilang mereka sudah menerima Quest Raja, kan?

“Dewa Perang” dari Tiongkok.

“Penyihir Air” Swedia.

“Singa Hitam” dari Arcea (Uni Rimba).

Siapa yang akan melakukan Quest itu pertama kali?

==============

Ada lebih dari selusin komentar di bawah.

===============

*        Gila, hei, aku jamin, itu tidak muncul di antara orang-orang seperti itu.

*        oo Itu benar. Mereka adalah bajingan-bajingan yang giat mengekspos untuk mendirikan sebuah Kerajaan.

*        Tidak, ada pepatah yang mengatakan bahwa mereka yang mengungkapkan akan mendirikan sebuah Kerajaan. Mereka semua adalah pemimpin guild dan memiliki banyak pengikut, bukan?

*        Hei, hei. Tidak ada ranker teratas di antara mereka.

==============

Alberu berhenti pada komentar yang menarik perhatiannya sejenak.

Crunch.

Ranker yang identitasnya terungkap berada di 100 besar, namun tidak ada satu pun di 10 besar yang dapat dianggap sebagai ranker teratas.

===============

*    Melihat ini dengan cermat, sepertinya kamu tidak menerima Quest sesuai dengan peringkat kamu. Menurutku, sepertinya sistem memberikan misi kepada pengguna yang menurutnya dapat membentuk sedikit faksi, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri terlebih dahulu.

================

“Aku mengerti.”

Alberu mengangguk.

================

*    Tapi aku yakin ada banyak pemain ranker atas, maksudku, 100 besar, yang bersembunyi, lebih banyak daripada yang ada di tempat terbuka seperti para pemain itu bukan??

*    Ya. Jujur saja, di antara 10 peringkat teratas, banyak yang negara atau identitasnya tidak terungkap, bukan?

*    Aku ingin tahu apakah mereka telah dinobatkan? Aku penasaran dengan #1.

================

Mengenai peringkat pertama-

Dia adalah Ahn Roh Man.

Dia tidak pernah mengungkapkan identitasnya dan sangat sedikit informasi yang diketahui tentang dia dibandingkan dengan 10 peringkat teratas lainnya.

Crunch.

Alberu mengunyah kue itu lagi.

================

*    Bagaimanapun, mereka yang setidaknya berada di peringkat 100 teratas atau menjadi pemimpin guild akan diberi penghargaan.

*    Bukankah itu terjadi di kalangan pengguna umum?

*    Itu tidak mungkin. Bahkan jika mereka melakukannya, mereka akan berada di luar 100 besar, dan tanpa faksi, mereka tidak akan bisa mendapatkan Quest Kaisar.

===============

Crunch.

================

*    ᄏᄏᄏᄏᄏᄏᄏᄏᄏᄏᄏᄏ Bodoh..

================

Satu komentar menarik perhatian Alberu.

Komentar tersebut berlanjut sebagai komentar besar.

=================

*    ᄏᄏᄏᄏᄏᄏᄏᄏᄏᄏᄏ Lol.

Sekarang bukan waktunya memikirkan siapa yang bisa menciptakan Kerajaan pertama.

Kita harus terlebih dahulu memikirkan kemungkinan terciptanya sebuah 'Kerajaan'.

=================

“Ya.”

=================

*    Seperti apa faksi New World sekarang? Kecuali hal-hal yang tidak bisa kita sentuh, seperti 8th Evil dan lainnya. Dalam kondisi apa manusia dapat melakukan perjalanan?

Berapa banyak Kerajaan, Kekaisaran, atau Asosiasi suku New World yang ada saat ini?

Menurut kamu, apakah mungkin untuk mengambil alih area mereka dan mendirikan sebuah kerajaan??

Apakah itu mungkin?

Hahaha, idiot. Hei, ini bukan waktunya untuk memikirkan hal itu, tapi kita harus khawatir tentang NPC yang waspada terhadap kita sebagai orang asing (pengguna) sementara orang yang menginstal game tersebut melakukannya demi kepentingan mereka sendiri.

Menurut pendapat aku, solusi yang paling mungkin adalah salah satu ranker bergandengan tangan dengan Kekaisaran dan menerima area gratis sehingga dapat dengan cepat diakui sebagai sebuah Kerajaan.

Kalau tidak, ini akan bertahan setidaknya selama lima tahun, atau bahkan sepuluh tahun, haha.

================

Pengguna yang melanjutkan komentar ini meninggalkan kalimat lain.

================

*        Pemain level rendah seperti kita harus lebih memperhatikan konten update lainnya selain itu. Ada banyak hal yang diperbarui kali ini.

================

Munch.

Alberu berhenti melihat komentar itu.

“Siapa pengguna ini?”

Komentar terakhir pengguna ini menarik perhatian Alberu.

================

*        8th Evil, beberapa area ditambahkan. Kamu harus memperhatikan hal ini. Ini berarti lebih banyak NPC, lebih banyak monster, lebih banyak item, dan lebih banyak dari semuanya. Ini berarti ada peluang bagi kita, orang-orang kecil untuk menjadi lebih kuat. Sekarang ada 8th Evil, dan jika kamu dapat melakukannya dengan benar, kamu dapat mengalahkan kekuatan Kerajaan yang mendominasi New World.

Faktanya, bahkan 10 pemain dengan peringkat teratas di New World masih berada di 100 besar peringkat kekuatan New World secara keseluruhan.

Itu berarti sudah ada NPC yang kuat di New World, yaitu makhluk di dalam dunia.

==================

“Hmm. Menurutku ini ID gamenya?”

ID papan buletin orang yang meninggalkan komentar terlihat.

Meskipun mereka dapat meninggalkan komentar mereka secara anonim, ada orang yang mendaftar ke papan buletin dan meninggalkan ID mereka apa adanya.

ID papan buletin orang yang meninggalkan komentar terlihat.

Meskipun mereka dapat meninggalkan komentar mereka secara anonim, ada orang yang mendaftar ke papan buletin dan meninggalkan ID mereka apa adanya.

<Kepala Staf Alam Semesta>

ID papan buletin entah bagaimana-

Munch.

Alberu berpikir itu nama akun game.

“Hmm.”

Sepertinya dia orang yang berguna.

‘Coba kita lihat?’

Alberu mengumpulkan pikirannya dan mematikan layar.

Lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah jendela tembus pandang yang tersisa.

“Akan sulit untuk datang ke Roan untuk sementara waktu.”

=”Itu benar.

Cale mengangguk ke arah Alberu melalui layar tembus pandang.

“Karena kita belum bisa memasang portal di Black Castle.”

=”Mengapa kamu tidak meminta nasihat Ahn Roh Man?

Cale sambil tertawa bertanya pada Alberu.

“Apakah kamu serius?”

=”Tidak juga. Aku tidak bermaksud begitu sama sekali.

Alberu tersenyum cerah.

“Adikku adalah senjata rahasiaku. Kamu tidak boleh ketahuan.”

Setelah memahami ketidaknyamanan terhadap Ahn Roh Man.

Cale dan Alberu memutuskan untuk menyembunyikan identitas Cale dari Ahn Roh Man sampai niatnya diketahui.

7th Evil.

Anggota party Kale yang saat ini terdaftar di sana dengan pembaruan semuanya adalah Semi-NPC, kecuali Eden Miru, yang merupakan setengah naga.

=”Tapi itu masalah jika kamu menyembunyikan terlalu banyak informasi dari Ahn Roh Man.

“Aku tahu.”

Jika Cale tidak memberi tahu Ahn Roh Man terlalu banyak, dia akan curiga, karena dia seharusnya pergi ke Bumi 3 dan berurusan dengan Transparent Blood baik di dalam game maupun di Bumi.

Dia tampak mirip dengan Alberu Crossman, dan juga dia lebih tua, jadi dia memiliki pengalaman lebih banyak bertahun-tahun.

“Setelah Portal Black Castle dibuat, Rosalyn akan membantu menurunkannya.”

=”Rosalyn, apakah dia akan mendaftar sebagai pengguna biasa?

“Ya. Kamu punya Quest itu, kan?”

Itu mengacu pada Quest Hero.

Namun hal ini tidak disebutkan.

=”Hmm.

“Akan lebih baik menjadi pengguna biasa.”

Ketika kisah sang Hero muncul, Cale mengangkat sudut mulutnya saat dia melihat ke arah Alberu memandangnya dengan tatapan aneh.

“Kenapa? Kamu tidak mau melakukan itu?”

=”Kamu benar-benar adik yang jahat.

Meskipun Alberu tahu apa yang Cale pikirkan, Alberu cukup kesal dengan Cale yang berbicara seolah dia tidak tahu apa-apa.

Cale mengangkat bahunya.

“Jangan terlalu mementingkan nama. Anggap saja sebagai sarana untuk membantu kamu mencapai tujuan kamu.”

Rahang Alber mengatup mendengar nada acuh tak acuh itu.

Aku yakin Yang Mulia pasti berpikir ‘Jabatan ini tidak cocok untukku. Aku tidak cocok untuk itu’.”

Alberu berpikir bahwa Choi Han, Rosalyn, dan Cale lebih cocok menjadi Hero.

=”Bajingan yang tidak sopan.

Cale tidak mengindahkan kalimat Alberu.

Dalam pandangannya, Alberu Crossman memiliki sisi yang anehnya mencela diri sendiri.

“Mungkin merupakan penghinaan untuk mengatakan bahwa aku tidak sopan? Tapi aku penjahat tingkat tinggi yang luar biasa dalam permainan sementara kau seorang Newbie tingkat rendah??”

“Pfft.”

Cale mengangkat salah satu sudut mulutnya dan tersenyum.

=”………..

Alberu terdiam lalu tersenyum cerah.

“!!!”

Cale berhenti.

Dia bermaksud mengatakannya sebagai lelucon,

'Apakah kamu menganggap serius orang ini?'

Cale menambahkan dengan mendesak, mengira Putra Mahkota telah menjadi seorang pecandu game.

Dan dalang penjahat itu bekerja untuk Yang Mulia. ha ha!”

=”Ha ha! Ya? Adik laki-laki aku berbicara dengan sangat baik.

“Begitukah? Ha ha ha”

Cale yang dari tadi tertawa mengikuti Alberu yang sudah berhenti tertawa.

=”Kamu pasti sudah mengetahui struktur kekuasaannya, kan?

“Ya.”

Informasi tentang 8th Evil.

Tentang tiga kekuatan besar yang mendominasi New World. Cale menangkap semuanya saat pembaruan sedang berlangsung.

Tok tok.

Saat itu, terdengar ketukan di pintu ruang kerja.

=”Aku akan melanjutkannya nanti.

Cale mengembalikan cermin, yang telah memutus komunikasi videonya  dengan Alberu, ke dalam pelukannya dan membuka pintu.

“Nona rosalyn?”

Orang yang tak terduga ada di depan Cale.

“Tuan Muda. Aku tidak dapat terhubung ke portal seperti ini.”

20 jam.

Ada sekitar satu hari tersisa hingga pembaruan selesai.

“Hanya ada satu hal yang kurang.”

Portal Black Castle yang dibuat oleh Sherrit dan Rosalyn, dengan bantuan Dewa Kematian dan Sumber Dunia sebagai pusatnya. Ada masalah di sana.

“Apa yang kurang?”

“Fiuh.”

Rosalyn menghela nafas dan berbicara dengan tenang.

“Sumber energi untuk portal yang akan menghubungkan Black Castle ke seluruh permainan, kekuatan untuk menopang portal, dan seterusnya, kami telah menemukannya melalui Sarang Neo, dan kami sepenuhnya mampu mengimplementasikannya.”

Rosalyn berbicara dengan ekspresi tegas kepada Cale, yang mengangguk.

“Tinggal menghubungkannya saja. Itu saja sudah merupakan kesulitannya.”

Masalah yang paling mendasar.

“Kita tidak tahu struktur dunia di dalam game..”

Ada penyihir dan naga yang mengetahui struktur mana, dan Dewa yang mengetahui struktur portal.

Tidak ada yang benar-benar mengetahui struktur permainannya.

“Kami membutuhkan pakar di New World beserta sistemnya.”

“Ah.”

Cale tahu apa yang kurang.

“Bolehkah saya membawa seorang ahli tentang sistem gamenya?”

Smile.

Senyum seperti embun di atas bunga mawar merekah di wajah Rosalyn yang lelah.

“Itu jawaban yang tepat, Tuan Muda.”

Cale berbicara dengan Rosalyn, yang dapat berkomunikasi dengan baik seperti Alberu melalui cara yang berbeda.

“Aku kira aku harus mencuri orang yang tidak terlihat itu.”

“Tepatnya, kita perlu mendatangkan seseorang dari Transparent Co., Ltd. Terutama yang ahli dalam sistem game.”

“Aku yakin ada seseorang yang tidak senang dengan Transparent Co. Ltd Atau telah dikeluarkan dari sana.”

“Itu benar. Keluarga Transparent Blood akan mencoba mengisi ruang dengan orang-orang terutama orang mereka sendiri.”

“Kalau begitu kita harus mencari di antara mereka yang diabaikan.”

“Ya. Namun, kemungkinan besar orang-orang seperti itu bersembunyi.”

Ketika Rosalyn selesai berbicara, Cale memandangnya dan berkata sambil tersenyum.

“Untuk itu, aku harus pergi ke Bumi 3.”

Andai saja Ahn Roh Man, presiden suatu negara, di pihak mereka, mereka seharusnya bisa menemukan setidaknya satu ahli. Terlebih lagi, Ahn Roh Man memiliki orang tuanya di sisinya, orang-orang yang telah menciptakan dasar untuk implementasi realitas virtual. Dia bisa mendapatkannya dari bisnis orang tuanya.

Rosalyn juga sudah memahami hal ini.

“Ya. Itu benar. Tuan Muda, KU pikir kita mungkin harus mendapatkan bantuan dari orang bernama Ahn Roh Man untuk menyelamatkan orang tersebut.”

Rosalyn juga memikirkan hal itu.

Cale berkata, masih tersenyum.

“Akan lebih baik untuk pergi sebelum pembaruan, kan?”

“Yang terbaik adalah bertindak secepat mungkin.”

Dia berseru.

“Kamu ikut, kan?”

“Ya. Aku adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu.”

Rosalyn memahami semua yang dia teliti tentang portal.

Tidak seperti Sherrit, dia bergerak bebas.

Selain itu, Cale dapat menghindari tatapan Ahn Roman jika dia, yang akan mendaftar sebagai pengguna setelah Alberu, bergabung dengannya.

“Itu bagus.”

Cale mengeluarkan cermin dari sakunya.

“Aku perlu menghubungi Dewa Kematian.”

Pertama-tama, Cale harus pergi ke Bumi 3 bersama Rosalyn, setidaknya untuk sementara.

Tentu saja, dia akan segera kembali ke Black Castle. Membawa seorang ahli.

“Tuan Muda, Putra Mahkota Alberu, ayo ajak dia pergi bersama. Dia adalah satu-satunya pengguna saat ini.”

Meski mengetahui Cale dan rekan-rekannya sudah mendaftar untuk mendapatkan tempat dalam permainan tersebut, Cale akhirnya tertawa singkat mendengar perkataan Rosalin sambil tersenyum.

Rosalyn-

Dia juga cukup licik.

“Hmm. Itu benar. Dia adalah satu-satunya pengguna game. Jika waktunya tiba, ayo pergi bersama.”

Tentu saja, Cale sendiri, yang mengangguk dengan santai, juga berada di pihak yang jahat.

***

“Manusia, kombinasi ini yang pertama!”

Cale, Rosalyn, dan Putra Mahkota Alberu, yang kembali ke Roan sejenak. Dan bahkan Raon.

Untuk pertama kalinya, keempat makhluk menuju ke Bumi 3 bersama-sama seperti ini.

“Tapi entah kenapa, akulah yang paling takut dengan um, kombinasi ini!”

Raon mengepakkan sayapnya dan berteriak saat melihat Alberu tersenyum cerah mendengar perkataannya, Cale tersenyum lembut, dan Rosalyn tersenyum percaya diri.

“Bagaimanapun, menurutku ini akan sangat menyenangkan! Aku pikir aku akan memenangkan semuanya.”

Paaaaat!

Cahaya hitam dan kekuatan Dewa Kematian menyelimuti mereka, dan tak lama kemudian mereka berada di Bumi 3. Mereka menuju ke dunia di mana hanya Presiden Ahn Roman yang menunggu.

Um.

Tapi sebagai informasi, Ahn Roh Man tidak tahu mereka akan datang.

Dia mungkin sedang menunggu Cale dkk, jadi bukankah menyenangkan memberi dia kejutan?

Episode 352 The Unknow

Tempat seperti apa Bumi 3 itu?

Kesimpulan yang dicapai Cale dan Alberu adalah ‘wilayah abu-abu’. Bumi 1 dan 2 tempat Kim Roksoo pernah tinggal, atau setidaknya mirip dengan mereka, dan Dunia tempat Cale tinggal saat ini yang bernama Nameless 1.

Di mata Cale dan Alberu, dalam pandangan mereka, Bumi 3 adalah Dunia di antaranya.

Lalu. Ilmu pengetahuan telah berkembang pesat sehingga terciptalah game seperti RMPAG.

Sebuah Dunia di mana sulit untuk mengatakan bahwa tidak ada mana dan tidak ada auror karena mereka telah menciptakan senjata yang menggunakan energi seperti Taerang.

Selain itu, namanya adalah 'Bumi 3', tetapi tidak ada negara bernama Korea di sana.

Hanya ada ‘Roan’ di tempatnya.

Jadi mereka penasaran.

Cale bertanya-tanya seperti apa Dunia Bumi 3 nantinya.

Paaaah-!

Cale yang membuka matanya dengan cahaya hitam, mampu menavigasi ruang luas yang dipenuhi semen tanpa ada celah kecuali pintu masuk.

Ugh-

Dia mengeluarkan cermin pada telapak tangannya.

<Kamu sudah tiba dengan benar. Semangat.>

Setelah memeriksa pesan yang ditinggalkan oleh Dewa Kematian, dia meletakkan kembali cermin itu ke dalam saku bajunya.

"Hmm. Ini agak hambar.”

Cale melihat ke arah suara Rosalyn berasal.

“Untuk sebuah kuil Dewa Matahari, ini memang, ehm, agak kosong.”

Alberu membuka mulutnya, memandang dengan acuh tak acuh ke ruangan di mana tidak ada altar atau apa pun.

“Tetap saja, aku senang itu ada di sini.”

"Itu benar."

Rosalyn mengalihkan pandangannya ke Cale.

“Tidak ada tanggapan dari Dunia di Bumi 3 ini?”

"Ya."

Dewa Kematian berkata bahwa dia tidak memiliki kontak dengan Dunia Bumi 3.

Berbeda dengan Aipotu yang melemah.

Dalam kasus Bumi 3, dikatakan bahwa Dunia sendiri dengan keras kepala menolak menanggapi dan mengabaikan komunikasi.

“Bukankah dia terikat dengan Dewa Kekacauan?”

Cale mengangguk pada pertanyaan Alberu.

“Itu mungkin benar.”

Mungkin tidak semua Dunia bermusuhan dengan Hunter.

Mungkin ada Dunia yang menyukai Hunter dan bersekutu dengan Dewa Kekacauan.

“Hmm. Sulit mengharapkan bantuan dari Dunia.”

Cale mengangguk mendengar kata-kata Rosalyn.

“Tapi syukurlah, manusia! Dewa Matahari menolong kita!”

Raon mengepakkan sayapnya dan berbicara dengan berani. Cale teringat pesan yang dikirim oleh Dewa Kematian.

<Betapa beruntungnya, ada seorang dewa yang telah meninggalkan jejak di Bumi 3.>

Makhluk itu adalah Dewa Matahari.

Cale melirik Alberu.

Alberu juga tersenyum sambil melihat ke arah Cale.

‘Taerang.’

Senjata Alberu, tombak putih, aslinya milik Ahn Roh Man.

Lalu pria bernama Choi Jeonggun mencurinya,

Choi Jeonggun menyerahkannya kepada seseorang bernama Angelina.

Pemilik berikutnya adalah Alberu.

‘Dan Angelina adalah Dewa Matahari.'

Dewa Matahari pernah menjangkau Bumi 3.

<Ada portal dimensi yang dibuat oleh Dewa Matahari di kuil miliknya.>

Mungkin ini semua dilakukan untuk mencuri senjata bernama Taerang.

Cale mengangkat bahunya.

“Mungkin ini akan menjadi lebih baik.”

Ruang diperoleh untuk membuat portal antara Bumi 3, Aipotu, dan Roan.

“Karena ada cara untuk berpindah antara Dunia ini dan bagian dalam tanpa diketahui.”

Rosalyn memikirkan perkataan Cale sejenak lalu membuka mulutnya.

“Um, apakah kamu akan mengunjungi Ahn Roh Man?”

Karena mereka datang ke Bumi 3 tanpa memberi tahu Ahn Roh Man.

Karena dia pria yang tidak menyenangkan, dan Cale tidak ingin dia mengetahui bagian operasi ini.

‘Mungkin dia bisa menghalangi kami.’

Saat Cale sedang melamun sejenak, Alberu mengeluarkan 'Taerang'.

“Kita akan berencana untuk mencarinya. Mungkin mereka akan mendatangi kamu terlebih dahulu. Jika Taerang muncul di Bumi, sinyal mungkin dikirim ke Ahn Roh Man.”

Karena ilmu pengetahuan dan teknologi di Bumi 3 sudah cukup maju, baik Alberu maupun Cale tidak memberikan jawaban yang tergesa-gesa.

“Pokoknya, ayo naik ke atas.”

Cale menunjuk ke satu-satunya pintu masuk.

“Dewa Matahari menyebut tempat ini sebagai kuil, tapi konon tempat ini adalah ruang untuk perjalanan dimensional, jadi semuanya dipersiapkan untuk itu.”

“Apakah kamu bilang ini adalah alat adaptasi Bumi 3?”

“Ya. Mereka mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan untuk membantu kita yang pindah ke Bumi 3 menyesuaikan diri dengan nyaman.”

Cale meraih kenop pintu, berpikir bahwa Dewa Matahari sangat teliti.

“Manusia, menurutku Dewa Matahari lebih baik daripada Dewa Kematian!”

Trring.

Cerminnya sedikit bergetar, tapi Cale mengabaikannya.

“Kamu benar.”

“Hehe. Secara alami aku akurat dan pintar!”

“……….”

“Tapi manusia! Kenapa kamu tidak membuka pintunya? Apakah kamu tidak bisa membukanya?”

“……..”

Cale masih tidak mengatakan apa pun.

"Ha ha-"

Alberu tersenyum cerah dan meraih bahu Cale.

“Minggir.”

"Ya."

Cale melangkah mundur, menatap tangannya yang lemah.

"Hmm."

Alberu juga berhenti.

Padahal dia tidak pernah menyerah dalam berolahraga dan berlatih. Tapi pintunya tidak terbuka.

"Bagus!”

Alberu menempelkan bahunya ke pintu dan mendorong dengan kuat.

Screech-

Pintu baja yang kokoh itu berayun terbuka.

Sementara itu, Rosalyn berkata.

“Mana digunakan dengan benar.”

Ooong-

Mana merah berkilauan seolah terbakar di sekitar tangan Rosalyn.

Cale berkata sambil melihat ke luar pintu.

“Ayo naik.”

Di luar pintu, ada lorong dan lift.

"Ha."

Cale tertawa.

'Ini Bumi.'

Ini juga Bumi.

Dia melambaikan tangan pada teman-temannya dan melangkah masuk ke dalam lift.

Penasaran seperti apa kuil yang disiapkan oleh Dewa Matahari ini.

“!!!”

Dan kemudian berhenti.

“Manusia, kenapa kamu melakukan ini?”

"Cale. Ada apa dengan angka-angka ini di sini?”

“Tuan Muda, bagaimana cara kerjanya?”

Mata Cale tertuju pada plat nomor lift dan tidak bergerak.

“...4 lantai di bawah tanah, 20 lantai di atas tanah.”

Tepatnya, itu adalah bangunan dengan total 25 lantai, termasuk satu lantai tempat perlindungan bom bawah tanah.

Gulp.

Cale menelan ludahnya tanpa menyadarinya.

Bumi 3 adalah campuran Bumi dan Nameless 1. Pengaturan disiapkan oleh Dewa Matahari bagi mereka yang akan beradaptasi disana.

“Ayo ke lantai satu dulu.”

Ting!

Tiba di lantai pertama.

"Wow!"

Sama seperti kekaguman Raon, lobi yang luas dan mewah menarik perhatian Cale.

Interiornya yang mewah dan mewah menarik perhatian Cale, seolah-olah Cale saat ini sedang melihat lantai pertama sebuah hotel atau department store.

“Apakah kamu sudah sampai?”

Di sana berdiri seorang wanita paruh baya dengan penampilan rapi.

Seorang wanita yang mengingatkan Cale pada wanita karir sedang berdiri sendirian di meja informasi di lobi lantai pertama, lalu mendekati Cale dan membungkuk.

“Merupakan suatu kehormatan untuk menjadi pemandu kamu.”

Bukan pada Cale, tapi pada Alberu.

Pemandangan itu sungguh menakjubkan.

“Dewa Matahari mengatakan bahwa orang-orang yang harus diperlakukan dengan hormat akan datang.”

Dia mengangkat kepalanya dan tersenyum.

“Nama aku Choi Seonhee, penyembah Dewa Matahari di Bumi 3. Aku telah mengelola kuil yang bernama, ‘Sun Buildingi’ ini, selama beberapa generasi.”

Gulp.

Cale menelan ludahnya.

Alberu melirik Cale dan berkata.

“Dia adalah Cale Henituse bertanggung jawab atas grup ini. Kamu bisa memperlakukan semua orang di sini seperti kamu memperlakukanku.”

"Baiklah."

Wanita paruh baya itu menunjuk ke arah lift.

“Kalau begitu, bolehkah aku berbicara denganmu di kantor di lantai paling atas?”

"Tidak masalah."

Alberu mengangguk lembut, dan mereka kembali ke lift.

Dilihat dari lobi, ada cukup banyak lift.

Choi Seonhee menjelaskan hal ini.

“Hanya ada satu lift ke lantai lima, ruang bawah tanah, ke pertahanan udara, dan hanya ada satu lift ke lantai paling atas, lantai 25. Hanya kamu, dan hanya orang yang diberi izin, yang bisa menggunakan lift ini.”

Raon menepuk bahu Cale, yang linglung.

“Manusia, kenapa kamu begitu linglung?”

“… Tidak mungkin, tidak mungkin Dewa Matahari~"

Cale bergumam tanpa sadar dan berjalan dengan susah payah mengejar Raon.

Choi Seonhee sama sekali tidak terkejut saat melihat Raon.

“Kalau begitu aku akan naik ke atas.”

Dia hanya tersenyum dan berbicara dengan ramah.

Dan liftnya naik.

“!!!”

“...!”

“Ooh, wow!”

Lift menuju ke lantai paling atas, dan satu sisinya terbuat dari kaca, memungkinkan pemandangan luar.

Rosalyn dan Alberu. Mata kedua orang itu melebar.

“Ini jelas merupakan Dunia yang berbeda.”

Terlihat banyak bangunan, jalan lebar, mobil, dan perangkat lain yang mengeluarkan uap unik.

Ini pertama kalinya Rosalyn melihat semuanya.

Itu adalah Dunia yang sangat mempesona.

"Ha-"

Dan Alberu terkesan. Dia jelas telah melewati Bumi.

Sebagai harimau hitam.

Itu sebabnya dia semakin mengaguminya.

‘Jadi, seperti inilah rupa Bumi saat tidak hancur.’

Saat menggunakan Taerang, dia samar-samar merasakan kehebatan teknologi di Bumi 3, tetapi tempat ini benar-benar seperti Dunia yang berbeda. Dunia yang benar-benar berbeda dan sangat maju.

Alberu tidak ingin bilang kalau Roan tertinggal. Karena cara setiap Dunia berkembang berbeda-beda.

Namun, Alberu melihat banyak hal di Bumi yang ingin dia bawa ke Roan.

Ini merangsang rasa ingin tahu dan keserakahan miliknya.

Ding!

Pintu lift terbuka ketika sampai di lantai paling atas, dan Choi Seonhee, yang keluar dari pintu terlebih dahulu, menunjuk ke ruang yang luas.

“Itu kantornya.”

Sebuah ruangan yang sangat luas hanya ada sebagai satu kantor.

"Wow!"

Raon segera turun dari lift sambil berseru kagum, disusul Rosalyn dan Alberu dengan ekspresi hati-hati. Dan tentu saja Cale.

“Choi Seonhee?”

“Kalian bisa memanggil aku Sekretaris Choi.”

Cale akhirnya sadar.

"!"

"Hmm."

Dan Rosalyn dan Alberu berhenti.

Mata Cale berbinar-binar.

(tl/n : Radar penyuka uang berfungsi dengan sempurna 👍)

“Sekretaris Choi. Oh, namaku Cale Henituse.”

“Ya, Tuan Cale.”

Choi Seonhee menuju ke meja tunggal di tengah-tengah kantor yang luas. Cale bertanya, berdiri di sampingnya.

“Ini ibu kota Roan, kan?”

"Ya."

“Dan ini sepertinya zona paling kuning di ibu kota bukan?”

(tl/n : Zona Kuning adalah zona bagi kaum elit, ditetapkan sebagai area komersial, area bisnis tempat kamu dapat membeli barang.)

“Ya itu benar.”

Pengaturan yang disiapkan oleh Dewa Matahari untuk beradaptasi.

“Semua bangunannya kosong?”

"Ya. kamu benar."

Sebuah gedung tinggi yang terletak di Zona Kuning.

Tapi semuanya kosong.

Cale berpikir.

‘Dewa Matahari ini punya akal sehat..’

Bumi.

Cale tahu betul apa yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan baik di sana.

Bumi 1, atau Bumi 2, atau Bumi 3, tapi tetap Bumi?

Faktanya, kemana pun Cale pergi, bukan hanya Bumi, ada satu hal yang paling Cale butuhkan.

“Sekretaris Choi.”

“Ya.”

“Bagaimana status propertinya?”

Saat itulah.

Shhaaa.

Senyuman muncul di bibir Sekretaris Choi.

“Tn. Cale yang bertanggung jawab….”

Dengan itu. Dia berhenti dan menunjuk ke meja.

Sebuah tablet diletakkan di atasnya.

“Ada daftar semua aset Sun Corporation, Ltd...”

“Khahahaha!!!”

Cale tertawa terbahak-bahak.

"Whoaa."

Dia benar-benar terkesan.

“Dewa Matahari benar-benar tahu bagaimana melakukan sesuatu.”

Ini bukan hanya properti, tetapi aset Sun Corporation, Ltd.

Pasti ada cukup banyak aset di sana untuk membuat sebuah bangunan di Zona Kuning di ibukota kosong.

"Hmm."

Cale memandang Alberu.

“Aku ingin kau ke sini dan mengesahkannya.”

“Hmm?”

“Saya pikir kamu harus menggunakan kemampuan pengenalan sidik jari kamu.”

Cale terkekeh sambil menyerahkan tablet itu kepada Alberu.

“Apakah menurutmu Dewa Matahari akan mendorong untuk melakukan degradasi yang tepat?”

Ketika Alberu, yang memiliki ekspresi aneh di wajahnya, membuka kunci tablet, Cale melirik Sekretaris Choi dan bertanya.

“Sekretaris Choi. Apa jabatan aslimu?”

Sekretaris Choi memandang Cale.

Di sisi lain, Cale tidak memandangnya, melainkan memusatkan pandangannya pada gedung-gedung tinggi di luar jendela.

“Jika Sun Corporation Co., Ltd., pemegang saham terbesarnya adalah Dewa Matahari, dan orang yang mengelolanya adalah-“

Dengan sekejap, pandangan Cale beralih ke Sekretaris Choi.

Dia berkata sambil tersenyum.

“Kamu adalah orang yang duduk sebagai Presiden Sun Corporation Co., Ltd.”

Choi Seonhee, Presiden Sun Corporation Co., Ltd.

“Selain itu, kamu juga berperan sebagai pengelola kekayaan yang dibangun Dewa Matahari. Namun, Sun Building bukanlah milik Sun Corporation Co., Ltd., melainkan milik pribadi Dewa Matahari. Aset pribadi Dewa Matahari juga tercantum di dalam tablet. Dalam hal aset pribadi, Alberu dapat menggunakannya sesuai keinginannya.”

“Hmm.”

Cale mendengar dengusan Alberu.

“Kamu bisa memeriksanya.”

Saat Cale melihat tablet yang diberikan Alberu kepadanya dengan senyuman aneh, dia membuka mulutnya.

“Kita harus mengubah rencana kita.”

Sudut mulutnya bergerak-gerak.

(tl/n : jabangbayik 😒)

"Hha…."

Pada akhirnya, Cale-

"Khahahahahaha!!!!!"

Dia tertawa terbahak-bahak.

“Dewa Matahari sangat sangat kaya.”

Sebuah pengaturan yang disiapkan oleh Dewa Matahari untuk membantu mereka beradaptasi dengan kehidupan di Bumi. Itu adalah perusahaan investasi dan memiliki kekayaan besar. Selain itu, CEO yang memimpin perusahaannya-

“Itu yang terbaik.”

Dewa Matahari adalah yang terbaik.

Tring.

Cale mengabaikan keluhan Dewa Kematian dalam sakunya.

“Di mana lokasi Sun Corporation?”

“Sebagai perusahaan yang hanya mengkhususkan diri pada investasi, perusahaan ini belum banyak diketahui oleh masyarakat. Tapi dikenal sebagai orang yang memiliki kekuatan besar di antara mereka yang menjalankan bisnis di bidang yang sama.”

Bagus.

Sebuah tangan besar yang tak terlihat.

“Dalam hal kekayaan pribadi, aku dapat mengatakan jika dia berada di sepuluh besar di Dunia.”

Dia termasuk di antara 10 orang terkaya dalam hal uang pribadi.

"Hyung..."

Cale tersenyum cerah pada Alberu dan menunjuk ke sebuah kursi.

Satu-satunya kursi di depan meja

“Silakan duduk.”

Dia lalu menunjuk Rosalyn ke sofa di seberangnya.

Sebaliknya, dia berjalan ke jendela dan membuka mulutnya.

Tablet itu masih ada di tangannya.

“Sekretaris Choi.”

"Ya."

“Bagaimana posisi Presiden periode ketiga Ahn Roh Man saat ini?”

Choi Seonhee menjawab tanpa ragu-ragu.

“Itu tidak bagus.”

“Berapa banyak masa jabatan yang dimungkinkan di sini?”

“Empat periode.”

“Bagaimana peluang terpilihnya kembali?”

"Tidak ada. Selain itu, kehidupan politiknya juga memudar.”

“Hoo.”

Cale mengangkat sudut mulutnya.

Cale belum pernah melihat hal seperti itu pada Ahn Roh Man yang ia temui selama ini.

Sebaliknya, jika dilihat dari penampilannya, dia sepertinya memiliki pengaruh politik yang cukup besar.

“...Kehidupan politiknya sedang jatuh?”

Ekspresi Alberu menjadi halus saat dia bergumam.

“Tetapi dia adalah Presiden yang dicintai. Sampai sebulan yang lalu, dia adalah kandidat kuat Presiden berikutnya. Hanya saja masyarakat menganggap sudah waktunya untuk perubahan.”

Choi Seonhee melapor dengan sopan kepada Alberu.

“Dan menurut kamu, siapa yang harus membuat perubahan?”

Ketika Rosalyn, yang mendengarkan dengan tenang, memperhatikan dan menanyakan pertanyaan yang tepat.

“Ketua Kehormatan Transparent Co., Ltd. Dia telah menyatakan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden.”

Rosalyn, Alberu, Cale.

Ketiga orang itu saling memandang.

“Seorang presiden, seperti seorang raja, bukan?”

Saat Rosalyn bertanya sekali lagi.

Alberu dan Cale mengangguk,

"Aha."

Rosalyn mengucapkan satu kata dengan seruan singkat.

“Bukankah situasi ini menarik?”

Wajah Rosalyn yang tersenyum tampak bahagia.

“Kalian bertiga memiliki ekspresi yang sama!”

Seperti yang dikatakan Raon, Alberu dan Cale juga memiliki ekspresi wajah yang mirip dengan Rosalyn.

“Kalian bertiga memiliki mata yang sangat berbinar.”

Cale menatap pemandangan di bawah gedung.

“Kekayaan besar yang diberikan oleh Dewa Matahari tidak hanya akan membantu kita menyesuaikan diri dengan lebih mudah di Bumi, tetapi juga menarik orang-orang yang kita butuhkan.”

Dibutuhkan seorang ahli sistem permainan.

Ada uang di pihak Cale yang dapat memberikan kompensasi yang sesuai untuk ahli dan kekayaan di luar imajinasi orang lain.

“... Kekuasaan yang jatuh.”

Dan mereka mengetahui tentang situasi Ahn Roh Man saat ini.

Ini berkat Choi Seonhee yang disiapkan oleh Dewa Matahari. Cale dapat dengan mudah memperoleh informasi tanpa bergantung pada Ahn Roh Man. Karena para pemain besar di Dunia investasi ada di pihak mereka.

"Hei."

Uang dan informasi.

Hal-hal yang paling penting untuk beradaptasi dengan masyarakat modern sudah tersedia.

Suara lembut Alberu terdengar di telinga Cale.

“Ini adalah cerita yang berbeda.”

“Ya, benar.”

Rosalyn setuju.

Alberu dan Rosalyn.

Kedua orang ini tidak tahu banyak tentang Bumi ini.

Mereka melihat lift dengan rasa ingin tahu dan tabletnya terasa canggung.

Namun kini mereka mengetahui esensi dari apa yang telah mereka peroleh.

Karena mereka telah berada di pusat kekuasaan.

“Sekretaris Choi.”

"Ya."

“Di mana kediaman Presiden?”

Cale mengajukan satu pertanyaan, lalu satu pertanyaan lagi sebelum mendengar jawabannya.

“Apakah Sun Corporation Co., Ltd. pernah berinvestasi di Transparent Co., Ltd., atau apakah mungkin untuk menghubungi penanggung jawab terkait?”

Melawan dan menghancurkan sesuatu juga menyenangkan.

Cale pikir itu akan banyak dilakukan di realitas virtual New World.

Sepertinya akan ada pertarungan berbeda di Bumi 3 ini.

“Manusia tersenyum aneh. Rosalyn yang baik hati dan Putra Mahkota yang cerdas itu tersenyum dengan bentuk yang sama.”

Raungan Raon terdengar seperti musik yang menggairahkan, yang membuat perasaan Cale lebih baik.

“…Hidup Dewa Matahari.”

Cermin itu semakin bergetar mendengar kata-kata yang digumamkan dengan lembut.

Pada titik ini, Cale jelas mengabaikannya.

Episode 353 The Unknow

Choi Seonhee, yang duduk sebagai presiden Sun Corporation Co., Ltd., memilih diam sejenak.

Cale Henituse.

Dua pertanyaan yang Cale tanyakan pada dirinya saat ini.

‘Dimana kediaman Presiden?’

Pertama.

‘Apakah Sun Corporation Co., Ltd. pernah berinvestasi dalam Transparent Co., Ltd? Atau apakah mungkin untuk menghubungi penanggung jawab terkait?’

Dan itu adalah yang kedua.

Sebenarnya arti yang kedua itu sederhana.

‘Sejauh mana hubungan aku dengan Transparent Co., Ltd.?’

Choi Seonhee menjawab dua pertanyaan tersebut, dan ketiga manusia yang mendengar jawabannya terdiam beberapa saat.

Yang pertama berbicara adalah Alberu Crossman, pria yang diperintahkan Dewa Matahari kepada Choi Seonhee untuk 'dijaga dan dilakukan sesuai keinginannya'.

“Transparent Co., Ltd. tidak menerima investasi eksternal apa pun.”

"Kamu benar. Mereka tidak ingin ada campur tangan pihak luar dalam produksi dan pengoperasian game tersebut.”

Ada ratusan juta orang yang bermain game.

Selain itu, bahkan mereka yang tidak memainkan game tersebut pun menikmati game ‘Raising My Precious Absolute God’ dengan berbagai cara.

Dalam hal olahraga.

Semua hiburan.

Bahkan perjudian.

Saat ini tidak ada yang bisa melampaui pengaruh 'RMPAG'.

Sebaliknya, olah raga, hiburan, perjudian, dan lain-lain, semuanya berlangsung di dalam atau berhubungan dengan permainan RMPAG.

“Banyak perusahaan dan banyak negara ingin memperluas pengaruhnya di RMPAG, namun kedua pemegang saham tersebut tidak mau melakukan hal tersebut.”

Perusahaan dan negara yang menguasai RMPAG memiliki kemampuan untuk menghasut atau mengarahkan ratusan juta orang.

Namun Transparent Co., Ltd tidak mengizinkan mereka untuk campur tangan.

“Ini semua tentang permainan, dan hanya itu yang mereka pedulikan, dan itulah mengapa mereka sangat disukai.”

“Kamu memiliki citra yang bagus tentang Transparent~”

Saat Alberu membacakannya dengan tenang, Cale membuka mulutnya.

“Bukankah buruk jika Transparent Co., Ltd. menolak semuanya yang begitu banyak?”

Saat ini RMPAG memiliki pengaruh yang besar di muka bumi ini, tapi jika dia terlalu menutup diri dari dunia luar dalam pertumbuhannya.

‘Akan buruk baginya jika dia ditahan sebelum dia bisa tumbuh.’

Tatapan Cale beralih pada Sekretaris Choi.

"Kamu benar."

Dia mengangguk.

“Itulah mengapa Transparent Co., Ltd. menerima 'iklan'.”

“Sebuah iklan-”

“Ya. Jika uangnya tepat, kami bisa mengiklankan perusahaan-perusahaan Bumi dan kebijakan nasional dengan berbagai cara di RMPAG.”

Caranya cukup rahasia, sehingga banyak pengguna yang tidak menyadarinya.

“Jadi mereka membuat kebijakan seperti itu?”

“Ya. Sehingga mereka tidak sepenuhnya mengabaikan pemerintah dan perusahaan dari berbagai negara.”

Saat itu, Rosalyn ikut mengobrol.

“Aku kira bukan hanya itu?”

Rosalyn sedang duduk di sofa sambil menatap langit-langit, senyuman aneh terbentuk di bibirnya.

“Saat ini sedang terjadi perebutan kekuasaan bahkan di dalam RMPAG, bukan? Di antara mereka, mungkin ada beberapa pengguna yang didukung oleh negara atau perusahaan.”

"... Kamu benar."

Sekretaris Choi menjawab perlahan, dan senyuman yang mirip dengan Rosalyn tergambar di bibirnya.

'Orang-orang ini-'

Mereka tidak melewatkan intinya..

“Transparent menciptakan sebuah papan, dan dari papan itu, um, tidak,”

Rosalyn berkata pada dirinya sendiri.

“Bahkan jika suatu organisasi atau negara mengambil kendali atas area itu dan mendapatkan kekuasaan atasnya... Aku rasa aku akan mengambil sikap untuk tidak ikut campur dalam hal ini.”

“Itulah mengapa kekuatan-kekuatan lain di Bumi tidak banyak bicara pada Transparent, dan mengapa mereka berusaha memperluas pengaruh mereka di RMPAG, baik secara diam-diam maupun terang-terangan.”

Alberu mengambil alih apa yang dia katakan.

Choi Seonhee mengangguk.

“Sejenis Bumi baru atau bisa dipanggil New World ‘RMPAG’.”

Lagi dan lagi.

Choi Seonhee berdiri di samping Cale.

Dia mengelus dinding yang seluruhnya terbuat dari kaca.

“Bumi 3 kini telah selamat dari invasi monster, tapi untuk sementara, tidak, selama lebih dari sepuluh tahun, ia harus menanggung masa-masa yang menyakitkan karena invasi monster tak dikenal.”

Di antara produk ilmu pengetahuan maju, perangkat mekanis aneh yang mengeluarkan uap.

Ini semua adalah bukti cara hidup Bumi baru, yang diciptakan demi keselamatan.

“Monster-monster itu masih muncul dari waktu ke waktu, tapi bagaimanapun, mereka sekarang berada pada level yang bisa ditahan dan dihentikan oleh manusia.”

Bumi 1 dan 2.

Tempat ini berbeda dengan dunia tempat Kim Roksoo tinggal atau dunia yang dialami Cale.

“Jadi bisa dibilang mereka mampu mengatasinya. Namun benda-benda yang telah rusak dan roboh tidak dapat kembali lagi.”

“Dunia baru, dunia baru yang indah, telah terbuka bagi orang-orang tersebut.”

Sekretaris Choi mengangguk pada Rosalyn, yang mendengarkan dengan tenang.

"Ya. Orang-orang mau tidak mau akan tenggelam dalam dunia yang indah itu.”

Dunia maju di luar kaca juga merupakan dunia yang indah,

Ada bekas luka di hati orang-orang.

Luka dan rasa sakit yang tak terhapuskan masih ada di seluruh Bumi.

Jadi orang-orang jatuh ke dunia RMPAG.

“Mereka yang berkuasa mempunyai medan perang baru.”

Alberu bereaksi terhadap kata-kata itu.

“Itu adalah medan perang. Ini bukan hanya medan perang. Ini adalah medan perang dalam realitas virtual yang tidak berpengaruh pada kenyataan.”

Choi Seonhee ingin memberi tahu ketiga orang asing ini tentang RMPAG.

Untuk 'orang biasa'. Dan seperti apa keberadaan mereka bagi mereka yang berkuasa.

Tap. Tap.

Alberu yang sedang duduk di kursi empuk dan mewah di depan meja, mengetuk meja pelan lalu membuka mulutnya.

"Cale."

"Ya."

“Tidakkah menurutmu alasan dunia ini bertahan tanpa dirusak parah oleh monster adalah karena Transparent Blood?”

………!

Mata Choi Seonhee membelalak.

Apa yang mereka katakan sekarang?

Bahwa dunianya tidak mengalami terlalu banyak kerusakan??

Tapi dia tidak membuka mulutnya dengan tergesa-gesa.

“Alasan mengapa monster muncul di berbagai Dunia dan menghancurkannya adalah hasil kerja para Hunter yang bekerja sama dengan Dunia Iblis.”

Apa yang dilakukan para Hunter untuk menciptakan keputusasaan untuk Dewa Yang Tersegel, Dewa Keputusasaan.

Salah satunya adalah menciptakan neraka di beberapa Bumi.

“Keluarga Transparent Blood  telah memilih untuk menetap di sini, dan mereka berencana untuk menggunakan teknologinya untuk menciptakan New World. Karena tidak mungkin mereka bisa menghancurkan Bumi 3.”

“Dan tepat pada waktunya, rencana untuk menciptakan White Star baru dan rencana untuk membangkitkan Dewa Yang Tersegel menjadi sia-sia.”

Alberu memandang Cale dengan senyum miring.

‘Begitu kan maksudmu?’

Cale bahkan tidak melihat senyuman yang memiliki arti persis seperti itu.

Sebaliknya, Cale mengarahkan pandanganku ke luar jendela.

"Hunter. Mereka tidak punya alasan lagi untuk menyiksa Bumi 3 dengan monster.”

Sebaliknya, mereka menciptakan New World di RMPAG.

Mereka akan berusaha melindungi Bumi 3 hingga New World tersebut menjadi dunia baru yang nyata, bukan hanya dunia maya.

“Ya. Tapi faktanya para monster masih berkeliaran karena berbagai alasan.”

Untuk menekankan kedamaian New World.

Atau untuk menabur kesadaran dan kecemasan di Bumi 3.

Bukankah lebih baik mempertahankan keadaan saat ini karena banyak manfaatnya?

Alberu berpikir begitu dan bertanya pada Cale.

“Yah, mungkin kita juga harus menghubungi orang-orang dari Bumi lain?”

"Ya."

Jika monster di Bumi 3 sedang tenang.

Cale penasaran dengan kondisi bumi tempat Cale tinggal sebagai Kim Rok Soo.

(tl/n : Ketemu OG Cale 😯)

“Aku perlu menghubungi mereka setelah sekian lama.”

"Ya… ..Pasti sudah lama sekali.”

Sudah lama sekali.

Cale selalu memiliki jaringan komunikasi untuk terhubung dengan mereka, dimulai dengan Cintamani. Yang sementara tidak banyak gunanya.

Choi Jungsoo dan Lee Soohyuk dari Bumi yang lain.

Bagaimana kehidupan kedua orang ini, berbeda dengan Sui Khan dan Choi Jungsoo, yang bekerja dengan Dewa setelah kematian? Akankah perdamaian juga terjadi di sana?

Cale membuka mulutnya sebelum pikirannya semakin dalam.

“Bagaimanapun, Ketua Kehormatan Transparent Co., Ltd. pasti punya kekuasaan yang besar, bukan?”

"Ya. Dan dia sangat populer.”

“Hoo.”

Alberu bertanya dengan penuh minat.

“Apakah menurutmu dia melakukan banyak perbuatan baik?”

"Ya. Ia merupakan orang yang sesekali menyumbangkan uang dalam jumlah besar ke tempat-tempat yang mengalami kerusakan akibat kemunculan monster. Yang terpenting, dia sangat populer di Roan.”

Ketua Kehormatan Transparent Co., Ltd.

“Mereka membangun perusahaan besar dan melakukan perbuatan baik. Selain itu, gambar-gambar yang ditampilkan di media selalu menyenangkan.”

Transparent Co., Ltd., perusahaan asli Roan.

Masyarakat negeri ini tidak punya pilihan selain berbangga.

“Ketua saat ini adalah anak dari Ketua Kehormatan, dan belum diakui kemampuannya, tapi ketua pertama, Ketua Kehormatan, adalah sangat populer.”

Sangat populer.

“Jadi, jika dia maju dalam pemilihan berikutnya, itu seperti kesepakatan yang sudah jelas kemenangannya?”

"Ya."

Choi Seonhee dengan tenang menyampaikan informasi yang dimilikinya.

“Presiden saat ini, Ahn Roh Man, telah berupaya keras mengatasi krisis di Bumi 3.”

Ahn Roh Man adalah orang yang hebat.

“Dia adalah pejuang dan ahli strategi yang luar biasa.”

Ada banyak orang yang menghormatinya.

“Tapi orang-orang-”

Choi Seonhee berhenti sejenak, tidak dapat melanjutkan berbicara.

Bolehkah dia mengatakan ini?

Setelah beberapa saat khawatir, Alberu mengutarakan pikirannya terlebih dahulu.

“Mereka menginginkan perdamaian.”

"... Kamu benar."

Ahn Roh Man jelas adalah orang yang hebat.

Pengorbanannya sangat besar.

“Ada banyak orang yang berpikir bahwa jika Ahn Roh Man telah melakukan cukup banyak hal untuk tiga periode, bahwa dia seharusnya tidak perlu melakukannya untuk yang terakhir kalinya, tapi di atas segalanya--”

Pendapat mayoritas masyarakat adalah demikian

“Mereka tidak ingin meninggalkan bukti perang di dunia yang telah mewujudkan perdamaian.”

Seorang Ahn Roh Man adalah bukti masa lalu.

“Orang-orang menginginkan masa depan yang akan meningkatkan profil damai Roan. Orang-orang menginginkan seseorang yang dapat meningkatkan kekuatan Roan.”

Rosalyn berkata dengan wajah pahit.

“Ini seperti pahlawan yang terlupakan~”

“Terlupakan bukanlah kata yang tepat, dia telah menjalani banyak hal, hanya saja orang-orang tidak menginginkannya untuk melakukannya di masa depan. Dia hebat, tapi mereka melihatnya lebih sebagai Presiden Kehormatan..”

Raon berbicara dengan hati-hati dalam benak Cale.

-Omong-omong, manusia, bukankah Transparent Co., Ltd. adalah musuh orang tua Ahn Roh Man?

‘Ya.’

Dan orang-orang tidak mengetahuinya.

-Ahn Roh Man jelas sangat marah di dalam hati! Jika dia kehilangan tempat tinggalnya karena musuh orang tuanya...! Aku menghancurkan segalanya!

Seperti yang Raon katakan, perut Ahn Roh Man pasti sedang mual sekarang.

Ini tidak seperti kalah dari orang lain, tapi kalah dari Transparent Co., Ltd. akan seperti mimpi buruk yang mengerikan.

Apalagi jika dia mengabdikan dirinya pada Roan sejauh yang diakui kebanyakan orang, keadaan ini baginya tidak akan masuk akal sekarang. Mulut Cale terbuka.

“Sekretaris Choi.”

"Ya."

“Siapa nama Ketua Kehormatan?”

“Ah.”

Sekretaris Choi sedikit menundukkan kepalanya dan berbicara seolah meminta maaf.

“Kami akan segera mengatur dan mengunggah semua informasi yang kami miliki tentang Transparent Co., Ltd.”

Dan dengan cepat menjawab pertanyaan Cale.

“Ketua Kehormatan. Namanya Han Taeksoo.”

Mata semua orang tertuju pada Cale.

Itu sudah cukup untuk memahami situasinya.

“Kamu bilang kediaman resmimu ada di arah sana, kan?”

Yang penting adalah apa yang bisa mereka lakukan di area ini.

Cale melihat ke barat laut dan menundukkan kepalanya.

Dan dia melihat pakaiannya.

"Hmm. Menurutku akan agak canggung memakai pakaian ini.”

Itu adalah pakaian yang hanya cocok di Kerajaan yang apatis. Jika ada yang melihatnya, dia terlihat seperti sedang cosplay dari game RMPAG.

Dia meminta bantuan Sekretaris Choi.

“Akan menyenangkan jika memiliki tiga setelan jas.”

Dan Sekretaris Choi menjawab seolah itu sudah jelas.

“Kami telah menyiapkan segalanya untuk kalian bertiga di gedung ini.”

Dikatakan bahwa segala sesuatu yang diperlukan untuk menembus bumi telah disiapkan, termasuk tiga pakaian.

“Itu yang terbaik.”

“Tidak banyak yang bisa dikatakan.”

Cale berbicara kepada kelompok itu.

“Ayo ganti baju dulu lalu bergerak.”

*****

“Sebuah analisis peta.”

Dia melemparkan dokumen yang diberikan oleh ajudan Ahn Roh Man ke atas meja.

Tap.

Ahn Roh Man melihat dokumen itu dan membuka mulutnya.

“Aku diusir.”

"...Ya."

Seiring berjalannya waktu, support mungkin akan semakin turun.

“Bagaimana hasil dari partai yang berkuasa?”

“………”

Ajudan itu menundukkan kepalanya tanpa berkata apa-apa.

Ahn Roh Man tertawa.

“Yah, orang-orang tua di sana mungkin mencoba melakukan apa pun yang mereka bisa untuk membawa kebaikan bagi mereka.”

"...Hmm."

Ahn Roh Man bertanya kepada ajudannya, yang tidak dapat melanjutkan berbicara, dengan wajah serius.

“Apakah trennya sudah berubah?”

Kini yang ada di sini hanya ajudan dan Ahn Roh Man.

“Bicaralah dengan nyaman.”

Ajudan itu membuka mulutnya setelah diam.

“Kecuali ada variabel besar, menurut aku akan sulit menghentikan Han Taesoo.”

Ahn Roh Man menutup matanya rapat-rapat.

“Kami akan segera menyelesaikan pembaruan besar dan melihat perubahan besar di RMPAG. Seperti yang kamu tahu, seluruh dunia berguncang.”

“Pffft.”

Sebelum dia selesai mendengarkan kata-kata ajudan itu, Ahn Roh Man tertawa terbahak-bahak dan menyeka matanya dengan tangannya.

“Ada banyak bajingan yang mencoba mendirikan kerajaan mereka sendiri di teater perang New World.”

Baik itu negara atau perusahaan. Mereka bertujuan untuk New World.

Karena itu adalah cara baru untuk menghasilkan uang atau kekuasaan.

Mereka melakukan hal ini karena mereka percaya pada New World, yang telah menjadi terlalu besar untuk ditangani oleh Transparent Co., Ltd.

Transparent Co., Ltd. sulit menanganinya?

Mereka hanya berpura-pura seperti itu.

Ahn Roh Man tahu sebaik siapa pun bahwa Transparent Co. Ltd., memiliki kendali penuh atas New World.

“Itu adalah orang-orangnya. Siapa pemilik sebenarnya dari medan perang itu.”

“Ketua Kehormatan. Han Taeksoo. Jadi, orang menginginkan Han Taeksoo?”

“Tidak banyak orang yang menolak lahan baru.”

"Memang."

New World kini menjadi Bumi lain yang menghadirkan kehidupan baru yang bebas beban bagi masyarakat Bumi.

“………”

Ahn Roh Man yang dari tadi terdiam, perlahan menatap ajudannya dan membuka mulutnya.

“Mary.”

"...Iya oppa."

Sambil menghela nafas, ajudan Mary melepas kacamatanya dan memijat area sekitar matanya.

Ahn Roh Man melihat ini dan bertanya.

Untuk satu-satunya orang yang bisa dia percaya.

“Apakah sulit bagiku untuk menang?”

“Kamu dapat membuat dua variabel.”

Mary tidak mengatakan dia bisa menang.

Meskipun dia adalah orang yang sangat membosankan ketika berbicara dengan suara mekanis, dia tidak pernah salah.

“Ada dua variabel?”

“Untuk pertama kalinya, kita bisa menghancurkan Transparent Co., Ltd.”

“Apakah itu mungkin?”

Mary tidak mengatakan ini karena menurutnya hal itu mungkin.

Itu sebabnya dia mengeluarkan variabel kedua.

“Atau apakah kamu menerima Quest Kerajaan?”

“….”

Mary yang mengetahui bahwa Ahn Roh Man berada di peringkat nomor satu berbicara kepadanya namun tidak merespon.

“Ahn Roh Man, pahlawan yang menyelamatkan Roan dan Bumi, pahlawan yang telah dilupakan orang, sekali lagi menjadi pahlawan di New World.”

“Apakah itu jawabanmu?”

“Itu adalah variabel yang bisa aku peroleh.”

Variabel diperlukan untuk menciptakan arus baru.

Pertama-tama, mereka harus mengubah permainan.

“Kamu juga mengetahuinya. Sekarang kita tidak bisa mengabaikan New World sebagai sebuah permainan. New World juga merupakan Bumi yang lain. Orang-orang melarikan diri dari monster dan menjadi bawahan New World.”

Melarikan diri dari monster yang menjangkiti Bumi dan Roan di masa lalu dan memasuki dunia baru yang menawarkan fantasi dan kesenangan baru.

Orang-orang sekarang bergerak menuju masa depan.

“….Tidak akan ada yang berhasil.”

Ahn Roh Man menghela nafas dan meminta ajudannya Mary untuk memberinya waktu sendirian.

“Aku akan memikirkannya.”

Mary mengangguk pada apa yang dia tambahkan dan meninggalkan kantor.

“……”

Ahn Roh Man ditinggal sendirian di kantor.

Dia menutup matanya rapat-rapat.

Tidak ada yang berhasil.

Dua variabel.

Dia memang tahu kunci untuk membuatnya.

Transparent Co., Ltd.

Ahn Roh Man sadar akan kekuatan yang mencoba melenyapkan keluarga Transparent Blood.

Dan Raja?

Itu juga-

'Alberu Crossman-'

Saat itulah Ahn Roh Man teringat nama seseorang.

Bip—bip—---!

Alarm di meja kantor merespons.

“Alarm terpicu.”

Sebuah suara datang dari mesin di atas meja.

“Penyusup tidak sah terdeteksi. Pertahanan 0 telah runtuh.”

Itu bergetar.

Ahn Roh Man berdiri.

Wajahnya mengeras.

Kediaman Presiden,

Ada total 10 sistem pertahanan di sini. Namun, sejauh ini 10 sistem pertahanan belum diaktifkan. Tidak ada peringatan atau kesalahan yang dikirim.

Hanya satu.

Sebuah sistem pertahanan rahasia yang tidak diketahui siapa pun, hanya Ahn Roh Man dan ajudannya Mary.

Pertahanan 0.

Sekarang telah mendeteksi penyusup.

Itu berarti penyusup dengan mudah melewati 10 sistem pertahanan dan mencapai penghalang ini.

‘Dan tembok Pertahanan 0. Sistem ini~'

‘...Kantor…'

Kantor ini, di mana hanya Ahn Roh Man yang berada sekarang. Itu dipasang di ruang terbatas.

Ahn Roh Man menoleh.

Screech.

Jendela dibuka.

"Oh."

Ahn Roh Man melihat seorang pria memberikan seruan kecil.

“Apakah kamu tidak terkejut? Aku kira kamu sedang menunggu?”

Pria berambut merah, mengenakan setelan bergaya, masuk sambil tersenyum.

Dari ujung kepala sampai ujung kaki. Terlepas dari kenyataan bahwa itu ditempel dengan merek-merek kelas atas, gerakan memanjat melalui jendela tampak cukup familiar.

“Ini pertama kalinya aku melihat kamu secara langsung.”

Dan orang yang masuk berikutnya adalah seorang pria tampan dengan rambut pirang dan mata biru.

Dia juga mengenakan setelan rapi dan terlihat sangat mirip dengan Ahn Roh Man.

(Tl/n : Mauuuuuu liat Cale sama Alberu pake setelan masa kini woyyyy 🤬)

“Aku minta maaf karena berkunjung tanpa mengatakan apa pun.”

Wanita terakhir yang masuk memiliki rambut merah cantik dan mata merah serasi. Dan mana merah bergetar.

Ketiganya mengenakan setelan jas berwarna hitam yang sama, meski merek dan desainnya berbeda.

Tap.

Ketika dia memasuki ruangan,

Ahn Roh Man membuka mulutnya.

“Aku memeriksa lokasi Taerang.”

Alberu tidak dapat mengakses game tersebut karena sedang diperbarui, tetapi dia tidak dapat terhubung ke Taerang sama sekali, jadi dia menganggap ini aneh dan mengetahui lokasi Taerang.

“Tapi Taerang ada di sini.”

Meski belum diketahui secara pasti lokasi Taerang, namun dipastikan berada di Bumi 3.

Itu juga di ibu kota Roan-

“Jadi tentu saja aku pikir kamu akan datang mencariku.”

Ahn Roh Man tersenyum lembut.

Alberu, seorang pria pirang tampan, tersenyum cerah padanya.

"Ya. Tapi menurutku tidak perlu datang ke sini lain kali.”

Alberu berkata sambil masih tersenyum.

“Karena lain kali kamu tidak akan berada di sini.”

“………”

Senyuman menghilang dari wajah Ahn Roh Man.

'Tidak ada tempat bagi Ahn Roh Man di kantor Presiden.’

Alberu berkata begitu.

Ahn Roh Man tidak bisa berkata apa-apa.

Namun, Alberu tetap tersenyum cerah.

“Sekarang, bisakah kita bicara dulu?”

Sementara itu, Cale masuk sambil tersenyum lembut.

“Sambil minum teh. Bagaimana?"

Ketika Cale berbicara dengan cara yang agak licik.

“Americano. Itu membuat ketagihan.”

Rosalyn menambahkan dengan tenang dan pergi ke sofa dan duduk terlebih dahulu.

Episode 354 The Unknow

Ahn Roh Man, yang sedang melihat Cale, Alberu, dan Rosalyn yang duduk di sofa, menyerahkan Rosalyn sebuah Americano.

“Terima kasih. Kamu membuat kopinya sendiri?”

“Itu satu-satunya kesenangan aku.”

Ahn Roh Man mengalihkan pandangannya dari Rosalyn dan memandang Alberu dan Cale, yang menolak kopi, sebelum duduk di sofa.

Saat dia duduk di ujung meja, matanya berhenti pada Alberu.

‘Karena lain kali kamu tidak akan berada di sini.’

Ahn Roh Man tidak akan menjadi Presiden berikutnya.

Ahn Roh Man menghela nafas sambil melihat ke arah Alberu yang mengucapkan kata-kata itu.

“Kapan mereka menempatkanmu di sini?”

Shhhh.

Ahn Roh Man mengalihkan pandangannya pada seruan lembut itu. Rosalyn melakukan kontak mata dan tersenyum.

“Kopinya enak.”

Kemudian dia melanjutkan berbicara seolah-olah itu mengalir.

“Bukankah menurut kamu Presiden adalah tipe orang yang ingin langsung pada intinya?”

Ahn Roh Man menjawab sambil tersenyum.

“Jadi kamu tidak menyukainya?”

Rosalyn lalu tersenyum dan mengangkat segelas Americano.

“Aku menyukainya sama seperti kopi ini.”

Saat itu, Ahn Roh Man bertanya-tanya siapa wanita di depannya.

Tidak, sejak pertama kali dia datang ke sini bersama Alberu dan Cale, Ahn Roh Man penasaran dengan identitasnya. Tapi sekarang Ahn Roh Man merasa orang ini tangguh dan dia merasa perlu mengetahui identitasnya.

“Han Taeksoo.”

Namun begitu nama itu keluar dari mulut Alberu Crossman, Ahn Roh Man harus mengalihkan mukanya.

Ahn Roh Man diam-diam menatap wajah santai yang menatapnya.

Masih muda.

Dia jelas terlihat lebih muda daripada yang terlihat di video.

“Ho.”

Han Taeksoo, Ketua Kehormatan Transparent Co. Ltd dan calon Presiden kuat berikutnya.

Saat nama ini keluar dari mulut Alberu Crossman, hanya ada sedikit reaksi yang bisa dilontarkan Ahn Roh Man.

“Kalian sudah mendapatkan aku.”

Ahn Roh Man, yang mengangkat tangannya seolah kalah, tampak lebih santai dari yang dia katakan.

Dia bahkan terlihat cukup nyaman dengan senyuman di wajahnya.

Orang yang menghadapnya adalah Alberu.

Mulut Alberu terbuka.

“Kamu telah menerima Quest, kan?”

Keheningan terjadi.

-Manusia. Manusia

Dan Raon, yang duduk di ruang tersebut tanpa terlihat, berbicara kepada Cale.

-Manusia. Kamu terlihat sangat nyaman.

Tentu saja.

Cale tidak bereaksi terhadap kata-kata Raon yang sangat jelas terlihat.

‘Putra Mahkota sudah memiliki Rosalyn. Apa yang akan aku lakukan?’

Dia adalah tipe orang yang hanya mengurus segala sesuatunya tanpa berkata apa-apa.

‘Ah, ini sangat nyaman…’

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Cale merasa nyaman.

Kenyamanannya adalah ‘tidak ada yang menghalangi’.

‘Ya.’

Cale sangat menyukai situasi yang menguntungkan ini

Cale melihat dari dekat pemandangan di depannya.

Senyuman di mulut Ahn Roh Man menghilang, dan Alberu tersenyum lebih cerah.

Bahkan dalam keheningan, banyak hal yang terjadi di sini.

Bebannya semakin condong ke arah Alberu.

‘Ini dia.’

Tambahkan beban ke sisi yang kita inginkan, dan semuanya akan mengikuti.

Sementara itu, Cale telah melompat ke dalam situasi yang sedang terjadi daripada yang dia inginkan, menambahkan bobotnya sendiri untuk mengubahnya.

‘Itu bukan keahlianku.’

Menciptakan lapangan permainan yang menguntungkan sejak awal, menambahkan beban dan membiarkan segala sesuatunya datang secara alami.

Itu adalah cara yang disukai Cale dalam melakukan sesuatu.

“…Tenggorokan aku terasa panas.”

Saat kata-kata itu keluar dari mulut Ahn Roh Man, Cale membuka mulutnya.

“Apakah kamu ingin secangkir kopi? Aku tahu bagaimana melakukannya.”

“Pfft.”

Ahn Roh Man tertawa terbahak-bahak dan bersandar di sofa.

“Aku juga diberi Quest itu.”

Dia mengakuinya, dan Alberu menerima kata-kata itu dengan santai.

“Aku tahu kau punya sesuatu di lengan bajumu.”

“Haha--”

Ahn Roh Man tertawa dan meledak.

“Jadi, apakah kita sekarang menjadi musuh?”

Alberu memberikan jawabannya.

“Kita akan menjadi sekutu yang lebih dekat daripada musuh.”

Alis Ahn Roh Man sedikit terangkat, dan Cale dengan bercanda menepuk lengan Alberu.

“Oh, membingungkan sekali saat kamu mengatakan itu.”

Dia tersenyum lembut dan kali ini berbicara dengan Ahn Roh Man.

“Bukankah kita mempunyai musuh yang sama?”

Mulut Ahn Roh Man terbuka.

“Ya. Ada Transparent.”

Dengan senyuman aneh, Ahn Roh Man mengusap rambutnya.

Sebelum dia menyadarinya, butiran keringat mulai terbentuk di dahinya.

Namun, dia berbicara dengan santai seolah-olah dia tidak menyadari hal ini.

“Kalau begitu kamu harus membantuku. Terlepas dari Bagian B, untuk menghancurkan Transparent Co. Ltd pada kenyataannya, pertama-tama kita harus mencegah Ketua Kehormatan Han Taeksoo menjadi Presiden. Dengan kata lain, bukankah aku yang harus menjadi Presiden?”

Smirk.

Senyuman dalam muncul di bibir Ahn Roh Man.

“Aku harap aku bisa mengatakan ini.”

Senyumannya berubah pahit.

“Runtuhnya Transparent Co. Ltd dan pengangkatan aku sebagai Presiden adalah dua masalah yang berbeda.”

Ajudannya Mary mengatakan jika dia melenyapkan Transparent Co. Ltd atau aktif di New World, ada kemungkinan dia bisa menjadi Presiden.

Ahn Roh Man tidak mempercayai hal itu.

“Tentu saja.”

Alberu mengambil alih dengan santai.

“Karena kamu adalah matahari terbenam.”

Itu benar.

“Seseorang akan keluar untuk menggantikan Han Taeksoo, dan posisimu dipertaruhkan. Orang-orang melupakanmu.”

“Mungkin mereka bosan. Karena aku adalah bukti perang terakhir.”

Ahn Roh Man jelas menyadari kondisinya.

Dia sendiri sekarang muak dengan dirinya sendiri.

Bahkan jika kamu seorang pahlawan, mereka akan melupakannya setelah mereka terbiasa.

“Jadi, apakah kamu berencana untuk mundur?”

“Aku sedang memikirkannya.”

Alberu mendengus mendengar jawabAhn Roh Man.

“Apa kau percaya padanya, little bro?”

“Tidak.”

Cale segera menggelengkan kepalanya. Dia bertanya pada Rosalyn.

“Apakah kamu percaya Rosalyn?”

“Aku tidak percaya.”

Dia mengangkat bahunya.

“Aku tidak tahu banyak tentang tempat ini, tapi dari yang kudengar, sepertinya hanya ada dua jalan yang bisa diambil Tuan Ahn Roh Man saat ini: menyerang Transparent Co. Ltd, atau mengambil alih New World.”

“...Kamu bilang kamu tidak tahu banyak tentang tempat ini, tapi kamu melihatnya dengan jelas.”

Mendengar kata-kata Ahn Roh Man, Rosalyn memandang Ahn Roh Man seolah itu sudah jelas.

“Menghilangkan keheningan atau menduduki ranah keheningan. Itulah dasar perang, kan?”

Perang.

Ahn Roh Man terdiam mendengar kata-kata itu.

“Mengapa? Bukankah ini perang?”

“Kamu benar. Ini perang.”

Ini juga perang.

Saat itu, Alberu membuka mulutnya.

“Kalau kamu sudah tahu, kenapa kamu pura-pura tidak tahu?”

“… !”

Mata gelap Ahn Roh Man beralih ke Alberu.

Sang Putra Mahkota, yang memiliki rambut pirang dan mata biru yang tampak seperti di luar imajinasi, berbicara dengan menyegarkan.

“Bukankah kamu berencana untuk melakukan sesuatu pada Transparent Co. Ltd sebelum masa jabatan kamu berakhir? Tidakkah kamu merasa telah mempersiapkan sesuatu saat menjabat sebagai Presiden periode ketiga?”

Pupil mata Ahn Roh Man tenggelam dalam-dalam.

Apa yang dia persiapkan tanpa sepengetahuan ajudannya Mary.

Alberu terus berbicara dengan tenang.

“Dan kamu akan menikam mereka dari belakang, atau mengambil apa yang menjadi milik mereka, atau apa pun yang diperlukan untuk mendapatkan supremasi di New World.”

Claps!

Cale bertepuk tangan dengan kekaguman yang berlebihan.

‘Bravo!’

Cale berkata dengan licik di sela-sela suara ceria.

“Kamu berencana mengalahkan musuh politik kamu dan mengambil alih wilayah mereka!”

Dia mengacungkan jempol.

“Seperti yang diharapkan, Presiden Ahn Roh Man adalah orang yang sangat hebat!”

Ajudannya Mary.

Dia mengatakan jika salah satu dari keduanya dilakukan, Ahn Roh Man akan punya peluang.

Namun, sejak awal, Ahn Roh Man bukanlah orang yang hanya fokus pada kemungkinan.

Dia adalah orang yang mencari jawaban pasti.

“…“

Dia dengan tenang menatap ke tiga orang yang bisa melihat ke dalam dirinya dengan sangat baik, lalu membuka mulutnya.

“Sepertinya kamu punya banyak pengalaman memenangkan perang.”

Dan ketiga orang itu menanggapinya dengan senyuman mereka sendiri.

Setelah tersenyum, Cale membuka mulutnya.

“Bagaimana kamu bisa memukul dua orang di kehidupan nyata?”

“…“

“Kau punya sesuatu di lengan bajumu, bukan?”

(tl/n : sesuatu di lengan bajumu = menyimpan beberapa trik tersembunyi)

Transparent. Dikatakan bahwa sekarang ini adalah perusahaan yang transenden.

Sebuah tempat di luar negara.

Untuk mencapainya, harus ada arah yang tepat, entah itu sebab atau hukum.

Akan sulit jika dia melancarkan serangan dan sebagai balasannya dikalahkan.

“Dan kamu punya pengikut di New World?”

Suatu hari, Ahn Roh Man mengatakan sesuatu kepada Cale dan Alberu.

“Dia yang membantumu mencapai peringkat teratas.”

Makhluk itu adalah AI yang diciptakan oleh orang tua Ahn Roh Man.

‘AI itu adalah teman dan saudaraku. Karena dia lahir setahun sebelumku, haruskah aku memanggilnya kakak laki-lakiku?’

Ahn Roh Man memiliki seseorang seperti kakak laki-laki baginya.

‘AI tersembunyi jauh di dalam game. Tentu saja, sebagian besar fungsi aku diberikan kepada perusahaan yang Transparent. Perusahaan yang Transparent mungkin bahkan tidak mengetahui keberadaan AI. Orang itu bersembunyi dan menunggu.’

Dan Alberu belum pernah benar-benar mengenal AI itu.

Ahn Roh Man Ahn benar-benar menyembunyikan identitas AI.

‘Aku pernah bertemu dengannya sebelumnya’

AI yang dia temui dari jauh, terbungkus erat dalam jubah.

Cale bertanya pada Ahn Roh Man tentang AI.

Karena Cale ingin tahu latar belakangnya.

Dan salah satu Quest yang diberikan kepada Cale adalah menemukan AI itu.

Juga-

‘Karena dia sebuah variabel.’

Karena dia adalah salah satu belati yang ditujukan pada Transparent Co. Ltd yang tidak diketahui oleh Transparent Co. Ltd

Keberadaannya harus diketahui.

“Sebentar.”

Ahn Roh Man memandang Cale dengan bingung.

Bukankah kau terlalu keras padaku??”

Nadanya ringan, hampir seperti gerutuan, tapi ada nada dingin yang tersembunyi di dalamnya.

“Tentu saja, aku sudah kalah.”

Ada alasan mengapa dia berbicara dengan patuh sampai sekarang.

Kekuatanmu untuk datang ke sini tanpa pemberitahuan. Dan pengetahuanmu tentang situasi saat ini.”

Kekuatan dan informasi.

Karena Ahn Roh Man menyadari bahwa dua hal itu adalah hal yang tidak bisa dia tolak.

“Meski begitu, bukankah kamu terlalu keras menekanku?”

Cale menertawakan kata-kata itu.

Saat itu, Alberu berbicara.

Begitulah yang kurasakan saat bertemu dengan adik laki-lakiku.”

-Benar! Putra Mahkota adalah yang paling akurat!

Cale mencoba mengabaikan kata-kata itu.

Namun, seperti biasa, perkataan Alberu Crossman tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Mari kita letakkan kartu kita.”

Karena mereka memutuskan untuk datang ke sini dengan percaya diri, Cale dan kelompoknya memutuskan untuk mengeluarkan banyak uang.

‘Kamu mengatakannya dengan sangat patuh?’

Ketika Ahn Roh Man memiliki keraguan di hatinya, Alberu berbicara dengan tenang.

“Sun Corporation. Perusahaan itu milikku.”

Kekuatan, informasi.

Selain itu, uang juga disebutkan.

“… !”

Mata Ahn Roh Man membelalak.

Sun Corporation Co. Ltd Tempatnya begitu besar bahkan perusahaan pun meminjam uang untuk investasi disana.

Setidaknya kalau bicara soal uang, dikatakan ibarat lautan yang tak pernah kering.

‘Kamu memiliki tempat itu?’

Badump, badump, badump.

Di dalam hati, jantung Ahn Roh Man berdebar kencang.

Itu adalah informasi yang terlalu manis untuk hanya mencurigai mereka yang berbicara dengan patuh.

“Dan 7th Evil ada di belakangku.”

“Apa?!”

Saat ini, Ahn Roh Man tidak tahan lagi.

Dia melompat dari tempat duduknya. Dia sejenak kehilangan ketenangannya dan bertanya pada Alberu.

“Mengapa 7th Evil ada di belakangmu?”

Bagaimana mungkin?

“Kenapa? Bukankah kamu ingin mendengar lebih banyak?”

Alberu bertanya dengan santai dan menambahkan satu kata.

“Ngomong-ngomong, apa kau tidak terlalu keras pada dirimu sendiri??”

Dia menuntut Ahn Roh Man.

“Kamu juga.”

Aku punya dua, kamu juga punya dua.

-Manusia. Manusia!

Raon berbicara dengan Cale.

-Tapi putra mahkota tidak menceritakan semuanya padanya! Tepatnya, Sun Corporation adalah milik Dewa Matahari, jadi bukankah yang ada di balik Bumi kita adalah Dewa Matahari?

Raon pintar.

- Dan bukan 7th Evil yang berada di belakang Putra Mahkota, tapi manusia kita, yang terburuk dari semua Iblis! Manusia kita, yang akan mendominasi 7th Evil, 3th Evil, dan bahkan 8th Evil!

Dia sangat pintar.

-Pokoknya, karena menurutku itu menguntungkan kita, jadi aku akan tetap diam.

Lihat. Raon sangat pintar.

Cale dan Rosalyn hanya diam dengan senyuman di wajah mereka.

Ketiganya sama.

“Ahn Roh Man.”

Mata Alberu penuh semangat.

Ahn Roh Man tiba-tiba teringat masa mudanya saat melihat pemandangan itu.

Masa mudanya, ketika dia bersikap tenang dan berpura-pura baik hati, namun dipenuhi dengan keinginan buruk yang tidak menjadi kenyataan.

Dia bisa melihatnya dalam diri Alberu, penuh dengan semangat.

Seorang pemuda yang mirip dengan dirinya, membara seperti masa mudanya.

“New World.”

Alberu cukup tulus.

“Itulah yang akan kita makan.”

New World, dunia yang berkali-kali lebih besar dari Bumi.

Alberu Crossman berbicara dengan tenang tentang berbagi tempat itu.

“… “

Ahn Roh Man tidak bisa berkata apa-apa sambil memandangnya.

Ahn Roh Man punya perasaan aneh.

Semangat yang tak bisa disembunyikan yang muncul darinya terus menstimulasi Ahn Roh Man.

“Ha.”

Ahn Roh Man menghela nafas.

Dan kemudian dia berseru.

“Persetan dengan asapnya.”

Saat itu, Alberu menghela nafas.

“Itu tidak berhasil. Seorang pemuda yang penuh semangat.”

Sikapnya yang tenang dipenuhi dengan ketenangan, seolah-olah dia belum pernah begitu bersemangat.

Sebaliknya, penampilan itu menanamkan kepercayaan pada Ahn Roh Man.

“Ha ha ha-”

Ahn Roh Man yang sedang tertawa membuka mulutnya.

Lawannya telah memenangkan dua pertandingan, jadi dia harus memenangkan satu pertandingan.

“Pada suatu waktu, ada rumor seperti ini yang beredar di dunia belakang.”

Pertama-

“Orang-orang berbondong-bondong masuk ke laboratorium Transparent setiap dua bulan. Tapi mereka tidak pernah keluar.”

Orang-orang yang pergi ke Transparent Co. Ltd menghilang.

“Itu benar-benar rumor yang muncul sekali lalu menghilang. Tapi aku mulai menyelidikinya.”

Belati yang disiapkan oleh Ahn Roh Man untuk Transparent.

Hal ini terungkap lebih dulu.

Sekarang yang kedua.

Latar belakangnya.

“Setelah pembaruan, aku akan menjadi Putra Mahkota.”

“……!”

Kali ini, Cale dan Alberu memandang Ahn Roh Man dengan heran.

“Pendukung aku adalah Kaisar Kekaisaran Timur New World saat ini, Kaisar Lehnti.”

Salah satu dari tiga kekuatan besar.

Kekaisaran Timur, salah satu dari tiga kekuatan New World.

“Dan dia jugalah kakak laki-lakiku….”

AI bersembunyi sebagai NPC.

Kaisar Kekaisaran Timur New World adalah orang di balik peringkat 1, Ahn Roh Man.

Selain itu, Ahn Roh Man dan saudaranya telah mempersiapkan New World selama lebih dari satu dekade.

“Setelah pembaruan selesai, aku berencana untuk segera memulai perang aku sendiri.”

Rencana Ahn Roh Man.

Itu lebih besar dari yang Cale kira.

Cale berpikir sejenak.

Transparent Co. Ltd, tidak, Ahn Roh Man telah menyiapkan belati yang tidak diketahui musuhnya, termasuk Hunter Transparent Blood.

Dan kekuatan Cale.

Kesamaan yang dimiliki keduanya adalah bahwa mereka ‘tidak dikenal’ oleh musuh.

Musuh tidak mengetahui tentang mereka yang telah menyusup ke New World.

Cale menoleh.

Dia melakukan kontak mata dengan Alberu.

Rosalyn juga memandangnya.

Cale mengangguk kepada kedua orang itu dan berbicara kepada Ahn Roh Man.

“3.”

Kekuatan ke-3, ke-5, dan ke-10 di New World.

“Mari kita jadikan itu 2 bagian.”

Cale mengulurkan tangannya ke Ahn Roh Man.

Itu adalah jabat tangan yang dimaksudkan untuk membuat kesepakatan.

Karena Cale bukan rekan yang bisa diajak berbagi.

Episode 355 The Worst’s Game

Mari kita buat menjadi 2 bagian-

Ahn Roh Man meraih uluran tangan Cale tanpa ragu.

Transparent Co. Ltd.

Kaisar Lehnti dari Kekaisaran Timur.

Sejak kedua hal ini terungkap, jawaban Ahn Roh Man sudah ditentukan sejak awal.

“Kau tidak akan memberitahuku bagaimana 7th Evil bisa berada di belakangmu, kan?”

Sebuah pertanyaan yang diajukan oleh Ahn Roh Man dengan senyuman lembut. Dia tidak menyangka Cale akan menjawab pertanyaan ini.

8th Evil.

Tempat yang tak tertembus di New World, terbagi menjadi delapan area.

Sejauh ini, tidak ada satu pun rahasia di antara 8th Evil yang terungkap dengan baik.

Di antara mereka, 7th Hell of Time ada dii belakang Alberu?

“Hmm.”

Senyuman Ahn Roh Man justru semakin dalam ketika dia melihat Cale khawatir tanpa langsung membuka mulutnya.

‘Ya. Aku tidak boleh terlalu mempercayaimu yang tidak bisa mengungkapkan semuanya.’

Sama seperti mereka tidak percaya pada Ahn Roh Man.

‘Lagi pula, bukankah mereka makhluk dari dunia lain?’

Monster yang menginvasi Bumi ini dan orang-orang di depan Ahn Roh Man pada akhirnya adalah makhluk dari dunia lain.

Mereka bukan dari Bumi yang sama dengan miliknya.

Mereka tidak berbagi nasib dengan dia.

“Yah, kamu menanyakan pertanyaan yang sulit.”

Cale tidak menyembunyikan rasa gugupnya.

“Namun karena Presiden yang terhormat mengungkapkan bahwa di belakangmu adalah Kaisar Lehnti.”

Mata Cale menoleh padanya.

“Dan bukankah kapal pendukung milikmu pada akhirnya adalah AI?”

Dikembangkan oleh orang tua Ahn Roh Man dan sebagai entitas tersembunyi di dalam game.

“Itu benar. Aku sudah memberitahumu tentang tanganku yang sangat besar-”

“Jadi kami juga harus memberitahumu sebuah kartu.”

“ - - - - - !”

Mata Cale dan Ahn Roh Man bertemu.

“Karena Ahn Roh Man tidak mengungkapkan semuanya, mari kita ungkapkan satu hal besar dulu. Bukankah itu kesepakatannya?”

Memberi dan menerima.

Itulah dasar-dasar perdagangan.

“AI dalam sistem New World….”

“Ya?”

“AI yang berasal dari sistem itu. Itulah yang ada di belakang kami.”

“Apa!”

Ahn Roh Man tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

‘Omong kosong!’

Seharusnya seperti itu.

“Tidak seperti orang tua kamu, AI ini benar-benar memantau seluruh sistem New World dengan cermat.”

Itu terdiri dari mekanisme seperti itu.

“Tapi apa maksudmu AI? Tidak mungkin aku tidak bisa merasakan perubahan yang begitu besar!"

Shhhhaaaa.

Sudut mulut Cale terangkat.

‘Ups!’

Saat itulah Ahn Roh Man menyadari kesalahannya.

“Hmm.”

Cale bertanya dengan lembut dengan bersuara lembut.

“Aku tidak menyadari bahwa Transparent memantau sistem ini begitu dekat. Aku kira ini adalah masalah internal, tapi bagaimana kau bisa tahu?”

“Fiuh.”

Desahan mengalir secara alami dari mulut Ahn Roh Man. Namun kata-kata Cale berlanjut.

“Transparent…. telah melakukan sesuatu yang melanggar aturan, yang mungkin juga sudah menyeluruh, tetapi tidak dapat diakui oleh sistem, dan sebagai hasilnya, sistem telah menciptakan AI sebagai tangan dalam permainan untuk melindungi New World. Apa yang dilakukan Transparent? Um... Mereka tampaknya melakukan terlalu banyak hal sekaligus saat ini.”

“... Di tempat yang menyeluruh dan tak berperasaan itu?”

Cale menertawakan pertanyaan itu.

“Ya. Mungkin tempat yang menyeluruh dan tidak berperasaan itu sedang menjadi situasi yang terburu-buru.”

Cale menebak jawaban dari kata-kata ini.

‘Kami. Dan itu mungkin juga karena Dunia Dewa.’

Dewa Kekacauan membelah Dunia Dewa menjadi dua.

Ada tiga keluarga Hunter yang sedang diburu Cale.

Kini yang tersisa hanyalah Transparent Blood dan Fived Colored Blood.

Transparent Blood harus segera dibereskan.

“Hasil dari tindakan tergesa-gesa itu tampaknya adalah pembaruan berskala besar.”

Sedangkan untuk keluarga Transparent Blood, para Hunter mungkin tidak memperbarui hanya untuk kesenangan permainan. Tujuan akhir mereka.

‘Menciptakan dimensi baru.’

Selanjutnya-

‘Menciptakan Dewa Absolut.’

Pembaruan ini akan menjadi proses penting dalam proses penciptaan Dewa Absolut tersebut.

Keyakinan seperti itu menyelimuti Cale.

‘Namun-’

Dia perlu mengacaukannya.

Dia akan memukul papan dan menghancurkan segalanya.

‘Untuk melakukan itu, aku harus mengguncangnya dari luar.’

Cale melanjutkan.

“AI sedang mencari saudaramu.”

Kaisar Kekaisaran Lehnti.

Kakak laki-laki Ahn Roh Man, yang berpura-pura menjadi NPC tanpa ketahuan bahwa dia adalah seorang AI, padahal dia dalam posisi yang hebat.

“Setelah pembaruan selesai, AI akan mendatangi kamu dengan kakakmu. Tolong atur pertemuannya.”

‘Apa manfaat pertemuan itu?’

Sebelum Ahn Roh Man sempat berpikir, kata-kata Cale menusuk hatinya.

“Bukankah AI sistem dan kakakmu semuanya tinggal di New World? Mereka perlu diselamatkan, dan satu-satunya cara untuk menyelamatkan mereka adalah dengan mempertemukan kedua AI itu.”

“-----!”

AI awal yang diciptakan oleh orang tua Ahn Roh Man dan AI saat ini adalah AI yang diciptakan untuk melindungi dunia.

“Waahh…”

Ahn Roh Man menghela nafas.

“Alberu. Dan sampai wanita ini. Aku pikir mereka berdua juga sangat tangguh. Aku mengerti mengapa kau menjadi pemimpin mereka.”

Beberapa waktu yang lalu, Cale menyebut AI sebagai “kakakmu”.

Bagi Ahn Roh Man, yang kehilangan keluarganya dan sendirian, dialah satu-satunya anggota keluarga yang tersisa, dan bisa dibilang, satu-satunya yang hidup dengan makna yang sama dengannya.

“Ya, aku harus menjaganya tetap hidup.”

Ahn Roh Man tidak bisa menolak tawaran Cale.

-Tapi, manusia, fakta bahwa 7th Evil berada di belakang Putra Mahkota Alberu tidak ada hubungannya dengan Al, itu ulahmu, bukan?

Kata-kata Raon dianggap angin lalu.

‘Kami tidak menjelaskan mengapa 7th Evil berada di belakang kami, tapi kami sudah memberitahu dia tentang AI, kan?'

Cale tidak memberikan jawaban yang diinginkan Ahn Roh Man, tetapi ia juga tidak berbohong.

‘Saat dua AI bertemu, satu misi akan selesai.’

Cale membuka mulutnya lagi.

Ada hal lain yang dia inginkan.

“Dan jika ada Insider yang memiliki bagian dalam Transparent, mohon perkenalkan kepada kami.”

“Hmm.”

Ahn Roh Man mengerutkan kening.

Inilah sebabnya mengapa kamu harus berhati-hati dengan apa yang kamu katakan.

Ahn Roh Man tidak sengaja memberikan bantuan kepada lawannya.

Cale menunjuk Alberu dan Rosalyn.

“Mereka berdua akan aktif sebagai pengguna setelah pembaruan, dan Rosalyn akan mendukung Quest. Tentu saja, lebih dari itu…. Personil pendukung akan tiba secara bertahap di kemudian hari.”

“Tentu saja, aku harus membantu Rosalyn dengan pendaftaran penggunanya.”

“Kamu benar. Tingkat kerja sama seperti itu harus dijamin, bukan?”

“Namun, siapa lagi yang mau melakukan itu?”

Mata tajam Ahn Roh Man beralih ke Cale.

“Apa yang akan kamu lakukan?”

“Aku tidak punya niat untuk mendaftar sebagai pengguna.”

Raon bereaksi cepat terhadap kata-kata Cale.

- Tentu saja! Manusia adalah yang paling jahat, bukan, yang terburuk? Setengah Iblis! Bahkan juga tercampur dengan darah makhluk Surgawi!

Cale dengan ringan mengabaikannya.

Bagaimanapun, Cale tidak berbohong kepada Ahn Roh Man saat ini.

Dia hanya tidak mengatakan semuanya.

‘Begitu juga kamu?’

Ahn Roh Man tidak mengungkapkan semua rencana tersembunyinya.

Cale dan kelompoknya semua tahu ini.

“Pfft.”

Ahn Roh Man tertawa gemetar.

Ahn Roh Man memandang Cale dengan ekspresi yang mengatakan dia tahu semua gerakanmu.

“Sepertinya peranmu adalah mengguncang dua bagian dari luar.”

“Hmm…”

“Jadi, kamu mungkin meminta aku untuk memberi tahu kamu tentang Insider dalam Transparent.”

Pada saat itu.

Tiriri--

Telepon di meja berdering.

“Ayo angkat saja.”

Cale menunjuk ke telepon, dan Ahn Roh Man menatapnya dengan saksama, lalu pergi ke meja dan menjawab telepon.

“Apa yang terjadi?”

Itu adalah telepon dari ajudannya Mary.

-Hmm.

Dia ragu-ragu sejenak dan kemudian berkata dengan nada tidak yakin.

-Seseorang datang dari Sun Corporation Co. Ltd. Mereka ada di depanku sekarang.

“!”

-CEO Choi Seonhee dari Sun Corporation Co. Ltd menghubungi aku untuk mengonfirmasi bahwa kamu dan mereka akan ada janji untuk bertemu malam ini. Mereka bilang mereka mengirim mobil, benarkah?

Setahu ajudan, tidak ada jadwal seperti ini untuk Ahn Roh Man.

Baik formal maupun informal.

“…”

Mata Ahn Roh Man beralih ke Cale. Cale, yang menerima tatapan itu, membuka mulutnya.

“Sun Corporation ada bersamaku.”

Ahn Roh Man membuka mulutnya.

“Jam 9 malam. Suruh mereka mengirim mobil saat itu.”

-...Ya.

Ajudan Mary menahan pertanyaan dan menjawab, dan Ahn Roh Man menutup telepon.

Sebaliknya, Ahn Roh Man melihat Cale.

“Apakah kamu akan mengguncang Transparent dengan Sun Corporation?”

Sudut mulutnya terangkat. Ahn Roh Man bisa melihat langkah yang telah disiapkan Cale.

“Itukah sebabnya kamu meminta mencari orang dalam?”

Cale tersenyum alih-alih menjawab.

Kemudian dia mendengar suara Rosalyn di kepalanya.

- Bukankah pihak internal yang bertanggung jawab atas portal kita??

Cale terkejut dalam hati.

Itu adalah suara sihir yang tidak kalah dibandingkan dengan Raon.

Skill Rosalyn sudah pasti meningkat dibandingkan sebelumnya.

“Itu adalah Sun Corporation Co. Ltd., yang memiliki salah satu kekuatan modal terbesar di Roan.”

Cale membuka mulutnya terhadap gumaman Ahn Roh Man.

“Bukankah Presiden selama ini sangat dibenci oleh banyak perusahaan?”

Roan diserang oleh monster.

Tidak peduli seberapa baik negara tersebut melawan monster, ada banyak tempat di negara tersebut yang telah runtuh dan menjadi reruntuhan.

Untuk memulihkannya, Ahn Roh Man, yang menjadi Presiden, awalnya meminta perusahaan untuk melakukan hal tersebut dengan menjanjikan wortel di masa depan, namun tidak banyak perusahaan yang secara sukarela membantu pekerjaan restorasi tersebut.

Pada akhirnya, dalam situasi yang lesu, Ahn Roh Man mengarahkan perhatiannya pada sebuah perusahaan besar.

Akibatnya, banyak perusahaan besar harus melakukan upaya pemulihan untuk bertahan hidup.

“Itu benar. Aku mendapat banyak kebencian dari Presiden chaebol kami.”

(tl/n : Chaebol adalah sekumpulan konglomerat industrial besar yang dijalankan dan dikendalikan oleh seorang pemilik atau suatu keluarga di Korea Selatan. Chaebol kerap terdiri dari sejumlah afiliasi yang terdiversifikasi, dan dikendalikan oleh pemilik yang kekuasaannya kerap melampaui pemerintah.)

Akibatnya, mereka tidak mampu melawan Ahn Roh Man yang memiliki kekuatan yang hebat dan didukung oleh tiga periode masa jabatan.

Namun, kini setelahnya, tidak ada perusahaan besar yang tunduk lagi kepadanya.

Sebaliknya, mereka sekarang telah bangkit untuk menghadapi kesempatan ini.

Dengan Transparent Co. Ltd. di garis depan.

Dalam situasi seperti itu, kekuatan modal Sun Corporation akan memberi Ahn Roh Man ruang untuk bernapas.

Dan mereka mencoba menghancurkan Transparent?

“Entahlah~”

Ahn Roh Man mengangkat bahunya.

“Bukan hanya Presiden saja yang dibenci. Ada banyak tempat yang dibenci.”

Dia tersenyum dan berkata pada Cale.

“Aku akan menyampaikannya pada kontak Insider kita saat aku bertemu dengan CEO Choi Seonhee.”

“Ya. Tapi siapa Insider yang dimaksud?”

Ahn Roh Man menjawab tanpa ragu-ragu.

“Lee Mijeong.”

Meskipun dia hanya menyebutkan namanya, Cale langsung tahu siapa orang itu.

Jika dia melihat bagan organisasi Transparent Co. Ltd yang diberikan Sekretaris Choi kepada dia, nama itu langsung muncul.

“Wakil Presiden?”

Wakil presiden menempel pada Ahn Roh Man bukannya Transparent?

Jawaban atas pertanyaan Cale datang dengan cepat.

“Dia adalah eksekutif paling senior di antara eksekutif yang tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga Han.”

“Ah.”

Cale segera ditarik.

“Jadi Transparan dikendalikan oleh keluarga Han?”

“Sangat banyak.”

Meskipun kini ada cukup banyak perusahaan yang beralih ke sistem manajemen profesional, sebagian besar eksekutif Transparent Co. Ltd adalah saudara sedarah.

Alasannya jelas.

‘Karena mereka harus mengisinya dengan Hunter yang bermuka dua.’

Cale memandang Alberu dan Rosalyn.

“Ada lebih banyak hal yang perlu dikacaukan mengenai Transparent daripada yang kamu kira.”

Saat itu, suara Rosalyn terdengar.

-Tuan Muda...

Dan setelah mendengar semua yang dia katakan, Cale mengangguk.

“Tuan Ahn Roh Man?”

Rosalyn membuka mulutnya.

“Hari ini, aku ingin mendapatkan waktu berbincang terlebih dahulu kepada Wakil Presiden Lee Mijeong.”

Cale memandangnya dengan tenang.

“Berbincang?”

Wakil Presiden Lee Mijeong bahkan belum mengetahui wajah Cale.

Dalam situasi tersebut, Anda sudah mengajukan penawaran?

Rosalyn berkata dengan tenang.

Wakil Presiden Lee Mijeong bahkan belum mengetahui wajah Cale.

Dalam situasi tersebut, kamu sudah mengajukan perbincangan?

Rosalyn berkata dengan tenang.

“Mari bergandengan tangan dengan Sun Corporation dan makan Transparent.”

“!”

“Atau mari kita menciptakan perusahaan yang lebih dari Transparent.”

Ahn Roh Man membuka mulutnya dengan ekspresi terkejut di wajahnya.

“Apakah menurut kamu itu mungkin? Tidak, apakah ada banyak uang di bawah Sun Corporation?”

Bahkan lebih dari itu, bisakah dia melampaui perusahaan yang transenden?

Dan kamu memilikinya?

Apakah semudah itu?

“Hoo-hoo.”

Rosalyn tertawa.

Bumi.

Karena dia tidak tahu banyak tentang dunia ini, Rosalyn dengan cermat membaca materi yang disiapkan oleh Sekretaris Choi, terutama materi tentang Transparent Co. Ltd. karena dia perlu mencuri orang dalam.

<Lee Mijeong>

<Seorang yang terhormat yang naik dari karyawan tingkat rendah menjadi Wakil Presiden dalam waktu singkat.>

Karena dia adalah Wakil Presiden, ada cukup banyak data tentang Lee Mijeong.

Setelah Rosalyn membaca materi tentangnya, dia meminta informasi lebih lanjut tentangnya kepada Sekretaris Choi.

Karena dia harus menemukan celah dalam Transparent.

“Tuan Ahn Roh Man. Sisakan waktu aku untuk bicara dengan Wakil Presiden Lee Mijeong.”

Mungkin.

“Karena mungkin tidak masalah baginya apakah saranku bisa diterima atau tidak.”

“Apa maksudnya-”

“Dia..”

Rosalyn tersenyum sembari berkata.

“Karena jika dia bisa, dia akan langsung melakukannya.”

Sama seperti Rosalyn, dia tampak serakah.

Rosalyn ingat moto Lee Mijeong.

<Jadikan itu milikmu sendiri!>

Hanya miliknya sendiri.

Rosalyn sepenuhnya memahami apa yang sangat diinginkan Lee Mijeong.

Cale memandang Rosalyn dan mengingat apa yang dia katakan padanya beberapa saat yang lalu.

-Tuan Muda.

-Lee Mijeong sepertinya orang yang mirip denganku. Apakah kamu mau menyerahkannya kepada aku?

Cale bersedia memercayai penilaian Rosalyn, yang lebih teliti dibandingkan Cale dan Alberu.

***

Malam itu, Ahn Roh Man dan Lee Mijeong mengunjungi ruang rahasia yang disiapkan oleh Choi Seonhee, CEO Sun Corporation Co. Ltd.

Mereka bertiga makan malam cukup lama.

Dini hari hari itu.

“Seperti yang diharapkan, aku pikir kamu tidak akan bisa menolak tawaran seperti itu dan akan segera bergerak.”

“...Apa kamu bilang namamu Rosalyn?”

Rosalyn sedang menunggu sendirian Wakil Presiden Lee Mijeong di lantai atas Sun Building.

Dia melihat rambut abu-abu Wakil Presiden Lee Mijeong, yang sekarang berusia akhir 50-an, dan melihat wajah dan matanya. Rosalyn tersenyum, menatap mata yang gairahnya belum padam.

“Itu benar. Namaku Rosalyn. Dan aku juga seseorang yang mungkin bisa sangat membantu dalam mimpimu.”

Saat itu, kata-kata yang mampu mengguncang hidup Lee Mijeong mengalir dari mulut Rosalyn.

“Bukankah terlalu kecil untuk melakukan bisnis hanya di dalam Bumi?”

“Ya?”

Rosalyn terus mengatakan apa yang dia katakan kepada Lee Mijeong, yang tidak mengerti apa yang dia katakan.

“Apakah kamu ingin mencoba bisnis yang melintasi dimensi?”

Rosalyn mengulurkan tangannya.

Itu adalah momen ketika hidup Lee Mijeong berubah.

***

“Pembaruan telah selesai.”

Cale memeriksa waktu dan perlahan menuruni tangga.

Tap. Tap.

Setelah menuruni tangga, Raon, On, dan Hong berada di sampingnya.

“Manusia. Ayo pergi! Kita harus memeriksa apakah Bear merawat Eden Miru dengan baik!

Nyaaaa!!

Meoow!

Meskipun ada keributan yang dihasilkan para anak berusia 10 tahun, Cale berjalan dengan santai.

Ada sebuah tablet di tangannya.

Jendela layar menampilkan hitungan mundur.

00:01:02

.

.

00:00:30

Sekarang 30 detik.

00:00:10

.

.

.

00:00:01

Pada akhirnya.

00:00:00

Saat hitungan mundur berakhir.

Duwoong, duung-

Layar tablet berubah dengan suara yang keras.

<Langkah Pertama yang Hebat>

Raising My Precious Absolute God.

Itu adalah momen ketika pembaruan skala besar pertama berakhir dan babak baru dibuka.

Episode 346 What The Heck Are They Doing?

‘Arm’

Crop, seorang prajurit reguler di Batalyon Ke-6, adalah orang pertama yang melaporkan keberadaannya.

“Omong kosong!”

Ksatria dari wilayah yang baru saja dia capai tidak mempercayainya pada awalnya.

“Ini mungkin kata-kata seorang pengecut yang melarikan diri dari medan perang! Ada kemungkinan besar dia adalah seorang pembelot, jadi tangkap dia!”

Batalyon Ke-6.

Dimana tempat itu?

8 Batalyon spesial Raja Iblis. Di antara mereka, pasukan di bawah Iblis Api-lah yang memberikan mimpi buruk paling menakutkan.

Namun, wajah ksatria bangsawan yang bertemu langsung dengan Crop dan mendengar ceritanya menjadi pucat.

“Yah, aku harus segera menemui Raja!”

Crop menangis.

Terungkap bahwa dia adalah kepala pelayan Viscount Deshran, si Iblis Api.

Detail misinya tidak dapat diungkapkan karena sangat rahasia, namun berita bahwa nyawa Viscount Deshran dalam bahaya adalah sesuatu yang tidak dapat diabaikan begitu saja.

“…Apakah itu benar?”

Akhirnya, Penguasa yang menguasai wilayah itu, menanyakan pertanyaan pada Crop dengan ekspresi tegas,

“Itu benar! Kita tidak boleh membuang waktu seperti ini!”

Ketakutan dan ketakutan. Selain itu, saat Crop berteriak putus asa dengan wajah penuh urgensi. Penguasa segera memerintahkan bawahannya.

“Kirim komunikasi ke Kastil Raja Iblis!”

Selain itu, dia memberi perintah.

“Kumpulkan semua prajurit dan ksatria di wilayah itu! Dan minta pasukan dari wilayah sekitar!”

Dia adalah seorang Penguasa yang pandai dalam pekerjaannya.

Pada dasarnya dia adalah seorang Iblis. Di antara mereka, mereka yang berasal dari golongan bangsawan mungkin bergerak lebih tergesa-gesa karena keragu-raguan dalam berperang atau pertempuran dianggap sebagai aib bagi kehormatan mereka.

=”Apa yang terjadi?”

Penguasa, yang menghadapi pejabat Kastil Raja Iblis, dengan tenang menceritakan apa yang telah dia pelajari.

“Batalyon Ke-6 telah gagal dalam misinya. Selain itu, kehidupan Viscount Deshran dan seluruh Batalyon Ke-6 tidak pasti.”

=”Apa maksudmu?”

Kepada orang yang tidak percaya padanya, sang Penguasa membacakan persis apa yang dikatakan Crop.

“Menurut kata-kata satu-satunya prajurit yang lolos~”

Dia juga tidak dapat mempercayainya, tetapi Penguasa itu harus tetap mengatakannya.

Dia menelan ludah lalu membuka mulutnya.

“Mereka bilang ini dilakukan oleh ‘Arm,’ sebuah sekte palsu yang mengikuti Dewa Kekacauan.”

=”.........Sekte... ?”

Sekarang, mereka sedang berada di Dunia Iblis dengan persentase tinggi dari orang-orang yang tidak beragama.

Satu-satunya sekte yang memiliki banyak pengikut adalah Dewa Perang.

Tapi, Dewa Kekacauan?

"Selanjutnya-"

Wajah pejabat itu menjadi pucat mendengar kata-kata Penguasa selanjutnya.

“Mereka bilang mereka sedang melakukan ritual persembahan Iblis.”

=”Apa?

“Mereka sedang melakukan ritual untuk mengorbankan Iblis.”

=”Ini. Pertama, harap tunggu sebentar.”

Pejabat itu tidak bisa dengan tergesa-gesa mengatakan apa pun kepada Penguasa.

Bagaimanapun juga, dia adalah seorang pejabat tingkat menengah dengan tanggung jawab militer, tapi tidak memiliki wewenang untuk mengetahui tentang misi khusus Batalyon Ke-6.

Dia melapor kepada atasannya.

Dan atasannya melapor ke atasannya.

Terakhir, laporannya adalah-

"Yang Mulia."

Itu mencapai Raja Iblis.

"Ha ha ha-"

Raja Iblis tertawa terbahak-bahak.

“Dewa Kekacauan?”

Shaaa.

Sudut mulutnya terangkat.

Orang yang membungkuk di depannya berdiri tegak dan berbicara dengan tenang.

“Menurut tentara yang pertama kali melaporkan, dia merasakan takut dan ketakutan yang mendasar dari energi yang menindasnya, dan dia merasa seperti sedang dikendalikan olehnya.”

"...Jadi?"

“Ketakutan akan kekacauan. Mirip dengan kekuatan sekelas Saint.”

Misi khusus Batalyon Ke-6 yang hanya diketahui oleh segelintir orang, termasuk Raja Iblis.

Selain itu, perjanjian rahasia antara Dunia Dewa, Hunter, dan Dunia Iblis.

“Itu menyenangkan.”

Tap. Tap.

Raja Iblis, yang sedang mengetuk sandaran tangan kursi, bangkit dan menuju ke jendela.

Langkahnya penuh kebosanan. Dia melihat ke luar jendela dengan wajah mengantuk dan membuka mulutnya.

“Siapa yang sedang beristirahat?”

“Batalyon Ke-5 sedang beristirahat.”

“Kirimkan.”

"Ya."

Raja Iblis mengirim 5 dari 8 Batalyon ke desa pegunungan dimana pasukan Ke-6 dikalahkan.

"Ah."

Raja Iblis melanjutkan dengan tenang.

“Apa yang kau lakukan dengan prajurit yang melarikan diri?”

“Aku membawa mereka kembali ke kastil Raja Iblis.”

“Dan?”

“Setelah mendengar informasi Anda, saya akan membunuhnya.”

Raja Iblis berkata sambil tersenyum.

“Itu rapi. Akan merepotkan jika rahasianya bocor, kan?”

“Ya, Yang Mulia.”

Kehidupan Crop diputuskan seperti itu.

“Kekacauan-”

Sedikit ketertarikan muncul di mata Raja Iblis dan kemudian menghilang.

Tetap saja, apa yang ada di mata itu adalah kebosanan yang tak terduga.

Setiap Raja Iblis dalam sejarah memiliki nama yang berbeda.

Dia disebut ‘Iblis Kebosanan’.

***

Namun, sehari sebelum Batalyon ke-5 berangkat dari Kastil Iblis, Cale sudah bersiap untuk meninggalkan Dunia Iblis.

“Kami telah memastikan bahwa dia sudah memasuki kastil Penguasa.”

Aurora tersenyum lebih nyaman saat dia menyampaikan laporan bawahan yang mengikuti Crop ke Cale.

“Aku senang kita bergerak dengan aman.”

Desa pesisir yang benar-benar berbeda dari markas atau Desa pegunungan tempat Cale tinggal. Faktanya, itu adalah tempat terlantar yang dipenuhi rumah-rumah terlantar dimana-mana.

Namun, jaraknya dari dunia luar sama jauhnya dengan Desa pegunungan.

Cale berkata sambil menghirup aroma laut jauh ke dalam paru-parunya.

“Tetapi karena ada beberapa kandidat, pengerjaannya lebih cepat.”

“Kamu harus siap melarikan diri kapan saja.”

Aurora menatap anggota Arbirator dan penduduk desa yang sibuk.

Lokasi Cale dan Aurora saat ini berada di tebing pantai yang terletak cukup tinggi di atas desa.

“Berkat bantuan kamu, kami dapat memindahkan kantor pusat kami dengan cepat.”

Uang dan batu sihir.

Berkat ini, formasi teleportasi besar terbentuk dan penduduk desa serta sandera diangkut. Mereka mampu meletakkan beberapa fondasi.

“Apakah tidak ada pekerjaan lain yang harus dilakukan?”

Aurora mengangkat bahunya sebagai jawaban atas pertanyaan Cale.

“Ya, tapi kita punya uang.”

Tatapan Aurora beralih ke para Iblis desa pegunungan.

Orang-orang yang kehilangan rumahnya dan datang ke sini bersama-sama.

“Dan jumlah pekerjanya juga meningkat.”

Untungnya, para Iblis Desa memutuskan untuk bergabung dengan Aurora.

Itu juga merupakan pilihan yang tak terelakkan bagi mereka. Untuk bertahan hidup dalam situasi di mana Raja Iblis saat ini mencoba menculik mereka, mereka tidak punya pilihan selain meninggalkan perang dan mengikuti Arbirator.

Namun, ketika mereka menyadari bahwa Aurora adalah satu-satunya garis keturunan mantan Raja Iblis, mereka melihat harapan dalam pilihan yang tak terelakkan.

“Juga, aku memastikan untuk menghapus semua jejak.”

Markas besar telah dihancurkan, dan sebagian besar desa-desa di pegunungan telah disapu bersih.

“Tapi kalian meninggalkan beberapa jejak, bukan?”

Aurora tersenyum kecut mendengar pernyataan Cale yang pelan.

“Aku memang meninggalkan jejak Arm.”

Saat itu, Raon melayang di atas tebing sambil mengepakkan sayapnya.

“Manusia. Choi Han dan Choi Jungsoo sudah siap! Mary juga siap!”

Dia juga menambahkan.

“Sudah waktunya untuk kembali!”

Sudah waktunya bagi Cale untuk kembali ke Aipotu.

Choi Han akan berada di depan altar yang baru dibuat di sini, di depan rumah tempat Choi Jeonggun tinggal. Cale berjalan untuk sampai ke sana.

“Cale-nim.”

Aurora menghentikan langkahnya.

“Mm.”

Saat Cale berhenti berjalan dan melihatnya, entah kenapa, rasa dingin merambat di punggungnya.

"Itu-"

Saat dia ragu-ragu dan membuka mulutnya,

"Tidak apa-apa."

Cale berkata dengan tegas.

“Kamu tidak perlu mengatakan apa pun.”

Itu pasti!

“Kekuatan kuno!”

Itulah yang coba Aurora katakan terakhir kali!

‘Bukankah Kekuatan Kuno dihancurkan oleh para Surgawi?’

‘Yang dia katakan adalah rahasia langit!’

“Aku tidak perlu tahu!”

Sudah cukup buruk bahwa Cale terlibat dengan Iblis, dan sekarang, itu adalah ras Dewa?

Ini adalah informasi yang tidak ingin Cale miliki meskipun Aurora memberikannya kepada Cale dengan tulus.

“Uhm. Tetap saja, menurutku aku harus memberitahumu. Aku pikir ini akan membantu Tuan Choi Han, jadi aku tidak bisa mengabaikannya.”

Namun, mendengar kata-kata Aurora yang terus berlanjut, wajah Cale benar-benar kusut, dan dia tidak bisa mengeluarkan kata-kata dari mulutnya untuk mengatakan apa pun lagi.

“…… ”

Brengsek.

‘Oke, mari kita dengarkan!

Rahasia yang luar biasa!’

"...Apa itu?"

Nada suara Cale setelah keheningan terdengar tidak jelas, tetapi Aurora tidak menyadarinya. Karena keragu-raguannya sendiri membuatnya terus-menerus khawatir.

“Hah.”

Tetap saja, dia menghela nafas panjang dan memutuskan untuk berbicara.

“Dulu, tidak hanya mereka yang menjadi Single Lifers yang menjadi Dewa. Itu aturannya, tapi seperti biasa, mutasi pasti ada.”

...Jadi?

Ekspresi Cale menjadi lebih cemberut.

“Status Dewa terkadang diberikan mereka yang melepaskan diri dari batas-batas spesies mereka.”

‘……..Aku tidak terlalu peduli.’

Matanya menjadi dingin dan datar.

Pokoknya, kesampingkan itu, um. Surgawi sedikit berbeda dari Iblis. Mereka tidak bisa menggunakan auror dan mana.”

“Hmm?”

Saat kebingungan muncul di wajah Cale.

Mereka masing-masing memiliki kekuatan khusus yang diberikan kepada mereka. Tidak ada dua kekuatan yang sama, mereka semua hanya memiliki kekuatan unik milik mereka sendiri.”

Ekspresi Cale menjadi aneh.

Aurora, melihat ini, tersenyum dan berkata.

Ini mirip dengan kekuatan kuno, kan?”

Seperti yang dia katakan, penjelasannya sangat mirip.

Fire of Destruction.

Scary Giant Cobblestone, Sky Eating Water, dll.

Kekuatan kuno tidaklah sama.

Sebagian besar kekuatan kuno yang dimiliki manusia saat ini mungkin diwarisi dari kekuatan yang ditinggalkan di zaman kuno.”

Itu benar.

Sebagian besar kekuatan kuno Cale awalnya memiliki pemilik aslinya.

Cale hanyalah mewarisi kekuatan mereka dan menggunakannya.

“Jadi mereka disebut kekuatan kuno sekarang, tapi pada zaman dahulu, pada awalnya, mereka semua adalah kekuatan yang berbeda.”

Super Rock, pencuri, pelahap, bajingan, atau pemarah.

“Kekuatan-kekuatan mereka sendiri. Orang-orang kuno menyebutnya 'kekuatan yang unik’.”

Itu semua adalah kekuatan mereka sendiri, tidak diwarisi dari orang lain.

“Dahulu kala. Ketika beberapa manusia mulai memiliki 'kekuatan' ini, para Dewa merasa bahwa suatu hari mereka mungkin akan mengancam mereka, atau berani menginvasi wilayah mereka.”

"...Jadi?"

“Mereka memastikan bahwa tidak ada lagi manusia yang memiliki kekuatan itu.”

Ekspresi Cale menjadi aneh.

"Bagaimana…?"

“Aku juga tidak mengetahuinya.”

Aurora menggelengkan kepalanya.

“Itu sudah lama sekali, jadi aku tidak tahu apa yang terjadi antara dunia manusia, Dunia Dewa, dan Dunia Surgawi di zaman kuno. Namun, pimpinan Dunia Surgawi membuat perjanjian dengan beberapa Dewa.”

“Hmm.”

Dia berhenti sejenak dan kemudian melanjutkan.

“Sebagai hasilnya, menurut pemahamanku, kekuatan kuno masih ada, tapi manusia tidak lagi memiliki kekuatan unik mereka sendiri.”

Namun, hal ini kini telah menjadi informasi masa lalu.

“Tapi aura milik Choi Han, itu jelas bukan aura atau mana, itu adalah sesuatu yang hanya miliknya.”

Benar.

Aura Choi Han adalah milik Choi Han.

“Kekuatan itu belum menciptakan karakteristik atau entitas yang pasti, tapi mengandung keunikan Choi Han, dan seiring pertumbuhannya, itu akan menjadi 'kekuatan yang unik'.”

Kekuatan kuno dan kekuatan unik.

Kekuatan kesinambungan dan kekuatan kelahiran baru.

“Aku tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi. Mungkin ada masalah di Dunia Surgawi dan ada celah dalam perjanjian.”

Cale mengatur pikirannya.

'Karena itu…'

Manusia mulai sadar akan 'kekuatan yang melekat' dari para makhluk surgawi.

Makhluk surgawi menggunakan cara ini untuk menciptakan batasan sehingga manusia tidak dapat lagi memilikinya.

'Sebaliknya, 'kekuatan unik' menyebar ke seluruh dunia dan menetap di suatu objek atau tempat.’

Makhluk lain diciptakan untuk mengambil alih.

Jadi, kekuatan yang melekat itu berganti nama menjadi 'kekuatan kuno',

‘Aku memiliki kekuatan kuno itu-‘

Mana berbagai macam pula.

Bahkan di dalam tubuhnya.

Bahkan pada lencananya diikat dengan Embrace.

Benar-benar ada banyak kekuatan kuno yang Cale miliki.

Aurora yang terdiam terus berbicara sambil menatap tatapan Cale.

“Bagaimanapun, sekarang Choi Han telah sadar akan kekuatan itu, aku memberitahumu karena aku takut orang-orang Surgawi mungkin tertarik dan itu adalah sesuatu yang perlu dia ketahui untuk pertumbuhan Choi Han.”

Ketertarikan para mahkluk Surgawi.

Mendengar kata-kata itu, alis Cale sedikit terangkat.

“Aku tidak tahu apakah kepentingan itu merupakan kepentingan sederhana atau ancaman.”

Ada total dua orang yang menciptakan auranya sendiri di sekitar Cale.

Choi Han dan Heavenly Demon.

Dan-

'Mungkin ada lebih banyak lagi di masa depan.'

Semua rekan di sekitar Cale kuat, dan mereka menjadi lebih kuat di beberapa titik karena mereka terstimulasi oleh pertumbuhan rekan-rekan mereka. Jadi, mustahil untuk mengetahui seberapa besar seseorang akan tumbuh dan memperoleh ‘kekuatan unik’.

'Hmm.'

Hunter dan Dewa Absolut.

Wajah Cale, yang berusaha menyelesaikan masalah itu dan tidak khawatir lagi, menjadi kusut.

Dunia Iblis.

Dunia Surgawi.

New World.

'...Abaikan saja.'

Jika mereka tidak menyentuh Cale terlebih dahulu, dia akan berusaha sebaik mungkin untuk mengabaikannya.

‘Benar.’

Ya, dalam jumlah sedang.

‘Mari kita terlibat hanya sejauh yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah antara Hunter dan Dewa Absolut.’

Dan setelah itu, kembali ke Kerajaan Roan.

‘Kembali ke Wilayah Henituse!’

'Ayo istirahat!'

Istirahat! Tanpa syarat!!

Cale berkata dengan tekad yang kuat.

"Terima kasih."

Bagaimanapun, itu adalah informasi yang diperlukan.

“Tidak. Aku harap ini membantu.”

Aurora tersenyum.

Aurora merasa itu membantu, jadi dia senang. Melihat ekspresi Cale yang teguh, dia memutuskan untuk bekerja lebih keras untuk membantunya.

-Manusia, kenapa kau terlihat tertekan?!

Namun hanya Cale yang merasa depresi.

Untuk beberapa alasan, rasanya para pengangguran yang dia mimpikan semakin menjauh.

Kenapa setiap kali Cale mendekat, setiap langkah yang dia ambil malah membuat mimpinya semakin menjauh??

‘Huaaa.'

Cale merasa sangat ingin memukul mereka semua.

Cale pergi ke tempat rekan-rekannya berkumpul.

Wajah Aurora yang tadinya datar saat mengikutinya, segera membeku.

'Hmm.'

Dia hampir tidak bisa menelan air liurnya.

“Ugh~”

Viscount Deshran nyaris tidak membuka matanya dan mencoba sadar.

Dia disebut Iblis Api atau Iblis Kerudung dan telah membuat mimpi buruk yang paling tidak ada harapan dari banyak Iblis menjadi kenyataan.

Pow!

“Uh!”

Deshran menatap kosong melihat dia dipukul di bagian belakang kepala dan pingsan.

"Berapa kali?"

Berapa kali dia pingsan seperti itu?

Dia telah mengingatnya lebih dari lima kali.

“Ini sudah ke-23 kalinya.”

Suara mekanis yang keras datang dari suatu tempat.

Itu adalah Necromancer Mary.

Cling cling cling.

Di sebelahnya, monster kecil yang terbuat dari tulang memegang sebuah buku di tangannya.

Buku itu adalah senjata Viscount Deshran dan benda terkutuk yang membakar atau membusukkan daging makhluk hidup selain dia jika dia menyentuhnya.

Namun jika buku itu terdapat pada tulang-tulang yang sudah mati, buku itu hanyalah sebuah pemukul yang kokoh.

“Aku juga melakukannya sekali.”

Mary berbicara dengan tenang menanggapi kata-kata lembut Choi Han.

“Jadi, ini total pingsannya sudah 24 kali.”

Pada pukulan ke 23, tentu saja, disebabkan oleh pukulan yang diayunkan oleh monster tulang Mary.

“…….”

Aurora terdiam dan akhirnya membuka mulutnya.

“Apakah kamu akan membawa Viscount Deshran bersamamu?”

"Ya. Aku pikir itu yang akan terjadi.”

“Aku akan sangat menghargai jika kau mau.”

Viscount Deshran berada dalam bahaya besar dalam perawatan Aurora.

Akan lebih mudah untuk menghindari kejaran Raja Iblis jika Cale membawanya ke tempat lain, di luar Dunia Iblis.

“Kalau begitu aku pergi saja.”

Cale tersenyum dan menoleh.

“!!!!!”

Wakil Pendeta Cotton, yang melakukan kontak mata, dengan cepat menciptakan lingkaran sihir yang tampak tidak menyenangkan seperti sebelumnya.

Cale melirik rumah baru Choi Jeonggun sejenak dan kemudian meninggalkan Dunia Iblis.

‘Dapatkan sepenuhnya kekuatan Saint.’

Suatu saat dia bisa memurnikan polusi dari kekacauan.

"Aku akan segera kembali."

Karena mereka harus menyelamatkan Choi Jeonggun.

Choi Han dan Choi Jungsoo melihat ke arah mana pandangan Cale terakhir kali tertuju dan kemudian mengikutinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Segera, seluruh kelompok Cale meninggalkan Dunia Iblis.

***

Dan Cale, yang kembali ke Aipotu, berhenti.

Bang!

Gulp.

Dia menelan ludah.

Orang yang mengetuk meja adalah ibu Raon, mantan Raja Naga Sherrit.

Bang!

Orang yang memukul meja berikutnya adalah Raon.

Raon berteriak.

“Lock adalah keluarga kami! Kami tidak akan pernah meninggalkannya di Aipotu!”

“...Hal-hal ini tidak masuk akal...!”

Serigala Biru.

Satu-satunya hal yang tersisa untuk dilakukan adalah mengembalikan Dewa mereka kepada Beastmen di Aipotu.

Mereka dan si serigala Lock.

Mantan Raja Naga Sherrit, yang sedang mencoba menyelesaikan masalah yang muncul sementara itu, bergumam dengan nada muram.

“Aku akan menyelesaikan masalah ini dengan baik, dengan kata-kata, bukan dengan tinju, tapi dengan kata-kata-”

Bang!

(tl/n : dah tau ya sekarang sifat Raon kang pukul meja dapet darimana?))

Tinju Sherrit membentur meja.

“Manusia. Ayo kita ambil Lock! Ayo kita tangkap dia dari ras binatang Aipotu yang ingin menjadikannya paus!

Bang!

Saat Raon memukul meja dengan tinjunya yang gemuk.

Crack.

Mejanya terbelah.

Melihat meja Black Castle, meja yang diperkuat dengan sihir, hancur, Cale mengangguk dengan penuh semangat.

“Oke, ayo pergi ke Lock!”

Segera setelah dia kembali ke Aipotu, Cale meninggalkan Black Castle untuk menjemput Lock, yang telah ditangkap oleh para beastmen yang menangis dan menempel padanya dan yang mungkin akan tiba-tiba membuatnya menjadi Paus.

Tidak, Cale saat ini diseret oleh Raon.

“Manusia, ayo pergi!”

“Eh, uh-”

Episode 357 - The Worst’s Game

-Manusia, apakah aku harus terus tidak terlihat?

"Ya."

Saat Cale melihat ke udara dan menjawab, On dan Hong dengan cepat memanjat tembok di kedua sisi.

Rattle.

Saat telur di pelukannya bergerak-gerak, Cale mengetuk telur itu untuk membuatnya diam.

“… ”

Telur, yang berisi Half Blood Dragon yang hidup paling lama kedua setelah Eruhaben, menjadi diam.

Gendongan bayi bermotif bunga dan itu saja tidak cukup-

'Kehangatan penting untuk sebuah telur agar menetas! Saat ini sedang musim gugur yang dingin di Kekaisaran Barat!'

Telur dibungkus dengan kain pembungkus bunga-

Cale mengalihkan pandangannya dan melihat ke angkasa lagi.

-Manusia, manusia.

Raon berbicara lagi.

-Kenapa hanya aku yang menjadi tidak terlihat?

Cale menjawab dengan ringan.

“Kamu kuat dan tidak boleh diungkapkan.”

-!!!!!

Keheningan terjadi.

-Hmm, hmm!!

Suara hidung Raon terdengar.

-Yah, kalau itu alasannya, tidak apa-apa! Aku adalah naga yang hebat, jadi aku akan bersembunyi sebentar!

Raon bersikeras.

Cale berjalan dengan tenang.

Tap tap tap-

Tap-

On dan Hong mengikuti di belakang Cale di kedua sisi seperti ksatria.

Kekaisaran Barat, Breeze.

Itu adalah salah satu dari tiga kekuatan besar di New World dan satu dari hanya dua Kekaisaran di benua itu.

-Manusia, apa kamu bilang kamu akan pergi ke penginapan dulu?

3 Kekuatan besar dalam New World.

Kekaisaran Timur Lehnti, tanah para ksatria.

Kekaisaran Barat Breeze, tanah seni.

Kerajaan Utara Lan, tanah meditasi,

'Seni?'

Cale teringat reaksi Rosalyn ketika dia mendengar tentang tiga kekuatan besar. Dia fokus pada seni dan berbicara setelah jeda yang lama.

‘Mungkin ini negara terkuat.’

Cale tidak membantah pernyataan itu.

‘Kamu yang terburuk! Biar kujelaskan tentang Breeze!'

Vicious Dark Bear menyampaikan informasi tentang Breeze ke Cale.

'Semua seni New World dimulai dengan Breeze!'

Tidaklah cukup untuk mengatakan bahwa Breeze Empire adalah tempat di mana berbagai bidang musik, seni, dan sastra hidup dan bernafas.

Dari bangsawan hingga rakyat jelata.

Dikatakan bahwa semua kelas mengembangkan budaya unik mereka sendiri, dan masyarakat Kekaisaran memiliki kebanggaan yang kuat terhadap budaya dan seni di tanah mereka.

Sampai batas tertentu, dikatakan bahwa ini adalah tempat di mana para bangsawan berusaha keras untuk berinvestasi besar-besaran untuk melindungi seni masyarakat umum.

Ahn Roh Man juga seperti itu.

‘Ada banyak seniman sejati di Breeze..'

Alasannya sederhana.

‘Breeze menghormati seni orang asing, yaitu para pengguna game, dan memperlakukan mereka dengan baik.'

Breeze adalah negara yang terbuka.

Jadi, apakah mereka lemah?

'Budaya didominasi oleh Breeze…’

Ada banyak rumor bahwa kelas atas di negara lain berusaha mengejar budaya aristokrat Breeze.

Ahn Roh Man mengatakan ini.

'Budaya pun bisa menjadi uang.'

Breeze lebih kaya daripada Merchant Alliance, yang merupakan kekuatan 'menengah' diantara kekuatan besar..

Ahn Roh Man menambahkan lagi.

'Uang juga dapat menciptakan kekuasaan.'

Kekaisaran Breeze juga melakukan investasi besar pada 'kekuasaan' untuk melindungi budaya mereka.

“Di sini berbeda-”

Saat Cale meninggalkan gang dan menuju ke tengah, beragam pemandangan Ibukota Breeze, Ane, yang beragam mulai terlihat.

Studio seni, konservatori musik, dan gedung Guild seniman terlihat di mana-mana.

Selain itu, berbagai kepribadian dan kecantikan menarik perhatian Cale sepanjang jalan.

Baik itu mencolok, elegan, atau hidup.

Itu sangat individualistis.

'Ini adalah area di mana Quest paling banyak dilakukan.'

Dengan begitu banyak karakter dan begitu banyak kejadian, Breeze dikenal sebagai gudangnya quest di antara para pengguna.

Nyaaaaaa!

On mengetuk kaki Cale.

Mata Cale bergerak ke arah yang ditunjuk On.

-Manusia!

Raon berkata dengan terkejut.

-Ada begitu banyak kuil!

Agama merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan.

Breeze mengizinkan semua agama.

Oleh karena itu, kuil-kuil semua agama berkumpul di Ibukota Ane.

‘Meski demikian, Ibukota tidak berada dalam kekacauan. Itu berarti Breeze memiliki kekuatan yang cukup untuk disebut sebagai salah satu dari tiga kekuatan besar.’

Cale sangat bersimpati dengan penilaian Ahn Roman.

-Manusia. Tempat itu adalah Kuil Kegembiraan! Di sebelahnya adalah Kuil Kemewahan.

Raon merasa bingung.

Cale juga berhenti.

Nyaaaaaa!

Meooong!

On dan Hong menempel di sisi Cale.

"Dasar bajingan gendut! Ini adalah wilayah Kuil Kegembiraan Agung kita! Singkirkan gandum itu!"

“Apa maksudmu, dasar bajingan pencemooh, kami kaya, kami punya banyak barang, dan kami hanya melewati batas sedikit? Apa yang diributkan? Kamu tidak bahagia, dan Dewamu kecil?”

"Apa? Kamu adalah orang yang selalu makan kotoran sepanjang waktu.”

“Apa? Kau bajingan!”

“Apa? Bajingan!”

Pendeta tingkat rendah dari Kuil Kemewahan melemparkan tubuh besarnya ke arahnya, dan pendeta tingkat rendah dari Kuil Kegembiraan dengan cepat menghindari tubuh besar itu dan mengayunkan tinjunya ke pendeta Kemewahan yang berpangkat rendah.

[ Eh. Hmm. ]

Super Rock bergumam pada dirinya sendiri.

[ Apakah itu baik-baik saja?  ]

‘Iya kan?’

Saat Cale menatap kosong, ada orang yang melewatinya.

Mereka adalah pengguna.

“Oh! Hei, ada Quest yang muncul di sana!”

“Aku harus mendapatkan Quest untuk pihak Kuil Kemewahan.”

Pengguna berlari dengan penuh semangat, takut Questnya akan terbuka.

Bip, bip, bip--

Seorang pengamen jalanan mengaku terinspirasi dan memainkan serulingnya sambil melihat pemandangan itu. Dan para seniman jalanan dengan santainya mengabaikan perkelahian tersebut.

[ Apakah ini akan baik-baik saja? ]

Saat Super Rock berbicara sekali lagi.

[ Mengapa? Apa masalahnya? ]

Pendeta rakus.

[ Kamu tumbuh dengan bertarung. ]

Sky Eating Water berbicara dengan tenang-

[ Jadi begitu. ]

Super Rock yakin.

Satu sisi adalah pendeta wanita, dan sisi lainnya pernah menjadi Water of Judgement di bawah Dewa Perang.

-…..Manusia.

Raon berkata pelan.

-Sangat aneh di sini.

‘Aku tahu. Di sini aneh.’

Cale, yang sudah merasa lelah, menuju ke penginapan yang diceritakan oleh Dark Bear kepadanya.

Clack.

Cale memasuki penginapan dan berbicara santai kepada pemiliknya.

“Tolong beri aku kamar. Kamar tengah yang sederhana. Aku pikir aku akan tinggal selama sekitar 3 hari.”

"Baik! Orang ini akan memandumu!"

Pemiliknya dengan ramah menjelaskan berbagai hal kepada Cale sambil tersenyum cerah. Dan kemudian seorang gadis datang ke sisi Cale. Anak itulah yang bertugas membimbing.

“Aku akan memandu kamu.”

Mengikuti bimbingan gadis itu, Cale menaiki tangga.

Lantai pertama adalah restoran.

Di atasnya ada penginapan biasa dengan semua kamar tamu.

“Apakah ini pertama kalinya kamu berada di Ibukota Breeze?”

Cale mengangguk sambil tersenyum ramah mendengar kata-kata hangat gadis itu.

"Ya. Ini pertama kalinya bagiku.”

Pemilik itu menatap gadis itu seolah-olah dia adalah putrinya..

“Begitu! Itu tempat yang indah, tapi agak sibuk, bukan?”

“Haha, itu benar.”

Gadis itu melirik ke sekeliling Cale.

“Aku kira kamu seorang Tamer?”

Nyaaa!

Hong mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan berjalan dengan arogan.

Ketika ditanya apakah dia seorang Tamer, Cale tersenyum curiga.

"Entahlah."

On dengan diam-diam mendekati sisi gadis itu dan dengan ringan bersandar di kakinya.

"Whoaa."

Gadis itu takjub.

Mata gadis itu berbinar di balik rambutnya yang lebat..

On dan Hong adalah kucing yang cukup galak namun cantik.

"Kemarilah."

Atas panggilan Cale, On dan Hong pergi ke sisinya.

Gadis itu membuka pintu kamar tamu dan menyerahkan kuncinya kepada Cale sambil berseru.

“Ini pertama kalinya aku melihat seorang Tamer! Kamu sangat keren!”

Saat Cale tersenyum lembut, gadis itu berbicara dengan wajah cerah.

“Fakta bahwa hewan mengikutimu seperti ini berarti kamu adalah orang baik, bukan? Aku sangat senang ada orang baik yang datang mengunjungi penginapan kami! Aku harap kamu membuat kenangan indah selama kamu tinggal di sini!”

“Ah!”

Kemudian gadis itu melihat sekeliling.

Dan berbisik dengan hati-hati.

“Yah, banyak orang asing yang menginap di penginapan kami. Kebanyakan dari mereka adalah orang baik, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang baik, tapi kau tahu akhir-akhir ini….”

"Apa maksudmu?"

Cale bertanya seolah dia tidak tahu apa-apa.

"Kamu tidak tahu?"

Saat gadis itu terkejut, Cale berbicara dengan ekspresi sedikit bingung.

“Ya. Sebenarnya aku baru datang dari pedesaan. Ada banyak hal yang aku tidak tahu. Bahkan di kampung halaman aku, aku telah berlatih di hutan sepanjang hidup aku.”

-Sekarang dia berbohong dengan sangat alami!!

Kata-kata Raon diabaikan.

“Baiklah. Aku mengerti.."

Gadis yang melihat sekilas pakaian polos Cale dan penampilannya sebagai petualang pemula, segera mendekat ke Cale dan berbisik.

“Saat ini, orang asing menimbulkan banyak masalah. Jadi sebaiknya kamu berhati-hati. Ada banyak organisasi yang menakutkan.”

Senyuman kesepian muncul di bibir gadis itu.

“Dulu Ibukota ini penuh dengan romansa, namun kini, romansa tersebut sepertinya mulai menghilang.”

Cale mendengarkan semua ini dengan ekspresi serius dan mengangguk.

“Oh, begitu. Jadi berapa harga informasinya?”

Keheningan terjadi.

Mata gadis itu menatap Cale.

Si Vicious Dark Bear.

Tetap saja, orang itu mempunyai beragam kata untuk mendiskripsikan 8th Evil.

Dan ini adalah penginapan yang diperkenalkan oleh orang itu.

Tempat seperti apa penginapan yang diketahui oleh kejahatan?

Setidaknya ini bukan dunia yang diisi orang baik saja.

"Apa ini?"

Gadis itu tertawa terbahak-bahak.

“Kupikir kamu adalah orang udik yang sangat bodoh.”

Gadis itu mengangkat bahunya dan berkata sambil tersenyum.

“Informasi ini gratis. Jika kamu memiliki pertanyaan, tanyakan pada Ayah.”

“Apakah dia benar-benar ayahmu?”

"Mengapa?"

Cale pun tersenyum dan berkata pada gadis itu.

“Kamulah bosnya.”

Senyum gadis itu menghilang.

Cale melanjutkan dengan tenang.

"Ada dua cara untuk mendekati Iblis dari 6th Evil. Salah satunya adalah dengan melangkah langsung ke neraka 6th Evil. Cara lainnya adalah—"

Tatapan Cale mengarah ke bawah.

Gadis itu tidak memiliki bayangan.

“Dengan semakin dekat dengan salah satu bayangan rahasianya.”

Wajah gadis itu menjadi masam.

Nama penginapan ini adalah ‘Moonlight Shadow.’

Dan faktanya, itu adalah salah satu kelompok intelijen yang dijalankan oleh roh jahat secara rahasia, si penguasa 6th Evil.

‘Biasanya, pengguna akan menyadari bahwa bayangan gadis itu hilang, mendekatinya, mendapatkan quest, dan akhirnya bisa mengakses 6th Evil.'

Jika ini adalah Quest game, begitulah cara kerjanya.

Tapi Cale bukanlah pengguna.

Gadis itu bertanya pada Cale.

“Di mana asalmu?”

Mendengar kata-kata itu, Cale kembali tersenyum lembut.

Cale telah menjadi Semi-NPC.

Dan sebelum datang ke sini, Cale melakukan beberapa eksperimen dengan Beruang.

'Kamu yang terburuk. Kecuali kamu mengungkapkan identitas kamu, pengguna dan NPC umum tidak akan dapat menentukan identitas kamu.’

'Namun, karena kamu memiliki titel Evil, kubu lawan mungkin memperhatikan titel itu ketika kamu mengunjungi tempat yang bersahabat.'

Dan kemudian mereka akhirnya bisa mempelajari beberapa rahasia dan batasan..

Berkat ini, Cale sekarang bisa berpura-pura menjadi Tamer atau yang lainnya.

“Aku bertanya di mana asalmu?”

Gadis itu masih berbicara dengan ekspresi tegas.

Sekilas.

Cale melihat bayangan perlahan jatuh di kakinya.

Mulutnya terbuka.

“7th Evil.”

Pada saat yang sama, Cale teringat apa yang dikatakan Bear.

‘Kamu yang terburuk! Setelah 3th Evil dan 7th Evil, 6th Evil sepertinya adalah tempat yang baik untuk memulai, karena dari apa yang aku perhatikan dalam penelitian aku, iblis 6th Evil adalah mutan - mereka mirip dengan aku!'

Untuk menangkap ekor Dewa Kekacauan.

Cale juga akan mencoba menjangkau 6th Evil.

Cale berencana melakukan dua hal sekaligus.

“Oh. Area dongeng itu?”

Gadis itu merosotkan bahunya.

“Untuk beberapa alasan, aku berpikir kamu membawa kucing dan kamu terlihat konyol. Masuk akal jika mereka adalah anak-anak dalam dongeng.”

Dia menarik napas dalam-dalam dan berkata.

Namun masih ada sedikit bayangan di ujung jari kakinya.

Lawannya masih curiga pada Cale.

“Tapi bagaimana caranya, ah. Tidak masalah bagaimana caranya, karena aku juga akan keluar.”

Gadis itu menggelengkan kepalanya.

“Kubilang ada banyak orang dari 8th Evil kali ini.”

Langkah yang bagus.

Salah satu perubahan dalam pembaruan skala besar adalah pembaruan besar-besaran terhadap 8th Evil. dan sebagai hasilnya, NPC dari 8th Evil menyebar ke seluruh benua untuk memberikan Quest.

“Kenapa kamu keluar? Dan kamu bahkan datang mengunjungiku.”

“Aku baru saja mampir ke sini.”

Cale melirik bayangan yang tumbuh sedikit lebih besar.

'Informasi dari bayangan ditujukan kepada roh jahat.'

Mengingat kata-kata Bear, Cale melemparkan sepotong groundbait.

“Apa tujuanmu?”

“Kuil Dewa Matahari.”

"...Apa?"

Rasa gugup muncul di ekspresi gadis itu.

Karena itu adalah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan olehnya.

Cale mendekatinya. Saat gadis itu berhenti, Cale berbisik pelan.

“Ada tikus yang bersembunyi di dalam Kuil Dewa Matahari.”

Itu mengacu pada pendeta Dewa Kekacauan.

Cale berkata sambil menunduk menatap bayangan gadis itu yang melambai semakin besar dan bayangan baru pun terbentuk.

Kata-kata ini akan mencapai bos 6th Evil.

Jika 6th Evil adalah mutan sejati, dan seperti Count Lupe atau Bear, mereka menyadari fenomena abnormal di dunia ini,

"Tikus-tikus itu mencoba menghancurkan dunia ini...”

Dia pasti akan menghubungi Cale atau 7th Evil.

Cale diam-diam melafalkan kata-kata yang tidak terkandung dalam 8th Evil, bahwa tindakan mengerikan telah terjadi.

“Dan aku akan menyelamatkan dunia.”

Cale, tersenyum seperti Alberu dengan senyum lembut, tampak seperti seorang petualang pemula.

****

Malam itu.

Cale berjalan keluar pintu kamar penginapan.

Lokasi sasarannya adalah Kuil Dewa Matahari.

Saat matahari tertidur dan bulan terbit,

Ini adalah waktu yang tepat untuk bersembunyi di Kuil Dewa Matahari.

Nyaaaaaa!

Meoong!

-Ayo mari kita lihat!!!

Nyaaaaaa! Meong!

-Manusia, kenapa kamu memakai kostum ARM?

Di balik jubahnya yang berbulu halus, Cale mengenakan baju hitam ARM. Entah kenapa, Cale merasa nyaman memakai ini.

***

Paaah!

"Hmm."

Dan gang belakang tempat Cale pertama kali muncul di Ibukota Ane.

Seseorang muncul di sana.

Seseorang yang memakai topeng hitam dan pakaian malam.

“...Karena kamu menyuruhku untuk tidak mengatakan apa pun.”

Choi Han-lah yang pergi dengan mulut tertutup.

Dia juga mengenakan pakaian khusus ‘ARM’.

Sebagai referensi, ‘Secret Death Squad of the God of Chaos’ adalah nama operasi yang dijalankan Cale dkk.

Episode 358 The Worst’s Game

Itu adalah Ibu Kota Kekaisaran Barat, Breeze.

Kuil Dewa Matahari terletak di sebelah timur istana kekaisaran di pusat ibu kota.

[Pergi ke ibu kota Kekaisaran Barat dan kunjungi Kuil Pusat Dewa Matahari!]

Setelah memeriksa Questnya, Cale mengalihkan pandangannya lurus ke depan.

-Manusia. Itu sudah dekat!

Seperti yang dikatakan Raon, Kuil Dewa Matahari letaknya sangat dekat dengan bangunan tiga lantai tempat Cale berdiri saat ini.

Subquest 1. [Curi Kekuatan Kekacauan]

Detail pertama adalah kunjungan ke kuil pusat Dewa Matahari.

‘Masalahnya adalah tidak ada informasi apa yang harus dilakukan ketika mengunjungi kuil pusat.’

Mungkin jika dia mengunjungi kuil pusat, informasi perkembangan selanjutnya akan muncul.

“Ho.”

Cale terkesan.

[ Gulp. ]

Fire of Destruction menelan ludahnya.

Hong di sebelah Cale bergumam linglung.

“Itu banyak sekali-”

“Ini sangat besar.”

Dia terkesan dengan suhunya.

Seharusnya seperti itu.

“Manusia. Itu matahari!”

Kuil Dewa Matahari.

Ngomong-ngomong, sekarang sudah malam.

Tidak ada bulan.

Tapi terang di mana-mana.

Seharusnya seperti itu.

Fire of Destruction gemetar dan berteriak.

[ Emas, emas... matahari emas............! ]

Sebuah matahari raksasa, memancarkan cahaya keemasan, terbit di halaman depan kuil pusat, menampakkan penampilannya yang cemerlang.

Wow. Sebuah kuil yang membuat patung dari emas dan menggunakan sihir untuk membuatnya memancarkan cahaya keemasan? ]

Super Rock mengatakannya seolah dia sedang marah.

 [ Keren! ]

Super Rock benar-benar terkesan.

[ Gila. ]

Sky Eating Water begitu terguncang hingga mengumpat dan menjadi sunyi.

[ Sniff. ]

Namun, suara Sound of Wind mulai mengendus.

[ Aku ingin mencurinya. ]

Suara suara yang kekuatan kuno keluarkan teredam membuat jantung Cale berdegup kencang, tapi dia berhenti memperhatikannya untuk saat ini.

Sebaliknya, dia mengangkat tangannya.

Crack.

On dan Hong dengan ringan menggebrak atap gedung dan membubung tinggi.

Dan kemudian mendarat di atap gedung sebelah.

Anak laki-laki dan perempuan yang tampak seperti manusia dengan cepat mencapai tujuan mereka.

Nod.

Choi Han menyapa Cale.

“Ya. Sampai jumpa lagi.”

Saat ketika Cale dengan lembut melambaikan tangannya.

Tap!

Choi Han, On, dan Hong menghentakkan kaki mereka secara bersamaan dan jatuh dari atap gedung di sebelah mereka.

Sasaran mereka adalah halaman depan kuil pusat Dewa Matahari.

Meski saat itu malam hari, namun kuil pusat Dewa Matahari dengan patung mataharinya yang memancarkan cahaya keemasan begitu terang seolah-olah saat siang hari.

“Apa, apa? Hei, hei! Panggil Holy Knight!”

“Gila!”

Oleh karena itu, penjaga yang menjaga pintu masuk utama kuil pusat terkejut ketika melihat tiga warga sipil besar dan kecil berlari ke arahnya dengan mengenakan pakaian dan topeng hitam.

“S-Siapa kamu!”

Saat salah satu penjaga mengarahkan tombaknya ke depan dan berteriak

Tatak!

On menginjak tombak itu dengan ringan dan melesat ke atas. Hong mengikutinya sambil berteriak.

“Kami adalah ARM!”

“Fiuh.”

Ditambah lagi sambil menghela nafas.

“Itu benar. Kami adalah ARM.”

“......”

Choi Han terdiam.

Dan saat itulah tiga orang melewati pintu depan dan masuk dengan ringan.

Bip----Bip----

Suara tajam itu menyebar ke seluruh kuil pusat dan menjadi cukup keras hingga membangunkan semua orang yang sedang tidur.

“!!!!!”

“Ini!”

Dari penjaga hingga pendeta magang, pendeta tingkat lanjut, dan Holy Knight.

Saat semua orang mendengar ini, wajah mereka menjadi pucat.

Ugh- Ugh---

Selain itu, patung Tears of the Sun yang terdapat matahari di tengah taman kuil bergetar hebat dan mengeluarkan tangisan.

Wajah pendeta tingkat tinggi yang mengkonfirmasi hal ini berubah dari putih menjadi biru.

“Evil-!”

Dia berteriak seperti jeritan.

“Beraninya Evil menyerang alam matahari!”

Baik, Netral, Evil,

Kuil Dewa Matahari memiliki kecenderungan yang baik.

Oleh karena itu, ketika makhluk lain yang cenderung datang menyerbu area ini, kuil pusat dirancang untuk memberikan peringatan.

Dengan kata lain, patung Tears of Sun membunyikan alarm jika mendeteksi seseorang dengan watak Evil memasuki kuil..

Bip, bip, bip, bip!

Guk, guk, guk---!

Bip, bip, bip, bip!

Woof---woof---woof---!

Tak hanya setting yang dipasang di area kuil, jika ada “Evil besar” masuk, itu akan membuat patung Tear of Sun menangis.

Evil besar tidak mungkin lemah.

“Pendeta tingkat, cepat masuk ke dalam!”

“Sembunyikan para pengikut!”

Di tengah malam, terjadi kekacauan di kuil pusat.

“Kepung!”

Dalam sekejap, para Holy Knight melompat keluar dan mencoba membentuk formasi. Namun, Choi Han, yang bertanggung jawab atas Evil besar, mengangkat tangannya.

Kemudian On melangkah maju dan membuka mulutnya.

“Bangun, kabut kekacauan!”

Kabut menyebar dengan cepat melalui gerbang utama Dewa Matahari dan taman, dan dengan cepat menyebar sampai ke kuil. On mengingat apa yang dikatakan Bear kepada Cale.

‘Namun, karena kamu memiliki kecenderungan Evil, ada kemungkinan faksi lain dapat mendeteksinya ketika Anda mengunjungi tempat kubu Baik bersama.'

On, Hong, dan Choi Han tergabung dalam 7th Evil.

Itu tidak akan menjadi pelanggaran ringan pada tingkat penjahat biasa.

Kemudian Hong itu naik dan berteriak.

“Aku akan menyemprotkan racun kekacauan!”

Warna merah dan hijau yang tampak berair meresap ke dalam kabut.

Meski ditutupi masker dan baju hitam, namun terlihat jelas kalau On dan Hong adalah anak perempuan dan laki-laki berdasarkan suara dan ukuran badannya.

Tapi kata-kata yang diucapkan dalam suara itu sangat menakutkan.

“Itu racun!”

“Jangan keluar gegabah!”

“Bukalah perisai suci!”

Para Holy Knight mencoba merespon dengan tenang tanpa panik, tapi itu tidak mudah.

Kabut beracun.

Itu karena kehadirannya yang menyebar begitu cepat dan luas sangatlah menakutkan.

Bukan tanpa alasan racun dipilih sebagai salah satu hal yang paling ditakuti oleh para komandan di medan perang.

“Uh!”

“Kamu baik-baik saja, eh-”

Mencengkeram kaki mereka membuat mereka seperti orang lumpuh.

Tiba-tiba mulai bermunculan orang-orang yang pingsan dan kehilangan kesadaran.

Saat orang-orang yang berada di dalam kuil runtuh setelah terkena kabut beracun yang tidak dapat mereka hindari, para Holy Knight mulai memindahkan orang-orang ke belakang perisai suci.

Sekilas.

Sementara itu, Choi Han melihat sekeliling.

“Wow. Gila, apakah ini Quest baru?”

“Keributan? Apa, ada apa?”

“Astaga. Apakah ada rute baru yang dibuka?”

Kuil pusat Dewa Matahari di tengah malam.

Ada beberapa pengguna di sana juga.

Tidak seperti NPC, mereka pastilah orang asing.

Meski mereka terkejut dengan situasi ini, mereka tidak bisa menyembunyikan ketertarikan mereka.

Choi Han tidak bisa mendengar suara mereka berbisik pelan, tapi dia langsung bisa melihat rasa penasaran di mata mereka. Realitas dan virtualitas sangat berbeda.

Oong!

Saat itu terjadi gempa besar.

“Oh, Sir Voltien!”

Seseorang yang mengenakan baju besi putih yang memancarkan cahaya cemerlang perlahan keluar dari kuil.

Para Pendeta dan Holy Knight tidak bisa menyembunyikan rasa lega mereka,

“Astaga! Ini pertama kalinya aku melihatnya secara langsung!”

Beberapa pengguna yang mengunjungi kuil untuk Quest tersebut tidak dapat menahan kegembiraan mereka.

“Wah, kapan aku akan sampai level itu?”

Pengguna yang ditugaskan ke kuil dan menerima Quest tingkat rendah untuk menjadi Ksatria Suci tidak bisa menyembunyikan rasa iri mereka. Selain itu, beberapa pengguna berasimilasi dengan baik ke dalam kuil tanpa memberikan kesan seperti orang luar dan menyaksikan situasi ini dengan napas tertahan.

Mereka memang pintar dalam beberapa hal. Karena mereka bisa menghindari tatapan tajam dari pendeta NPC yang menatap pengguna yang cerewet dan orang asing.

“Mengapa Evil besar mengincar cahaya suci?”

Sir Voltien.

Saat ini, dia adalah Ksatria Suci yang bertanggung jawab atas pasukan militer di kuil pusat Breeze, dan merupakan Ksatria Suci dengan peringkat tertinggi yang dikirim oleh Tahta Suci.

“……….”

Tapi Choi Han tidak menjawab.

Woooow--

Namun, dia hanya menatap kecemerlangan luar biasa yang memancar dari Sir Voltien dan kemudian mengangkat tangannya.

Saat dia mendecakkan lidahnya.

“Cih!”

Lalu dia melambaikan tangannya ke udara seolah sedang menggambar.

“Aku harus menabur lebih banyak kekacauan.”

Sementara itu, Hong dan Choi Han sudah berbalik dan melarikan diri.

On juga berada tepat di belakang mereka.

Tentu saja, dia tidak pergi begitu saja.

“Kekacauan akan segera muncul di negeri ini!”

Shaaaa---

Kabut beracun yang tertiup angin mengalir menuju kuil seperti gelombang besar.

“Ya ampun”

“Berlindung di dalam kuil!”

Bahkan mereka yang mencoba mengejar.

Itu adalah gelombang besar kabut beracun yang membuat Voltien, yang mencoba memberikan perintah pengejaran, tidak dapat mengambil tindakan dengan mudah.

Gelombang merah dan hijau yang tidak menyenangkan membuatku teringat akan kematian.

“Ketua!”

“Sir Voltien!”

Sir Voltien, yang sedang memperhatikan Choi Han, On, dan Hong menjauh, melangkah maju saat dia melihat mereka menatapnya dengan mendesak.

Dan kemudian dia mengangkat perisai yang dia bawa di punggungnya.

Bum!

Dan saat aku menghantam lantai marmer dengan perisaiku.

“Cahaya cemerlang!”

Pada saat itu, cahaya keemasan terang yang berasal dari perisai menutupi kabut beracun dari malam sebelumnya.

“!!!”

Dan mata Sir Voltien membelalak.

Saaah---

Gelombang kabut beracun berhenti.

Selain itu, warna merah dan hijau berkurang.

“Terima kasih! Atas pemurniannya!”

Ketika pendeta tingkat tinggi mendekati Voltien, dengan penuh kegembiraan.

Saat semua orang merasa lega,

Voltien berbicara dengan tenang.

“Itu bukan racun yang berbahaya.”

“Ya?”

Voltien melihat sekeliling taman kuil.

“Hah? Kelumpuhannya sudah hilang?”

“Apa, kamu tertidur? Apa semuanya baik-baik saja? Periksa lagi!”

Mereka yang lumpuh terbebas dari kelumpuhannya.

Orang yang pingsan ternyata sedang tertidur.

Itu adalah racun lumpuh dan tidur yang sangat ringan.

Berbeda dengan penampakan kabut beracun yang menakutkan, orang-orang dibuat bingung dengan kerusakan yang tidak menimbulkan banyak ancaman. Namun, dia tidak menganggap enteng musuh.

Woo-woo---

Getaran patung itu berangsur-angsur berkurang.

Bip---

Suara peringatan yang menutupi seluruh kuil juga memudar. Formasi dan patung ini tidak menunjukkan kebohongan.

Karena mereka adalah benda misterius yang dipenuhi dengan kekuatan Dewa.

Dengan kata lain, mereka adalah Evil yang sangat besar.

“Kamu sengaja membuatnya lemah.”

Tidak ada seorang pun yang bisa menyangkal kata-kata Sir Voltien.

“...Kekacauan.”

“Ya, Sir Voltien.”

Tap. Tap.

Voltien dengan sopan bertanya pada lelaki tua itu yang berjalan keluar kuil.

“Apakah Evil kejahatan yang terkait dengan kekacauan?”

Uskup Sherissa, uskup yang tinggal di kuil pusat Breeze, Kekaisaran Barat yang luas, sebuah kerajaan budaya, dan bertanggung jawab atas Kuil Dewa Matahari di Kekaisaran Barat.

“...Aku tidak tahu.”

Dia menjawab dengan lembut, tetapi tidak mengatakan dia tidak ada di sana.

Dia hanya menelan jawabannya dalam diam.

Sir Voltien hendak menanyakan lebih banyak pertanyaan kepada Sherissa, tapi harus berhenti.

“Kapten, penjaga itu bilang dia mendengar tentang identitas mereka.”

Sebelum dia menyadarinya, kabut yang tidak menyenangkan itu hampir hilang seluruhnya.

Penjaga itu gemetar dan mengatakan apa yang dia dengar dengan jelas.

“Oh, itu ARM.

“ARM?”

“Ya ya! Mereka bilang mereka ‘ARM’!”

Kekacauan dan ARM.

Kata-kata itu menutupi kuil pusat Dewa Matahari.

Dan.

“Aku hanya menggunakan racun yang lemah dengan sengaja. Tidak ada yang seharusnya terluka!”

“Ya. Tidak ada yang akan terluka..”

On membelai wajah Hong yang khawatir dan berjalan cepat pergi.

Ctak.

On, Hong, dan Choi Han mengirimkan gelombang kabut beracun untuk mencegah musuh-musuh mereka mengikuti mereka, tapi mereka tetap bergegas.

“Mereka datang.”

Seperti yang dikatakan Choi Han, ada orang yang mengikuti mereka dari jauh.

“Aku akan menjatuhkannya dalam waktu satu jam.”

“Kedengarannya bagus!”

“Sebanyak yang kamu mau.”

Dengan membuat jejak yang disengaja, mereka bertiga menyelinap melewati para pengejar mereka di Kuil Dewa Matahari. Tanpa diketahui oleh On dan Hong, Choi Han bukanlah tandingan para pengejarnya. Bahkan, dia bisa dengan mudah melumpuhkan mereka dan lolos begitu saja..

“Aku ingin tahu apakah kau melihatnya lolos..”

Choi Han dengan tenang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh On yang sedang berlari.

“Aku memastikan bahwa Cale dan Raon menyusup ke kuil lalu pergi. Jangan khawatir.”

Saat kabut racun menyebar.

Cale dan Raon diam-diam memasuki kuil.

Dan ketika Choi Han, On, dan Hong pergi, mereka meninggalkan kuil bersama.

“Manusia, apakah kamu melihat gelombang kabut tadi? Aku menciptakan gelombang dan angin itu!”

“Oh. Kerja bagus. Bagus.”

“Hee hee!”

Cale berjalan santai, menjawab kasar perkataan Raon.

Choi Han, On, dan Hong.

Ketika mereka masuk,

Suara peringatan terdengar di seluruh kuil.

Karena anggota 7th Evil muncul.

'Dan ketika Raon dan aku menjadi tidak terlihat dan diam-diam memanjat tembok~'

Ke arah yang berbeda dari mereka.

Momen ketika Cale menyelinap masuk segera setelahnya.

Oonnggg-

Patung Tears of Sun menjerit keras.

Karena Evil yang sebenarnya, yang terburuk, telah muncul.

Namun, berkat keributan Choi Han, On, dan Hong, tidak ada yang menemukan Cale dan Raon, yang menjadi tidak terlihat dan menyelinap masuk.

'Sayang sekali aku tidak bisa menjelajahinya, tapi-‘

Kali ini Cale harus puas dengan kunjungan ini.

Tidak mudah bagi Cale yang memiliki atribut Evil untuk menyelinap ke kuil pusat dan menjelajah.

Selain itu, tujuan Cale bukanlah untuk berkeliling ke kuil pusat.

Subquest.

[Pergi ke ibu kota Kekaisaran Barat dan kunjungi Kuil Pusat Dewa Matahari!!]

Saat Cale berkunjung, Quest tersebut terhubung dan Quest mendetail baru muncul.

[Berjabat tangan dengan penganut Chaos (Sherissa)!]

“Aku menemukannya.”

Cale menemukan seekor tikus.

Sherissa.

Uskup yang bertanggung jawab atas Kuil Dewa Matahari Breeze-

Dia berhubungan dengan Dewa Kekacauan.

“Bagus.”

Quest, ini cukup berguna.

Tentu saja, meski begitu, Cale tidak punya niat untuk mengikuti Quest tersebut.

Dia hanya bermaksud membuat atau menggunakan Quest untuk tujuan dia sendiri,

“Kupikir kamu bilang ada jadwal.”

Jadwal resmi Kuil Pusat Dewa Matahari semuanya ada di kepala Cale. Dua hari kemudian. Sherissa dijadwalkan memberikan ceramah di Breeze Imperial Academy.

“Akan menyenangkan untuk berjabat tangan.”

“Pffft.”

Cale tertawa bahagia.

***

Tap.

Alberu pergi ke salah satu papan buletin Forum RMPAG.

-Breeze, Papan Buletin Ane-

Angin Kekaisaran Barat. Diantaranya, ada papan buletin tentang ibu kota, Anne.

===============

<Karakter baru muncul di Moonlight Shadows!>

NPC aneh muncul di Moonlight Shadow Inn! Dia membawa dua kucing dan memasukkan sebuah telur ke dalam gendongan bayi!

Aku melihat musim semi pada siang hari sebelumnya! Dia tampaknya menjadi NPC baru di pembaruan! Aku akan tinggal sampai besok dan mencoba berbicara dengannya.

-Orang baru itu, aku melihatnya dari alun-alun pada siang hari. Apakah kau sedang dalam perjalanan ke Moonlight Shadow?

-Kucing? Telur? Tamer? Apakah ini profesi yang berhubungan dengan Tamer?

-Tampan. Dia memiliki rambut pirang dan mata biru dan tampan.

================

“Mata biru rambur pirang?”

Wajah Alberu berkerut.

Dia tahu betul siapa yang sedang ditiru oleh Cale Henituse saat ini.

================

<Penyerbuan mendadak di kuil Dewa Matahari>

Sepertinya seseorang dengan atribut Evil telah menyusup! Kekacauan, kanker, begitulaj kata mereka, um. Apakah Quest baru sedang dibuka?

Ada begitu banyak hal baru sejak aku memulainya.

Ini luar biasa. Biar transparan seperti ini? Hah?

-Aku masih perlu mencari tahu informasinya. Jika kamu melihat kekacauan, bukankah itu berarti Dewa Kekacauan itu ada? Jadi itulah sebabnya dia meludahi Dewa Matahari!?

Atau dia hanya melakukan itu.

-Oh, sepertinya ini tebakan yang cukup meyakinkan. Apakah roh jahat itu akhirnya keluar?

-Tidak ada roh jahat di Dunia Baru?

-Tidak ada apa-apa. Ada setan, tapi tidak ada iblis atau roh jahat.

-Oh, roh jahat akhirnya muncul!

-Ada banyak konten gila.

================

“Sepertinya kamu menyelesaikannya dengan baik.”

Alberu terkekeh dan mencoba menutup jendela papan buletin.

Karena dia sudah mendapat semua informasi penting.

Namun tak lama kemudian ia harus berhenti bergerak ketika melihat sebuah postingan yang baru saja muncul di papan buletin terintegrasi.

===============

<Penting! Putra mahkota Kekaisaran Timur menduduki peringkat nomor satu!>

===============

Judulnya tidak mengatakan apa-apa tentang betapa mendesaknya hal itu.

Dimulai dengan artikel itu, papan buletin dijungkirbalikkan.

Tidak, itu terbakar.

Lehnti, Kekaisaran Timur.

Kabarnya sebuah acara besar akan segera diadakan di sana.

Ini juga merupakan kesempatan untuk mengungkap Putra Mahkota.

Dan Putra Mahkota itu adalah orang nomor satu dalam peringkat tersebut yang menggunakan username ‘Searching For the Taerang Thief’.

Dikenal sebagai ‘SFTT’, ia berada di peringkat #1 secara rahasia.

Dia muncul.

Dan-

-Gila! Jika ini terjadi, bukankah SFTT akan menjadi orang pertama yang menjadi Raja, atau Kaisar?

Langkah pertama yang bagus di New World.

Itu juga merupakan langkah pertama yang menandakan permulaan yang utuh.

“Jadi…. Kemana kamu pergi sekarang?”

Alberu menutup papan buletin dan menjawab pertanyaan Rosalyn.

“Aku akan ke Hellhole.”

“Hellhole? Dimana itu?”

Smile.

Alberu tersenyum dan menjawab pertanyaan Rosalyn sekali lagi.

“Itu adalah tempat berkumpulnya hal-hal yang lemah dan sampah.”

Alberu mengambil satu langkah.

Dia sudah mengambil langkah dan bergerak menuju tujuannya.

Rosalyn berjalan mengejarnya.

Cahaya matahari di langit virtual reality sepertinya menerangi punggung Alberu.

Bayangan panjang itu tampak sangat besar.

Episode 359 The Worst’s Game

***

Cale diam-diam melihat ke cermin.

‘Apakah rambut pirang dan mata biru akan baik-baik saja?’

Dia tersenyum seperti Putra Mahkota Alberu.

“Manusia. Siapa yang akan kamu tipu?”

Senyum Cale memudar.

“Kamu meniru Putra Mahkota!”

Teriak Hong.

“Apapun yang terjadi, apa yang menjadi milikmu itu yang penting. Sulit untuk meniru senyuman Putra Mahkota.”

On memberikan nasihat yang serius.

Cale mendengarkan baik-baik kata-kata On.

“Benar, manusia, seperti itulah senyumanmu yang berpura-pura baik hati! Penampilan cerah Putra Mahkota tidak cocok untukmu! Manusia, kau... kau... apa yang harus kusebut?!”

Ketika Raon tidak dapat berbicara, On berbicara dengan tenang.

Kupikir kau orang jahat, tapi ternyata kau orang baik? - Senyum seperti itu cocok untukmu..”

Itu benar. Itu dia! Manusiaku, kau bisa terlihat sangat kaku saat kau tanpa ekspresi, tetapi jika kau memberi kami senyuman yang manis sesekali, itu sudah cukup untuk menurunkan kewaspadaan kami!!”

“Ugh.”

Cale menghela nafas dan mengenakan gendongan bayi.

Rattle.

Tingkat kesembuhan Eden Miruu sudah mencapai 65%.

“Eden Miru, apakah kamu tidur nyenyak?”

Rattle. Rattle.

Telur itu bergetar.

“Oke. Apakah kamu tidur nyenyak? Aku juga tidur nyenyak!”

Raon tersenyum cerah.

Rattle.

Cale menatap getaran telur itu.

Tadi malam, Eden Miru (status: Telur) dipeluk Raon, dan Raon tidur nyenyak sambil memeluk Eden Miru.

‘Apakah Eden Miru bisa tidur nyenyak?’

Yang dilihat Cale saat terbangun adalah air liur Raon yang mengering setelah mengalir ke seluruh permukaan telur (status: telur) Eden Miru yang tertahan erat di pelukan Raon.

“...Semangat.”

Cale menatap telur dan tanpa sadar mengucapkan kata-kata penghiburan.

Rattle-

Telur itu bergetar lalu berhenti.

Cale, yang entah bagaimana memahami perasaan itu, dengan kasar menepuk telur yang dibungkus kain bermotif bunga dan meninggalkan ruangan.

Dan kemudian mereka menuju ke restoran di lantai pertama penginapan.

-Oh, manusia, ada banyak orang!

Seperti yang dikatakan Raon, sebagian besar kursi di restoran di lantai satu sudah terisi orang meski saat itu pagi hari.

“Kuil Dewa Matahari diserang tadi malam!”

“Bukankah kita sudah gempar tentang hal itu sampai subuh! Bukankah mereka bilang mereka menemukan binatang itu?”

Cerita yang diceritakan oleh NPC.

“Apakah ada yang mengenal pendeta Dewa Matahari?”

“Aku tidak tahu. Sulit untuk mendekati Kuil Dewa Matahari saat ini. Aku bertanya-tanya apakah aku bisa mendapatkan questnya, tapi sepertinya itu akan sulit.”

Percakapan antar pengguna berkumpul dalam kelompok kecil.

Tentu saja, Tentu saja, para pemain berbicara dengan tenang kepada NPC di sekitar mereka.

‘Cale, para pemain sebisa mungkin berusaha untuk tidak menunjukkan bahwa mereka adalah orang asing.’

NPC secara naluriah mengenali orang asing dan memperlakukan mereka seperti itu.

Para pemain berusaha menghindari penggunaan istilah di luar game atau istilah khusus game di depan NPC sebisa mungkin.

‘Sikap NPC terhadap orang asing di game ini menjadi semakin bermusuhan.’

Cale pergi ke kursi kosong, mengingat informasi yang diberikan Alberu kepadanya.

Gadis yang kemarin, seorang pelayan dari 6th Evils, mendekatinya dan mengambil pesanannya.

“Apakah kamu belum sarapan?”

“Aku akan memesan yang lain.”

Cale memesan sarapan ke kamarnya, yang tentu saja disantap oleh rata-rata anak berusia 10 tahun.

Cale turun ke lantai satu untuk memakan bagiannya.

“…….”

Gadis yang merupakan bawahan 6th Evil dan memimpin kelompok intelijen diam-diam menatap Cale dan kemudian berbicara dengan santai.

“Aku mendengar sesuatu yang buruk terjadi di Kuil Dewa Matahari tadi malam.”

“Hmph. Benarkah?”

Tatapan Cale beralih ke kaki gadis itu.

Tidak ada bayangan, tapi muncul sedikit demi sedikit. Iblis dari 6th Evil, itu dia.

Gadis itu bertanya dengan tenang.

“Apakah kamu tahu sesuatu?”

Cale tersenyum.

“Entahlah. Apa yang diketahui oleh orang rendahan sepertiku?”

Nyaaa!

Saat itu, On naik ke pangkuan Cale dengan gerakan lembut.

Cale berkata dengan tenang sambil membelai bulu On.

“Oh, benarkah, apakah ini yang dinamakan kekacauan? Kudengar mereka adalah organisasi yang berhubungan dengan Dewa Kekacauan.”

“…..”

Gadis itu menjadi terdiam.

Gadis itu dan 6th Evils tahu lebih baik dari siapapun bahwa Cale, yang mereka kenal sebagai pelayan 7th Evils, tidak memiliki hubungan dengan Dewa Kekacauan.

Rupanya, Cale memberi tahu gadis itu bahwa dia akan pergi ke Kuil Dewa Matahari untuk ‘menangkap tikus-tikus yang mencoba merusak dunia ini.’

“!!”

“……”

Namun, ada orang yang menanggapi perkataan Cale.

Ini adalah pengguna yang ada di sekitar.

Mereka mengira Cale adalah seorang NPC.

Sudah ada pembicaraan tentang kekacauan di papan buletin Breeze-Ane, dan Cale hanya membocorkan satu informasi lagi.

“Hmmm. Apa yang kamu katakan?”

Meskipun orang-orang sedang berbicara, mereka mendengarkan Cale.

“Apa kamu bilang mereka adalah kelompok yang menyembah Dewa Kekacauan?”

“Oh sial.”

Cale mendengar seseorang menggumamkan sesuatu.

Tatapan Kale mengarah ke arah gumaman itu. Dan Cale secara naluriah tahu.

Dia adalah pengguna game.

“!”

Orang yang matanya bertemu buru-buru berusaha menghindari tatapan Cale, namun Cale hanya nyengir.

Dan kemudian dia berseru.

“Aku adalah seorang pengembara. Jadi, ada beberapa cerita yang aku dapatkan.”

Pengguna ‘Kang Meok’, yang melakukan kontak mata, menyerah menghindari kontak mata dan menatap NPC dengan dua kucing.

Kisah-kisah yang diceritakan oleh NPC yang dia dapatkan~

‘Apa ini!’

Dalam kebanyakan kasus, ini adalah titik awal dari sebuah peristiwa besar.

Dia adalah Fist King Kang Meok dan bukan user of stagnant, tapi setidaknya dia adalah user flowing stream, jadi dia diam-diam mencondongkan tubuh ke arah Cale.

‘Tidak.’

Tiba-tiba dia bangkit dari tempat duduknya.

Ada pengguna lain di sini sekarang.

Dia tidak boleh berbagi informasi!

‘Tidak, questnya!’

Pengembara itu mungkin bisa memberinya sebuah quest.

‘Dia adalah NPC pertama yang muncul!’

Dia orang aneh dengan dua kucing dan sebuah telur!!

NPC aneh yang membungkus telur dengan kain bermotif bunga yang seperti memakai gendongan bayi!

Tapi lihat wajahnya!

‘Dia pasti akan memainkan peran penting dalam cerita ini!’

Mata biru dan berambut pirang.

Dia dikatakan sebagai seorang pengembara dan dia dikatakan lebih tampan dari Grand Duke, yang dikatakan sebagai pria paling tampan di Kekaisaran Breeze!

Itu juga-

‘Dia sangat tampan!’

Perasaan lembut sinar matahari pagi yang diberikan oleh rambut pirang dibayangi oleh fitur wajah tersebut, memberikan kesan bongkahan emas yang bersinar di tempat berbahaya.

Suasana lesu namun santai.

Ditambah lagi, senyumnya yang menyeringai membuatnya tampak seperti seorang petualang dengan banyak pengalaman.

‘Tapi sepertinya dia pria yang baik!’

Di New World juga memiliki berbagai macam NPC.

Evils, Netral, Baik. Mereka dapat membagi kecenderungan menjadi tiga seperti ini, tetapi terlepas dari kecenderungannya, ada orang Evils meskipun mereka baik, dan ada orang Baik meskipun mereka jahat.

Ada beberapa kasus di mana watak suatu kelompok dan watak seorang individu cenderung berbeda.

‘Dan-‘

Biasanya, pengembara tampan seperti itu adalah-

‘Mereka mungkin tampak jahat karena mereka suka bermain-main dan nakal, tetapi begitu kamu mengenal mereka, mereka sebenarnya baik dan sering mengorbankan diri mereka untuk kebaikan yang lebih besar!’

Fist King Kang Meok mempercayai pikirannya sendiri dan mendekati meja Cale.

“Hei. Apakah aku boleh mendengar lebih banyak tentang hal itu?”

“Hmph. Gratis??”

Fist King Kang Meok berkata kepada gadis pelayan.

“Aku akan membayar makanan pria ini.”

“Haha. Terima kasih!”

Cale tersenyum cerah.

“Panggil aku Kang Meok.”

“Kamu adalah orang asing. Aku seorang pengembara tanpa nama.”

Saat berbicara dengan pengguna tersebut, Cale diam-diam melirik gadis itu.

“………”

Cale tersenyum pada gadis yang menatapnya dalam diam.

Lalu dia membuka mulutnya dan berbicara dengan Kang Meok.

“Informasi gratis tidak ada gunanya. Dalam hal ini, Tuan Kang mengetahui sesuatu.”

Itu dikatakan kepada seorang gadis.

Bukan, tepatnya, itu adalah peringatan yang diarahkan pada bayangan yang semakin bergerak di kaki gadis itu.

Sebuah bayangan bergetar dan bergetar seolah berusaha menahan diri karena banyaknya orang.

6th Evils sekarang kesal dengan Cale.

Itu sebabnya Cale berkata demikian.

“Tidak ada yang gratis.”

Jika dia menginginkan sesuatu, bawalah harganya.

Mulut gadis itu terbuka.

“...Aku akan segera menyiapkan pesanan yang kamu inginkan.”

Meski tidak pantas sebagai jawaban atas pesanan makanan umum, Cale merasa puas. Karena itulah jawaban yang dia inginkan.

“Ehem.”

Kang Meok berdeham.

Ada banyak rasa gugup.

‘Siapa kamu, seorang pemula?

Cale memikirkan hal itu sambil melihat ke Kang Meok, tetapi dengan cepat mengabaikannya.

Ada alasan mengapa dia memandang Kang Meok.

‘Dia sendirian.’

Semua orang berkumpul dalam kelompok berdua dan bertiga, tapi Kang Meok sendirian.

Cale tidak tahu apakah dia pemain solo atau ada sesuatu yang terjadi.

‘Kelihatannya agak canggung...’

Melihat pengguna di sekitarnya sepertinya mengenal Kang Meok, sepertinya dia bukanlah orang yang tidak dikenal sama sekali.

‘Dia pantas dalam banyak hal.’

Pengguna ini adalah orang yang cocok untuk digunakan Cale eksperimen.

-Manusia, apa kau akhirnya menguji coba untuk melihat apakah kau bisa memberikan quest??

Seperti yang dikatakan Raon.

Cale berencana bereksperimen untuk pertama kalinya untuk melihat apakah dia bisa memberikan ‘quest’ kepada ‘pengguna’. Ada satu pertanyaan yang sudah lama diajukan Cale.

‘Bagaimana para Hunter memimpin RMPAG New World ini sesuai dengan keinginan mereka?’

Apakah ini mungkin karena Transparent Blood adalah pemilik perusahaan game virtual reality?

Itu tidak masuk akal.

Ada ratusan juta pengguna yang memainkan game ini.

Berapa banyak eksekutif perusahaan game yang menangani semua variabel tersebut?

‘Itu tidak mungkin.’

Itu tidak mungkin.

‘Ada satu hal lagi.’

Sistem percaya bahwa ada sesuatu yang salah dengan cara Transparent Co. Ltd beroperasi, dan bahwa variabel-variabel yang melanggar aturan yang mereka buat menciptakan situasi di sepanjang permainan yang berada di luar jangkauannya. Dengan kata lain, sistem tidak mengetahui segala sesuatu tentang bagaimana dunia bekerja.

‘Tentu saja, hal itu menciptakan celah yang memungkinkan mereka menciptakan lingkaran di mana sistemnya juga AI.’

NPC mutan tersebar di sepanjang permainan, dan untuk alasan itu, lingkungan diciptakan untuk mendukung Cale.

‘Pertama-tama, tentu saja secara transparan.’

Cale perlu mengetahui bagaimana para Dewa, Iblis, Dan Pemburu akan membentuk situasi di RMPAG untuk tujuan mereka sendiri. Kondisi terpenting untuk itu adala-

‘Quest-‘

Quests, salah satu kekuatan terbesar yang memotivasi pengguna,

‘Kalau saja Hunter atau Dewa bisa memberikan ini kepada pengguna-‘

Di dalam game, mereka akan dapat meningkatkan pengaruhnya sambil menyembunyikan identitasnya. Cale teringat apa yang dikatakan Vicious Dark bear itu.

‘Hmm. Maksudmu questnya?’

‘Secara umum, haruskah kita mengatakan ini adalah sebuah quest? Kalau dari kami namanya keyakinan.’

Keyakinan atau quest yang dimulai saat pertama kali ada sebagai NPC.

‘Kami akan memberi mereka quest yang sesuai.’

Apa yang membuat RMPAG dan New World populer adalah ‘berbagai quest’.

NPC dapat memberikan berbagai quest kepada pengguna selama mereka tidak melanggar atau tidak melawan arus.

“Hmm.”

Cale diam-diam membuka mulutnya pada Kang Meok, yang berdehem dan menatapnya.

“Apa kamu tahu banyak tentang dunia bawah?”

T-ring.

Alarm berbunyi di kepala Cale.

[Apakah kamu akan melakukan quest?]

“Maksudmu dunia belakang?”

Tiba-tiba, Kang Meok berhenti sejenak pada topik yang tiba-tiba tak terduga.

“Itu benar. Aku telah berkeliling dan mendengar bahwa ada sebuah anggota organisasi rahasia ‘ARM’ dan mereka mencoba mengambil alih dunia belakang.”

“!!!”

Mata Kang Meok melebar.

Semua orang di sekitar mereka mencoba yang terbaik untuk mendengarkan percakapan mereka.

Tapi suara Cale dan Kang Meok mengecil.

“Yah, mengenai ARM-”

“Pakaian mereka mirip dengan orang yang menyerang Kuil Dewa Matahari kemarin.”

“!”

Mata Kang Meok melebar.

‘Tangkapan ini besar sekali!’

Apakah cerita tentang dunia belakang dan gang belakang pernah muncul di arus utama?

‘Tidak pernah!!’

Tentu saja, saat dia pergi ke negara tentara bayaran, terkadang ada quest yang melibatkan dunia belakang, tetapi sebagian besar quest tersebut adalah tentang berurusan dengan pasar gelap atau geng gangster kecil, dan tidak melibatkan kelompok mana pun atau bahkan Dewa Matahari.

Jantung kang Meok berdebar kencang,

Kang Meok menyadari bahwa dia berada di persimpangan besar dalam sejarah permainannya.

“Dan para ARM itu tampaknya adalah penyembah Dewa Kekacauan.”

NPC tampan di hadapannya tak segan-segan menceritakan kisah yang membuat jantung Kang Meok berdebar kencang.

“Masalahnya bukan hanya itu yang aku dengar….”

-Manusia. Manusia!

Raon menanggapi kata-kata Cale.

-Tapi manusia, bukankah semua yang kamu katakan saat ini merupakan kebohogan?

Benar.

Cale sedang membuat rumor saat ini.

Tentu saja, itu adalah masa depan yang akan segera terjadi.

Masa depan itu dimulai pertama-tama dengan sebuah quest.

“Tuan Kang Meok. Apakah kamu kebetulan mengetahui Kerajaan Kegelapan?”

“Ya?”

Tidak ada kerajaan seperti itu di New World.

Tentu saja Cale akan membuatnya sekarang.

Hanya dengan mulutnya.

Dengan kata-kata tanpa substansi,

Tetapi-

[Apakah ini tema utama dari quest, ‘Kerajaan Kegelapan’?]

Aku ingin tahu apakah sebuah quest bisa memberikan substansi pada sebuah kata-kata?

“Apakah ada kerajaan seperti itu?”

“Itulah yang aku maksud.”

Suara Cale menjadi sedikit lebih keras.

“Dikatakan bahwa setiap kali sebuah kekuatan mencoba menghancurkan dunia belakang New World, seorang penjaga muncul untuk melindunginya.”

“!!!!”

Penjaga Dunia Bawah-

Fist King Kang Meok segera mengenali konteksnya.

Waktu tidak pernah kemana-mana.

“Mungkinkah Kerajaan Kegelapan adalah penjaganya?”

Cale diam-diam mengangguk.

“Saat cahaya ada, bayangan pun ada. Ada legenda yang mengatakan bahwa Kerajaan Kegelapan diciptakan oleh mereka yang memusnahkan kejahatan buruk dalam bayangan, melindungi mereka yang yang hanya bisa hidup dalam bayangan, dan bahkan menjaga bayangan itu sendiri. Ada legenda tentang itu.”

“Hmmm. Legenda.”

Fist King Kang Meok terasa menggigil.

‘Aku tidak percaya ada quest sebesar ini! Aku dengar ada banyak hal tersembunyi dalam pembaruan ini! Ini gila!’

Jika orang itu sekedar membagikan informasi ini ke komunitas, artikel orang itu akan langsung masuk peringkat terbaik.

Jantung Kang Meok berdebar kencang.

NPC tampan di depan Kang Meok bergumam.

“Organisasi ARM dan Kerajaan Kegelapan dikatakan sedang dalam perebutan kekuasaan yang hebat untuk menguasai seluruh dunia belakang New World.”

Organisasi ARM dan Kerajaan Kegelapan sebenarnya adalah Cale sendiri.

Dan mereka tentu saja sebenarnya adalah sekutu.

Namun hanya Cale yang mengetahui hal itu.

Lagipula dia baru memulainya sekarang.

Variabel yang bahkan Hunter dan musuh tidak mengetahuinya.

 “...Omong-omong.”

Kang Meok tiba-tiba membuka mulutnya dengan ekspresi serius.

“…Siapa namamu?”

Karena dia adalah orang yang memiliki banyak waktu luang, pengembara di depan dia itu aneh.

‘Ya. Tidak mungkin NPC yang sangat tampan itu hanyalah pengembara biasa!’

Dan dia sangat tampan!

Tapi dia sebenarnya pria yang baik!

Itulah jenis NPC yang Kang Meok cari.

‘....Hanya dengan mendengar pria itu, sepertinya ARM dimaksudkan untuk membawa kekacauan dan perang di dunia bawah, dan Kerajaan Kegelapan ada untuk melindungi dan mempertahankannya.’

NPC Tamer di depan Kang Meok.

Kang Meok, memercayai insting tajamnya.

“Kamu berasal dari mana?”

Pada saat itu, NPC tampan itu tersenyum.

“Entahlah.”

Dengan senyum curiga, Cale menatap layar jendela yang hanya terlihat oleh matanya.

[Buat quest.]

[Tema utama: Perang antara ARM dan Kerajaan Kegelapan]

[*Tingkat quest sedang ditentukan.]

Pada saat yang sama, mata Kang Meok beralih ke jendela tembus pandang yang hanya bisa dilihatnya.

Di luar jendela, Cale membuka mulutnya.

“Aku hanyalah seorang pengembara yang bersandar pada kegelapan.”

T-ringg!

Jendela pencarian muncul di depan mata Kang Meok.

Suara Cale mencapai telinganya.

“Aku hanya tahu bahwa terkadang kegelapan lebih nyaman.”

[Kamu telah menemukan quest utama untuk pertama kalinya.]

[Quest Utama: Kekacauan dan Kegelapan]

“!!!!!”

Kang Meok merasakan kemelut mengguncang seluruh tubuhnya.

[Kamu telah menemukan petunjuk tentang Kerajaan Kegelapan.]

[Apakah kamu ingin mendekati entitas Kegelapan?]

‘Ah.’

Kang Meok mengepalkan tangannya di bawah meja.

Sebuah langkah awal yang bagus.

Sebagai hasil dari pembaruan tersebut, pengguna yang tidak dapat membantu membangun Kerajaan kini hanya menjadi penonton. Tapi sekarang salah satu dari para pengamat itu telah menemukan quest utama besar lainnya yang bisa dia ikuti.

Dan Cale diam-diam melihat ke jendela pencarian yang dia buat.

[Quest Utama: Kekacauan dan Kegelapan]

[Membentuk detail]

[Cabang dapat dibentuk menjadi empat jalur: 'Perang, Politik, Agama, Dan National Foundation’].

‘Wah.’

Senyum Cale semakin dalam.

‘Aku mengerti bagaimana para Hunter berhasil mencapai wilayah RMPAG ini.

Musuh mungkin adalah NPC, Semi-NPC, pengguna game, dll., yang menyembunyikan identitas mereka di bagian ini.

‘Jika papan yang tidak terduga tercipta, papan itu akan menyembul.’

(tl/n : Bisa juga memilki arti jika suatu peristiwa atau perilaku seseorang tidak terduga, kamu akan terkejut karena kamu tidak menyangka hal tersebut akan terjadi.)

Cale sudah bertekad kali ini.

Dia akan menjadi orang yang memimpin.

Tidak ada lagi yang diseret.

-Manusia. Tapi bukankah ini akan membuat situasinya menjadi terlalu besar?

Itulah yang dia katakan.

Bayangan pengembara, Semi-NPC Cale, tersenyum.

============

<Mendesak! Tema utama baru telah muncul di Breeze-Ane!

Ini adalah tema utama dunia belakang yang pertama.

Dan ada Kerajaan yang tersembunyi! Apa yang tidak kita ketahui! Gila, ini luar biasa!

-Apa yang kamu katakan?

- Mata pengguna Breeze-Ane terbuka lebar saat mereka mencari Tamer pengembara.

-Hei, kamu adalah Kang Meok si Tinju Air, kan?

-Apa? Tinju air?

-Maaf soal tinju airnya. Jadi, kepalan tangan kapas, ceritakan lebih banyak!

-Apa, kapas?

-Gila, aku akan pergi ke Breeze hari ini.

Episode 360 The Worst Game

“Apakah kamu ingin mendapatkan izin fakultas atau staf Breeze Imperial Academy?”

“Ya.”

Gadis itu mengerutkan kening saat dia melihat ke arah Cale, yang tersenyum cerah.

“Hah.”

Dia menghela nafas dan terus berbicara dengan tenang.

“Saat ini, banyak orang asing berkemah di lantai pertama untuk mencarimu. Dan mereka terus bertanya kepada orang-orang di penginapan kami tentang keberadaan kamu.”

Cale tersenyum ramah.

“Terima kasih. Karena telah merahasiakan informasi aku.”

Gadis itu mengeluarkan suara mendengus, dan desahan hampir keluar dari mulutnya.

-Ya ampun-

“!!!”

Itu bosnya.

Dia yang ada di atas semua makhluk yang tinggal di 6th Evils.

Satu-satunya bosnya.

-Bantu aku.

6th Evils memutuskan untuk membantu agar dapat mengetahui lebih banyak tentang kelompok 7th Evils.

‘Dari apa yang kudengar, bos dari 7th Evils saat ini hilang, dan bos berikutnya akan segera muncul.’

Dikatakan bahwa sebelum bos berikutnya secara resmi naik takhta, seekor Vicious Dark Bear bertindak sebagai bosnya.

Jadi, 7th Evils merasa gelisah, bertanya-tanya apakah akan ada perebutan kekuasaan.

‘Tapi apa yang direncanakan oleh 7th Evils?’

Gadis yang telah meninggalkan area tersebut dan sedang mencari informasi tentang 6th Evils menjadi semakin bingung dengan tingkah laku 7th Evils yang tidak dapat diprediksi.

-Tetap di sisiku-

Namun, selama perintah bosnya diberikan, apa yang bisa dia lakukan terbatas.

“Biarkan aku menemukan cara untuk menyusup ke Imperial Academy.”

“Terima kasih.”

Kali ini juga, Cale tersenyum ramah.

Imperial Academy Breeze.

Sherissa, uskup Dewa Matahari, dijadwalkan memberikan ceramah besok di salah satu paviliun di sana.

Cale berencana menyelinap ke sana dan mendekati Sherissa di akhir ceramah untuk menjabat tangannya.

Karena itu adalah Questnya.

[Berjabat tangan dengan penganut Chaos (Sherissa)!]

“Aku akan berkunjung lagi di malam hari.”

Gadis itu meninggalkan kamar Cale dengan kata-kata itu.

Cale memalingkan muka dari pintu yang tertutup dan membuka jendela kamar tamu.

“Yang perlu kamu lakukan hanyalah berjabat tangan.”

Imperial Academy Breeze terlihat di kejauhan.

“Aku ingin tahu tentang akademi.”

Meoong!

Nyaaaaaa!

Rata-rata anak berusia 10 tahun tidak mampu menyembunyikan ketertarikan mereka.

Dan setelah beberapa saat, gadis itu kembali ke Cale lebih cepat dari yang diperkirakan.

“...Apa ini?”

Cale melihat apa yang ada di depannya dengan ekspresi tidak percaya.

“Ini yang terbaik.”

Gadis itu percaya diri.

“Kenapa? Menurutku kamu akan cocok.”

Cale mengulurkan tangannya.

“Seragam sekolah… “

“Ya. Itu seragam sekolah.”

Seragam Imperial Academy terpasang di tangannya.

“Bukankah kamu harus masuk Imperial Academy sampai kamu berumur 18 tahun?”

Gadis itu menjawab pertanyaan Cale dengan tenang.

“Itu benar.”

Dan dia menambahkan, seolah bertanya-tanya apa masalahnya.

“Kamu memang agak tua untuk usia 18 tahun, tapi kamu tetap tampan, kan?”

“!!!!”

“Tidak apa-apa jika kamu tampan.”

“!”

“Yah, sepertinya kamu tidak akan tinggal di akademi selama beberapa hari, jadi kamu hanya perlu mendengarkan ceramah sebentar?”

“...Itu benar?”

“Yah, lebih baik berpura-pura menjadi siswa daripada anggota staf, dan kontrol akses lebih ketat untuk anggota staf, jadi akan lebih mudah untuk bergerak sebagai siswa.”

“……”

“Kalau begitu semangatlah..”

Gadis itu meninggalkan ruangan, meninggalkan Cale yang diam.

“Ah.”

Dia berhenti sambil memegang kenop pintu dan menambahkan ke Cale.

“Batasnya dua seragam sekolah. ID Pelajar juga. Karena kita belum mencapai level itu menuju Akademi. Ini adalah batasnya.”

Faktanya, yang terbaik adalah melakukan ini untuk Cale, yang bahkan bukan sekutu tetapi hanya tamu asing.

“Kalau begitu, aku harap kamu mencapai apa yang kamu inginkan.”

Boom.

Setelah gadis itu meninggalkan ruangan, Cale mengambil dua seragam sekolah.

“Manusia. Semua pakaian itu terlalu besar untuk kita.”

“Memang benar, tapi sayang sekali! Bukankah adik juga seperti itu?”

“Ini adalah akademi, kita akan masuk, tidak perlu bersedih.”

“Manusia, kami tetap akan menjadi tidak terlihat dan pergi bersamamu!”

Raon dan On. Cale yang mendengarkan perkataan Hong membuka jendela kamar.

Lalu dia melihat ke luar dan berkata.

“Masuk.”

Choi Han, yang berada di atap, melompat ke jendela.

“Apa yang terjadi, Cale-nim?”

Choi Han berhenti.

“……….”

Karena Cale menatap Choi Han dalam diam.

“Hmm.”

Lalu dia mengangguk dan mengulurkan seragam sekolah.

“Kamu juga”

Lalu dia mengangguk dan mengulurkan seragam sekolah.

“Ayo pergi. Kamu juga.”

“?”

Tanda tanya muncul di wajah Choi Han, namun Cale berkata dengan  wajah serius.

“Dan pastikan untuk tetap di sisiku besok. Jangan buka mulutmu.”

Cale, mengabaikan Choi Han, yang berdiri kosong sambil memegang seragam sekolah di tangannya, meminta bantuan Raon.

“Tolong warnai rambut Choi Han.”

“Apa warnanya?”

“Merah.”

“Oh.”

Choi Han memiliki rambut merah.

***

Transparent Co. Ltd.

Perusahaan transenden yang memiliki pengaruh besar di luar Roan dan seluruh planet.

Di sana, peneliti senior Kim Se Hyeon tidak bisa menahan kata-kata yang akan keluar.

“Brengsek!”

Karyawan manajemen game di sebelahnya menghela nafas.

“Sekarang hal itu berada di luar kendali kita.”

“…Kita kacau.”

“Kakak!”

Karyawan tersebut sangat terkejut hingga dia memanggil Kim Se Hyeon seperti biasa tanpa menyadarinya.

Namun, Kim Se Hyeon tidak menghiraukan panggilan karyawan tersebut dan melampiaskan amarahnya.

“Hei. Kamu juga merasakannya, kan?”

“......”

“Keluarga Han sedang mengacaukan permainan sekarang. Apakah peneliti atau tim manajemen kita berpartisipasi dalam pembaruan ini? Ini semua adalah hasil kerja orang-orang yang berhubungan dengan keluarga Han!”

“......”

“Selain itu, apa yang baru saja kamu katakan?”

Karyawan itu menghela nafas dan berkata.

“... Aku bilang ada banyak pencarian yang tidak bisa aku pahami.”

“Oke, apa maksudnya?”

“... Aku bilang ada banyak quest yang tidak aku mengerti.”

“Ya. Apa maksudnya?”

Kim Se Hyeon, yang tinggal di lab setelah bekerja dan tidak melepaskan penelitiannya tentang sistem realitas virtual, terus berbicara dengan suara penuh amarah yang tertahan.

“Itu berarti bahwa ada misi yang tidak dimengerti oleh kamu, sang operator, yang bekerja di bagian misi. Selain itu, sistem hanya mengenali misi setelah misi tersebut dibuat. New World menuju ke arah yang tidak bisa ditangani.”

“Itu adalah arah yang kita inginkan, bukan?”

Kim Se Hyeon mendengus mendengar kata-kata juniornya.

Pandangannya awalnya terfokus pada pemandangan di dalam lab tempat puluhan orang hadir.

Sekarang laboratorium itu hanya dihuni oleh lima orang,

“Arah yang kita inginkan? Jika itu berarti pengguna menikmati permainan dengan berbagai cara, dan sebagai hasilnya, berbagai variabel dan aliran muncul, bukan ide yang buruk bagi sistem untuk mengenalinya nanti daripada melakukan intervensi terlebih dahulu. “

Kim Se Hyeon mengakui.

“Ya. Itulah dunia baru yang kita inginkan.”

Namun kemudian dia membantahnya.

“Tapi kamu tahu bukan itu masalahnya sekarang, kan?”

“......”

“Keluarga Han. Mereka memperlakukan sistem ini sebagai alat belaka, dan mereka melakukan berbagai macam hal tanpa sistem ini, bukan?”

“Mm.”

“Karena mereka, New World sekarang berubah menjadi dunia yang tidak bisa kita pahami. Apa itu masuk akal?”

Junior itu dengan lemah membuka mulutnya.

“Itu ...... spekulasi, bahwa orang-orang dari keluarga Han melakukan sesuatu.”

“Kamu hanya menderita penyakit mental dan tidak ada bukti fisik. Apakah kamu tidak datang kepadaku karena frustrasi karena kamu juga dapat merasakannya?”

“Sulit untuk menyangkalnya.”

Junior itu tersenyum lemah.

Saat ini, Transparent Co. Ltd. bersikap netral terhadap kekuasaan keluarga Han, dan terdapat faksi minoritas yang menentang arah yang diambil oleh keluarga Han.

Faktanya, faksi minoritas terlalu lemah untuk disebut sebagai kekuatan.

Sebaliknya, itu adalah istilah untuk mereka yang diabaikan dan tidak tahu kapan mereka akan dipecat atau kapan mereka akan berhenti sendiri.

“New World adalah tempat yang benar-benar bisa menjadi dunia baru, dan aku tidak tega melihatnya dikacaukan oleh campur tangan orang lain.”

Wajah Kim Se Hyeon terlihat seperti hendak menangis.

“Mereka…. dan menurut aku mereka tidak menginginkan hasil yang seperti ini.”

Dua orang yang menciptakan realitas virtual, seperti awal mula RMPAG.

Memikirkannya, Kim Se Hyeon mengerutkan alisnya.

“….Mereka sangat menginginkan dunia baru. Sebuah dunia impian yang ada dengan sendirinya, yang berkembang dengan sendirinya, yang tidak bergantung pada mulut atau kepentingan siapapun.”

“Kakak-”

Sang junior, yang mengetahui alasan Kim Se Hyeon menjadi kepala peneliti Transparent dan bertahan hingga saat ini, tidak tahan untuk mengatakan apa pun.

Tok tok.

Saat itu, tidak banyak orang yang tersisa di pusat penelitian sepulang kerja.

Di antara mereka, seseorang mengetuk pintu laboratorium yang diabaikan.

“!!!”

Kim Se Hyeon berhenti dan melihat ke pintu lab.

Screech.

Pintu lab terbuka, dan mata Kim Se Hyeon membelalak.

“Halo.”

Seseorang yang benar-benar tidak terduga memasuki lab dengan senyuman di wajahnya.

“Wakil Presiden?”

Wakil Presiden Lee Mi Jeong.

Semua orang mengakui kecerdikannya dalam naik dari pangkat terendah ke posisi Wakil Presiden, jadi dia datang mengunjungi Kim Se Hyeon.

“Mengapa?”

Kim Se Hyeon gugup.

Lee Mi Jeong.

Karena dia tidak berbeda dengan keluarga Han.

Kalau tidak, dia tidak akan menjadi Wakil Presiden.

“Kepala peneliti kami, bagaimana kabarmu?”

Lee Mi Jeong tidak cukup dekat dengan Kim Se Hyeon untuk menyambutnya begitu akrab.

Malah, masuk akal jika mereka bermusuhan.

“Apa yang terjadi?”

Saat Kim Se Hyeon membuka mulutnya dengan wajah tegas.

Lee Mi Jeong menatapnya dan junior di sebelahnya dan membuka mulutnya.

“Aku datang karena kudengar kalian berdua ada di sini.”

“Ya?”

Kim Se Hyeon dan junior Park Jeong Gyu terkejut ketika mendengar bahwa mereka datang untuk menemui kedua orang itu.

Pada saat itu, Lee Mi Jeong bertanya kepada Kim Se Hyeon dan anggota tim operasi lainnya, yang hanya mengetahui penelitian yang sedang dilakukan dan karena itu dapat mendeteksi titik buta dan celah dalam sistem, kepada Park Jeong Gyu.

“Apakah kamu ingin melakukan proyek rahasia denganku?”

Wakil Presiden Lee Mi Jeong mengingat salah satu saran Rosalyn.

‘Bentuklah tim yang terdiri dari orang-orang yang memiliki keahlian yang kita inginkan. Buatlah sekutu.

Dan kemudian, dengan sekutu-sekutu itu, mari kita lakukan sesuatu yang menyenangkan.

“Portal yang melintasi dimensi dan memasuki permainan. Aku sedang berpikir untuk membuatnya.”

Dia berbicara kepada dua karyawan itu.

“Ini tentang membuat New World menjadi dunia yang lebih besar di luar pagar Transparent.”

Untuk sesaat, tatapan aneh muncul di mata Kim Se Hyeon.

Lee Mi Jeong, Kim Se Hyeon, Park Jeong Gyu-

Ketiganya berpegangan tangan untuk pertama kalinya hari itu.

Dan Lee Mi Jeong menghubungi Rosalyn.

< Kastil hitam yang kamu ceritakan padaku, aku sudah memilih kelompok untuk pergi ke sana.>

Keesokan harinya, Kim Se Hyeon mengajukan pengunduran dirinya.

Selain itu, Park Jeong Gyu dengan keras kepala tetap berada di tim manajemen.

***

“Ketua.”

“Ketua, apa yang kamu lakukan? Sekarang dia sudah mundur dari posisi itu.”

Han Taeksoo, ketua kehormatan Transparent Co. Ltd., melambaikan tangannya mendengar kata-kata direktur eksekutif.

“Ya. Apa yang membawamu ke sini hari ini?

“Ahn Roh Man menjadi Putra Mahkota Kekaisaran Timur.”

“Aku tahu.”

Han Taeksoo mengangguk dengan santai. Dia bertanya kepada Direktur Eksekutif Jang.

“Kamu di sini bukan untuk melaporkan apa yang sudah aku ketahui, kan?”

Sepertinya Ahn Roh Man berusaha menyembunyikan identitasnya.

Han Taeksoo sudah mengetahui bahwa Ahn Roh Man menduduki peringkat pertama di RMPAG dan dia adalah putranya.

“...Sepertinya ada AI di Kekaisaran Timur.”

Ia juga samar-samar menyadari keberadaan AI yang membantu Ahn Roh Man.

Transparent Co. Ltd. lebih teliti dari yang diharapkan Ahn Roh Man.

“Tentu saja. Selidiki NPC di sisi Kekaisaran Timur. Siapa sekutu Ahn Roh Man? Tikus yang bersembunyi itu.”

“Aku yang harus menghadapinya.”

“Ya.”

Meskipun dia adalah ketuanya, Han Taeksoo memberi perintah tanpa ragu-ragu.

Direktur Eksekutif Jang meninggalkan ruang kerja, dan Han Taeksoo, yang ditinggal sendirian, membuka mulutnya.

“Ada anak-anak di Kekaisaran Barat yang memiliki hubungan dengan Chaos?”

“Ya, Tuan.”

Sesosok tubuh muncul dari kegelapan.

Dia adalah seorang Hunter Transparent Blood.

“Apa yang telah dilakukan Dewa Kekacauan?”

“Kami sedang berusaha mencari tahu.”

“Bukankah mereka mengatakan bahwa penganut Dewa Kekacauan juga muncul di Dunia Iblis?”

“Kamu benar.”

“... Sisi kekacauan dan sisi Dunia Iblis, jangan lepaskan perhatianmu.”

“Ya. Mengerti.”

“Dan apakah kamu mengatakan pria bernama Cale Henituse yang memburu para pemburu? Bagaimana kalau menyelidiki orang itu?”

“Saat ini kami telah mengirimkan beberapa Hunter ke Apitoyu. Aku pikir kita akan segera mengetahui keberadaannya.”

“Jika dia mungkin muncul di Bumi 3 ini, pastikan keamanan perusahaan kamu secara menyeluruh.”

“Ya, Tuan.”

Han Taeksoo berdiri.

Dia berjalan ke jendela dan melihat ke luar jendela.

Penampilan Bumi 3 mulai terlihat.

“Segera.”

Dia bergumam pelan.

“Segera, dunia baru akan terungkap. Tidak banyak hari lagi sampai kelahiran Dewa Absolut datang.”

……

“Tidak boleh ada cacat apapun dalam persiapan kelahiran Dewa Absolut. Kamu tahu, kan?”

“Ya.”

Han Taeksoo berpikir sejenak lalu membuka mulutnya.

“Katakan ini pada bajingan Fived Colored Bloods itu.”

Dewa Kekacauan. Dunia Iblis. Mereka adalah orang-orang yang akan tertangkap.

Meskipun mereka adalah orang-orang yang sombong dan menyebalkan.

Hanya ada sedikit orang yang sekuat para Wanderer itu.

“Tolong lakukan yang terbaik untuk New World.”

“Ya. Kita telah mengetahui bahwa sebagian besar dari Fived Colored Blood ada di New World.”

“Ya.”

Han Taek Soo menghela nafas.

‘....Mereka tidak jauh lagi...’

Ini adalah sesuatu yang telah berlangsung selama ribuan atau lebih dari 10.000 tahun.

Ini harus berakhir sekarang.

***

Sebagai kerajaan budaya dan seni, Imperial Academy Breeze terkenal di seluruh benua karena seni, politik, dan akademisinya.

Mungkin itu sebabnya seragam sekolahnya benar-benar mempesona.

Pola emas yang disulam pada jaket putih telah mencapai tingkat seni, jahitan demi jahitan.

“Siapa itu?”

“Apakah ada anak-anak seperti itu?”

“Aku tidak tahu. Hei, tapi mereka sangat tampan!”

“Aku pilih yang sebelah kiri!”

“Hah.”

Orang yang disebut di sebelah kiri, yaitu Choi Han, yang mendengar suara berbisik, tidak bisa menyembunyikan ketidaknyamanannya.

“Hei, kau tidak tahu apa yang kau bicarakan. Yang di sebelah kanan adalah seni sesungguhnya. Tapi kelas berapa mereka? Ini pertama kalinya aku melihat mereka.”

“Apa mereka bilang ada murid pindahan?”

“Aku tidak tahu…”

Padahal, bisikan itu dalam bentuk suara yang sangat kecil sehingga hanya bisa terdengar jika kemampuan fisik seseorang telah berkembang secara maksimal dan pendengarannya sangat baik.

Karena sekarang ada yang sedang  memberi ceramah.

“Keilahian adalah kekuatan yang diberikan Tuhan kepada kita, tetapi juga merupakan kekuatan yang dapat diperoleh dengan membuktikan keyakinan kita.”

Dan seseorang yang di sebelah kanan. Cale dengan tenang bersandar di kursinya, seolah setengah berbaring, dan mendengarkan dengan penuh perhatian perkataan dosen tersebut.

-Manusia, apakah uskup itu seorang pemuka agama??

Cale mengangguk sedikit pada kata-kata yang diucapkan oleh Raon, yang menjadi tidak terlihat, dan menoleh ke Uskup Sherissa, penceramah di podium. Dia memandang pengikutnya  yang kebingungan itu.

“Dengan ini, kami mengakhiri kuliah hari ini.”

Dan ketika perkuliahan berakhir dan waktu tanya jawab berakhir.

Cale berdiri.

Bukan itu saja.

Siswa tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya, dan Cale perlahan maju dari kursi belakang.

Sherissa.

Untuk menjabat tangannya saat dia dikelilingi oleh beberapa siswa dan ditanyai pertanyaan.

‘Apa yang akan terjadi?’

Dewa Kekacauan. Apa yang terjadi jika Cale, yang memiliki kekuatannya, berjabat tangan dengan Sherissa, yang adalah pengikut Dewa Kekacauan?

Apa yang akan terjadi?

Karena quest tersebut dengan jelas menyatakan bahwa Cale dan dia harus berjabat tangan, sepertinya sesuatu akan terjadi.

-Manusia, aku siap melarikan diri kapan saja.

Cale tiba di depan Sherissa dengan persiapan penuh.

“Uskup.”

Dia memanggil Sherissa.

Mata Sherissa menangkap bayangan Cale, seorang siswa berambut pirang dan tersenyum lembut.

Cale - 361 The Worst’s Game

Uskup Sherissa. Makhluk macam apa dia?

‘Hebat.’

Dia adalah orang yang layak mendapat ulasan itu.

Sherissa mengenakan jubah orang awam, dia adalah seorang wanita yang sederhana namun terawat.

<Terlahir dari pasangan musisi keliling, dia kehilangan orang tuanya pada usia dini, tapi dia menjalankan tugas di toko musik tempat dia kenal dan melakukan perbuatan baik untuk anak-anak yang tidak punya tempat lain untuk pergi.>

<Alasannya adalah aku ingin berbagi cahaya yang bisa aku berikan kepada mereka yang tidak bisa menjangkau cahaya matahari dan tetap berada dalam bayang-bayang.>

<Ketika Uskup Dewa Matahari mendengar ini, dia terkesan dan mengulurkan tangannya padanya, dan Sherissa mulai sebagai pendeta peserta pelatihan dan naik ke posisi Uskup.

Sherissa berada di antara usia paruh baya dan usia tua.

Wajahnya penuh kerutan dan bintik-bintik dibandingkan usianya.

Namun, atmosfir yang dia berikan membuatku merasa sakral. Suasananya yang lembut, seolah dia sedang tersenyum meski tidak mengenakan pakaian, mengingatkanku pada sinar matahari.

<Dia tidak menunjukkan gerakan politik apa pun dalam naik jabatan menjadi Uskup.

Meskipun dia tidak memiliki kekuatan suci alami, dia memiliki kekuatan sendiri untuk mengatasinya.

Pengetahuan yang luas tentang berbagai teologi, termasuk pengetahuan mengenai Dewa Matahari.

Apa pun posisi kamu, kamu harus melakukan pekerjaan sukarela setidaknya tiga kali seminggu.

Apakah kamu seorang yang beriman atau tidak, kamu memiliki pola pikir untuk mengulurkan tangan tanpa ragu ketika melihat seseorang membutuhkan.

Dengan semua itu, dia menerima dukungan mutlak dari Kekaisaran Breeze dan penganut Gereja Dewa Matahari dan naik ke posisi Uskup.>

Mungkin dia merasa seperti itu karena jalan hidupnya.

‘Tapi kamu percaya pada kekacauan?’

Ada beberapa siswa di samping Sherissa yang tampaknya adalah pengikut Dewa Matahari, tetapi tampaknya ada juga beberapa yang menghormati kehidupan dan pengetahuannya sendiri.

“Apa yang terjadi?”

Sherissa membuka mulutnya pada Cale, yang meneleponnya dan tidak berkata apa-apa.

Bahkan suaranya pun lembut.

“Suatu kehormatan bertemu denganmu seperti ini.”

Cale merasakan mata para siswa menatap mereka.

Bahkan para profesor akademi tidak tahu siapa Cale.

‘Mereka penasaran.'

Apa yang akan terjadi jika Sherissa dan Cale berpegangan tangan dalam situasi ini?

[Berjabat tangan dengan penganut Chaos (Sherissa)!]

Cale penasaran.

Pada saat itu.

-Manusia. Itu Holy Knight yang kemarin!

Cale merasakan Choi Han, yang berada tepat di belakangnya, tersentak dari belakang.

“Uskup.”

“Oh. Sir Voltien.”

Sir Voltien, Holy Knight dengan peringkat tertinggi, berdiri di depan Choi Han, On, dan Hong.

Dia tiba-tiba muncul di kelas ini.

Awalnya, ada beberapa Holy Knight di kelas ini.

“Astaga! Itu Sir Voltien!”

“Mengapa dia datang?”

“Astaga-”

Meski perkuliahan telah usai, para mahasiswa tidak beranjak pergi, dan suara bisikan pun semakin kencang.

Suara seseorang mencapai telinga Cale.

“Apakah kamu ke sini karena penyerangan beberapa hari yang lalu?”

Kelompok tak dikenal yang menyerang Kuil Dewa Matahari.

Cerita tentang dirinya masih penuh rumor dan belum ada tanggapan resmi dari Gereja Dewa Matahari.

“Aku di sini untuk menjemputmu.”

Saat Sir Voltien mengatakan itu dengan tenang, Sherissa tersenyum.

“Astaga. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan orang tua ini.”

Meski usianya belum setua itu untuk seorang Uskup, Sherissa menyebut dirinya sudah tua.

“Sir Voltien. Bisakah kamu menunggu sebentar?”

“Hmm.”

Tatapan Sherissa beralih ke siswa di sekitarnya. Voltien, melihat mata penuh kebajikan itu, mengangguk.

“Baiklah.”

Lalu dia berdiri satu langkah di belakang Sherissa.

-Manusia, bisakah kalian berjabat tangan?

Sudah jelas.

Cale tidak takut pada Sir Voltien.

Karena dia punya Raon dan Choi Han.

'Dan-'

Tatapan Sherissa kembali ke Cale.

Tanpa melewatkan satu siswa pun.

Melakukan kontak mata dengan setiap murid, mencoba mengajak mereka berdialog.

Itu bagus sekali.

Sangat bagus.

“Uskup.”

Rambut pirang Cale berkilau.

Dan mata biru itu terlipat dengan indah.

“Bolehkah aku meminta untuk menjabat tanganmu?”

Sir Voltien terdiam.

'Kekacauan.'

Voltien merasa gelisah karena orang-orang yang menyerbu Kuil Dewa Matahari baru-baru ini, dengan alasan kekacauan.

Pada acara eksternal pertama Uskup setelah kejadian itu, Sir Voltien meluangkan waktu berkunjung untuk melindunginya. Seorang siswa meminta jabat tangan dalam situasi seperti ini?

'Ini harus dihentikan.'

Meskipun kupikir begitu, Voltien tidak bisa dengan tergesa-gesa menghalangi jalan Sherissa.

“Aku bisa bertemu seseorang yang selalu aku kagumi seperti ini, dan aku ingin meninggalkan setidaknya sedikit kenangan.”

Seorang siswa yang bersuara lembut.

Entah kenapa, dia tidak tampak seperti orang jahat.

Voltien.

Alasan dia bisa naik ke posisi tinggi sebagai Holy Knight dengan peringkat tertinggi, dan alasan dia bisa menjadi kuat, adalah karena keunikannya.

Itu karena ‘rasa’.

Dia memiliki perasaan yang sangat jelas tentang Evils dan Kebaikan.

'Hmm.'

Jadi dia merasa aneh dengan apa yang terjadi beberapa hari yang lalu.

‘...Aku tidak merasakan kejahatan apa pun.’

Berbeda dengan tim khusus kuil yang bereaksi ketika Evils datang, indranya tidak mengaktifkan impuls apa pun. Sir Voltien berpikir ini adalah situasi yang lebih berbahaya.

“Itu…”

Voltien melakukan kontak mata dengan Uskup Sherissa.

“Tidak apa-apa.”

Dan siswa itu menatap mata Voltien dan dengan hati-hati menundukkan kepalanya.

“Tidak ada senjata.”

Bukannya dia sudah mempelajari sihir apa pun.

“Hmm.”

Udara di sekitarnya juga stabil.

'…..?’

Lalu tiba-tiba muncul sensasi aneh.

Voltien melakukan kontak mata dengan seorang siswa laki-laki.

Seorang anak laki-laki dengan rambut merah.

Dia sedikit menghindari tatapan Voltien, tapi Voltien tidak melewatkan sorot matanya yang mengamatinya beberapa saat yang lalu.

'Tidak ada Evils.'

Tapi tidak ada racun dalam dirinya juga..

Voltien tidak merasakan apa-apa selain kewaspadaan dia terhadapnya,,

'Apa ini?'

Meski Voltien sempat ragu.

“Terima kasih atas ceramahnya yang luar biasa.”

“Terima kasih telah mendengarkanku seperti ini. Aku harap ini adalah saat yang bermakna.”

Siswa laki-laki berambut pirang dan Uskup Sherissa berjabat tangan.

Uskup Sherissa memegang tangan siswa laki-laki yang mengulurkan tangan terlebih dahulu.

Cale menatap tangan itu.

‘Aku gemetar.’

Kata-kata itu melintas di benaknya.

Sebaliknya, Cale memikirkan keahliannya sendiri.

[Skill: Chaotic Terror (Disabled)]

Jika kamu mengikuti jalan untuk menggunakan kekuatan ini, kamu akan bertemu dengan seorang Saint.

Paling tidak, itu akan memberiku cara untuk menyelamatkan Choi Jeong Gun.

Itu adalah tujuan terbesarnya.

“Uskup, ini suatu kehormatan.”

Tangan Cale dan Sherissa bersentuhan.

Ini akan menjadi pemandangan yang mengharukan bagi siapa pun untuk melihatnya.

“!!!!!”

Tapi Cale membuka matanya lebar-lebar.

[Subquest selesai!]

Dengan kata-kata itu, sebuah jendela tembus pandang muncul.

Tapi jendela itu-

'Merah?'

Warnanya merah.

Tring-!

Suara peringatan singkat namun kuat hanya sampai ke telinga Cale.

Quest selanjutnya segera muncul.

[Lihat seperti apa Kuil Suci Dewa Kekacauan dalam ingatan pengikut Dewa Kekacauan!]

‘Apa?’

[*Untuk melanjutkan misi, skill akan diaktifkan sementara!]

‘Eh?

Chaotic Terror diaktifkan sebentar?’

[*Rasakan keterampilannya!]

Tunggu.

Apakah ini seperti pratinjau keterampilan?

Tidak, bagaimana jadinya jika Cale melakukannya sekarang?

'Brengsek!'

Cale merasakan hawa dingin merambat di punggungnya.

Sebentar lagi.

Dalam momen berjabat tangan singkat itu, yang hanya berlangsung beberapa detik, Cale merasakan aliran pikiran sistemik   yang terlintas di benaknya pada saat yang bersamaan.

'Ini adalah masalah besar.'

Tapi Cale tidak bisa menyerah pada Quest di sini.

Karena Quest meminta melihat Kuil Suci.

‘Tapi seperti apa Kuil Suci dalam ingatan pengikut Dewa Kekacauan?’

Bagaimana cara Cale bisa melihatnya?

Cale tidak perlu bertanya.

[Menggunakan 'Skill: Chaotic Terror (Legendary)'].

[*Ini adalah keterampilan jangkauan luas, tapi kali ini, demi kemajuan misi, itu hanya berlaku untuk target Sherissa.]

Dengan itu.

“Keuuk!”

Uskup Sherissa mengerang aneh dan gemetar,

Ugh--

Energi abu-abu muncul darinya.

-Manusia! Kenapa kamu tiba-tiba membuat kekacauan seperti itu?

Ya. Ini jelas akan memunculkan kekacauan.

“Uskup!”

Saat ketika Sir Voltien lari karena terkejut.

Clang!

Choi Han menghentikannya.

“Ini!”

Voltien melihat belati kecil menghalangi pedang yang dia tarik dengan tergesa-gesa.

Choi Han memblokir pedang besar Sir Voltien hanya dengan belati kecil itu.

“Argh!”

“Sir, Uskup!”

“Gila!”

Pemandangan yang terjadi kemudian membuat Voltien lupa untuk menyerang.

Saat ketika siswa berteriak.

Ttuk.

Uskup Sherissa berlutut.

“Ah-”

Dan Sherissa berseru.

Asap abu-abu menutupi dirinya.

“Kekacauan!”

Wajahnya jelas dipenuhi kegembiraan.

Meskipun dia jelas-jelas gemetar ketakutan, wajahnya menunjukkan kegembiraan terbesar yang bisa dia ungkapkan.

“Us, Uskup?”

Voltien merasa gugup.

Dan Cale juga merasa gugup.

“Ah, perasaan kengeriannya, dominasinya, ketidakberdayaannya…!”

Sherissa berlutut dan memegang erat tangan Cale dengan kedua tangannya.

Dan dia terus menitikkan air mata. Dan itu dipenuhi dengan kegembiraan.

“Kekacauan..”

Dia sedang melihat aura abu-abu di sekitar Cale.

Dan Cale dengan hampa membaca jendela deskripsi skill yang baru dibuka.

[Jika kamu yang menggunakan Chaotic Terror pada target yang ternyata dia adalah pengikut Dewa Kekacauan, ada kemungkinan tertentu (30%) kamu bisa menipu dan mendominasi lawan.]

[Probabilitas bervariasi tergantung pada kemahiran keterampilan.]

[Penguasaan Skill saat ini: F (tetapi untuk sementara naik ke A untuk perkembangan quest)]

Waahh.’

[Jika kamu membuat lawanmu ketakutan, kamu dapat membaca sebagian ingatannya dengan menatap matanya.]

Cale menatap mata Sherissa tanpa menyadarinya.

Keduanya saling memandang.

[Baca ingatannya.]

[*Ini hanya pratinjau, jadi hanya kenangan terkait Quest yang ditampilkan.]

‘….Ada banyak penekanan pada kata ‘Quest’.’

Saat Cale memikirkan itu.

Itu hanya sesaat.

Sungguh, itu hanya berlangsung beberapa detik saja.

“Uh!”

Seluruh tubuh Cale bergetar seperti tersambar petir.

Kulitnya yang tadinya pucat menjadi putih dalam sekejap.

-Manusia.

“Ra, tidak, Cho, temanku!”

Choi Han terkejut dan mendekati Cale.

Lingkungan sekitar menjadi lebih kacau.

Seharusnya seperti itu.

Saat ketika Cale jatuh ke belakang.

“Kekacauan akan menciptakan dunia baru…!”

Sherissa berdiri dan menatap ke langit.

Energi abu-abu yang mengelilinginya menjadi lebih kuat.

Di sisi lain-

“Uh!”

Cale gemetar dan kulitnya semakin memburuk.

Flap flap.

Jubah pendeta lebar Sherissa berkibar liar.

Energi di sekelilingnya menjadi lebih kuat.

“!!!”

Kekuatan yang begitu kuat hingga membuat Voltien merinding.

Di matanya, dia bisa melihat tangan siswa yang masih dipegangnya.

'Oh, tidak, ini~'

Pada awalnya, Voltien berpikir sesuatu telah terjadi pada Uskup karena siswa tersebut.

Namun-

‘Bukankah dia akan mati??'

Anak laki-laki itu tampak seolah-olah hidupnya sedang dicabut darinya.

Matanya terpejam dan tubuhnya putih dan lelah.

Dia terlihat sedikit ceroboh sebelumnya, tapi sekarang dia terlihat seperti dalam masalah.

Bangg!!

Pada saat itu.

“!”

Choi Han, siswa laki-laki yang menghalangiku, mengayunkan belati.

Lalu dia melangkah mundur.

Voltien mengayunkan pedangnya saat dia tampak menuju ke arah temannya.

Tang.

Choi Han melemparkan belati ke arah Voltien.

Dia kemudian menoleh ke arah Cale, yang menahannya~

'Aku tidak punya pedang'

Choi Han seharusnya mengayunkan pedang, tapi dia meninggalkannya karena dia mengenakan seragam sekolah.

Tapi bukan berarti dia takut.

Cale merogoh saku subruang di tangannya.

Ada pedang di dalam dirinya yang biasa dia bawa, selain pedang yang diberikan Cale padanya.

Karena pemilik pedang ini bukanlah dia.

Choi Han buru-buru mengayunkan pedangnya.

Tang!

Choi Han, anak sekolah yang telah menghalangi Voltien, menggunakan pedangnya untuk melawanUskup Sherissa.

“Uh!”

Alih-alih mengiris tangannya, pedang itu malah memotong ujung jubahnya.

Tangannya dan tangan Cale terlepas.

“!”

Choi Han terkejut dan menopang Cale.

-Manusia, manusia! Apakah aku harus mematikan tembus pandang aku? Haruskah kita berteleportasi?

Raon sangat gugup.

“Ti, tidak apa-apa-”

Cale nyaris tidak mengatakan itu.

Sebuah kenangan membanjiri pikirannya.

Selain itu, jendela pesan muncul.

[Seorang pengikut yang sepenuhnya didominasi oleh rasa takut akan kekacauan bergerak sesuai dengan tujuan atau misi utamanya.]

‘Apa.

Brengsek.

Apa yang terjadi?’

Cale terguncang oleh kenangan yang datang kembali, tanpa kekuatan untuk membantah.

“Uskup!”

Dan Voltien mendekati Uskup Sherissa. Para siswa laki-laki juga khawatir, tetapi Uskuplah yang lebih dulu. Pada saat itu, Uskup menegang.

“Hah!”

Voltien terkejut dan mengulurkan tangannya untuk menopangnya.

Lalu berhenti.

“!!!”

Saat Voltien menyentuh warna abu-abu itu,

‘Evils.'

Itu adalah pemikiran pertama Voltien.

Tapi Uskup, yang terhuyung-huyung, berdiri diam dan memandang Voltien.

“Hehehe!”

Dan kemudian Voltien melakukan kontak mata dengan Uskup yang tersenyum aneh itu.

Matanya abu-abu.

Padahal awalnya matanya berwarna hijau.

Mata yang mengingatkan Voltien pada dedaunan segar berubah menjadi mata yang lembut. Dan Uskup Sherissa melambaikan tangannya.

“!”

Tepatnya, dia memegang pedang yang terbuat dari energi abu-abu dan mengayunkannya. Menuju jantung Voltien.

Quang!

Suara keras terdengar.

Voltien nyaris tidak berhasil memblokir serangan itu.

Dia merasakan hawa dingin di punggungnya.

Uskup Sherissa.

Dia belum pernah belajar seni bela diri atau ketrampilan fisik apa pun, apalagi pedang.

Namun Sherissa, yang kini berada di depannya, menyerang Voltien dengan sangat terampil.

'Siapa dia?'

Siapa wanita di depan Voltien ini?

Voltien ragu.

Pada saat itu.

“Aku akan, aku akan membunuhnya!”

Tubuh Sherissa berubah.

Pembuluh darah abu-abu muncul di kulitnya, dan seluruh tubuhnya mulai berubah menjadi abu-abu.

Tuddle, tuddle, tuddle.

Pada saat yang sama, ukuran tubuhnya bertambah.

Quest milik Sherissa adalah untuk mencegah Gereja Dewa Matahari mengganggu Gereja Dewa Kekacauan.

Sir Voltien.

Holy Knight terbaik adalah karakter eliminator yang sempurna untuk tugas yang ada.

“Hmm.”

Voltien menelan air liurnya tanpa menyadarinya.

Dia meludahkannya seperti sedang mengunyahnya.

“Evils-nya kelihatan jelas.”

Uskup Sherissa terlihat seperti itu sekarang.

Seluruh tubuhnya, perasaan yang diberikan kepadanya sebagai seorang Holy Knight, memberitahunya bahwa lawannya adalah Evils.

Dan di atas bahunya..

“......”

Voltien melakukan kontak mata dengan anak laki-laki yang memeluk temannya dan mengawasi Voltien dengan waspada.

“Hhhaa.”

Voltien menghela nafas dan memunggungi siswa laki-laki itu.

Ada sejumlah siswa di sana, dan mereka buru-buru lari dari kelas melalui pintu belakang.

“!”

Mata Choi Han membelalak.

Sepertinya Voltien melawan Sherissa untuk mengulur waktu bagi para siswa untuk melarikan diri. Di satu sisi, sepertinya dia mencoba menyelamatkan Cale dan Choi Han, dan menunjukkan punggungnya kepada mereka.

'Apa?'

Choi Han sempat ragu, tapi itu adalah tindakan wajar bagi Voltien.

“Aku tidak tahu siapa kamu. Identitas teman dekatmu juga dipertanyakan.”

Choi Han melihat punggung lebar Voltien saat dia memblokir Sherissa. Dia jelas tidak mengenali Choi Han, yang terakhir kali menyerbu kuil.

Suara Voltien mencapai Choi Han.

“Satu, aku harus melindungimu, karena kehendak matahari ada di dalamnya.”

‘Ah.’

Pada saat itu, Choi Han melihat pedang yang terhunus di tangannya.

Pedang Matahari.

Sebelum menyerahkannya kepada Alberu, saat ini  tugas Choi Han untuk menyimpannya.

Inilah alasan mengapa Voltien memutuskan untuk melindungi Choi Han dan Cale.

Cale - 362 The Worst Game

“Ugh-”

Choi Han kaget dan menunduk.

Cale masih pucat dan sedikit gemetar.

-Choi Han! Mengapa manusia kita seperti itu?

Suara Raon terdengar.

Baaaang!

Suara keras mengikuti dan menusuk telinga Choi Han.

Saya mendongak dan melihat Sir Voltien berkelahi dengan Uskup Sherissa.

Baaaang!

Pertarungan mereka begitu hebat sehingga Holy Knight lain tidak bisa melakukan intervensi di ruang kelas yang sudah kosong karena siswa sudah dievakuasi keluar ruangan.

“Matilah, kamu budak Dewa Matahari!”

Dan mendengar kata-kata yang diucapkan Uskup Sherissa, wajah para pendeta dan Holy Knight yang mengikutinya menjadi pucat.

“…Aku tidak bisa melihatnya.”

Sir Voltien berbicara dengan suara tenang dan mengangkat pedang besarnya tinggi-tinggi.

“Momen yang dipenuhi cahaya matahari.”

Nguuung,

Pedangnya bergetar.

Saat pedang itu berubah menjadi,

“Panas yang akan membakar segalanya akan tetap ada.”

Nguuung!

Energi emas melonjak ke dalam pedang putih.

“Kkkkkk. Lucu sekali kamu menyebut cahaya sebagai sesuatu yang begitu sepele sehingga kamu tidak bisa melihat dalam kegelapan!”

Uskup Sherissa, yang gemetar hebat, terus tertawa.

Oongg-

Saat dia mengencangkan tangannya, lebih banyak energi abu-abu berkumpul di dalam dirinya dan pedangnya bertambah panjang.

“…….”

"Matilah!"

Voltien tetap diam, dan Sherissa berkata kasar padanya.

Baang!

Keduanya bentrok lagi.

Suara keras, berbeda dari sebelumnya, terdengar dan mengguncang seluruh kelas.

Coong-.

Lantai kelas ambruk, dimulai dari tempat kedua orang itu bertabrakan.

Crack -

Dinding kelas retak akibat benturan tersebut.

“Evakuasi para pendeta!”

“Angkat perisaimu!”

“Bukalah perisai suci.”

Beberapa ksatria sibuk bergerak.

Salah satu dari mereka, seorang ksatria, buru-buru membentangkan perisai pelindungnya dan mendekati Choi Han.

“!!!”

Tapi dia berhenti.

“Ugh-“

Cale terbaring di lantai sambil gemetar dan Choi Han membantunya.

Perisai pelindung berwarna putih tercipta di sekeliling kedua orang tersebut.

-Choi Han, jangan khawatir! Aku melindungi kalian!

Itu adalah perisai Raon.

- Manusia bilang kau tidak boleh menggunakan kekuatanmu, Choi Han! Jangan gunakan kekuatan penuhmu hari ini!!

‘Aura Hitam. Jangan tunjukkan kekuatanmu.’

Raon-lah yang mengingat instruksi Cale.

"....Baiklah.."

Choi Han dengan rela menerima kekhawatiran Raon.

“Uh, uh~”

Sebaliknya, Choi Han melihat ke arah Cale.

Kulit Cale menjadi lebih baik sedikit demi sedikit dibandingkan sebelumnya.

Namun, cemberut di wajahnya, seolah ada sesuatu yang mengganggunya, adalah kekesalan..

'Hah?'

Kekesalan muncul di wajah Cale.

Saat itu, Choi Han merasa rileks tanpa menyadarinya.

- Choi Han! Manusia, kau tampaknya baik-baik saja! Ekspresimu menjadi hidup!!

Itulah maksud Choi Han.

Bahu Choi Han, yang akan menjawab kalimat Raon tanpa dia sadari, tersentak.

Choi Han mengangkat kepalanya.

Zrrtt!

“Uh!”

Pedang Voltien tertancap di perut Sherissa.

Meskipun keterampilan ilmu pedang sang Uskup cukup unggul, mereka tidak bisa dibandingkan dengan Voltien, Holy Knight tertinggi Dewa Matahari.

Drip!

Darah mengalir dari mulut Sherissa.

"!"

Choi Han terkejut melihat darah itu.

Ini karena cairan berwarna abu-abu bercampur dengan darah.

Pemandangan yang aneh.

“Ugh… uh, uh-”

Pada saat itu.

“Keok, temanku!”

Cale nyaris tidak membuka mulutnya dan perlahan membuka matanya.

Saat Choi Han menatapnya dengan heran.

“Uskup Sherissa. Ayo pergi ke kuil dan dengarkan detailnya.”

Voltien berbicara dengan tegas.

“Tentu saja, jika kamu bergerak sedikit saja, hidupmu akan berakhir.”

Peringatan dingin itu hanya terasa tulus.

Tapi Choi Han tidak menyadarinya.

Dia hanya buru-buru menatap Cale.

"Ha ha ha!"

Saat itu, Sherissa tertawa terbahak-bahak.

Drip, drip.

Meski darah mengalir di sudut mulutnya, dia tampak bahagia.

“Ini akhirnya menjadi awal dari masa kekacauan ini.”

Dengan kata-kata itu, tangannya bergerak.

Dengan kata-kata itu, tangannya bergerak.

“Ya Tuhan, Uskup!”

Mata Voltien membelalak.

Tangan Sherissa meraih pedang Voltien.

Itu adalah pedang yang tertancap di perutnya.

Zrrrt-

Sebuah tangan yang tertutup asap abu-abu meraih pedang, dan telapak tangannya terbakar.

Panas keemasan membakar tangannya.

“!!!”

Voltien buru-buru mencoba mencabut pedangnya.

Zrrrttt!

Sherissa menusuk pedangnya lebih dalam ke dalam tubuhnya.

Dan itu membuatnya menembus lebih dalam ke perutnya.

"!"

Sir Voltien segera menyadari situasinya dari pengalaman masa lalunya. Dia buru-buru melepaskan tangannya dari pedangnya.

Meskipun itu adalah pedang yang berharga.

Shhaaaaa.

“Sudah terlambat! Awal dari kekacauan, akan dimulai dari hamba yang bodoh ini."

Misi miliknya tidak lebih berharga dari nyawanya sendiri.

Crack.

Pembuluh darah abu-abu di tubuh Sherissa retak.

Ya, tubuhnya terbelah.

Dalam waktu yang sangat singkat,

Saat Voltien melihat pada penghuni ruangan, dia membuka mulutnya.

“Semua orang menghindar!”

Namun kata-kata itu pun tidak dapat dipraktikkan.

Karena ledakannya lebih cepat.

Baaaaang---

Tubuh Sherissa meledak.

Asap abu-abu dan cairan mulai menyebar ke segala arah.

Melihat energi itu saja sudah berbahaya.

Namun Voltien tidak bisa buru-buru lari dari energi itu.

'Di belakang!'

Masih ada dua siswa laki-laki di belakangnya.

Voltien melihat perisai mengelilingi mereka, tapi-

‘Tidak bisa.'

Energi abu-abu itu tidak bisa dihentikan dengan perisai seperti itu.

Sesuatu yang menakutkan sekaligus memicu ketakutan mendasar. Hal yang tidak dapat diidentifikasikan itu adalah kekacauan itu sendiri.

‘Tidak.'

Bisakah Voltien, Holy Knight, dan pendeta lainnya menghindari kekuatan ini?

Yang terburuk dari semuanya-

Bagaimana jika kekuatan ini menyebar ke luar kelas?

"Brengsek!"

Voltien menyimpulkan.

Dia melompat menuju Sherissa yang meledak.

Biarkan dia mengelilingi dirinya dengan energi dan cairan abu-abu itu.

Menghentikannya bagaimanapun caranya.

“Panasnya matahari!”

Dengan emas yang terbakar,

Mari kita blokir dengan kekuatan sucinya ini.

Voltien bertindak sesuai dengan keyakinannya.

“!!!”

Tapi dia tidak bisa.

"Hah!"

Sherissa meledak.

Di antara tubuhnya yang retak, di antara energi abu-abu-

'Mata!!'

Voltien melihat mata menatapnya.

Mata itu seperti-

‘Ya. Dewa-'

Itu mengingatkan Voltien pada makhluk absolut itu.

Saat Voltien pertama kali menerima kekuatan Dewa Matahari,

Kekuatan mutlak yang tidak diketahui itu yang memaksak Voltien menundukkan kepalanya di hadapan cahaya cemerlang itu.

Kekuatan itu kini menatap Voltien.

Namun tidak seperti Dewa Matahari, kekuatan ini membuatnya tercekik.

Seluruh tubuh Voltien menegang.

Itu adalah sebuah tanda.

Itu mengingatkan Voltien pada burung pemangsa.

Itu adalah ketakutan.

Tidak, apakah ini benar-benar ketakutan?

Voltien tidak bisa membedakannya.

Saat Voltien bertemu mata itu, segalanya menjadi tidak jelas. Benar-benar kekacauan.

Pada saat itu.

“!!!”

Voltien memperhatikan sesuatu selain mata itu.

'Perak?'

Garis perak muncul di depan Voltien.

Namun, saat Voltien menyadarinya, tubuhnya yang kaku menjadi rileks. Ketakutannya telah berkurang.

'Apa?'

Sebelum Voltien dapat bertanya lebih lanjut, Voltien merasakan suatu kekuatan menarik dia ke belakang.

Choi Han, seorang siswa laki-laki berambut merah, sedang menariknya.

"Apa-"

Bahkan sebelum Voltien bertanya apa yang Choi Han lakukan,

Baaaaang-----!

Sherissa akhirnya meledak,

Alih-alih Sherissa dan asap abu-abu, Voltien melihat sesuatu yang lain.

Shaaaah-

Voltien melihat sepasang sayap besar disertai hembusan angin.

Sayap perak melingkari Sherissa yang meledak.

"Ah."

Dan ada perisai di tengah sayap. Perisai dan sayap perak memeluk Sherissa.

‘Cantik.’

Kekuatan itu jelas sangat cantik bagi Voltien.

Itu mirip dengan saat Voltien pertama kali merasakan kehangatan Dewa Matahari, tapi perasaan menyegarkan yang berbeda menyelimuti dirinya.

Pohon.

Ya, baunya seperti pohon.

Voltien bisa merasakan aroma hutan.

“Uh!”

Saat itu, Voltien mendengar erangan seseorang di belakangnya.

Voltien melihat seorang pria yang memiliki rambut pirang. Tangan terulur dari siswa laki-laki tadi hampir pingsan itu menunjuk ke arah perisai.

Voltien bisa melihat garis perak memanjang dari tangan dan menyentuh perisai.

Perisai itu dibuat oleh siswa laki-laki ini.

Dan anak laki-laki itu berdarah.

[Sebuah keterampilan telah lahir!]

[Skill: Unbreakable Shield (Grade: EX, tidak dapat ditentukan)]

Cale menarik napas dalam-dalam.

-Manusia, aku juga punya perisai yang melilit perisai milikmu! Untuk berjaga-jaga, aku membuat total 5 lapisan!

Raon dan Cale membuat perisai bersama untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

Alhasil, dampak ledakan Sherissa mereda.

Coung. Bum.

Namun ledakan yang terjadi cukup besar sehingga menyebabkan ruang kuliah berguncang dan retakan pada dinding semakin parah.

-Tetap saja, ini tidak seberapa dibandingkan dengan Raja Naga Neo!

Benar.

Bagi Cale dan Raon yang lebih kuat, ledakan seperti yang terjadi pada Uskup Sherissa bukanlah apa-apa.

-Tapi, manusia.

Suara Raon menjadi serius.

-Kenapa kamu berdarah? Bukankah ini sama dengan makan sup dingin?

Benar.

Namun, Cale mengeluarkan banyak darah.

[Menemukan efek samping dari skill ini!]

Itu dijelaskan dalam deskripis skill.

[Efek Samping: Muntah]

[*Efek sampingnya bisa dikurangi dengan meningkatkan kemampuanmu].

[Kemahiran saat ini: 0]

[*Peringatan: meskipun kamu meningkatkan kemampuanmu, efek samping kemungkinan besar akan terjadi tergantung pada seberapa besar kekuatan yang kamu gunakan]

Permainan sialan ini.

[ Hmm. Rasanya seperti kita kembali ke awal, bukan? ]

Super Rock berbicara dengan canggung.

[ Tapi tubuhmu baik-baik saja. ]

Setelah itu, si tua cengeng juga berbicara dengan ceria.

Sesuai dengan perkataannya, Cale memang muntah darah, tapi tubuhnya baik-baik saja.

Tapi Cale tidak punya waktu untuk bereaksi terhadap kata-kata mereka.

[Berjabat tangan dengan penganut Chaos (Sherissa)!]

Setelah menyelesaikan misi itu, misi berikutnya muncul.

[Pergi ke tempat Sherisa, penganut kekacauan, pertama kali menghadapi kekacauan.]

Cale melihat tempat itu dalam ingatan Sherissa.

Sungguh pemandangan yang menjijikkan dan mengerikan.

Misi tersebut juga dengan jelas menyatakan lokasinya.

Salah satu dari Tiga Kekuatan Besar.

Tempat lain setelah Kekaisaran Timur dan Barat.

"....Lan."

Kerajaan Lan, yang dijuluki Tanah Meditasi.

Berbeda dengan Kekaisaran Barat.

Jika Cale harus menyebutkan tempat serupa yang pernah dikunjungi Cale, tempat yang mirip dengan Kejaraan Lan adalah -

‘Murim’

Tempat itu mirip dengan Murim.

Dan saat Cale memastikan tempat yang harus dia kunjungi di Kerajaan Lan, dia berfikir.

'Haruskah aku memanggil Heavenly Demon?'

Tapi pikiran Cale tidak bisa berlanjut.

Shaaah--

Perisai perak menghilang bersama hembusan angin.

Dan yang tersisa di tempatnya hanyalah segenggam cairan berwarna abu-abu.

Tuk. Tuk.

Saat cairan itu jatuh ke lantai kelas, cairan itu meresap ke dalam dan menelan lingkungan sekitar.

'Kontaminasi kekacauan.'

Fenomena serupa terjadi pada tubuh Choi Jung Gun.

Cale tidak punya waktu untuk memeriksanya dengan benar.

"Siapa kamu?"

Sir Voltien mendekati Cale dan Choi Han.

Sebelum dia menyadarinya, dia berbicara dengan hormat kepada kedua orang itu.

“Bagaimana bisa salah satu dari kalian memegang pedang yang dipenuhi kekuatan matahari?”

Choi Han.

“Yang satu lagi menyimpan kekuatan suci yang tidak diketahui?”

Cale.

Saat dia berbicara sambil melihat ke setiap orang.

Cale yang melakukan kontak mata untuk terakhir kalinya, membuka mulutnya saat merasakan keributan di sekitarnya.

Sangat kecil sehingga hanya Voltien di dekatnya yang dapat mendengarnya.

"Evils."

‘Apa?’

Ketika pertanyaan ketidakpercayaan muncul di mata Voltien,

“Atau mungkin juga Baik.”

Cale mengatakan itu dan tersenyum.

“Kami hanya memerangi mereka yang ingin menghancurkan dunia ini.”

Voltien mendekati Cale.

Seorang pria dengan noda darah bening di kulit pucatnya.

"Apa-"

Apa maksudmu?

Voltien ingin bertanya demikian.

“!!!”

Tapi Cale mengangkat tangannya dan menghalangi pendekatannya.

Dia telah menyelamatkan Voltien, tidak, dia berdarah saat menyelamatkan semua orang dari ledakan Sherissa.

Voltien satu-satunya orang di tempat ini yang melihat orang sakit itu.

“Aku milik Evils.”

Tubuh Voltien menegang mendengar kata-kata Cale.

‘Hah?'

Dia tidak dapat mempercayainya.

Entah kenapa, Voltien tidak bisa mengalihkan pandangannya dari mulut Cale yang berlumuran darah, yang tersenyum tak berdaya.

“Sir Voltien. Kamu dan kami tidak bisa berbaur.”

Benar.

Jika mereka berasal dari Evils, mereka tidak dapat berbaur dengan mudah.

“Jadi jangan mendekat.”

Apa yang dikatakan siswa laki-laki itu benar.

Tapi naluri Voltine mengatakan sebaliknya.

“Kita sudah saling menyelamatkan satu sama lain hari ini, jadi mari kita tinggalkan saja.”

Pria pirang sambil tersenyum itu berdiri.

Choi Han menopang tubuh Cale.

-Manusia. Waktunya teleportasi?

Oongg...

Segera, sebuah kamp teleportasi dibuat dengan cahaya hitam.

Cale membungkuk kepada Sir Voltien.

“Selamat tinggal.”

Sebab, Cale sudah tidak perlu terlibat lagi dengan Sir Voltien, dan Cale juga tidak ingin terlibat.

Dia hanyalah sebagai pejalan kaki hari ini.

Tapi Voltien tidak berpikir seperti itu.

Holy Knight.

Hidup sebagai orang yang layak mendapatkan posisi itu, Voltien menyadari bahwa dia kini berdiri di persimpangan jalan yang sangat penting.

"Sebentar…."

Voltien segera membuka mulutnya.

“Tolong beritahu aku alasan mengapa hal ini hari ini bisa terjadi.”

Uskup Agung Sherissa.

Voltien perlu mengetahui kebenaran tentang apa yang terjadi hari ini melalui dia.

Namun orang yang menyebut dirinya Evils bukanlah orang yang memberikan jawaban mudah.

"Kekacauan."

Saat Cale mengucapkan kata-kata itu, Cale memperingatkan Voltien dengan wajah serius.

“Waspadalah terhadap kekacauan, dan temukanlah.”

Kekacauan,

Makhluk ini telah menyiksa Voltien selama beberapa hari.

Cale berpikir sambil melihat ke arah Voltien.

‘Ya.'

Voltien, Cale tidak tahu bagaimana dia akan bertemu orang ini nanti.

Pertama, mari Cale masukkan groundbaitnya.

(tl/n : groundbait itu semacam orang-orang yang sengaja membuat provokasi hanya untuk memancing respon.)

“Aku yakin kamu akan memberi aku jawaban yang sama.”

Cale memberitahunya.

“Kemudian kita akan bersama-sama melindungi rumah kita.”

Voltien tidak bisa bereaksi terhadap kata-kata penuh arti dari pria itu.

“Di mana pun kita berada.”

Di mana pun kita berada, kita akan bersama-sama melindungi rumah kita.

“………”

Voltien tidak bisa berkata apa-apa.

Karena Voltien tidak bisa bersama Evils.

Dan seolah Cale memahami Voltien, pria pirang itu tersenyum lembut dan melambaikan tangannya sedikit.

“Sampai jumpa, kalau begitu. Aku berharap bisa bertemu denganmu suatu hari nanti.”

Paaaaat!

Kedua pria itu menghilang di depan Voltien.

"Kapten! Bisakah aku mengirimkan laporan seperti ini? Mereka Evils. Bukankah kita harus menyelidikinya?”

Seorang Holy Knight yang sedang menonton buru-buru mendekat dan membuka mulutnya.

Voltien masih tidak bisa berkata apa-apa.

Voltien hanya melihat ke tempat Cale menghilang dan membuka mulutnya.

“Nyawamu telah diselamatkan.”

“Hmm.”

Voltien berbicara dengan lembut bahkan tanpa melihat ke arah bawahan yang menelan air liurnya.

Jika Voltien harus mencari kekacauan, matahari pasti akan memberikan jawabannya.

Ya.

Jika Voltien melakukan itu, pada akhirnya Voltien akan melihat jalannya.

Dan Voltien yakin.

“Kurasa aku akan menemuimu lagi.”

Kedua pria itu.

Voltien pikir dia akan segera menemui mereka.

Intuisinya cukup akurat.

‘Dan aku harus melihat Gereja Dewa Matahari.’

Identitas pedang yang dipenuhi kekuatan matahari-

Memiliki arti sesuatu.

'Sesuatu sedang terjadi yang mana aku tidak mengetahuinya.'

Mata Sir Voltien tenggelam dalam-dalam.

Tapi cahaya di mata itu jelas dan terang.

***

“Panggil Heavenly Demon.”

“Heavenly Demon?”

"Ya."

Cale berencana untuk langsung pergi ke Kerajaan Lan Utara untuk melanjutkan misi berikutnya.

Saat itu, Raon ikut mengobrol.

"Manusia. Bukankah itu dekat dengan tempat tujuan Putra Mahkota?”

"Ya."

Choi Han membuka mulutnya.

“Kalau begitu aku akan menyerahkan pedang matahari ini padanya sekalian.”

"Ya."

Cale memutuskan bahwa dia harus pergi ke Kerajaan Lan dan bertemu Heavenly Demon dan Alberu.

Cale - 363 The Best in the World

Sebelum melakukan perjalanan ke utara ke Kerajaan Lan.

Cale kembali ke kastil tempat mantan Raja Naga Neo tinggal, pusat 7th Evils, untuk menyambut Heavenly Demon.

Rattle.

Tingkat pemulihan 69%.

Begitulah kondisi Eden Miru.

“……….”

“Apakah kamu ingin menggendongnya?”

Ketika Cale dengan lembut mengulurkan telur yang dibungkus kain gendongan, orang lainnya berhenti.

“Oh tidak.”

Akhirnya, ia menoleh.

“Manusia, kalau begitu aku ingin memeluknya!!”

Raon tiba-tiba terbang, menukik turun ke bawah, mengambil telur itu, dan menghilang.

Hong mengikuti di belakangnya, dan On menghela nafas, mengangguk ke Cale seolah menyuruhnya untuk tidak khawatir, dan berjalan ke arah menghilangnya Hong dan Raon.

“……”

Orang lain, yaitu Paus Kesillia, yang melihat Raon dengan intens yang menghilang dan telur di pelukannya, tertawa terbahak-bahak saat dia melakukan kontak mata dengan Cale.

“Wah, itu aneh.”

Cale tidak repot-repot bertanya apa maksud kata-kata itu.

Sebaliknya, Cale mengajukan pertanyaan berbeda.

“Bagaimana rasanya menjadi seorang NPC?”

Uskup ke-3 Horns di sebelah Kesillia berhenti.

Dia masih seorang Semi-NPC dan bisa bolak-balik antara Aipotu dan New World, tapi sekarang Kesillia telah menjadi seorang NPC dengan kehidupan di New World..

“Ini tidak buruk.”

Untungnya, ekspresi Kesillia tidak buruk.

Kesillia menatap tangannya.

“Penghancuran tubuhku telah berhenti.”

Sisik naga itu masih ada di punggung tangannya.

“Dan rasa sakitnya berkurang 1/100.”

Dia mengangkat bahunya.

“Jendela status tidak menunjukkan berapa lama waktu yang tersisa, dan aku tidak bisa menilai berapa lama waktu yang tersisa dalam kondisi seperti ini, tapi-”

Tetapi?

Tatapan Cale beralih ke matanya.

Kesillia tampak lega.

“Setidaknya aku merasa punya waktu untuk hidup bebas sebagai diri aku sendiri dan sebagai aku.”

Pada saat itu, senyuman tipis muncul di wajah Uskup ke-3.

Sedikit kegembiraan terlihat samar-samar melalui kesedihan yang Horns rasakan saat memandang Kesillia.

Bukan Paus, bukan Mixed Blood Dragon.

Kesillia.

Waktu yang bisa hidup dengan dirinya sendiri.

“Jadi, sekarang aku ingin berbicara tentang pekerjaan.”

Ketika Paus keluar lebih dulu, Cale menjadi lebih mudah untuk berbicara.

“Silakan pergi ke Breeze.”

“Jika itu Breeze, itu adalah Kekaisaran Barat, kan? Salah satu dari Tiga Kekuatan Besar?”

“Kamu benar. Kamu bisa pergi ke ibu kotanya, Ane.”

“Apa yang bisa aku lakukan di sana?”

Paus yang menanyakan pertanyaan itu berhenti sejenak.

Karena senyum nyengir Cale terlihat sangat bahagia.

“Paus.”

“Tolong panggil aku Kesillia sekarang.”

Jabatan Paus dialihkan kepada Uskup.

“Ya, Nona Kesillia. Mulai sekarang, kamu adalah salah satu penjaga Kerajaan Kegelapan.”

“...Kegelapan?”

“Ya. Ini adalah tempat yang melawan ‘ARM’, kekuatan dari Dewa Kekacauan, dan melindungi bagian belakang New World dari bayang-bayang.”

“Hoo.”

Ketertarikan mulai terlihat di mata Kesillia.

Namun, para pupilnya terguncang mendengar kata-kata Cale selanjutnya.

“Sekadar informasi, ‘ARM’ juga merupakan organisasi yang aku buat.”

“……!!”

Setelah itu, Cale menjelaskan secara singkat apa yang terjadi.

“Ha, hahaha~!”

Pada akhirnya, Kesillia tertawa terbahak-bahak.

“Seperti yang diharapkan, kamu adalah orang yang menyenangkan.”

“Itu benar.”

Baik Kesillia maupun Uskup ke-3 Horns tampak puas.

“Tuan Kale. Kalau begitu, tugasku adalah meningkatkan kekuatan kegelapan dan melawan ‘ARM’, Dewa Kekacauan, kan?”

“Tentu saja.”

“Dan bagaimana aku melakukan itu terserah aku?”

“Itu benar. Kamu sudah mendengar tentang misinya, kan?”

“Ya. Ini adalah sistem yang sangat menyenangkan.”

“Itu benar.”

Cale sedikit merentangkan tangannya.

Dan kemudian dia berkata:

“Lakukan apapun yang kamu mau, Kesillia.”

“Karena kamu ingin kekacauan yang lebih besar. Benar?”

Kesillia, yang lepas dari belenggu menjadi Paus dan tekanan dari menjadi Mixed Blood Dragon, tentu memiliki kebijaksanaan dan kepintaran yang sepadan dengan usianya.

“Kamu benar. Entah Hunter, Dewa, atau Dunia Iblis. Aku ingin membuat semua orang sakit kepala.”

Kesillia merasa puas mendengar perkataan Cale yang diucapkan dengan nada sederhana.

“Itu juga yang ingin kulakukan.”

“Aku akan melakukan yang terbaik.”

Kedua Mixed Blood Dragon itu sangat puas.

“Kalau begitu aku akan memberimu kabar dari waktu ke waktu.”

“Ya. Kamu bisa memberi tahu Dark Bear tentang kehidupan di Kekaisaran Barat, dan aku akan menunjukkan kepadamu sebuah penginapan, sehingga kamu bisa mendapatkan kerja samanya di sana.”

Sebuah penginapan tempat antek roh jahat 6th Evils bekerja.

Dia akan membantu Kesillia di sana.

“Bagus.”

Kesillia segera bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke arah Vicious Dark Bear itu.

Cale menatap kursi di sisi lain ruangan yang ditinggalkan setelah Kesillia dan Horns pergi, lalu memandangi bayangan di sudut ruang tamu, ke bulu-bulu halus seperti kapas.

“Bagaimana menurutmu?”

Mahkluk muncul dari bayang-bayang.

“Aku bingung.”

Count Lupe, yang merupakan bos terakhir dari 3th Evils dan sekarang berada di urutan kedua.

Dia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya dengan wajah tegasnya.

“...Kamu adalah Count Lupe dari Dunia Iblis yang sebenarnya~”

“Aku tidak yakin.”

[Ghost of Dark 3th Evils, Lupe.]

Ada spekulasi bahwa dia bukanlah NPC yang lahir di dalam game, tapi dia kehilangan ingatannya dan terdaftar sebagai NPC karena semacam konspirasi di Dunia Iblis..

“Jawabannya akan muncul saat kamu bertemu Aurora. Iblis itu akan mengingat wajahmu, Lupe.”

“Hmm. Sayang sekali.”

Cale mengangguk mendengar kata-kata itu.

Arbirator.

Kelompok yang dipimpin oleh Aurora, satu-satunya garis keturunan Raja Iblis sebelumnya.

Mereka mengunjungi Aipotu dan mencoba mengakses New World ini.

Namun, meskipun mereka telah menyelesaikan pendaftaran Semi-NPC, mereka saat ini tidak dapat mengaksesnya karena insiden mendadak di Dunia Iblis..

‘Bukankah dia bilang kalau Raja Iblis tiba-tiba mulai muncul, kan???

Saat Raja Iblis Kebosanan tiba-tiba muncul, Aurora dan Arbirator tidak bisa bergerak gegabah.

“Pokoknya, kita harus menunggu dan melihat.”

Lupe menjawab dengan cukup tenang dan membuka mulutnya pada Cale.

“One saat ini tidak dapat dihubungi.”

One, AI yang berasal dari sistem yang mengatur bagian RMPAG.

“Ya?”

“Ya. Segera setelah aku mendengar kabar dari dia, aku akan memberitahu dia untuk pergi ke bos.”

“Ya.”

Cale berencana membantu One bertemu dengan AI yang dicarinya.

Itu juga sebuah misi, dan untuk masa depan.

Namun sepertinya hal ini harus ditunda sebentar lagi.

Lupe melanjutkan perkataannya.

“6th Evils sedang memantau 7th Evils hari ini.”

“Benarkah begitu?”

“Ya. Sepertinya dia telah mengambil umpannya. Tampaknya roh jahat sangat ingin mengetahui sifat sebenarnya dari apa yang dilakukan 7th Evils.”

Laporan Lupe berlanjut.

“Dan kami memperkuat pengawasan terhadap 1st Evils. Sepertinya 1st Evils adalah musuh kita, seperti yang dikatakan bos.”

“Bagaimana dengan Evils lainnya?”

“Mereka diam saja untuk saat ini, tapi begitu mereka menyadari bahwa 6th Evils dan 7th Evils sedang bergerak, mereka akan segera mulai bereaksi.”

“Bagus.”

Lupe, yang memperhatikan penampilan Cale yang santai saat dia menjawab dengan tenang, dengan hati-hati membuka mulutnya.

“Aku mendengarnya dari Dark Bear. Apakah kamu akan menyatukan 8th Evils dan menciptakan Kerajaan Kegelapan?”

Suara itu sedikit bergetar.

Menyatukan 8th Evils.

Ini sungguh tidak terbayangkan.

7th Evils dan 3th Evils adalah kejahatan yang lembut daripada 8th Evils. 2nd Evils, 5th Evils, 6th Evils, dst. Berapa banyak orang gila yang melakukan hal ini? Dan Cale akan menyatukannya?

“Ya, aku akan melakukannya.”

Tapi bos di depan Lupe tampak seperti akan melakukannya.

“Baiklah. Aku akan membantu kamu.”

Dan Lupe berencana membantu dalam hal ini.

Karena Lupe tahu itulah cara untuk melindungi New World dan dunia ini.

“Tapi Lupe, kamu akan terus mengamati tutorialnya, kan?”

“Ya. Kami selalu memeriksa untuk melihat apakah ada pengguna mencurigakan yang terdaftar.”

Bos terakhir dari tutorial, atau haruskah Cale katakan itu bos pratinjau.

Di antara semua bos di dunia ini, Lupe adalah satu-satunya yang bisa berpartisipasi dalam tutorial.

“Aku juga bersenang-senang dengan Rosalyn, yang merupakan teman dekat bos.”

“Apakah dia adalah seseorang yang dapat diajak berkomunikasi?”

“Ya. Dia adalah pengguna yang dapat aku ajak berkomunikasi.”

Di masa depan, jika grup Cale menjadi pengguna, Lupe akan sangat membantu dalam tutorial.

“Suatu hari nanti-”

Cale berkata dengan tenang.

“Suatu hari nanti, tutorial mungkin memainkan peran penting.”

New World adalah tempat pengguna baru terus berdatangan.

Tidak mungkin melewatkan tutorial di bagian pertama.

Dengan kata lain, pada Newbie baru bisa memainkan game setelah menyelesaikan tutorialnya.

Dan Lupe memainkan peran yang sangat penting dalam tutorial.

“Hoo-hoo.”

Lupe tersenyum elegan.

“Bos. Jika kamu memberi kami perintah kapan saja, kami akan memastikan tidak ada pengguna baru yang dapat menyelesaikan tutorialnya.”

Namun satu asumsi terhenti.

“Tentu saja, aku tidak tahu apakah Tangan Merah akan membiarkan ini terjadi.”

Tangan merah.

Salah satu kekuatan absolut dalam permainan, muncul ketika aturan permainan dilanggar dan menghilangkan faktor tersebut.

“Ah. Tangan Merah.”

Cale tertawa terbahak-bahak.

“Jangan khawatir tentang itu juga. Aku sedang mencari cara sekarang.”

Cale dan Lupe. Setengah Iblis dan Iblis sepenuhnya saling memandang.

“Haha.”

“Hoo-hoo.”

Keduanya tersenyum seolah sedang bersenang-senang.

Tawa mereka sendiri benar-benar jahat.

***

Peneliti senior Kim Se Hyeon mengerucutkan bibirnya sambil melihat ke monitor.

Ujung jarinya gemetar dan dia meraih celananya tanpa menyadarinya.

“Dimensi lain?”

Awalnya, Kim Se Hyeon mengira Wakil Presiden Lee Mi Jeong sudah gila.

‘Senang bertemu dengan kamu.’

Tapi saat Kim Se Hyeon bertemu Rosalyn, yang memperkenalkan dirinya sebagai seorang penyihir.

‘Ini adalah Black Castle. Kita perlu membuat portal yang melaluinya kita dapat mengakses RMPAG dan New World.’

Saat itu ketika Kim Se Hyeon tinggal di Black Castle selama beberapa jam dan melihat dunia Aipotu dengan matanya sendiri.

“…Aku bisa gila.”

Dunia Kim Se Hyeon telah berubah. Menggigil menjalar ke seluruh tubuhnya.

Wakil Presiden Lee Mi Jeong menyarankan.

‘Bagaimana kalau bergabung dengan aku untuk menciptakan perusahaan yang melampaui Transparent dan bahkan dimensi?’

Namun, ajakan ini bukanlah alasan Kim Se Hyeon merasa senang.

‘Bagaimana? Aku juga belajar sihir, jadi kurasa aku tahu bagaimana perasaanmu.’

Rosalyn. Kisah yang dia ceritakan.

‘Musuh kita sedang mencoba menjadikan New World sebagai dunia nyata, bukan dunia maya.’

Meneguk.

Kim Se Hyeon menutup matanya rapat-rapat.

‘Dan cobalah untuk menguasai dunia itu.’

Rosalyn, seorang penyihir misterius yang menggunakan sesuatu yang disebut mana, berbisik.

‘Dunia seperti apa yang kamu impikan? Apa yang ingin kamu buat?’

Kim Se Hyeon bisa gila.

‘Di tengah kekacauan yang ada di depan, maukah kamu menciptakan dunia yang kamu inginkan?’

Kim Se Hyeon membuka matanya.

‘Sebuah dunia baru. Dunia yang benar-benar baru.’

Dia melompat dari tempat duduknya.

“Kalian punya sesuatu untuk dilakukan?”

Anggota tim menatap Kim Se Hyeon.

Para peneliti yang tetap berada di bawah Kim Se Hyeon saat ini memberontak terhadap kebijakan manajemen Transparent Co. Ltd, dan pada saat yang sama, mereka adalah orang-orang yang disingkirkan oleh perusahaan dan diabaikan seperti Kim Se Hyeon.

“Tidak ada yang bisa dilakukan.”

Kim Se Hyeon mendekati pintu lab ketika salah satu anggota tim mengangkat bahunya dan mengatakan sesuatu.

Klik.

Dia mengunci pintu dan melihat sekeliling.

Biasanya, Kim Se Hyeon bertugas jaga untuk pengawasan harian atau penyadapan. Itu karena Kim Se Hyeon tidak percaya pada Transparent.

“Datanglah ke ruang konferensi. Ada satu hal yang harus kita lakukan.”

Dia tidak berniat melibatkan anggota timnya dalam pekerjaannya.

Karena itu masih berbahaya.

Namun, Kim Se Hyeon menyarankan kepada anggota tim agar mereka mengerjakan satu proyek penelitian yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

“Tangan Merah. Mari kita pelajari itu.”

“Tangan Merah?”

“Ya.”

“...Ini bukan pekerjaannya, kan?”

“Ya. Ini bukan pekerjaannya. Itu keingintahuan pribadi aku. Mari kita lakukan hanya dengan orang yang ingin mencobanya bersama. Dan aku yang akan bertanggung jawab.”

Para peneliti yang tidak berdaya merasakan sesuatu ketika mereka melihat ekspresi Kim Se Hyeon.

Kim Se Hyeon memberi mereka satu jaminan.

“Wakil presiden ada di belakangku.”

Karena mereka akan dikeluarkan kapan saja, pandangan aneh muncul di mata anggota tim yang hanya menyayangi RMPAG.

‘Penelitian Tangan Merah. Dan tolong bantu aku memasang portal.’

Kim Se Hyeon mulai bergerak sesuai saran Rosalyn.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, seluruh tubuh Kim Se Hyeon mendidih.

Karena akhirnya ada yang harus Kim Se Hyeon lakukan.

Kim Se Hyeon, yang pernah disebut sebagai pakar realitas virtual terbaik di Transparent Co. Ltd. dan terbaik di dunia, memutuskan apa yang harus dilakukan.

“...New World.”

Situasi di mana virtualitas bisa menjadi nyata.

Kim Se Hyeon menemukan apa yang dia inginkan.

***

Kang Seong Gu.

Pengguna yang biasa dikenal dengan ‘Kang Meok’ saat ini jantungnya berdebar-debar.

[Kamu telah menemukan misi utama untuk pertama kalinya.]

[Misi Utama: Kekacauan dan Kegelapan]

Breeze-Ane Sebuah misi utama baru yang memanaskan papan buletin dan membuat banyak pengguna pindah ke Breeze.

Kang Meok, orang pertama dan satu-satunya yang menerima ini, saat ini sedang terhenti.

[Kamu telah menemukan petunjuk tentang Kerajaan Kegelapan.]

[Apakah kamu ingin mendekati Entitas Kegelapan?]

Kita perlu mendekati Entitas kegelapan!

‘Dia hilang!’

Tamer Pengembara. NPC tampan itu menghilang.

‘Jelas NPC itu adalah orang penting!’

Dia pasti seorang pejabat tinggi di Kerajaan Kegelapan.

Jadi Kang Meok mencari ke seluruh ibu kota untuk mencarinya, tetapi Kang Meok tidak dapat menemukan apa pun.

Dia-

Buk, Buk.

Jantung Kang Meok berdebar kencang sekarang.

‘Fist King Kang Seong Gu’ tidak dapat meninggalkan penginapan tempat Tamer itu tinggal dan mencari petunjuk untuk misi di sekitarnya.

Lalu seseorang muncul di depannya.

‘Bukan.’

Apakah dia bisa disebut orang?

Swishh-

Angin bertiup.

Sebuah gang saat matahari terbenam.

Makhluk yang tiba-tiba muncul di depan Kang Meok, yang sedang berjalan dengan susah payah sendirian melalui gang yang sepi.

“Siapa kamu?”

Suara Kang Meok bergetar.

Seharusnya seperti itu.

‘Sisik!’

Sisik terlihat di tangan, leher, dan wajah.

Dan pupilnya dibelah secara vertikal.

Selain itu, dia terlihat cukup cantik. Wanita itu jelas bukan manusia.

Tap. Tap.

Ketika dia sampai di depan Kang Meok, dia membuka mulutnya.

“Apakah kamu Kang Meok?”

“Ya, itu benar, tapi……!”

Shhaaa.

Senyum terbentuk di bibirnya.

Tiba-tiba-

Kang Meok menatap matanya.

‘...Naga......!’

Kang Meok memikirkan seekor naga.

“!”

Dan Kang Meok terkejut. Sebelum dia menyadarinya, seorang pria berdiri di belakangnya.

Seorang pria dengan fisik yang kuat.

Pupil matanya juga dibelah secara vertikal.

“Siapa kalian……!”

Kang Meok bertanya lagi.

Meskipun Kang Meok tahu ini hanyalah permainan, itu adalah keberanian terbesar yang bisa dia kumpulkan saat dia merasa ngeri karena rasa intimidasi yang tidak diketahui.

“Aku-”

Wanita itu berpikir sejenak lalu berkata.

“Aku datang untuk mencari kamu di bawah komando My Lord.”

‘My Lord?’

Saat sebuah pertanyaan muncul di benak Kang Meok.

“Aku adalah seorang penjaga.”

Saat itu, Kang Meok bisa melihat jendela misi.

[Kamu menemukan petunjuknya: “Temukan Entitas Kegelapan!”].

‘Whoa.’

Ini gila.

Saat Kang Meok menarik napas dalam-dalam, Kang Meok melihat jawabannya.

‘Tamer itu...!’

Dia mengatakan bahwa orang luar biasa di depannya datang menemuinya atas perintah tuannya.

Dan dia bilang dia adalah seorang penjaga.

‘Tamer itu............!’

Dan apakah ada orang di Kerajaan Kegelapan yang mengetahui tentang Kang Meok sekarang?

Hanya ada satu orang.

Kang Meok tidak dapat mempercayainya.

‘Tamer itu... Raja!

Gila!

Gila!

Luar biasa!

Dan lagi-’

(Tl/n : Kata Hangul yang digunakan untuk "Lord" di sini merujuk pada kepala negara. Jadi kang meok mengira tamer a.k.a Cale itu Raja Kerajaan Kegelapan)

Kang Meok sangat senang dengan misi besar yang datang kepadanya.

Kang Meok membuka mulutnya untuk berbicara, wajahnya dipenuhi dengan kebanggaan. Suaranya bergetar, tetapi tekadnya sangat kuat.

“Ya. Aku Kang Meok.”

Wanita yang memandangnya, Kesillia, mengingat beberapa informasi yang diberikan Cale padanya.

‘Ada satu pengguna yang aku beri misi? Itu disebut Fist King Kang Seong Gu. Akan lebih mudah jika kamu berlatih memberikan quest padanya.’

Kesillia melihat ke Kang Meok dan membuka mulutnya.

“Kang Meok. Apakah kamu ingin membantu kami?”

Kesillia berbicara dengan tenang kepada Kang Meok yang sedang menelan ludahnya.

“Segera, kami akan membuat diri kami dikenal.”

“Dan saat kau mengatakan kami, maksudmu-?”

“…..“

Kesillia berpikir sejenak.

Dan memutuskan.

Alasan kenapa dia memutuskan untuk datang ke dunia ini.

Kehidupan dan masa depan diri Kesillia dan koleganya. Dan Eden Miru yang adalah Half Blood Dragon yang akan segera lahir.

“Kamu belum berhak mengetahuinya.”

Sebenarnya Kesillia belum sepenuhnya memutuskan.

“Tapi kami akan segera mengungkapkan diri kami.”

Dan ini adalah awal dari dunia penjahat New World, Miru Knight, yang akan melampaui dunia belakang dan mengguncang seluruh New World.

*****

“Tempat ini mirip dengan Central Plains.”

Heavenly Demon, berjalan dengan santai dengan ransel di punggungnya, tersenyum pada Cale.

“Ke mana aku harus pergi?”

“Istana Kerajaan Lan.”

Istana Kerajaan.

Cale, yang berbicara tentang Istana Kerajaan, juga bersikap santai.

Heavenly Demon bertanya dengan santai.

“Siapa yang harus aku temui?”

“Raja.”

“Aku mengerti.”

Heavenly Demon berbicara dengan tenang.

“Siapa yang akan kamu bunuh?”

“…...”

Cale tetap diam.

‘Sudah kuduga, orang ini juga tidak normal.’

Cale berseru sambil menikmati pemandangan pegunungan yang indah namun terjal yang mengingatkannya pada Wulin.

Suami Raja.”

Tamahi, Raja Kerajaan Lan.

Cale melihat suaminya dalam ingatan Uskup Sherissa.

Cale menambahkan dengan tergesa-gesa, tentu saja.

“Aku tidak akan membunuhnya, hanya berbicara dengannya.”

“Hoo hoo-“

Heavenly Demon tertawa.

Wajahnya telah kehilangan sebagian besar kebosanannya.

“Denganmu, semuanya selalu menjadi menarik. Membunuh suami Raja.”

‘Tidak, aku tidak akan membunuhnya??’

Wajah Cale berkerut.

Cale dan kelompoknya memasuki Kerajaan Lan, tanah Meditasi yang menjunjung tinggi seni bela diri.

Cale - 364 The Best in the World

“Ini mirip dengan Central Plains.”

“Itulah temanya.”

“Hoo?”

Heavenly Demon bereaksi dengan penuh minat dan dengan ringan menendang tanah.

-Manusia, apakah kamu melihatnya sekarang? Heavenly Demon menendang dedaunan.

‘Ya. Aku juga melihatnya.’

Sungguh orang yang menakutkan.

“Dunia ini benar-benar besar. Sungguh menarik..”

Banyak rasa bosan telah hilang dari wajah Heavenly Demon yang tersenyum bahagia.

Namun, bukan berarti sebelumnya dia tidak memiliki semangat dengan kehidupan.

Karena aura bawaannya, entah kenapa, Heavenly Demon memiliki sikap lesu namun santai.

‘Mirip dengan Cale-nim.’

Choi Han dan On memandang Cale dan Heavenly Demon secara bergantian dan mengangguk.

“Pakaiannya juga mirip dengan Central Plains.”

Heavenly Demon tersenyum sambil melihat ujung bajunya berkibar lebar. Dia bertanya sambil tersenyum.

“Jadi, apakah Kerajaan Lan mirip dengan Istana Kekaisaran?”

Sama seperti tempat ini yang mirip dengan Central Plains, Kerajaan Lan juga mirip dengan Istana Kekaisaran.

Shaaa---

Angin menyelimuti Cale, Choi Han, Heavenly Demon, dan rata-rata berusia 10 tahun saat mereka menuruni gunung.

“Tidak. Itu tidak mirip dengan Istana Kekaisaran.”

“Lalu-”

“Itu mirip dengan Demon Cult.”

Tap.

Heavenly Demon berhenti berjalan.

Dahan pohon tempat dia berdiri dengan satu kaki bergetar sesaat.

Itu berarti Heavenly Demon cukup terkejut.

Shaaaa--

Cale, yang sedang menuruni gunung dengan cepat sambil menahan angin dengan sihir Raon, juga berhenti.

Saat Heavenly Demon dan Cale saling memandang, mulut Heavenly Demon terbuka.

“Mirip denganku?”

‘Whoa.’

Cale terkesan untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

Cale dengan jelas menyebutkan Demon Cult, tetapi Heavenly Demon menerimanya sebagai ‘aku’.

‘Itu berarti kamu adalah Demon Cult.’

Tentu saja dia adalah Heavenly Demon.

“Tamahi, Ratu Kerajaan Lan, memiliki status yang mirip dengan Heavenly Demon.”

“Dan?”

“Sistemnya mirip dengan Demon Cult, dan pemikiran orang-orang di kerajaan mirip dengan Demon Cult.”

Tentu saja, itu tidak bisa dihindari.

‘Konsep Kerajaan Lan adalah seni bela diri.’

Sama seperti masing-masing dari 8th Evils yang memiliki tema berbeda, New World ini sendiri juga memiliki banyak konsep.

Tidak seperti game lain, yang biasanya cukup menangkap satu dunia saja, New World memiliki segalanya. Dan hal ini dimungkinkan karena didukung oleh dunia yang cukup besar untuk menampungnya.

‘Transparent Co., Ltd. tidak memberikan penjelasan rinci tentang konsep tersebut.’

Banyak hal klise yang biasanya kita kaitkan dengan seni bela diri yang ada di seluruh Kerajaan Lan.

Begitu pula dengan pakaian, pikiran, pekerjaan, keterampilan, dan lain-lain.

‘Jadi banyak pengguna di sini yang ingin menikmati nuansa seni bela diri.’

Cale menjelaskan lebih lanjut.

“Pusatnya adalah Kerajaan Lan, tapi ada banyak kekuatan di bawahnya yang setia kepada keluarga Kerajaan ini.”

“Apakah itu Good Faction dan Evil Faction?”

“Ini serupa, tetapi tidak hanya ada dua kekuatan.”

“Yakin?”

“Ada sekitar lima koalisi besar, dan di dalam koalisi tersebut, terdapat banyak kekuatan. Ini mirip dengan faksi Tang, dll.”

(tl/n : Koalisi adalah sebuah atau sekelompok persekutuan, gabungan, atau aliansi beberapa unsur, yang dalam kerjasamanya, masing-masing memiliki kepentingan sendiri-sendiri. Aliansi seperti ini mungkin bersifat sementara atau berasas manfaat.)

“Itu menyenangkan.”

Heavenly Demon bergumam pelan dengan ekspresi tertarik di wajahnya.

“Mari kita ubah situasi di Kerajaan Lan menjadi seperti dunia tempat aku tinggal.”

Tepat ketika Cale berpikir bahwa senyuman Heavenly Demon tampak berbahaya, dia mendengar suaranya.

“Itu berarti sebuah tatanan baru telah diciptakan di bawah Demon.”

“--!”

“Mereka menyembah satu Demon, dan di bawahnya mereka berjuang untuk memperluas kekuatan mereka..”

“Hmm.”

“Ini sangat menyenangkan.”

Faktanya, bahkan di dalam Demon Cult, masing-masing kelompok bergerak demi keuntungannya sendiri di bawah kesetiaan mereka kepada Heavenly Demon.

“Ngomong-ngomong, Hae-Il.”

Heavenly Demon masih memanggil Cale Hae-Il.

“Melihatnya, sepertinya Kerajaan Lan diciptakan bukan untuk Demon tapi untuk orang lain.”

“Oh.”

Cale secara singkat mengungkapkan kekagumannya dan bertanya balik.

“Apakah kamu menyadarinya?”

Melihat Cale bertanya balik sambil tersenyum, Heavenly Demon menatap Cale dan menggelengkan kepalanya seolah dia tidak bisa menghentikannya.

“Blood Demon.”

Dan senyuman Cale semakin dalam mendengar nama yang dilontarkannya.

“Apa kamu bilang dia adalah keluarga Blue Blood? Pengaturan yang disiapkan untuk tempat itu mirip dengan pengaturan kerajaan ‘Lan’.”

“Menurutku juga begitu.”

Melalui Blood Demon, Cale mengetahui hubungan antara ‘RMPAG’ dan Hunter.

<Peringkat The Blue One saat ini adalah peringkat ke-4>

Nama akunnya adalah The Blue One, dan dia menduduki peringkat ke-4.

“Manusia, lalu kerajaan Lan diciptakan untuk diberikan kepada Blood Demon nanti?”

“Mungkin.”

Cale tidak bisa memastikan, tapi dia hanya menebak-nebak.

Pada saat itu, Heavenly Demon membuat ekspresi tidak mengerti.

“Tapi ini aneh.”

“Mengapa?”

Saat Cale memandangnya, Heavenly Demon berbicara, masih berdiri di dahan yang rapuh.

“Bukankah kamu mengatakan bahwa ada sekte yang berhubungan dengan Dewa Kekacauan di ibu kota?”

“Ya. Hinpa. Suami Raja.”

Ratu Tamahi. Dalam ingatan Sherissa, Cale melihat suaminya berbicara dengan Uskup Sherissa dan menyebut Tanah Suci.

Meskipun dia tidak memberi tahu semua detailnya kepada kelompok itu, Cale benar-benar harus bertemu dengan suami Tamahi.

“Aneh. Sungguh aneh.”

Heavenly Demon tersenyum seolah dia kagum.

“Tempat itu bukanlah Demon Cult.”

Dia tegas.

“Dalam Demon Cult, selama aku di sana, tidak ada Dewa lain yang bisa tinggal di rumahku untuk menipuku.”

“Hmm.”

Cale menghela nafas.

‘Tentunya-’

Orang ini juga tidak normal.

Tidak ada keraguan bahwa Heavenly Demon adalah orang yang berbahaya.

Sungguh mengejutkan bahwa Kaisar akan membiarkan Heavenly Demon itu sesukanya.

Sebenarnya melawan Demon Cult membutuhkan banyak pertumpahan darah, jadi lebih baik untuk berpura-pura tidak ada.

“Ratu Lan tidak pernah bisa dibandingkan dengan Demon Cult.”

Memang benar, Heavenly Demon itu sombong.

“Ini adalah tempat yang aneh.”

Baginya, Kaisar sebenarnya bukanlah sesuatu yang istimewa.

Heavenly Demon seperti Dewa bagi warga Demon Cult.

‘Dan dia gila.’

Bagaimanapun, ada alasan mengapa Cale memanggil Heavenly Demon untuk bersamanya kali ini.

Heavenly Demon juga mulai menyebutkan ini.

“Tetapi, setelah mendengar tentang Kerajaan Lan, aku bertanya-tanya bukankah akan lebih baik jika bukan aku.”

“Ya?”

“Sebaliknya, menurut aku orang-orang dari Good Faction akan lebih baik. Aku pikir prajurit seperti Jegal Miryeo akan menjadi pilihan yang lebih baik.”

“Tidak.”

Cale menggelengkan kepalanya.

“Aku membutuhkanmu.”

“Hee.”

Heavenly Demon tidak bisa menyembunyikan ketertarikannya saat melihat Cale memegang tangannya dan menunjuk ke arahnya.

Bagi Heavenly Demon, kehadiran Kim Hae-il dan Cale merupakan hal yang spesial.

Karena dia seperti Dewa tapi juga ingin menjadi manusia.

“Setelah pembaruan ini, Kerajaan Lan akan mengadakan acara.”

Cale memberi tahu Heavenly Demon satu informasi.

“Pengguna game melihat acara ini sebagai ‘Langkah Pertama Yang Hebat’.”

Secara khusus, pengguna yang tidak memiliki faksi khusus tetapi berperingkat tinggi memperhatikan acara ini.

“Seminggu kemudian.”

Cale mengatakan kalau event ini akan menjadi event terbesar di Kerajaan Lan.

“Mereka akan menobatkan penerus Kerajaan Lan.”.”

“Ah,”

Choi Han berseru,

“Ha, hahahaha-”

Heavenly Demon tertawa terbahak-bahak.

Rattle--

Dedaunan disekitarnya bergetar.

Itu tidak mempengaruhi Cale dan yang lainnya sedikit pun, dan taruhan yang terkandung dalam senyuman itu membuat lingkungan sekitar bergetar.

‘Betapa lucunya.’

Sangat lucu.

Heavenly Demon berulang kali mengangguk dan bertanya pada Cale.

“Kau menyuruhku keluar untuk posisi itu, kan?”

“Itu benar. Aku ingin kamu menjadi satu-satunya penerus.”

“Kalau begitu kamu akan bertemu dengan suami Raja.”

“Uh-huh.”

Itu adalah cara termudah untuk membawa Kerajaan Lan ke pihak Cale dan pada saat yang sama mendapatkan akses ke suami Raja.

‘Karena aku masih belum bisa melawan Ratu Tamahi.’

Mungkin Cale bisa menjadi sekutunya.

“Sulit untuk mendapatkan suami Ratu melalui cara normal. Kastil Kerajaan Lan, dan terutama kediaman pasangan Kerajaan, adalah tanah suci di Lan, dan siapa pun yang mendekatinya yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan Raja, atau pasangannya, akan ketahuan dengan cepat.”

Dan suami Ratu Tamahi berkata bahwa dia saat ini hanya tinggal di tempat suci itu.

“Hmm.”

Heavenly Demon berpikir sejenak dan kemudian berbicara dengan ekspresi gembira di wajahnya.

“Terserahlah, kedengarannya menarik.”

Tak lama kemudian dia mengajukan pertanyaan.

“Aku memiliki kecenderungan Evils, bukan? Aku anggota dari 7th Evils.”

“Tidak masalah.”

Sebuah acara yang akan diadakan dalam seminggu di Kerajaan Lan.

“Kompetisi Seni Bela Diri Terbaik Di Dunia.”

Kompetisi itu.

“Kompetisi itu tidak melihat afiliasi, status, usia, atau apa pun.”

“Kompetisi itu hanya melihat kekuatan.”

“Ya. Siapa pun yang menempati posisi pertama akan menjadi penerus resmi Tamahi dan memerintah Kerajaan Lan berikutnya.”

Karena itu, semua jenis pengguna saat ini berbondong-bondong datang ke Kerajaan Lan.

Untuk berpartisipasi.

Atau untuk melihatnya-

Kekaisaran Timur, Kekaisaran Barat,

Meskipun saat ini kedua tempat sedang ramai dengan berbagai acara, namun tidak seramai pembicaraan tentang Kerajaan Lan.

“Itu kompetisi yang menyenangkan.”

Heavenly Demon mengangguk.

“Baiklah. Aku akan pergi.”

Kompetisi Seni Bela Diri Terbaik Dunia.

Heavenly Demon memutuskan untuk pergi ke sana. Dia menunjuk ke arah Cale.

“Lalu bagaimana denganmu?”

“Aku adalah pelayanmu.”

“Maka orang itu akan menjadi pendamping.”

Cale adalah pelayannya, dan Choi Han adalah penjaganya.

“Kekuatan Choi Han dan aku terkenal di kalangan Hunter.”

Hunter pasti akan mengikuti kompetisi atau datang hanya untuk menonton.

Jadi lebih baik tidak mengungkapkan kekuatan mereka.

“Tapi bukankah Kerajaan Lan yang asli tidak memiliki penerus?”

“Tadinya diketahui ada, tapi kali ini secara resmi dikatakan tidak ada.”

“Ah. Blood Demon.”

“Ya.”

Jawabannya datang dengan mudah.

Ada penerus di Kerajaan Lan, meskipun dia tidak pernah muncul di depan umum. Namun kali ini, Kompetisi Seni Bela Diri Terbaik Di Dunia digelar, dan secara resmi diakui belum ada penerusnya. Cale mengira alasan besar dibalik itu adalah Blood Demon.

Karena dia sudah tidak ada lagi.

“Haruskah kita pergi sekarang?”

Cale menjawab pertanyaan Choi Han.

“Ya. Hari ini adalah hari terakhir untuk pendaftarannya. Kita harus pergi dan mengajukannya.”

Kelompok itu dengan cepat menuruni gunung lagi.

Heavenly Demon berada di paling belakang dan dengan santai menurunkan kecepatannya.

Lalu dia bernyanyi.

“Ini panggung terbaik di dunia~”

Suaranya begitu kecil hingga tenggelam oleh suara angin.

Bahkan jika aku mendapat juara pertama, apakah kau masih bisa disebut yang terbaik jika kau berada di bawah Ratu…. Jika kamu mengaku sebagai yang terbaik, kamu harus menjadi yang terbaik.”

Itulah akhir dari gumaman Heavenly Demon pada dirinya sendiri.

Namun, ada tatapan aneh di matanya.

“Hmm?”

Cale yang tidak mengetahui hal ini, menyentuh bagian belakang kepalanya dengan perasaan dingin yang tak bisa dijelaskan.

‘Bukan, kan?’

Kurasa Cale bisa mengabaikan perasaan ini, kan?

Cale melirik Heavenly Demon, merasa bingung.

Heavenly Demon hanya tersenyum.

‘Aku cemas.’

Cale jelas cemas.

‘Pertama-tama, tetaplah dekat dengannya untuk saat ini..’

Cale memutuskan untuk tetap sebagai pelayan dan mengamati untuk memastikan tidak ada kecelakaan yang terjadi.

***

“Ratu-”

Ratu Tamahi menunduk ke arah kolam lalu menoleh.

Dia melihat Charun, gurunya dan saat ini menjadi kepala Akademi Seni Bela Diri.

Rambutnya yang mulai memutih dan wajahnya yang keriput menarik perhatian Tamahi.

“Tolong pertimbangkan kembali.”

Seorang pelayan tua berlutut dan menatap Tamahi-

Shhoooo---

Angin bertiup.

“Aku berumur enam puluh tahun.”

Ratu Tamahi berbicara dengan tenang.

“Aku tidak bisa menundanya lebih lama lagi.”

Dia membuang muka.

Permukaan kolam tampak sunyi.

Apa pun yang ada di bawah sana, kini sunyi.

“Ini adalah tuntutan terakhir yang bisa kita ajukan agar kita tidak lagi terseret oleh mereka.”

“Yang Mulia-”

Air mata terbentuk di sudut mata Charun.

Itu adalah perasaan dendam dan sedih.

“Wanderer.”

Ratu Tamahi bergumam pelan, memusatkan pikirannya saat dia melihat ikan mas di bawah kolam.

Wanderer.

“Kita tidak bisa membiarkan tanah ini dirampas oleh mereka yang berani menganggap diri mereka sebagai Dewa.”

“... Kamu benar.”

Charun, yang matanya jernih meskipun usianya sudah lebih dari delapan puluh tahun, bangkit dari posisi berlutut.

“Jalannya pasti akan terbuka. Aku akan mempertaruhkan segalanya untuk melaksanakan keinginan Yang Mulia.”

“Ya. Aku percaya padamu.”

Tamahi sangat berharap.

"...Tidak ada apa-apa."

Kekuatan?

Bukan seperti itu.

Berlari.

Hanya ada satu esensi dari negeri ini.

Semoga muncul seseorang yang mengetahui Seni Bela Diri.

Saat itu, seorang pengawal yang berada jauh dari paviliun tempat dia dan Charun didekati.

“Yang Mulia.”

Saat matanya bertemu, Howie menunduk dan melaporkan.

“Tuan Hinpa telah tiba.”

Suami Tamahi, namanya Hinpa.

Senyum kecil muncul di wajah Tamahi.

Di sisi lain, wajah Charun menjadi kabur sesaat, tapi kemudian menjadi acuh tak acuh.

Hinpa.

Keraguan meningkat tentang dia.

Kemudian, sebuah suara terdengar di telinganya.

-Tersenyum.

Charun tersentak dan menatap Tamahi.

Suara itu adalah suara Tamahi, satu-satunya Ratunya.

‘Yang Mulia-’

Charun menahan amarahnya, menantikan saat ketika sayap patah Ratu agung akan terbuka.

“Wanderer itu pasti juga melamar untuk kontes ini.”

Charun mengepalkan tangannya.

Biarpun tubuh tua ini hancur, Charun pasti akan melindungi tanah ini.

***

================

<Gila! Ranker melamar dalam jumlah besar!>

Aku sedang berdiri di dekat meja resepsionis sekarang, dan aku melihat banyak peringkat di 100 teratas telah melamar Kompetisi Seni Bela Diri Terbaik Di Dunia. Gila, luar biasa.

– Ini adalah kesempatan paling pasti untuk menjadi Ratu, bukan? Tidak mungkin mereka akan melewatkannya.

-Hei, hei! Bukan hanya ranker! Semua pemain kuat dari seluruh benua muncul!

-Wow... bolehkah semua orang berkumpul seperti ini? Jika pertarungannya salah, maka akan terjadi perang, bukan?

– Tampaknya sulit bagi pengguna untuk menjadi yang pertama. Negara kuat di benua ini kemungkinan besar akan menang.

-Tetap saja, dikatakan bahwa orang yang menduduki peringkat pertama di Kekaisaran Timur akan dinobatkan sebagai Putra Mahkota, jadi Kerajaan Lan juga melakukan hal demikian!

===============

Saat komunitas RMPAG sedang fokus pada acara besar yang akan diadakan seminggu lagi.

Orang yang bukan kuat di benua atau ranker baru selesai menyelesaikan pendaftaran di hari terakhir pendaftaran.

“Bukankah namamu ‘Kim Hae-il’?”

“Tepat.”

“Swordmaster?”

“Itu benar.”

***

Heavenly Demon telah selesai mendaftar.

‘Kamu Kim Hae Il kan?’

‘Lalu?’

‘Kalau begitu aku akan menggunakan Kim Hae Yee/Kim Hee I..’

‘Apa?’

‘Tubuh ini sendiri yang akan menjadi nomor 2, bukan nomor 1.’

Orang gila.

Cale memandang Heavenly Demon dengan mata menyipit.

(tl/n : Mengenai nama Heavely Demon merujuk pada bahasa Korea pada angka.

0 = Yeong

1 = Il

2 = Lee/i/Yee

3 = Sam

​​Jadi Cale untuk Kim Hae-il memiliki akhiran "il", jadi seperti Hae-1. Jadi Heavenly Demon memutuskan untuk menggunakan "i/yee" pada nama penggunanya, menjadi Kim Hae-yee, jadi dia akan menjadi Hae-2.)

Cale - 365 The Best in the World

Tidak ada seorang pun di antara pengguna yang tertarik dengan partisipasi Heavenly Demon atau bisa dikenal Kim Hae Yee dalam kompetisi bertarung.

Tidak, ada dua.

Tuk,

Alberu menyentuh layar.

Komunitas saat ini berada dalam kesatuan yang besar dalam hal memperbincangkan ‘Kompetisi Seni Bela Diri Terbaik Dunia'.

Dan perbincangan itu akan sampai pada hari upacara penobatan Putra Mahkota Ahn Roh Man yang menduduki peringkat pertama, dan bahkan mungkin pada saat upacara penobatan, kompetisi ini akan mendominasi perhatian seluruh papan buletin.

=================

<Konfirmasi peserta Kompetisi Seni Bela Diri Terbaik Dunia saat ini>

*Pengguna

Sword Ghost Ranker ke-3

Grasp of Dawn Ranker ke-7

Abundance Knight Ranker ke-12

…….

=================

Alberu memeriksa komentarnya.

=================

-Wow, apakah dia yang dijuluki roh pedang akhirnya keluar? Bukankah orang itu hanya bermain solo? Wah... bukankah dia sangat benci bajingan Seni Bela Diri itu kan?

-00. Aku sangat membencinya. Dewa Bela Diri sendiri menerima semua dukungan nasional, tetapi ketika Sword Ghost tiba-tiba muncul sebagai serdadu, perhatian tertuju padanya.

=================

Seni Bela Diri.

Dia bahkan memiliki guild dan mengatakan bahwa dia akan menjadi Dewa seni bela diri dan dia akan mengikuti kehendak Kangho, dan karakteristik guildnya sangat mirip dengan faksi Murim.

Namun, Sword Ghost bergerak sendiri.

Wajahnya selalu ditutupi dengan bambu atau benang katun, sehingga hanya sedikit orang yang mengetahui identitas aslinya, namun sebagai hantu pedang yang sebenarnya, dia dikatakan tergila-gila dengan pedang.

==================

- Grasp of Dawn, bukankah dia hanya manusia idiot? Bukankah dia tipe orang yang mengobrak-abrik segalanya, termasuk massa dan manusia, dengan tangan kosong?

- Ya. Dia mungkin bisa mencabik-cabik seseorang selama kompetisi. Orang itu benar-benar menghancurkan segalanya.

-Sepertinya Gereja Kelimpahan mengizinkan Abundance Knight berkompetisi sebagai Ksatria Suci? Abundance Knight muncul,

-Bahkan Gereja Kelimpahan perlu memahami orang itu. Bahkan di kehidupan nyata, yang mendirikan Gereja Kelimpahan adalah warga biasa, bukan?

-Aku benar-benar gila. Wanita itu pasti mengatakan ini kepada Gereja Kelimpahan: ‘Aku akan mendedikasikan kerajaan kepada Gereja Kelimpahan!’

-Ya ampun. Sangat realistis.

=================

Itu penuh dengan banyak komentar.

Selain peringkat 3, 7, dan 12, masih banyak lagi ranker lainnya yang bermunculan.

=================

Bagaimanapun, ada beberapa ranker yang menyedihkan.

-Ini adalah sebuah kesempatan. Pertama-tama, penerus Kerajaan Lan sudah pasti. Kamu terlalu bodoh jika melewatkannya.

-Mungkin orang-orang kuat akan keluar juga?

=================

Secara khusus, sejumlah besar ranker yang lebih suka bermain solo muncul.

Di antara mereka, banyak yang wajah dan keahlian khususnya belum begitu dikenal, sehingga semua orang sepertinya lebih tertarik dengan lomba Seni Bela Diri.

"Hmm."

Sementara itu, Rosalyn juga sedang memeriksa papan pengumuman.

=================

< <Apakah menurutmu mereka akan bisa menang?>

*New World

Semua ‘5 kekuatan utama Kerajaan Lan’ berpartisipasi.

1.        Penerus Heavenly Sword (Penggila pedang).

2.       Tetua termuda yang jenius dari Dao-Style Zen (dalam istilah Murim, kelompok mirip dengan Kuil Shaolin dan Sekte Wudang)

3.       Adik perempuan dari pemimpin sekte Seolhwahwa (Snow Temple Flowers) (Perkumpulan pejuang wanita. Jika kamu menyentuhnya, kamu akan mendapat masalah besar. Kamu akan berada dalam masalah besar. Kamu harus keluar dari permainan.)

4.       Pemimpin Chivalrous Alliance (Mirip dengan Good Faction, berbagai keluarga dan faksi berkumpul.)

5.       Pemimpin Dark Vein (mereka bahkan lebih buruk dari Evil Faction!)

Dikarenakan aku tidak tahu wajah tiap faksi, tapi sepertinya semua orang berpartisipasi kecuali faksi sihir dan roh. Aku tinggal di dekat meja resepsionis selama beberapa hari dan memeriksanya.

(tl/n : aku mau nangis aja, Seolhwahwa kalau diartikan artinya Diare T,T aku sudah mencoba menerjemahkannya dengan Deepl, papago, yandex semuanya artinya Diare. Tidak mungkin kan mendadak ada kata diare disini T.T jika ada yang mengetahui artinya silahkan berkomentar. Btw hangulnya seperti ini 설사화. Aku akan menggunakan terjemahan dari Teriri Sayes untuk kedepannya. Atau kalian ada terjemahan yang lebih konkrit?)

================

“Jika aku bisa menggunakan sihir, aku akan mencobanya juga.”

Alberu menanggapi perkataan Rosalyn dengan tertawa ringan.

“……….”

“……….”

Setelah hening beberapa saat, keduanya saling berpandangan.

“Ini adalah pemandangan yang patut disaksikan.”

Alberu menanggapi perkataan Rosalyn.

"Menyebalkan sekali."

Keduanya tampak berantakan dan tertutup debu.

“Ngomong-ngomong, kita sudah selesai di sini, jadi ayo kita pergi ke Kerajaan Lan, kan?”

“Hmm. Aku rasa kita tidak akan bisa menonton babak penyisihan, tapi aku rasa kita akan bisa menonton finalnya.”

Setelah menyelesaikan pekerjaan mereka di sana, keduanya menuju ke Kerajaan Lan.

Karena Alberu harus menerima Pedang Matahari dari Choi Han.

“Heavenly Demon. Apakah dia kuat?"

Setelah menyelesaikan pekerjaan mereka, keduanya menuju ke Kerajaan Lan. Karena Alberu harus menerima Pedang Matahari dari Choi Han.

Rosalyn menjawab pertanyaan Alberu tanpa ragu sedikit pun.

“Dia berada di belakang Choi Han, tapi dalam jarak yang tidak terlalu jauh.”

Itu adalah jawaban yang sepenuhnya memahami kekuatan Heavenly Demon. Alberu berkata dengan wajah lembut.

“Bagaimana kalau kita istirahat lebih lama? Aku hanya perlu menonton finalnya.”

Kali ini Rosalyn menjawab dengan senyuman tipis.

***

Ranker ke-3: Sword Ghost.

Dia duduk dan menyilangkan kaki. Ada pedang di tangannya.

“…….”

Saat dia memejamkan mata dan bermeditasi dengan tenang, seseorang berhenti di depannya.

“Sepertinya orang yang tergila-gila pada pedang ingin memiliki kekuatan sekarang?”

"......"

Seorang pria kurus dan kecil berdiri di depan Sword Ghost.

"Siapa?"

Wajah pria itu tiba-tiba menjadi gelap karena pertanyaan Sword Ghost itu.

“… .. Grasp of Dawn.”

Ranker 7: Grasp of Dawn.

Tatapan para pemain di sekelilingnya berkumpul.

Mereka bukan satu-satunya.

“Hoo. Sword Ghost, sudah lama aku tidak melihatmu.”

Heavenly Sword, salah satu dari lima kekuatan utama Kerajaan Lan.

Mereka yang hanya memuja pedang, percaya bahwa hanya pedang yang bisa mencapai puncak ketiadaan.

Banyak dari mereka yang berada di sana berpartisipasi dalam Kompetisi Seni Bela Diri.

“……”

Sword Ghost diam-diam menatap lawannya.

Di antara peserta tim Heavenly Sword, yang berbicara dengannya adalah penerus Heavenly Sword, Sorak.

Sorak, yang tahun ini berusia 30 tahun, sangat berbakat sehingga layak disebut jenius dalam hal pedang.

“……”

Saat dia berpartisipasi dalam acara ini dengan tujuan untuk menjadi Raja Kerajaan Lan berikutnya, perhatian yang diarahkan pada Sword Ghost menjadi lebih terfokus.

“Haha. Kamu masih teman yang pendiam.”

Sorak adalah orang yang menyenangkan dengan tampilan yang murung.

“......”

Dan wajah Grasp of Dawn menjadi semakin buruk.

Sorak dan Sword Ghost mengabaikannya.

Namun, Dawn tidak bisa berbicara dengan keduanya, terutama Sorak, jadi dia menggigit bibir dan menjauh dari mereka.

“Aku harap kita bertemu nanti!”

Tentu saja, dia meninggalkan deklarasi perang terhadap Sword Ghost.

Dan baik Sword Ghost maupun Sorak tidak memperhatikan kata-kata itu.

“Kenapa kita tidak makan malam bersama Kakek kapan-kapan?”

Lingkungan sekitar terguncang oleh kata-kata Sorak.

“Apa maksudmu kakek?”

“Maksudmu Sword Emperror?”

Pemimpin Heavenly Sword saat ini.

Dia adalah Sword Emperror adalah kakek Sword Ghost dan Sorak.

“......”

Meski begitu, Sword Ghost tetap diam.

Keheningan membuat orang-orang di sekitarnya gelisah.

Karena mereka berpikir sesuatu mungkin terjadi.

Tapi mulut Sword Ghost terbuka.

“… .Perdebatan saja sudah cukup.”

Tawa hangat keluar dari mulut Sorak.

"Ha ha ha!"

Dia tampak cukup senang.

“Kurasa inilah alasan kakek peduli padamu. Sword Ghost, Heavenly Sword kami selalu terbuka untukmu.”

“Whoa.”

Seseorang berseru.

Apa yang Sorak katakan adalah semacam tawaran.

Seorang pengguna biasa, orang asing.

Ada banyak organisasi New World yang menerimanya sebagai kekuatan.

Namun, hal itu biasanya merupakan masalah tingkat rendah, dan jarang ada penerus dari kekuatan sebesar itu yang memberikan saran sambil juga menyebut pemimpinnya.

“Hmm."

Sword Ghost tidak menolak atau menerima, tapi hanya menutup matanya.

Sorak, yang melihat ini dengan gembira, membuka mulutnya.

“Ujian hari ini akan sangat sederhana bagimu, seperti bernapas. Aku akan memberitahumu penginapan tempat kita menginap, jadi kamu bisa datang ketika kamu punya waktu.”

Dengan kata-kata itu, Sorak pun pergi.

“......”

Sword Ghost melihat ke belakang dan menutup matanya lagi.

Kompetisi Seni Bela Diri Terbaik Dunia.

Saat ini jumlah pesertanya sudah mencapai beberapa ribu, bahkan untuk babak penyisihan pun merupakan jumlah yang besar, sehingga dilakukan semacam 'tes kualifikasi' terlebih dahulu.

"Brengsek!"

Seorang pengguna mengutuk dan meninggalkan ruang tes.

Tempat pengujian adalah arena yang cukup besar, dikelilingi oleh tembok besar, sehingga orang tidak dapat melihat ke dalam. Sword Ghost sedang duduk di tempat kosong dekat ruang ujian.

“Kamu harus memberi kami kesempatan untuk bertarung!”

Ada juga NPC New World yang berkata sumpah serapah.

Tapi kebanyakan dari mereka tampaknya menerima hasilnya.

“Itu saja, aku akan segera kembali.”

“Oh. Aku cemburu.”

Cukup banyak orang yang berhasil lulus ujian kualifikasi.

Setelah ujian sebelumnya selesai, penguji maju ke depan untuk mengumumkan giliran.

“Aku memanggil peserta tes kualifikasi ke-17! Yang tahu gilirannya, silakan masuk sekarang.”

Tes kualifikasi sendiri diadakan selama beberapa hari.

Penguji memanggil namanya.

“…..Kim Hae Yee….. Sword Ghost!”

(Tl/n : penguji memanggil HD dan Sword Ghost)

Sekarang giliran Sword Ghost.

Dia perlahan membuka matanya dan berdiri.

Sekelompok tiga orang terlihat di depan Sword Ghost dengan berjalan dengan ekspresi acuh tak acuh.

“Tuan Muda, kamu harus lulus.”

Seorang pria berambut pirang, berpotongan terlalu rapi dan berpakaian rapi untuk menjadi seorang pelayan, berbicara dengan sopan, tidak, dengan nada mengejek.

“......”

Seorang pria berambut merah berjalan di belakang Tuan Muda seperti seorang penjaga terdiam.

Anehnya, pria penjaga itu menarik perhatian Sword Ghost.

“......”

Lalu Sword Ghost melihat pedang diikatkan di pinggangnya.

'Itu aneh.'

Sword Ghost.

Dia tergila-gila pada pedang, baik di dunia nyata maupun di game.

Baginya, yang telah melatih pedangnya sepanjang hidupnya, Dunia dalam game itu seperti surga.

Selama dia mengendalikannya dengan baik, dia tidak perlu tidur, dan dia tidak akan mati karena latihan pedangnya.

Selain itu, tidak seperti di kehidupan nyata, ada banyak teknik pedang yang berbeda dan banyak lawan untuk dilawan.

Itu sebabnya Sword Ghost menjadi gila karena tenggelam dalam dunia ini.

Sword Ghost sendiri merasakan hal itu.

Lalu, jika kamu mati, dia akan menjadi Sword Ghost.

Ketika dia mengambil keputusan, wajahnya menunjukkan keyakinan yang melampaui sifat keras kepala.

“......”

Sword Ghost tanpa sadar meletakkan tangannya di sarung pedangnya.

Pria berambut merah itu.

‘Aku ingin melawannya.’

Saat itulah Sword Ghost memikirkannya.

Pria berambut merah itu berbalik dan menatap Sword Ghost.

Sword Ghost terkejut.

Meski dia tidak menunjukkan tanda-tanda mengamatinya.

Bagaimana pengawal itu memandang Sword Ghost ada saat yang tepat seperti ini?

“......”

Untuk sesaat, rasa dingin merambat ke punggung Sword Ghost.

“......”

“......”

Wajah pria berwajah merah yang menatap Sword Ghost itu lembut, tapi matanya sama sekali tidak peduli.

'Apa??'

Ini adalah pertama kalinya bagi Sword Ghost.

Sword Ghost merasakan perasaan aneh.

Penjaga itu sedang memegang pedang.

Mengapa Sword Ghost bisa membayangkannya meskipun Sword Ghost belum melihatnya?

Dan kenapa Sword Ghost tidak bisa membayangkan penjaga itu mengayunkan pedang?

Apa perbedaan antara Sword Ghost dan dia?

"Ada apa?"

Saat itu, seorang pria berambut pirang berbicara kepada Penjaga.

Dan tuan mereka, seorang pria berambut hitam yang dipanggil Tuan Muda, meletakkan tangannya di bahu penjaga itu.

“Kamu bisa berhenti memandangnya, jangan khawatir.”

Pada saat itu, pria berambut hitam melihat ke arah Sword Ghost.

Saat mata mereka bertemu, Sword Ghost terkejut.

“!!!”

Sword Ghost hanya merinding yang tidak dapat dia mengerti.

Namun, Tuan Muda berambut hitam mengalihkan pandangannya dari Sword Ghost dan berjalan dengan santai ke ruang ujian.

“Kalau begitu, Tuan Muda, silakan pergi! Aku akan menunggumu dengan penjaga!”

Tuan Muda itu menghilang ke dalam ruang pengujian, disambut oleh para pelayan dan penjaga.

Cale dan Choi Han melakukan yang terbaik untuk mengantar Heavenly Demon pergi dengan setengah bercanda.

Heavenly Demon benar-benar mengabaikannya, dan Sword Ghost yang tersisa hampir tidak dapat mengingat nama pesertanya.

“…..Kim Hae Yee…."

Dan dia berjalan lebih cepat dari sebelumnya dan memasuki ruang ujian.

“Ini Batu Permata. Setiap kontestan harus menggores batu kerikil ini di depan mereka dengan cara tertentu. Jika goresannya terlihat, kamu lulus!”

Di depan masing-masing dari dua puluh peserta ada sebuah batu seukuran tubuh bagian atas orang dewasa.

Batu permata,

Itu adalah batu yang sangat kuat sehingga hanya bisa dipotong jika pedangnya dapat diisi dengan sejumlah energi tertentu.

Bisa dikatakan merupakan standar minimal yang layak untuk suatu tes kualifikasi.

“Aaacha!”

"Hhaaa!"

“Aaacha!”

"Shhaaa!"

Semua orang menuangkan kekuatannya ke dalam batu dari berbagai tempat.

Bang-

Baik itu pedang, tangan, belati, apa saja.

Orang-orang begitu bersemangat sehingga mereka berusaha memecahkan batu itu dengan sekuat tenaga.

“......”

Sword Ghost berdiri dalam posisi tenang dan tidak memulai apapun.

Peserta di sekitarnya melirik ke arahnya, tapi pandangannya tertuju pada Kim Hae Yee atau Heavenly Demon, yang duduk agak jauh.

Tidak ada apa pun di tangannya.

Tapi Sword Ghost tidak bisa mengalihkan pandangannya darinya.

"!"

Pada saat itu, Sword Ghost berhenti.

'Mata-'

Mata mereka bertemu.

Kim Hae Yee.

Dia melihat ke arah Sword Ghost, lalu dengan cepat membuang muka. Dia memandangi batu permata itu.

Seorang pria,

Tangannya terulur dari ujung bajunya yang lebar.

Tangan yang sepertinya tidak memiliki energi apa pun.

Dan tangannya bergerak.

Sekali,

Itu benar-benar hanya bergerak sekali.

Sebuah tangan bergerak di udara, menggambar garis-garis aneh.

“!!!”

Sword Ghost membeku.

Dan kemudian Heavenly Demon berjalan dengan santai dan menuju ke arah penguji.

“Bolehkah aku pergi setelah selesai?”

Mata semua orang tertuju pada kata-kata itu.

Namun tak lama kemudian beberapa orang mengerutkan wajahnya.

"Apa? Apakah dia sudah menyerah?"

"Itu saja?"

Batu batu di depan Hae Yee Kim masih sama.

Karena itu, banyak orang mengira dia menyerah.

“......”

Tapi mata penguji berbeda.

Sebanyak tiga penguji memperhatikan peserta dengan seksama, dan penguji yang melihat Kim Hae Yee berjalan perlahan.

Perlahan-lahan.

“Itu benar. Cerdas untuk menyerah lebih awal jika kamu berpikir kamu tidak bisa melakukannya!”

Ketika seorang Swordmaster mengatakan itu dan tertawa,

Penguji yang berdiri di depan batu Heavenly Demon membuka mulutnya.

"Lulus."

-----------!

Mata semua orang membelalak dalam diam.

Tidak, hanya Sword Ghost yang memiliki wajah damai.

Dia sudah menggigil dan merinding di sekujur tubuhnya.

"Tunggu? Sepertinya-"

Ketika salah satu peserta ingin memprotes.

Tuk.

Ketika penguji menyentuh tepat di tengah bagian atas batu,

Bang.

Bagaikan kuncup bunga yang sedang mekar.

Batu itu retak dan pecah tepat di tengahnya.

"!"

“……..!!!!!”

Ketika tidak ada orang yang bisa dengan mudah membuka mulutnya.

Sword Ghost memandang Kim Hae Yee.

'Itu pedang-'

Jelas sekali, isyarat tangan yang diayunkan pria itu beberapa saat yang lalu adalah sebuah pedang.

Itu juga-

‘Puncak!'

Ilmu pedang yang telah mencapai puncaknya.

Pedang apa itu?

Apa maksudnya kekuatan itu?

“Aku akan pergi sekarang.”

Heavenly Demon, atau bisa dipanggil Kim Hae Yee, dengan santai meninggalkan ruang ujian.

Sword Ghost menatap punggungnya.

Apa yang ada di mata Sword Ghost adalah keinginan untuk menang dan ketakutan.

Dan sudut ruang ujian.

Seorang lelaki tua yang sedang duduk di titik buta dimana pandangan orang lain tidak mengganggu.

Charun, guru Raja dan Kepala Sekolah Seni Bela Diri, mengangkat tangannya.

“Satu, aku menemukannya.”

Ujung jari-jarinya yang terangkat bergetar.

Apa yang terlihat di mata jernih lelaki tua itu adalah kegembiraan dan sukacita.

Cale - 366 The Best in the World

Episode 366 The Best in the World

“Tuan Muda, apakah kamu lulus?”

Cale mendekat dengan sikap datar dan menatap Heavenly Demon.

“Hmm.”

Heavenly Demon berseru pada Cale, yang mengira dia bersikap sopan, tetapi pada kenyataannya, tuan yang mulia itu sepertinya menggodanya..

"Tentu saja."

--------!!!!

Orang-orang di sekitar mereka terkejut atau melihat ke arah Cale dan Heavenly Demon.

“………”

Abundance Knight menunggu giliran berikutnya. Tatapannya juga beralih ke Heavenly Demon.

“Apakah dia yakin tidak akan menyerah?”

“Kamu baru saja masuk, dan sekarang kamu sudah keluar?”

Orang lain yang sedang menunggu tidak dapat menahan keterkejutannya dan mulai berbicara dengan orang-orang di sekitar mereka.

“...Siapa orang itu?”

“Cari tahu identitasnya!”

Dan ada orang-orang yang diam-diam mencoba mencari tahu identitas Heavenly Demon.

Mereka adalah peserta tes, tapi mereka juga orang-orang dari faksi tempat peserta tes tersebut berada.

“Tidak mungkin dia akan berbohong di depan ujian. Kamu harus menyelidikinya.”

Selama beberapa hari terakhir, ada satu atau dua orang yang berbohong tentang hasil ujian Kerajaan Lan. Mereka semua ditangkap oleh para prajurit Kerajaan Lan dan diusir dari Kerajaan. Oleh karena itu, tidak ada orang yang begitu bermurah hati berbohong tentang hasil tes kualifikasi.

“… .Pastinya-"

Saat mulut seseorang terbuka, perhatian beralih ke sana.

“Dia kuat.”

Dan ketika kata-kata itu selesai,

“-----!!”

“……..!!!!”

Orang-orang tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka.

Seseorang yang sedang menunggu giliran berikutnya disamping Abundance Knight.

Seorang wanita membawa tombak sepanjang tinggi badannya di punggungnya.

Snow Temple Flowers, adalah salah satu dari lima kekuatan utama Kerajaan Lan.

Adik perempuan pemimpin saat ini berpartisipasi dalam pasukan ini, yang seluruhnya terdiri dari perempuan.

Dan adik perempuan itu adalah wanita yang baru saja membuka mulutnya.

Dia tampaknya berusia pertengahan 40-an dan namanya adalah Hyun Seong.

Fakta bahwa Snow Temple Flowers, yang selama ini berdiri diam dan tidak memperhatikan sekelilingnya sampai sekarang, membuka mulutnya mengubah cara orang memandang Heavenly Demon.

“.....”

Heavenly Demon juga sedang menatapnya.

-Heavenly Demon, Heavenly Demon! Wanita itu menatapmu bahkan sebelum kamu mengikuti tes!

Suara bersemangat Raon, yang menjadi tidak terlihat, muncul di kepala Heavenly Demon.

Dan Heavenly Demon sudah mengetahui apa yang dikatakan Raon.

“Kim Hae Yee.”

Nama Heavenly Demon terucap dari mulut Hyun Seong, perwakilan peserta dari Snow Temple Flowers.

Hyun Seong sebenarnya tidak terlihat tertarik, tapi dia memperhatikan semuanya dengan penuh perhatian.

‘Seong-ah. Ini adalah sebuah peluang.’

Kakaknya.

Seperti yang pemimpin saat ini katakan, ini adalah kesempatan untuk membuat nama Snow Temple Flowers terkenal.

Mereka tidak boleh melewatkannya, dan bagi Hyun Seong secara pribadi, Kompetisi Seni Bela Diri ini adalah sesuatu yang harus menjadikan dia juaranya.

‘Maafkan aku. Kamu pasti juga memiliki keinginanmu sendiri..’

Sang kakak yang juga merupakan pimpinan saat ini memutuskan posisinya.

Saat ini, Hyun Seong adalah orang kedua dalam komando Snow Temple Flowers, dan jika orang nomor satu di masa depan menggantikannya, dia harus mundur ke belakang..

‘Itu tidak mungkin.’

Dia masih terlalu muda untuk menunggu masa depan di mana dia akan tetap menjadi orang kedua dan mundur ke belakang.

Snow Temple Flowers. Untuk kampung halaman dan rumah Hyun Seong.

Dan juga untuk masa depannya sendiri.

Hyun Seong sangat ingin mengikuti Kompetisi Seni Bela Diri ini.

Itu sebabnya dia sangat waspada.

‘Sword Ghost.’

Seorang prajurit sejati yang Hyun Seong kenali di antara orang asing di sekitarnya.

Sword Ghost, mengetahui bahwa Hyun Seong berpartisipasi dalam tes ini, keluar sedikit dengan cepat dan menatapnya.

Dan Hyun Seong melihatnya.

‘Grup itu-’

Kim Hae Yee bukan satu-satunya orang yang memperhatikan mereka.

‘Pelayannya dan pengawalnya.’

Mereka juga kuat.

Pertama kali Hyun Seong itu memelototi pengawalnya, pertama kali pengawal itu meletakkan tangannya di sarung pedang, dia merinding di sekujur tubuhnya.,

Dia bisa merasakan kekuatan yang besar pada pria itu.

Seolah-olah Hyun Seong sedang menyaksikan seorang prajurit yang sudah berkali-kali melintasi perbatasan antara hidup dan mati tanpa hukum apapun.

Penjaga Kim Hae Yee, yang telah membuatnya merinding.

‘Dia sangat diam.’

(tl/n :  soalnya kalau ngomong bakal bahaya T.T)

Seperti mata badai.

Jika Hyun Seong merasa liar pada penjaganya yang tampak tenang, maka pada Kim Hae Yee-

‘Dark Vein.’

Kumpulan orang gila yang hanya mengejar kekuatan tanpa hukum, moralitas, benar atau salah.

Pemimpin dari Dark Vein, kelompok tempat mereka berkumpul, muncul dalam pikiran Hyun Seong saat memikirkan Kim Hee Yee.

Gulp.

Hyun Seong menelan ludahnya tanpa menyadarinya.

Alasannya sederhana.

‘Aku tidak tahu.’

Batas kekuatan penjaganya maupun Kim Hae Yee.

Hyun Seong tidak tahu seberapa kuat kedua orang itu.

Kim Hae Yee, yang mengingatkan Hyun Seong pada pemimpin Dark Vein.

Ataukah dia lebih lemah dari pemimpin Dark Vein?

‘Aku tidak tahu.’

Hyun Seong benar-benar tidak dapat memahami kekuatan mereka.

Kedua orang itu tidak bisa ditebak.

Namun-

‘Pelayan itu.’

Anehnya dia sangat menakutkan bagi Hyun Seong.

Kelihatannya pelayan itu tidak kuat.

Tubuh itu terlalu lemah untuk dikatakan telah menempuh banyakanya jalan pertempuran.

Tentu saja, sepertinya dia pernah mengayunkan pedang ketika dia masih muda, tapi hanya sampai situ. Dia lemah.

‘Namun-‘

Kenapa dari pelayan itu-

Dao-Style Zen-

Mereka yang mengejar kekuatan kultivasi.

Orang-orang yang berkultivasi sambil menyatu dengan alam.

Namun, mereka terlibat dalam segala hal di dunia.

Mengapa Dao-Style Zen terlintas dalam pikiran Hyun Seong?

‘Aku tidak tahu.’

Hyun Seong bahkan tidak kenal dengan pelayannya.

Namun, ada aroma tak dikenal yang berasal dari pelayan itu.

Bukankah itu aroma alam?

Atau itu ilusi Hyun Seong sendiri?

Hyun Seong tidak bisa dengan mudah menjawab.

Namun, ada satu kesimpulan yang bisa ditarik.

‘Identitas asli mereka berbeda.’

Pada saat itu, Heavenly Demon membuka mulutnya.

“Kenapa kamu tidak berkata apa-apa setelah memanggil namaku?”

Hyun Seong sadar.

Dan Hyun Seong segera menjawab dengan sopan.

“Lain kali, aku berharap suatu hari nanti aku memiliki kesempatan untuk melihat ketiadaanmu.”

“Melihat-”

Senyuman aneh muncul di sudut mulut Heavenly Demon.

“Apakah kamu tidak ingin menantang aku secara langsung?”

Heavenly Demon. Dilihat dari penampilannya, dia terlihat jauh lebih muda dari Hyun Seong. Dari cara dia memperlakukan orang dengan nyaman, dan cara Hyun Seong dengan sopan memberi hormat. Orang-orang merasakan perasaan yang aneh.

“……….”

Sementara Abundance Knight diam-diam mengamati pemandangan itu.

Senyuman tenang muncul di bibir Hyun Seong.

“Akan menyenangkan juga berkompetisi secara langsung.”

Heavenly Demon mengangguk dengan senyuman aneh.

“Itu juga menyenangkan.”

Dia membalikkan punggungnya.

“Sampai jumpa di final.”

“Kamu juga.”

Lalu dia pergi.

“Tuan Muda, aku akan memandumu ke penginapan!”

Cale dengan cepat menempel di sisi Heavenly Demon.

“Aku tidak akan membuat masalah.”

Cale mendengus mendengar kata-kata Heavenly Demon.

Heavenly Demon memandang Cale dengan tenang dan kemudian melihat sekeliling. Mata mereka menatapnya.

‘Bagus.’

Dia menikmati momen ini.

‘Ini pertama kalinya bagiku.’

Ini adalah pertama kalinya dalam hidup Heavenly Demon berada dalam situasi seperti ini.

Heavenly Demon sendiri tidak mengetahuinya.

Di depan Kim Hae Yee, tidak ada Demon atau Heavenly Demon.

Mereka tidak tahu.

Mereka tidak tahu siapa dia.

Itulah mengapa mereka berani menantangnya.

‘Ini menarik.’

Hal yang sama berlaku untuk Sword Ghost dan Hyun Seong.

Begitu pula beberapa orang lainnya.

Meskipun dia mewaspadai Heavenly Demon, mereka tidak menyerah pada keinginannya untuk menang.

‘Sebenarnya ada beberapa prajurit yang baik.’

Kerajaan Lan.

Heavenly Demon cukup suka di sini.

“…Ini sulit.”

Jika Heavenly Demon melakukan ini, Heavenly Demon mungkin bisa terjerumus.

"Apa?"

Heavenly Demon menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan kasar Cale.

‘Aku menginginkannya.’

Heavenly Demon mulai menjadi serakah sedikit demi sedikit saat dia menatap mata para prajutit yang masih memandangnya.

-Manusia, sorot mata Heavenly Demon jelas merupakan tatapan yang akan menimbulkan masalah.

‘Itulah maksudku!’

Mata Cale dan Raon, yang sedang mengamati Heavenly Demon, menjadi semakin tajam.

‘Hmm.’

Dan Choi Han melihat melampaui tatapan Cale dan Raon untuk memeriksa para prajurit yang diam-diam mengikuti mereka, satu per satu..

"Abaikan saja."

"Ya. Aku sedang melakukannya.”

Mendengarkan perkataan Heavenly Demon dan Cale yang mengetahui segalanya dan membiarkannya, Choi Han dengan setia menjalankan perannya.

‘Choi Han, Heavenly Demon. Tentunya para Wanderer juga akan berpartisipasi dalam tes ini.’

‘Jika, seperti yang kita duga, pengaturan dibuat untuk Blood Demon dan Blue Blood, maka Kerajaan Lan tidak akan mau kehilangan kesempatan itu kepada orang lain yang tidak tahu apa-apa.’

‘Mungkin ada sesuatu yang penting di Kerajaan Lan sendiri yang bahkan Raja pun tidak mengetahuinya dan hanya para Wanderer yang mengetahuinya. Jadi, mereka mungkin ingin mempercayakan Kerajaan ini kepada Blood Demon atau Blue Blood.’

Wanderer yang merupakan Fived Colored Blood.

Musuh yang membuat Choi Jung Gun seperti itu dan mengincar kelompok Cale.

Sekarang, dengan hanya tersisa Fived Colored Blood dan Transparent Blood, Choi Han tidak bisa menurunkan kewaspadaannya sedikit pun.

"Hmm."

Sementara itu, Choi Han sedikit gugup.

“Biarkan saja.”

Choi Han sedikit mengangguk pada kata-kata Heavenly Demon.

“……….”

Bahwa ada seorang Swormaster yang menyelesaikan ujian dan keluar paling cepat setelah Heavenly Demon.

Dia berada sepuluh langkah di belakang Heavenly Demon, yang mengikuti dari belakang.

***

"Whoa!"

Dark Vein.

Dikatakan sebagai tempat di mana orang-orang yang hanya mengejar ketiadaan, tidak memikirkan keadilan, moralitas, dan hukum, berkumpul bersama, dan terdapat berbagai macam pejuang yang aneh.

“Keuuk!”

Pemimpin Dark Vein yang berselisih dengan seseorang.

Lord Passote.

Dia berbaring telungkup di lantai.

“Uh!”

Dia menajamkan kepalanya untuk menghilangkan kata-kata yang membebani kepalanya, tapi alih-alih mengangkat kepalanya, yang bisa dia lakukan hanyalah memalingkan wajahnya untuk menatap orang yang kakinya berada di atas tubuhnya.

“Mengapa kamu melakukan sesuatu yang tidak berguna?”

Wajah tersenyum gadis itu tertangkap di mata Passote.

“Kenapa repot-repot~”

“Uh.”

Gadis itu memberi tekanan lebih pada kakinya.

Pemimpin Dark Vein, Passote, harus merasakan kekuatan yang tak tertahankan, seperti tekanan sebuah gunung yang menekannya. Rasanya kepala Passote akan meledak.

‘Tidak ada gunanya.’

Tidak mungkin Passote bisa mengalahkan gadis ini.

Jika ada Dewa Ketiadaan, maka gadis ini adalah Dewanya.

Bahkan Raja Tamahi di masa jayanya pun akan menjadi seperti debu di depan gadis ini.

“Jika kamu tidak ingin Dark Vein milikmu menghilang, dengan patuh lakukan yang terbaik dan ikut serta dalam Kompetisi Seni Bela Diri.”

Gadis itu mengangkat kakinya dari kepala Passote dan berjongkok.

Gadis itu bertemu dengan tatapan Passote.

“Dan lakukan apa yang aku perintahkan kepadamu.”

Wajah Passote berubah menjadi gugup.

Meski kaki yang menginjak kepalanya menghilang, dia tidak sanggup berdiri. Passote baru saja bertanya padanya.

“...Kenapa aku?”

Dark Vein awalnya tidak berniat mengikuti kompetisi Seni Bela Diri ini.

Tentu saja, setiap anggota yang ingin berpartisipasi dipersilakan untuk berpartisipasi, tetapi tidak ada niat untuk menunjukkan kepada siapa pun nama Dark Vein.

Jadi Passote bertanya pada gadis itu.

“Hoo-hoo.”

Gadis itu menjawab sambil tersenyum.

“Karena aku akan mengambil Dark Vein.”

Tuk.

Dia menjatuhkan dokumen di depan Passote.

Di antara mereka yang mengikuti tes kualifikasi selama beberapa hari terakhir, ada beberapa peserta yang tidak dikenal atau tidak berpengaruh yang mendapat banyak perhatian.

“Dark Vein yang memiliki reputasi buruk dikatakan telah membunuh beberapa kontestan, dan siapa yang bisa mengatakannya? Fufu~. “

Gadis itu tertawa.

“Kerajaan Lan, mereka tidak mengatakan apapun tentang melindungi nyawa kontestan di luar tempat Kompetisi Seni Bela Diri.”

Karena itu.

“Tangani dengan tenang.”

Dan jika Passote tertangkap.

“Yah, meskipun diketahui, itu akan menajdi ulah Dark Vein, kan?”

Saat itu, mulut Passote terbuka.

“Dark Vein bukanlah tempat untuk melakukan hal-hal pengecut dan remeh seperti itu!”

Tekanan membebani seluruh tubuhnya,

Passote terdiam.

Yang terlihat hanyalah aura hijau.

Energi hijau yang menindas Passote,

Passote tidak tahu apa yang ada di dalamnya, tapi aura itu mengerikan.

“Berapa kali kamu membuatku mengatakannya?”

Gadis itu berkata seolah dia frustrasi.

“Lakukan apa yang diperintahkan.”

Dia berbicara lagi dengan nada ramah.

“Sampai nanti.”

Passote merasakan energi yang membebani dirinya menghilang.

Passote mengangkat kepalanya.

Tidak ada seorang pun di sana.

“…….”

Dia sendirian di ruang utama rumah persembunyiannya di ibu kota Kerajaan Lan.

“Bagaimana-”

Bagaimana Dark Vein itu bisa menjadi seperti ini?

"Brengsek."

Passote, pemimpin muda Dark Vein.

Dia ingin mengubahnya.

Tidak, Passote ingin kembali ke awal.

Ketiadaaan.

Hingga saat Passote hanya mengejar hal itu.

Para pengikutnya saat ini hadir di seluruh kepemimpinan Dark Vein dan mendukungnya.

Passote tidak mau mengikuti Kompetisi Seni Bela Diri.

Jika dia menang, dia akan menjadi pewaris Raja.

Karena itu berarti mengganggu kekuasaannya.

Karena Passote tidak bisa tidak mengejar ketiadaan.

“……..”

Passote mengulurkan tangan dan mengambil selembar kertas.

Pop. Pop.

Dia menderita luka dalam dan darah merah tua mengalir dari mulutnya.

Tetesan darah meresap ke dalam kertas.

Ada beberapa nama tertulis di sana.

<Kim Hae Yee>

Diantaranya adalah Heavenly Demon.

Tapi Passote tidak bisa melihat pesan-pesan itu.

‘Siapa dia?’

Siapa gadis itu?

Rupanya dia memperkenalkan dirinya.

‘Namaku So Hee.’

Dan, Passote bertanya dari mana asalnya.

‘Aku hanya seorang pengembara yang mengembara.’

Dia memperkenalkan dirinya seperti itu.

***

“Ada 10 orang~”

Raja Tamahi diam-diam melihat daftar yang diberikan kepadanya oleh Cha Ryun, Kepala Sekolah Seni Bela Diri.

“Apakah ini orang-orang kuat yang kamu pilih?”

"Ya."

“… Apa hubungannya dengan Wanderer?”

“Aku sedang mengkonfimasinya.”

1.        Sorak.

2.       Sword Ghost.

3.       Kim Hae Yee.

4.       So Hee.

5.       dll.

Raja Tamahi yang sedang melihat nama sekitar 10 orang satu per satu bertanya.

“Selain kesepuluh orang ini, mungkin ada permata lainnya yang lebih baik.”

"Tak usah dikatakan lagi. Ini hanyalah mereka yang menilai daftar ini berdasarkan tes kualifikasi. Begitu dipraktikkan, lebih banyak orang akan memamerkan bakatnya. Kami akan mengirimkan laporan tambahan segera setelah kami menemukan permata tersebut.”

"Hmm."

Tamahi mengangguk.

Charun itu diam-diam menatap tuannya dengan kesedihan dalam wajahnya.

Dia membuka mulutnya setelah sekian lama.

“Mereka adalah-”

10 orang ini.

“Yang harus dilindungi atau yang harus dibunuh. Aku rasa begitu.”

Saat itu, Charun membuka mulutnya.

“Mungkin tidak semuanya.”

“Hmm?”

Mata Tamahi beralih ke Charun.

Seorang siswa yang tidak memiliki apa-apa..

Seorang pria yang telah menghabiskan hidupnya memperlakukan ketiadaan sebagai ilmu pengetahuan.

Tamahi memandangnya sebagai guru, bukan subjek.

Tamahi meluruskan postur tubuhnya.

Saat itu, Charun membuka mulutnya.

“Beberapa di antaranya mungkin tidak memiliki permata.”

Pria tua itu memikirkan beberapa orang.

“Tapi permata-permata itu harus dilindungi.”

Baik seseorang yang perlu dilindungi maupun seseorang yang perlu dibunuh.

“Tidak perlu melindungi binatang buas.”

Kita tidak bisa melindungi binatang buas.

Dan binatang itu-

‘Bahkan jika mereka tidak ingin membuktikan diri, mereka akan terungkap.’

Charun melihat beberapa binatang buas.

‘Tidak.’

Mereka bukan.

‘Mereka sudah menjadi binatang buas.’

Mereka juga merupakan binatang yang sangat terampil dan kuat yang tahu cara menyembunyikan dirinya.

Ada tiga diantara mereka..

“Seekor binatang buas akan keluar?”

“Ya, Yang Mulia. Banyak orang-orang berpikir begitu.”

"...Menarik."

“Seekor binatang buas-“

Tamahi bergumam pelan dan berkata sambil tertawa.

“Jadi barang bawaan aku akan dimakan?”

Entah musuh atau sekutu.

Tamahi, yang berbicara sambil tersenyum, berhenti.

Karena tidak ada sedikit pun tawa di wajah Charun.

"Ha ha!"

Tak lama kemudian Tamahi tertawa terbahak-bahak.

“Ini menyenangkan.”

Orang tua itu tersenyum dalam hati ketika dia melihat mata Raja berbinar, yang awalnya diliputi oleh ketidakberdayaan.

***

-Manusia, manusia! Jumlah orang yang mengamati kami meningkat!

“Hm.”

Cale mengangguk.

Cale dan rombongannya, yang menginap di sebuah penginapan dan restoran, sedang duduk di dekat jendela restoran di lantai dua, dengan santai menunggu makanan datang dan mengamati orang-orang berdatangan.

“Kita mendapat banyak perhatian.”

Dua hari telah berlalu sejak mereka mengikuti tes kualifikasi.

Heavenly Demon.

Tidak, para peminat pada pria ini, yang sekarang bernama Kim Hae Yee, melonjak.

Karena dia yang lulus ujian dalam waktu paling singkat.

‘Hah?’

Saat itu, Choi Han menarik perhatian Cale.

‘Mengapa dia seperti itu?’

Ketika pikiran itu muncul di benak Cale,

Suara santai dari Heavenly Demon terdengar.

-Seseorang mengirim seorang pembunuh.

Pembunuh?

-Manusia, manusia! Ada manusia seperti Ron kakek kita yang baik di langit-langit!

Pembunuh Ron.

Manusia seperti dia pasti seorang pembunuh..

-Ini menyenangkan.

Heavenly Demon terlihat sangat menarik.

-Ini pertama kalinya seseorang datang untuk membunuhku sejak aku masih kecil. Aku sungguh bertanya-tanya bagaimana mereka akan membunuh tubuh ini.

‘Orang gila.’

Heavenly Demon sedang menunggu dibunuh.

Saat Cale menggelengkan kepalanya, Choi Han menghela nafas dan menatap Heavenly Demon, seolah dia mengerti.

“…….”

Dan di meja agak jauh, Sword Ghost sedang makan dan melihat dengan penuh perhatian ke arah meja Cale.

‘Ada apa dengan dia?’

Cale mengira Sword Ghost itu adalah hal yang lucu.

Tapi Sword Ghost bukanlah satu-satunya orang aneh.

“...Dewa Kelimpahan.”

Abundance Knight memulai makannya setelah berdoa kepada Dewanya.

Dia juga tinggal di sini dan selalu berada di sekitar Cale dan Sword Ghost. Tatapan Cale saat dia melihat kedua pengguna itu terlihat aneh.

Ini aneh, tapi-

Jika Cale melakukannya dengan baik, kedua orang itu adalah pengguna yang dapat melakukan percakapan baik dengan Cale.

Karena Cale adalah seorang NPC.

Dia juga bisa memberi kedua orang itu sebuah misi.

-Manusia, kenapa kamu banyak tersenyum? Apakah kamu akan menipu seseorang?

Cale seperti biasa mengabaikan kata-kata Raon.

Pada saat itu.

Screech,

Ada orang yang membuka pintu di lantai dua restoran dan masuk.

-Manusia, ini Putra Mahkota Alberu dan Rosalyn yang baik hati!

Cale - 367 The Best in the World

Cale berdiri dengan cepat seperti seorang pelayan.

"Ya ampun, kalian-“

‘Putra Mahkota dan Rosalyn kita-!’

Tapi dia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

-Manusia, sepertinya antara Putra Mahkota dan Rosalyn agak lebih akrab.

‘Iya kan?

Omong kosong apa yang terjadi dengan mereka?'

Alberu dan Rosalyn mendekat, terlihat begitu dekat hingga bisa saja menyebut mereka kakak beradik.

“Aku lapar.”

Dan bukannya menyapa, kata-kata itu mereka ucapkan begitu mereka bertemu.

"Hmm."

Wajah Cale menjadi mengkerut.

“Tapi kita jadi terlihat seperti saudara.”

Dan kemudian Putra Mahkota tiba-tiba mengatakan sesuatu sambil menatap rambut dan mata Cale yang berwarna pirang itu.

"Hmm."

Wajah Cale semakin mengkerut.

Dua orang yang berhadapan satu sama lain memiliki penampilan berbeda, tapi mereka memiliki rambut pirang dan mata jernih yang sama, jadi bagi siapa pun, mereka tampak seperti saudara kandung.

“Baiklah, silakan duduk.”

Saat Cale membuka mulutnya dengan wajah terkejut.

“Keukh!”

Erangan keluar dari mulut Cale.

Baang-!

Suara itu bergema di seluruh ruangan.

‘Astaga!'

Cale terjatuh di meja ruang makan.

Makhluk yang menahannya adalah~

‘…… Choi Han!'

Itu adalah Choi Han.

Choi Han melompat dan mencoba melindungi punggung Cale, namun tidak sengaja menabrak tubuhnya, menyebabkan Cale terjatuh ke atas meja.

“Apa? Apa yang terjadi?”

Cale ingin melihat situasinya.

-Manusia, kamu hampir ditusuk dari belakang!

Dalam kata-kata Raon, dia-

‘Mari kita diam.’

Dan Cale hanya berbaring diam di atas meja.

Bang! Bang!

Cale mendengar suara satu demi satu.

Crack. Crack!

Cale juga bisa mendengar suara langit-langit yang runtuh.

‘Apa yang terjadi?’

-Manusia, kamu harus tinggal diam dan dapatkan perlindungan terbaik yang kamu bisa!

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Cale dengan ikhlas menerima nasihat Raon.

"Ugh!"

Saat Cale mendengar rintihan seseorang,

“Keukh!”

“Keuuk!”

Kemudian dua orang lagi datang.

‘Tidak hanya ada satu pembunuh?’

Mata Cale melebar.

'Kenapa mereka tidak memberitahuku bahwa ada banyak orang?'

Cale sedikit takut.

Faktanya, Cale bukan satu-satunya yang ketakutan.

“Hiccup!”

"Hah."

"Hhhh!"

Lantai 2. Selain Cale, Sword Ghost, dan Abundance Knight, semua orang yang duduk di beberapa meja menarik napas dalam-dalam atau berjongkok.

Rustle~!

Angin bertiup kencang dan belati terbang ke arah salah satu dari mereka.

"!"

Belati itu terbang begitu cepat hingga mereka bahkan tidak bisa berteriak.

Tang!!

Belati itu dengan ringan mengubah arah.

“……!!!”

Mata prajurit itu beralih ke orang yang berdiri di depannya.

Ksatria pirang itu dengan ringan mengayunkan tombaknya dan memblokir belatinya.

“Pergilah, tolong-”

Ksatria tampan itu tersenyum cerah padanya, yang sedang berjuang untuk berbicara. Tampaknya bersinar.

“Tidak ada yang perlu dikatakan.”

Tentu saja itu berantakan, tapi-

“Uh.”

“...Ugh!”

Sebanyak lima pembunuh berguling-guling di lantai restoran.

“……..!”

Sword Ghost melihat ke lima pembunuh itu dan kemudian mengalihkan pandangannya.

“…...!”

Kim Hae Yee.

Heavenly Demon masih duduk.

Namun, total 5 sumpit yang tertancap di kotak peralatan makan hilang.

'Momen ketika pelayan Kim Hae Yee berdiri dan menyambut kelompok mereka yang mendekat.'

Belati turun dari seluruh lantai dua.

Belati beterbangan dari langit-langit, lantai, dan jendela.

'Para penjaga dan penombak menghadang mereka semua-‘

Baik penjaga maupun penombak dengan mudah memblokir belati tersebut.

-----!

Tidak ada suara, bahkan suara angin pun tidak terdengar.

Sebuah bayangan yang hanya dapat dilihat oleh Swordmaster.

'Ya, itu adalah bayangan.’

Bahkan Sword Ghost sendiri tidak dapat melihat gambaran yang jelas.

Setiap kali Kim Hae Yee menggerakkan tangannya, bayangan buram muncul, dan ada sesuatu yang menempel di tubuh si pembunuh. Setelah semuanya selesai, mereka menemukan bahwa itu adalah 5 sumpit.

'Itu juga merupakan titik akupunktur.'

Sumpit tertancap di setiap titik akupunktur yang fatal.

‘...Kamu memperlakukan senjata seperti itu?'

Sword Ghost merinding.

Kim Hae Yee.

Orang itu.

Tidak, siapa dia sebenarnya?

Pada awalnya, Sword Ghost mengira dia adalah master skuadron terpencil di antara Lima Kekuatan Besar.

Meski terlihat muda, usia sebenarnya bisa jadi lebih tua.

'Tidak, sama sekali bukan.'

Lima Kekuatan Besar.

Dia adalah sesuatu yang lebih dari itu.

'Apakah kamu pewaris rahasia Kerajaan Lan?'

Tidak.

Itu tidak mungkin.

Menurut informasi yang diketahui oleh Sword Ghost, Raja Tamahi saat ini tidak memiliki kekuatan untuk melakukan hal tersebut.

'Siapa kamu?'

Kim Hae Yee, siapa dia?

Sword Ghost ingin bertanya, tapi tidak bisa.

“… .”

Karena dia orang lain.

Di sini, di Kerajaan Lan, tidaklah aneh untuk bertindak gegabah dan mati dalam pertarungan kapan saja. Meskipun sekarang di dalam game, dia hidup dengan berpikir bahwa Sword Ghost itu nyata.

Rattle.

Saat itu, seseorang berdiri.

“!!!”

Alis Sword Ghost terangkat sedikit.

'Abudance Knight-'

Abundance Knight tiba-tiba berdiri.

"Hmm."

Sword Ghost segera menyadari alasannya.

Abundance Knight.

Seseorang yang telah mencapai peringkat tertinggi ke-12 sebagai Ksatria Suci di New World ini, tempat di mana orang-orang dari garis keturunan Dewa diperlakukan seperti orang luar, dan di mana peringkatnya sangat langka.

Dia punya alasan bagus.

“Beraninya kamu-”

Abundance Knight.

Matanya berputar ke belakang.

'Hah!'

Cale, yang berjongkok dan menoleh untuk melihat Abudance Knight, terkejut.

‘Mata!'

-Manusia. Mata itu benar-benar menarik perhatian aku!

Secara harfiah, matanya benar-benar berubah.

Tidak, tepatnya, mata itu telah terbalik.

Posisi mata putih dan emas berangsur-angsur berubah, dan cahaya keemasan muncul di sekitar mata.

“Beraninya kamu membawa pedangmu ke meja yang berharga dan sakral tempat kami makan, dan menampakkan darahmu!”

Duk.

Menjatuhkan diri ke satu lutut, dia mengambil piring yang jatuh ke lantai dalam keributan itu.

Setelah mengambil piring itu, dia meletakkannya kembali dengan rapi di lantai dan memberi isyarat. Itu mungkin doa dari Gereja Kelimpahan.

“…”

“… ”

Ada suasana yang aneh.

Para pembunuh itu tampaknya telah tenang. Tentu saja sambil menahan rasa sakit.

“Pada dasarnya, jamuan makan adalah momen berharga di mana semua buah kelimpahan bisa membuahkan hasil.”

Para tamu yang tenang juga memperhatikan.

“Mereka yang mengganggu hal ini adalah mereka yang tidak mengetahui nilai kelimpahan. Mohon kasihanilah mereka.”

Penjaga dan warga yang naik ke lantai dua karena kaget menahan napas, tidak tahu harus berbuat apa.

Sejauh itu, tindakan Abudance Knight tampak sakral.

Bahkan Kim Hae Yee diam-diam menonton ini.

'Sekaranglah waktunya.'

Salah satu pembunuh mencoba menyelinap pergi.

Pada saat itu.

Abudance Knight membuka mulutnya.

Dia tersenyum cerah.

Beberapa saat setelahnya dia berdoa.

“Intinya, jamuan makan adalah peristiwa berharga di mana semua buah yang berlimpah akan dihasilkan. Mereka yang mengganggu hal ini adalah mereka yang tidak mengetahui nilai kelimpahan. Mohon kasihanilah mereka.”

Dia berkata sambil tersenyum.

“Wahai kelimpahan. Terima kasih telah memberi aku kesempatan untuk menghukum mereka.”

‘Hmm!’

Mata Cale membelalak,

-Manusia, ternyata seperti yang diharapkan!

Ketika Raon berpikiran sama dengan Cale.

Thwack.

Abudance Knight dengan cepat menghunus pedangnya dan mengayunkannya.

Saat itulah.

“Hentikan.”

Heavenly Demon berkata,

Tang!

Pedang Abudance Knight diblokir.

“… ”

Senyumannya tiba-tiba menghilang, dan ke arah matanya, Choi Han berdiri dengan wajah acuh tak acuh.

'Itu sebuah trik.'

Sword Ghost terkesan.

Gerakan yang sangat sederhana.

Pedang ksatria pengawal itu mengandung prinsip Seni Bela Diri yang mendalam.

‘Tapi perempuan jalang gila itu akan sulit dihentikan.’

Abudance Knight.

Dengan kata lain, kegilaan akan kelimpahan.

Karena mereka tidak dapat menemukan kata yang lebih buruk daripada fanatisme, Abudance Knight bisa dianggap seorang fanatik.

“… ”

Matanya beralih ke Heavenly Demon, yang masih duduk di belakang Choi Han.

Dia bersandar di kursi dan tersenyum santai.

Suara santai namun anehnya berat mengalir dari mulutnya.

“Mereka milikku sekarang.”

Dia yang Heavenly Demon maksud adalah istilah yang mengacu pada seorang pembunuh.

“Kamu tidak punya hak untuk menghukumnya.”

“Hmm.”

Cale meringis dan dengan cepat setelah mengangkat tubuh tengkurapnya.

Cale berhenti.

‘Dia marah.'

Heavenly Demon, Cale bisa melihat raut wajahnya.

-Manusia, sepertinya Heavenly Demon sedang marah. Mengapa demikian?

Raon tidak tahu kenapa, tapi Cale menyadarinya.

Abudance Knight membuka mulutnya.

Raon tidak tahu kenapa, tapi Cale menyadarinya.

Abudance Knight membuka mulutnya.

“Aku tahu alasan pembunuh itu datang adalah karena kamu. Tapi ini bukan kehendakku, ini adalah kehendak Dewa Kelimpahan yang agung, jadi jangan coba-coba menghentikannya.”

Dia berkata dengan tegas.

“Ini adalah kehendak para Dewa.”

‘Ya ampun.’

Cale menutup matanya rapat-rapat dan membukanya untuk melihat Heavenly Demon.

‘Dia lebih marah.'

Alasannya jelas.

Heavenly Demon menggelengkan kepalanya.

Rambutnya yang panjang dan halus bergerak dengan lembut, tapi kata-katanya sama sekali tidak lembut.

“Itu tidak akan berhasil.”

Heavenly Demon diam-diam marah.

“Sudah kubilang.”

Heavenly Demon adalah Dewa Demon Cult yang hidup.

“Mereka milikku sekarang.”

Tatapan Heavenly Demon beralih ke Abudance Knight.

Saat yang tepat Heavenly Demon melakukan kontak mata dengan Abudance Knight.

“!!”

Abudance Knight merasakan sensasi yang menakutkan.

Abudance Knight merasa seluruh tubuhnya tegang.

Seolah-olah--

‘Ya.'

Rasanya seperti Dewa memberi Abudance Knight peringatan.

Para pembunuh bahkan tidak bisa bergerak.

Karena ada seorang spearman berambut pirang dan seorang prajurit penjaga yang menatap mereka.

Abudance Knight membuka mulutnya.

“Kehendak Dewa adalah-”

Sebuah hukum yang tidak boleh dilanggar.

Dia mencoba berbicara, tapi-

Ada seseorang yang membuka mulutnya di saat yang sama dengannya.

“Ya ampun, Tuan Muda kami~~”

Seseorang melangkah di antara keduanya dan menghalangi pandangan mereka.

“!!”

Pandangan aneh lainnya muncul di mata Abudance Knight.

Itu adalah pelayan berambut pirang.

Pelayan itu buru-buru turun tangan dan berbicara dengan cara yang tidak sesuai dengan wajahnya sama sekali.

“Tentu saja. Tentu saja. Mereka mencoba membunuh kita, dan kita harus berurusan dengan mereka..”

Cale memunggungi Abudance Knight dan berbicara dengan suara ramah.

Tapi wajah Cale cerah saat dia menatap Heavenly Demon.

'Mari kita lakukan dengan baik dan lancar, paham?'

Heavenly Demon, yang mengenali tatapan itu, tersenyum dan menoleh.

Cale berbalik dan mendekati Abudance Knight.

“Jika… kamu tidak perlu melakukan kehendak Dewa, kami akan melakukannya untuk kamu…. Bukankah kita setidaknya harus tahu siapa dalang di balik upaya membunuh kami?”

Cale tersenyum pahit dan melihat sekeliling.

Semua orang sepertinya setuju dengannya.

Karena itu benar.

“Dan jika lebih banyak darah yang tertumpah di sini, bukankah akan menjadi sebuah malapetaka bagi mereka yang harus makan di sini hari ini?”

Penjaga dan pemiliknya mengangguk dengan marah.

“Kehendak Dewa Kelimpahan akan terlaksana, dan kami akan melakukannya dengan baik.”

“…..”

Abundance Knight tidak menjawab.

Jika dia jatuh cinta pada hal seperti ini, dia tidak akan dijuluki seorang fanatik.

‘Tidak mungkin.’

Sword Ghost menggelengkan kepalanya.

Pelayan itu tidak bisa menghentikan Abudance Knight.

Sword Ghost melihat sekeliling.

Selain orang biasa, banyak juga orang di sini yang datang untuk menjelajah.

Orang fanatik ini juga mengetahuinya, dan dia tidak akan pernah menyerah.

"Ksatria. Jika kamu tidak mempercayai kami, kami akan menyerahkannya kepada kamu nanti. Pada saat itu, tidak apa-apa bagimu untuk secara pribadi melaksanakan kehendak Dewa Kelimpahan?”

Menurut pendapat Cale, itu adalah garis yang bisa dilakukan oleh Heavenly Demon.

Tapi kebanyakan orang tahu bahwa Abudance Knight akan menolak kata-kata ini.

Bukankah belum pernah ada kasus seperti ini sebelumnya?

Dia tidak pernah menyerah.

"Kamu-"

Lalu, mulutnya terbuka.

"Siapa kamu?"

Terjadi keheningan yang aneh.

'Hmm?'

Tatapan Sword Ghost beralih dari Abudance Knight ke pelayan.

Bukankah dia pelayan?

Pelayan yang juga tampak tidak biasa,

“Aku adalah pelayan Tuan Muda kami.”

Cale tersenyum cerah.

'Apakah dia benar-benar menyadari bahwa aku adalah bos 3th Evil dan 7th Evil?'

Sebagai seorang pengikut Dewa, Cale merasa tidak nyaman dengan Abudance Knight.

Akan sangat merepotkan jika kecenderungan Cale untuk datang dari sini diketahui.

“Aroma darimu-”

Ketika Abudance Knight membuka mulutnya, satu kata memasuki pikirannya.

-Berhenti.

Sebuah suara dingin menunjuk ke arah Ketika Abudance.

Seperti belati.

Setelah itu, suara itu juga terdengar di telinga Ketika Abudance.

“Tutup semuanya.”

Heavenly Demon memberikan instruksi pada Choi Han. Choi Han melumpuhkan lima pembunuh tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Satu demi satu.

Abudance Knight melihat ini dalam diam dan kemudian membuka mulutnya.

“Aku akan menuruti keinginanmu.”

Dia menatap secara khusus pada Cale.

'Hmm-

Kenapa dia seperti ini?’

Cale merasakan kecemasan yang tidak dapat dijelaskan.

'Apakah aku tertangkap?'

Apakah Abudance Knight berencana untuk menghukum Cale?

Saat dia mendekat,

Abudance Knight berdiri tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan menuju ke tempat duduknya.

Dan kemudian mulai makan lagi.

Dengan cara yang formal.

Namun, sebelum dia mengambil sendok dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya, dia melihat Cale dan kelompoknya di antara orang-orang yang menonton dengan tatapan kosong.

Abudance Knight berkata sambil menatap langsung ke arah Cale.

“Bumi adalah awal dari segala sesuatu, pohon-pohon yang tumbuh di atasnya adalah buahnya, dan segala sesuatu adalah kehendak dari kelimpahan.”

Dan dia melanjutkan makan dengan ekspresi hormat di wajahnya.

[ Cale, Cale! Apakah kita sudah tertangkap? ]

Super Rock berkata dengan heran.

[ Dia mencium bau pepohonan. ]

Pendeta wanita rakus itu berkata dengan nada pelan.

[ Itu benar. Aku pikir dia mengenali aku dan si pelahap. Bagaimana ini? ]

Saat Super Rock kaget dan pelahap tenang.

Cale merasa lega.

‘Apanya. Aku berpikir aku telah tertangkap basah karena aku bos terselubung.’

Cale tidak tahu apa artinya, tapi Abudance Knight sepertinya mengenali beberapa kekuatan kuno Cale.

Dan Cale memang benar.

'...Menyegarkan.'

Faktanya, Abundance Knight datang ke sini mengikuti Cale.

Karena Cale memiliki aroma tanah yang murni.

Aroma kayu yang menyegarkan.

Mata jernih dari orang yang menanggungnya,,

Dia mengikuti Cale seolah dia kesurupan.

'Siapa dia?'

Tanah dan pepohonan.

Dia adalah anggota yang sangat diperlukan dalam Church of Abundance.

‘Dia jelas bukan seorang elementalis.'

Bukan hanya itu.

‘Sesuatu yang lebih mendasar-’

Sedikit lebih penting.

Sedikit lagi lebih mendasar-

Berhenti.

“..........”

Abundance Knight berhenti makan.

Dan Abundance Knight menemukan jawabannya.

'Alam…'

Ya. Aroma alam begitu terasa dalam diri pelayan itu.

Bentuk paling murni dan terindah,

Abudance Knight. Dia melanjutkan makannya dengan santai, tetapi suasana hatinya semakin tenggelam.

Abudance Knight, yang mencoba melihat penjaga Heavenly Demon dan Cale, berhenti.

“… .”

“… .”

Heavenly Demon sedang menatap Abudance Knight.

'Berhenti.'

Abundance Knight ingat peringatan yang Heavenly Demon kirimkan.

Abudance Knight membuang muka dan melanjutkan makan.

Munch.

Abundance Knight rasa dia perlu mencari tahu lebih lanjut.

Entah kenapa, sepertinya Dewa Kelimpahan menyuruhnya melakukan hal ini.

Dan saat itu.

Setelah Choi Han mengatakan dia akan datang bersama Alberu untuk membersihkan para pembunuh untuk sementara waktu, Heavenly Demon menyuruh Cale untuk duduk.

Dan saat itu.

“Kenapa?”

Ketika tatapan miring Cale beralih ke Heavenly Demon,

Dua suara terdengar.

-Manusia! Tapi orang yang mirip Kakek Ron tidak bergerak!

-Para pembunuh itu adalah umpan.

Suara Raon. Dan selanjutnya suara Heavenly Demon.

'Apa?'

Cale terkejut, tapi segera mengerti.

‘Yah, Raon bilang dia mirip Ron.’

Raon tidak akan mengatakan dia mirip Ron hanya karena dia seorang pembunuh. Hanya seseorang dengan tingkat keahlian yang sama dengan Ron yang akan mengatakan itu.

-Dia sengaja terus berada di sana.

Pada saat itu.

Seseorang muncul di jendela di lantai dua.

Nyaaa!

Itu adalah Hong.

Bagi yang lain, dia adalah seekor kucing, tapi Hong muncul di tidak bersama On di atap penginapan. On harus menjaga Eden Miru.

Shhhaaa.

Cale mengerti situasi apa ini.

“Aku kira kalian juga menemukannya?”

Nyaaa-!!!

Hong menjawab dengan gembira.

Hong mengetuk bingkai jendela dengan kakinya.

Seolah-olah Hong menyuruh Cale untuk pergi menemuinya.

“Raon, kamu ikut juga.”

Raon tidak melewatkan apa yang Cale katakan dengan lembut,

“Kami, um, pelayan?”

Matanya bergerak sedikit.

Itu adalah Rosalyn.

Cale mengerti apa yang dia maksud.

“Bolehkah aku meminta bantuanmu? Kamu pasti lelah.”

“Ini perjalanan yang ringan.”

Rosalyn memutuskan untuk turun tangan sebagai pelindung Raon dan Hong.

“Ayo jalan-jalan sebentar lalu kita bicara.”

“Aku harap perjalanmu damai.”

Yang dikatakan Cale adalah jangan pergi ke tempat berbahaya.

"Tentu saja."

Rosalyn berhasil memahaminya, dan dia bangkit dan menuju ke lantai pertama.

-Aku datang! Heavenly Demon akan melindungimu!

Nyaa!

Hong dan Raon mengikutinya dan menghilang.

Cale yang tersisa memandang Heavenly Demon. Seolah menanggapi tatapan itu, Heavenly Demon mengirimkan pesan.

-Mereka mencoba mengambil nyawa kita, jadi kita perlu mencari tahu siapa dalangnya, bukan?

Tentu saja Cale setuju.

***

Saat itu.

Seorang wanita yang sedang memandangi bagian dalam wisma dengan terengah-engah dari jendela gedung di seberang jalan tempat wisma itu berada tidak dapat menahan erangannya.

"Ugh!"

Drip.

Darah mengalir dari matanya.

Seorang lelaki tua mendekatinya, berpakaian seperti seorang pembunuh.

Hei, kenapa kamu melakukan ini?”

Wanita ini adalah talenta yang sangat dihormati di Dark Vein.

Karena mempunyai kemampuan khusus.

Dia adalah seorang yang bisa melihat.

Seperti seorang peramal, dia bisa melihat ke dalam esensi orang lain.

“Ugh!”

Ini adalah pertama kalinya lelaki tua itu melihat dia muntah darah.

“Apakah kamu baik-baik saja? Haruskah aku memanggil dokter?”

Pria tua itu sendiri adalah salah satu pembunuh dari Dark Vein, sedang melihat wanita di depannya yang datang lebih dulu.

Karena wanita itu seperti seorang cucu yang dia besarkan dengan penuh perhatian.

“Huukk… Tidak.”

Wanita itu, yang akhirnya mengatur napasnya, memandang lelaki tua itu dan berkata.

“Master. Kita harus segera menemui pemimpin.”

Suaranya bergetar.

“Kenapa, kenapa?”

Ini adalah pertama kalinya lelaki tua itu melihat muridnya melakukan ini.

Black Vein, salah satu dari enam Dark Vein.

Satu-satunya murid lelaki tua yang memimpin Black Vein adalah seorang anak berharga yang sudah dia anggap seperti seorang cucu.

Wanita yang akan menjadi Black Vein berikutnya terus melontarkan kata-katanya.

“Umpannya bukanlah masalahnya. Ya, ancaman para Wanderer bukanlah masalahnya! Kita pasti sudah tertangkap.”

"Eh? Maksudnya itu apa? Jika kita tertangkap, kita harus segera menghindarinya! Jika kita menemui pemimpin, latar belakang kita akan ketahuan!”

“Tidak, sekarang, itu saja. Bagaimanapun, aku harus menemui pemimpin dan memberitahunya siapa yang kita sentuh?”

Wanita yang sedang mengoceh itu berbicara dengan nada mendesak.

Flash.

Dia membuka matanya yang tertutup.

Mata dengan air mata berdarah mengalir jernih dan jelas.

“Dia Evils!”

"Apa?"

“Kejahatan terburuk….!”

Dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan.

Dia bahkan tidak dapat memahami apa yang dilihatnya.

Tapi dia melihat satu hal dengan jelas.

“Neraka yang tidak berani kita atasi,”

Orang yang berdiri di atas neraka.

“Penguasa neraka telah datang!”

Tubuh wanita itu bergetar, dan lelaki tua itu nyaris tidak membuka mulutnya.

“...Kim Hae Yee adalah penjahat neraka?”

Kim Hae Yee, orang yang paling cepat.

Dia datang untuk memancing Kim hae Yee atas suruhan pempimpin Dark Vein untuk membunuhnya.

Namun kini umpan bukanlah masalahnya.

Orang tua itu segera melihat muridnya menggelengkan kepala mendengar kata-katanya.

"Tidak! Itu bukan dia!"

‘Apa?

Bukan Kim Hae Yee?’

"Pelayannya!"

‘Pelayan?’

Lelaki tua itu memikirkan pelayannya yang berambut pirang.

“Pelayan-”

Dia gemetar.

“Evils, dia makhluk yang disembah oleh kejahatan.”

Suatu hal yang sangat mengerikan telah muncul di Kerajaan Lan.

Dia tidak bisa menyembunyikan gemetarnya.

***

“Oh, Tuan Muda, enak sekali!”

Dan Cale sedang makan mie dengan banyak daging yang enak.

Cale - 368 The Best in the World

"Whoaa."

Cale benar-benar terkesan saat memakan mie tersebut.

Kerajaan Lan.

Tempat ini sepertinya berlatar Murim, tapi makanannya terasa seperti mengingatkan Cale pada masakan Korea saat dia masih di Bumi.

Ada banyak daging di dalam mie sebagai topping, tapi kuahnya bening namun pedas, persis seperti selera Kim Rok Soo.

“Pffft.”

Entah Heavenly Demon menertawakan Cale seperti itu atau tidak, Cale menikmati perasaan kenyang untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

Pada saat itu.

“Kita harus bergegas!”

Seolah-olah kematian ada di belakang mereka.

Black Vein of the Dark Vein's Six Vein bergerak lebih cepat dari sebelumnya, membawa gurunya.

"Ya. Ayo pergi.”

Orang tua itu, guru adalah pemimpin Black Vein of the Dark Vein's Six Vein, segera meninggalkan ruangan, menopang muridnya.

Sebelum sang guru dan murid keluar, mereka melihat sekilas Cale dan Heavenly Demon dari kejauhan melalui jendela yang terbuka.

Screeh.

Pintunya tertutup, dan kedua orang itu sudah tidak ada lagi di dalam ruangan.

Tap! Tap!

Bersembunyi dalam bayang-bayang atau melompat melintasi atap, anggota Black Vein of the Dark Vein's Six Vein dengan cepat menuju Passote, Lord Dark Vein.

Shhoooo---

Tapi tidak ada orang di sana.

Hembusan angin menyapu ruangan..

Shhaaa.

Diikuti oleh angin sepoi-sepoi.

Tepat di sebelah jendela yang terbuka.

Raon menempel di dinding, diam dan terengah-engah.

Poof---

Raon memasuki ruangan dan menghilangkan tembus pandangnya.

“Hoo!”

Mata Raon berbinar.

“Seperti yang diharapkan, aku hebat!”

Raon mengepakkan sayapnya.

“Aku mendengarkan dengan cermat dan tidak ketahuan!”

Faktanya, Raon mengetahui lokasi lawannya, namun alih-alih mendekat, dia mencoba melihat dari kejauhan.

Namun, saat wanita itu terjatuh ke depan dengan berlinang darah, dan lelaki tua itu menopangnya, membuat kewaspadaan terhadap sekeliling kedua oranh itu menurun.

Sehingga Raon bisa mendekat secara diam-diam dan mendengarkan semua yang mereka katakan.

Flap flap.

Raon menjadi tidak terlihat lagi dan terbang keluar ruangan.

Tap, Tatap!

Dan kemudian dia kembali ke Hong dan Rosalyn yang sedang berlari.

Hong diam-diam mengejar pria tua dan wanita itu.

“Kita harus menjaga jarak segini!”

Rosalyn mengikuti instruksi Hong dengan baik.

Sekarang On sedang tidak ada.

Orang yang paling mampu melacak dan bersembunyi adalah Hong, dan Rosalyn serta Raon mengikuti sarannya tanpa sepatah kata pun.

- Rosalyn yang manis! Aku sudah mendengar semuanya!

Tentu saja, Raon sibuk melaporkan menggunakan sihir daripada mulutnya.

Shaaa..

Sudut mulut Rosalyn perlahan-lahan mengarah ke atas.

Di sini Rosalyn bukan bangsawan atau apa pun.

Namun, Rosalyn memiliki pengetahuan yang sama dengan Alberu tentang peta kekuatan benua.

“Ini semakin menarik.”

Dark Vein.

Saat Rosalyn mendengar kata-kata itu, dia tidak bisa menahan senyum.

***

Tap. Tap.

Ketukan tangan di atas meja cukup menjengkelkan.

“Kejahatan terbesar dari semua Evils?”

Tap!

Jari telunjukku berhenti mengetuk meja.

“Memerintah neraka? Disembah oleh Evils?”

Tatapannya yang dingin beralih ke pemimpin Black Vein, salah satu dari enam Dark Vein.

Tepatnya, tatapannya melampaui bahu lelaki tua yang berlutut hingga wanita yang juga berlutut.

“Cheon Ryeo. Apakah kamu mengerti arti neraka?”

Cheon Ryeo.

Itu adalah nama seorang wanita.

"Aku tahu. Yang Mulia.”

“Jika itu benar-”

Senyuman muncul di wajah Passote.

Passote berkata sambil tersenyum.

“Kita sudah selesai sekarang.”

“……”

Cheon Ryeo menutup matanya rapat-rapat.

“Cheon Ryeo. Apakah ada neraka di sini selain di sana? Jika ada, itu adalah Raja Iblis. Tapi ini bukan neraka, itu hanya tempat berkumpulnya sampah.”

Passote, yang berbicara dengan heran, tidak kehilangan senyumannya.

“Itu pasti salah satu dari 8th Evils. Dikatakan bahwa mereka disembah oleh Evils.”

Emosi yang terkandung dalam senyuman itu tidak baik.

Sebaliknya, tawanya kasar.

“Aku terlibat dengan hal-hal gila dan berakhir di neraka.”

Lalu lelaki tua itu membuka mulutnya.

“Pasti ada konspirasi besar dalam Kompetisi Seni Bela Diri terbaik dunia ini yang tidak kita ketahui.”

Dia mengungkapkan keraguannya.

“8th Evils, 8th Evils, pada awalnya sangat enggan untuk mengungkapkan diri mereka sendiri. Namun salah satu dari 8th Evils muncul di Kerajaan Lan. Ini bukan suatu kebetulan.”

"Jadi?"

Lelaki tua itu terdiam mendengar kata-kata yang diucapkan Passote dengan tenang.

Kemudian dia menundukkan kepalanya.

“... Itu tidak masuk akal.”

Passote mengangguk mendengar kata-katanya yang lemah.

“Ya, itu tidak masuk akal.”

Jika memang ada satu arti.

“Dark Vein tidak lebih dari sebuah bidak catur. Itulah satu-satunya hal yang perlu kita khawatirkan saat ini.”

Dia mengeluarkan perintah pengusiran kepada dua orang Black Vein itu.

“Ayo kita keluar dan melihat.”

"Ya. Yang Mulia.”

"...Yang mulia."

Tapi Cheon Ryeo mengangkat kepalanya dan menatapnya.

“Aku tidak yakin apakah itu 8th Evils.”

"...Apa?"

Wajah Passote berubah ketika dia melihat dia mengatakan sesuatu yang sangat berbeda dari apa yang Cheon Ryeo katakan sebelumnya. Namun, Passote berhenti saat melihat wajah Cheon Ryeo.

“Aku tidak melihat esensi yang jelas. Aku hanya melafalkan apa yang aku bayangkan sebagai gambar dan kata-kata yang meresap ke dalam pikiran aku.”

Cheon Ryeo takut.

Jelas sekali bahwa Cheon Ryeo sedang melihat ke arah Passote juga, tapi matanya sepertinya menggambarkan sesuatu di luar dirinya, sebuah fantasi.

“...Mengerikan, mengerikan, kejahatan itu-”

Dia tidak tahan untuk berbicara. Namun, Passote sepertinya mengerti.

“Mungkin ada lebih dari 8th Evils?”

“...Tidak ada orang kecil yang pernah menghadapi Bos 8th Evils. Tetapi-"

Pelayan itu.

Wajah yang tampan dengan aura yang aneh.

Namun, perilakunya tenang dan ceria.

Berbeda dari penampilannya-

"Aku…."

Cheon Ryeo akhirnya mengungkapkan gambaran yang muncul di benaknya.

“Aku belum pernah bertemu Dewa.”

Suasana menjadi tenang.

Tak seorang pun di ruangan itu bisa membuka mulut.

Cheon Ryeo sedang berbicara sekarang.

Cheon Ryeo bilang dia tidak tahu apakah orang yang dia lihat adalah Bos 8th Evils ataukah Dewa.

"Ha-"

Passote tertawa terbahak-bahak.

“Keluar dan lihat.”

Perintah untuk para bawahannya dikeluarkan sekali lagi.

Pria tua dan wanita itu membungkuk dan keluar ruangan.

Mereka bahkan tidak saling memandang wajah pucat satu sama lain.

Screeech - Boom.

Namun, setelah pintu ditutup, Passote yang tetap tinggal bertanya kepada orang lain di kamarnya.

“Apakah kamu percaya itu?”

“Tahukah kamu, Yang Mulia, bahwa imajinasi Cheon Ryeo tidak pernah salah?”

Seorang Jendral militer dari Dark Vein. Hotan.

Mendengar perkataannya, Passote memilih diam.

Passote berbicara untuk pertama kalinya setelah beberapa saat.

“... Mereka akan datang.”

Bahkan tak satu pun dari mereka menyebutkan siapa yang akan datang.

Hotan berkata dengan tenang.

“Aku akan segera mengalihkan semua penjaga.”

"Ya. Pertahankan sesedikit mungkin orang di rumah persembunyian.”

Hotan menundukkan kepalanya dan menerima maksudnya dan melanjutkan.

“Tapi dia mungkin tidak datang.”

“Kalau begitu, kurasa aku harus pergi.”

Hotan tersenyum mendengar jawaban Passote dan meninggalkan ruangan. Dan Hotan meninggalkan sepatah kata saat melaju menuju keluar ruangan.

"Yang mulia. Aku akan menjagamu.”

“Hoo.”

Senyuman nyaman muncul di bibir Passote.

“Aku tidak punya niat pergi ke mana pun dan meninggalkanmu.”

“Tentu saja harus.”

Passote, ditinggal sendirian, memejamkan mata.

Passote mengulurkan tangannya.

Passote bisa merasakan suhu senjatanya, kapaknya.

Hal yang dingin semakin panas.

Mungkin karena pikirannya sedang mendidih.

“Haaa.”

Passote menghela napas dan menunggu di tempat yang sunyi.

Evils yang akan datang

Atau Dewa Evils.

***

Hwii-

Dan Passote mendengar angin bertiup.

Screech.

Jendela yang terbuat dari kertas dengan pola indah terbuka ke samping, dan hembusan angin masuk ke dalam ruangan.

“……”

Passote membuka matanya.

Ada tiga orang berdiri di depannya.

Passote perlahan bangkit dari tempat duduknya dan menyapa mereka.

"Selamat datang."

Tatapan aneh muncul di mata Cale saat melihat sikap sopan itu.

-Aku pikir orang ini bisa berguna.

Mendengarkan suara Heavenly Demon.

‘Yah, ancaman para Wanderer bukanlah masalahnya!’

Cale mengingat informasi yang diberikan Raon kepada dia.

Wanderer-

Seorang Wanderer yang akan menjadi ancaman.

"Yang mulia."

Cale bertanya dengan lembut.

“Apakah ada Wanderer yang datang mengunjungimu?”

“….”

Ekspresi Passote tidak berubah.

Tapi Passote teringat apa yang dikatakan gadis yang datang menemuinya tempo hari.

‘Namaku So Hee.’

'Aku hanya seorang pengembara yang mengembara.'

Shhaaa.

Cale tertawa.

Ditemani oleh Kim Hae Yee, orang kuat tak dikenal yang diingat oleh Passote, dan seorang penjaga, Cale berdiri di tengah seolah-olah dia adalah tuan mereka, menatap Passote.

“Apa yang kamu rencanakan dengan kami?”

Passote membuka mulutnya setelah sekian lama.

Passote tidak tertarik pada apa pun.

Hanya Black Vein of the Dark Vein's Six Vein. Satu-satunya hal yang penting adalah melindungi Dark Vein yang telah Passote lindungi sepanjang hidupnya.

"Tidak ada apa-apa."

Cale menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak punya niat melakukan apa pun.”

“Hmm.”

Cale memandang Passote seolah sedang berpikir sejenak lalu membuka mulutnya.

“Aku rasa aku perlu mendengar beberapa informasi tentang Wanderer dan apa yang dia lakukan pada Dark Vein. Kamu hanya perlu memikirkannya sedikit demi sedikit.”

Cale memberitahunya.

"Kemari."

Perlahan, Choi Han maju selangkah.

“Aku akan menjaga prajurit penjaga kami bersamamu.”

“Apa?”

Mata Passote membelalak.

Kali ini Passote tidak bisa menyembunyikan emosinya. Dan kemudian perasaan tidak nyaman itu muncul tanpa Passote sadari.

Tapi Passote membeku mendengar kata-kata berikutnya.

“Karena aku harus menyelamatkanmu.”

Cale menatap Passote dengan tenang dan membuka mulutnya.

“Wanderer adalah seseorang yang memiliki kualifikasi untuk menjadi Dewa tetapi dia menolaknya, dan mereka cukup kuat. Sebuah ancaman bahkan bagi para Dewa sekalipun.”

Dewa.

Passote tidak yakin apa yang harus ia simpulkan dari pembicaraan tentang sesuatu yang berada di luar kategori manusia ini..

Tapi ada satu hal yang jelas.

“Jika prajurit penjaga kami ada di sisimu, setidaknya kamu bisa melarikan diri tanpa mati.”

Penjaga di depan Passote.

Seorang pria yang namanya tidak dia ketahui.

Itu sudah jelas.

Screeh.

Pintu geser terbuka, dan Jenderal Hotan, satu-satunya yang duduk di lorong, menundukkan kepalanya dan berkata.

“Bolehkah aku mendengar detailnya?”

Meskipun Hotan tidak tahu apa-apa tentang bahasannya, dia diakui oleh pemimpinnya karena akalnya dan menjadi tangan kanannya.

“…”

Saat Cale memandang Hotan dalam diam, dia tersenyum.

“Ini sudah larut malam, jadi aku akan menyiapkan teh hangat.”

Cale dengan cepat merespons sambil tersenyum.

“Selama itu bukan teh asam, tidak masalah.”

"Ya. Aku akan mendengarkan baik-baik dan mengingatnya.”

Hotan tersenyum lembut mendengar kata-kata Cale dan menatap Passote.

Dan Hotan mengatakannya dengan lantang di depan Cale dan yang lainnya.

"Yang mulia. Wanderer yang datang kepada kita tidak lebih baik dari binatang buas yang tidak tahu sopan santun. Orang-orang yang datang kali ini tahu etika, jadi bukankah pantas memperlakukan mereka sebagaimana mestinya?”

“Hoo.”

Tawa pendek, seperti desahan, keluar dari mulut Passote.

Passote mengangguk.

“Memang. Hanya karena kita mencari ketiadaan, bukan berarti kita tidak tahu sopan santun.”

Seolah menanggapi kata-kata itu, Heavenly Demon membuka mulutnya.

“Sebaliknya, kamu harus tahu etiket dengan lebih baik.”

Mata Heavenly Demon dan Passote bertemu.

Heavenly Demon berbicara dengan tenang.

“Yaitu, jika kamu tahu arti membunuh.”

Membunuh.

Semakin dia tahu artinya, semakin dia harus bersikap sopan.

“Kata-kata ini menyentuh hatiku.”

Passote mengangguk dan meminta minuman kepada sang jenderal.

“Aku pikir ada banyak hal yang perlu kita bicarakan.”

Menanggapi perkataan sang pemimpin, Cale merespon positif dengan senyuman.

Saat itu, Cale mendengar suara Heavenly Demon.

-Choi Han akan mendapat masalah.

Cale berusaha keras untuk berpura-pura tidak tahu apa yang dia katakan. Dia tidak sedang melihat Choi Han sekarang.

Kerabat Choi Han, Choi Jung Gun.

Choi Jung Gun saat ini sedang sekarat dalam keadaan koma setelah terinfeksi Polusi Kekacauan.

Wanderer, seorang Hunter dari Fived Colored Blood, bertanggung jawab atas apa yang terjadi padanya. Mereka jugalah orang-orang yang menjadikan sesama Wanderer Choi Jung Gun seperti itu.

Permusuhan Choi Han terhadap Wanderer Fived Colored pasti sangat besar.

‘Bahkan lebih buruk lagi karena dia tidak menunjukkannya..’

Choi Han tidak marah atau mengeluh.

Choi Han hanya diam menunggu dan melihat Cale bekerja.

Sampai, ia bertemu dengan seorang Wanderer Fived Colored Blood.

Wanderer.

Tapi mereka mungkin sangat kuat.

Choi Han menciptakan jalannya sendiri dan menciptakan auranya menjadi seperti kekuatan kuno.

Choi Han akan mampu menghadapi mereka.

'Hmm..'

Namun-

Cale ingat satu orang.

‘Putra Mahkota kita perlu menerima pedang dari Choi Han.’

Pedang Matahari.

Choi Han harus menyerahkannya kepada sang pahlawan, Alberu.

'Cale, ayo kita bicara lagi besok pagi.'

Cale memutuskan untuk berbicara dengan Alberu besok pagi.

'Hmm. Kurasa aku bisa menyerahkannya saja.'

***

Tapi segalanya tidak berjalan sesuai rencana.

“Hoo! Ada sekitar 300 orang yang lolos babak kualifikasi sendirian?”

"Hai. Ini bukan lelucon! Aku harus menonton babak kualifikasi dulu!”

Babak kualifikasi Kompetisi Seni Bela Diri terbaik dunia telah diumumkan.

“Di sisi Dark Vein tenang.”

“Mereka bilang Passote tidak keluar rumah akhir-akhir ini.”

Chivalrous Alliance, salah satu dari Lima Kekuatan Besar, sedang mengamati situasi Dark Vein yang tidak berbeda dengan musuh mereka.

“Tetap saja, kami akan mengawasinya.”

“Ya.”

Boom!

“Komandan Jenderal!”

“Kenapa?”

Panglima Tertinggi Dewan menatap bawahannya yang terengah-engah. Petugas itu menahan napas dan segera melaporkan.

“Dikatakan bahwa ledakan besar terdengar dari tempat yang diyakini sebagai rumah persembunyian Dark Vein! Aku pikir ada sesuatu yang sedang terjadi!”

Seperti yang dia laporkan.

Sesuatu sedang terjadi di rumah persembunyian tempat Passote menginap.

“Huh.”

Passote terlalu bersemangat untuk mengatakan apapun..

“Hoo. Ternyata kamu cukup sering menggunakan tombak.”

Heavenly Demon berbicara dengan malas, bersandar di kursinya seolah dia tertarik.

Dan Cale.

"Hmm."

Ekspresinya terguncang.

Di depan Cale ada ruang pelatihan luas yang dibangun di rumah persembunyian.

“Seperti yang diharapkan, ujian menjadi pemilik tidak akan mudah?”

Alberu Crossman.

Dengan nama pengguna The Irreverent Emperor itu berbicara sambil tersenyum, tetapi ujung tombak di tangannya sedikit gemetar. Dan di sisi lain.

“Baiklah. Aku tidak bisa melakukannya dengan sia-sia.”

Choi Han menggantung pedangnya dan senyum gugup di wajahnya.

Sekarang, Alberu dan Choi Han sedang bertarung.

Cale - 369 The Best in the World

Dini hari.

Saat ini, Kerajaan Lan sedang berguncang dengan daftar lebih dari 300 pelamar yang berhasil.

“Hmm.”

Choi Han melihat Quest yang muncul di depannya.

[1. Temukan seorang pahlawan untuk menggantikan mantan pahlawan Gisk yang telah merosot dan berikan Pedang Matahari kepadanya!!]

Hal serupa juga terjadi pada Alberu Crossman, yang berdiri di hadapannya.

“……”

================

-Subquest terkait 1 [Dapatkan pengakuan dari Swordmaster yang mencerahkan mantan prajurit!]

================

Dan Cale, yang sedang menonton, membuka mulutnya dengan wajah berkerut.

“Kalian sedang apa sekarang?”

Alberu memandangi rambut pirang yang warnanya sama dengan dirinya, lalu menatap wajah Cale, yang memiliki iris mata mirip dengan Alberu, lalu mengulurkan tangannya.

Buzz!

Muncul arus listrik.

“…….”

Dan pedang matahari menolak Alberu.

Alberu mengedipkan mata pada Choi Han.

“Berikan pada Cale Henituse.”

“....Ya”

Choi Han menyerahkan pedang itu pada Cale.

“Untuk apa ini?”

Cale menerima pedang itu dengan santai.

Cale mendengus melihat pemandangan lucu dari kejadian pagi ini.

“Nih.”

Cale menyerahkan Pedang Matahari kepada Alberu.

Bzzztt!

Arus listrik muncul dan pedang itu menolak Alberu.

Heavenly Demon, yang berdiri miring, bersandar pada pilar, berbicara dengan santai.

“Sudah 5 kali.”

Saat ini Alberu sudah ditolak sebanyak lima kali.

“Choi Han.”

Cale tahu tentang Quest dua orang itu.

“Aku rasa aku perlu mendapatkan persetujuan kamu sebelum aku dapat memiliki pedang itu.”

Alberu tersenyum cerah pada Choi Han.

“Choi Han, apakah kamu tidak mengakuiku?”

“!”

Choi Han tersentak dan buru-buru membuka mulutnya.

“Aku mengakuimu!”

Itu nyata.

Choi Han memercayai dan mengandalkannya, dan kadang-kadang, Choi Han bahkan merasa respek terhadap Alberu.

Choi Han berbicara dengan jujur,

“Aku kira dia hanya mengakui kamu sebagai Putra Mahkota.”

Senyuman cerah Alberu menjadi semakin cerah mendengar kata-kata yang tiba-tiba diucapkan Heavenly Demon.

“Sepertinya kekuatan aku tidak diakui.”

Dan Choi Han terdiam mendengar apa yang dia katakan.

“Tidak.”

Namun Choi Han menjawab serius dengan wajah tegas.

“Kamu cukup kuat.”

Ini juga tulus.

“Cukup kuat-”

Alberu tersenyum aneh.

Alberu tidak benar-benar memiliki hubungan guru-murid dengan pria di hadapannya, berakhir dia mengakui Choi han sebagai gurunya. Tapi Alberu sudah cukup lama berada di sekitar Choi Han sehingga dia mengenalnya dengan baik.

“Choi Han.”

Choi Han tidak kenal kompromi dalam hal kekuatan.

“Apa menurutmu aku bisa melawan Wanderer itu?”

Oleh karena itu, Alberu bertanya kepada Choi Han tentang musuh pentingnya saat ini.

“......”

Choi Han tidak bisa berkata apa-apa.

‘Jika dia sedikit fleksibel, dia akan mengatakan bahwa aku juga bisa bertarung dengan baik.’

Tapi Choi Han tidak melakukan itu.

Jika situasi seperti itu muncul, dia hanya akan berpikir untuk melindungi Alberu.

“Aku tidak suka ini.”

Shhhaaa.

Alberu mencabut tombak yang tergantung di punggungnya.

Sebenarnya itu bukan Taerang, tapi itu adalah tombak putih yang Alberu gunakan sejak Alberu mulai memainkan game ini.

Swish.

Alberu dengan ringan memutar tombak panjangnya satu kali dan mengarahkan ujungnya ke Choi Han.

“Masterku.”

Alberu tersenyum cerah dan berkata pada Choi Han.

“Bagaimana kalau bertanding dengan muridmu ini?”

Meski penuh keceriaan, Choi Han membaca emosi di mata Alberu. Itu adalah kemarahan.

“…….”

sekali. Choi Han menarik napas dalam-dalam dan membuka mulutnya.

“10 menit.”

Dia menjawab dengan serius.

“Jika kau menggunakan segala cara untuk menghentikanku selama 10 menit, aku akan mempercayaimu.”

Shhaaa.

Sudut mulut Alberu terangkat.

Bagaimanapun, Choi Han terus mengatakan apa yang dia katakan.

“Aku tidak mencari seseorang untuk mengawasiku, aku mencari seseorang yang bisa bertarung satu sama lain.”

10 menit, tidak ada serangan, hanya pemblokiran. Selama Alberu bertahan, Choi Han akan percaya jika Alberu akan mampu memiliki Pedang Matahari.

Setelah Choi Han selesai berbicara, Alberu membuka mulutnya setelah beberapa detik terdiam.

“Aku selalu merasakannya.”

Dia terus berbicara dengan senyum yang lebih santai.

“Kalian benar-benar tidak tahu malu.”

Choi Han tersenyum seolah dia gugup, tapi tidak menghindari tatapan Alberu.

“Lakukan saja.”

Melihat mata Choi Han yang penuh dengan hujatan, kemarahan Alberu justru mereda.

Karena Alberu menyadari sekali lagi bahwa setidaknya Choi Han adalah orang yang menghadapinya dengan baik.

“Kenapa aku? Kenapa kamu tiba-tiba menyebutku tidak tahu malu? Aku diam saja daritadi?”

Choi Han, Alberu, dan Heavenly Demon tidak memperhatikan ekspresi sedih Cale.

* * *

Dan sekarang.

“Seperti yang diharapkan, ujian dari Master tidak mudah?”

Ujung tombak di tangan Alberu Crossman sedikit gemetar.

“Hmm. Aku tidak bisa melakukannya dengan sia-sia.”

Choi Han tersenyum canggung, tapi pedangnya juga digantung.

Choi han seperti pedang yang ditempa dengan baik.

“Ya. Tolong lakukan dengan benar!”

Alberu berbicara sambil tersenyum santai.

“……”

Tangan Alberu yang memegang tombak secara alami memperoleh kekuatan.

‘Skill tombak dan sihir….’

Choi Han bilang tidak apa-apa menggunakan semuanya.

Alberu memutuskan untuk bertahan hidup dengan skill tombak daripada sihir.

‘Hoo.’

Tapi setelah berbenturan dengan pedang Choi Han sekali saja, Alberu akhirnya mengerti.

‘Aku terlalu sombong.’

Orang yang sombong itu adalah Alberu sendiri.

‘Dia menjadi lebih kuat.’

Alberu pasti pernah merasakan kekuatan Choi Han saat melawan White Star di masa lalu.

Karena cukup banyak waktu telah berlalu sejak saat itu, Alberu pikir Choi Han secara alami akan menjadi lebih kuat.

‘Tetapi dia melampaui penilaian itu.’

Choi Han menjadi lebih kuat.

‘Dia bahkan belum menggunakan Aura.’

Swordmaster Choi Han.

Choi Han bahkan tidak menggunakan Aura pada pedangnya saat ini.

Meski begitu, dia dengan mudahnya menekan asap Aura di tombak Alberu, membuatnya terkejut.

‘Aku merasa puas diri.’

Ya. Alberu merasa puas.

Sangat terlena.

Sudut mulut Alberu terangkat.

Sebanyak 3 dunia.

Choi Han, yang berada di semua dunia itu bersama Cale, jelas-

‘Dia bilang dia berada di jalan yang baru.’

Naga Kuno Eruhaben berkata bahwa kekuatan Choi Han sungguh menakjubkan. Alberu hanya secara samar-samar merasa itu bagus dan tidak memberi banyak arti pada perkataan Naga Kuno Eruhaben.

‘Itu konyol.’

Alberu sekarang menyadari perasaan dalam dirinya.

‘Apakah aku jadi merasa lebih nyaman?’

Dengan kepergian Raja saat ini, Kerajaan Roan bisa berada dalam bahaya, tetapi kekuatan Alberu sangat kuat.

Ada banyak musuh yang harus dihadapi, termasuk Hunter dan Dewa.

‘Meski begitu, aku berpikir bahwa ini patut dicoba.’

Jadi itu menjadi lebih mudah.

Tidak, Alberu sedikit santai.

‘Hhaa. Sedikit….’

Banyak hal yang telah terselesaikan.

‘Ini konyol.’

Alberu Crossman, dia sangat bodoh.

‘Dan aku menjadi sangat bersemangat.’

Dalam game ini, Alberu menjalankan Quest sambil dijaga oleh Ahn Roh Man, sehingga dia memeiliki perasaan menyenangkan kerena mendaki di dunia baru, entah Alberu menyadarinya atau tidak.

Apakah itu alasannya?

‘Pfft-’

Tidak.

Sekarang bukan waktunya mencari alasan seperti ini.

‘Kapan hidupku pernah mudah?.’

Apakah Alberu mengatakan bahwa dia sudah berpuas diri?

Apakah Alberu mengatakan bahwa dia bersandar pada kenyamanan?

Dia akhirnya menyingkirkan White Star, menjadi Matahari Terbit Kerajaan Roan, dan membangun basis kekuatan yang kokoh.

Meskipun demikian, Alberu berlatih dan bekerja seperti biasa.

Alberu pikir dia belum berubah.

Alberu pikir dia tidak berpuas diri.

“Aku datang.”

Choi Han mengangkat pedangnya.

Alberu menegakkan postur tubuhnya.

‘Tidak. Aku telah berubah.’

Kalau saja Alberu Crossman yang asli.

Musuh yang lebih besar.

Dalam situasi di mana Alberu bahkan mungkin harus bertarung dengan Dewa untuk melindungi dunianya-

Alberu pasti sudah berusaha lebih keras.

Alberu akan hidup lebih intens.

Daripada bersenang-senang dengan permainan ini, Alberu sekarang mengalaminya dengan perasaan sangat gugup dan kompetitif!

Tidak boleh seperti ini terus!

Oongg---

Cahaya putih dan emas cemerlang bermekaran di sekitar Alberu.

Shaaa.

Sudut mulut Choi Han terangkat.

“………”

Dan senyuman Alberu menghilang.

Mulut Choi Han terbuka.

“Sekarang kamu rendah.”

Dan senyuman Alberu menghilang. Mulut Choi Han terbuka.

“Sekarang kamu mulai serius.”

Sepertinya Choi Han adalah guru yang sombong.

Alberu tidak punya waktu untuk menjawab kata-kata itu.

Tap.

Saat Choi Han mengambil langkah maju, dengan ringan menghentakkan kakinya.

“!”

Sebelum Alberu menyadarinya, Choi Han telah sampai di sekitar Alberu.

Alberu segera mengayunkan tombaknya.

Keuntungan dari tombak adalah jarak.

Alberu tidak bisa membiarkan Choi Han masuk ke wilayah dia.

Baaaaaaaaaaaaang!

Raungan yang berada pada level berbeda dari sebelumnya terdengar.

Bzzzttt! Crackle!

Arus listrik bermekaran di tombak putih.

Itu adalah mana Alberu.

Ooooh--

Akhirnya, pedang Choi Han mengeluarkan jeritan dan aura hitam membumbung tinggi.

Bbbaang! Bang!

Serangkaian suara keras meletus.

Retakan mulai muncul di mana-mana di aula pelatihan besar.

“Huh!”

Passote, pemimpin Dark Vein, sedang berdiri dan melihat ke tempat latihan.

Passote merinding di sekujur tubuhnya. Namun, Choi Han dan Alberu bahkan tidak bisa melihat sekelilingnya.

Baaaaang!

Ujung tombak Alberu menepis pedang Choi Han.

Quang!

Pedang itu terayun ke arah tombak itu lagi.

Kemudian Alberu memblokirnya lagi.

“Hoo.”

Saat itu, Heavenly Demon tertawa.

Grrooaaa---

Raungan yang berbeda dari sebelumnya terdengar.

Boom-

Alberu didorong mundur dan nyaris berhenti di akhir tempat latihan. Alberu memegang tombaknya seperti perisai, menutupi dadanya.

“Ha. Ha.”

Dia terengah-engah dan matanya jelas terfokus pada Choi Han.

“Hoo!”

Dan Choi Han tertawa.

Setelah itu.

Bum, bum, bum, bum!!

Ledakan terjadi satu demi satu.

Cahaya keemasan meledak dari semua sisi Choi Han, menciptakan suara gemuruh.

-Manusia. Bagaimanapun, pertahanan terbaik adalah makanan utama!

Cale menatap tempat latihan sambil mendengarkan kata-kata Raon.

Tatap.

Alberu pindah.

‘Aku mengerti.’

Putra Mahkota bukanlah orang yang hanya duduk diam dan mempertahankan diri.

Baaaaang! Quang! bang!

Sementara ledakan masih terus berlanjut tanpa henti.

Sshaa.

Putra mahkota mengeluarkan batu sihir dari sakunya dan melemparkannya ke udara.

Alberu benar-benar berniat menggunakan segalanya.

Crcak.

Batu sihirnya pecah.

Karena jumlah mana yang sangat besar dihasilkan di atas tempat latihan, Alberu tidak beristirahat lebih lama lagi.

Rumble-

Dengan suara gemuruh guntur.

Terhadap Choi Han, yang terjebak dalam ledakan dan bahkan tidak bisa melihat dengan jelas.

Ggrooaaaaa-

Petir mulai menyambar.

‘Tidak cukup!’

Tapi Alberu merasakannya.

Ini tidak cukup.

Puluhan ledakan

Petir tak berujung menyambar Choi Han.

‘Choi Han pasti akan baik-baik saja.’

Oleh karena itu, Alberu bergegas menuju pusat topan yang tidak terlihat jelas akibat ledakan tersebut.

Sembari.

Dia mengangkat tombak.

‘Itu menusuk tanpa henti.’

Serang tanpa memberi waktu.

Alberu akan menggunakan setiap serangan yang dia bisa.

Karena-

‘Choi Han tidak akan menyakitiku.’

Alberu benar-benar mempertaruhkan segalanya dan berjuang.

Itu tidak hanya berarti kekerasan.

Alberu selalu mengingat perasaan Choi Han dan pemikiran Choi Han tentang Alberu.

Karena itu, Alberu menjadi liar.

‘10 menit’

Alberu tidak bermaksud untuk menanggung waktu itu.

Alberu akan mengalahkan Choi Han bagaimanapun caranya.

Alberu menghadapi Choi Han dengan pola pikir seperti itu.

‘Aku bisa menyakiti Choi Han.’

Bahkan dengan pikiran itu.

Karena Alberu sudah menjalani segalanya.

Bzzttt!

Kwaaa-

Arus listrik dan ledakan.

Choi Han bahkan tidak bisa dilihat melaluinya.

Tombak putih terulur ke arahnya.

“Hoo.”

Teknik tombak itu telah dikembangkan untuk waktu yang lama.

Sebuah seni bela diri tingkat tinggi.

Dan tekad dari penggunanya.

Itu berisi sesuatu yang hanya bisa dikagumi oleh Heavenly Demon.

Alberu pandai sihir dan juga keterampilan tombak.

Sebagai tambahan-

Ooooh--

Bzzztt, bzzztt.

Asap Aura dan mana.

Tombak putih tempat kedua benda bercampur itu seperti cahaya yang datang dari matahari.

“……”

Passote, pemimpin Dark Vein, menggigit bibirnya saat melihat ini.

Sparring di level yang lebih tinggi dari yang diharapkan -

‘Tidak.’

Mata pelaku sparring seperti mata seorang jenderal di medan perang.

Yang terjadi saat ini adalah perang yang terjadi di ruang sempit.

Alberu mendekat ke pusat ledakan.

Ooooh-

Mana bergetar.

Mana dengan kepadatan tinggi yang terkonsentrasi ke segala arah merespons Alberu.

Ooooh--

Meskipun Alberu tidak mencapai tingkat Swordmaster, asap yang mengepul dari tombak Ksatria Aura tingkat atas bukanlah sesuatu yang bisa dihilangkan begitu saja.

Itu jelas terbungkus di tombak.

Oong---

Sementara itu, Mana mendekati tubuh Alberu.

Berkumpul dan berkumpul lagi.

Karena Alberu terus menarik mereka.

‘Itu yang terbaik!’

Ini yang terbaik.

Momen ketika ujung tombak Alberu diarahkan ke Choi Han.

Saaaa---

Mana pada tombak itu mengusir debu dari ledakan.

Bagian dalam topan yang meledak mulai terlihat.

“!”

Dan pupil Alberu bergetar.

‘...Kegelapan~!’

Pusat ledakan meledak dalam warna putih dan emas.

Pusat awan debu tempat sambaran petir.

Di tengah topan ada kegelapan.

‘Bukan.’

Itu bukan kegelapan.

Meski begitu, ada cahaya kecil yang bersinar di kegelapan.

‘Malam.’

Bukan.

‘Choi Han.’

Ya, itu Choi Han.

Choi Han, yang menutup matanya, membukanya.

Dan sekor naga muncul di atasnya.

Seolah-olah seekor naga telah membuka matanya.

Naga hitam tembus pandang yang sedang berjongkok bergerak.

Pedang Choi Han menarik garis.

Energi hitam menyelimuti seluruh tubuh Choi Han.

Alberu merasakan sesuatu dalam energi itu yang kasar namun hangat, namun pantang menyerah.

‘Ah.’

Alberu sadar.

Itulah ‘energi’.

Itulah yang didapat Choi Han.

Alberu akhirnya memahami kata-kata Choi Han.

Mengapa Choi Han mempercayakan Alberu untuk bertahan daripada menyerang?

Alberu yang sekarang tidak bisa berbuat apa-apa pada Choi Han.

Seseorang dengan aura kuat tidak akan terkena sebagian besar serangan. Sebaliknya, sebelum serangan mencapai-

‘Ya. Seperti itu.’

Choi Han maju selangkah.

Mengikuti langkah yang dia ambil dalam ledakan topan, mengikuti pedang yang dia ulurkan.

Jalan telah dibuat.

Sama seperti ketika Choi Han menghadapi energi biru dari Blood Demon di masa lalu.

Choi Han sekali lagi menciptakan jalannya sendiri.

Seperti biasanya.

Karena itu, Choi Han bergerak maju.

‘Brengsek!’

Alberu menggigit bibirnya.

Wajahnya terdistorsi.

Bukannya merasa ceria, Alberu malah merasa jengkel.

Tombak putih diayunkan Alberu sekuat tenaga.

Pedang yang dibalut cahaya hitam mendekati Alberu.

‘Brengsek!’

Swiiishh-

Alberu menutup matanya,

Choi Han mengayunkan pedangnya tanpa henti.

Tombak putih dan pedang hitam berbenturan.

Ggrroooaaaa...

Getaran yang lebih besar mengguncang sekeliling, mendorong semua debu yang meledak.

Crack.

Ada retakan di luar ruang pelatihan, dan pilar rumah persembunyian bergetar.

“…Siapa yang kalah?”

Saat ketika Passote, pemimpin Dark Vein, mengucapkan sepatah kata untuk menekan gemetarnya.

Shhooo--

Seiring dengan hembusan angin, perlahan pemandangan mulai terlihat.

“Entahlah.”

Saat itu, Heavenly Demon memeriksa waktu dan tersenyum aneh.

Passote, yang hendak bereaksi, berhenti.

“!”

Mata Passote melebar.

“Cough.”

Alberu terbatuk.

Perlahan Passote mengangkat pandangannya.

Crack -

Tombak putih itu patah.

Momen terakhir Alberu adalah saat pedang hitam dan tombak putih bertabrakan.

Alberu membuang tombak putih itu.

Choi Han tidak tahu Alberu akan melakukan itu.

Itu sebabnya Alberu melemparkan tombak putih itu ke arah Choi Han, sehingga Choi han tidak bisa menjangkau Alberu lebih jauh lagi.

Choi Han mengayunkan pedangnya ke arah Albert, yang telah membuang senjatanya dengan tergesa-gesa..

Kwaaaang--!

Lantai tempat latihan berlubang dalam dan lebar.

“Terlambat.”

Pedang hitam Choi Han tidak dapat membuat goresan pada Alberu.

“……”

Choi Han memandang Alberu.

Alberu berguling di lantai untuk menghindari pedang hitam itu.

Tubuhnya meringkuk erat.

Armor menutupi tubuh.

Itu adalah armor putih yang terbuat dari mana.

Ditambah lagi, perisai lebih dari 5 lapisan.

Alberu memblokir pedang hitam Choi Han yang setengah hati dan tergesa-gesa diayunkan, tapi kondisinya sempurna.

Alberu menghancurkan semua batu sihir yang dia kumpulkan di rumahnya yang kosong dan menggunakan mana dengan kepadatan tinggi di sekitar tubuhnya.

Alberu meninggalkan satu langkah terakhir.

Heavenly Demon, yang sedang menonton, membuka mulutnya.

“Choi Han memiliki hati yang lemah.”

Jika itu musuh.

“Kau seharusnya mengincar nyawanya, bukan senjatanya.”

Jangan membidik senjata.

Namun Choi Han tidak bisa melakukan itu karena Alberu bukanlah musuhnya.

‘Dia lebih baik dalam politik daripada bertarung.’

Dan Alberu berjuang dengan semua pemikiran itu.

Karena perang dan kehidupannya dibangun dengan cara yang berbeda dari Choi Han.

Choi Han dengan lembut menutup matanya, membukanya, dan membuka mulutnya.

“Aku kalah.”

Saya tidak tahu berapa lama waktu telah berlalu.

10 menit.

Waktunya tidak penting.

Pola pikir Alberu untuk membuang senjatanya dan mencapai tujuannya dengan cara apapun yang diperlukan.

Melihat ini, Choi Han menyadari rasa puas dirinya.

Selain itu, Choi Han sekali lagi menyadari apa yang telah dia lupakan adalah kekuatan Alberu yang sebenarnya.

“Aku mengakuinya.”

Saat Choi Han mengatakan itu.

Shhaaa.

Saat itulah Alberu berdiri, meluruskan tubuhnya yang berjongkok dengan canggung.

“10 menit.”

Cale berdiri dan berkata.

“Sekarang baru 10 menit.”

Dan Alberu membersihkan dirinya dan dengan tenang membuka mulutnya.

“Tentu saja aku harus mengakuinya.”

Senyuman cerahnya sangat cocok dengan armor putihnya.

[Quest selesai.]

Itu adalah momen ketika Pedang Matahari dipegang di tangan Alberu.

***

Saat itu.

“Apa katamu?”

Paus dari Gereja Dewa Matahari tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya terhadap Uskup yang menyampaikan kata-kata suci tersebut.

“......Saint-”

Uskup nyaris tidak bisa tenang dan berbicara.

“Kamu bilang benda suci yang terlupakan telah muncul kembali di benua ini.”

“...Mustahil?”

“Ya. Kamu mendengarnya dengan benar. Pedang Matahari.”

Uskup terus berbicara dengan suara gemetar.

“Saint itu merasakan roh misterius yang muncul ketika dunia perlu diselamatkan.”

Gereja Dewa Matahari. Saat itulah terjadi peristiwa yang menimbulkan guncangan hebat bagi para pemimpin.

***

“Tuan Muda kita, babak pertama babak penyisihan akan mudah, bukan?”

Cale tersenyum cerah dan berbicara kepada Heavenly Demon.

Di sebelahnya adalah Alberu, bukan Choi Han, yang menjadi pengawal mereka hari ini.

Cale - 370 One Sword

Alberu Crossman sedikit menghaluskan bibir tombak yang digunakannya. Sebelum dia menyadarinya, dia telah mengganti seragamnya menjadi seragam Kerajaan Lan. Lengan panjang dengan manset lebar dan atasan panjang dengan ujung belang-belang.

“Pengawalnya telah berubah?”

Suara berbisik terdengar, tetapi Alberu sedang duduk di belakang Heavenly Demon dalam diam, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

-Putra Mahkota, Putra Mahkota. Bukankah manusiaku terlihat sangat konyol?

“Pfftt-“

Alberu menahan tawa yang keluar tanpa dia sadari.

“Tuan Muda. Apakah kamu ingin mencoba ini? Ini adalah minuman yang aku siapkan untuk membantu kamu bersantai sebelum babak pertama penyisihan.”

Cale menjalankan perannya sebagai pelayan dengan sangat rajin.

-Putra Mahkota, itu pasti minuman asam!

“...Fuck.”

Saat wajah Heavenly Demon berkerut dan suara jernih Raon terdengar lagi,

“Hmmphhh!!.”

Alberu harus menahan tawanya dengan sekuat tenaga.

“…….”

“…...”

Heavenly Demon dan Cale memandang Alberu.

Ada sedikit kegelisahan di mata mereka saat mereka mengintip dari balik bambu, namun Alberu tetap tenang.

“Pengawalnya telah berubah.”

Saat itu, seorang wanita mendekat.

Snow Temple Flowers.

Di antara Lima Kekuatan Besar Kerajaan Lan, Hyun Seong berpartisipasi sebagai perwakilan dari sekelompok prajurit yang seluruhnya terdiri dari wanita.

Dia, adik perempuan pemimpin saat ini, menyapa Heavenly Demon dan Kim Hae Yee dengan sangat hangat.

“Apakah kamu berkompetisi hari ini?”

"Tentu saja."

Sekitar 300 peserta kualifikasi.

Giliran mereka kembali ditentukan secara acak, dan kompetisi dijadwalkan berlangsung di tiga lokasi selama seminggu.

“…..”

Kim Hae Yee mengangguk tanpa berkata apa-apa, dan Hyun Seong juga tersenyum dan menghilang seolah tidak ada lagi yang ingin dia katakan. Tentu saja, Hyun Seong berkata sebelum berlalu.

“Aku mendengar ada serangan pembunuh.”

“…..”

Saat mata Heavenly Demon beralih ke Hyun Seong, dia terus berbicara dengan senyuman di wajahnya.

“Mereka mengatakan beberapa peserta babak penyisihan telah hilang. Aku sangat penasaran apa alasannya.”

Dengan kata-kata tersebut, Hyun Seong pergi ke sudut ruang tunggu peserta, duduk bersila, memejamkan mata, dan memasuki meditasinya.

Namun dampak yang ditinggalkan perkataannya cukup besar.

Peserta ketiga yang tidak bersenjata di babak penyisihan hari ini menjadi gelisah.

“Menghilang? Siapa?"

Ini adalah pertama kalinya ada orang yang mendengar tentang seseorang yang menghilang.

"Hmm."

Mereka yang mendengar berita tersebut, namun terkejut seolah tidak menyangka akan disebutkan secara terbuka.

“…..”

Dan orang-orang melihat sekeliling dalam diam.

-Cale.

Alberu memberikan Cale suaranya menggunakan sihir.

-Sebanyak 10 orang?

Pagi ini.

Passote, pemimpin Dark Vein, telah menyampaikan beberapa informasi.

Itu tertulis di selembar kertas yang dibawa oleh Cheon Ryeo, anggota Black Vein yang mengincar Heavenly Demon.

<Pagi ini, seseorang yang misterius muncul.>

<Bukan orang kita.>

<Itu diyakini sebagai anggota faksi lain, dan kami sedang menyelidikinya…>

Cale menyampaikan niatnya kepada Cheon Ryeo yang menunggu dengan gemetar.

'Jika kamu menemukan informasi lebih lanjut, harap beri tahu aku.'

'...Ya.'

Cheon Ryeo nyaris tidak menjawab dan menghilang.

Alberu berbicara lagi kepada Cale yang sedang mengingat kembali kenangan pagi itu.

-Sepertinya ada kekuatan lain selain Dark Vein yang telah disentuh Wanderer. Aku tidak tahu bagaimana rumor itu akan menyebar.

Tentu.

Tetapi-

- Mungkin itu akan terjadi terlepas dari si Wanderer,

Cale tidak melanjutkan pikirannya.

Karena Alberu berbicara sesuai dengan alur pikirannya.

'Sungguh.'

Orang yang bisaCale ajak berkomunikasi dengan baik membuatnya merasa nyaman.

"Diam!"

Petugas kompetisi yang sedang menunggu masuk ke dalam.

“Penyisihan dimulai dalam 10 menit, jadi semuanya harap menunggu!”

Lingkungan yang bising menjadi sunyi.

“Juga bagi kalian yang bukan peserta, silakan pergi sekarang!”

Cale dan Alberu pergi.

“…..”

Heavenly Demon sedang duduk santai bersandar di dinding dengan tangan disilangkan.

“Tuan Muda, aku akan menyemangatimu!”

Tentu saja Cale tidak lupa menyemangatinya dengan cara yang ceria.

“Hoo-hoo.”

Heavenly Demon memberi Cale senyuman yang sangat bengkok dan sombong dan menutup matanya.

***

Cale pindah ke tribun bersama Alberu.

“Kami di sini!”

Rosalyn telah datang lebih dulu dan mengambil tempat duduk mereka.

Sekadar informasi, dia tidak sendirian.

-Manusia, kamu di sini?

Nyaaaaa!

Meeoong!

Dua kucing dan seekor naga muda yang tak terlihat.

Bahkan telurnya dibungkus rapat dengan kain di keranjang kecil.

Lingkungan sekitar Rosalyn cukup ramai.

“Meski masih pada babak penyisihan, keseruannya luar biasa!”

Suara Rosalyn sedikit bersemangat.

Cale mengambil keranjang dan duduk.

“Ini benar-benar tidak terasa seperti babak penyisihan.”

Cale juga sedikit terkesan.

“Aku menjual sate! Sebenarnya, jika ada yang mau, angkat tangan saja dan kami akan menghampiri kalian!”

“Teh jelai dingin! Kami punya teh jelai!”

“Aku menjual payung, topi, semuanya. Laris!”

Banyak penjual bundel di sekitar kursi tribun.

“Menurutmu siapa yang akan menang?”

“Jadi ini daftar peserta hari ini? Hei, Istana Kerajaan menyiapkan sesuatu seperti ini, jadi ini dilakukan dengan benar!”

“Aku ingin bertaruh di sisi ini?”

“Apa yang harus aku lakukan? Hyun Seong akan datang! Aku datang ke sini pagi-pagi sekali untuk menemui Hyun Seong!”

Selain itu, karena kursinya penuh, bahkan ada orang yang berdiri di belakang kursi atau jongkok di pinggir jalan.

3 Stadion itu penuh dengan orang.

Dari apa yang Cale dengar, ada banyak orang yang menunggu di luar.

Hanya untuk menonton pertandingan.

Atau bertaruh.

Atau untuk melihat siapa yang akan menjadi Raja besar berikutnya.

Karena berbagai alasan, ibu kota Kerajaan Lan berada dalam kekacauan.

“Tuan Muda.”

Rosalyn menyenggolnya.

Matanya beralih ke sisi lain stadion.

“Itu dia.”

Suara Alberu datang dari sebelah Cale.

Di sisi lain stadion.

“…..”

Sword Ghost sedang duduk di sana dengan tenang dengan tangan disilangkan.

“Gila. Sword Ghost!”

“Mengapa Sword Ghost datang ke sini? Bukankah ada babak penyisihan dalam tiga hari?”

“Aku yakin dia datang untuk menonton kontestan lain bermain. Tapi bukankah Penerus Heavenly Sword berada di stadion pertama hari ini?”

Heavenly Sword.

Tempat berkumpulnya orang-orang yang berlatih ilmu pedang.

Tentu saja, orang-orang muak dengan tempat itu, mengatakan bahwa itu adalah tempat di mana orang-orang tergila-gila pada pedang.

Namun, karena semua orang mengenali keahliannya, mereka berpikir bahwa sesuatu yang membuat Sword Ghost tertarik adalah stadion tempat Sorak, penerus Heavenly Sword, berada.

"Hah!"

Namun semua suara bisikan itu berhenti.

"Mengapa-"

“Hah, mereka~”

Sekelompok orang memasuki bangku stadion.

Sebanyak 5 orang.

“Ten Tigers of the Righteous Heaven!”

Chivalrous Alliance.

Kelompok yang paling banyak jumlahnya di antara Lima Kekuatan Besar.

Di tempat yang dikenal mengikuti konvensi dan kebenaran, ada beberapa kekuatan yang hanya melayani pemimpinnya.

Diantaranya, Chivalrous Alliance memiliki pasukan khusus yang dinamakan Ten Tigers of the Righteous Heaven yang bergerak hanya demi pemimpinnya.

Wajah mereka cukup terkenal, dan memang begitu.

"Harimau…."

Mereka semua memiliki ukiran harimau biru di pakaian dan punggung mereka.

“...Hah, 5 orang sekaligus….”

“Bukan satu, bukan dua, tapi lima harimau muncul di sini!”

“… Bukankah ada sesuatu yang terjadi di sini?”

“Beri aku daftar pesertanya! Aku perlu melihatnya lagi!”

Orang-orang mulai sibuk.

“…….”

“…….”

Namun, lima orang dari Ten Tigers of the Righteous Heaven, yang saat ini berisi tiga laki-laki dan dua perempuan, dengan tenang duduk dan menatap stadion.

“…….”

Tatapan Sword Ghost sebentar terfokus pada kelima orang itu, tapi kemudian beralih ke stadion.

“…...”

Tentu saja, Sword Ghost berlama-lama menatap di sisi Cale dkk selama beberapa detik sebelum kembali fokus ke stadion.

Pada saat itu.

Duung~!

Suara genderang yang keras bergema di seluruh stadion.

Semua orang diam.

Hari ke-1 babak kualifikasi.

Pertandingan tanpa senjata ketiga dimulai.

***

“Hoo!”

“Setiap orang sangat berbakat!”

“Mereka berasal dari Kekaisaran Timur, bukan Kerajaan Lan! Yah, tidak masalah asalkan keahlianmu bagus!”

“Itu menyenangkan. Orang itu gagal, tapi aku melihat masa depannya.”

Suasana yang awalnya sedikit mencekam, semakin memanas seiring berjalannya pertandingan.

Suasana yang awalnya sedikit mencekam, semakin memanas seiring berjalannya pertandingan.

“Permainan 3!”

Doom!

Dengan suara drum, Hyun Seong dari Snow Temple Flowers perlahan keluar.

“Waaaaa——”

“Hyun Seong!”

Sorakan untuknya terus berlanjut dari segala arah.

"Hmm."

Di antara Ten Tigers of the Righteous Heaven dari Chivalrous Alliance, salah satunya mengirimkan pesan kepada rekan-rekannya.

-Kapten. Kau bilang Hyun Seong sedang menggali kita, kan?

-Ya.

Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven dari Chivalrous Alliance.

Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven dari Chivalrous Alliance menatap Hyun Seong.

-Kapten. Tapi bukan berarti Hyun Seong tahu apa yang kita lakukan, kan?

-Pemrosesan pasca-nya rapi, bukan?

-Mungkin petunjuk yang Hyun Seong temukan dengan susah payah di sisi Snow Temple Flowers pada akhirnya akan mengarah ke Dark Vein.

Dia tidak repot-repot membalas perkataan bawahannya.

“…….”

Dia baru saja mengangkat tangannya, dan seluruh Ten Tigers of the Righteous Heaven dari Chivalrous Alliance fokus pada permainan.

“Semoga beruntung.”

“Semoga beruntung juga untukmu.”

Setelah Hyun Seong bertukar salam singkat dengan seniman bela diri muda tersebut, permainan dimulai.

Prajurit lawan tidak diketahui, tapi postur tubuhnya tegak dan sikapnya rapi.

Saat itu, Hyun Seong mengeluarkan tombaknya.

Sebuah tombak panjang muncul,

“Waaah--”

“Waaah!”

Sorak-sorai rakyat pun bergemuruh saat, untuk pertama kalinya, seorang master yang namanya dikenal di seluruh Kerajaan Lan muncul di arena ketiga.

Doom!

Dan kemudian permainan dimulai.

Bang! bang!

Hyun Seong dengan tenang memblokir serangan lawan.

“Hyun Seong sangat perhatian.”

Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven dari Chivalrous Alliance mengangguk pada apa yang dikatakan bawahannya.

Quagwagwang!

Hyun Seong memberi lawannya banyak waktu untuk memamerkan keahliannya.

Tanpa nama.

Karena Hyun Seong tahu betapa berharganya tempat ini bagi pejuang tak bernama.

Hyun Seong harus rela menghabiskan waktunya untuk pemuda ini.

‘Mungkin aku bisa memberinya pelajaran.’

Seseorang bernama Hyun Seong adalah manusia biasa.

'Aku punya ambisi yang besar, tapi aku juga punya belas kasih yang besar.'

Pemimpin Snow Temple Flowers dan Hyun Seong memiliki kecenderungan kuat untuk menjadi seperti itu.

Wajah kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven dari Chivalrous Alliance menjadi semakin dingin.

'Kurasa itu sebabnya kamu melakukan sesuatu yang tidak berguna.'

Saat ini, Ten Tigers of the Righteous Heaven dari Chivalrous Alliance dibagi menjadi dua, tiga, dan lima orang per kelompok dan mengunjungi stadion.

-Aku pikir Hyun Seong adalah orang yang baik.

Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven dari Chivalrous Alliance tidak menanggapi perkataan bawahan lainnya.

-Bukankah kita seharusnya senang jika kita dengan baik hati menyingkirkan pesaing kita?

10 peserta kualifikasi hilang.

Itu semua dilakukan oleh Ten Tigers of the Righteous Heaven, atau lebih tepatnya, Chivalrous Alliance.

-Apa. Sekalipun mereka menemukan bukti, itu tidak akan merugikan kita.

-Ah. Kedengarannya menyenangkan.

Bawahannya kelihatan senang.

– Bukankah akan sangat menyenangkan jika Dark Vein dan Snow Temple Flowers bertarung?

-Reputasi Dark Vein akan turun ke bawah. Hehehe.

Saat Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven mendengar tawa bawahannya.

Bum!

Pedang prajurit muda itu jatuh ke lantai,

“Aku kalah.”

Dia mengaku kalah.

Tapi ekspresinya cerah.

“Ini suatu kehormatan.”

“Aku harap ini meninggalkan kenangan yang baik.”

Hyun Seong dengan ringan berjabat tangan dengan prajurit tanpa nama itu.

“Wow!”

“Seperti yang diharapkan, Hyun Seong!”

Sorakan untuknya terus berlanjut dari mana-mana,

Clap clap clap.

Tepuk tangan diberikan kepada seniman bela diri muda yang rela menerima pertimbangan orang lain dan memamerkan keahliannya. Mungkin masa depan pemuda itu akan cerah.

“Itu indah.”

Seperti yang dikatakan Alberu, pemandangan itu indah untuk dilihat.

Clap clap clap.

Rosalyn yang bertepuk tangan menjawab pertanyaan itu.

"Tidak apa-apa."

Cale, yang mendengarkan kedua orang itu, menegakkan postur tubuhnya.

“Permainan ke-4!”

Pertandingan terakhir yang diadakan hari ini di stadion tak bersenjata ke-3.

Cale tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya.

Lalu dia berteriak sambil memegang keranjang.

"Woaaa! Tuan Muda kita, ayo kita menang!”

Terlepas dari bagaimana Rosalyn dan Alberu memandangnya atau tidak, Cale bersorak untuk Kim Hae Yee saat dia keluar ke stadion.

“…… ”

Shhaaa.

Kim Hae Yee, yang melihat sekeliling stadion, tersenyum pada Cale, yang melakukan kontak mata dengannya untuk terakhir kalinya, sebelum melangkah ke area di luar stadion.

“Hoo. Tidak ada senjata. Apa kamu menikmati adu tinju?”

“Ah, ah! Aku ingat orang ini! Katanya dia lulus ujian kualifikasi dalam waktu tercepat?”

"Ya? Kim Hae Yee, ini pertama kalinya aku mendengar tentang dia.”

Tidak ada sorakan khusus terhadap Heavenly Demon.

Karena sangat sedikit yang orang-orang ketahui tentang dia.

Namun, semua orang penasaran dengan apa yang dikatakan beberapa orang yang mengetahui bahwa dialah yang lulus tes kualifikasi dalam waktu tercepat.

-Itu saja.

Ten Tigers of the Righteous Heaven dari Chivalrous Alliance, yang berdiri seolah tidak ada lagi yang bisa dilihat, berhenti.

Saat lawan Kim Hae Yee melangkah ke luar panggung.

“Waaaaah!”

“Dao-Style Zen, Dao-Style Zen!”

Sorak-sorai pun bergemuruh untuk pria berusia 30-an tahun dengan jubah putih yang sangat halus itu.

Dao-Style Zen.

Ini adalah tempat di mana sekelompok orang-orang yang masuk ke dalam anggota Lima Kekuatan besar dan menghargai budidaya dan pelatihan Dao berkumpul, dan terkenal dengan jubah putihnya dengan warna gading yang sangat halus.

“……”

Dia adalah murid pertama Dao-Style Zen, yang termuda dari para tetua yang hadir.

Meski begitu, dia adalah pria yang kuat.

Lima Kekuatan Besar hanya mengizinkan mereka yang ingin berpartisipasi dalam kompetisi non-militer, selain perwakilan mereka.

-Kapten! Yuk langsung saja kita lihat murid pertama Dao-Style Zen!

Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven berpikir sejenak setelah mendengar pesan bawahannya, lalu duduk kembali.

“… Ini akan segera berakhir.”

Jika dia adalah murid pertama Dao-Style Zen, lawan akan kalah dalam sekejap.

"Hmm."

Tapi saat Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven melihat orang lainnya, Kim Hae Yee…

-Kapten. Berapa banyak gerakan yang kamu lihat? Aku pikir dia akan menang dalam 3 putaran!!

-Dao-Style Zen bukanlah seseorang yang bisa dibandingkan dengan siapapun.

Mengabaikan kata-kata bawahannya, pandangannya terfokus pada Kim Hae Yee.

"Kapten?"

Saat bawahannya yang selama ini diam, merasakan déjà vu dan melihat Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven.

“…….”

Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven mengangkat tangannya.

Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven menyuruh bawahannya untuk tidak bersuara, tidak ada dialog, tidak ada pembicaraan.

'Ada apa?'

Dia mengangkat tangannya.

Kim Hae Yee, dia hanya berdiri diam. Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven merasakan keanehan yang tidak dapat dijelaskan pada dirinya.

Aneh.

Lalu tiba-tiba Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven teringat satu hal.

“Apakah itu dia, Kim Hae Yee?”

Bawahan yang pendiam menyampaikan pesan tersebut.

-Ya. Dark Vein pernah mengirim seorang pembunuh dan dia gagal.

Ding!

Pada saat itu, pertempuran dimulai.

Kim Hae Yee dan murid pertama Dao-Style Zen berdiri di kejauhan.

“…...”

“…....”

Kedua orang itu saling menyapa dengan menganggukkan kepala.

Mereka bukanlah orang-orang yang memperlakukan satu sama lain dengan baik. Tunjukkan saja kesopanan minimal.

Dan etiket dalam kompetisi Seni Bela Diri adalah-

‘Seni Bela Diri. Itu saja.'

Tap.

Murid pertama Dao-Style Zen dengan ringan menendang tanah.

‘Aku tidak pernah mengira Hyun Seong akan datang ke sini!’

Semua perhatian terfokus pada Hyun Seong.

Bahkan pada pria tak bernama yang sedang dihadapinya.

'Tidak bisa kehilangan perhatian semua orang.’

Bagaimanapun juga, dia bertarung atas nama Dao-Style Zen.

Kita tidak bisa disingkirkan oleh Snow Temple Flowers.

Bagi seseorang yang menganut Dao, keserakahan pribadi seperti itu mungkin tidak benar.

'Karena kita manusia, kita bisa mempunyai perhitungan dan keserakahan seperti itu!'

Bukannya dia melakukan hal bodoh.

Mendapatkan perhatian yang layak.

Itu bukanlah hal yang buruk.

Dan cara terbaik untuk mendapatkan perhatian sekarang adalah-

‘Dalam satu gerakan-‘

Menghilangkan lawan hanya dengan satu gerakan.

Hari pertama penyisihan, 3 pertandingan final tanpa senjata.

Tidak ada cara yang lebih baik untuk mempercantik permainan.

Saat tangannya menggambar bentuk yang aneh.

Ooong---

Energi terkumpul.

Teknik miliknya adalah Array Formation.

Itu sama dengan lawannya Kim Hae Yee.

“Maafkan aku.”

Ia menyampaikan permintaan maafnya kepada Kim Hae Yee yang langsung gagal meski lulus ujian kualifikasi dalam waktu paling singkat.

Dia memberi kekuatan pada kakinya.

Bum!

Saat itulah kakiku menyentuh lantai dan berhenti.

“Whoaaaa!”

seseorang berteriak,

Kwaaaaa---

Cahaya angin keluar dari tangannya dan menuju ke arah Kim Hae Yee.

Angin seperti naga memiliki makna yang elegan namun dalam.

“Hoo!”

"Waaa!"

Saat itulah pinggul dan bahu penonton bergetar akibat kepiawaian luar biasa bela diri yang ditampilkan sang ahli.

Baaang!

Suara keras terdengar.

Jump.

“!!!”

Kelima anggota Ten Tigers of the Righteous Heaven  dari Chivalrous Alliance berdiri dari tempat duduk mereka,

“……”

Squeeze.

Sword Ghost mencengkeram sarung pedang di tangannya lebih erat.

"….. Aku mengerti."

Dan Hyun Seong, yang belum pergi, berbalik dan meninggalkan stadion.

Shhaaaah--

Hembusan angin melewati luar stadion.

"Hah. ya ampun."

Snap.

Murid pertama Dao-Style Zen sedang duduk di lantai dan hampir tidak mampu bernapas.

Dia menundukkan kepalanya.

“……”

Itu seekor naga.

Ada ukiran gambar naga di lantai.

Itu pastinya adalah naga angin yang dia ciptakan beberapa waktu lalu.

Seekor naga yang bebas dan liar dipenuhi angin.

Bentuk yang diukir di lantai luar panggung sangat mirip dengan naga.

“……”

Dan, naga-

Itu telah dipotong secara vertikal.

Rasa ngeri menjalar di tulang belakangnya, bukan, tubuhnya.

Garis yang menembus naga itu menghentikan jejaknya tepat di tempat dia berjongkok, tepat di lantai.

“……”

Dia mengangkat kepalanya.

Dia menarik perhatiannya saat Kim Hae Yee masih berdiri di sana, menatapnya dengan tatapan kosong.

"Ah-"

Dia sama seperti sebelumnya.

Meskipun demikian, murid pertama dapat melihat dengan jelas.

Satu gerakan tangan yang merobek naga seseorang, tanpa ampun memotong pedangnya sendiri.

Gerakan tangan itu seperti pedang.

Dan mata hitam menatap murid pertama dibalik naga yang merobek itu.

Meskipun tampaknya tidak mengandung apa pun,

Itu adalah tatapan mata seseorang yang keberadaannya adalah segalanya.

“Aku kalah--”

Murid pertama Dao-Style Zen menundukkan kepalanya,

Heavenly Demon diam-diam melihat ke arahnya.

Itu wajar baginya.

Cale – 371 One Sword

“Aku kalah, aku kalah~”

Murid pertama Dao-Style Zen mengungkapkan kekalahannya sendiri.

“…..”

“---”

Namun sorakan itu tidak langsung berlanjut.

Padahal itu merupakan pertandingan kualifikasi tercepat yang pernah digelar di turnamen tak bersenjata ke-3.

Padahal stadion bergetar karena suara keras dan angin akibat taruhan yang mengerikan itu.

Tidak ada yang bisa bereaksi dengan mudah.

“Pemenangnya, Kim Hae Yee!”

Namun saat itu wasit mengumumkan nama pemenangnya.

Waaaah ----!

Wow----

Dengan sorak-sorai yang meriah, orang-orang mulai mengungkapkan kegembiraannya.

“Wow. Apa kamu melihat itu?”

“Tidak. Apa kamu melihatnya?”

“Tidak! Aku tidak melihatnya!”

“Ya. Aku tidak melihatnya!”

Mereka yang bukan Seniman Bela Diri tidak melihat apa pun.

Meski begitu, mereka tidak bisa menahan kegembiraannya.

“Seberapa kuat dia?!”

“Gila! Yang tercepat selalu yang tercepat, apapun yang terjadi! Luar biasa!”

Murid pertama Dao-Style Zen dengan jelas melihat tekniknya, yang berbentuk naga yang terbuat dari angin.

Orang-orang merasakan sepenuhnya kekuatannya karena kekuatannya sangat mulia namun agung.

Tapi Kim Hae Yee-lah yang menang.

“Astaga.”

Seorang lelaki tua bergumam pelan. Suara itu bergetar.

“Kamu tidak tahu, orang yang benar-benar kuat tidak akan terlihat oleh musuhnya.”

Orang tua itu mengenang beberapa dekade yang lalu.

“Yang Mulia Raja dan dia melakukan hal yang sama.”

Saat Raja saat ini, Raja Tamahi bertarung dengan Raja sebelumnya,

Dalam pertandingan untuk mengukuhkan posisinya sebagai Putri Mahkota, dia memenangkan pertandingan tanding dengan Raja tanpa mengeluarkan keringat setetes pun.

Bagaimana dia melakukannya berada di luar pemahaman para seniman bela diri biasa pada umumnya.

Tapi ada satu hal yang jelas.

‘Kekuatan tidak harus dilihat.’

Raja Tamahi.

Kata-kata itu yang Raja Tamahi ucapkan ketika dipastikan bahwa dia selanjutnya akan duduk di posisi tertinggi di Kerajaan Lan.

Kata-kata ini tetap melekat di hati masyarakat Kerajaan Lan.

“...Seorang penerus yang tepat telah muncul.”

Sesuai dengan kata-kata orang tua itu, orang-orang tidak bisa tidak bersorak untuk Kim Hae Yee, yang telah dengan mudah mengalahkan seorang murid pertama Dao-Style Zen, dan dengan cara yang bahkan tidak bisa dilihat oleh pelakunya.

Karena kompetisi ini merupakan kesempatan untuk memilih masa depan Kerajaan Lan.

Alangkah baiknya menunjukkan belas kasihan seperti Hyun Seong di pertarungan sebelumnya.

Pada akhirnya, karena kerajaan Lan didasarkan pada gagasan bahwa orang terkuat akan menjadi Raja, apa yang disoraki oleh warga kerajaan adalah ‘kekuatan’.

“Siapa dia? Namanya Kim Hae Yee?”

“Hoo. Di mana orang seperti itu muncul?”

Terlebih lagi, Kim Hae Yee tidak memiliki reputasi.

Namun-

“Dialah yang lulus ujian kualifikasi dalam waktu paling singkat?”

“Dialah memotong batunya sekaligus? Apakah kamu yakin tentang informasi itu?”

Dia bahkan tidak memiliki reputasi.

Tapi dia sudah membuktikannya sendiri sekali.

Sekilas.

Ditambah lagi, orang-orang pasti melihatnya.

“….”

Sword Ghost yang terdiam beberapa saat tiba-tiba berdiri.

“….”

“….”

Kandidat lain yang lolos babak penyisihan memandang Kim Hae Yee dengan mata menakutkan.

Reaksi para kompetitor membuat kehadiran Kim Hae Yee jelas dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Wow--

Sorak-sorai berkurang.

Saat mata orang tertuju pada Kim Hae Yee,

“......”

Murid pertama Dao-Style Zen menundukkan kepalanya setelah mengungkapkan kekalahannya.

Sebuah bayangan jatuh di depannya. Murid pertama Dao-Style Zen mengangkat kepalanya.

“Itu adalah naga yang hebat.”

Tangan Hae Yee yang terulur terpantul di matanya.

“!”

Kim Hae Yee tidak menunjukkan ekspresi khusus apa pun saat murid pertama Dao-Style Zen mendongak dengan mata terbelalak.

Tapi Kim Hae yee mengatakan satu hal lagi.

“Juga, naga yang bisa lebih bebas.”

Wind Flow Dragon.

Seni bela diri yang digunakan oleh murid pertama Dao-Style Zen.

“Angin tidak terikat pada apa pun, bukan?”

“!!!”

Kim Hae Yee berbicara dengan tenang.

“Tao juga penting.”

Dao-Style Zen.

Tempat di mana seseorang menghargai Tao dan memurnikan serta melatih dirinya sendiri.

“Bukankah angin terikat pada sesuatu?”

“!”

Mendengar kata-kata blak-blakan Kim Hae Yee, murid pertama merasa seolah-olah ada petir yang keras menyambar seluruh tubuhnya.

“Kamu sudah mempunyai keinginan yang besar, jadi menurut aku bukanlah ide yang buruk untuk mencobanya.”

“Ah.”

Murid pertama berseru tanpa menyadarinya.

Murid pertama mengulurkan tangannya.

Kedua tangannya meraih tangan Kim Hae Yee yang terulur.

“Ya terima kasih. Noble Warrior.”

Murid pertama menundukkan kepalanya lagi tanpa menyadarinya.

Tubuhnya masih gemetar.

Ini bukanlah sebuah kekalahan dan frustrasi.

Tubuh murid pertama tidak gemetar karena ketakutan.

Sebaliknya, dia gemetar karena rasa gentar dan kesadaran yang besar.

“Sama-sama, aku hanya memberitahukan apa yang sudah kamu ketahui.”

Kata-kata Kim Hae Yee.

Murid pertama berdiri dan menggelengkan kepalanya, memegang tangannya dengan sopan dengan kedua tangannya.

“Tidak. Selain dalam hal kata-kata, waktu juga penting. Tidak mudah untuk mengatakan apa yang dibutuhkan pada saat yang penting.”

“Hmph.”

Senyuman muncul di bibir Kim Hae Yee.

“Latihanmu cukup dalam, bukan?”

Mendengar kata-kata yang diucapkan dengan santai, murid pertama menundukkan kepalanya sekali lagi.

“Terima kasih atas ajarannya.”

“Tidak terlalu.”

Murid pertama lebih sopan, dan Kim Hae Yee secara alami melepaskan tangan yang dipegangnya.

“Itu pertandingan yang bagus.”

Murid pertama Dao-Style Zen yang kalah mengatakan ini dengan wajah lega, dan Kim Hae Yee sedikit memiringkan kepalanya. Dan tanpa penyesalan, Kim Hae Yee turun dari panggung dan menuju ruang tunggu.

-Heavenly Demon. Heavenly Demon yang Kuat! Manusiaku ingin memberitahumu bahwa kau sangat pandai berpura-pura baik!

“Hmph.”

Senyuman miring muncul di sudut mulut Heavenly Demon, tapi segera menghilang.

Heavenly Demon mengangkat kepalanya dan melihat ke arah tempat Cale berada.

Cale tersentak saat mata mereka bertemu.

‘Apakah kamu memelototiku saat ini?’

Meskipun Cale meminta Raon untuk mengatakan ini sebagai pujian dengan caranya sendiri. Heavenly Demon itu agak licik, jadi Cale tidak tahu bagaimana reaksinya.

Pada saat itu, suara Heavenly Demon terdengar.

-Aku sebenarnya pandai berpura-pura baik. Untuk menjadi ukuran orang baik. Ukuran kebajikan..

“Pffttt.”

Ketika Cale tertawa terbahak-bahak karena frustrasi.

-Ini menyenangkan.

Dengan kata-kata itu, Heavenly Demon memasuki ruang tunggu dan menghilang tanpa senjata.

Ding~!

“Penyisihan hari ini sudah berakhir! Tolong jaga ketertiban saat kalian keluar!”

Terdengar suara pengumuman bersamaan dengan suara genderang yang menandakan berakhirnya pertandingan hari ini.

Orang-orang meninggalkan stadion satu per satu, masih penuh semangat, atau tetap tinggal dan mengobrol tentang pertandingan sebelumnya.

“……”

“Hmm. Kapten?”

Tapi Ten Tigers of the Righteous Heaven.

Kelima Ten Tigers of the Righteous Heaven, yang hanya bekerja untuk pemimpin Chivalrous Alliance, tidak mudah bergerak dan juga tidak mudah berkomunikasi. Kapten kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven diam-diam melihat ke pintu masuk tempat Kim Hae Yee menghilang dan kemudian membuang muka.

“…..”

“….”

Empat bawahan menatap Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven.

Dia membuka mulutnya.

“Apakah kamu melihat apa itu?”

Tidak ada yang bisa dengan mudah membuka mulutnya.

Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven mengirim pesan pada bawahannya.

-Itu adalah pedang.

“!”

Mata kedua bawahannya melebar.

-Pedang? Bukankah ini tak bersenjata?

-Aku pikir itu adalah tak bersenjata.

Cheong Ho (Kapten Ten Tigers of the Righteous Heaven) menggelengkan kepalanya.

“Itu adalah pedang. Jelas sekali, itu adalah ilmu pedang.”

Berani Cheong Ho katakan, teknik pedang yang sangat sulit bahkan Cheong Ho pun tidak bisa dengan mudah menirunya.

Kim Hae Yee.

Dia hanya melakukannya dari atas ke bawah.

Dia membuat gerakan satu tangan.

Tidak ada apa pun di tangan itu, kecuali tubuh, postur, dan bahkan tangannya.

Semuanya jelas merupakan pedang.

“…Mari kita kembali.”

Cheong Ho menjadi tidak sabar.

‘Yang mulia.’

Satu-satunya tuannya.

Cheong Ho harus segera menemui Tuannya.

Dan Cheong Ho harus memberitahunya..

‘Kim Hae Yee.’

Dia berbeda.

Sudah lama sekali Cheong Ho tidak merasakan ‘ketiadaan’ yang dia rasakan saat pertama kali bertemu dengan tuannya. ni adalah kedua kalinya dalam hidupnya dia merasakan getaran seperti itu.

Dan tempat di mana semua teman Ten Tigers of the Righteous Heaven sudah menghilang.

“------”

Hyun Seong dari Snow Temple Flowers, yang menghilang tanpa sepatah katapun, muncul di tempat Cheong Ho berada.

Hyun Seong berjalan perlahan ke tempat Cheong Ho dan melihat ke bawah.

“...... Sungguh, Chivalrous Alliance itu hanyalah topeng untuk menyembunyikan keburukan?”

“Elder.”

Seorang wanita melompat keluar dari bayang-bayang.

Dia berbicara dengan lembut kepada Hyun Seong.

“...Dikatakan bahwa Dark Vein menyentuh para peserta.”

Hyun Seong bertanya.

“Apakah kamu percaya itu?”

“...Tapi aku percaya pada buktinya. Kebenaran bukti tersebut tidak diketahui.”

Hyun Seong menutup matanya.

Hyun Seong membuka mulutnya, mengingat bagaimana Ten Tigers of the Righteous Heaven, hanya mengikuti perintah Lord mereka, muncul di ibu kota Kerajaan Lan dan muncul di ketiga Stadion.

“Aku kira aku harus bersiap untuk final.”

Pada saat yang sama, mereka mengeluarkan semua suara secara bersamaan.

-Aku perlu menggali sisi Chivalrous Alliance.

Pandangannya beralih ke pusat kerajaan.

‘Yang Mulia Raja.’

Ibu kota Kerajaan Lan.

Rakyat Raja akan ditempatkan di sana-sini.

‘Apa yang sedang kamu pikirkan?’

Raja mungkin tahu segalanya.

Mengapa kamu tidak maju ke depan?

‘Mungkin-’

Pewaris Kerajaan Lan.

Raja agung berikutnya.

Tempat dengan nama manis itu-

‘Ini mungkin jebakan.’

Mata Hyun Seong masih memiliki fokus yang jelas, mengetahui bahwa meskipun dia rakus akan kekuasaan, dia tidak boleh jatuh ke dalam rawa itu.

***

“Yang mulia.”

Jenderal Militer Umum dari Chivalrous Alliance.

Dia telah meninggalkan rumah persembunyian dan berada di sebuah rumah kecil yang terletak di luar ibu kota Kerajaan Lan.

Di dalam istana.

Bangunan induknya berbentuk huruf U.

Sebuah bangunan tambahan kecil yang terletak di tengah taman bagian dalam.

Berdiri di depan pintu paviliun, Jenderal Militer Umum menundukkan kepalanya dengan sopan dan membuka mulut.

“Cheong Ho bilang dia punya sesuatu untuk dilaporkan.”

Saat Pasukan Militer Umum menundukkan kepalanya, dia mendengar suara transmisi.

-Minta mereka untuk masuk.

“Ya.”

Jenderal Militer Umum menoleh dan berbicara kepada Cheong Hao.

“Silakan masuk.”

“......”

Tanpa berkata apa-apa lagi, Cheong Ho mengangguk kepada sang jenderal, membuka pintu paviliun, dan menghilang ke dalam.

Screech - Boom.

Mata sang jenderal tenggelam dalam-dalam ketika dia melihat ke pintu yang tertutup.

“Dia sepertinya pria yang tidak kusuka.”

Ten Tigers of the Righteous Heaven, termasuk Cheong Ho.

Sepuluh harimau itu bergerak semata-mata demi Lord mereka.

Itu sebabnya mereka tidak mendengarkan perintah komandan.

Akan lebih tepat jika melihatnya sebagai organisasi individual yang ada di dalam Chivalrous Alliance.

Dan meskipun kaptennya, Cheong Ho, mendapatkan sopan santun dasar, anehnya dia sepertinya mengabaikan militer pada umumnya.

Dia hanya setia kepada Lord-nya.

‘Aku senang Yang Mulia itu memegang tali pengikat Cheong Ho dengan baik.’

Kalau tidak, Cheong Ho akan menjadi masalah besar.

“Ck.”

Setelah mendecakkan lidahnya sedikit, Jenderal meninggalkan paviliun dan menuju ke gedung utama.

Masih banyak pertemuan yang harus diadakan.

“Komandan Jenderal.”

Memasuki ruang konferensi, Jenderal mengalihkan perhatiannya pada panggilan bawahannya.

“Mereka bilang mereka menemukan menemukan bukti dari Snow Temple Flowers.”

Shhaaa.

Sudut mulut bawahannya terangkat.

“Mereka akan menaruh curiga terhadap Dark Vein.”

Semua bukti mengarah ke Dark Vein.

“Ck.”

Namun, sang jenderal mendecakkan lidahnya dan ekspresinya berubah dingin.

“Kamu pikir Hyun Seong bodoh.”

“...Ya?”

“Orang yang menempatkan pemimpin Snow Temple Flowers pada posisi itu adalah Hyun Seong. Wanita itu sangat mencurigakan. Jejak kita tidak boleh ditemukan!”

Mendengar suaranya yang tegas, bawahannya segera menundukkan kepalanya.

“Ya! Itu tidak akan pernah terjadi!”

“Ya. Laporkan secara teratur.”

“Ya.”

Jenderal itu membuang muka.

Itu penuh dengan laporan dari masing-masing faksi, bersama dengan peta ibu kota Kerajaan Lan.

“... Demi kebaikan yang lebih besar, pengorbanan kecil tidak bisa dihindari.”

Jenderal fokus pada laporan itu lagi.

Sementara itu, Cheong Ho berjalan ke dalam paviliun dan berlutut di depan pintu di ujung lorong.

“Yang Mulia.”

Screech.

Pintu otomatis terbuka ke samping.

Cheong Ho tidak terkejut dengan banyaknya serangan internal dan pengendaliannya.

“Apa yang terjadi?”

Di dalam pintu yang terbuka, Lord-nya sedang duduk bersila dengan mata tertutup.

Seorang wanita berusia 50-an. Namanya Hwa In.

Dia adalah wanita paling kuat yang dinobatkan sebagai pemimpin Chivalrous Alliance.

“Sepertinya aku menemukan seekor tikus.”

Saat Hwa In mendengar kata-kata Cheong Ho.

“-----”

Dia membuka matanya.

Mata Lord tua itu dalam.

“Tikus?”

“Ya, Yang Mulia.”

Cheong Ho mau tidak mau berlutut dan membungkuk dalam-dalam.

Cheong Ho membuka mulutnya dengan postur seolah sedang membungkuk.

“Dia terlihat seperti tikus yang Yang Mulia cari.”

Tap.

Hwa In bangkit dari tempat duduknya dan perlahan berjalan menuju Cheong Ho.

“Cheong Ho.”

Cheong Ho mengangkat kepalanya.

Ada seorang Hwa In di sana.

Bukan seorang wanita berusia 50-an.

Dengan penampilan seorang gadis remaja,

“Ya, Yang Mulia.”

Dan sosok itu mirip dengan seseorang yang dikenal Passote.

So Hee.

Sang Wanderer.

Hwa In dengan tampilan lebih muda sama seperti tampilan So hee.

Suatu hari, Hwa In tiba-tiba muncul sebagai penerus tersembunyi mantan pemimpin tersebut.

Hwa In telah tinggal untuk Chivalrous Alliance sejak dia berusia 30-an.

Tidak ada yang tahu seperti apa Hwa In ketika dia masih muda.

Tapi Cheong Ho melihat wajah asli Hwa In.

Hwa In selalu semuda ini.

Suara yang menginjak Pasote sampai ke telinga Cheong Ho.

“Aku pikir tikus itu ada di Kekaisaran Timur. Dia berada di Kerajaan Lan?”

“Aku menebak, tapi saya punya kecurigaan.”

Ada energi aneh di mata So Hee.

“Siapa yang tampak seperti tikus?”

“Kim Hae Yee.”

“Hoo.”

Yang membuatnya sedikit kagum, Cheong Ho berbicara dengan tenang.

“Aku merasakan sensasi yang sama pada dirinya seperti saat pertama kali aku melihat Yang Mulia.”

“!”

Mata So Hee berbinar.

So Hee tersenyum.

“Pernyataan ini cukup bisa dipercaya.”

Cheong Ho.

Anak ini memiliki naluri yang baik.

Dan dia buta terhadap diri dia sendiri.

Jadi So Hee menunjukkan dirinya yang sebenarnya dan menjaganya di sisinya.

“Keluar.”

“Ya, Yang Mulia.”

Setelah mengirim Cheong Ho keluat, So Hee bergumam di satu-satunya bangunan tambahan.

“Asisten Ahn Roh Man mengatakan bahwa AI ada di Kerajaan Lan. Dan AI itu bernama Kim Hae Yee~”

Peringkat No. 1, Ahn Roh Man, yang dijadwalkan akan menjadi putra mahkota Kekaisaran Timur.

AI yang membantunya.

Dua orang yang akan menjadi racun bagi New World ini.

Yang paling berbahaya dari mereka semua.

So Hee sedang mencari AI tersebut, seekor tikus yang mengganggu.

“Aku harap kali ini benar-benar tikus.”

Dengan begitu, So Hee akan berhenti mendengarkan keluhan orang-orang bajingan Transparent Blood itu.

So Hee melihat ke luar jendela.

Hari masih cerah.

“Kapan babak finalnya?”

Meskipun mereka jelas belum memainkan babak penyisihan.

Sekitar final-

“Kurasa aku harus pergi melihatnya.”

Kim Hae Yee.

So Hee pikir itu ide yang bagus untuk membunuh orang itu.

***

“Sepertinya orang yang berpura-pura menjadi kita, meninggalkan jejak, dan kemudian membunuh peserta adalah anggota Chivalrous Alliance.”

Passote, pemimpin Dark Vein, berbicara dengan wajah tegas,

Cale menghela nafas setelah mendengar ini.

“Agak rumit di sini.”

Cale awalnya ingin melihat wajah suami Raja.

Tentu saja, Cale perlu melakukan beberapa perbaikan pada orang itu.

Mengapa ada begitu banyak hal yang terjadi?

Apa lebih mudah serang saja istananya langsung?

(tl/n : Bom aja bom duaarrr -_-)

Tapi itu tidak mudah karena aturannya.

‘Hmm.’

Cale yang khawatir mendengar suara yang tenang dan santai.

“Tidak bisakah kita menyingkirkan mereka saja?”

Cale menoleh ke arah dia mendengar suara itu.

Heavenly Demon memandangnya sambil tersenyum.

Cale menatapnya dan berkata tanpa berpikir.

“Apakah kamu bersenang-senang?”

“Ya. Itu menyenangkan.”

Heavenly Demon menikmati dunia baru ini sepenuhnya.

“-----”

Saat ekspresi Cale menjadi lebih cerah.

Alberu datang ke sisinya.

“Ayo keluar.”

“Log Out?”

Itu berarti keluar dari permainan.

Alberu menyerahkan surat kecil kepada Cale.

<Aku menemukan cara untuk menghubungkan portal Black Castle.>

<Dan aku telah menemukan sebuah petunjuk yang mungkin bisa menjelaskan trik kotor Transparent Co., Ltd.>

Itu adalah kabar baik dari Rosalyn.

Setelah sekian lama, tiba waktunya keluar, ke Bumi Ket-3, dan melakukan beberapa pekerjaan.

Cale – 372 One Sword

“Manusia. Mereka datang!”

“Ya.”

Cale menunduk dengan pandangan acuh tak acuh pada orang-orang di bawah gedung yang memasuki gedung.

‘Kau saja yang mengurusnya.’

Putra Mahkota menyerahkan segalanya pada Cale dan sibuk dengan urusan Kerajaan.

Selain mengurus ‘RMPAG’, Putra Mahkota bahkan mengurus urusan pemerintahan Kerajaan Roan. Faktanya, Putra Mahkota saat ini bertahan hidup dengan kurang tidur.

“Manusia. Tapi tingkat pemulihan Eden Miru kita sudah mencapai 80%! Tidakkah menurutmu dia akan menetas kurang lebih dalam waktu seminggu?”

Cale mendengarkan kata-kata Raon dan diam-diam menunggu orang-orang yang datang kepadanya.

‘Karena itu menjengkelkan.’

Jadi Cale akan bersantai saja.

Berpikir seperti itu.

****

Transparent Co., Ltd.

Kim Se Hyeon masih bertahan sebagai peneliti senior di sana, namun akan keluar begitu surat pengunduran dirinya diterima.

Kim Se Hyeon pasti merasa tidak nyaman mengenakan jas untuk pertama kalinya setelah sekian lama, jadi dia terus meraih dan membenarkan dasinya.

‘Brengsek’

Lagi. Lagi.

Pandangan Kim Se Hyeon diarahkan lurus ke depan.

‘...Wakil Presiden.’

Wakil Presiden Lee Mi Jeong berdiri di depannya.

‘Kamu harus melakukannya dengan baik hari ini.’

Hari itu, Wakil Presiden Lee Mi Jeong diam-diam membawa peneliti senior Kim Se Hyeon dan anggota tim operasi Park Jeong Gyu ke sini dan memberi mereka peringatan tegas.

‘Rosalyn mengatakan demikian. Hari ini kalian akan bertemu dengan orang yang menjadi pusat segalanya.’

Gulp.

Mata Kim Se Hyeon mengamati sekeliling.

Sun Building.

Konon gedung dengan eksterior bagus dan terletak di zona kuning ini belum ada tempat usaha di dalamnya.

‘Tapi kamu bilang gedung ini adalah Sun Corporation, Ltd., kan?'

Sun Corporation, Ltd.

Kim Se Hyeon yang selama ini hanya melakukan penelitian tidak tahu apa-apa tentang perusahaan ini.

Dia benar-benar tidak tahu apa-apa.

‘Wow, yang berada di belakang Wakil Presiden adalah Sun Corporation, Ltd.?’

Namun, Park Jeong Gyu dari tim operasi berbeda.

‘Ini patut dicoba.’

Junior Park Jeong Gyu mengatakan ini mengenai Sun Corporation, Ltd.:

‘Aku juga tidak tahu banyak.’

Orang yang mengenal perusahaan ini mengatakan bahwa mereka mengetahui perusahaan ini karena salah satu teman dekatnya bekerja di bidang investasi.

‘Mereka bilang itu adalah investasi dalam hal tambang emas yang tak ada habisnya.’

Uang mengalir tanpa henti.

Kim Se Hyeon bertanya apakah Sun Corporation terkenal dengan tangannya yang besar.

‘Tangan besar? Entahlah. Kamu bisa melihatnya seperti itu.’

Tapi Park Jeong Gyu menggelengkan kepalanya dengan ekspresi aneh.

‘Tetapi menggambarkannya seperti itu sangatlah ambigu.’

‘Mengapa?’

‘Ini bukan masalah besar menurut standar orang biasa seperti kita, tapi ini masalah besar bahkan menurut standar perusahaan, terutama perusahaan besar.’

‘Gambaran-’

‘Jika Sun Corporation, Ltd. memutuskan untuk mengambil semua uang yang telah dihamburkannya, meminta kembali uang yang telah dipinjamkannya kepada berbagai organisasi, atau menggunakan hak suara dalam investasi. Jika kamu melakukan itu, kamu akan berada dalam masalah besar, bukan?’

Saat Kim Se Hyeon mendengar kata-kata itu, dia mengungkapkan keraguannya.

‘Mengapa tempat seperti itu belum menjadi terkenal sampai sekarang?’

‘Ha ha ha. Itu karena ini adalah tempat yang tidak diketahui oleh orang yang tidak tertarik. Bahkan senior pun tidak tahu, kan?’

‘Itu benar.’

Wakil Presiden Lee Mi Jeong berhenti berjalan.

“Selamat datang.”

“Senang bertemu denganmu, CEO Choi.”

Choi Seon Hee, CEO Sun Corporation, Ltd.

Kim Se Hyeon yang melihat Lee Mi Jeong menyapanya, buru-buru mengikuti Park Jeong Gyu dan menyapanya.

“Senang bertemu kalian berdua.”

Setelah menyapa kedua orang itu satu per satu, Choi Seon Hee menekan tombol lift.

“Aku akan membimbing kalian.”

Kim Se Hyeon dapat melihat Park Jeong Gyu mengagumi kata-kata itu.

Kim Se Hyeon juga memiliki perasaan serupa.

‘….Bagaimana bisa CEO perusahaan itu sendiri yang menyabut yang hanya seorang tamu?’

Dikatakan bahwa ketika Choi Seon Hee berkunjung, setidaknya tingkat eksekutif sebagian besar perusahaan ikut bergerak.

Wakil Presiden Lee Mi Jeong ada di sini sekarang, tetapi Choi Seon Hee sendiri yang memberikan panduan sederhana tersebut.

‘Aku bisa gila.’

Thump thump,

Jantung Kim Se Hyeon berdebar kencang.

Kim Se Hyeon melihat tas di tangannya yang lain.

Tablet di tas ini bertuliskan ‘Putaran pertama’. Itu berisi semua pencapaian Kim Se Hyeon dan para peneliti mengenai ‘koneksi portal Black Castle’.

‘Secara teoritis~’

Berdasarkan simulasi, jawabannya sangat mungkin.

‘Tetapi-’

Mana.

Kim Se Hyeon belum memiliki pemahaman yang jelas tentang keberadaan Mana di dimensi lain.

‘Ini adalah sesuatu yang akan kami koordinasikan dengan Rosalyn.’

Bagaimanapun.

‘Aku pasti membawa hasil.’

Pintu lift tertutup dan mulai menuju ke atas.

Kim Se Hyeon menelan ludahnya saat dia melihat jumlah lantai naik.

Hal serupa juga terjadi pada Park Jeong Gyu, anggota tim operasi yang berdiri di sampingnya.

‘Aku bisa gila.’

Kartu yang dibuang oleh tim manajemen.

Itulah posisi Park Jeong Gyu. Dan dialah yang lebih berani dari Kim Se Hyeon.

‘Ini adalah sebuah kesempatan.’

Dia juga memiliki peran untuk dimainkan.

‘Bagaimanapun, pertahankan tim operasi. Dan carilah petunjuk.’

Kata Wakil Presiden Lee Mi Jeong.

‘Aku tidak ingin petunjuk yang berakibat fatal bagi Transparent Co, Ltd. Aku hanya ingin petunjuk yang bisa membuat perubahan saja sudah cukup.’

Park Jeong Gyu termasuk salah satu dari banyak tim operasi untuk New World.

Park Jeong Gyu mengumpulkan segala macam informasi sambil berpura-pura menghabiskan waktu seperti biasa tanpa melakukan apa pun.

Park Jeong Gyu melaporkan semuanya pada Rosalyn...

Awalnya, Park Jeong Gyu seharusnya melakukannya dengan Lee Mi Jeong.

‘Aku akan mengawasi semuanya.’

Lee Mi Jeong kehilangan kekuatan karena kata-kata Rosalyn.

‘Hanya dengan melihatnya, sudah jelas Rosalyn yang lebih kuat.’

Tidak. Seperti inilah orang yang akan Lee Mi Jeong temui sekarang di Sun Corporation, Ltd.

“Hhah.”

Lee Mi Jeong menarik napas dalam-dalam.

Suara nafas Lee Mi Jeong yang keluar tanpa disadari lebih keras dari yang diharapkan, tapi tidak ada yang melihatnya.

Park Jeong Gyu, yang perlahan mengalihkan pandangannya, berhenti sejenak saat dia menatap mata dalam Lee Mi Jeong.

‘Tentu saja.’

Lee Mi Jeong merasa seperti sedang mengasah pisau sekarang.

Itu benar.

‘Memiliki Transparent.’

Atau tidak sama sekali.

‘Dapatkan landasan untuk melampauinya.’

Asalkan ia menerima saran Rosalyn untuk berbisnis lintas dimensi.

Lee Mi Jeong tidak bisa mundur sekarang.

Karena itu sama saja dengan mengkhianati Transparent Co., Ltd.

‘Tentu saja, Transparent Co., Ltd. mungkin berpikir untuk meninggalkan aku kapan saja.’

Ketua Kehormatan Han Taek Soo.

Han Taek Soo adalah seorang pria yang tidak percaya pada apa pun kecuali dirinya sendiri.

‘Karena dialah yang akan menelantarkan anak-anaknya sendiri dan bahkan ketua saat ini.’

Lee Mi Jeong, yang memulai sebagai karyawan biasa dan kemudian naik menjadi Wakil Presiden, mengendurkan bahunya tanpa diketahui.

Ding!

Karena lift sudah sampai di tempat tujuan.

“…..”

Perlahan, Wakil Presiden Lee Mi Jeong berjalan di belakang CEO Choi Seon Hee.

Tap. Tap.

Choi Seon Hee tidak menyembunyikan kehadirannya.

Sebuah ruang dengan ruang terbuka.

Tempat di mana mereka dapat melihat semua sisi melalui kaca.

Hanya meja dan sofa yang tertata rapi di tengahnya.

‘Orang itu-’

Dan saat mereka menghadapi pria yang duduk di ujung sofa sambil menatap mereka.

“-----!”

Lee Mi Jeong tidak bisa berjalan lagi.

Lee Mi Jeong secara naluriah menarik napas tanpa menyadarinya.

Karena untuk sesaat, Lee Mi Jeong merasa seperti lupa cara bernapas.

“!!!”

“!”

Bukan hanya Lee Mi Jeong.

Kim Se Hyeon dan Park Jeong Gyu keduanya berhenti berjalan.

Mereka tidak bisa bergerak.

‘Apa? Kenapa aku seperti ini?’

Kim Se Hyeon mendongak dan melihat seorang pria dengan mata cokelat gelap menatapnya.

Kim Se Hyeon bahkan tidak bisa beranjak dari tatapan pria itu.

‘Apa ini?’

Kim Se Hyeon benar-benar tidak mengerti situasi ini.

Kim Se Hyeon telah mengumpulkan cukup banyak informasi tentang orang-orang berbakat yang muncul setelah monster muncul dan bertemu mereka saat menciptakan New World, tapi ini adalah pertama kalinya dia merasa seperti ini.

‘Bagaimana bisa-’

Kim Se Hyeon bisa merasa seperti ini, tidak, dia tidak tahu.

‘Aku tidak tahu!’

Apa yang sedang Kim Se Hyeon alami saat ini?

Seorang pria berambut merah duduk dengan jarak yang jauh.

Sesuatu tentang pria itu membuat Kim Se Hyeon merasa seolah-olah seluruh tubuhnya tercekik.

‘Tidak.’

Itu bukan perasaan, itu kenyataan.

Sebuah sensasi eksistensial.

‘Ini-’

Apakah mungkin?

Kim Se Hyeon telah mengalami banyak pengalaman luar biasa saat berbicara dengan Rosalyn, penyihir dari dimensi lain, dan makhluk lain dari Black Castle. Oleh karena itu, dia bisa percaya pada dunia baru yang baru, kemungkinan dunia yang benar-benar baru, dan mampu melakukan penelitian siang dan malam. Tetapi-

‘Ah.’

Pada saat ini, Kim Se Hyeon akhirnya merasa seperti sedang menemukan sesuatu dari dimensi lain.

Ini tidak normal,

Makhluk luar biasa yang hanya memiliki energi-

‘Kekuatan Sun Corporation, Ltd. bukanlah uang.’

Kekuatan itu ada di seseorang.

Tidak. Apakah itu seseorang?

Kim Se Hyeon tidak tahu.

Bagaimanapun, selama hal itu orang itu, Sun Corporation, Ltd. akan tetap kuat.

‘Gila!’

Park Jeong Gyu terus melontarkan kata-kata kasar di benaknya.

‘Kau punya kalimat yang tepat!!’

Park Jeong Gyu sangat terkesan.

Namun, baik Kim Se Hyeon maupun Park Jeong Gyu merasakan hal yang sama.

‘Aku takut.’

Entah kenapa, Park Jeong Gyu merasa napasnya pun dikendalikan oleh orang itu.

Selain itu, ini adalah ketakutan mendasar, seolah-olah bertemu dengan makhluk tak dikenal dan tak berbentuk, perlahan meresap ke dalam diri Park Jeong Gyu.

Itu tidak kentara, tapi rasanya seperti Park Jeong Gyu basah kuyup dari bawah kakinya.

Namun, mereka dan Wakil Presiden Lee Mi Jeong sedikit berbeda.

Senang.

Kegembiraan melintas di mata Wakil Presiden Lee Mi Jeong.

Suara Sekretaris Choi mencapai telinga mereka.

“Aku membawa mereka ke sini.”

“Terima kasih. Sekretaris Choi.”

Sekretaris Choi.

Pada ekspresi yang mengacu pada perwakilan tersebut, mata Lee Mi Jeong berbinar.

“Kalau begitu ayo turun ke bawah.”

Sekretaris Choi meninggalkan ruangan.

Cale berdiri dan perlahan mengulurkan tangannya ke arah ketiga orang itu.

“Senang berkenalan dengan kalian. Nama aku Cale Henituse.”

Cale tersenyum lembut.

“Ah.”

Kim Se Hyeon merasa kekuatan tubuhnya hilang sejenak.

Kim Se Hyeon bisa bernapas lebih mudah.

Hal yang sama juga terjadi pada dua orang lainnya.

“Senang berkenalan dengan kamu. Aku Lee Mi Jeong.”

Setelah berjabat tangan dengan setiap orang satu per satu, dimulai dengan Lee Mi Jeong, ketiganya duduk mengikuti isyarat Cale.

[ Kamu melakukan pekerjaan yang baik dalam menekan mereka. ]

Cale mengabaikan kata-kata Super Rock.

Cale hanya melepaskan sedikit Dominating Aura, dan dengan itu saja, semua proses rumit lenyap.

Mengapa Cale ada di sini?

Siapa Cale dan posisi apa yang dia pegang di Sun Corporation, Ltd.?

Bisakah mereka mempercayai Sun Corporation, Ltd.?

Tanpa harus menjelaskan semua itu.

‘Mudah.’

Karena Cale berencana untuk mengurus masalah ini sesederhana mungkin.

Bagaimanapun, Cale sudah sudah bergandengan tangan dengan pihak ini.

“Kim Se Hyeon-ssi?”

“Ya ya!”

“Kamu sudah menemukan cara untuk terhubung ke portal Black Castle?”

“Ya!”

Kim Se Hyeon buru-buru membuka tasnya dan menyerahkan tabletnya.

“Aku sudah menuliskan semuanya di sini. Menurut simulasi, jika kita melanjutkan seperti ini, itu akan berhasil, tapi menurutku kita perlu melakukan eksperimen pertama dulu.”

“Baiklah.”

Cale meletakkan tablet di atas meja bahkan tanpa menyalakannya.

‘Hmm.’

Saat Kim Se Hyeon berhenti sejenak saat melihat itu dan ekspresinya menjadi sedikit kabur.

“Adalah benar untuk memercayai dan mempercayakan pekerjaan yang baik kepada seseorang yang ahli dalam hal itu.”

Mendengar kata-kata Cale, mata Kim Se Hyeon menoleh padanya.

“Aku tidak tahu tentang bagian ini. Jadi, aku memutuskan untuk percaya dan menyerahkannya pada Rosalyn dan Kim Se Hyeon.”

Cale berbicara dengan jelas dan tampak santai.

“Bereksperimenlah sebanyak yang kalian mau, dan beri tahu kami apa pun yang kalian butuhkan. Dan jika kalian tidak tahan bersikap Transparent, keluarlah bersama anggota tim peneliti kalian. Kami akan menyiapkan laboratorium untukmu.”

“Whoa.”

Kim Se Hyeon sejenak linglung.

“Ini akan menjadi perlakuan yang tidak kalah dengan Transparent. Dan suatu hari nanti-“

Tatapan Cale beralih ke Lee Mi Jeong.

“New World, Transparent, dan kepemilikan bisa berubah, atau perusahaan yang lebih besar bisa muncul.”

Shhaaaa.

Cale berkata sambil tersenyum.

“Itu yang kamu pikirkan, bukan begitu, Lee Mi Jeong?”

Cale baru saja memastikan bahwa Lee Mi Jeong bereaksi berbeda terhadap energinya.

Jadi sebelum Lee Mi Jeong menjawab, Cale bertanya satu hal lagi.

“Wakil Presiden.”

Cale tampak tertarik pada mata Lee Mi Jeong saat dia menatap Cale sebelum Lee Mi Jeong bisa menjawab.

“Sebelumnya. Apa yang kamu lihat dalam diriku?”

“!”

Lee Mi Jeong, yang tidak pernah membayangkan pertanyaan seperti itu, tersentak sejenak, tapi kemudian berbicara sambil tersenyum.

“Apakah kamu pernah bertemu dengan Ketua Kehormatan Han Taek Soo?”

“Belum pernah.”

Cale menggelengkan kepalanya.

Di sisi lain, Kim Se Hyeon dan Park Jeong Gyu menatap Lee Mi Jeong dengan ekspresi bingung.

Apa pun yang terjadi, kata Lee Mi Jeong dengan tenang.

“...Ketua Kehormatan Han Taek-soo-“

Lee Mi Jeong Dia mengambil keputusan.

Bahkan ketika Lee Mi Jeong bertemu Rosalyn dan Choi Seon Hee, Lee Mi Jeong pikir dia harus menemukan jalan dia sendiri.

Lee Mi Jeong merasa telah menemukan pasangan yang tepat.

‘Aku harus membuang simpanan tersembunyi.’

Karena dengan begitu Lee Mi Jeong akan dikenali.

Lee Mi Jeong terus berbicara perlahan.

Ketua Kehormatan Han Taek Soo.

“...Dia.”

Dia.

Lee Mi Jeong, yang dengan jelas menyebut Han Taek Soo, menceritakan sebuah rahasia yang Lee Mi Jeong lihat ketika dia masih menjadi karyawan junior dan menyimpannya sejak saat itu.

“Dia bukan manusia.”

Han Taek Soo bukan manusia.

“…..”

Saat mata Cale pertama kali melebar,

“Aku dengar kamu mencari celah dalam Transparent Co., Ltd. Aku rasa informasi yang ditemukan Asisten Manajer Park Jeong Gyu di sini akan cukup membantu.”

Park Jeong Gyu berkata bahwa Lee Mi Jeong sedang menunjuk ke arahnya. Park Jeong Gyu menatapnya dengan ekspresi kosong.

Hal yang sama juga berlaku untuk Kim Se Hyeon.

Lee Mi Jeong menyuruh Cale melakukannya atau tidak.

“Aku tidak punya informasi, tapi aku hanya menebak-nebak. Ada sesuatu yang pernah kulihat. Tentu saja, itu mungkin hanya imajinasi aku, karena aku belum menemukan bukti apa pun selama lebih dari satu dekade.”

Tepatnya, Lee Mi Jeong hanya melihat bayangan.

Ketua Kehormatan Han Taek Soo.

Lee Mi Jeong melihat bayangannya, tapi bayangan itu bukan manusia.

Bayangan Han Taek Soo jelas monster.

Monster itu berangsur-angsur berubah menjadi manusia.

Setelah melihatnya, Lee Mi Jeong merahasiakannya.

Tidak ada cara untuk membuktikannya.

‘Kekuatan-’

Han Taek Soo.

Energi yang terpancar dari bayangan itu sangat besar dan membuat Lee Mi Jeong terengah-engah.

Lee Mi Jeong menemukan energi yang mirip dengan energi itu.

Kekuatan mengerikan yang menstimulasi ketakutan mendasar.

Namun-

‘Cale Henituse lebih kuat.’

Hari ini Lee Mi Jeong menghadapi kekuatan yang lebih kuat dari sebelumnya.

‘Itu bukan ilusi.’

Apa yang Lee Mi Jeong alami saat itu bukanlah sebuah khayalan.

Maka ini benar-benar sebuah peluang.

“Dia monster.”

Monster.

Itu adalah istilah yang mengacu pada makhluk yang menginvasi Bumi dari Bumi Ke-3.

Sebagian besar monster itu saat ini sedang ditundukkan.

Kim Se Hyeon, Park Jeong Gyu, dan Cale juga mengetahui hal ini.

Wakil Presiden Lee Mi Jeong berkata.

“Monster tak dikenal yang menyamar sebagai manusia, atau Iblis, atau Dewa.”

Ding!!

Saat itu, mereka mendengar lift datang.

Mulut Cale terbuka.

“Awalnya, hari ini, kita akan mengabarkan ketidakberesan Transparent, menurunkan harga sahamnya, lalu kita akan membelinya, meningkatkan kepemilikan kita, dan mengumpulkan para pemegang saham untuk memberikan suara. Itulah yang akan aku katakan.”

“Ha ha-“

Cale tersenyum dan melihat ke pintu lift yang terbuka.

Sekretaris Choi Seon Hee berkata sambil menundukkan kepalanya ke Cale.

“Aku membawanya ke sini.”

Siapa lagi yang ada di sana?

Lee Mi Jeong menoleh karena terkejut dan bisa melihat satu orang.

‘Hmm.’

Lee Mi Jeong tidak senang.

Makhluk yang layak disebut sebagai pahlawan Bumi. Spesialis terbaik dalam menaklukkan monster.

“Cerita menarik apa yang kamu bicarakan?”

Presiden Ahn Roh Man.

Di sebelahnya berdiri sosok yang pasti akan turun dari singgasana.

“Aku cukup yakin kamu punya cerita yang cukup lucu.”

Ahn Roh Man berbicara kepada Alberu, Cale, dan Rosalynn..

Mereka sedang menyelidiki sesuatu yang mungkin merupakan celah Transparent Co., Ltd.

‘Orang-orang masuk ke Lembaga Penelitian Transparent dalam jumlah besar setiap dua bulan sekali. Tapi mereka tidak akan pernah bisa keluar.’

Dan Alberu memberi tahu Cale bahwa dia sepertinya telah menangkap bukti yang berkaitan dengannya.

“Ya ampun!”

“Hah-”

Momen ketika Kim Se Hyeon dan Park Jeong Gyu terkejut dan mengukur sejauh mana perkembangan masalah ini. Cale berkata sambil menyambut Ahn Roh Man.

“Itu adalah cerita yang sangat lucu. Transparent Co., Ltd. Jelas akan membeli informasi ini, dan Ketua Kehormatan Han Taek Soo juga sedang membicarakan cara menanganinya.”

Senyuman muncul di bibir Roman An.

“Ini cerita yang sangat menarik.”

***

Malam itu, Lee Mi Jeong memanggil anak buahnya.

“Katakan padanya bahwa … Transparent Co., Ltd. membocorkan rumor bahwa mereka menculik orang dan menggunakannya untuk eksperimen.”

“Ya?”

“Bocorkan ke pasar saham, tidak, ke pasar obligasi dulu, dan biarkan menyebar secara alami dari sana.”

“... Wakil Presiden?”

Lee Mi Jeong menutup matanya rapat-rapat saat bawahannya dikejutkan oleh perintah tiba-tiba beserta isinya.

“Perusahaan kita membunuh orang untuk eksperimen?”

Lee Mi Jeong merinding di sekujur tubuh dia.

Dan, Ahn Roh Man berbicara dengan ajudannya Mary.

“Kamu telah mendapatkan uang dan kekuasaan.”

“Ya.”

“Ini adalah uang Sun Corporation, Ltd. dan pengkhianat bagi Transparent Co., Ltd. Patut dicoba.”

Ajudan Mary berkata sebelum meninggalkan kantor Ahn Roh Man.

“Kita juga akan secara diam-diam membocorkan informasi yang kita peroleh kepada media.”

“Fokuslah pada rumor dulu.”

“Ya. Aku akan mulai dari bawah, bukan yang utama.”

Selesai.

Mary pergi, dan Ahn Roh Man, ditinggal sendirian, melihat ke arah cahaya lampu.

“… .Dia mungkin monster~”

Ahn Roh Man, yang telah bertemu dengan Ketua Kehormatan Han Taek Soo, matanya tenggelam dalam pada informasi yang tidak dapat dipercaya itu.

“Jika dia monster-”

Ahn Roh Man harus menangkapnya.

Tidak ada satu orang pun yang mendengarkan kata-kata itu bergumam pelan.

Hanya dirinya sendiri.

***

“Tuan Muda, aku tidak percaya kamu berhasil melewati babak penyisihan ke-3 dengan mudah. ​​Sungguh luar biasa! Akhirnya, besok adalah babak final! Aku sangat bangga padamu, Tuan Muda!”

Heavenly Demon tersenyum bahagia mendengar suara cerah Cale.

“Itu saja.”

Dan Alberu di sebelahnya juga berbicara dengan lembut.

“Kamu luar biasa, Tuan Muda.”

“Hmph.”

Heavenly Demon dengan ringan mengangkat bahunya.

Angin hangat bertiup antara Cale, Alberu, dan Heavenly Demon di restoran penginapan.

Setelah babak ketiga babak penyisihan yang berlangsung selama beberapa hari.

Besok, babak sebenarnya, final, dimulai.

Total orang yang tersaring sebanyak 64 orang.

“Nomor 44! Aku juga suka nomornya!”

Nomor Kim Hae Yee adalah 44.

Dan mulai besok, Raja Tamahi dari Kerajaan Lan akan memulai kunjungannya.

Tl/n : Dalam bahasa Mandarin, angka 4 memiliki pelafalan yang sama dengan kata untuk "kematian", jadi orang-orang Tiongkok yang percaya takhayul menghindari penggunaan angka itu. (teririsayes)

Cale – 373 One Sword

"Oh. Tempat ini penuh dengan orang, bukan?”

Cale, yang menemukan stadion untuk pertarungan tidak bersenjata, menyerahkan tusuk sate ayam di tangannya kepada Alberu dan Heavenly Demon.

“Aku sedang mengawal hari ini.”

Alberu tersenyum cerah dan menolak,

“Tchh.”

Heavenly Demon mencibir sekali dan kemudian mengabaikan tusuk sate ayam di tangan Cale.

“…..”

Anehnya, Cale merasa tidak nyaman, tetapi mengabaikannya.

[ Gulp. ]

Sambil mendengarkan pendeta rakus menelan ludahnya, Cale mulai memakan tiga tusuk sate ayam di tangannya satu per satu.

“Bagaimana dengan anak-anak?”

Cale bergumam dan dengan kasar menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Heavenly Demon.

“Mereka sedang mengurus telurnya.”

Waktu penetasan Eden Miru berangsur-angsur semakin dekat.

Anak-anak tata-rata berusia sepuluh tahun. Raon, khususnya, saat ini sedang menunggu di samping telur Eden Miru hingga matanya merah.

'Manusia! Aku pasti akan menyaksikan kelahiran dia!’

Seberapa brutalkah momentum tersebut akan terjadi?

'Hmm.'

Sungguh menakjubkan.

Tentu saja, Raon punya satu tujuan yang jelas.

'Aku akan menontonnya bersama ibuku!'

Black Castle masih berada di Aipotu.

Dan orang yang tidak bisa meninggalkan Black Castle dalam radius tertentu adalah mantan Raja Naga Sherrit.

Half Blood Dragon.

Eden Miru mewarisi jantung salah satu dari dua anak Sherrit.

Dalam beberapa hal, itu adalah hubungan yang bisa dilihat sebagai musuh, tapi-

‘Dia saat ini hampir seperti anak kecil.'

Perasaan Sherrit terhadap Eden Miru, seekor Half Blood Dragon, melampaui cinta-benci dan berubah menjadi kasih sayang.

Raon, Sherrit, Eden Miru.

Mereka bertiga sudah pasti menjadi keluarga sekarang, apa pun yang terjadi.

Raon berencana untuk kembali ke 7th Evils setelah tingkat pemulihannya mencapai sekitar 95% dan pergi ke tempat yang terhubung dengan sarang Purple Blood Raja Naga Neo. Itu adalah ruang bawah tanah tempat Aipotu dan New World terhubung secara alami.

'Sherrit dapat melihat penetasan Miru melalui sihir atau metode lain.'

Mantan Raja Naga Sherrit.

Alasan keberadaannya adalah untuk mengawasi kelahiran dua naga dan merawat mereka.

Tapi dia kehilangan dua anak, dan baginya, melihat kelahiran Eden Miru adalah...

‘Aku tidak bisa membayangkannya.’

Sesuatu yang Cale tidak berani membayangkannya.

Bagaimanapun, untuk saat ini, Cale meninggalkan Raon, On, dan Hong sendirian.

“Karena mereka adalah anak-anak yang lebih banyak bertarung sepanjang waktu.”

Bagi ketiga anak ini, pengalaman ini akan sangat penting.

“Itu juga bagus untuk Eden Miru.”

Ya. Itu baik untuk semua orang.

Sambil menggelengkan kepalanya, Cale tiba-tiba mendengar suara tawa datang dari sampingnya.

Saat Cale menoleh -

"Apa?"

Alberu dan Heavenly Demon sedang melihat ke arah Cale.

Ekspresi Cale, yang duduk di antara keduanya, berubah drastis.

“Apa yang kalian lihat?”

Setengah kata itu keluar dari mulut Cale.

Heavenly Demon. dan Alberu Crossman.

Kedua orang itu-

‘Mereka menatapku dengan gembira?’

Cale tiba-tiba merasa sangat, sangat kesal.

Ketika ekspresi Cale berubah menjadi sangat tidak sopan,

“Kamu baik sekali.”

“Hah!!”

Heavenly Demon berkata pada Alberu, mengatakan sesuatu yang membuat Cale berteriak kaget.

Diam-diam dia berhati lembut.

Itu adalah jelas ucapan yang mengacu pada Cale.

Alberu memandang Cale seolah Cale sangat lucu dan mengangkat salah satu sudut mulutnya.

“…...”

Wajah Cale sangat cemberut, tetapi Alberu segera tersenyum cerah dan berbicara kepada Cale dengan sangat ramah.

“Apakah kamu tidak menantikan kelahiran Eden Miru?”

“Aku tidak?”

“Heee.”

‘Apa itu tadi?’

Tawa yang menjengkelkan itu??

Cale memandang Alberu dengan ekspresi kaget, tapi Alberu dan Heavenly Demon kini saling berpandangan dan bertukar pandang dalam diam.

“Apa ini?”

Cale, yang memikirkan hal-hal yang sangat tidak sopan di benaknya, dengan cepat mengalihkan pandangannya ke suara drum.

Boom, Boom!

“Pertandingan pertama babak 64 besar akan segera dimulai, jadi harap diam!”

Segera setelah suara itu menggema, orang-orang duduk.

Lingkungan yang ramai mulai berangsur-angsur menjadi sunyi.

Sekilas.

Cale memperhatikan tatapan yang mengarah pada mereka dan berbisik kepada Heavenly Demon.

“Sudah kuduga, mereka benar-benar mengamatimu, bukan?”

Heavenly Demon, Kim Hae Yee, yang saat ini duduk di tribun.

Dia diberi julukan ‘One Sword’.

‘Hanya dalam sekali serangan!’

Hingga mencapai babak 64 besar.

Heavenly Demon telah mengalahkan semua lawannya dengan satu lambaian tangannya.

'Pedang yang luar biasa!'

Setelah sang Elder, guru dari murid pertama Dao-Style Zen, yang kalah di babak pertama babak penyisihan, memanggilnya 'pedang' daripada 'tangan',

‘Pedang?’

‘Tangan dia kosong, kan? Aku pikir itu Array Formation.'

'Astaga! Jadi maksudnya dia bahkan tidak perlu menghunus pedang sungguhan?’

Orang-orang mempunyai ekspektasi pada saat yang sama memberinya julukan One Sword.

‘Kamu akan menggunakan pedang di final, kan?’

‘Aku rasa begitu. Mereka adalah lawan yang tangguh!’

Dan dari babak 64 dan seterusnya, braketnya terungkap terlebih dahulu.

‘Sorak dari Heavenly Sword vs. Kim Hae Yee dari One Sword!”

'Jika itu Sorak, aku tidak punya pilihan selain menggunakan pedang!'

Sorak, penerus Heavenly Sword, yang menganggap hanya pedang sebagai akhir dari segalanya.

Dan Kim Hae Yee, yang diyakini menggunakan pedang yang diselimuti kerahasiaan.

Masyarakat pun menantikan pertandingan antara keduanya.

Masyarakat tidak menyangka mereka akan bertemu pemain sekuat itu di tahap awal final, sekitar babak 64 besar.

Namun pertandingan Heavenly Demon masih jauh.

Heavenly Demon akan melaksanakan pertandingan besok.

Meski demikian, Heavenly Demon mengunjungi stadion hari ini untuk melihatnya pertandingan pertama.

“Apakah Yang Mulia Raja akan datang?”

Menanggapi pertanyaan Cale, Heavenly Demon mengangkat bahunya.

"Entahlah."

Mulai babak 64 besar, Raja Tamahi akan hadir.

Namun, Raja Tamahi tidak menonton semua pertandingan.

Kehadiran Raja Tamahi bersifat wajib mulai dari pertandingan ke-4, namun pertandingan ini dikatakan sebagai observasi sebagian sesuai keinginan Raja.

Cale mendengar suara-suara berbisik di belakangnya.

“Ini adalah kesempatan untuk mengenal kontestan yang diminati Yang Mulia Raja.”

“Bahkan jika peserta tersebut tidak menjadi Putra Mahkota, dia akan menjadi seseorang yang sangat penting bagi Kerajaan di masa depan.”

"Itu benar."

Orang-orang penasaran dengan pilihan Raja.

“Tapi dia belum sampai.”

"Tidak. Aku yakin itu akan datang."

Dan sebagian besar orang yakin bahwa Raja akan menghadiri pertandingan hari ini.

Itu bukan karena ini adalah pertandingan pertama.

“Karena ada pemimpin Chivalrous Alliance.”

"Itu benar. Raja Tahami tidak boleh melewatkan ini.”

Pemimpin Chivalrous Alliance, Hwa In.

Dia memberi isyarat dimulainya acara utama hari ini.

“Dan lihat ke sana. Master Charun juga datang.”

"Tetapi."

Master Charun.

Dia adalah pelayan, guru, dan penasihat Raja yang setia..

Dan semua kandidat kuat kejuaraan pasti berkumpul di sini untuk melihat pemimpinnya.

"Tetapi."

Mata mereka dengan cepat tertuju pada Kim Hae Yee.

Namun, alasan Heavenly Demon datang ke sini sedikit berbeda.

-Kamu bilang sepertinya anggota Chivalrous Alliance berpura-pura menyamar sebagai Dark Vein dan menyingkirkan beberapa peserta, kan?

Cale mengangguk mendengar kata-kata Heavenly Demon.

-Itu pasti menjengkelkan bagi Dark Vein.

Tatapan Heavenly Demon beralih ke sisi lain ke arah kelompok Dark Vein.

Passote, pemimpin Dark Vein. Dia sedang melihat ke luar panggung dengan tangan disilangkan dengan ekspresi yang sangat tegas.

Orang-orang di sekitarnya berbisik kepadanya saat dia datang ke dalam stadion untuk pertama kalinya, tapi Passote sepertinya tidak mendengarnya.

‘Choi Han.’

Di sebelah Passote ada Choi Han, yang mengenakan topi bambu.

-Wanderer itu belum muncul lagi, kan??

Cale mengangguk mendengar suara transmisi Alberu.

Daftar yang diberikan oleh Wanderer untuk dibunuh oleh Passote-

Di daftar itu, Passote telah membiarkan semua orang yang belum tersentuh sejak usahanya yang gagal melawan Heavenly Demon.

Sebagai tanggapan, Wanderer itu sepertinya akan melakukan sesuatu pada Dark Vein atau Passote, tetapi tidak sementara belum tanggapan.

Sementara itu, banyak orang yang mati.

Ada beberapa orang yang tidak ada dalam daftar.

Hal ini tidak akan terlihat jika Passote tidak memperhatikan dan terus-menerus mengamati arahan seluruh peserta.

'Jejak halus Dark Vein itu masih tersisa,'

Di lokasi tersebut, bekas Dark Vein masih tersisa seolah belum terhapus seluruhnya.

Passote melaporkan situasi saat ini kepada Cale sembari menghela nafas.

‘Snow Temple Flowers sedang melakukan penelitian terhadap para korban yang meninggal akibat Dark Vein, dan mereka tampaknya mencurigai kita.'

Dalam hal ini, Dark Vein berada dalam situasi yang membuang-buang waktu dan tenaga.

'Omong-omong…'

Namun, ada alasan mengapa Cale dan Passote datang menemui pemimpin Chivalrous Alliance hari ini.

'Sepertinya pembunuh itu berasal dari Chivalrous Alliance.'

Itu juga semacam intuisi. Baik Passote maupun Jenderal Hotan memiliki intuisi yang dapat mereka percayai.

‘Chivalrous Alliance adalah satu-satunya yang cukup mengenal kami untuk memanipulasi kami seperti ini, dan skala dari apa yang telah mereka lakukan menunjukkan bahwa mereka pasti cukup senang dengan diri mereka sendiri, dan mereka harus menjadi kekuatan besar..’

Itu sebabnya Passote dan Cale datang menemui pemimpin Chivalrous Alliance hari ini.

Passote adalah pemimpin Dark vein untuk menghadapi musuh.

'Raon mengatakan itu.'

Selama pertandingan penyisihan terakhir, Raon berbicara dengan Cale.

'Manusia! Aku tidak dapat mendengar dengan jelas karena stadionnya besar, tetapi seseorang membicarakan Dark Vein dan Hyun Seong melalui transmisi!’

Itu adalah stadion yang sangat besar, dan suara orang-orang berbicara dan melakukan transmisi cukup keras.

Raon tidak bisa mendengar semuanya dengan baik.

Karena itu Raon, dia pasti sudah banyak mendengar keributan itu.

Namun belum diketahui apakah orang yang mengucapkan kata-kata tersebut merupakan anggota Chivalrous Alliance. Dan setelah mengetahui semua hal ini, Cale datang menemui pemimpin Chivalrous Alliance.

‘Dia mungkin ada hubungannya dengan Wanderer...’

Dengan keraguan seperti itu.

Cale mendapatkan tempat ini.

“Uh!”

“Ah, di sana ~!”

Tiba-tiba lingkungan sekitar menjadi berisik.

“…Dia sudah sampai.”

Saat ketika Heavenly Demon berbicara dengan lembut.

Tatapan Cale jatuh pada tempat kosong yang menghadap ke area di luar panggung..

'Tamahi.'

Itu adalah Raja Tamahi.

Sepertinya orang di sebelahnya adalah Charun, seorang Master penasihat Raja.

-Tidak ada pasangan Raja.

Suami Raja tidak muncul.

Hanya ada dua orang.

Mereka hanya duduk.

Tidak ada upacara resmi atau acara sejenis lainnya hanya karena Raja muncul.

Sebaliknya, pejabat di sekitar meminta orang-orang di sekitar mereka untuk diam.

Ding!

Pertarungan pertama segera dibuka.

Baik Raja maupun Charun tidak membuka mulut.

-Charun.

-Ya. Yang Mulia.

Tapi mereka berbicara melalui transmisi.

-Ada cukup banyak kandidat untuk kejuaraan hari ini di tribun.

-Sepertinya karena ini adalah pertandingan pertama dan pemimpin Chivalrous Alliance muncul.

-Baiklah.

Raja bertanya dengan lembut.

-Jadi, siapa yang membunuh kontestan?

-...Yang Mulia.

Raja Tamahi diliputi amarah yang terpendam.

Ding!

Namun tak lama kemudian pandangan Raja Tamahi beralih ke luar panggung.

“Kiri, Supesa!”

Seorang MC yang cukup terkenal memanggil peserta dari sebelah kiri..

“Kanan, Hwa In!”

Dan pemimpin Chivalrous Alliance muncul di sebelah kanan.

Wow----

Wow---

Raungan keras meledak seketika, cukup untuk mengguncang ruang yang sunyi.

Ding!

Pertarungan telah dimulai.

Supesa segera mengambil posisi berdiri dan mengarahkan tombaknya ke arah Hwa In.

“… ..”

Dan Hwa In itu berdiri dengan tenang.

'Hmm?'

Cale berhenti.

-Kim Hae Il.

Dan Heavenly Demon mengirim pesan.

-Dia menatapku, kan?

Tatapan Hwa In tertuju pada Heavenly Demon sejenak.

Namun tatapan itu segera menghilang.

Matanya beralih ke orang lain.

“…..”

“…..”

Supesa terlihat gugup.

Sebaliknya, Hwa In berdiri diam dengan ekspresi tenang.

Keheningan segera terpecah.

Bang!!

Supesa menghentakkan kakinya kuat-kuat dan tubuhnya melesat ke depan.

Dia seperti tombak dari pohon tua.

Ia memiliki kekuatan yang besar dan kokoh yang tidak akan pernah pecah.

Mirip dengan kepribadiannya, gaya pertarungannya juga jujur​​​​dan tidak banyak berubah.

Sebaliknya, itu sederhana.

“Kesederhanaan itu menakutkan.”

Seperti yang dikatakan seseorang.

Tombaknya menakutkan.

Karena itu berat dan tak terbendung sekaligus jujur.

Ssst ----

Angin bertiup saat jendela bergerak.

Ooongg.

Ada energi di tombak yang mengingatkan penonton pada sebatang pohon.

“…… ”

Hwa In itu memandanginya dengan tenang.

Dan saat ujung tombak itu akhirnya mendekat pada Hwa In hanya selangkah lagi.

Chaeng.

Hwa In itu menghunus pedangnya.

Quaaaaaaaaa!

Suara keras terdengar.

Tidak ada yang membuka mulutnya.

Awan debu membubung, tapi itu hanya sedikit debu dibandingkan dengan suara gemuruh yang sangat keras.

Shhoooo--

Hembusan angin menyapu semua debu, dan pemandangan jelas terlihat di mata semua orang.

“Uh!”

Wajah Supesa berubah.

Sebuah pohon tua besar yang sepertinya tidak akan patah karena topan apa pun.

Tombak itu terpotong.

Separuh dari tombak yang terpotong jatuh di atas panggung.

Pohon kokoh itu patah.

“… … ”

Hwa In itu memandang Supesa dalam diam.

“…Kamu kalah.”

Supesa berusaha maksimal sejak awal.

Karena pemimpin Chivalrous adalah lawan yang sepadan.

Dan pada akhirnya, Supesa kalah.

“Uh.”

Ketika wajah Supesa berubah karena ketidakberdayaan dan kemarahan pada dirinya sendiri, dia menundukkan kepalanya.

Hwa In itu membuka mulutnya.

“Kekuatanmu yang luar biasa akan menjadi lebih kuat seiring berjalannya waktu.”

Supesa memandang Hwa In.

Hwa In berkata dengan tenang. Oleh karena itu, suaranya penuh dengan ketulusan.

“Seperti pohon tua yang akhirnya mampu mengatasi semua angin dan hujan dan berdiri tegak.”

Pemimpin Chivalrous Alliance terkenal pendiam.

Cukup berarti bagi orang seperti Supesa mendapatkan kalimat seperti ini kepada seseorang yang dia temui pertama kali hari ini.

Supesa sedikit tergerak.

“….Terima kasih. Pemimpin."

“Dengan senang hati.”

Setelah mendengar jawaban sang pemimpin, Supesa memandang ke arah wasit.

Wasit segera mengumumkan bahwa tarian telah selesai.

“Pemenangnya Hwa In!”

5 menit. Permainan berakhir dalam waktu kurang dari 5 menit.

Jika mereka mengecualikan waktu ketika Supesa berhati-hati dan waspada di awal, waktu pertarungan tidak akan lebih dari beberapa detik.

Waaaaaa-----

Sorakan yang luar biasa pun menyusul.

Pertandingan jarak dekat memang bagus, tapi pertarungan hebat seperti ini juga bagus.

“Sekarang pemimpin Chivalrous Alliance telah melaju ke final, dia tidak lagi peduli dengan lawannya!”

“Itu benar, kita sudah melihat pertarungannya beberapa kali sebelumnya!”

Satu ayunan pedang.

Tidak seperti di babak penyisihan, sorak-sorai terus berlanjut untuk Hwa In, yang mengalahkan lawannya dengan satu ayunan pedang.

Pada saat itu.

"Hah?"

"Hmm!"

Saat Supesa berjalan dengan susah payah meninggalkan panggung dan menghilang dari panggung.

Hwa In itu hanya berdiri diam.

Di tempat pertama kali Hwa In singgah.

Ketika semua orang melihat Hwa In dengan heran,

Shhaa.

Hwa In menggerakkan tangan yang memegang pedang.

Apakah Hwa In mencoba memasukkan pedangnya ke dalam sarungnya?

Para penonton yang berpikir demikian berhenti.

“!!!”

"Eh?!"

Pedang Hwa In berhenti menunjuk ke satu arah.

"Ah!"

"Dia-"

Ujung pedang Hwa In mengarah ke kursi penonton.

Ada banyak orang yang menuju ke arah dimana pedang Hwa In menunjuk, tetapi orang-orang segera dapat mengetahui siapa yang ditunjuk oleh pemimpin tersebut.

“One Sword!”

“Bukankah dia Kim Hae Yee, kan?”

“Hah, pemimpin Chivalrous Alliance berperilaku seperti ini-”

Ke arah yang pemimpin Chivalrous Alliance tunjuk, Kim Hae Yee atau Heavenly Demon sedang duduk dengan tangan bersilang.

Dalam waktu singkat, suasana mulai mendidih.

Chivalrous Alliance.

Suasana pasti akan memanas ketika pemimpin kelompok besar dengan jumlah orang terbanyak, yang dikenal ketenangannya dan tidak banyak bicara, bertingkah seperti ini.

“Ah! One Sword!”

Dan beberapa orang mulai menyadarinya.

Sebuah langkah yang ditunjukkan pemimpin hari ini.

“One Sword, Kim Hae Yee!”

Kim Hae Yee yang menundukkan lawannya dengan satu gerakan tangan.

Pertarungan di antara para orang kuat ini sepertinya sedang menatapnya.

Orang-orang kagum.

“Apa yang terjadi dengan keduanya?”

“Apakah ada ceritanya dibalik mereka?”

Namun, beberapa orang bertanya-tanya ada apa antara Kim Hae Yee dan Hwa In.

Karena-

“Bukankah itu terlalu tenang?”

“Ini menenangkan. Kim Hae Yee terlihat jauh lebih muda dari pemimpin.”

Karena Heavenly Demon sedang melihat ujung pedang dengan begitu santai.

"Khahaa ha-"

Tidak, Heavenly Demon malah tertawa.

“!!!”

“-----!”

Ketika orang-orang disekitar Heavenly Demon terkejut dengan penampilan itu.

Sreeuutt.

Hwa In itu memasukkan kembali pedangnya ke sarungnya dan turun dari panggung tanpa ragu-ragu.

-Kim Hae Il.

Cale berhenti mendengar suara lembut Heavenly Demon.

Heavenly Demon tersenyum, tapi suaranya sangat dingin.

‘Kenapa, ada apa?’

Ketika Cale tidak bisa berbicara dan hanya menatap Heavenly Demon dengan ketakutan,

Heavenly Demon berkata sambil tersenyum tulus.

-Pemimpin bertanya padaku melalui transmisi suara apakah aku kenal Ahn Roh Man.

‘Hah?

Apa maksudmu?’

Saat Cale bingung.

-Jadi aku bilang aku kenal dia.

Heavenly Demon hanya kenal secara umum. Dia tidak pernah benar-benar mengamatinya, tapi Heavenly Demon tahu bagaimana situasinya.

Baik Heavenly Demon dan Ahn Roh Man menyadari keberadaan satu sama lain.

-Jadi, pemimpin berkata begini.

Senyuman Heavenly Demon menjadi lebih dalam, tetapi suaranya menjadi lebih dingin.

-‘Kamu bahkan tidak berhasil melarikan diri, tapi berani datang mencariku.’

Cale mengatakannya tanpa menyadarinya.

"Apa maksudnya itu?"

Apa yang dipikirkan pemimpin itu sekarang?

‘Hwa In, Chivalrous Alliance.’

Penguasa tempat itu.

Dan kehadiran Wanderer.

Dan akhirnya, Ahn Roh Man.

Pikiran Cale mulai berputar kencang,

"Hm?"

Saat ketika tebakan yang tidak masuk akal namun masuk akal muncul di kepala Cale.

-Kim Hae Yeel.

Suara Heavenly Demon berlanjut.

-Tidak masalah bagiku mengapa pemimpin Chivalrous Alliance melakukan itu padaku.

Suara Heavenly Demon menakutkan.

Sepertinya akan ada bau darah yang kental.

-Tapi dia berani menyebutkan melarikan diri kepada aku, jadi pemimpin harus membayar harganya.

Gulp.

Cale menelan ludahnya.

Tuk-tuk.

Alberu, yang diam-diam memperhatikan, menepuk pundak Cale dan berbisik manis.

“Mengapa kamu begitu takut?”

‘Putra Mahkota, tolong ini masalah serius!’

Ketika Cale memandang Alberu dengan frustrasi,

Heavenly Demon bergumam pelan.

“Itu menyenangkan. Ini sangat menyenangkan.”

Jika Raon melihatnya, dia akan mengatakan bahwa mata Heavenly Demon menjadi gila.

Cale sedikit takut.

Cale – 374 One Sword

‘Hwa In, pemimpin Chivalrous Alliance, menyatakan perang terhadap Kim Hae Yee si One Sword!’

Orang-orang Kerajaan yang sedang berkonsentrasi pada Kompetisi Seni Bela Diri sangat senang dengan fakta ini. ni adalah pertarungan antara master yang sudah disegani dan master yang sedang naik daun yang diselimuti kerahasiaan.

Tap, tap, tap,

Heavenly Demon mengetuk meja dengan kipas angin di tangannya.

Di depannya, Cale tersenyum cerah.

“Tuan Muda kita memiliki temperamen yang sangat baik.”

Alberu sedang duduk santai di ambang jendela, minum teh.

Sementara itu, Cale tidak berhenti bicara.

“Bagaimana bisa setelah pertandingan pertama, kamu pergi begitu saja tanpa menoleh ke belakang?”

Swish. Swish!

Heavenly Demon berhenti memegang kipas di tangannya.

“Jadi-”

Sebuah suara lembut keluar dari mulut Heavenly Demon.

“Sepertinya Chivalrous Alliance ada hubungannya dengan Wanderer.”

Nod.

Cale mengangguk.

“Hubungan mereka bukan seperti ancaman yang Wanderer lakukan kepada Dark Vein, tapi semacam hubungan kerja sama atau lebih?”

Tuk.

“Lagi pula, pemimpin itu sekarang menganggapku sebagai AI yang membantu Ahn Roh Man?”

Cale mengangguk.

“Ho!”

Heavenly Demon tertawa.

“Itu menyenangkan. Ini sungguh menyenangkan.”

Alberu setuju dengan pernyataan itu.

“Ini memanglah sangat menyenangkan.”

Tentu saja maknanya sangat berbeda.

Alberu, yang menerima tatapan Heavenly Demon, berbicara sembari dengan anggun menyisir rambutnya yang acak-acakan karena angin yang bertiup.

“Karena identitas kita tersembunyi.”

Tap, Tap, Tap,

Heavenly Demon, yang mengetuk kipas angin lagi, bertanya pada Cale.

“Kapan aku akan bertemu dengan pemimpin Chivalrous Alliance?”

Saat ini, mereka berada di kamar tamu Heavenly Demon, dan hanya Alberu, Cale, dan Heavenly Demon yang ada di sana.

“Hmm.”

Cale berpikir sejenak dan menjawab.

“Karena formatnya bagi yang menang di babak 64 besar akan dikelompokkan lagi dan dilanjutkan ke babak 32 besar.”

Itu jelas bukan turnamen penuh.

Grup-grup tersebut disusun ulang setiap kali periode pertandingan.

“Aku tidak tahu kapan kita akan bertemu?”

“Bagaimana dengan memanipulasi atau kecurangan babak?”

Cale tersenyum dan bertanya pada Heavenly Demon, yang secara terbuka menyebutkan manipulasi.

“Apakah kamu ingin segera bertemu dengan pemimpin Chivalrous Alliance?”

“Kejahatan karena berani mengarahkan pedang ke Heavenly Demon harus segera dihukum.”

Mendengar kata-kata itu, Cale tersenyum sekali lagi dan berbicara dengan santai.

“Heavenly Demon.”

“Mengapa?”

“Bagaimana jika dia bukan salah satu antek Wanderer, tapi Wanderer itu sendiri?”

Sudut mulut Heavenly Demon terangkat.

“Maksudnya itu apa?”

“Hanya...”

Seorang Wanderer yang mengancam Passote.

So Hee.

Berdasarkan kesannya, dipastikan ia menduduki peringkat ke-17 dari 64 finalis.

“Mungkin tidak hanya ada satu Wanderer. Tahukah kamu? Mungkin pemimpin Chivalrous Alliance juga seorang Wanderer.”

Saat ini, Cale tidak memiliki kriteria untuk membedakan siapa yang merupakan Wanderer dan siapa yang bukan. Tidak jika ada Choi Jung Soo, atau Sui Khan, atau Choi Jung Gun.

Heavenly Demon, yang diam-diam menatap Cale, membuka mulutnya lagi.

“Jadi?”

“Wanderer itu kuat.”

Bagaimana jika pemimpin Chivalrous Alliance adalah seorang Wanderer?

“Ha ha ha-”

Heavenly Demon tersenyum dengan dingin.

Ini adalah pertama kalinya Cale melihatnya tersenyum seperti ini, dan itu adalah tawa yang menyegarkan.

Namun tawa itu segera mereda.

“...Apakah kamu mengatakan bahwa para Wanderer lebih kuat dari Choi Han?”

“Aku tidak tahu pasti, tapi mungkin saja begitu.”

Wanderer yang merupakan Hunter Fived Colored Blood.

Masing-masing dari mereka adalah manusia setengah Dewa, dan Cale siap menghadapi mereka.

“Entahlah.”

Heavenly Demon tersenyum aneh.

“Entah itu seseorang bernama So Hee atau pemimpin Chivalrous Alliance. Jika ada Wanderer, siapapun itu. Aku berpikir si So Hee itu tidak menjadi salah satu yang terkuat.”

Ada kesalahpahaman di kalangan masyarakat tentang Heavenly Demon.

Bahwa Heavenly Demon tidak selalu sombong, juga tidak selalu kuat.

Heavenly Demon, yang berada dalam posisi paling menyedihkan di antara saudara kandungnya, akhirnya menjadi surganya Demon Cult.

Prosesnya sering kali cukup sederhana bagi mereka.

Namun sebaliknya, Heavenly Demon lebih cerdas daripada kemampuan fisiknya.

“Satu-satunya hal yang dia lakukan di sini adalah berpura-pura menjadi pemimpin kelompok kecil dan mencari AI?”

Heavenly Demon menggelengkan kepalanya sambil tertawa lemah.

“Aku tidak berpikir itu adalah hal yang akan dilakukan oleh seorang yang terkuat dari Fived Colored Blood.”

So Hee tidak berurusan dengan Dewa—

Dia juga tidak berurusan dengan Dunia Iblis atau keluarga lain,

Dia tidak melakukan pekerjaan untuk Dewa Absolut, yang merupakan tujuan mereka.

Yang harus So Hee lakukan hanyalah menemukan AI?

Dan bukankah dia mengincar posisi penerus?

“Artinya, jika dia mencoba menaiki tangga dengan menyingkirkan pesaing potensial dari belakang~”

Heavenly Demon sedikit mengangkat bahunya.

“Menurutku dia tidak akan terlalu kuat.”

Saat kata-kata itu selesai, Cale berkata dengan nada acuh tak acuh.

“Kalau begitu, uruslah pemimpin Chivalrous Alliance.”

Knock knock knock.

Saat itu, terdengar ketukan di pintu kamar tamu.

Alberu membuka pintu, dan Cheon Ryeo, bawahan pemimpin Dark Vein Passote, ada di sana.

Dia melapor ke Cale.

“Ini adalah berita yang keluar beberapa waktu lalu. Jika kamu berhasil mencapai semifinal, akan ada makan malam bersama Raja dan suaminya, jadi mereka akan mengundangmu ke istana.”

Cale telah menginstruksikan Cheon Ryeon untuk segera melaporkan berita terkait istana.

“Oh. benarkah begitu?”

Tatapan Cale, Heavenly Demon, dan Alberu bersilang.

“Yang perlu aku lakukan hanyalah menang empat kali.”

Heavenly Demon berbicara dengan tenang dan melihat ke langit-langit.

“Aku berharap ini berjalan lebih cepat.”

Tak. Heavenly Demon mengetukkan kipas angin di telapak tangannya dan berbicara dengan lembut.

“Aku pikir ini akan menjadi sedikit membosankan.”

Heavenly Demon tampak sangat gatal.

Sepertinya Heavenly Demon ingin segera bertarung.

***

“Kiri, Sorak!”

Wow---

Heavenly Demon di antara Lima Kekuatan Besar.

Tempat berkumpulnya mereka yang menganggap pedang sebagai seni bela diri terbaik.

Penerusnya adalah Sorak.

Sorak dianggap jenius dalam hal pedang.

“…… “

Ekspresi Sorak tidak terlalu bagus.

Bahkan rasanya sangat tidak menyenangkan.

“Ooh, Kim Hae Yee!”

Itu karena Kim Hae Yee yang berjalan dari arah berlawanan.

One Sword.

Prajurit tak dikenal ini, yang berani diberi gelar ‘Sword’, kini mendapat banyak perhatian setelah menerima deklarasi perang dari pemimpin Chivalrous Alliance.

Sebenarnya itu tidak masalah.

Lagipula, orang-orang lebih menyukai tantangan dari orang yang tidak disebutkan namanya daripada kesuksesan dari orang yang mempunyai nama.

‘Tetapi jika ada julukan ‘Sword’ yang masuk ke dalam deskripsi seperti itu, itu akan sedikit merepotkan.’

Pemimpin dari Chivalrous Alliance, Swordmaster Hwa In, lalu Swordmaster Kim Hae Yee.

Tapi mereka bukanlah bagian dari Heavenly Sword.

Mereka bukanlah orang-orang yang memutuskan untuk mengabdikan hidup mereka pada pedang.

‘Apakah mereka lebih dikenal karena pedang mereka daripada kita dalam hal pengabdian terhadap pedang?’

Sorak cukup tidak senang dengan kenyataan itu.

Tentu saja Sorak tidak mengabaikan Kim Hae Yee.

Sebaliknya, Sorak merasa gugup.

Karena kesombongan adalah emosi yang tidak berguna.

Doong!

Pertarungan diawali dengan bunyi gendang.

Kerumunan besar orang tak bersenjata berkumpul.

Yang penasaran dengan pertarungan antara Sorak dan Kim Hae Yee.

‘Raja juga datang.’

Raja belum datang, tapi Charun, seorang sang penasihat Raja matanya sedang terbuka lebar, datang ke stadion ini.

Sorak tidak akan melewatkan kesempatan ini.

Sorak mengambil tempatnya dan berbicara dengan Kim Hae Yee.

“Aku senang menghadapi seseorang yang terkenal dengan pedangnya.”

Gangguan adalah gangguan.

Sorak juga senang.

Karena pertarungan dengan pedang selalu menyenangkan.

“…….”

Kim Hae Yee tidak bereaksi sama sekali terhadap sapaan dan perkataan Sorak.

Nod.

Kim Hae Yee hanya menganggukkan kepala sejenak untuk menjawab sapaan Sorak.

Dan berdiri diam.

Sepertinya Kim Hae Yee sangat bosan.

“…..”

Alis Sorak berkedut.

Sorak segera menenangkan diri dan meraih gagang pedangnya.

‘One Sword.’

Kim Hae Yee akan jatuh di bawah satu pedang Sorak.

Sorak tidak pernah menunjukkan kejeniusannya sepenuhnya.

Namun, alangkah baiknya jika digunakan untuk hari ini.

‘Bahkan jika lawan kehilangan nyawanya~’

Karena dalam pertarungan ini tidak ada yang mengatakan bahwa membunuh tidak diperbolehkan.

‘Tidak masalah, kan?’

Sorak mengambil satu langkah.

Dan kemudian Sorak mengeluarkan pedangnya.

Ibarat proses yang sudah dilakukan ratusan ribu kali.

Itu sangat alami.

Sreung-

Itu adalah hal yang wajar.

Itu sebabnya Sorak menakutkan.

Karena pengulangan lebih berharga daripada kejeniusan.

Sorak mengetahui hal ini dengan sangat baik.

Yang paling Sorak yakini adalah dasar-dasarnya.

Oleh karena itu, Sorak mampu mempertahankan posisi penerus yang kuat bahkan di usia muda, dan secara alami dianggap sebagai masa depan Heavenly Sword.

Sr-

Tindakan menghunus pedang.

Saat itu juga, Penasihat Raja, Master Charun, membuka lebar matanya.

“Dunia—”

Mengikuti pedang yang terhunus.

Rasanya seperti dunia terbelah secara horizontal.

Apakah ini ilusi?

Tidak. Itu adalah khayalan yang bisa menjadi kenyataan.

“Dia-”

Heavenly Sword.

Mereka membesarkan monster di sana.

Sorak. Kekuatan pelaku sangat besar.

Charun merinding di sekujur tubuhnya.

Garis horizontal yang diciptakan oleh pedang yang tampak biasa itu.

Mereka yang mengetahui kekuatan sebenarnya yang terkandung dalam garis itu tidak punya pilihan selain membeku seperti Charun sekarang.

Bum!

Tapi Charun bergerak.

Charun melompat dari tempat duduknya.

Tubuh tua Charun merasa sulit untuk duduk dan berdiri.

Charun tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu sekarang.

Sebuah garis yang seolah membelah dunia.

Standar mutlak yang diciptakan oleh pedang.

Menuju garis horizontal itu, Kim Hae Yee mengangkat tangannya.

Dan dari atas ke bawah.

Sebuah garis ditarik secara vertikal.

Itu adalah gerakan yang lebih santai dibandingkan Sorak.

‘Dia-’

Tidak ada ilusi untuk menghilangkan dunia.

Tidak ada energi apa pun.

Tetapi-

Shhoooo---

Angin lembut bertiup saat tangan Kim Hae Yee menunjuk ke bawah dari atas.

Swoosh-!

Garis yang akan membelah dunia telah hilang.

Rattle.

Charun merosot di kursinya.

‘Kim Hae Yee. Aku tidak dapat mengetahui kedalamannya.’

Kata-kata keheranan Raja Tamahi memenuhi pikirannya.

Tamahi, orang terkuat di Kerajaan Lan.

Terlintas dalam benak Charun bahwa dia mungkin orang yang paling memahami Kim Hae Yee.

“…..”

Dan Sorak.

“……”

Dia tidak bisa berkata apa-apa dan hanya menatap Kim Hae Yee.

Dan Kim Hae Yee. Heavenly Demon—

“……”

Dia diam-diam melihat ke langit.

‘Ini membosankan.’

Sangat menggairahkan dan menarik untuk hidup di lingkungan baru, dalam situasi di mana tidak ada yang tahu bahwa Heavenly Demon adalah Demon. Karena itu adalah pengalaman yang belum pernah Heavenly Demon alami sebelumnya.

Tapi saat ini, Heavenly Demon merasa bosan.

‘….Choi Han.’

Choi Han, Cale Henituse.

Heavenly Demon tidak pernah bosan memikirkan untuk melawan orang-orang itu.

‘Lemah.’

Orang-orang yang Heavenly Demon temui di sini sungguh lemah.

Ini bukanlah kesombongan.

Baginya, sebagai Heavenly Demon, itu adalah perasaan yang wajar.

“Kim Hae Yee, kamu—”

Suara Sorak bergetar.

Sorak menatap Kim Hae Yee dengan wajah penuh gairah dan membuka mulutnya.

“Sudahkah kamu mengayunkan pedangmu puluhan ribu kali?”

Saat itu, tatapan Heavenly Demon yang melihat ke langit beralih ke Sorak.

Sorak merasakan kebosanan di mata Heavenly Demon.

Dan Heavenly Demon berbicara.

“Aku tidak ingat.”

Puluhan ribu?

Ratusan ribu?

Jutaan?

Puluhan juta?

Entah.

Heavenly Demon tidak dapat mengingatnya.

Karena mengayunkan pedang ke arah dirinya sendiri sudah seperti bernapas.

“Kenapa aku harus mengingatnya?”

Saat Sorak menghadapi pertanyaan Heavenly Demon, Sorak kehabisan napas.

“…..Aku kalah.”

Sorak menundukkan kepalanya.

Heavenly Demon menang.

Waaaaaa---

Sorakan terdengar, tapi Heavenly Demon berpikir.

‘Di sini sangat damai.’

Lagi. Kenyataannya Heavenly Demon kini berada di dunia yang sangat berbeda dengan Central Plains.

Sorakan terdengar, tapi Heavenly Demon berpikir.

Heavenly Demon merasa berada di luar Demon Cult.

“Terima kasih atas kerja kerasmu, Tuan Muda.”

Heavenly Demon, yang berjalan sambil mengabaikan kata-kata Cale, berhenti pada kata-kata yang diucapkannya selanjutnya.

“Bukankah ini akan segera menyenangkan?”

Pada saat itu, sudut mulut Heavenly Demon muncul.

***

Serangkaian kompetisi pertarungan yang riuh berlangsung,

Seperempat final.

Sekarang hanya tersisa 8 orang kuat.

Di dalamnya-

Kim Hae Yee.

Ada beberapa nama,

Sword Ghost. Hyun Seong.

Dan,

“Hwa In, So Hee.”

Tinggal dua nama.

“Hwa In telah datang untuk bertarung dengan So Hee.”

Passote, pemimpin Dark Vein.

Hwa In menghadapi So Hee di perempat final.

Ketika Passote berhenti mendengar kata-kata Cale, Cale meletakkan tangannya di bahu Heavenly Demon yang duduk di sebelahnya.

“Tentu saja, Tuan Muda kita akan melawan Hwa In terlebih dahulu.”

Heavenly Demon baru saja minum secangkir teh.

Tapi Choi Han yang menjaga Passote membuka mulutnya.

“Aku akan mengikutimu hari itu.”

“Aku juga ikut.”

Alberu dan Choi Han memutuskan untuk bergerak bersama.

***

“One Sword! One Sword!”

“Yang mulia! Potong One Sword!”

Waaa—

Sebuah ruang yang dipenuhi dengan sorakan yang tak terhitung jumlahnya.

Heavenly Demon mengangkat sudut mulutnya saat dia melihat ke arah Hwa In, pemimpin Chivalrous Alliance, yang berdiri di depannya.

“Sekarang ini baru menyenangkan.”

Cale – 375 One Sword

Di belakang area di mana Heavenly Demon dan pemimpin Chivalrous Alliance, Hwa In, saling berhadapan.

Cale, yang melihat ini dari tribun penonton, melihat sekeliling.

‘Mereka semua di sana.’

Sebagian besar pemimpin Kerajaan Lan dan mereka yang terkenal dalam game ini, termasuk Raja dan Master Akademi Seni Bela Diri Charun, datang.

'Tidak.'

Wanita itu tidak ada di sana.

So Hee.

Dia, yang dianggap sebagai Wanderer, tidak ada di sana.

'Eh?? Mengapa?’

Cale merasakan déjà vu yang tidak diketahui.

So Hee mungkin tidak ada di sini.

'Rasa dingin menjalari tulang belakangku.’

Perasaan ini biasanya tidak pernah salah.

Pada saat itu.

“So Hee tidak ada di sana.”

“Itu benar. Dia tidak ada di manapun.”

Saat dia menyadari bahwa Choi Han dan Alberu yang duduk di kedua sisinya telah memperhatikan hal yang sama dengan Cale, mulut Cale terbuka.

“Pasti ada sesuatu.”

Choi Han dan Alberu diam-diam menyatakan persetujuan mereka atas kata-kata Cale.

Namun, suasana di sekitar mendidih karena kegembiraan.

“One Sword sekarang memegang pedang di tangannya!”

“Wow, dia sudah pasti masuk perempat final, jadi Kim Hae Yee serius!”

One Sword.

Tapi nyatanya Kim hae Yee tidak pernah memegang pedang di tangannya.

Itu dikarenakan, Kim Hae Yee mengalahkan semua lawannya hanya dengan satu gerakan tangan.

Tapi Kim Hae Yee sekarang memegang pedang di tangannya.

“Itu pedang besi biasa, kan?”

“Ya. Sepertinya dia membelinya di toko pandai besi.”

“Apa pentingnya kualitas senjata bagi seorang ahli?”

“Tidak. Pada dasarnya, semakin ahli kamu, semakin banyak kamu akan menemukan senjata yang bagus! Semakin baik seseorang menggunakannya, semakin dia mengetahui nilainya!”

Tentu saja yang ada di tangan Heavenly Demon adalah pedang besi biasa yang dia beli di toko pandai besi pagi ini.

“.....”

Heavenly Demon saat ini berdiri diam hanya memegang pedangnya, dengan sarung pedangnya dibuang entah kemana.

Shhhaaaa.

Melihatnya seperti itu, Hwa In tersenyum dalam.

Hwa In tidak membuka mulutnya.

-Apakah kamu tahu siapa aku?

Namun, sebuah pesan telah dikirim ke Heavenly Demon melalui transmisi.

Sedangkan Heavenly Demon-

“Apakah aku perlu tahu?”

Heavenly Demon hanya mengucapkan sepatah kata acuh tak acuh.

“Hmm.”

Perwira militer yang bertindak sebagai wasit ragu-ragu sejenak ketika dia menyadari bahwa Heavenly Demon dan Hwa In mengungkapkan pendapat mereka melalui ucapan atau kata-kata melalui transmisi, tapi kemudian dia mengibarkan benderanya dan kemudian menurunkannya.

Doom!

Drum dibunyikan sesuai dengan itu, dan permainan pun dimulai. Tapi Heavenly Demon dan Hwa In hanya saling menatap.

“…Perlu tahu-”

Namun, sang Hwa In berbicara lebih dulu.

“Ho.”

Hwa In tidak bisa menyembunyikan kekesalannya.

“Beraninya kamu-”

Sedikit ketidaksenangan muncul di wajah Hwa In.

'Beraninya sesuatu yang tidak berarti dan bahkan kamu tidak menghormati tubuh ini?'

Sungguh, sungguh sungguh~

“Kamu sombong.”

Sreung.

Dia menarik pedang dari sarungnya.

Kemudian Hwa In menghunus pedangnya dan melemparkannya kembali.

Oooonggg-

Sinar angin yang penuh energi dengan hati-hati mengambil sarung pedang dan meletakkannya di tanah.

“!”

“Hmm!”

Para ahli yang menonton tersentak.

Itu karena mereka melihat kedalaman kekuatan batin yang dimiliki sang pelaku.

Namun, Heavenly Demon tidak peduli.

Sebaliknya, Heavenly Demon diam-diam menutup matanya dan melihat ke langit.

“.....”

Hwa In itu tidak bisa menahan tawa melihat pemandangan itu.

‘So Hee. kamu harus mengurus anak-anak dari Klan Transparent Blood. Hm?”

Pada saat yang sama, Hwa In memikirkan seorang rekan yang memberinya nasihat dan mengancamnya.

‘Orang-orang Transparent Blood terus memintamu untuk menangkap AI. Apakah sulit bagimu untuk melakukan itu, So Hee??’

Hwa In, atau lebih tepatnya, So Hee, melihat ancaman yang disamarkan sebagai kebaikan pada orang lain dan membantahnya.

'Kenapa aku harus melakukan hal sepele seperti itu! Aku seorang Wanderer! Mengapa orang sepertiku harus mendengarkan tuntutan Transparent Blood?’

Sejenak Hwa In merinding mengingat momen itu.

‘So Hee. Tolong jangan ganggu aku. Hm?’

Seorang kolega menatap Hwa In.

Tidak, mata Wanderer Fived Colored Blood itu benar-benar transparan.

Itu tidak mengandung apa pun.

'Orang-orang yang mengerikan—'

Di mata si bungsu So Hee, semua Wanderer adalah orang-orang yang menyebalkan.

Mereka hanya berkumpul untuk tujuan mereka masing-masing.

‘Tidak.’

Tidak seperti beberapa generasi pertama, yang telah menjadi Wanderer untuk waktu yang sangat lama, dan memiliki ikatan tersendiri.

Mungkin karena Hwa In adalah pendatang baru, tidak ada ikatan seperti itu.

‘Pokoknya, aku hanya perlu menyingkirkan AI itu dan menelan Kerajaan Lan.’

New World.

Di sana, posisi dan kekuasaan yang terpenting.

Tap.

Hwa In itu melangkah lebih dekat ke Heavenly Demon.

“Ini benar-benar seperti tarian.”

Charun bergumam.

Langkah sang master bagaikan sebuah tarian.

Sepertinya jalur ilmu bela diri yang Hwa In lalui terlihat dari postur tubuhnya yang tegak saat ia melangkah maju.

Mulut Hwa In terbuka.

“Tentu saja. Aku juga tidak peduli siapa kau.”

Hwa In tidak menyisakan ruang untuk kemungkinan bahwa Hae Yee bukanlah seorang AI.

‘Pertama-tama, dia bukan pengguna.’

Hwa In dapat dengan jelas menentukan bahwa Hae Yee bukanlah pengguna game.

Karena Kim Hae Yee belum logout selama beberapa hari.

Selain itu, mustahil untuk memberikan misi.

Kim Hae Yee adalah NPC.

‘Tapi sepertinya dia juga tidak berada di bawah sistem.’

Karena Kim Hae Yee menjalani hidupnya dengan caranya sendiri.

Dalam arti itu-

'AI yang sebenarnya.'

Faktanya, penilaian ini tidak ada artinya.

“Sombong.”

Hwa In bergumam pelan.

Tampilan Heavenly Demon di mata Hwa In.

Kesombongan.

Apakah ada NPC yang berani memandang pemimpin Chivalrous Alliance seperti ini?

Kemungkinan desain seperti itu sangat jarang terjadi.

‘Aku tidak dapat menemukannya di Trasnparent Blood.’

Hwa In meminta mereka untuk memberikannya data Kim Hae Yee.

Namun, tim manajemen tidak mengetahui data Kim Hae Yee.

Jadi hanya ada satu jawaban.

A.I.

Dan kemudian..

‘Bawahan yang menemaninya juga tidak bisa kupahami—'

Dia pasti bawahan yang diciptakan oleh AI Kim Hae Yee.

“.....”

“.....”

Suasana menjadi semakin sepi di mana-mana.

Tap Tap.

Hwa In itu berjalan menuju Heavenly Demon tanpa ragu-ragu.

Dan dengan cara yang sama Hwa In berjalan.

Hwa In maju selangkah dan mengangkat pedangnya.

Sebagaimana manusia berjalan adalah hal yang wajar.

Lengan terangkat.

Tangannya bergerak.

Segala sesuatu tentang pedang yang memanjang di sepanjang tangannya terasa alami.

Dan pedang itu akhirnya mengarah ke Kim Hae Yee.

Sepertinya itu bukan serangan.

Semuanya tampak normal.

Tapi yang Hwa In pegang adalah pedang.

“!”

Bahu Choi Han tersentak secara signifikan.

“Wanderer, ya, aku pikir dia adalah Wanderer.”

Saat suara itu sampai ke telinga Cale.

Heavenly Demon melihat ujung pedang mengarah ke arahnya.

Sama seperti saat Heavenly Demon menebas pedang Sorak, penerus Heavenly Sword, belum lama ini.

Dari atas ke bawah.

Ujung pedang Hwa In menyerang seolah-olah membelah Heavenly Demon.

Hwa In berada di luar garis itu.

“Seolah-olah sedang membelah Gunung.”

Charun, seorang penasihat Raja, tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.

Charun tidak tahu kalau kemampuan Hwa In akan setinggi itu.

Tidak ada yang lain selain rutinitas.

Itu adalah kehidupan sehari-hari yang kelam baginya.

Kehidupan yang dijalani manusia sepanjang hidupnya.

Isinya sama seperti biasanya.

[ Cale. ]

Suara Super Rock muncul di kepala Cale.

[ Pedang itu.  Aneh. ]

Kekuatan kuno, yang selama ini diam, mulai bereaksi saat Hwa In menurunkan pedangnya.

[ Pedang itu mengandung kekuatan, kekuatan yang sangat besar. ]

Tidak ada energi pada pedang Hwa In itu.

“Apa yang sedang mereka lakukan?”

“Aku tidak tahu. Apakah ini pengekangan?”

Jadi masyarakat umum tidak memperhatikan apa pun.

Tapi penonton yang memiliki kekuatan berbeda.

“!”

Pedang Heavenly Demon itu bergetar.

Mata Passote membelalak.

“…One Sword!”

Passote menyadari bahwa Hwa In benar-benar mencoba membelah Kim Hae Yee dengan satu pedang.

Manusia tidak bisa mengalahkan alam.

Tapi pedang itu bisa membelah sebuah gunung.

Tidak ada gunung yang tidak dapat ditebas oleh pedang.

Bagaimana manusia bisa benar-benar menahan kekuatan seperti itu? Sekalipun Heavenly Demon menyebut dirinya gunung, pada akhirnya dia akan runtuh.

“Choi Han.”

Cale bertanya dengan wajah acuh tak acuh.

“Apakah kamu pikir dia (Heavenly Demon) akan kalah?”

Jawaban atas pertanyaan itu datang tanpa ragu-ragu.

“Tidak.”

Saat Choi Han merespons seperti itu.

Cale melihat pedang Heavenly Demon bergetar.

New World.

Sejak datang ke sini, Heavenly Demon akhirnya menggunakan pedang untuk pertama kalinya.

“!”

Mata Hwa In melebar sesaat.

“Bagaimana kamu mendapatkan kekuatan itu-”

Saat Hwa In terkejut.

Tapi ketika semuanya sudah terlambat untuk berhenti.

“Apa. Itu!”

Raja Tamahi tiba-tiba berdiri.

Tanpa disadari, Raja Tamahi berpegangan pada pagar di depan bangku penonton yang terpisah dengan tangannya.

“Apa itu?”

Suara Raja Tamahi bergetar.

Kim Hae Yee.

Heavenly Demon.

Energi merah tua terbentuk di pedang Heavenly Demon.

Itu bukan kekuatan chi.

Bahkan bukan sbuah aura.

Itu juga bukan sihir.

Ini pertama kalinya Raja Tamahi melihat energi ini.

Namun demikian-

“Oh, itu mengerikan-”

Itu sangat mengerikan.

Shhaaa.

Sudut mulut Cale terangkat.

“Kamu telah berkembang lebih pesat.”

Saat ketika Choi Han tersenyum tipis dan menatap Heavenly Demon.

Mulut Heavenly Demon terbuka.

“Aku-”

Pedang yang dapat membelah Gunung-

Seorang manusia dengan pedang di depannya-

Heavenly Demon.

Siapa dia?

Manusia, tapi bukan manusia.

Dialah Demon-

“Akulah langit.”

Langit Demon.

Langit dan Dewa Demon yang tak terhitung jumlahnya.

Itulah dia.

Heavenly Demon.

Itu adalah dia.

Pedang yang bisa membelah Gunung,

Namun, pedang itu tidak dapat membelah langit.

Selama keyakinan itu ada.

Semangat Heavenly Demon tidak pernah hilang.

Jika pedang Choi Han mengandung keyakinan.

Pedang Heavenly Demon mengandung keyakinan yang tenang yang berbatasan dengan kegilaan.

Pedang Hwa In dari atas ke bawah.

Dari surga ke bumi.

Ketika pedang Hwa In seolah-olah pedang itu akan membelah Heavenly Demon,

Pedang Heavenly Demon tidak bergerak untuk memblokir pedang tersebut.

Pedang Heavenly Demon hanya bergerak maju,

Lagipula, haruskah Heavenly Demon takut pada pedang yang mencoba membelah Gunung?

Tujuannya hanya satu.

Musuh di depan Heavenly Demon.

Hwa In, dia adalah satu-satunya..

Makhluk yang berani menyebut Heavenly Demon sombong.

Ini bukan sekadar penghinaan terhadap satu orang, yaitu Heavenly Demon.

Itu juga penghinaan bagi Demon Cult yang menganggap Heavenly Demon sebagai langit mereka.

Heavenly Demon tidak akan pernah membiarkan mereka yang berada di bawahnya diabaikan.

Woowoo─woowoo---

Energi merah tua secara bertahap meninggalkan tubuh Heavenly Demon, melewati pedang, dan bergerak maju.

“.....”

“.....”

Kerumunan itu terdiam.

Ketika energi merah tua itu muncul dan menjadi cukup besar sehingga terlihat jelas dengan mata telanjang,

Mereka merasa tercekik.

Pada saat yang sama, mereka merinding karena kengerian yang tidak bisa dijelaskan.

Pada saat yang sama, mereka merasakan daya tarik yang tidak dapat mereka alihkan.

Mengerikan, menakutkan, menakjubkan, namun memiliki kekuatan untuk menarik perhatian mereka.

“Itu berbahaya--”

Saat seseorang mengatakan itu.

Bbbaaaaang!!!!

Suara keras terdengar.

One Sword.

Dan pedang lainnya.

Suara keras yang ditimbulkan oleh satu tabrakan membuat seluruh stadion bergetar.

Awan debu yang cukup besar muncul.

Orang-orang menunggu hingga awan debu mereda.

Tapi itu tidak perlu.

Shhhooo--

Angin bertiup.

Anginnya berwarna merah tua.

Energi merah tua muncul dan menyingkirkan debu.

“!”

Ketika mata mereka yang menyadari maknanya melebar,

Shhhhaaa---!!

Seseorang didorong mundur.

Itu adalah Hwa In, pemimpin Chivalrous Alliance.

Pedang yang menusuk ke bawah dan pedang yang menjulur ke depan.

Kedua pedang itu saling menunjuk dengan indah.

Crack -

Satu pedang patah dan jatuh ke tanah.

Itu adalah pedang Hwa In yang telah didorong ke belakang.

Pedang yang terkenal sebagai pedang terkenal di Kerajaan Lan dipatahkan oleh pedang besi biasa.

Seolah-olah telah ditusuk oleh penusuk..

Itu retak dan hancur berkeping-keping.

“Hah?!”

“Apa!”

Tetapi orang-orang bahkan tidak melihat pedang itu.

Mereka memalingkan muka.

Drips.

Darah mengucur dari sudut mulut Hwa In.

Dia menderita luka dalam.

Energi merah tua.

Hwa In mencoba memblokir energi yang tiba-tiba muncul dengan energi Inner Chi Hwa In.

Pemimpin Chivalrous Alliance.

Sebuah teknik kuno dan sederhana yang memungkinkannya untuk naik ke posisinya saat ini.

Energi Inner Chi milik Heavenly Demon begitu murni dan bersih sehingga Hwa In pikir dia akan mampu menahan kekuatan yang menakutkan itu. Karena Hwa In pikir dia bisa mengatasi hal buruk yang mengerikan itu.

Karena Hwa In pikir AI tidak mungkin memiliki kekuatan itu.

Kekuatan itu adalah sesuatu yang hanya dimiliki oleh orang-orang terpilih.

Sekarang, kekuatan besar yang tidak bisa dilepaskan lagi.

“...Tidak-”

Tapi Hwa In tidak bisa menghentikan kekuatan itu.

Drips.

Darah yang mengalir inilah jawabannya.

Jawabannya adalah jarak Hwa In didorong menjauh.

Hwa In bahkan tidak menyeka darah dari sudut mulutnya.

Hwa In berkata sambil darah mengucur dalam mulutnya.

“Apakah kamu benar-benar memiliki Kekuatan Unik?”

Debu mengendap dan penglihatan menjadi jelas.

Heavenly Demon berdiri dengan energi merah tua yang bergetar, seolah-olah ratusan ular sedang menggeliat.

Penampilannya terlihat jelas bahkan dalam warna merah tua yang tidak menyenangkan.

Seperti yang dikatakan Choi Han, Heavenly Demon telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir..

Karena Heavenly Demon belajar banyak hal baru selama bertarung dengan Naga dan Aipotu.

“Bagaimana mungkin kau, kau, menggunakan kekuatan yang disegel oleh para Ras Dewa?”

Hwa In itu berdiri di sana dengan ekspresi tak mampu berkata-kata.

Dan Heavenly Demon mengangkat sudut mulutnya.

“Ini lucu.”

Saat itulah Heavenly Demon mengucapkan kata-kata itu.

Penonton sangat bersemangat.

“Orang itu bukan Hwa In!”

“Mengapa dia menjadi Hwa In, pemimpin Chivalrous Alliance—!"

Pedang Heavenly Demon.

Tidak, Hwa In itu harus menggunakan kekuatan lain untuk memblokir aura merah gelapnya.

Kekuatan yang digunakan Hwa In untuk memblokir kekuatan Heavenly Demon adalah Kekuatan Unik Wanderer So Hee.

Sebuah kekuatan yang disegel oleh para Ras Dewa di masa lalu dan sekarang dikenal sebagai Kekuatan Kuno.

Kekuatan itu dengan kemungkinan tak terbatas.

Kekuatan yang digunakan oleh Heavenly Demon memiliki kualitas yang sesuai untuk menjadi Kekuatan Unik, dan karena memiliki kekuatan dan keunikan itu.

“Kamu--”

So Hee.

Seorang Seniman Bela Diri yang sedang bersinar bernama Kim Hae Yee.

Tapi dia kurang mendapat perhatian.

Setelah melepas topeng Hwa In, So Hee menghadapi Heavenly Demon dalam tubuh aslinya.

“Siapa kamu?”

Cahaya aneh perlahan mulai muncul di mata So Hee.

Mata yang selama ini mengabaikan Heavenly Demon menjadi diwarnai dengan permusuhan yang jelas.

“Aku akhirnya menyukai sorot matamu. Haha!!”

Dan Heavenly Demon tertawa.

Ooonggg---Ooongg---

Sepertinya energi merah tua itu akan menutupi langit stadion pertarungan.

Energi merah tua perlahan menyebar.

Seolah-olah aura ini mengumumkan bahwa kekuatan merah tua itu adalah langit.

Dan sambil melihat pemandangan itu, Cale berbicara dengan santai.

“Sepertinya Tuan Muda kita sangat marah.”

Selain itu, Cale meraih bahu Choi Han yang duduk di sebelahnya.

“Tenang. Ini belum giliranmu.”

So Hee.

Sejak Choi Han melihat wajah itu, wajah Choi Han mengeras.

Dan Cale dan Alberu mulai mengamati So Hee.

Cale mengamati (merekam), Alberu melakukan eksplorasi, dan Choi Han mewaspadai So Hee.

Mereka pengembara dengan pikiran mereka sendiri. Dan Cale menyaksikan Heavenly Demon dan So Hee.

Cale – 376 Not Enough

Namun, ada orang-orang seperti Cale dan yang lainnya yang tidak bisa hanya menonton.

Tidak, mereka tidak bisa menonton sebagian besarnya.

“Hwa In itu So Hee?!”

“Hei, ini tidak mungkin terjadi! Bagaimana bisa kamu melakukan ketidakadilan seperti itu!”

Bukan hanya warga Kerajaan biasa, tapi juga para pemimpin Kerajaan.

Karena posisi Raja Kerajaan Lan berikutnya dipertaruhkan dalam Kompetisi Seni Bela Diri ini, semua orang bereaksi keras terhadap kenyataan bahwa Hwa In adalah So Hee. Tapi ada beberapa orang yang bisa berpikir lebih dalam dan membuat penilaian.

Seperti pimpinan masing-masing organisasi atau-

"Ini-"

Ketika sampai pada tingkatan Raja Tamahi, reaksinya cukup berbeda.

“Master.”

“Ya, Yang Mulia.”

Suara Master Charun bergetar.

“Sekarang, bagaimanapun kamu melihatnya, Hwa In terlihat seperti topeng dan So Hee terlihat seperti wajah aslinya, tapi bagaimana bisa pemimpin sebuah organisasi aktif beroperasi sambil menyembunyikan identitasnya?”

Hal yang sama terjadi pada Raja.

Tanpa disadari, Tamahi berbicara dengan hormat kepada Charun seperti yang Tamahi lakukan ketika dia masih muda.

“Dan kekuatan itu-”

Jari Tamahi yang menunjuk ke arah Kim Hae Yee gemetar.

“Aku pikir aku akhirnya memahaminya.”

Nguungg---nguuung----

Saat Tamahi melihat energi merah tua semakin besar.

Tamahi rasa ia sekarang mengetahui identitas kekuatan yang tidak diketahui ketika dia masih kecil.

Tepatnya, Tamahi saat itu tidak mengetahui identitas kekuatan tersebut.

Namun, Tamahi pernah melihat kekuatan serupa sebelumnya.

“Itu jelas kekuatan para Wanderer.”

Seorang penyusup dengan kekuatan yang begitu besar sehingga membuat Raja Tamahi tidak bisa bergerak sesuai keinginannya.

Itu jelas mirip dengan kekuatan mereka.

Karena ini pertama kalinya Tamahi melihatnya dengan jelas di hidupnya.

“Mereka berbeda, tapi-”

Ada dua Wanderer yang Tamahi temui sejauh ini.

“Energi unik yang hanya dia yang bisa mengeluarkannya.”

Momen yang tidak berani dimiliki oleh Tamahi, dan harus membuatnya frustasi.

“...Kim Hae Yee...adalah seorang Wanderer?”

Pada saat itu, api muncul di mata Tamahi yang bergumam.

"Yang Mulia."

Suara tenang Master Charun mencapai telinga Tamahi.

“Situasinya terlalu aneh untuk dikatakan demikian.”

"...Aku tahu."

Karena-

Tidak peduli siapa yang melihatnya sekarang~

“Pihak yang mencurigakan sebenarnya adalah pemimpin dari Chivalrous Alliance, Hwa In.”

Pada saat itu.

Kiiiiiii---

Suara yang mengerikan, mirip dengan jeritan binatang yang sekarat, bergema di seluruh stadion.

"!"

Bahkan Raja Tamahi, yang telah berlatih selama puluhan tahun, berhenti mendengar suara tersebut tanpa menyadarinya, mengangkat bahu, dan menyentuh telinganya.

“Uh!”

“Telingaku!”

Warga Kerajaan biasa memegangi telinga atau memegang kepala.

"Yang Mulia!"

Tamahi mendongak dari belakang panggung dan mendengar suara pengawalnya.

"!"

Pada saat itu, energi merah tua secara bertahap mengambil alih seluruh bagian belakang panggung.

Gumpalan garis putih yang mekar.

"Hhaa!"

Dia menghirup napas dalam-dalam.

Putih bersih, tanpa cahaya sedikit pun.

Seperti seutas benang, garis putih yang meninggi itu berasal dari tangan Hwa In, atau lebih tepatnya, tangan So Hee.

“Ah~”

Satu garis putih muncul dari aura merah tua yang tidak menyenangkan.

Saat Tamahi melihat kejadian itu, hanya satu hal yang terlintas dalam pikirannya.

'Kematian.'

Alasannya tidak diketahui.

Begitu Tamahi melihat garis putih itu, sepertinya dia mendapat ilusi kepalanya terjatuh.

Kkiii----

Suara aneh yang sampai ke telinga Tamahi ini terasa seperti tangisan atau keputusasaan terakhir seseorang sebelum kematian.

Hitam bukanlah satu-satunya warna kematian.

Kadang-kadang warna putih merupakan representasi yang lebih jelas dari kematian.

Karena itu hanya selembar kertas kosong, tidak boleh ada debu.

Kiiiiiii---

Ujung garis putih yang seolah mencapai langit mulai terbelah.

Kkkiiii--

Sebuah garis yang terbagi menjadi delapan garis membentuk setengah lingkaran dan menutupi stadion.

Kkiiii----!

Tangisannya semakin keras.

Tamahi tidak bisa bergerak.

Saat Tamahi bergerak, Tamahi merasa garis putih itu akan memenggal kepalanya.

Dan sepertinya garis putih itu menutupi stadion.

'Ah-'

Jadi Tamahi bisa menyadarinya.

'Sarang laba-laba-'

Garis putih itu seperti jaring laba-laba.

Ditambah lagi, Tamahi merasa seperti mangsa yang terperangkap dalam jaring laba-laba itu.

Pada saat itu.

Coooo!

Stadion bergetar.

"!"

Raja Tamahi melihat energi merah tua bergejolak.

Selain itu, Kim Hae Yee berdiri di tengah energi merah tua itu.

Kim Hae Yee menghentakkan kakinya.

Bum!

Stadion berguncang lagi.

Dan menurut isyarat tangan Kim Hae Yee, energi merah tua bergerak menuju garis putih.

Dan kemudian-

“……"

Tamahi kehabisan napas.

Kim Hae Yee.

“...Dia bukan musuh—”

Sekarang, saat Kim Hae Yee menghentakkan kakinya dan menggerakkan energinya menuju garis putih.

"Ha!"

"Hah. Heo-eok."

Warga Kerajaan biasa mulai bisa bernapas.

Bahkan Raja Tamahi mampu mengalihkan pandangannya dari garis putih yang membuatnya terengah-engah dan menarik napas.

Energi merah tua yang tidak menyenangkan namun mustahil untuk mengalihkan pandangan Tamahi sedang melindunginya.

Khususnya, seolah-olah untuk menghantui, melindungi warga, terutama rakyat jelata, kekuatan itu menyebar di dekat para penonton dan menciptakan tembok tebal sampai belakang panggung.

"Yang Mulia!"

Ada nada putus asa dalam suara tua Charun, namun Tamahi masih terdiam.

"!"

Sebelum Tamahi menyadarinya, seseorang datang ke sisinya.

Tap—

Seorang pria berambut pirang dengan angin menggantung di pergelangan kakinya.

Dia menutupi wajahnya dengan topi bambu dan membuka mulutnya.

“Kita perlu mengevakuasi semua orang.”

Di dalam rusuk bambu yang terangkat ada seorang pemuda cantik berwajah polos.

Pada saat itu.

Bum!

Tanah berguncang lagi.

Garis putih tertempel di luar stadion,

Shhaaaaa---!

Dari garis itu, garis-garis padat menyebar disertai asap putih.

Seperti kapiler atau jaring laba-laba.

Jika semua 8 garis padat tertancap di tanah seperti itu dan mengeluarkan asap dan garis padat seperti itu -

'Berhasil!'

Bagaikan mangsa yang terbungkus rapat dalam jaring laba-laba.

Semua orang di stadion ini akan seperti itu.

"Gila! ini tidak berhasil!"

Seseorang melakukan serangan seni bela diri menuju garis padat itu.

Bukan karena kemampuannya tidak berhasil.

Namun, kekuatan Inner Chi yang lebih lemah dari garis padat tidak dapat mempengaruhi garis padat.

“Minggir!”

“Ugh~!”

“Kita harus lari!”

Orang-orang diliputi kebingungan.

“……”

Seorang pria bambu.

Tamahi yang sedang menatap Alberu membuka mulutnya.

“Lanjutkan evakuasi segera!”

Subyek mulai mengikuti perintahnya.

Ding!

Suara genderang terdengar dari segala arah, dan petugas keluar untuk memandu orang-orang dan membuka pintu masuk.

“Pintu masuk 7 tidak bisa dibuka! Itu diblokir!”

8 pintu masuk.

Garis putih turun di depan semua pintu, seolah akan berakar.

Satu pintu sudah diblokir.

“5. Nomor 5 segera terbuka!”

Salah satu petugas berteriak dengan suara putus asa,

“Minggir!”

Hyun Seong, Elder dari Snow Temple Flowers, melangkah maju dan melakukan serangan seni bela diri miliknya.

Ujung tombaknya mengarah ke garis putih.

Baaang!

Sebuah suara menggelegar bergema, tapi dia tidak dapat membuat goresan pada garis tersebut.

'Oh tidak!'

Saat Hyun Seong bertabrakan dengan garis putih itu, bulu kuduk merinding muncul di sekujur tubuhnya.

Ini-

'Apa ini?'

Energinya melambung keluar.

Serangan itu tidak berpengaruh.

Garis putih adalah energi yang aneh.

Itu bukanlah aura atau sihir.

Apa yang dapat Hyun Seong lakukan untuk mengatasinya?

Bahkan saat pikiran Hyun Seong memutih, garis putih sepertinya menutup saluran di depan pintu nomor 5.

"Brengsek! Kirim orang ke tempat lain!”

Saat Hyun Seong melihat ke belakang dan berteriak kepada petugas.

“Menyingkirlah dari sini.”

Hyun Seong bisa melihat seorang pria memakai topi bambu.

Seorang pria yang muncul-

Saat pria itu mengulurkan pedangnya.

"!"

Hyun Seong kembali merinding di sekujur tubuhnya.

"Ah."

Garis hitam kasar, seperti petir, melewati tubuhnya dan maju ke depan.

Tiba-tiba-

Garis putih terpotong.

Shhaaa.

Pria berambut merah mengangkat topi bambu, dan seorang pria berwajah lembut berdiri di di dalam topi tersebut.

“Evakuasi orang-orang.”

Dengan kata-kata itu, Choi Han bergerak lagi.

8 pintu masuk.

Untuk memblokir tempat itu.

‘Cale mengatakan ini.’

Choi Han memikirkan Cale, yang merupakan satu-satunya yang berdiri diam di tengah kerumunan yang dipenuhi kebingungan dan semua orang melarikan diri, ia melihat ke bawah ke luar panggung.

'Choi Han, itu...'

Cale membuka mulutnya.

‘Aku pikir itu adalah kekuatan itu, kekuatan dari alam.’

Cale memberi tahu rekan-rekannya apa yang dikatakan Super Rock kepadanya.

[ Garis putih itu juga memiliki aura mirip milik Choi Han. Aku pikir dia menciptakan kekuatan dia sendiri lebih dari sekedar aura. ]

Super Rock juga seperti itu.

'Seperti Kekuatan Kuno.'

[ Itu adalah kekuatan kuno. Sama seperti kita. ]

[ Tapi mereka lebih kuat dari kita. ]

[ Jika kita adalah tunas, kekuatan itu adalah pohonnya. ]

'Akan sangat merepotkan jika aku terjebak di area ini.'

Saat Cale melihat garis putih, dia memutuskan apa yang harus dilakukan.

‘Aku akan ambil alih kendali pihak Raja.'

‘Dan Choi Han, kamu membantu orang-orang mengungsi.’

Ooonggg~ooongg~~

Choi Han mendengar suara getaran lembut.

Masih ada energi yang sangat lemah di sekitar Cale yang tidak dapat disadari oleh orang lain.

Heavenly Demon.

So Hee.

Makhluk dengan aura kuat yang tidak dapat dibandingkan dengan siapa pun di sini adalah Cale.

'Saat Heavenly Demon mendapat masalah, aku akan membantunya.'

Karena itu, Choi Han tidak bisa membantah perkataan Cale dan tidak punya pilihan selain meninggalkan sisinya dan pindah.

“……”

Namun, jika suatu saat Cale menjadi berbahaya, dia berencana untuk bergerak maju.

Wanderer.

Karena orang itu adalah mangsa Choi Han.

Bum!

Saat itu, tanah kembali berguncang.

Mata Choi Han beralih ke luar panggung sejenak.

Meskipun banyak orang yang melarikan diri, pertempuran belum berakhir.

“Aku harus menangkapmu.”

Wanderer So Hee mengulurkan tangannya ke arah Heavenly Demon dengan senyuman di wajahnya.

Garis putih dipegang di tangannya seperti pedang,

Kiiiiiii---

Seperti gigitan mengerikan yang merobek udara, garis putih bergerak menuju Heavenly Demon.

Garis dimana kematian bisa dirasakan dengan jelas.

"Ha ha ha ha-"

Melihat kalimat itu, Heavenly Demon mulai tertawa.

Choi Han membuang muka dan bergumam pelan.

“Ini benar-benar gila.”

Heavenly Demon.

Choi Han sedang berbicara tentang orang itu.

Namun, ada juga senyuman halus yang terlihat di sudut mulut Choi Han.

“Aku rasa aku jadi mengerti.”

Tidak ada seorang pun yang mendengar apa yang Choi Han katakan, dan Choi Han tidak punya waktu untuk memberi tahu siapa pun.

Sreung-

Pedangnya bergerak tanpa ragu, mencegah garis putih menjebak orang.

"Ha ha ha-"

Kebosanan yang menyelimuti Heavenly Demon yang masih tersenyum telah menghilang.

Heavenly Demon tersenyum cerah, seolah sedang bersenang-senang.

Nguung- nguung---

Garis putih mendekati Heavenly Demon tanpa ragu-ragu, terlepas dari halangan energi merah tua.

Heavenly Demon melihat ini dengan tenang.

So Hee di luar itu juga terlihat.

Shhaaa.

So Hee tersenyum.

Setelah garis putih terbentang, momentumnya seperti laut yang tenang.

Tidak ada guncangan, dan tidak ada akhir yang terlihat.

Kiiiiiii---

Keheningan, yang tidak sebanding dengan suara tangisan yang aneh, membuatnya tampak seperti manusia lain dan sulit untuk didekati.

“Itu tidak mudah, bukan?”

So Hee berbicara dengan lembut.

Dan di akhir pernyataan itu.

Swisshhh---

Garis putih melewati energi merah tua dan sampai di depan hidung Heavenly Demon.

So Hee tertawa terbahak-bahak.

“Keunikan yang tidak bisa dibentuk tidak ada gunanya.”

Heavenly Demon mengulurkan tangannya.

Energi merah tua menyentuh garis putih.

Crackle--

Energi merah tua terdorong keluar bersamaan dengan suara terbakar.

Senyuman menghilang dari mulut Heavenly Demon,

Senyum So Hee semakin dalam.

Bang!

Saat ketika tangan Heavenly Demon, yang dipenuhi energi merah tua, hendak meraih garis putih.

"Hmm."

Tubuh Heavenly Demon dibuang bersama dengan tangannya.

“—"

Heavenly Demon mundur selangkah.

Heavenly Demon melihat ke bawah ke kakinya, yang telah ditarik ke belakang.

“Hehe~”

So Hee tersenyum dan melambaikan tangannya.

Garis putihnya bergerak secara alami, seperti tangannya.

Boom!

Garis putih yang membelah udara dan bergerak secepat angin meraih pergelangan tangan Heavenly Demon.

Swooooshh--

Dan naik.

Salah satu lengan Heavenly Demon dengan cepat dibalut seperti perban.

Bagaikan seekor laba-laba yang mengikat mangsanya yang masuk ke dalam rumahnya.

“….."

Heavenly Demon melihat ke bawah ke kakinya, yang telah mundur selangkah.

“Kamu tidak bisa bergerak~?”

So Hee tidak menyembunyikan senyumnya.

"Ah-"

So Hee mengangkat kepalanya.

So Hee bisa melihat langit melalui garis-garis putih.

Sebentar lagi dia akan berada di sana, terperangkap dalam kepompongnya sendiri..

“Di pihak ini, yang harus kita lakukan adalah membunuh mereka semua seperti ini.”

Sungguh merepotkan untuk bergerak.

Sama seperti ini.

“Kerumitannya akan berkurang.”

Sungguh merepotkan untuk bergerak.

Sama seperti ini.

“Kerumitannya akan berkurang.”

"Ya."

--!

So Hee berhenti.

So Hee menundukkan kepalanya.

Kim Hae Yee, dia masih menundukkan kepalanya.

Namun, orang yang menjawab ‘ya’ beberapa saat yang lalu jelas-jelas adalah Heavenly Demon.

Sekali lagi, suaranya terdengar.

"Ya. Berkat ini, hal-hal menjengkelkan yang harus dilakukan berkurang.”

Mata So Hee berputar.

"Apa...............?"

Apa yang Heavenly Demon bicarakan sekarang?

So Hee sangat penasaran dengan identitas pria itu sehingga dia tidak berniat membunuhnya segera.

Namun entah kenapa, penampilannya yang kurang ajar membuat sudut mata So Hee bergerak-gerak.

Dan Heavenly Demon menjawab.

“Bukan apa - apa.”

Heavenly Demon mengangkat kepalanya.

Heavenly Demon sedang tersenyum.

“Aku mengucapkan terima kasih padamu.”

"...Apa?"

So Hee berhenti sebelum bertanya.

So Hee mengangkat kepalanya.

Suara Heavenly Demon mencapai telinganya.

“Karena berkat kamu, aku tahu bagaimana cara menggunakan kekuatan ini. Terima kasih."

Ketenangan suara itu tak terlukiskan.

“Ini unik-”

Unik.

“Buatlah bentukmu sendiri~”

Itu adalah nasihat yang sangat bagus.

Choi Han adalah orang pertama yang melihat bentuk kekuatan ini.

'Keunikan dan bentuk.'

‘Mari kita lihat ini.’

Ada jawaban yang terlintas di benak Heavenly Demon.

"... Kim Hae Il -"

Kim Hae Il, yang awalnya berurusan dengan alam itu sendiri. Bukan, sekarang namanya Cale Henituse.

Daripada So Hee di depan Heavenly Demon -

Kekuatan Cale yang lebih seperti ‘Dewa’.

‘Ah.’

Heavenly Demon melihat jawabannya.

Heavenly Demon menemukan cara melampaui Choi Han.

'Dengan energi ini, aku bisa melakukan itu?'

Kekhawatiran Heavenly Demon terhadap kekuatannya segera terjawab.

Heavenly Demon berpikir sambil melihat kakinya yang didorong.

Heavenly Demon tidak bisa didorong mundur.

Mengapa?

Karena dia adalah langit Demon.

‘Ya.’

Dia.

‘Aku adalah Heavenly.’

Dia adalah Dewa dan langit Demon Cult.

"...Ini… ..Aku tidak percaya ini.”

Mata So Hee bergetar saat dia melihat ke langit.

Dan Choi Han berhenti mengayunkan pedangnya dan melihat ke langit.

“Seperti yang diharapkan, kamu tahu.”

Tetapi.

“Kamu terlambat kali ini.”

Senyuman penuh kemenangan muncul di bibir Choi Han.

"Ho!"

Kali ini, Putra Mahkota Alberu menyadari jalan antara Choi Han dan Heavenly Demon yang tidak dapat dijangkaunya. Saat matanya mendidih karena nafsu.

[ Cale. ]

Cale memandang ke langit dan mendengar suara Super Rock.

[ Kekuatan itu bukan atribut langit. Itu awan. ]

Ada kekaguman yang mendalam pada suara Super Rock.

[ Awan cukup besar untuk menutupi langit- ]

Super Rock tampak diliputi emosi yang kuat dan berbicara setelah beberapa saat.

[Kekuatan kuno sedang lahir! ]

Penggalian laba-laba terbuat dari garis putih.

Langit di luar, langit yang sebenarnya, berkilauan.

Awan muncul.

Awan itu berangsur-angsur berubah menjadi merah tua.

Dan awan itu menggeliat.

Ibaratnya ahli dalam mengistirahatkan lalu meluruskan badan yang berjongkok. Rasanya seperti mengamati gerak-gerik harimau.

Hah, jinjja.”

Cale kagum dan menatap Heavenly Demon.

Shhaaa.

Heavenly Demon sudah melihat ke arah Cale. Dia tersenyum sekali pada Cale dan menoleh. Dan menggerakkan tangannya.

Uh!”

So Hee menundukkan kepalanya.

So Hee melihat ke bawah.

Kakinya diseret satu langkah ke depan.

So Hee menatap lurus ke depan.

Di sana, Heavenly Demon sedang menarik garis putih dengan tangan melingkarinya.

“…..Bajingan ini-”

So Hee menggigit bibirnya tetapi tidak bisa bertindak dengan mudah.

Rumble--

Langit mulai menangis.

Tidak, lebih tepatnya awan.

Awan merah tua yang berair namun mempesona menutupi langit.

Itu adalah langit yang diciptakan oleh Heavenly Demon.

Cale - 377 It Must Have Been Not Enough

Thud.

Kaki Heavenly Demon menendang lantai arena.

Tubuh Heavenly Demon melesat ke depan dan menuju ke arah So Hee.

“Orang gila!”

So Hee menggerakkan kedua tangannya ke arah Heavenly Demon yang berlari ke arah So Hee tanpa rasa takut.

Kiiiiiii---

Benang-benang putih yang mengeluarkan lolongan binatang terentang dari kedua tangannya.

Atas dan bawah dan di kedua sisi.

Benang putih mengalir menuju segala arah Heavenly Demon.

“Itu tidak masuk akal…”

Mata So Hee bergetar hebat saat dia berbicara dengan lembut.

“Aku yakin, aku sangat yakin~”

So Hee belum pernah melihat ini sebelumnya!

Kim Hae Yee.

So Hee belum pernah melihat Wanderer dengan wajah seperti Kim Hae Yee sebelumnya.

Yang So Hee maksud adalah Kim Hae Yee adalah tipe pria yang tidak perlu So Hee khawatirkan.

Tapi Kim Hae Yee tidak hanya menyadari Kekuatan Uniknya, tetapi dia juga langsung menciptakan bentuknya sendiri?

‘So Hee. Kamu benar-benar jenius. Bagaimana bisa ada Wanderer seperti kamu di zaman sekarang? Sungguh menakjubkan.’

Bagaimana So Hee bisa masuk ke dalam Fived Colored Blood??

Itu adalah hasil dari Kekuatan Unik So Hee, kejeniusan yang muncul setelah kekuatan kuno disegel.

‘Di masa lalu, siapa pun, yang memperoleh kekuatan unik bisa menjadi Dewa meskipun mereka bukan Single Lifers. Namun, ketika ras Dewa melarang kekuatan unik, metode itu menghilang.’

Banyak pujian untuk dirinya.

‘So Hee. Kamu benar-benar luar biasa.'

'Bagaimana generasi Wanderer saat ini bisa menyadari  Kekuatan Unik mereka?'

Saat hidup sebagai manusia.

So Hee tidak mendapat banyak perhatian dalam kehidupan itu.

Namun karena ia dilahirkan sebagai Single Lifers, ia menjadi seorang Wanderer. Berkat itu, So Hee bisa dikenali.

“Domainku-”

Domain So Hee.

“Beraninya kamu melewatinya!”

So Hee tidak bisa menahan amarah yang muncul di dalam dirinya.

‘Sebelum aku selesai!!'

Dan pikiran rasionalnya berpacu lebih cepat lagi.

‘Kim Hae Yee. Sebelum dia melengkapi keunikannya, kami harus membunuhnya!'

Ini adalah penilaian yang dia buat sebagai anggota dari Fived Colored Blood.

‘Dia bukan AI!’

Orang itu bukan AI.

Lebih tepatnya-

‘Orang itu yang datang setelah mereka dari Dunia Dewa menemukan kita!’

(tl/n : So Hee mengira Heavenly Demon salah satu dari pengikut Dunia Dewa yang mendapat tugas untuk menyelidiki para Wanderer.)

Dunia Dewa saat ini terbelah dua akibat ulah Dewa Kekacauan. Ini bukan sekedar pernyataan ideologis.

Bahkan, Dunia Dewa terpecah belah sehingga mereka tidak bisa mengakses wilayah satu sama lain.

Kim Hae Yee.

Orang itu adalah seorang Wanderer.

Kim Hae Yee juga orang yang menggali banyak informasi tentang apa yang mereka, Fived Colored Blood, dan sekutu So Hee lakukan.

'Aku harus membunuhnya.'

Jika orang itu menemukan So Hee sendiri dan melaporkan hal ini ke Dunia Dewa-

‘Itu bisa merusak semua rencana kami!!'

So Hee merasakan ketidaksabaran tanpa menyadarinya.

‘So Hee. Ada alasan mengapa aku mempercayakan kamu tugas-tugas kecil terlebih dahulu.'

Tiba-tiba So Hee teringat sesuatu yang dikatakan salah satu anggota Fived Colored Blood.

So Hee tidak punya waktu untuk memikirkan hal ini.

Hanya-

'Membunuh.'

Seseorang yang melampaui domain miliknya.

Ini membuat So Hee berpikir jika Heavenly Demon mungkin bisa menggantikan dia.

So Hee pasti akan membunuh orang itu.

Kkiiiiiii---

Benang putih yang memanjang dari segala arah menuju Heavenly Demon tiba-tiba berubah arah.

Crackle!

Crackle, crack!

8.

Sebanyak delapan benang mengelilingi Heavenly Demon dan mulai menghantam lantai di luar panggung. Kecepatannya jauh lebih cepat daripada benang putih yang mencoba mengepung stadion.

Bang!

Momen saat benang kedelapan dan terakhir dipukul.

Grumble ----

Dengan suara gemuruh yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun sebelumnya, banyak benang padat dengan cepat keluar dari benang putih.

[ Cale. ]

Super Rock berbicara serius kepada Cale yang sedang menonton.

[ Itu tidak bagus. ]

Sesaat ketika dia tidak begitu memperhatikan.

“Amankan Domain.”

Mata So Hee memutih.

“Ekspansi Domain.”

Dengan itu.

Shooooo ---

Dalam sekejap, benang putih muncul dari lantai dan melilit Heavenly Demon.

Seperti kepompong, Heavenly Demon terjebak di penjara benang putih.

Dia mengangkat kepalanya dan menatap ke langit.

"Itu dia."

Benang putih solid menciptakan penjara putih dan mencoba menghalangi awan milik Heavenly Demon.

Grumble--

Awan menangis.

"!"

Mata So Hee, yang memutih, berubah bentuk.

So Hee merinding di punggungnya.

'Ada tingkat dalam Kekuatan Unik.'

Ini adalah kata-kata yang diucapkan oleh orang yang memanggilnya untuk bergabung dengan Fived Colored Blood.

‘Entah itu sifat atau ciri pribadi. Ada kelas untuk semuanya.'

'Kami membaginya menjadi lima warna.'

Nilai tertinggi adalah Fived Colored.

‘Kamu berada di sekitar warna biru.’

Biru berada di atas hitam, yang merupakan warna terendah.

'Tetapi, karena memiliki sifat unik, maka mereka berharga.'

‘Brengsek.’

Pikir So Hee sambil menatap langit yang tertutup awan merah tua.

‘...Dia pasti lebih tinggi dariku.’

Keunikan yang baru tercipta milik Kim Hae Yee itu setidaknya berada di tingkat warna ungu.

Langit berubah menjadi merah tua, persis seperti langit aslinya.

Heavenly Demon memandang ke langit, dan lebih tepatnya, ke awan merah tua yang menggeliat dan mengepul, dia membuka mulutnya.

“Kekuatan dia berada di bawah awanku~”

Heavenly Demon tahu bahwa dia bukanlah Dewa sejati.

Namun demikian, dia percaya bahwa dia adalah Dewa dari Demon Cult.

Kesenjangan halus itu.

Itu membuatnya mampu menciptakan awan, bukan langit.

Padahal matahari dan langit ada di luar awan.

Pada akhirnya, apa yang dilihat oleh orang-orang di bawahnya adalah langit yang telah Heavenly Demon ciptakan.

Ini akan sangat menarik bagi mereka yang mengikuti Heavenly Demon.

Kalau saja Heavenly Demon bisa membuat mereka merasa bahwa mereka bisa mengandalkannya.

Selain itu, selama Heavenly Demon sendiri tidak memiliki keraguan tentang keberadaannya sendiri.

Di bawah langit merah gelap ini-

“Ini adalah wilayah kekuasaanku.”

Di awan, seekor binatang yang bentuknya aneh, binatang buas yang belum jelas bentuknya, membuka mulutnya.

Grumble---

Suara petir terdengar.

Shhoooo---

Momen ketika sinar matahari terakhir yang tersisa tertutup oleh awan merah tua.

"Ah."

Orang-orang bahkan lupa untuk melarikan diri dan melihat ke langit.

“Dunia-”

Hari mulai gelap.

Dan warnanya menjadi merah.

Ini bahkan belum malam.

Bahkan bukan matahari terbenam.

Cahaya matahari yang menyinari langit berubah menjadi merah tua saat melewati awan merah tua.

Cahaya merah tua menyinari punggung tangan dan wajah semua orang.

“Hei, di sana~”

Dan cahaya merah tua juga mencapai benang putih.

Ssss—

Benang putih yang menolak energi Heavenly Demon.

Benang putih perlahan mulai berubah menjadi merah tua.

Delapan benang putih tebal yang seharusnya mengelilingi stadion kehilangan warna aslinya.

“Di bawah awan Demon, semuanya adalah Demon.”

Heavenly Demon tersenyum lebar.

Dia tampak sangat puas.

“Orang gila.”

Cale memandangnya dan mengatakan itu.

Cale mendengar suara orang lain di belakang dia. Mereka yang sibuk melarikan diri berteriak.

“Energiku bekerja! Aku bisa membuat goresan dengan energiku!”

Benang putih.

Benang yang awalnya tidak bisa digembus oleh Inner Chi akhirnya mulai menunjukkan kelemahan.

“Hanya tempat yang berubah warna menjadi merah tua yang diperbolehkan! Serang di sana!"

Itu tidak berlaku di semua tempat.

Hanya benang putih yang berubah menjadi merah tua.

Hanya area yang dijangkau cahaya merah tua yang mampu ditembus orang-orang.

[ Central Plains dan Demon Cult menggunakan keterampilan Inner Chi. ]

Super Rock berkata seolah dia kagum.

[ Ini luar biasa. Heavenly Demon, orang itu secara harfiah adalah Heavenly Demon. Orang itu memiliki kekuatan untuk menjadi lebih kuat seiring dengan berkembangnya kekuatan para pendukungnya. ]

(tl/n : bukan Demon cult yang ada di Central plains, tp lebih ke orang-orang di New World yang menyukai Demon Cult. Terkadang ada kan orang penyuka wuxia.)

Semua kekuatan kuno Cale sejauh ini adalah kekuatan untuk menciptakan kekuatan besar dalam dirinya sendiri.

Namun, Heavenly Demon telah menciptakan kekuatan untuk membuat Demon Cult itu sendiri, dan mereka yang mengikutinya, menjadi lebih kuat. Itulah jalan yang harus dia tempuh-

[ Itu pasti jalan yang harus dilalui Heavenly Demon. ]

Seperti yang dikatakan Super Rock.

Pada saat itu.

“Ugh, menghindar!”

Jeritan mulai terdengar dari kalangan orang-orang.

“Ekspansi Domain.”

So Hee juga tidak tinggal diam.

Benang putih solid yang dimaksudkan untuk menutupi stadion.

Benang padat dengan cepat berubah arah.

Sebelum diwarnai dengan cahaya merah tua.

Kiyi--

“Ugh, wah, kakiku!”

Benang itu menuju ke orang-orang secara acak.

Benang padat dengan cepat melingkari tubuh orang tersebut.

“Uh!”

Benang itu mulai menyedot kekuatan orang itu.

Membuat benang putih solid menjadi lebih jelas dan kuat.

Bagaikan seekor laba-laba yang memakan mangsa yang tersangkut di jaringnya.

Dan kemudian-

Swoooshh—

Pupil mata So Hee memutih dan memancarkan cahaya lebih jernih, dan aura putih mulai terbentuk di tubuhnya.

“Jika kamu bersikap santai padaku, kamu akan mendapat masalah.”

Senyuman muncul di bibir So Hee.

‘Belum-‘

So Hee belum boleh kalah dari Kim Hae Yee ini.

So Hee membasahi bibirnya dengan lidahnya.

“Ada banyak mangsa.”

Karena ada banyak kehidupan dan mangsa disekitarnya.

Senyuman mengembang di bibir So Hee, dan tangannya bergerak lagi.

Bang!

Kali ini So Hee menendang kakinya dan menuju ke arah Heavenly Demon.

Benang putih yang mengelilingi lengan Heavenly Demon masih terhubung ke tangan So Hee.

Meskipun benang itu berangsur-angsur berubah menjadi merah tua,

“Reset Domain.”

Klik--

Warna putih kembali melingkupinya lagi.

"Ho…"

Dan kemudian Heavenly Demon membuka mulutnya.

“Tidak mudah berurusan denganmu sendirian.”

Menciptakan dan mengendalikan kekuatan baru ini tidaklah mudah.

Ketika sedikit darah mengalir dari sudut mulut Heavenly Demon,

“Tapi~”

Tetapi.

“Bukankah akan sulit bagimu jika kamu meremehkan kami?”

"Apa?"

Saat So Hee hendak bertanya balik.

Shhttt ---

Benang putih menghubungkannya dengan Heavenly Demon.

Yang awalnya merah tua, tapi sekarang menjadi putih lagi, hanya tersisa sedikit merah tua.

Sinar cahaya jatuh dari awan.

Baaang!

So Hee buru-buru mundur selangkah.

“…...!"

So Hee melihat benang putih berkibar di depannya.

Sebuah saluran terhubung ke Heavenly Demon.

Benang yang mencoba menyedot kehidupan dari orang-orang.

Itu dipotong.

"Siapa kamu?"

Mata So Hee beralih seseorang yang berada di ruang antara Heavenly Demon dan dirinya sendiri.

Pada bagian tengahnya.

Bagian yang telah memotong titik hitam di mana benang putih itu berada beberapa saat yang lalu.

“Aku punya orang untuk mengurus stadion sekarang.”

Choi Han berbicara kepada Heavenly Demon seolah membuat alasan dan kemudian menatap Cale.

Cale mengangguk.

Choi Han mengalihkan pandangannya dari Cale, yang mengangguk, dan berdiri di depan Heavenly Demon.

“Kamu telah menyelamatkan hidupku.”

Choi Han mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Heavenly Demon.

Karena ini benar.

Clang!

Alberu memotong benang putih yang diwarnai dengan cahaya merah tua dan berteriak kepada orang-orang di sekitarnya.

“Seret semua yang terjebak dalam benang padat ke arah cahaya! Dan hapus benang padat tersebut!”

Orang-orang sekarang mempunyai sesuatu yang dapat mereka lakukan.

Faktanya, bahkan tanpa Alberu berkata apa pun, penduduk Kerajaan Lan sudah bergerak sendiri.

“Uh!”

“Tunggu sebentar! Itu. Aku akan memotong batasnya sekarang!”

Cahaya merah gelap.

Grumble--

Teriakan langit terus berlanjut, dan sinar matahari yang melewati awan Heavenly Demon terus berubah menjadi cahaya merah tua dan menyinari tanah. Benang padat tidak punya pilihan selain disingkirkan oleh cahaya tak berujung.

Drip.

Namun, darah yang mengalir dari sudut mulut Heavenly Demon berangsur-angsur meningkat.

“Aku tidak pernah berpikir aku akan melakukan hal seperti yang dilakukan Kim Hae Il. Pfftt…”

Saat Heavenly Demon tertawa seolah kagum, dia bisa melihat orang bertopeng hitam muncul di antara dirinya dan Choi Han.

“Ada apa denganku?”

Itu adalah Cale.

Meskipun Cale memiliki rambut pirang, dia menutupi wajahnya dengan topeng dan berdiri di depan Heavenly Demon.

“Berusahalah sedikit lebih keras. Sekarang adalah waktunya untuk menggunakan kekuatan yang telah berkembang dengan baik.”

Cale berkata.

“Aku yang akan berurusan dengan Wanderer itu.”

Fliwck!

Choi Han menghunus pedangnya dan bergegas menuju So Hee.

Choi Han awalnya memiliki kekuatan untuk memotong benang putih tapi karena dia mendapat perintah untuk mengevakuasi orang-orang jadi dia tidak melakukannya.

Sekarang dia tidak memiliki siapa pun untuk dilindungi, dia bisa mengamuk sesuka hatinya.

"Hmm."

Cale, yang mendengar erangan kekecewaan Heavenly Demon, berbicara dengan acuh tak acuh.

“Beri orang itu kesempatan juga.”

"Baiklah."

Rengekan Heavenly Demon hanya berlangsung singkat..

Choi Han.

Karena saat ini, pria itu sedang bertemu musuh bebuyutannya.

“…..”

Heavenly Demon melihat Choi Han dan Cale di depannya.

Sudut mulut Heavenly Demon terangkat ketika dia melihat dua orang itu melindunginya.

Mungkin momen paling berarti di dunia baginya adalah saat ini.

Mungkin sekarang Heavenly Demon akhirnya menemukan kesenangan yang belum pernah bisa dia alami seumur hidupnya.

“…..”

Heavenly Demon menutup matanya.

Dan Heavenly Demon akan fokus pada kekuatan yang muncul dari dalam dirinya.

Awan yang penuh keajaiban..

Di dalamnya, Heavenly Demon memegang keyakinan seorang manusia yang telah menjadi Dewa, bersama dengan emosi manusia yang dia dapatkan beberapa saat yang lalu.

Heavenly Demon pikir mungkin penting untuk menangkap perasaan ini.

Pada akhirnya, selama Heavenly Demon memilih untuk menjalani kehidupan manusia.

Baaang!

Heavenly Demon menutup matanya dengan nyaman di tengah suara gemuruh.

Grumble--

Namun tangisan awan semakin keras.

Cukup bagi semua orang untuk fokus, termasuk NPC di luar stadion dan pengguna.

“Ugh! Dari mana datangnya orang ini?”

Dan So Hee melihat naga hitam itu membuka mulutnya ke arahnya dengan mata gemetar.

Baaang!

Naga hitam yang terbuat dari energi hitam yang ganas.

Choi Han memegang pedang di tengah-tengah naga dan bergegas ke arah So Hee tanpa ragu-ragu.

Wanderer.

Sejak awal, yang menarik adalah bagian Choi Han.

Di bawah langit merah gelap, naga hitam ganas Choi Han terbang menuju musuh.

Ke arah musuh.

Mengubah cahaya putih menjadi hitam.

 .

.

Peringkat Kekuatan Unik (dari tertinggi ke terendah):

1. Fived Colored

2. -

3. Ungu

4. Biru

5. Hitam

Cale – 378 It Must Have Been Not Enough

Rumble-

Langit menangis.

Baaaaa, baang!

Serangkaian suara keras menyusul.

“Tolong lebih cepat!”

“Jangan saling mendorong! Tenang!”

Suara penuh ketakutan diucapkan oleh orang-orang yang melarikan diri dari stadion.

“Beri perintah untuk memanggil semua pasukan pertahanan ibu kota!”

“Chivalrous Alliance! Kepung Chivalrous Alliance dengan cepat!”

“Kirimkan surat kerja sama resmi ke semua organisasi non Murim!”

Pegawai negeri dan perwira militer yang entah bagaimana berhasil tetap semangat dan bergerak cepat.

“Pertama, temui para pejabat dan beri tahu mereka bahwa kita akan membantu mereka! Kamu tidak bisa mundur dari sini!”

“Sekarang, kirim seseorang dari Heavenly Sword! Kita harus menyebarkan beritanya!”

“Dewan, apa kamu gila! Jika ini terus berlanjut, bukankah akan ada pertumpahan darah dan bukannya ahli waris?”

Selain itu, ada beberapa kelompok angkatan bersenjata yang bergerak lebih cepat.

Stadion dipenuhi dengan kekacauan, namun orang-orang bergerak dengan lebih jelas dan memiliki tujuan dibandingkan sebelumnya. Ada orang yang dengan jelas menyadari alasannya.

“…Kurasa itu karena awan itu.”

Hyun Seong, salah satu Elder dari Snow Temple Flowers, adalah salah satunya.

Awan merah tua diciptakan oleh Kim Hae Il.

Cahaya merah tua yang menyinari awan menciptakan papan tempat orang bisa bergerak.

“…..”

Hyun Seong membuang muka.

Tidak hanya ahli seperti Sword Ghost, Passote, dll.

"Yang Mulia!"

“…..”

Bahkan Raja Tamahi yang tetap pada posisinya tanpa bergerak meski ada permintaan dari bawahannya. Orang-orang yang telah mempertaruhkan nyawa mereka pada ketiadaan tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari tempat yang sama.

Kim Hae Il.

Mereka yang gemetar melihat awan merah gelapnya -

"Apa-"

Mata Hyun Seong perlahan beralih ke luar panggung.

“Pedang apa itu?”

Hyun Seong tidak bisa bergerak karena matanya hanya tertuju pada pedang yang tiba-tiba muncul.

Buk, Buk, Buk.

Jantung Raja Tamahi berdebar kencang.

Saat pertama kali Raja Tamahi melihat awan merah gelap, dia benar-benar takjub. Saat saya menyaksikan warga Kerajaan mendapatkan kembali kekuatan mereka di bawah awan itu, Raja Tamahi berpikir apakah pelaku pembuat awan itu adalah sekutu atau musuh, dia akan cocok untuk masa depan Kerajaan Lan.

'Sedangkan yang hitam itu~'

Tapi saat Raja Tamahi melihat pedang seseorang.

Jantung Raja Tamahi sebagai ‘Petarung Murim’ mulai berdebar kencang.

“Itu sangat jelas.”

Raja Tamahi.

Baginya, pedang miliknya kini adalah nyawanya.

Saat berlatih ilmu pedang, Raja Tamahi selalu bertanya-tanya tentang arti sebenarnya dari seni bela diri.

Bang!

Bang!

Pedang yang berulang kali mengeluarkan suara keras saat bertabrakan dengan benang putih.

Tapi lihat pedang itu. Satu hal terlintas di benak Raja Tamahi.

“…Itu adalah pedang hitam.”

Oooh—ooh—

Aura hitam membumbung tinggi disertai teriakan kecil.

Bagaikan langit malam yang bertabur bintang, tampak berkilau namun sangat gelap.

Energi hitam dengan sifat berbeda melayang di ujung aura.

Swooooosh!

Pedang hitam itu memotong benang putih lagi.

"Ya-"

Ini secara harfiah adalah pedang.

Raja Tamahi bisa merasakannya dengan jelas karena dia pernah menjadi orang terkuat di Kerajaan Lan.

‘Dia tidak terlatih.'

Tidak, sepertinya pelaku aura hitam sudah menguasai dasar-dasarnya. Raja Tamahi pikir pelaku belajar ilmu pedang ketika dia masih muda~

'Selain itu, latihannya dengan mempraktekannya.'

Pelaku itu pasti mengayunkan pedang dalam pertarungan sesungguhnya.

Hanya untuk memotong.

Hanya untuk menghentikannya.

Hanya untuk hidup-

“Untuk hidup—”

Pedang itu mengandung keputusasaan yang tidak diketahui.

Jika dia tidak mengayunkannya-

Dia pasti sudah dimakan.

Apa yang menjadi miliknya akan diambil darinya..

‘Ya.'

Mungkin itulah sebabnya manusia mulai mengambil pedang.

Kekuasaan, ketenaran, segalanya, tinggalkan segalanya~

Alasan pertama adalah untuk hidup.

Apakah ada alasan yang lebih jelas untuk ‘pedang’ itu selain itu?

“Dia berpaling.”

Dan Raja Tamahi mengabaikannya.

Tidak.

Tidak perlu melakukan itu.

Sebagai anak seorang mantan Raja, dia tidak mengambil pedang untuk hidup, tapi untuk belajar seni bela diri.

Apakah itu sebabnya-

'Mustahil-'

Raja Tamahi tidak bisa mengalihkan pandangannya dari pedang kejam itu dengan bentuknya yang sederhana.

Dan jantung Raja Tamahi berdebar kencang.

Jika Raja Tamahi melihat Kim Hae Il dan memikirkan masa depan Kerajaan.

Melihat pedang pria itu, Raja Tamahi merasa ingin bertarung.

'Tetapi—'

Namun, anehnya, perhatian Raja terkadang diganggu oleh satu orang.

'Siapa dia?'

Seorang pria bertopeng berdiri di antara Hae Il Kim dan Swordmaster.

Siapa dia?

Seolah mengandalkan pria bertopeng, Kim Hae Il memejamkan mata dan mulai bermeditasi dengan tenang.

Grumble-

Mungkin berurusan dengan awan yang menggantung di langit.

Selain itu, Swordmaster berambut merah itu memandang ke arah orang bertopeng hitam itu dan tampak mengayunkan pedangnya dengan mudah.

'Siapa dia?'

...Untuk beberapa alasan, orang itu tampak seperti pemimpin mereka.

Alih-alih menunduk, Tamahi meletakkan tangannya di gagang pedang dan terus menatap ke arah luar panggung.

Siap untuk bertarung sendiri kapan saja.

Ketika Raja Tamahi melihat ketiga orang itu, tangannya mulai gatal dan Raja Tamahi tidak dapat menahannya.

Baaaaang!

Suara menggelegar lainnya terdengar,

Kwah-ak-!

Choi Han terlempar ke belakang.

Momentum dari garis putih itu membuat Choi Han terdorong.

“!!!”

Tapi mata So Hee bimbang.

Tiba-tiba.

Benang putih lain miliknya terpotong.

Ini bahkan tidak tersentuh oleh cahaya merah gelap dari Heavenly Demon.

"Bagaimana?"

So Hee tidak bisa mempercayainya.

“Bisakah benih lain keluar?”

Sebelumnya, kekuatan Kim Hae Yee hanya mengutarakan Kekuatan Uniknya dan mempunyai bentuk unik tersendiri.

Dia dalam tahap benih.

Setelah Kim Hae Il, benih lain muncul.

Itu juga-

‘….Ini berbahaya.’

Meski berupa benih, namun aura hitam itu memiliki kekuatan yang dapat dengan mudah memotong benang putih So Hee.

Pemilik aura hitam lebih berbahaya dari Kim Hae Il.

'Apakah ada Wanderer seperti itu?'

Untuk memikirkan artinya,

Crack!

So Hee tidak punya waktu.

Choi Han, yang dengan ringan menyentakkan kakinya ke tanah, menyerang So Hee lagi.

"Fuck!"

So Hee menggerakkan kedua tangannya dengan cepat.

Benang-benang putih terpancar dari telapak tangan So Hee.

"Menyebar."

Saat So Hee selesai berbicara, benang putih berubah menjadi lusinan helai dan bergegas menuju Choi Han. Dan Choi Han mengangkat pedangnya.

‘Wanderer.'

So Hee tidak bisa memikirkan hal lain saat ini.

Benang putih mendekati pemilik aura hitam.

Tiba-tiba.

Satu benang terpotong.

Setelahnya.

Pemilik aura hitam memotong yang lain.

Dan bergerak maju.

Namun, Choi Han tidak dapat memotong lusinan helai itu sekaligus.

Bang!

Bang!

Bang, bang!

Beberapa untaian tersangkut di sekitar Choi Han dan jalan yang harus dia ambil ke depan.

Dan itu memancarkan cahaya putih.

Laba-laba itu seperti menciptakan area lain.

Choi Han bertanya-tanya apakah mangsa yang melompat ke dalam jaring laba-laba itu akan sama dengan dirinya saat ini?

Tapi Choi Han tidak berpikir seperti itu.

‘Wanderer-'

Yang bisa terlihat dalam mata Choi Han hanyalah So Hee.

Karena sekarang, dia bisa.

Heavenly Demon.

Alberu.

Cale.

Ketiga orang ini sedang mengurus pekerjaan yang biasanya dilakukan olej Choi Han.

Alberu membantu orang-orang mengungsi.

Berkat Heavenly Demon, sebuah platform untuk bertarung telah diciptakan.

Selain itu, Cale di belakangnya akan selalu datang dan membantu Choi Han jika dia dalam bahaya.

Hari ini, yang harus Choi Han lakukan hanyalah fokus bertarung.

Dan Choi Han tahu betul mengapa orang-orang ini mengambil tugas sulit dan memberinya kesempatan untuk bertarung.

Choi Jung Gun dan Wanderer.

Choi Han dan Choi Jung Gun.

Karena Choi Han mengetahui hubungan antara ke-3 orang ini, mereka rela bersusah payah menciptakan situasi ini.

Choi Han yakin memang seperti itu.

Cale, yang biasanya mengatakan bahwa apa yang Choi Han lakukan adalah yang paling efisien dan nyaman, hari ini diam.

Choi Han yakin memang seperti itu.

Cale mungkin memilih jalan yang agak rumit untuk Heavenly Demon dan Choi Han.

Ttap.

Itu sebabnya Choi Han bisa bergerak maju tanpa ragu-ragu.

Karena Choi Han tidak takut dengan apa yang terjadi di belakangnya.

'Depan!!'

Choi Han hanya perlu melihat ke depan.

Betapa bersyukurnya Choi Han untuk ini.

Ketika Choi Han pertama kali mengangkat pedang dan menghadapi monster itu, dia harus takut pada tanah yang dia pijak, bukan pada apa yang ada di depan atau di belakangnya.

Tapi sekarang~

'Aku hanya harus mengikuti jalanku.'

Jantung Choi Han berdegup kencang dengan rasa syukur yang tidak diketahui, bukannya dendam.

Dia tidak repot-repot menekannya.

Buk, Buk.

Semakin keras jantung Choi Han berdetak.

Bang!

Swoosh. Swoosh -

Karena Choi Han terus memotong benang putih lebih cepat.

Choi Han tidak melihat pedangnya.

Tapi Choi Han bisa merasakannya.

'Itu menjadi lebih besar.'

Energi hitam yang awalnya secara halus mengelilingi Choi Han dan pedangnya menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Ini menjadi semakin jelas.

‘Semakin yakin aku pada jalanku, semakin kuat kekuatan ini.’

Energi Heavenly Demon telah tumbuh secara eksplosif.

Di latar belakang Choi Han, pengalaman baru bagi Heavenly Demon di New World telah membuat Choi Han menyadari bahwa hal yang paling penting baginya adalah seni bela diri, dan dia telah mendapatkan kepercayaan diri di jalannya.

Buk, Buk.

Choi Han sekarang mampu melihat dengan lebih baik.

Ya . Choi Han melihatnya.

Sebuah benang putih.

Saat energi hitam Choi Han menyentuh benang itu~

'Sebuah jalan akan dibuat.'

Singkirkan rintangan yang menghalangi jalan kamu dan lihat jalan yang harus kamu ikuti untuk melewatinya. Itu berbeda dengan kekuatan pemimpin tim Lee Soo Hyuk untuk memotong apa pun yang dipelajari Beacrox.

'Ah.'

Choi Han menendang kakinya dengan kagum.

Tap!

Choi Han terbang ke atas.

Bang!

Benang putih menempel di tanah.

Namun, Choi Han dengan mudah mengatasi ini dan maju lebih jauh.

Karena sekarang Choi Han bisa melihat jalannya.

Ini adalah sebuah pencapaian.

“Bajingan ini!”

Lebih dari lusinan—

"Menyebar!"

Benang putih terbelah menjadi ratusan helai.

Swooosshh ----

Cahaya putih yang memancar dari So Hee semakin besar. Segala sesuatu di sekitar Choi Han menjadi putih dan ditutupi jaring laba-laba.

Woo~woo~-

Bertentangan dengan situasi kekejamannya, energi hitam Choi Han secara bertahap menjadi lebih tenang.

Ratusan benang putih berjatuhan ke lantai seperti hujan deras.

Meski So Hee bertanya-tanya apakah ada orang yang bisa menghindari hujan tanpa payung—

Tiba-tiba.

Energi hitam Choi Han bergerak maju, menembus benang.

Choi Han bahkan tidak menggunakan terlalu banyak tenaga sekaligus.

Sebanyak yang Choi Han perlukan untuk bergerak maju.

Huuu--

Seperti suara tangis yang semakin sering terdengar.

Bentuk naganya juga memudar.

Bahkan aura hitam mengkilat.

Energi hitam juga.

Semuanya telah menyusut ukurannya.

Huuu-

Sekarang yang bisa Choi Han lihat hanyalah energi hitam tipis yang mengelilingi Choi Han dan pedang di tangannya.

Alberu yang sedang menonton ini tanpa sadar berhenti bergerak dan hanya menatapnya.

Hujan putih turun deras,

Energi hitam Choi Han melangkah ke tengah hujan lebat.

Penampilan itu—

"...Binatang predator-"

Ya.

Itu seperti binatang buas.

Pada hari hujan, seekor binatang buas menemukan mangsanya dan bergerak berburu.

Kiprahnya tidak perlu dibesar-besarkan.

Tidak harus menonjol.

Itu hanya—

‘Yang perlu kamu lakukan hanyalah menangkap mangsamu.’

“Ah.”

Alberu berseru.

Ya. Itu saja.

Choi Han bertarung seperti itu.

Meskipun energi Choi Han adalah naga hitam yang liar dan mengamuk, tapi dia tidak secara alami menikmati pertarungan yang mencolok.

Begitulah cara dia bertarung.

Choi Han sudah tahu apa yang dipikirkan Alberu di belakangnya.

Karena awalnya adalah Forest of Darkness untuk bertahan hidup.

Tidak perlu menonjol di luar sana.

Sebaliknya, ketika Choi Han lemah, dia harus bersembunyi.

Setelah menjadi lebih kuat-

“Aku tidak perlu melakukan itu lagi.”

Karena monster di Forest of Darkness mengenali Choi Han sebagai orang yang kuat dan akhirnya mereka menghindarinya.

Choi Han mengangkat pedangnya.

Plop. Plop. Plop.

Hujan benang putih kembali turun.

Choi Han mendengar suara Cale di belakangnya.

"Ya. Begitulah perilaku mangsa yang ketakutan."

Senyuman muncul di bibir Choi Han.

Di depan.

Mata Choi Han terfokus pada targetnya, dan dia melihat So Hee.

“Kalian! Beraninya kamu!”

So Hee mengeluarkan ratusan benang putih.

Ada keheranan dan ketakutan di mata So Hee.

Melarikan diri dari binatang buas itu.

Mangsanya melarikan diri.

Atau, ia sedang membesar-besarkan kekuatannya dan berharap itu menakuti binatang buas itu akan melarikan diri.

Namun, akhirnya binatang buas itu diam-diam mengincar leher mangsanya.

Suara tenang keluar dari mulut Choi Han.

“Kita sudah sampai.”

Dan Choi Han, yang tadinya hanya setitik di mata putih So Hee, tiba-tiba tumbuh sebesar gunung.

Dia benar-benar besar.

“…..!!!”

Binatang buas tahu kapan harus menggunakan kekuatannya.

Adalah hal yang bodoh untuk menghemat kekuatan saat mangsanya berada tepat di depannya.

Ggrroooaaa--

Suara yang mengerikan, seolah bercampur dengan keputusasaan.

Suara itu menghilang.

Tepatnya, suaranya tidak hilang.

"Ah."

"Huh-"

Tapi mata So Hee begitu terpaku pada apa yang bisa dia lihat sehingga dia tidak bisa mendengar suaranya.

Seekor naga hitam besar muncul dari tubuh Choi Han.

[ Belum. ]

Cale mendengar suara Super Rock.

[ Itu belum menjadi kekuatan kuno. ]

Suara Super Rock bergetar.

Saat Super Rock melihat Heavenly Demon, dia menyadari bahwa aura itu adalah benih kekuatan kuno.

[ Tapi itu sangat kuat, Choi Han, anak itu memang kuat— ]

Super Rock berbicara seolah sedang mengagumi atau mendesah.

[ Sungguh, dia menakutkan. ]

Energi hitam yang lemah melonjak bersamaan dengan aura seolah-olah meledak.

Berbeda dengan sebelumnya, naga hitam mengkilat itu tampak sedikit lebih jernih. Namun demikian, seolah-olah naga hitam tapi masih belum menyembunyikan kemarahannya, dan ia membuka rahangnya dengan kasar, menerjang ke arah ujung pedang yang terulur.

"Brengsek!"

Benang putih yang So Hee buru-buru gambarkan di hadapannya seperti perisai.

Slaaaash!

Naga hitam yang merobek semua benang putih dengan taringnya yang tajam yang adalah pedang Choi Han dan tubuh Choi Han.

Taring itu merobek jaring laba-laba dan bergerak maju,

Akhirnya mencapai target,

Baang.

Pedang itu menebas targetnya.

“Aaaahhh!”

Jeritan putus asa So Hee terdengar.

So Hee menutup matanya dengan kedua tangannya.

Darah mengalir melaluinya.

Seorang Wanderer yang matanya memutih dan memancarkan cahaya.

Pusat kekuatannya terlihat jelas.

Cale – 379 It Must Have Been Not Enough

“Ugh… huh. -!”

So Hee menutup matanya dengan kedua tangannya dan tidak percaya dengan situasi ini.

Bang! Bang! Bang!

Benang putih yang kehilangan kekuatannya jatuh ke lantai dan langsung ternoda oleh cahaya merah tua.

‘Bagaimana~!’

So Hee tidak percaya.

“Ugh, bagaimana kamu melakukan itu~~!”

‘Bagaimana kamu bisa memotong benang putihku dengan mudah?’

So Hee tidak percaya ketika dia melihatnya.

Kim Hae Yee.

Orang itu menciptakan Kekuatan Unik tersendiri dalam wujudnya sendiri.

Benih itu berkecambah.

Itu juga tingkat keunikannya lebih tinggi dari So Hee.

‘Tetap saja!’

Meski demikian, Kekuatan Unik Kim Hae Yee tidak mampu menghalangi kekuatan So Hee.

Yang mungkin dilakukan kekuatan miliknya hanyalah mewarnai benang putih milik So Hee dengan cahaya merah tua.

‘Itu normal!’

Tidak peduli seberapa penting tingkat Kekuatan Unik Kim Hae Yee, dibutuhkan banyak percobaan dan kesalahan sebelum benih bisa bertunas dan berakar dengan baik.

‘Tapi bagaimana caranya…

Bagaimana mungkin orang yang bertarung dengan So Hee beberapa saat yang lalu bahkan tidak bisa menggunakan skill uniknya dengan benar!

Tingkat kekuatan orang itu masihlah setingkat benih!

Yang artinya kekuatannya masih belum terbentuk  dengan benar!’

Kekuatannya mampu membanjiri kekuatan So Hee hanya dengan aura??

‘Apakah ini mungkin?’

Dalam kebingungan So Hee, sebuah ide muncul di benaknya.

‘Mustahil!’

Satu hal.

Hanya ada satu penjelasan yang mungkin.

‘Fived Color-’

Saat ini, hanya tiga orang dalam keluarga Fived Colored Bloos yang memiliki level ini.

‘Dia berada di peringkat Fived Color?’

Namun, pemberian peringkat Fived Colore tidak bisa diberikan begitu saja.

Setelah kontrak dengan para Dewa, Kekuatan Unik hanya lahir pada sebagian Wanderer.

Dan di antara mereka, Fived Colore adalah-

“Hoo.”

Senyuman muncul di bibir So Hee.

So Hee menurunkan tangannya yang menutupi matanya.

So Hee tidak bisa melihat apa pun dengan mata tertutup.

So Hee hanya bisa merasakan aliran yang mengalir.

So Hee meletakkan kedua tangannya di lantai, mengangkat kepalanya dan membuka mulutnya.

“Kamu-”

Orang yang melukai dirinya sendiri.

“Kamu bukan hanya terlahir biasa, kan?”

Konon ada orang yang terlahir dengan takdir.

“Kamu telah mengambil takdir sebagai seorang pahlawan.”

Seorang pahlawan yang akan menyelamatkan dunia.

Dikatakan bahwa hanya pada tingkat itulah barulah layak mendapat tingkat yang lebih tinggi dari Transparent.

“Kamu adalah salah satu dari orang-orang itu!”

Seperti So Hee sendiri, So Hee memulai dari bawah dan mengakhiri hidupnya tanpa mampu mengatasi kesenjangan tersebut, dan menjadi Single Lifers - orang-orang beruntung yang pada dasarnya ditakdirkan untuk hidup sebagai pahlawan!

“Brengsek!”

So Hee tidak bisa menahan amarahnya.

‘Bagaimana kamu bisa~!’

Bagaimana dia sampai pada titik ini?

So Hee melakukan semua yang dia bisa untuk masuk ke dalam peringkat Fived Color!

‘Bahkan di dalam peringkat Fived Color ini, di menjadi yang terlemah, dan betapa aku dipandang rendah!’

Meski begitu, So Hee tetap bertahan dan bertahan.

Untuk suatu hari nanti memantapkan domainnya -

‘Untuk menciptakan Kerajaanku sendiri!’

Betapa kerasnya So Hee mencoba!

Menyingkirkan semua rintangan dan serap semua nutrisi yang akan membantu dia dalam membangun kekuatan!

Namun saat So Hee sudah sampai sejauh ini!

‘Aku tidak percaya aku diperlakukan seperti ini oleh orang setengah-setengah yang bahkan tidak memiliki Kekuatan Unik yang pantas!’

Itu tidak adil, tidak adil, tidak adil bagi So Hee.

‘Siapa orang ini?’

Lalu So Hee mendapat kesadarannya.

‘Ya. Siapa dia?’

Kenapa So Hee tidak tahu tentang orang ini sebelumnya?

Mulut So Hee terbuka.

“Siapa? Siapa kamu?”

Dengan mata terluka, dia tidak bisa sepenuhnya mengungkapkan keunikan dia sepenuhnya.

Melarikan diri juga sulit.

“Siapa kamu?”

Jadi, So Hee harus mencari tahu setidaknya satu hal.

Nantinya pasti salah satu Wanderer akan datang menyelamatkan So Hee.

Sekalipun So Hee berada di level terbawah, So Hee sudah tahu cukup banyak.

“Katakan padaku sekarang-”

‘Katakan padaku sekarang! Siapa kamu?’

Grroooaaa ---

Tangisan aneh mulai menyebar lagi ke sekeliling So Hee.

Seolah-olah dia akan melarikan diri.

Dan So Hee berteriak seolah mengakui harapan itu.

“Ungkapkan identitasmu! Jika kamu tidak ingin meledak dan mati!”

Pada saat itu.

“Apakah ini sebuah ancaman ketika aku bahkan tidak punya niat untuk mati?”

Suara acuh tak acuh terdengar.

“!!!”

Dan So Hee merasakan seluruh tubuhnya menegang.

Bukan hanya So Hee.

“Yang Mulia, cepat—”

“Hmm.”

Raja Tamahi memimpin rakyatnya dengan cepat menuju ke luar panggung dan kemudian berhenti.

Hal itu tidak dilakukan secara sukarela.

Seharusnya seperti itu.

“!”

Tamahi merasa tercekik sejenak.

Ssaaaa---

Sebuah hembusan angin.

Stadion menjadi cukup sunyi untuk mendengar suara angin yang berhembus.

Hanya Raja, rombongan, dan beberapa prajurit yang tersisa di sana.

Mereka semua memiliki Seni Bela Diri tingkat tinggi di Kerajaan Lan atau ahli di bidang lain, dan akumulasi pengalaman mereka cukup besar.

Namun demikian-

Tidak ada yang bisa dengan mudah membuka mulutnya.

Langit masih berwarna merah tua, namun benang putih dan naga hitam telah menghilang, jadi stadion ini, yang sedikit lebih gelap dari biasanya, telah berubah.

Orang-orang yang merasa lega dengan kedamaian yang akhirnya tiba merasa merinding di sekujur tubuh.

“… ..!!!”

Pupil Raja Tamahi bergetar.

Matanya beralih ke satu orang.

Bukan Heavenly Demon, Choi Han, atau bahkan Alberu yang berada di samping Raja Tamahi.

Apa yang Raja Tamahi lihat adalah-

‘Topeng-’

Itu Cale yang memakai topeng.

Raja Tamahi menatap tangannya.

“…..”

Ujung jari Raja Tamahi gemetar.

Merinding muncul di punggung tangan Raja Tamahi.

Tidak ada suara.

Itu bahkan tidak terlihat.

Namun, ada sesuatu yang membebani dirinya.

‘Ketakuran-’

Itulah ketakutan yang sebenarnya.

Namun, itu bukan sesuatu yang kejam.

Itu tidak kentara.

Rasa takut yang merayapi Raja Tamahi perlahan menggerogotinya seolah Raja Tamahi terjatuh ke dalam rawa.

Dan Raja Tamahi semakin merasakannya.

Ketakutan apa ini—

‘Aku tidak tahu.’

Ketakutan ini adalah ketakutan yang tidak Raja Tamahi ketahui.

Terkadang terlalu banyak hal yang terlintas dalam pikiran, dan terkadang tidak ada yang terlintas dalam pikiran.

‘Hanya-’

Itu mengingatkan Raja Tamahi pada malam menakutkan yang Raja Tamahi alami saat masih kecil.

‘Apa?’

Hal ini membuat Raja Tamahi berpikir tentang ketakutan mendasar yang dimiliki manusia.

Namun, sedikit demi sedikit, hal itu sepertinya mendominasi dan mencekik Raja Tamahi.

‘Ini peringatan.’

Raja Tamahi sadar.

Pria bertopeng itu sedang memperingatkan mereka sekarang.

Dan-

‘Kita diberi peringatan dalam jumlah yang sedang—'

Berbeda dengan kekuatan yang dia keluarkan kepada musuh.

Raja Tamahi mengenalinya.

“Uh!”

Karena erangan mendalam keluar dari mulut So Hee.

Berbeda dengan jeritan yang So Hee buat saat matanya terluka.

Erangan yang datang dari dalam tubuh So Hee dengan jelas menunjukkan situasi seperti apa yang dia alami saat ini.

“Ugh, hhuu!”

So Hee menaruh kekuatan pada kedua tangannya di lantai.

Seluruh tubuh So Hee gemetar.

Rasanya jika So Hee rileks sedikit saja, tubuhnya akan roboh di bawah kendali rasa takut yang menyempitkan seluruh tubuhnya.

‘Apa?

Energi apa ini?’

Ini bahkan bukan benih Kekuatan Unik.

Jadi ini kekuatan Aura? Mana?

‘Tidak!’

Tidak seperti itu.

‘Lalu Kekuatan Unik apa ini?’

Bukan-

‘Kekuatan Kuno?’

Kekuatan Kuno, istilah umum untuk Kekuatan Unik yang kini terlupakan.

Apakah itu?

‘Tidak!

Bukan itu juga.

Kekuatan yang berkurang itu tidak akan bisa menindas So Hee sebanyak ini.

‘Lalu apa itu?’

Karena cedera mata, So Hee tidak dapat melihat siapa yang menggunakan kekuatan ini.

Meski begitu, So Hee ingat satu orang.

‘Topeng!’

Ini kekuatan pria yang memakai topeng.

‘Siapa dia, sampai-sampai dia bisa menjatuhkan seorang Wanderer dengan energi milik sendiri??’

Akan sulit bahkan bagi sebagian besar Dewa untuk melakukan hal seperti itu.

“Uh!”

So Hee, yang bertahan, menemukan jawabannya dalam pemikiran sesaat.

‘Seorang Dewa!

Ya, seorang Dewa!!’

Awalnya, So Hee mengira Kim Hae Yee hanyalah AI, kolaborator Ahn Roman.

Namun setelah melihat Kekuatan Uniknya, justru dia adalah Wanderer lain.

(tl/n : So Hee mengira Heavenly Demon juga Wanderer spertinya)

Lebih jauh lagi, So Hee pikir Kim Hae Yee adalah seorang Wanderer yang terikat pada Dewa.

‘Dan Dewa itu~’

Tentu saja, So Hee berasumsi mereka (Heavenly Demon, Cale, Choi Han) adalah faksi dari Dewa Keseimbangan dari Dunia Dewa yang terbelah dua oleh Dewa Kekacauan. Dewa Keseimbangan adalah lawan Wanderer seperti So Hee, dan akhirnya So Hee berasumsi semakin banyak alasan mereka untuk membunuhnya.

Karena musuh sudah mencapai New World ini.

‘Tetapi aneh rasanya memikirkannya seperti itu.’

Dunia Dewa telah terbelah menjadi dua, jadi bagaimana para Wanderer yang melekat pada Dewa ini, yang melakukan semua pekerjaan untuk para Dewa, bisa mencapai sejauh ini?

‘Dan kekuatan ini—’

Ketakutan.

Ini juga merangsang rasa takut yang mendasar.

Maka hanya ada satu jawaban.

‘Teror Kekacauan!’

Kemampuan yang hanya diperuntukkan bagi murid dan Saint Dewa Kekacauan yang paling Dewa Kekacauan sayangi.

Itu masuk akal.

‘Dewa Kekacauan selalu mewaspadai kita.’

Meskipun Dewa Kekacauan tampak ramah, mustahil untuk mengetahui batasan di dalam pikirannya.

Saint Dewa Kekacauan.

Seberapa besar hambatan yang akan dihadapi para Wanderer yang ingin memperoleh status Dewa?

‘Dan apa yang kudengar dari mata-mata itu adalah sepertinya Dewa Kekacauan sedang melakukan sesuatu pada Dunia Iblis saat ini?’

Akankah Dewa Kekacauan seperti itu melakukan hal lain di New World??

Sebaliknya, bukankah dia hanya akan berpura-pura bahwa Dunia Dewa berada dalam kekacauan dan tidak punya waktu untuk khawatir, lalu menyerang para Wanderer?

‘Karena rencana itu tidak akan lama!’

Waktu untuk kemunculan Dewa Absolut, dan persiapannya, sangat singkat.

Jadi, jika Dewa Kekacauan ingin mengambil kendali seluruh dewan, sekaranglah satu-satunya waktu untuk bergerak.

“Pfft!”

Tawa keluar dari mulut So Hee.

Itu tidak masuk akal.

“Kamu-“

So Hee melihat ke arah mana energi itu berasal.

Sudut mulut So Hee terangkat.

“Apakah kamu ekor Dewa Kekacauan?”

Tapi senyum So Hee tidak bisa bertahan lama.

“Kheok!”

Tekanan di perut So Hee yang menjadi lebih besar dari sebelumnya menekannya.

Perasaan didominasi.

Ada sedikit rasa takut di sana.

“Ekor...”

Saat itu, suara tenang terdengar.

Suara itu lebih dekat dari yang So Hee kira.

Cale berlutut dan melakukan kontak mata dengan So Hee.

Cale tersenyum dan berkata padanya yang tidak bisa melihat Cale.

“Kenapa aku jadi ekor? Aku tidak punya niat melakukan hal seperti itu.”

Tentu saja, Cale tidak berniat mengambil peran sebagai Dewa Kekacauan.

Namun, alangkah baiknya jika musuh salah paham.

Tatapan Cale beralih dari So Hee ke Raja Tamahi, yang berhenti saat dia hendak mendekati Cale.

Alberu berdiri di sampingnya.

Alberu, yang melakukan kontak mata, menyeringai dan berbicara kepada Tamahi.

“Yang Mulia.”

“Ah.”

Tamahi tahu apa yang harus dia lakukan.

New World.

Sebuah permainan untuk Raising My Precious Absolute God.

Dalam game dengan kebebasan tinggi ini, ada alasan mengapa gamer menaati aturan. Jika tidak ada alasan tersebut, pengguna jahat akan melakukan segala jenis kejahatan di dalam game.

“Pendosa So Hee.”

Perintah Raja Tamahi.

“Bwa dia ke ruang bawah tanah istana.”

Pendosa.

Saat mereka yang dinyatakan sebagai penjahat oleh suatu negara, dan saat mereka akan dipenjara.

Meskipun pengguna game logout dan login kembali, mereka tetap berada di penjara. Khususnya, untuk melarikan diri dari penjara bawah tanah istana, seseorang harus memiliki kekuatan untuk menghadapi istana.

‘Ini berlaku sama untuk semi-NPC atau NPC.’

Aturan ini sama untuk Semi-NPC yang bisa logout seperti pengguna game.

‘Wanderer ini mungkin adalah Semi-NPC.’

Karena dia tidak akan bisa lepas dari permainan jika dia seorang NPC.

Dan Semi-NPC memiliki sesuatu yang berbeda dari pengguna game.

‘Jika kamu mati di sini, kamu tidak dapat hidup kembali.’

Bahkan jika pengguna game mati di dalam game, mereka dapat dihidupkan kembali beberapa kali.

Tentu ada penalti, tapi peluang tetap diberikan.

Namun, Semi-NPC tersebut akan mati begitu saja.

“So Hee.”

Cale memanggilnya dengan penuh kasih sayang.

“!!!”

So Hee tersentak.

Apa pun yang terjadi, Cale berbicara dengan lembut, memancarkan lebih banyak auranya yang mendominasi.

“Jangan berpikir kamu bisa melarikan diri.”

Cale berbisik di telinganya.

“Jika kamu ingin tetap berada dalam game selamanya, kamu bisa mencoba melarikan diri.”

Tetap dalam permainan selamanya.

Itu adalah suara kematian.

“Brengsek!”

So Hee menggeliat seolah suara Cale membuatnya merinding.

Oonggg—ngggung—

Cahaya putih meledak dalam sekejap.

Seolah-olah itu akan meledak.

“Yang Mulia!”

Sementara subjek yang terkejut dan perwira militer yang datang untuk menangkapnya terkejut.

Tiba-tiba.

Sebuah tanda pedang dangkal terukir secara horizontal di tengkuk So Hee.

“!!!”

Cale terkejut, tapi dia menelan ludah dengan keras dan menoleh.

Dia bisa melihat pedang Choi Han itu.

Setetes darah menetes dari ujung pedang Choi Han.

Itu adalah darah So Hee.

“…..“

So Hee tidak bisa berkata apa-apa.

Choi Han menembus cahaya putih dan mengukir benang horizontal dangkal di tengkuknya.

Momentum pembunuhan itu membungkam So Hee,

Cale sedikit takut.

‘Sepertinya dia tidak bisa melihat apa pun saat ini!’

Yah, itu bisa dimengerti.

Bukankah merekalah yang membuat Choi Jung Gun seperti itu?

Choi Han jelas merupakan pria yang baik dan lembut jika dilihat seperti ini.

-Hae Il.

Tentu saja, Cale juga punya alasan untuk menstimulasi So Hee.

-Beberapa saat yang lalu, ketika cahaya putih melonjak, benang padat terbang ke kejauhan.

Di bawah awan merah tua.

Ini adalah wilayah Heavenly Demon.

Setelah mendengar kata-kata Heavenly Demon, Cale diam-diam menatap So Hee, yang gemetar di bawah tekanan aura yang mendominasi.

‘Satu per satu-’

Mari memburu para Hunter Fived Colored Blood satu per satu.

Dan Cale harus membuat para Dewa Kekacauan, Hunter, dan Iblis saling bertarung.

Semuanya berjalan sesuai rencana dalam kerangka yang lebih besar.

Cale melihat sekeliling stadion yang kacau dan berbicara kepada Raja.

“Yang Mulia. Kamu harus menangkapnya dengan cepat.”

Cale mengarahkan So Hee ke Raja Tamahi yang membeku.

Dan Cale menambahkan satu hal lagi.

“Karena kami membuat keributan, kami akan pergi bersamamu.”

Ke Istana Kerajaan.

Di sana, Cale harus bertemu dengan suami Raja, Hinpa.

Ini juga merupakan rencana yang harus menjadi kenyataan.

‘Bagus.’

Sepertinya segalanya akan berjalan lancar, tanpa harus memakan waktu lebih lama lagi.

Tetapi.

“Hmm.”

Cale berpikir sambil menatap mata orang-orang Kerajaan Lan, termasuk, menatap Heavenly Demon dan Choi Han.

‘Apakah ini akan baik-baik saja?’

Semua orang ketakutan saat melihat Cale.

Cale dengan lembut melipat sudut matanya dan berbicara dengan ramah.

“Mari kita bicara bersama dan menyelesaikan kesalahpahaman kecil ini.”

Sebagai referensi, Cale masih memakai topengnya.

‘Astaga.’

Alberu menggelengkan kepalanya sendirian.

Grumble-

Awan merah tua berangsur-angsur menghilang, menampakkan langit biru.

Dan sinar matahari perlahan-lahan merembes masuk ke dalam pedang yang berada di sisi Alberu, Pedang Matahari.

Tidak ada yang mengetahui hal ini.

Cale – 380 It Must Have Been Not Enough

Cale duduk di sebelah Alberu dan melihat layar tembus pandang yang dia tampilkan.

“Ini gila.”

“Adik, setelah apa yang kita lakukan, bagaimana mungkin kamu tidak mengira akan terjadi keributan?”

Alberu tersenyum cerah dan sepertinya suasana hatinya sedang baik.

Cale berpaling dari senyuman itu dengan ekspresi kosong dan mengalihkan pandangannya ke layar.

=======================

<Gila. Kompetisi Seni Bela Diri rahasia telah hancur!>

=======================

Beberapa komunitas yang berpusat pada 'RMPAG' kini menjadi gempar tidak hanya di papan buletin Kerajaan Lan tetapi juga di papan buletin terintegrasi.

=======================

<Hei, hei, hei, langit di atas arena terlihat aneh sekarang, ada apa ini? Apa yang terjadi?

Apa yang terjadi di Kerajaan Lan sekarang?

Hanya langit di atas stadion yang berubah menjadi merah?

Apa ini semacam lapangan neraka??>

    -Gila, bukan lapangan neraka. Aku sedang mengungsi sekarang.

    -Tolong jelaskan lebih lanjut.

    -Pemimpin Chivalrous Alliance adalah mata-mata.

    -Dan. Aku yang berada di stadion itu adalah pemenangnya.

    -Bagaimana tadi?

    -Sebenarnya, aku tidak bisa melihat dengan baik.

    -Mengapa??

    -Jika kamu tidak ingin mati, kamu harus mengungsi.

    -Tapi Kim Hae Yee, pemimpin Chivalrous Alliance. Jelas sekali, kedua orang tersebut tampaknya memiliki elemen berbeda dalam sebuah misi besar.

    -Ini bukanlah pencarian pewaris kerajaan utama Lan. Lebih dari itu, sepertinya ini adalah petunjuk besar untuk episode tersebut.

=======================

Kim Hae Yee.

Nama itu disebutkan sedikit demi sedikit di papan buletin utama.

=======================

Kompetisi Seni Bela Diri Terbaik Dunia, pasti ada konspirasi tersembunyi!>

Benang putih, awan merah tua, skill apa itu?>

Kelompok misterius yang bahkan Raja Lan tidak mengetahuinya telah muncul!>

=======================

Artikel-artikel dengan berbagai judul pun bermunculan.

Kemudian, sebuah judul menarik perhatian Cale.

=======================

<Video Singkat.>

Diposting oleh pengguna yang pergi menonton pertandingan. Wah, gila. Mereka bilang dia NPC. Seberapa kuatkah dia?

Apakah ini skill yang juga bisa digunakan seorang pengguna?

    -Kim Hae Yee? Siapa dia?

    -Aku tidak tahu. Awalnya, aku mengira dia adalah NPC dari sebuah quest, tapi sepertinya bukan itu masalahnya. Sekarang aku tahu, ada konspirasi yang terjadi di kerajaan.

    - Apa yang terjadi dengan Chivalrous Alliance sekarang?

======================

Aku mengikuti tautan video.

Quang! Kwangkwaaaa-

Benang putih turun seolah-olah akan membatasi stadion.

Grumble--

Awan merah tua tercipta, dan setelah itu, pengguna buru-buru meninggalkan video saat mereka meninggalkan stadion.

    -Gila! Ini luar biasa!

=======================

Banyak hal yang terkandung dalam kata-kata pengguna.

Sebuah komentar muncul di bawah.

=======================

    -Hai. kamu yang mengambil video ini luar biasa. Bukankah itu terlihat seperti video ilegal?

    -ᄋᄋTidak diperbolehkan merekam video di Kompetisi Seni Bela Diri Terbaik Dunia.

    - Produser yang tidak diakui secara Transparent juga tidak diperbolehkan?

    -Itu bahkan tidak tercantum dalam situs resmi.

    -Bajingan itu mengganggu. Semua orang sedang mengungsi, tapi lihat dia bertahan selama dia bisa untuk merekam video. ᄍᄍ

    -Dan kamu, yang datang untuk melihat video seperti itu, juga luar biasa.

    -Apakah kamu ingin pergi ke belakang?

    -ᄋᄋ

=======================

"Oh."

Cale mengatakan sesuatu sambil menonton video itu.

“Syukurlah. Wajahku dan Choi Han tidak muncul.”

Sebelum Cale atau Choi Han bertopeng yang sebenarnya melawan So Hee muncul, masyarakat umum sudah meninggalkan stadion.

Kebanyakan dari mereka yang melihat Cale, Choi Han, dan Alberu adalah mereka yang tetap berada di stadion sampai akhir bersama Raja.

Terlebih lagi, Cale dan Choi Han bahkan telah mengubah warna rambut mereka.

Jika Choi Han dan Cale terlihat dari jauh, orang-orang bahkan tidak akan tahu siapa mereka itu.

Heavenly Demon, wajahmu terlihat, tapi menurutku itu tidak masalah karena wajahmu sudah tertutup.”

"Bagaimana denganku??"

Cale tersenyum mendengar perkataan Alberu sambil nyengir.

“Yang Mulia, demi masa depan, sebaiknya kamu menunjukkan wajah kamu sesekali, kamu adalah seorang pahlawan masa depan yang mendapat restu dari matahari.”

“......”

Mendengar kata-kata itu, wajah Alberu menjadi mengkerut.

Sepertinya dia masih kurang menyukai kata ‘pahlawan’.

‘Aneh.’

Alberu menginginkan posisi Kaisar tanpa ragu-ragu, tetapi benci menjadi seorang pahlawan.

‘Aku tidak suka keduanya.’

Baik Kaisar maupun pahlawan tidak membuat jantung Cale berdebar kencang. Hanya—

'Pengangguran.'

(tl/n : applause sebanyak-banyaknya karena ini adalah satu-satunya konsistensi seorang Cale Henituse)

1 kata itu saja sudah membuat jantung Cale berdebar kencang.

Cale bersandar di sofa.

Berita tentang kita pasti sudah sampai ke Fived Colored.”

Alberu membuka mulutnya seolah menanggapi perkataannya.

Videonya telah dihapus.”

"Sudah?"

Itu pasti telah dihapuskan dari Transparent.”

Transparent Co., Ltd. menghapus video tersebut.

Arti kata-kata ini sederhana.

Transparent Blood akan menemukan kita.”

Khususnya Heavenly Demon, yang wajahnya dikenal, akan menjadi yang paling dicari. Bagaimana menurutmu?”

Menanggapi pertanyaan Cale, Heavenly Demon, yang duduk bersila di hadapannya dengan mata tertutup, membuka mulutnya.

Tidak masalah.”

Transparent Blood atau Wanderer. Heavenly Demon tidak peduli siapa yang mencarinya.

Aku tidak berencana untuk tinggal di sini untuk sementara waktu.”

Heavenly Demon, semi-NPC.

Dia akan menghilang dari Kerajaan Lan setelah semuanya selesai.

Ada sesuatu yang perlu kupelajari sehingga aku harus pergi ke Demon Cult.”

Heavenly Demon berencana untuk kembali ke Demon Cult dan berlatih serta menggunakan kekuatan yang Heavenly Demon peroleh kali ini.

Ketika Heavenly Demon muncul lagi di New World ini, dia mungkin akan jauh lebih kuat dari sekarang.

'Bahkan ada para Demon Cult.'

Akan ada lebih banyak Demon Cult di sisinya, yang akan semakin mengamuk di bawah langit Heavenly Demon yang akan berada di sisinya.

Hmm. Heavenly Demon-nim?”

Alberu dengan canggung memanggil Heavenly Demon.

Ada apa Yang Mulia?”

Heavenly Demon juga menunjukkan rasa hormat kepada Alberu dengan bersuara agak tinggi. Alberu tersenyum cerah pada Heavenly Demon yang matanya terpejam.

Nanti, saat aku membangun Kerajaanku di masa depan, mengapa kau tidak mendirikan cabang Demon Cult di tanahku?”

Heavenly Demon tiba-tiba membuka matanya.

“......”

Heavenly Demon menatap Alberu, yang tersenyum cerah, lalu tertawa.

Seperti yang diharapkan dari hyung Kim Hae Il.”

Lalu Heavenly Demon menutup matanya.

Aku akan memikirkannya.”

Aku harap pemikiran kamu mengarah ke arah yang baik.”

Cale, yang melihat ke arah Alberu dan Heavenly Demon secara bergantian, menggelengkan kepalanya.

Mengejutkan bahwa tidak satu pun dari mereka yang ragu apakah Alberu dapat mendirikan sebuah Kerajaan atau tidak.

"Apa?"

Ketika Alberu menatap Cale dengan senyum cerah seolah suasana hatinya sedang baik, Cale balas tersenyum.

"Tidak. Ini bukan masalah besar. Persahabatan antara kamu dan Heavenly Demon sungguh indah.”

“Tsk.”

Alberu dan Heavenly Demon mendecakkan lidah mereka pada saat yang sama dan berbalik dari Cale.

Knock knock.

Saat itu, terdengar ketukan, dan Choi Han membuka pintu.

Choi Han segera berbicara dengan Cale.

Tuan Penasihat telah tiba.”

Mendengar kata-kata Choi Han dalam topi bambu, mereka bertiga bangkit dari tempat duduk mereka, dan kelompok itu secara alami terpecah menjadi 2 orang versus 2 orang.

Choi Han.”

Cale mendekati sisi Choi Han. Heavenly Demon berdiri di samping Cale.

"Silakan."

Mendengar kata-kata Cale, Heavenly Demon tersenyum dan membuka mulutnya.

“Interogasi adalah keahlianku, bukankah kau memintaku untuk melakukan sesuatu?”

“Ah.”

Setelah jeda beberapa saat, Heavenly Demon berbicara dengan tenang kepada Choi Han, seolah-olah dia mengerti kata-kata Cale.

“Jangan bunuh dia sampai aku menginterogasinya. Aku tidak ingin dia mati.”

Shhaaa.

Heavenly Demon tersenyum, dan Choi Han menggelengkan kepalanya dengan bingung.

Itu tidak mungkin.”

Heavenly Demon menatap langsung ke mata Cale.

"Jangan khawatir. Aku akan mencari tahu sebanyak yang aku bisa.”

Heavenly Demon dan Choi Han.

Mulai sekarang, keduanya akan pergi ke ruang bawah tanah terdalam di Istana Lan dan berurusan dengan Wanderer So Hee.

Sebaiknya dua orang mengambil informasi dari So Hee.

Charun, penasihat Raja dan Kepala Akademi Seni Bela Diri, berbicara.

Di sini, ikuti saja orang ini.”

Seorang petugas menundukkan kepalanya pada Choi Han dan Heavenly Demon.

Ketiga orang itu pergi lebih dulu, dan Cale melirik ke arah Alberu, yang dengan santai berdiri di sampingnya, lalu berbicara kepada Charun.

"Mohon bimbingannya."

“Iya. Silakan datang.”

Master Charun mulai berpindah ke tempat rahasia di istana yang berbeda dengan penjara bawah tanah.

***

“Terima kasih telah meluangkan waktu dari jadwal sibukmu.”

Cale berbicara sambil tersenyum dan meminum secangkir teh.

Rasa yang dalam dan gurih membuat mulutnya terasa enak.

“Memang berisik, dan sudah lama sekali aku berurusan dengan hal berisik seperti ini sejak aku menjadi Raja.”

Raja Tamahi dari Kerajaan Lan pun menanggapinya dengan riang sambil menyesap tehnya.

Saat ini, ibu kota Kerajaan Lan sedang berisik.

Berbagai macam perbincangan beredar tentang apa yang terjadi di Stadion Seni Bela Diri.

Secara khusus, Kompetisi Seni Bela Diri Terbaik Dunia untuk menentukan penerus Raja Tamahi dihentikan sementara,

Chivalrous Alliance, salah satu dari Lima Kekuatan Besar, kini sedang dihancurkan.

Bahkan jika mereka adalah kekuatan terbesar Dari Lima Kekuatan Besar dan terdiri dari banyak prajurit, mereka tidak dapat mengalahkan keluarga Kerajaan.

Selain itu, Empat Kekuatan Besar lainnya juga bekerja sama.

“Jadi- bisakah kamu memberitahuku tentang masalah apa ini?”

Raja Tamahi berbicara agak keras kepada Cale.

Dan itu juga sambil tersenyum.

Tapi ada energi sejuk di dalamnya.

"Hmm."

Cale mengangkat bahunya seolah sedang berpikir sejenak dan kemudian menatap Raja.

“Apakah kamu tahu Blood Demon?”

“......”

Raja tidak menjawab.

Tapi Cale tidak melewatkan matanya yang gemetar.

“Oh, apakah nama dia di sini The Blue One?”

Blood Demon yang merupakan kepala keluarga Blue Blood.

Selain itu, ia juga merupakan pengguna ‘The Blue One’ dan berada di peringkat ke-4 di RMPAG.

"Hmm."

Raja menghela nafas.

“Sebelum Turnamen Seni Bela Diri, siapa yang menjadi penerusmu?”

Raja tertawa hampa mendengar pertanyaan lanjutan Cale.

“Aku rasa kamu sudah mempunyai gambaran, mengapa kamu bertanya?”

Faktanya, itu adalah pengakuan dari Tamahi sendiri bahwa Blood Demon adalah penerus berikutnya.

Mendengar hal itu, Cale angkat bicara.

“The Blue One sudah pergi, kan?”

"...Itu karena-"

“Kami membunuhnya.”

"!"

Teh dalam cangkir teh di tangan raja yang dia aduk berhenti.

“Kamu kenal Wanderer, kan?”

Cale hanya bertanya.

Raja memandangnya dan menutup matanya rapat-rapat.

“Aku tidak mengenal So Hee.”

“Kamu bilang kamu kenal Wanderer lain. Apakah kamu diancam oleh mereka?”

“Aku adalah orang-orangan sawah.”

Percakapannya tidak panjang, tapi Cale bisa mendapatkan gambaran umum tentang ceritanya.

Dan bagi Cale, ini sudah cukup.

Karenanya Cale balik bertanya.

“Apakah kamu mencoba melarikan diri?”

"Aku kira demikian. Tapi itu tidak mudah."

Cale yang sedang menatap Raja Tamahi yang berbicara terus terang, membuka mulutnya.

“Apakah karena Prince Consort?”

“!!!”

Kali ini, Tamahi tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya dan mengungkapkannya dengan jelas.

 "Itu-"

“Menurutku kamu adalah puppet ruler dari Prince Consort.”

“—!”

“Dan kamu juga akan menjalin hubungan kerja sama dengan Wanderer.”

"Kamu-"

Cale tidak repot-repot berbicara dengan Raja yang tercengang.

“Aku ingin bertemu Prince Consort.”

“Jelas kamu pasti tidak menginginkan posisi penerus.”

"Ya. Aku berpartisipasi dalam kompetisi ini karena aku ingin bertemu dengan Prince Consort.”

“….Apa yang akan kamu lakukan saat bertemu Prince Consort?”

Cale tersenyum mendengar pertanyaan Tamahi.

“Apa pun itu, itu akan membantu Yang Mulia Raja.”

Daripada langsung menjawab, Tamahi menyesap tehnya.

Tamahi perlu menenangkan pikiran dia.

Blood Demon.

Wanderer.

Prince Consort.

Karena Tamahi tidak pernah membayangkan semua kata-kata tersebut akan terucap langsung dari mulut Cale.

Tamahi perlu mengatur pikiran dia.

Jadi Tamahi bertanya apa yang perlu dia ketahui terlebih dahulu.

"Siapa kamu?"

Identitas lawan.

Tamahi juga tidak mengetahuinya.

"Kita adalah-"

Cale memandang Alberu yang sedang santai minum teh di sebelahnya, lalu mengalihkan pandangannya dan berbicara kepada raja.

“Kami adalah Aliansi.”

"...Aliansi?"

“Aku datang dari Kerajaan Kegelapan.”

Cale menunjuk ke Alberu.

“Dia adalah seseorang yang akan segera menjadi Kaisar di suatu negeri..”

Bukan seorang Raja, tapi seorang Kaisar,

Dan belum ada wilayah yang bisa dideklarasikan,

Bagaimanapun, dia adalah Kaisar masa depan.

“Ap, apa maksudnya?”

Untuk pertama kalinya, Raja Tamahi tergagap, tidak mampu menyembunyikan rasa gugupnya.

“Haha, itu benar!”

Dan Cale tersenyum manis.

Alberu, yang dengan santai minum teh dan menonton semua ini, berpikir.

‘Kurasa aku akan diam saja.’

Kalau Alberu diam saja saat adiknya membuka mulutnya, tidak akan ada salahnya.

Dan-

‘Karena itu pasti akan bermanfaat bagiku.’

Alberu tidak mau repot-repot mengungkapkan kebenarannya ketika Cale mengatakan bahwa dia otomatis akan menjadikannya Kaisar.

Itu adalah pemandangan yang menurut Raon sama, tetapi Alberu dan Cale sama-sama serius.

Melihat penampilan serius kedua orang tersebut, Raja Tamahi tergagap sebelum membuka mulutnya.

“….Kerajaan Kegelapan….. Dan ini Kaisarnya -?"

"Ya. kamu benar!"

Cale menjawab dengan riang dan kembali menyampaikan permintaannya.

Aku ingin mendiskusikan detailnya dengan tenang setelah bertemu Prince Consort. Ah. Tetap saja, alangkah baiknya kamu mengetahui satu hal ini!”

Prince Consort.

Cale harus bertemu dengan suami Raja dan segera menyelesaikan misinya.

Wanderer.

Karena mereka akan mengira Cale dkk adalah pengikut Dewa Kekacauan melalui kontak yang dikirimkan So Hee.

Agar ‘ARM’ menjadi aktif, Cale membutuhkan kekuatan Saint.

Selain itu, Choi Jung Gun juga harus diselamatkan.

...Ada yang perlu diketahui?”

Fufufu~ kamu akan tahu!”

Cale berbicara dengan cepat dan ceria.

Kami bersama pahlawan matahari yang akan menyelamatkan New World! Dan Kerajaan Kegelapan bertekad untuk melindungi dunia ini! ha ha!"

“Puha—"

Alberu yang sedang menikmati tehnya dengan anggun, menyemprotkan teh yang sedari tadi dia pegang di mulutnya.

Setelah beberapa saat, dengan Raja yang penuh kebingungan, Cale menuju ke bagian terdalam istana untuk menemui Prince Consort.

Tentu saja, mengabaikan tatapan Alberu yang sedikit curiga.

Cale - 381 It Must Have Been Not Enough

Kerajaan Lan dianggap sebagai salah satu Dari Tiga Kekuatan Besar di New World bersama dengan Kerajaan Timur dan Barat.

Bahkan di tempat yang disebut Land Of Meditation ini, tempat yang sangat penting yang  adalah Tempat Suci di Istana Kerajaan.

Tempat Suci Kerajaan Lan,

Hanya Raja dan keluarganya yang diperbolehkan masuk ke sana, dan orang lain hanya boleh masuk dengan izin Raja.

Raja Tamahi saat ini.

Dan suaminya, Prince Consort Hinpa.

Cale melirik ke jendela layar yang tembus cahaya.

[Skill : Chaotic Terror  (Dinonaktifkan)]

[*Kamu harus mengunjungi Gereja Dewa Kekacauan untuk mengaktifkannya. -Lihat selengkapnya~]

Subquest 1. [Menghilangkan kekuatan kekacauan]

'Dalam ingatan Serissa, Prince Consort Hinpa muncul.'

Serissa terkenal sebagai uskup di Gereja Dewa Matahari.

Serissa adalah pengikut Dewa Kekacauan.

Di Akademi Ibukota Kekaisaran Barat, Cale bertemu dengannya dan mendapat petunjuk tentang Tempat Suci dalam ingatannya.

‘Prince Consort Hinpa memiliki peta menuju Tempat Suci.’

Serissa jelas menerima misi dari Tanah Suci, dan orang yang membimbingnya ke sana adalah Prince Consort Hinpa.

Shhhhaaah--

Suara air terdengar.

Cale menoleh dan melihat sekeliling.

“Ini danaunya.”

Pusat Istana Lan.

Ada sebuah danau di sana, dan sebuah pulau kecil di tengahnya.

Keluarga sedarah yang dekat dengan Raja tinggal di pulau itu.

“Itu menarik.”

Alberu memandang ke danau seolah dia cukup tertarik.

Shhaaa--

Meski berupa danau, airnya mengalir.

Sebuah danau besar sebesar gabungan beberapa stadion Bimou.

Shhaaaaah--

Permukaan danau tidak tenang.

Sebaliknya, banyak arus mengalir, bertabrakan satu sama lain, dan melilit satu sama lain.

Cale melihat ini dan berbicara sambil bercanda.

“Jika aku jatuh, apakah aku akan mati?”

Dan Raja Tamahi menjawab dengan tenang.

“Ya. Kamu akan sekarat.”

“Hmm.”

Cale tersentak.

Bagaimanapun, Tamahi mendekati danau tanpa ragu-ragu.

“Danau Ketenangan.”

Itu adalah nama dari sebuah Tempat Suci.

“Di permukaan air yang tak kasat mata, air mengalir tanpa henti sesuai keinginannya sendiri.”

“Terkadang kami bertemu dan berkelahi.”

“Terkadang kami saling berpelukan dan menjadi bersatu.”

“Jangan pernah menjadi satu dan air tidak pernah berhenti.”

Kata-kata yang mengacu pada Danau Ketenangan mengalir dari mulutnya.

“Ini seperti laut.”

Permukaan airnya seperti laut.

“Itu juga bisa menjadi rawa.”

Danau itu menarik orang-orang yang tersapu arusnya seperti rawa.

“Siapapun yang terjatuh ke tempat ini akan ditenangkan oleh air yang terus menerus bertempur di kedalaman.”

Hanya saja—

Alberu mengucapkan kata-kata itu seolah-olah mengunyah makanan di mulutnya dan kemudian berbicara.

“Diam adalah kematian.”

“Ya.”

Ada sebuah pulau di tengah danau, tapi tidak ada perahu menuju ke sana.

Raja Tamahi melihat ke arah suaminya yang berdiri di kejauhan, lalu melihat untuk terakhir kalinya ke arah Alberu dan Cale yang berdiri di sisinya, dan Penasihat Charun, satu-satunya bawahan yang datang bersamanya, dan melangkah ke dalam danau.

“Tetapi ada cara untuk menghindari kematian.”

Tap.

Saat sepatunya menyentuh permukaan danau.

Shaaa---

Melalui suara air.

Drop, Drop, Drop.

Suara tetesan air terdengar.

[ Hoo. ]

Cale mendengar suara kekuatan kuno Sky Eating Water berseru, dan Cale mengangkat pandangannya ke atas. Tetesan air tiba-tiba muncul di udara.

Drop, Drop, Drop.

Setetes air yang hanya menciptakan satu garis.

Tetesan air itu jatuh ke permukaan danau.

Clak clak. Clak-

Dan sebuah jalan tercipta di depan Tamahi.

Tidak ada perkelahian, tidak ada pelukan.

Tetesan air yang jatuh dengan tenang menjadi jalan yang sepi.

Sebuah jalan dimana dua orang bisa berjalan berdampingan.

“Silakan lewat.”

Tamahi mengulurkan tangannya, diikuti oleh Charun, Alberu, dan Cale.

Tap.

Cale melangkah ke satu-satunya jalan sepi di danau yang terus-menerus menimbulkan kebisingan.

'Hmm.'

Saat itu, Cale merasakan sensasi yang aneh.

[Kamu telah sampai di area tertutup.]

Jendela status dengan baik hati menginformasikan hal ini dalam status windownya.

[Tidak ada sihir atau aura yang dapat digunakan di area tersebut (tidak termasuk Danau Ketenangan dan Pulau).]

[Hanya orang yang berwenang yang boleh masuk.]

“Ah.”

Ketika Cale mendengar bahwa tidak mungkin menggunakan sihir untuk terbang di atas danau dan mencapai pulau, Cale bertanya apa yang Raja Tamahi maksud, dan Cale rasa itulah yang dia maksud.

Tap tap tap.

Rasanya seperti Cale sedang berjalan di jalan tanah yang sedikit basah oleh hujan.

Cale berjalan menyusuri jalan, menghirup udara segar.

'Hmm?’

Kemudian, Cale berhenti ketika melihat Putra Mahkota Alberu berdiri di depannya.

‘Bagaimana…?'

Pedang di sisi Alberu.

Pedang ini, yang disembunyikan di balik sarungnya, adalah pedang matahari, benda suci Dewa Matahari dan hanya bisa digunakan oleh para pahlawan.

Berkilau.

Cahaya redup keluar dari celah di antara sarungnya.

‘Tunggu...'

Bukankah pedang itu sedang menyedot cahaya?

Anehnya, cahaya di sekeliling Cale sepertinya mengarah ke arah pedang itu.

“Oh.”

Cale terkesan.

“Mengapa?”

Alberu bereaksi terhadap suara itu membuatnya berbalik, lalu berhenti.

“… .Ada apa?”

‘Ada apa dengan raut wajahnya?’

Cale menyeringai pada Alberu, yang tidak bisa mengatakan apa yang ada di pikirannya.

“Entah.”

Cale harus memberitahu Alberu nanti.

Cale mengambil keputusan dan tersenyum lemah lembut.

“...Ha.”

Alberu menghela nafas panjang dan dengan cepat menoleh.

'Mengapa juga dia seperti itu?'

Wajah Cale berkerut, merasa seolah-olah dia disumpahi entah dari mana.

Tapi tak lama kemudian Cale segera meluruskan wajahnya.

‘Bagian depan yang keren.'

Pulau itu dihiasi dengan paviliun-paviliun mewah.

Semakin dekat Cale dengan tempat itu, semakin dia melihat ruangan yang tidak mencolok, namun tenang dan berkelas. Bahkan sehelai rumput atau sekuntum bunga pun.

Tidak ada yang keluar dari harmoni, dan tidak ada permata atau emas yang terlihat.

“Ah-”

Keharmonisan dan keindahan tempat itu begitu luar biasa sehingga bahkan Putra Mahkota Alberu pun terkesan.

“Yang Mulia.”

Prince Consort Hinpa secara pribadi ada di sana untuk menemui mereka.

'Dia dikenal cukup berdedikasi.'

Hinpa, yang berasal dari keluarga bangsawan yang cukup berkuasa, dinilai menyerahkan seluruh kekuasaan setelah menjadi suami Tamahi dan setia sepenuhnya pada perannya sebagai sekretaris negara.

'Tapi dia adalah bawahan Dewa Kekacauan.'

Seseorang yang bekerja sama dengan Wanderer Fived Colored Blood dan mengawasi Raja.

“Yang Mulia. Apakah ini para pahlawan yang menghentikan Chivalrous Alliance kali ini?”

Prince Consort Hinpa terlihat lebih cocok menjadi pegawai negeri daripada suami Raja.

Berbeda dengan Raja Tamahi yang tampak kuat, wajahnya yang sedikit pucat mengingatkan Cale pada kelopak bunga yang berkibar.

“Itu benar.”

Raja menginjak tanah dengan senyuman di wajahnya.

Penasihat Charun dengan sopan menyapa Hinpa, disusul Alberu.

Dan Cale, yang bersembunyi di belakang, perlahan muncul.

Prince consort Hinpa.

Dia tersenyum lembut.

Smile.

Dan Cale pun membalas senyuman indah itu.

“??”

Tapi wajah Hinpa dipenuhi keraguan.

Karena Cale tidak menyapanya.

Hal yang sama terjadi pada Alberu.

Dua orang biasa yang tidak menyapa Prince Consort.

Ada jeda sedetik, tapi Hinpa mempertahankan ekspresinya dan mengalihkan pandangannya ke Raja.

“Yang Mulia. Bisakah kamu memperkenalkan orang-orang ini kepadaku?”

Suara yang diucapkannya lembut rapi dan tenang.

“Hmm.”

Saat Raja Tamahi membuka mulutnya, momen kekhawatiran muncul di wajahnya.

Cale bilang selama mereka datang ke sini dan bertemu Prince Consort, Cale akan mengurus sisanya.

'Aku tidak tahu kamu akan keluar menemuiku.'

Namun tidak disangka Prince Consort keluar menemui mereka secara langsung, meninggalkan para penjaga dan datang sendirian. Mungkin itulah sebabnya dua orang yang mengalahkan So Hee sangat penasaran.

“Mereka adalah~”

Saat Raja Tamahi berbicara.

“Pemandu.”

Sepatah kata keluar dari mulut Cale.

“!”

Dan ini pertama kalinya Hinpa melihat Tamahi.

“!”

Mengapa ada kegelisahan yang begitu mendalam di wajah Prince Consort Hinpa?

Persis seperti air di Tempat Suci ini.

Emosi yang intens terlihat di wajahnya.

“Pemandu?”

Saat Raja mengucapkan kembali kata-kata itu. Cale maju selangkah.

“Atau bolehkah aku bilang utusan?”

Seorang pemandu atau pembawa pesan.

Ini berarti Hinpa memiliki posisi di Gereja Dewa Kekacauan daripada hanya menjadi pengikut.

Cale membuka mulutnya pada Hinpa, yang merasa malu.

“Primordial Night.”

Saat itu, ekspresi Hinpa berubah.

Nguuung---

Energi abu-abu muncul dari tubuh Hinpa.

“Beraninya kamu menyebut nama itu~!”

Primordial Night.

Tempat itu adalah nama Tanah Suci Dewa Kekacauan.

“Siapa kamu?”

Di tangan Hinpa, senjata dengan energi abu-abu sedang diciptakan.

Berbeda dengan Uskup Serissa, kali ini tombaknya panjang.

“Kamu!”

Charun berdiri di depan Raja karena terkejut.

Shhaaaa.

Karena diketahui bahwa dia tidak bisa melakukan seni bela diri apa pun.

“Aku?”

Tapi Cale berjalan menuju Hinpa.

Alberu mengikuti di belakang Cale seolah-olah dia adalah seorang pendamping, tetapi Cale tidak peduli.

Ada sesuatu yang Alberu tunggu.

Tapi Cale berjalan menuju Hinpa.

[Kamu telah bertemu dengan Utusan Kekacauan (Lord Hinpa)!]

Alarm pencarian muncul di benak Cale.

‘Aku tidak panik lagi.'

Cale melihat lagi pada kalimat yang dia lihat sebelumnya.

[Gunakan ‘Keterampilan: Chaotic Terror (L)’.]

Kalimat yang muncul ketika berhadapan dengan Uskup Serissa.

[*Ini adalah skill jangkauan luas, tapi kali ini, demi kemajuan misi, itu hanya berlaku pada target 'Hinpa'.]

Keterampilan legendaris dibuka sementara untuk melanjutkan misi.

Nguung─ngguung---

Energi abu-abu muncul dengan teriakan aneh.

“!”

Ini jelas berbeda dengan waktu bersama Serissa.

“Uh, kenapa kekuatan ini—”

Hinpa mengenali kekuatan ini.

[Jika target Chaotic Terror adalah pengikut Dewa Kekacauan, ada kemungkinan tertentu (30%) kamu bisa menipu dan mendominasi lawan.]

[Probabilitas bervariasi tergantung pada kemahiran keterampilan.]

[Kemahiran keterampilan saat ini: F (namun, untuk sementara diubah menjadi A untuk melanjutkan misi)]

Dan Hinpa tidak langsung berefek pada kekuatan Chaotic Terror.

[Lawan berhasil melawan!]

Cale gagal dalam menggunakan skill itu pada Hinpa dalam sekali percobaan.

Sebagai akibat-

Kwaaaaang!

Cale bisa melihat tombak abu-abu menuju ke arahnya.

Dengan suara keras, Cale mundur selangkah.

“Kekuatannya luar biasa.”

Sebelum Cale menyadarinya, Alberu sudah berdiri di depan Cale dan memblokir tombaknya.

Tombak putih, senjata utama di tangan Alberu, retak.

Swooosh -

“Beraninya kamu menggunakan kekuatan yang sangat besar!”

Prince Consort Hinpa mengayunkan tombaknya lagi.

Nguungg--

Satu hal yang pasti tentang energi abu-abu yang mengelilinginya.

'Lebih kuat dariku!'

Raja Tamahi merasakan kekuatan Hinpa yang sebenarnya.

Seorang pengikut Dewa Kekacauan, dan berurusan dengan Wanderer Fived Colored Blood.

Hinpa tidak seharusnya menjadi orang yang lemah.

‘Wanderer itu bukan satu-satunya yang mengincar Kerajaan ini!'

Tamahi menyadari bahwa orang yang benar-benar mencoba melahap Kerajaan ini adalah Gereja Dewa Kekacauan yang berfungsi sebagai pengawas antara Wanderer dan dirinya sendiri.

“Yang Mulia!”

“Lindungi Yang Mulia!”

Kerabat sedarah dan penjaga mencoba mendekat.

“Berhenti!”

Tamahi memblokirnya dan menghunus pedangnya.

“Penasihat, mundurlah!”

“Baiklah!”

Charun, sang Master Seni Bela Diri, buru-buru mundur, mengetahui bahwa keahliannya tidak akan membantu, dan Tamahi melompat ke tempat Alberu dan Hinpa bertarung.

Buk, Buk, Buk.

Jantungnya berdebar kencang.

'Menakutkan!’

Tamahi merasa takut sekarang.

Woooooo ---

Kekuatan tombak Hinpa sangat besar, tetapi energi abu-abu yang memancar dari Hinpa membuat Tamahi ketakutan.

“Hhaa.”

Alberu menghela nafas.

Ilmu tombak.

Energi

Kekuatan.

Secara keseluruhan, Hinpa lebih kuat dari tombak Alberu.

'Aku tidak bisa menggunakan sihir.'

Alberu berencana untuk bertahan selama mungkin daripada membeberkan semua kekuatan miliknya. Pedang Matahari bahkan tidak ada dalam pikirannya.

Alberu menggerakkan tombaknya dengan wajah tanpa ekspresi.

“Aku akan membantu!”

Saat itu, Raja Tamahi mengayunkan pedangnya untuk ikut bertarung.

“Cukup.”

Namun Alberu menolak.

“Apa?”

Tamahi bingung.

“Sombong sekali kamu! Kamu harus mengakui semuanya dengan kata-katamu sendiri!”

Hinpa mengayunkan tombaknya lebih kuat.

Hinpa tidak sabar.

‘Wanderer So Hee telah ditangkap.'

Fakta bahwa So Hee tiba-tiba tertangkap seperti itu berarti ada yang tidak beres dengan rencananya. Selain itu, Hinpa mendengar bahwa Uskup Serissa ditahan oleh Gereja Dewa Matahari.

'Situasi ini dikarenakan—'

Itu pasti karena orang-orang ini.

Alberu dan Cale.

Mata Hinpa tenggelam dalam saat dia melihat mereka dua.

Pemandu.

Orang yang mengetahui jalan menuju Tempat Suci.

Cale menyebutkan posisi dan nama Tempat Suci tersebut.

Meski Hinpa harus melarikan diri dengan cepat, ia tidak bisa karena harus mencari tahu identitas Cale.

'Ia bahkan meniru kekuatan Saint itu.'

Bukan.

Itu bukan tiruan.

'Itu sama dengan kekuatan masa-masa awal Saint itu.'

Saint jenius yang tidak akan pernah terlihat lagi di Gereja Dewa Kekacauan.

Begitu Saint terbangun, dia bisa menggunakan Kekuatan Kekacauan secara keseluruhan.

Tapi orang di depan Hinpa ini telah menggunakan kekuatan itu pada tingkat yang sama.

‘Siapa sebenarnya dia?'

Hanya ada satu Saint di dunia.

Jadi-

‘Siapa dia?’

Apakah dia juga pengikut Dewa Kekacauan?

Apakah dia sekutu?

‘Tidak.’

Itu tidak mungkin terjadi.

Tidak diperbolehkan untuk menggunakan Kekuatan Kekacauan melawan sekutu mereka sendiri, bukan?

Selain itu, Hinpa adalah pemand, bukan orang lain.

'Jika-'

Mungkinkah para Dewa telah melakukan sesuatu?

Apakah ada sesuatu yang tidak Hinpa ketahui? Tapi apa?

‘Sungguh, ada apa??'

Hinpa tidak dapat melarikan diri, dia juga tidak dapat bertarung dengan sekuat tenaga, dan menjadi kebingungan.

Pada saat itu.

“Jika kita menggabungkan kekuatan sekarang, kita bisa menangkapnya!”

Momen ketika Raja Tamahi tidak melewatkan kesempatan dan berbicara kepada Alberu sekali lagi.

“Menurutku ini bukan giliran kita.”

Alberu mengucapkan kata-kata itu dan mundur selangkah.

“!!!”

Hinpa tiba-tiba bertanya-tanya ada apa dengan situasinya.

Alberu melangkah mundur dan melakukan kontak mata dengan Cale sekali lagi.

“!!!”

Dan Raja Tamahi akhirnya bisa mengingat apa sebenarnya ketakutan itu.

Shhhaaaaa-

Ketakutan yang Tamahi rasakan dalam dirinya benar-benar mendasar, membuatnya merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan saat dia ketakutan di malam hari sebagai seorang anak, membuat tulang punggungnya merinding.

‘Itulah mengapa aku bisa berpura-pura tidak tahu.’

Tamahi bisa mengatasinya seiring pertumbuhan dia.

Namun-

‘Ketakutan sebenarnya adalah-’

Tidak.

Ini bukan rasa takut.

Tamahi merasa seluruh tubuh dia dikendalikan.

Rasanya Tamahi butuh izin seseorang untuk bernapas...

Meski demikian, ketakutan mendasar muncul dari Tamahi.

Sama seperti seekor herbivora yang secara samar-samar merasakan ketakutan terhadap binatang buas, semakin ia tumbuh, semakin ia takut terhadap binatang buas.

Ini adalah jenis ketakutan yang tidak ingin Tamahi ketahui, atau lebih tepatnya, tidak ingin dia ketahui.

Saat ketika seseorang jatuh ke rawa ini, otomatis mereka ingin didominasi.

“Ah.”

Tamahi, merasakan ketakutan dan kendali yang lebih besar, mengendurkan cengkeramannya pada pedang. Dan Alberu menyilangkan tangannya dan menggelengkan kepalanya.

‘...Apa ini-‘

Dominating Aura yang bahkan membuat Wanderer So Hee pun tunduk.

Kekuatan itu terkonsentrasi pada Hinpa.

Yang dirasakan Alberu dan Raja Tamahi tak lebih dari energi yang meluap-luap.

‘Ini bukan kekacauan yang aku tahu-‘

Bahkan kekuatan itu mengandung kekacauan.

Dan Hinpa juga merasa seperti Cale mencoba mengendalikan dia.

'Apa?'

Kebingungan Hinpa semakin parah dan akhirnya menjadi ketakutan.

Cale mendekati Hinpa dan menampilkan keahliannya sekali lagi.

[Gunakan ‘Keterampilan: Chaotic Terror (L)’.]

[Jika kamu membuat lawanmu ketakutan, kamu dapat membaca sebagian ingatannya dengan menatap matanya.]

Keterampilan itu berhasil.

Karena Hinpa sudah ketakutan.

[Skill Dominating Aura (Grade: EX. Tidak dapat ditentukan)]

Meskipun skill Chaotic Terror adalah kelas legendaris.

Dominating Aura berada di atas tingkatan itu. Oleh karena itu, tidak mungkin mengetahui tingkat Dominating Aura,

Setidaknya Dominating Aura tidak akan lebih buruk dari skill dengan tingkat legendaris.

Dan-

[Keterampilan ini adalah tipe pertumbuhan.]

Meskipun tidak mungkin mengambil keputusan, terdapat potensi pertumbuhan.

[Baca ingatannya.]

[*Ini hanya pratinjau, jadi hanya kenangan terkait misi yang ditampilkan.]

[Seorang pengikut yang sepenuhnya didominasi oleh Chaotic Terror bergerak sesuai dengan tujuan atau misi utamanya.]

“Aaaarrggggh---”

Hinpa berteriak.

Sementara itu, Cale membaca ingatannya.

Pemandu.

Seseorang yang mengetahui jalan awal Primodial Night. Dan tentu saja jalan sebenarnya tidak ada.

Itu hanya ada sebagai kenangan di benak Hinpa.

Dan untuk melanjutkan misi, Hinpa harus berbagi kenangan itu dengan Cale.

[Kamu telah memperoleh petanya.]

Tentu saja, jendela layar dibuka untuk kenyamanan, tapi Cale tidak membutuhkannya.

Karena Cale sudah mencatatnya di kepala dia.

Badump.

[Kamu menemukan efek samping dari skill ini!]

[Efek samping: muntah darah]

[*Meningkatkan kemahiran kamu dapat mengurangi efek samping.]

[Kemahiran saat ini: 0]

[*Perhatian: Bahkan jika kamu meningkatkan kemahiran kamu, ada kemungkinan besar terjadinya efek samping tergantung pada tingkat penggunaan kekuatan.]

Karena Cale menggunakan kekuatan dia dua kali~

Cale membuka mulutnya tanpa menyadarinya.

“Ugh-”

Cale benar-benar muntah darah.

“Ha, ini membuatku gila..”

Alberu menghela nafas dan menopang tubuh Cale,

“Cough. Ugh!”

Alberu berbicara dengan tenang kepada Cale, yang terus-menerus muntah darah.

“Sepertinya orang itu akan meledak.”

Cale nyaris tidak menegakkan tubuhnya yang gemetar dan menatap lurus di depannya.

Pemandu.

Orang yang mengetahui jalan menuju Tanah Suci.

“Fuck—”

Alberu berbicara dengan tenang kepada Cale, yang terus-menerus muntah darah.

Misi terakhir Hinpa adalah kematian jika informasi Hinpa ketahuan.

[ Cale, ledakannya itu tampak berbahaya! ]

Seperti yang dikatakan Super Rock, ledakan itu terlihat dalam skala yang cukup besar.

Misi terakhir Hinpa ada dua.

Kematiannya sendiri setelah info miliknya diketahui.

Dan orang yang mengetahui informasi tentang dirinya tersebut juga meninggal.

Cale tidak mengetahui hal ini, tapi dia menebaknya dengan melihat energi abu-abu yang mendidih di sekitar tubuh Hinpa.

Ini pastinya adalah-

[ Apakah ini waktu aku untuk bekerja keras? ]

Indestructible Shield, pendeta rakus, berbicara dengan tenang. Cale kira dia harus menggunakan perisai lagi seperti yang dia lakukan saat bertarung dengan Uskup Serissa.

“Cough-…Sialan-.. Cough-… itu!!”

Cale bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan meskipun dia batuk darah dengan keras.

Cale - It Must Have Been Not Enough

Itu tidak biasa.

“Yang Mulia!”

“Apa ini, kenapa Prince Consort-!”

Raja Tamahi berteriak lagi kepada keluarga Kerajaan dan pengawalnya yang mendekat.

“Kembali! Jangan kemari!”

Raja Tamahi dengan jelas mendengar apa yang dikatakan Alberu.

“Dia akan meledak.”

Kondisi Prince Consort Hinpa sungguh tidak biasa.

Tombak abu-abu di tangan Prince Consort Hinpa menghilang.

Ugh---Geueu---

Sebaliknya, bersamaan dengan suara aneh, energi abu-abu menutupi tubuh Prince Consort Hinpa, dan asap abu-abu membubung seperti gunung berapi yang akan meledak.

Selain itu, energi abu-abu mendidih seperti lahar.

Melalui semua itu, wajah Prince Consort Hinpa terlihat samar-samar.

“Aaaarrggghhh---!”

Prince Consort Hinpa menderita.

“Uh-”

Raja Tamahi merasakan banyak emosi saat itu.

Prince Consort Hinpa. Hubungan Tamahi dengannya tidak memiliki cinta atau keintiman apa pun.

Mereka hidup tanpa berpegangan tangan kecuali dalam situasi resmi.

Namun demikian-

“Arrrgghhh-!”

Sepertinya sangat sulit mendengar suaranya.

Hinpa adalah musuh, jadi Tamahi berpikir dia harus dibunuh suatu saat nanti, tapi setelah melihat wajahnya selama bertahun-tahun, Tamahi merasa getir melihat penderitaannya.

Tamahi senang karena itu bukan kesedihan.

Sebaliknya, pikiran Tamahi menjadi lebih tenang.

“Semuanya keluar dari pulau!”

Tamahi menggunakan Inner Chi miliknya untuk meninggikan suaranya.

“Bersiaplah untuk memasang penghalang di luar danau!”

Suara Raja Tamahi mencapai para prajurit yang menunggu di luar danau.

“Charun!”

“Ya!”

Charun, seorang Master seni bela diri, dengan cepat memimpin kerabat sedarah Raja Tamahi.

“Yang Mulia, kamu juga harus segera menyingkir!”

Aura abu-abu yang tidak biasa.

Charun merasa Tamahi tidak bisa menghadapi kekuatan itu dan segera menyuruhnya melarikan diri.

“Aku yang akan menjadi yang terakhir.”

Raja Tamahi menggelengkan kepalanya saat itu.

Charun mengevakuasi keluarga Kerajaan dengan ekspresi tidak ada yang bisa dia bantah lagi.

“Khhaaaa~!”

Sementara itu, pemandu Hinpa berteriak kesakitan.

‘Aku merasa sakit.’

Raja Tamahi punya alasan untuk merasa kasihan padanya.

'Pikiranku hancur.'

Hinpa.

Hinpa sepertinya merasakan keputusasaan di hatinya yang melampaui rasa sakit di tubuhnya.

'Dan di sana~'

Matanya beralih ke Cale dan Alberu, yang sedang menghadapi Hinpa.

Darah merah tua keluar dari mulut Cale sekali lagi.

“Butuh tepukan di punggung?”

Cale melihat apa yang dikatakan Alberu di sebelahnya, dan Alberu, yang menerima pandangan itu, berbicara dengan serius.

“Aku sedang tidak bercanda.”

Alberu membantu Cale berdiri dan mengangkatnya.

Grrrrgh---!

Suara-suara aneh di sekitar Hinpa semakin keras.

Dan Alberu melihat siluet samar melalui aura abu-abu yang menutupi tubuh Hinpa.

‘Pupil.'

Dikatakan bahwa ketika Choi Han bertemu dengan Dewa Kekacauan, pupil-pupil muncul.

Saat mata itu menjadi jernih, Hinpa akan mati~

‘Dilihat dari kecepatannya, dia akan meledak dalam waktu kurang dari beberapa menit.’

Jadi, mereka harus bergegas.

Alberu berkata pada Cale.

“Sungguh ajaib di sini.”

Pulau bisa menggunakan sihir.

Itu berarti-

“Aku akan mencoba menghentikannya. Jangan berlebihan dan lari. Sebisa mungkin.”

Artinya ada sesuatu yang bisa dilakukan Alberu.

Alberu mengatakan ini pada Cale dan kemudian mengalihkan pandangannya ke Raja Tamahi.

Alberu berencana menyerahkan Cale padanya.

‘Mari kita kurangi kerusakan sebanyak mungkin.’

Tidak mungkin memblokir Hinpa sepenuhnya.

Namun, ada kemungkinan untuk meringankan situasi sampai batas tertentu dan mengevakuasi orang-orang.

Tatap tatap-

Alberu bisa mendengar orang-orang berlarian melintasi danau.

“Oh--, Dewaku~!”

Pada saat itu.

Alberu berhenti.

Ngguuunnggg----

Pusat energi abu-abu tempat berkumpulnya suara-suara aneh.

Hanya wajah Hinpa yang terungkap.

Hinpa berteriak dengan air mata kelabu mengalir di wajahnya.

“Oh Dewaku--, kenapa kamu meninggalkanku---!”

Hinpa tidak takut mati.

Hanya—

“Apakah aku kurang beriman?”

Itu tidak adil.

“Kenapa! Kenapa---!”

Mata Hinpa beralih ke Cale.

Cale hampir tidak bisa berdiri dengan darah masih mengucur.

Cale jelas menggunakan Chaotic Terror.

Itu juga merupakan energi besar yang mempererat cengkeramannya pada Hinpa dalam sekejap.

Cale bahkan bukan seorang Saint.

Tetapi Cale bahkan dapat menggunakan kekuatan yang sama dengan yang digunakan oleh Saint saat masa-masa dia terbangun sebagai Saint.

Semuanya menunjuk pada satu arti.

“Kenapa kamu membawa kekacauan baru pada orang seperti itu…!”

Orang di depan Hinpa itu.

Dewa Kekacauan tidak hanya memberi Cale kekuatan Saint, tetapi juga menciptakan kekuatan baru.

Sebuah kekuatan yang tidak bisa dilampaui oleh orang seperti Hinpa yang berada di posisi penting dan telah mengabdikan hidupnya untuk kekacauan!

‘Kekuatan yang seperti itu!’

Dewa memberikannya kepada orang pertama yang Hinpa lihat.

“Kenapa! Kenapa!”

Hinpa tidak dapat mempercayainya.

Suara yang keluar dari mulut Hinpa dipenuhi rasa putus asa, ketakutan, dan kesedihan yang lebih dalam dari ketakutan akan kematiannya yang sudah dekat.

Dia-

Apakah Hinpa telah ditinggalkan oleh Dewanya?

Hinpa tidak sanggup mengucapkan kata-kata itu.

Oleh karena itu, Hinpa terhanyut dalam kekacauan ini, hanya melontarkan kata-kata kebencian.

“Kok bisa-bisanya-”

Saat itu.

“Itu pasti tidak cukup.”

Hinpa, yang penglihatannya kabur oleh air mata kelabu, mendengar suara acuh tak acuh.

“Ugh.”

Bahkan ketika darah mengucur, suara yang berhasil berbicara terdengar kecil namun tegas. Dalam penglihatan Hinpa, dia melihat Cale, pelaku segalanya, orang yang menyebabkan dia kebingungan dan putus asa. Cale berkata.

“Imanmu.”

Kata Cale.

“Imanmu.”

‘Aku kira iman kamu memang tidak cukup.’

Setelah mengatakan itu, Cale sedikit mengangkat sudut mulutnya.

Meskipun mulut Cale berlumuran darah, dia tersenyum.

Itu juga senyuman yang mirip dengan ejekan.

'Sialan kalian.'

Primordial Night.

Saat Cale mencatat jalan menuju Tempat Suci Kekacauan di benak Hinpa, Cale melihat pemandangan terkait. Ada pemandangan yang Cale lihat dalam ingatan Hinpa.

Tempat Suci.

Primordial Night.

Itu adalah sebuah makam.

Kuburan tanpa duka.

Itu hanyalah tempat eksekusi yang diciptakan untuk kekacauan.

Di satu sisi, itu seperti medan perang.

Banyak nyawa melayang di sana.

Pemandu tidak sekadar membawa umat beriman ke sana.

Hinpa telah membuat kehidupan banyak orang menjadi kacau.

Mata Cale yang acuh tak acuh beralih untuk membimbing Hinpa.

Kepada mereka yang percaya pada Dewa Kekacauan dan pada saat yang sama takut mereka akan ditinggalkan, Cale mengucapkan kata-kata yang paling menyakitkan.

“Kamu kurang iman.”

Hinpa kurang beriman.

“Cough.”

Cale batuk darah lagi.

Cale merasa sedikit lebih baik sekarang.

Awalnya tidak sakit, tapi—

Nggunggg-

“Tidak! Aku tidak kekurangan iman!”

Berpusat di sekitar Hinpa yang menangis,

Boom, Swooosshh---!

Energi abu-abu bergetar hebat.

Benda itu akan segera meledak.

Cale menegakkan tubuh.

Tentu saja, Cale menerima bantuan dari Alberu,

“Tidak, tidak---!”

Menuju Hinpa yang menangis.

Cale melanjutkan.

Honpa kurang beriman.

“Dan meskipun kamu tidak mempercayainya, kamu merasa itu benar bukan?”

Tangisan Hinpa terhenti.

“… .Apa?”

Kali ini, suara Hinpa gemetar ketakutan dan kebingungan.

Hinpa bahkan tidak sanggup menyebutkan apa yang dia dengar.

Namun, Cale terus mengatakan apa yang dia katakan.

“Dewa Kekacauan, pria gila itu. Aku sangat membencinya.”

“… !!!”

Apa yang terlihat di wajah Hinpa bukan lagi keputusasaan atau ketakutan.

Hinpa memiliki raut wajah seperti seseorang yang baru pertama kali mendengar sesuatu yang luar biasa dan tidak dapat memahaminya.

Benar-benar kekacauan.

Saat ketika kekacauan Hinpa mencapai puncaknya.

Grrrggggggggggg---!

Suara aneh itu berhenti.

Ketika mereka yang melarikan diri tidak mendengar suara tersebut, mereka berhenti dan berhenti bergerak sejenak.

Mata semua orang tertuju pada Hinpa, yang menjadi pendiam.

Shhoooo---

Saat dimana hanya suara air yang masih terdengar dan segalanya hening.

Orang-orang melihatnya.

Pupil.

Sebuah mata muncul di asap abu-abu yang menutupi seluruh tubuh Hinpa.

Makhluk tak dapat dijelaskan yang hanya bisa dikenali dengan mata sedang melihat dirinya sendiri dengan jelas. Semua orang di sini memikirkan hal itu.

Mata itu menatap 'persis seperti milikku sendiri'.

Dan, tubuh mereka menegang.

Blink.

Mata itu berkedip sekali.

Meski waktunya hanya sesaat, orang-orang melihat pemandangan itu dengan sangat lambat, seolah-olah mereka terikat pada pandangan itu.

Mereka tidak bisa bergerak.

Aura kekacauan pada tingkat yang sama sekali berbeda dari aura Uskup Serissa.

Orang-orang terpesona oleh mata itu.

Namun tidak semua orang seperti itu.

Blink.

Mata itu berkedip lagi,

Saat mata itu hendak berkedip untuk ketiga kalinya.

“Tiarap!”

Ada seseorang yang memecah keheningan ini.

Alberu Crossman.

“Tiarap!”

Saat itulah dia berteriak.

“!!!”

“…..!!”

Orang-orang menggerakkan tubuhnya tanpa menyadarinya.

Alasannya tidak diketahui.

Tiba-tiba mereka merasakan energi hangat di tubuh mereka.

Baru pada saat itulah mereka menyadari bahwa tubuh mereka menjadi dingin.

Orang-orang merasakan kehangatan, seolah hembusan nafas hangat menyentuh punggung tangan mereka.

Tidak ada waktu bagi orang untuk menyadari bahwa itu adalah hangatnya sinar matahari.

Karena bahkan Alberu pun tidak tahu.

“Semua tiarap!”

Namun, Alberu berteriak sekali lagi.

Blink-

Pada kedipan mata ketiga.

Orang-orang bisa lolos dari penipuan itu.

Dan mereka menyadari apa yang harus mereka lakukan.

Tidak ada ruang untuk melarikan diri.

Jadi mereka secara refleks merunduk dan menutupi wajah mereka dengan lengan mereka.

Mereka berjongkok sebanyak yang mereka bisa.

Meski begitu, mereka melihat satu adegan terakhir melalui penggalan penglihatan.

Alberu.

Cahaya terang yang mana sebening matahari, terpancar dari tangan Alberu.

Perisai sihir yang menjebak Hinpa meledak.

Dan satu hal lagi.

Garis perak bening terbentang dari tangan Cale yang berdiri di samping Alberu.

Sebuah perisai dan akup perak besar mekar di ujung barisan.

Berbeda dengan kekacauan yang tidak menyenangkan.

Warna silver yang menghangatkan hati hanya dengan melihatnya dan memiliki aroma yang menyegarkan.

Kedua cahaya itu saling melengkapi secara harmonis dan ditempatkan pada tempatnya.

Dua cahaya itu bermekaran dalam kekacauan.

Itu membuat mereka berpikir tentang harapan, seperti tunas yang tumbuh dari lumpur.

Orang tidak bisa terus memandangi cahaya itu dengan terpesona.

Baaaaanggg!!!!

Cukup untuk meredam teriakan Hinpa.

Sebuah ledakan besar terjadi, dan orang-orang berjongkok sebanyak yang mereka bisa.

“Hmm.”

Alberu mendengus.

Alberu mencoba mengikuti Raon.

Dia membuat beberapa lapis perisai.

Drip.

Darah mengalir dari sudut mulut Alberu.

‘Hhaa.'

Sudah Alberu duga, kemampuan sihirnya memanglah jauh dari Rosalyn, apalagi Raon.

Alberu merasakan perutnya mual setiap kali perisainya pecah.

“… Ughh--”

Alberu tidak bisa menghentikan erangan yang keluar dari mulutnya.

Meski begitu, Alberu tetap bertahan.

Buat perisai lain,

Jika rusak, buat lagi.

Berapa kali hal itu terulang?

Crack.

Meskipun beberapa batu sihir tingkat tertinggi telah pecah, Alberu tidak berhenti.

Karena Alberu ingin tahu batasan dia.

Dan-

'Orang gila!'

Cale Henituse.

Meskipun pria itu berlumuran darah, Cale masih bisa berdiri tegak dan menderita akibat ledakan yang lebih buruk daripada Alberu.

Perisai Alberu mudah rusak.

Karena itu, perisai di luar perisai miliknya harus menanggung lebih banyak dampak setelah ledakan.

‘Sejak kapan dia menjadi begitu kuat?’

Alberu bersama Cale pertama kali dia membuka perisainya.

Dibandingkan saat itu,

'Aku bisa gila.'

Cale benar-benar menjadi lebih kuat.

Dibandingkan ketika Cale menangkap white Star, Cale tumbuh hingga Cale dapat dengan mudah naik ke beberapa tingkatan.

“Hmm.”

Tapi Alberu tidak punya waktu untuk memikirkan hal ini.

Karena Alberu sadar dia tidak mampu mengalahkan Hinpa.

Berapa lama waktu telah berlalu seperti itu?

Itu tidak akan berlangsung lebih dari beberapa menit.

Drips.

Saat darah yang mengalir dari sudut mulut Alberu berubah menjadi merah tua,

“Ha-”

Alberu menarik napas dalam-dalam.

“…..”

Alberu mengalihkan pandangannya ke samping.

Cale memegang bahunya yang lelah.

Namun tetap saja, perisai Cale Henitus bersinar terang.

“Hhah-”

Alberu menarik napas dalam-dalam.

Bagian dalam tubuh Alberu bergejolak seolah-olah mana-nya telah terkuras karena terlalu sering digunakan.

Jika itu aku—

‘Aku tidak bisa menghadapi situasi ini.'

Sepertinya, Alberu memperlakukan Cale Henitus dengan mudah.

Meskipun Cale muntah darah-

‘Bagaimanapun, dialah yang mencoba melawan Dewa Kekacauan.’

Tidak masuk akal jika orang seperti itu terpengaruh oleh Hinpa, yang bukan Saint atau Uskup.

Padahal Alberu mengetahui hal ini.

'Lalu bagaimana denganku?'

Alberu ragu.

“Hmm.”

Namun, Alberu tidak dapat melanjutkan pikirannya karena merasa pusing seperti mabuk perjalanan.

Berakhir Alberu hanya berdiri disana seperti tidak terjadi apa-apa.

'Bahkan ini tidak akan bisa disembunyikan dari Cale Henituse~'

Jadi, jika Cale menatap Alberu dengan mata menghujat itu-

“!!!”

Alberu tidak bisa melanjutkan pikirannya.

'Apa?’

Alberu merasakan sensasi aneh yang tidak diketahui.

Seluruh tubuhnya menjadi hangat.

Tanpa Alberu sadari, dia mengangkat kepalanya menuju sumber sensasi itu.

‘…Matahari—'

Cahaya bersinar ke arah Alberu.

Alberu belum pernah merasa lebih hangat daripada saat dia melihat matahari.

Sebaliknya, sebagai anggota kelompok Dark Elf, periode waktu yang dihabiskan untuk mengabaikan matahari lebih lama.

Dan sekarang Alberu sepenuhnya menghadap matahari—

Cahaya itu terasa hangat.

'Itu aneh.'

Perasaan yang sangat aneh.

“…..”

Dan perut Alberu yang tadinya mual, menjadi tenang.

Boom—

Bahkan saat tanah berguncang dan berguncang pasca ledakan. Sinar matahari yang menyinari Alberu masih sama.

Ya, matahari selalu sama.

'Sesuatu—'

Alberu merasa seperti dia dapat memahami sesuatu.

Namun Alberu juga merasa ini belum waktunya.

Alberu memalingkan muka dari matahari.

Shhoooo----

Satu-satunya suara yang terdengar hanyalah suara air.

Tidak ada asap abu-abu atau apapun yang tersisa di tempat Hinpa berada.

Hanya akup dan perisai cemerlang yang berada di tempatnya.

Alberu tiba-tiba teringat saat pertama kali dia melihat perisai itu.

Alberu berpikir.

Dia masih sama seperti saat pertama kali Alberu bertemu dengannya, Cale Henituse.

‘Ini patut dicoba.’

Dan penampilan yang tidak sopan dan sombong itu.

Ya, itu sama saja.

“Ha ha ha-”

Alberu tertawa terbahak-bahak karena suatu alasan.

Shhoooo---

Suara tawa yang nyaman meresap ke dalam danau yang tenang.

“……”

“…..”

Dan ekspresi wajah keluarga kerajaan Lan yang memandang Alberu dan Cale terlihat terpesona.

.

Catatan Penulis :

Salam, ini Yoo Ryeo Han.

Aku menulis untuk memberi tahu kamu bahwa aku akan rehat sejenak.

Selama bulan Desember, aku akan rehat sejenak yang sangat panjang.

Serial ini akan dilanjutkan pada tanggal 1 Januari.

Aku benar-benar minta maaf harus menyampaikan berita ini.

Aku rasa adil jika aku memberi kamu penjelasan singkat tentang alasan aku rehat sejenak ini, jadi aku akan menulis postingan yang sedikit lebih panjang.

Yah, aku mungkin akan menjalani operasi saat bab ini diterbitkan. Aku merasa tidak enak badan sejak musim panas ini, dan aku menganggapnya hanya karena tidak bugar dan tidak menjaga diri sendiri.

Namun, seiring berjalannya waktu, aku tidak merasa lebih baik, malah semakin buruk.

Akhirnya, setelah menjalani lebih banyak tes, aku mengetahui bahwa aku perlu dioperasi.

Untungnya, itu bukan masalah besar! Haha!

Namun, aku perlu waktu untuk pulih dari operasi, dan tidak nyaman bagi aku untuk mengerjakan kepenulisan dalam waktu lama, jadi aku memutuskan untuk rehat sejenak selama sebulan.

Sekali lagi, aku minta maaf atas hal itu.

Aku akan kembali dalam keadaan sehat di tahun baru, dan kembali dengan lebih banyak tulisan terbaik aku.

Ini agak awal, tetapi aku ingin mengirimkan beberapa ucapan selamat liburan.

Terima kasih banyak telah menjadi bagian dari Keluarga Lout of Count tahun ini.

Aku sungguh berharap kamu menikmati musim liburan yang hangat, dan aku akan kembali bersama Cale di tahun baru. Seperti biasa, terima kasih.

-Yoo Ryeo Han.

Cale 383 - The Birth of Evil

“Ha ha ha-”

Alberu tersenyum.

“Ehem.”

Meskipun Cale telah tenang secara signifikan, dia masih memiliki ekspresi acuh tak acuh saat dia menyeka darah yang mengalir dari sudut mulutnya.

“----”

New World Realitas Virtual.

Tamahi, Raja Kerajaan Lan, yang dianggap sebagai salah satu dari Tiga Kekuatan Besar dunia yang luas ini, tidak bisa berkata apa-apa.

Tamahi hanya menatap kosong pada kedua orang itu.

“Haha. Cale—”

“Mengapa?”

Jika itu adalah Alberu yang normal, dia akan khawatir dengan apa yang dipikirkan lingkungannya.

Entah kenapa, Alberu menjadi merasa lebih baik, dan ia menjadi sedikit lebih santai dalam permainan ini.

“Kamu masih sama.”

Dengan kata-kata itu, Alberu merentangkan tangannya dan mendekat.

Pertama.

Ya, sama seperti saat Unbreakable Shield pertama kali muncul di ibu kota Kerajaan Roan dan melindungi semua orang dari bom sihir ARM.

Setelah kejadian itu, Alberu melakukan apa yang dilakukan Alberu saat mendekati Cale lagi untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

'Mengapa dia seperti itu?'

Cale merasa mual saat melihat Alberu mendekat dengan tangan terentang lebar. Mengapa?

'Kenapa kamu tersenyum seperti itu?'

Karena Alberu tersenyum seolah suasana hatinya sedang bagus.

Cale yang menjadi ketakutan mencoba untuk mundur, namun sayangnya sejak Tuan Muda Perisai Perak pertama kali muncul, kemampuan fisik Cale semakin melempem, namun kemampuan fisik Alberu semakin berkembang.

“..Apa sih?”

“Ha ha ha!”

Alberu dan Cale akhirnya berpelukan ringan.

Tuk-tuk.

Tangan Alberu sedikit gemetar saat dia menepuk punggung Cale.

'Hmm.'

Mengetahui hal ini, Cale tidak bisa mendorongnya pergi.

'Yah, itu keterlaluan.'

Keterampilan sihir Alberu juga luar biasa, tetapi tidak bisa jika dikatakan mencapai Raon, atau bahkan Rosalyn.

Alberu hanyalah biasa.

Alberu tidak bisa melampaui batas kemampuannya.

Bahkan jika dia mencoba yang terbaik, dia akan kewalahan dengan mana seperti Raon, dan tangannya akan gemetar setelahnya.

‘Hadeh…’

Cale menghela nafas dan melepaskan pelukannya, namun tetap berbicara karena mempertimbangkan Alberu.

“Butuh bantuan?”

Saat itu, Cale bisa melihat wajah Alberu yang tiba-tiba menjadi kesal.

“Kamu, aku?”

Cale juga merasa tidak enak melihat ekspresi terkejut di wajah Alberu.

Dan Raja Tamahi sedang menyaksikan ini.

“Yang Mulia-”

Dia perlahan bangkit dari tempat duduknya, menolak tangan para pejuang yang datang menopangnya. Matanya masih terfokus pada Cale dan Alberu.

“----”

Tamahi tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.

Tamahi dapat mendengar jika Tamahi menggunakan Inner Chi miliknya, tetapi Tamahi tidak mau.

Hanya pemandangan dua orang yang berpelukan dan berbicara dengan penuh kasih sayang.

Cahaya yang menyerupai matahari dan cahaya perak semuanya menghilang.

Prince Consort Hinpa juga menghilang.

Suasana yang kosong.

Yang bisa Tamahi lihat hanyalah dua orang yang berdiri di sana.

Raja membuka mulutnya tanpa menyadarinya.

‘Berani-‘

Cale telah berbicara dengan Raja.

'Kami bersama para pejuang matahari yang akan menyelamatkan New World! Dan Kerajaan Kegelapan bertekad untuk melindungi dunia ini! ha ha!'

Tentu saja, dia mengatakan akan dengan tenang menyampaikan cerita detailnya setelah bertemu dengan Prince Consort Hinpa.

Namun saat ini, Raja Tamahi sadar.

'Dari keduanya—'

Salah satu dari dua orang itu pastilah seorang pahlawan.

Dan dalam dongeng, selalu di sisi pahlawan seperti itu-

“….Rekan.”

Ada rekan-rekan yang luar biasa dan adil.

Tiga Kekuatan Besar.

Pengubah yang mengacu pada Kerajaan Lan bersama dengan Kekaisaran Timur dan Barat.

Sejak saat itu, Tamahi merasa gugup dengan gelar itu dan membencinya.

Wanderer.

Saat mereka muncul, mereka adalah kehadiran yang sangat kuat.

Karena Tamahi menyadari bahwa ada kekuatan tersembunyi di dunia ini dan mereka mencoba untuk mengambil alih negeri ini.

‘...Kegelapan hanya bisa dirasakan jika ada cahaya—'

Ya.

Wanderer.

Jika mereka adalah kegelapan di bumi ini, bukankah akan ada cahaya juga?

Bagaimana prinsip-prinsip dunia bisa begitu memihak pada satu pihak?

'Tidak.'

Raja segera menggelengkan kepalanya.

'Kerajaan Kegelapan?'

Mereka adalah makhluk dari kerajaan yang belum pernah Tamahi dengar.

'Aku keluar dari Kerajaan Kegelapan—'

‘Orang ini akan menjadi Raja di tempat lain.’

Selain itu, konon salah satu dari mereka akan segera menjadi Raja. Itu berarti ada Kerajaan lain juga.

Dua Kerajaan yang belum pernah tercatat di mana pun dalam sejarah negeri ini mencoba melawan kekuatan besar yang terkait dengan para Wanderer dan bahkan para Dewa.

Untuk menyelamatkan dunia ini.

“Whaa-”

Tanpa disadari, Tamahi berseru.

Kegembiraan halus dan perasaan luar biasa terungkap di dalamnya.

‘...Ini bukanlah akhir, ini adalah permulaan.’

Raja Tamahi berpikir sambil memandang Cale dan Alberu yang saling berhadapan dan berbicara dengan tenang.

‘Itu tidak cukup.’

Apa yang Cale katakan kepada Prince Consort Hinpa, yang menangis dan bertanya mengapa Dewa meninggalkannya hanya karena kepercayaannya kurang.

Kata-kata itu kini ditafsirkan sedikit berbeda oleh Tamahi.

Kerajaan Lan diombang-ambingkan oleh kekuatan Wanderer.

Karena mereka lemah.

Akan sulit untuk mengalahkan mereka.

Setelah sekian lama menahan nafas, akhirnya Tamahi mendapat kesempatan untuk bangkit kembali dengan mengadakan kompetisi bela diri rahasia untuk memilih Putra Mahkota. Berapa banyak kebencian yang terkumpul selama itu?

Dia khawatir kejadian di dalam Istana Kerajaan Lan akan diketahui oleh masyarakat Kerajaan atau negara lain. Karena kelemahan Kerajaan Lan, salah satu dari Tiga Kekuatan Besar, tidak bisa ditunjukkan.

Tapi Tamahi berubah pikiran.

Kerajaan Lan tidak cukup kuat untuk melawan Wanderer.

‘Itu saja tidak cukup.’

Mereka hanya lemah.

Dan kelemahan itu adalah-

‘Kita bisa mengisinya.’

Hari ini Tamahi melihat perisai kuat yang bisa melakukan itu.

Tamahi perlahan mendekati Cale dan Alberu.

Meski dia belum mendengar detailnya dari Cale, Tamahi sudah bisa melihat gambaran umumnya.

Setidaknya Tamahi bisa membedakan antara sekutu dan musuh.

Karena sudah jelas siapa yang diuntungkan dan siapa yang beritikad baik.

“Ah. Apakah kamu baik-baik saja?”

Cale bertanya pada Tamahi apakah dia baik-baik saja dengan darah di sudut mulutnya.

Raja Tamahi, memandangnya, membuka mulutnya.

“Bisakah kami bergabung denganmu juga?”

“Ya?”

Kepada Cale yang bingung, dia mengatakan apa yang ingin dia katakan.

Saat ini Kerajaan Lan adalah-

“Aliansi yang mencakup Kerajaan Kegelapan.”

Tamahi harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menempuh jalan baru.

“Kerajaan Lan juga ingin bergabung dengan itu.”

Dengan kesempatan itu, Kerajaan Lan akan menjadi lebih kuat lagi.

“Aku akan mengisi kekosongan tersebut. Aku harap kamu memberi kami kesempatan untuk menjadi lebih kuat dan melawan.”

‘Kami akan mampu melindungi kerajaan Lan.’

Meskipun dia tahu dirinya lemah, Raja Lan berbicara dengan percaya diri.

“Bisakah kamu memberi kami kesempatan?”

Dan Cale.

'Omo…'

Kesempatan jenis apa ini?

“Peluang datang kepada mereka yang menginginkannya.”

Cale berbicara dengan wajah tenang dan meraih uluran tangan Raja Tamahi.

Dan kemudian Cale berkata:

“Akan sangat membantu jika kita dan Kerajaan Lan bisa bersatu.”

Shhaaa.

Cale tersenyum ramah.

Menyeringai.

Alberu juga menyesuaikan suasana hatinya dengan baik dan tersenyum cerah.

'Juga…'

Dan Raja Tamahi yakin.

Dua orang ini. Mereka adalah orang-orang yang luar biasa.'

Sebuah Kerajaan ingin menggabungkan diri dengan Aliansi.

Dua orang di depan ini membuat keputusan tanpa ragu-ragu.

Maksudnya itu apa?

‘Pemimpin.'

Pemimpin aliansi ada di sini, dan pemimpinnya adalah~

'Itu mungkin berarti dia mempunyai hak suara mutlak.'

Dan orang itu adalah,

'Pria berambut hitam.'

Orang itu, Cale Henituse.

'Lalu pria pirang ini….'

Mungkin.

'Dia pasti seorang pahlawan.'

Seorang pahlawan matahari.

‘Dia pasti ada hubungannya dengan Dewa Matahari.'

Mata Raja Tamahi semakin dalam.

Dia menyadari bahwa dia akhirnya lolos dari rawa gelap milik Wanderer dan Dewa Kekacauan dan menghadap ke langit cerah di atas air.

Shhaa.

Tamahi juga tersenyum,

Cale dan Alberu masih tersenyum ramah.

Shhooo.

Tamahi juga tersenyum.

Cale dan Alberu masih tersenyum ramah.

[ Cale. ]

Seorang pria menakutkan diam-diam berbicara kepada Cale.

[ Tapi seharusnya Raja itu tahu kalau Kerajaan Kegelapan berasal dari 8th Evils kan? ]

[ Dan Putra Mahkota tidak memiliki tanah untuk diperintah sekarang, jadi dia hanya calon Raja dalam nama saja bukan? ]

[ Kalau begitu, bagaimana cara kita menjadi Aliansi tanpa substansi? ]

Diam.

Cale mengabaikan kata-kata Super Rock.

Dan kemudian Cale melirik Alberu.

Mata Alberu yang tersenyum lembut berbicara.

'Untuk saat ini, biarkan saja seperti ini.'

Mengapa?

Karena sangat menguntungkan salah satu dari Tiga Kekuatan Besar utama menjadi sekutu.

“Ha Ha-”

Cale juga.

“Ha Ha Ha!”

Alberu juga tertawa.

“Ha Ha-”

Raja Tamahi juga.

Perisai perak yang muncul di Kerajaan Lan hanya diingat di benak orang-orang dekat Raja.

Namun, dampaknya terhadap Kerajaan Lan mungkin lebih besar daripada pertarungan antara Wanderer Sohee dan Heavenly Demon.

Beberapa hari kemudian.

====================

<Gila! Berita terkini, berita besar!

====================

Sebuah informasi tersebar ke seluruh komunitas pengguna RMPAG, menimbulkan keributan.

====================

Kerajaan Lan akan ditutup?

Isinya sama dengan judulnya.

-Kerajaan akan tutup? Apa yang kamu bicarakan?

-Hentikan semua aktivitas diplomatik.

Raja akan pensiun.

Pemilihan penggantinya ditangguhkan.

-Hah, hentikan penggantinya?

-Raja menutup istana? Tiba-tiba? Apa yang terjadi? Ada apa dengan Kerajaan Lan saat ini?

====================

Dari segi lingkuran pusat kelompok Seni Bela Diri, dikatakan bahwa satu sekte akan memasuki gerbang yang disegel.

Ini juga merupakan hukuman tidak terbatas tanpa tanggal kedaluwarsa.

Tapi bukan itu saja.

===================

-Tidak hanya Istana Kerajaan yang ditutup. Sekarang, kelima organisasi besar termasuk Heavenly Sword, Dark Vein, dll. (kecuali Chivalrous Alliance) kini dalam masa terkunci.

-Gila. Menutup semuanya? Jadi bukankah itu berarti tidak ada lagi yang bisa dilakukan pengguna di Kerajaan Lan?

-ᄂᄂ. Tidak, tidak..

Konon lima organisasi besar tersebut merekrut prajurit secara besar-besaran. Dikatakan bahwa siapa pun dapat melamar dengan aman, terlepas dari apakah mereka orang asing (pengguna) atau dari negara asing, terlepas dari apakah mereka berpengalaman atau pemula.

Dikatakan bahwa siapa pun dapat melamar dengan aman. Mereka mengatakan semua pelatihan akan didukung.

-Oh. Lalu, aku tidak punya uang, tapi jika gratis, bukankah itu patut dicoba??

-Hei, tapi 4 organisasi besar itu bukan rahasia?

-Aku tidak tahu, tapi aktivitas di luar dihentikan.

===================

Pengguna merasa bingung.

Tetapi bahkan di dalam itu, beberapa mencoba mencari tahu.

===================

-Jadi...

Istana itu sendiri sekarang ditutup.

Empat organisasi besar dikatakan sebagai gerbang utama, tetapi mereka menerima pejuang baru dan mendukung proses pertumbuhan mereka?

-Jika gerbang ditutup, aktivitas eksternal akan terhenti dan tidak ada cara untuk menghasilkan uang. Namun kamu akan melatih prajurit baru dalam jumlah besar?

===================

Dan mereka akhirnya menemukan niatnya.

===================

-Ini bukan maksud dari empat organisasi besar.

-oo. Ini jelas merupakan gagasan Kerajaan.

====================

Kerajaan Lan kini bergerak dengan tujuan yang jelas.

Ada juga tujuan besar yang dapat diikuti oleh empat organisasi besar tanpa berkata apa-apa.

====================

-Jadi Kerajaan Lan sekarang berencana melatih prajurit dalam jumlah besar? Dengan menggunakan uang Istana Kerajaan.

-Itu benar.

====================

Dan biasanya hanya ada satu akhir yang dicapai orang-orang.

====================

Apakah mereka tidak bersiap untuk perang antar kerajaan?

====================

Perang.

Salah satu dari tiga kekuatan New World bersiap berperang.

Ini cukup membuat heboh seluruh komunitas pengguna RMPAG.

===================

-Rasanya seperti mereka perang.

Kelihatannya tertutup dari luar, namun kenyataannya terlihat seperti itu. Jika Anda dengan berani meningkatkan jumlah tentara di tingkat kerajaan, negara lain mungkin akan protes.

Sepertinya memang begitu.

Gila. Jadi akhirnya kita akan berperang??

===================

Orang-orang bersorak, mengatakan bahwa pembaruan 'Langkah Pertama yang Hebat' membawa perubahan besar di seluruh RMPAG.

Karena tidak pernah terjadi perang antar Kerajaan.

Namun beberapa di antara mereka kembali menyatakan keraguannya.

===================

-Tapi siapa yang akan dilawan Kerajaan Lan?

===================

Musuh Kerajaan Lan tidak diketahui.

Dan sebagian besar pengguna menjawab pertanyaan itu seperti ini.

===================

-Aku tidak tahu. Kamu akan mengetahuinya nanti.

===================

Mereka kira hanya waktu yang akan menjawabnya.

Ketika insiden yang terjadi di Kerajaan Lan menarik perhatian semua orang di dunia maya, termasuk para penggunanya,

“Jadi, ‘Primodial Night’, Tanah Suci Dewa Kekacauan, ada di Dunia Iblis?”

Cale mengangguk pada pertanyaan Alberu.

Dia saat ini tinggal di tempat persembunyian yang terletak jauh di dalam Istana Kerajaan Lan.

Panduan Prince Consort Hinpa. Peta awal malam Tanah Suci ditemukan dalam ingatannya.

Jalan itu menuju ke arah Cermin Iblis.

“Ya. Yang Mulia, itu berada di Dunia Iblis.”

“Uh-huh.”

“Kamu tahu jalannya, tunjukkan aku jalannya.”

Alberu terdiam sesaat atas permintaan Cale yang penuh percaya diri.

“Tapi tempat seperti apa Dunia Iblis itu?”

Rosalyn yang berada di sebelahnya menjawab pertanyaan yang diajukan Choi Han.

Dia melafalkan jawaban yang sama yang pernah diberikan Alberu padanya.

“Itu adalah tempat berkumpulnya hal-hal yang lemah dan sampah.”

Saat alis Choi Han menjadi sedikit terdistorsi.

Rosalyn melanjutkan.

“Tidak di mataku.”

Saat mata Choi Han menyipit, dia menunjuk ke arah Alberu.

“Dan itu juga merupakan tempat di mana Yang Mulia mencoba mendirikan sebuah Kerajaan.”

Heavenly Demon memandang Alberu dengan rasa ingin tahu dan bertanya pada Cale.

“Kapan kamu pergi?”

Cale berbicara kepadanya dengan ekspresi serius.

“Entah. Aku berencana untuk pergi secepat mungkin.”

Dia bertanya pada Rosalyn.

“Apakah kamu mendapat panggilan dari Raon?”

Eden Miru.

Belum ada kabar tentang penetasannya.

‘Kurasa aku harus pergi.’

Entah itu Primodial Night. Dewa kekacauan.

Pertama-tama, Cale pikir dia harus pergi menemui Eden Miru, yang merupakan Half Blood Dragon bersama rata-rata berumur 10 tahun dan seekor naga.

Cale 384 - The Birth of Evil

Pipi Raon bengkak.

“Raon.”

“…..”

Tidak ada jawaban juga.

“…..”

Pipinya yang tembam menjadi semakin tembem.

“…..”

Kedua pipi Raon, yang menggembung karena adanya udara di mulutnya, menceritakan perasaannya. Khususnya, matanya yang murung dengan jelas menunjukkan bahwa suasana hati Raon sedang buruk saat ini.

“…..”

Di sebelahnya, Hong sedang duduk berjongkok, meringkuk seperti selembar kertas yang basah kuyup.

“Hei.”

Heavenly Demon menumpahkan seruannya.

Heavenly Demon membaca dua emosi yang bertentangan di wajah Cale ketika dia memandang Hong dan Raon.

‘Bahkan Wanderer pun Cale abaikan~’

Rasa jengkel dan rasa mendesak muncul bersamaan di wajah Cale saat dia memandangi kedua anak kecil yang lemas itu.

‘Dia sedang dalam masalah besar sekarang.’

Baik Wanderer maupun Saint tampaknya tidak lebih buruk daripada sudut mata terkulai kedua pria kecil itu.

“Ha ha-”

Heavenly Demon tertawa.

Lalu tiba-tiba Heavenly Demon menyadari sesuatu yang aneh.

“… ..”

Apa?

Bagaimana situasinya bisa sampai begini?

“… ..”

Heavenly Demon, menatap Choi Han dan Rosalyn. Bahkan Alberu menyadari ada sedikit rasa gugup di wajah Cale.

Sekarang, semua orang kecuali Heavenly Demon sangat geli melihat depresi kedua anak kecil itu.

‘Hah?’

Heavenly Demon terkejut.

Heavenly Demon mau tidak mau membuat ekspresi yang tidak masuk akal.

Tempat mereka berada saat ini bukanlah penginapan yang pernah mereka tinggali sebelumnya.

‘Dark Vein.’

Lima organisasi besar Kerajaan Lan, tidak, atau lebih tepatnya, salah satu dari Empat Organisasi Besar sekarang setelah Chivalrous Alliance runtuh.

Itu adalah rumah persembunyian dimana kepala tempat itu, Passote, tinggal.

Seperti yang diketahui tentang kemunculan Heavenly Demon, Cale dan rombongannya membutuhkan tempat tinggal secara diam-diam, dan Passote yang memiliki Choi Han sebagai penjaganya, berinisiatif meminjamkan rumah persembunyian ini kepada mereka.

Oleh karena itu, Cale dan rombongannya dapat pergi ke Istana tanpa banyak khawatir, meninggalkan rata-rata anak berusia 10 tahun dan Rosalyn di sini.

Jika tidak, mereka yang menyaksikan pertarungan antara Wanderer dan Heavenly Demon akan datang ke penginapan untuk mencari Heavenly Demon, dan itu akan sangat merepotkan bagi rata-rata anak berusia 10 tahun dan Rosalyn.

“… .”

Bagaimanapun, orang yang tiba di rumah persembunyian dan menyapa mereka adalah Raon, yang telah menerima panggilan dari Rosalyn sebelumnya.

Cale bertanya pada Raon.

"Bagaimana dengan Eden Miru?"

Membuat Raon terdiam.

Hong juga mengikutinya dan terdiam mendengar pertanyaan yang sama.

“…Kamu tahu...”

Saat itu, Raon membuka mulutnya.

“Ya. Ya. Katakan saja.”

Choi Han bereaksi dengan cepat.

Heavenly Demon menatap Choi Han dengan heran melihat reaksi lembut itu, tapi Raon menghela nafas.

“Uuhh.”

Choi Han meringis mendengarnya.

Heavenly Demon bertanya-tanya apakah itu orang yang sama yang telah menginterogasi Wanderer Sohee.

‘Kamu tidak perlu khawatir tentang kematian...’

‘Hanya saja, jangan bilang kamu ingin mati.’

‘Karena kamu tidak bisa memutuskannya sendiri.’

Orang yang mengucapkan kata-kata kasar pada Sohee semakin gelisah.

“Ikuti saja aku.”

Clap, c-clap clap-

Raon berbalik dan mengepakkan sayapnya perlahan, membimbing Cale dan yang lainnya.

“… .”

Choi Han berjalan dengan susah payah mengejarnya dengan ekspresi sedikit sedih di wajahnya.

“Dia-”

Heavenly Demon terkejut, tetapi berjalan bersama Cale.

Dan mengirim pesan melalui transmisi.

-Apakah telur itu belum menunjukkan tanda-tanda akan lahir?

Half Blood Dragon, Eden Miru.

Heavenly Demon melihat yang terakhir.

Cahaya terang yang meledak di sekitar Raja Naga Neo.

‘Sungguh menakjubkan.’

Dan pada akhirnya, ketika hidupnya diperpanjang dengan telur di dunia game ini, Heavenly Demon menantikannya. Heavenly Demon penasaran seberapa kuat Eden Miru yang baru.

“… .”

Heavenly Demon memandang Cale, yang tidak menanggapi transmisinya, dan kemudian membuang muka.

Meskipun Cale merasakan tatapan Heavenly Demon menjauh, dia tidak bereaksi dengan cara apa pun.

Karena dia menyadari sesuatu dari tindakan Raon dan Hong.

‘Aku ingin tahu masalah apa ini..’

Tidak mungkin Raon dan Hong bereaksi seperti ini hanya karena Eden Miru tidak menetas.

Sesuatu jelas telah terjadi.

Namun, masalahnya tidak cukup mendesak untuk segera menghubungi Cale, yang saat itu tinggal di Istana.

“Apa?”

Half blood Dragon.

‘Apa yang terjadi dengan pria itu?’

Bahkan, ada unsur kegelisahan pada Cale.

Eden Miru awalnya adalah makhluk hidup di luar game.

Dia menjadi telur dalam permainan dan memulai hidup baru lagi.

Meskipun New World ini seperti dunia nyata, namun tetap saja ‘virtual’.

Mungkinkah perubahan lingkungan seperti itu menimbulkan masalah bagi Eden Mir?

‘Hmm.’

Ekspresi Cale acuh tak acuh, tapi ekspresinya cukup rumit.

Ini karena penilaiannya sendiri paling tercermin dalam membuat naga itu berkembang biak dengan cara ini.

Padak-

Raon berhenti mengepakkan sayapnya dengan lemah dan berbicara ke sisi lain dari pintu yang tertutup kertas.

“Kami membawa manusia bersama kami.”

“Ya. Kemarilah.”

Suara On terdengar tenang.

‘Hah?’

Tenang?

Cale memperhatikan suara On sama seperti biasanya, dan perasaan aneh muncul di mata Cale.

On adalah seorang dewasa, jadi perasaan sebenarnya tidak terungkap dengan jelas, tapi dia memiliki nada bicara yang unik ketika dia sedang depresi. Meskipun dia mengatakan tidak ada yang salah, nadanya menunjukkan hal itu. Saat mata Cale berbinar ketika dia mengetahui hal ini.

“Apa? Ada apa, apakah kamu tiba-tiba menemukan semacam harta karun?”

(tl/n : congormu Cale -_- harta mulu baru comeback juga T.T)

Heavenly Demon, yang sedang mengamati Cale, tidak bisa menyembunyikan kebingungannya.

Screech.

Saat itu, Hong dan Raon membuka pintu.

“Hah?”

Dan Alberu memiringkan kepalanya ke satu sisi.

“?”

Tanda tanya juga muncul di wajah Choi Han.

“… .Apa. Itu sama?”

Suara acuh tak acuh Heavenly Demon bergema di seluruh area.

Telur dibungkus dengan kain bermotif bunga dan diletakkan di atas bantal dan selimut yang terlihat sangat mahal.

Telurnya tampak baik-baik saja.

Karena itu, Choi Han dan Alberu pun mengungkapkan keraguannya.

Dari kelihatannya, tidak ada masalah.

Pada saat itu.

“Sama , itu masalahnya.”

Rosalyn menanggapi suara acuh tak acuh Cale.

“…Saat terakhir kali aku melihatnya, berapa tingkat kesembuhannya?”

Cale menjawab pertanyaannya.

“80%.”

Ketika tingkat pemulihan tersebut tercapai, Cale meninggalkan telur dalam perawatan anak berusia rata-rata 10 tahun dan mulai melakukan aktivitas di luar ruangan.

‘Dan ketika telurnya mencapai 95%, kami akan berpindah ke 7th Evils.’

Cale memeriksa jendela status Eden Mir.

[Eden Miru]

[Status: Sebelum menetas. (Tingkat pemulihan: 80%)]

[Titel: Setengah manusia, setengah naga cahaya dan waktu]

Sejauh ini, tingkat kesembuhan Eden Mir meningkat cukup cepat.

Tapi kenapa sekarang tidak ada perubahan?

“...Manusia. Aku tidak tahu kenapa jadi seperti ini.”

“…Hmph..”

Saat sudut mata Raon dan Hong menunduk.

“Aku juga tidak tahu.”

On juga berbicara dengan tenang, tetapi Cale memperhatikan bahwa sudut mata On sedikit menunduk.

Fakta bahwa alis On diturunkan sebanyak itu berarti dia sangat khawatir.

“Itu mungkin saja terjadi.”

Cale berbicara dengan nada yang lebih acuh dari biasanya dan mendekati telur.

Faktanya, tingkat pemulihan meningkat terlalu cepat.

“Itu benar. Dia berubah menjadi telur ketika jiwa dia hampir hancur, jadi merupakan keajaiban bahwa tingkat kesembuhan meningkat begitu cepat.”

Rosalyn segera menyetujuinya.

“Yah, dalam hal apa pun, lebih sulit untuk tumbuh menjelang akhir dibandingkan di awal.”

Alberu juga terus berbicara.

“…..”

Tanpa berkata apa-apa, Choi Han dengan ragu datang ke sisi Cale.

Semua orang dewasa kecuali Heavenly Demon pergi dan berjongkok di dekat selimut tempat telur Miru diletakkan secara bergerombol.

“Manusia. Tapi ia bahkan tidak bergetar!”

Eden Miru.

Telurnya memiliki pola yang indah dengan kombinasi halus warna hitam, platinum, dan ungu.

Konon telurnya bahkan tidak bergetar.

“Itu mungkin saja terjadi.”

Cale berbicara acuh tak acuh dan mengelus kepala On, Hong, dan Raon secara bergantian. Sudut mata rata-rata anak berusia 10 tahun sedikit terangkat karena sentuhan kasar.

“Dia mungkin tidur.”

Dan rata-rata anak berusia 10 tahun membuat ekspresi tertarik saat mendengarkan kata-kata Cale selanjutnya.

“Ya. Adikku Cale benar. Dibutuhkan banyak tenaga untuk memecahkan telurnya dan keluar, jadi sepertinya dia sedang tidur sekarang.”

“Itu benar. Tingkat pemulihannya tidak turun, hanya berhenti sebentar, jadi tidak ada yang salah.”

Alberu dan Rosalyn segera setuju.

-Cale. Bukankah akan menjadi masalah jika fase pertumbuhannya berhenti?

-Tuan Muda, bukankah kita harus segera pergi ke 7th Evils dan menunjukkannya kepada Vicious Dark bear? Fakta bahwa pemulihan yang awalnya lancar telah berhenti berarti telah terjadi suatu variabel, bukan?

Namun, keduanya bergantian menuangkan segala macam kata ke dalam kepala Cale menggunakan transmisi.

‘Orang-orang dewasa ini!’

Wajah Cale hampir berubah marah, tapi dia menahannya.

“Hhaah.”

Sebaliknya, aku menghela nafas.

Cale mengulurkan tangannya.

“Hei.”

Tangannya meraih telur yang dibungkus kain bermotif bunga.

Sementara itu, dia berpikir.

‘Haruskah aku pergi ke 7 7th Evils?’

Haruskah Cale bertanya pada Beruang Hitam?

‘Atau Sheritt?’

Haruskah Cale bertanya pada Eruhaben atau para naga?

Bagaimana telur naga ditetaskan?

“Eden Miru. Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini?”

Shaaa.

Saat itulah tangan Cale menyentuh telur itu.

Paaaaat!

Campuran cahaya hitam, platinum, dan ungu tercurah.

“Hei, manusia!”

[Status: Sebelum menetas, (tingkat pemulihan: 80%)]

Ya, itu pasti 80%.

[Status: Sebelum menetas. (Tingkat pemulihan: 82%)]

[Status: Sebelum menetas, (tingkat pemulihan: 85%)]

89%.

92%.

“Tingkat pemulihannya melonjak!”

“Manusia kita baru saja menyentuhnya, tapi tingkat kesembuhannya meroket!”

“Dia akan segera lahir!”

Rata-rata anak berusia 10 tahun gempar.

“...Ha ha-”

Choi Han tertawa dengan wajah gugup.

“Ck.”

Alberu mencibir dengan ekspresi yang membuatnya menyadari sesuatu.

Heavenly Demon dan Rosalyn memandang Cale dengan ekspresi yang sangat menarik. Sedangkan Cale-

Ding~

Cale mendengar bel berbunyi di telinganya.

“… .”

[Quest misi terjadi!]

Sebuah misi telah muncul untuk Cale.

Sebuah misi berharga yang hanya dapat diterima oleh sejumlah kecil pengguna New World.

Itu adalah misi acara.

“….Permainan sialan.”

Tingkat pemulihan 94%.

Jumlahnya melonjak gila-gilaan, dan huruf-huruf muncul di depan mata Cale.

[Quest Acara ‘Kelahiran 7th Evils Baru’]

[Penguasa 7th Evils berikutnya akan segera lahir.]

[Kelahiran legenda yang diakui oleh 7th Evils!]

[Setiap legenda memiliki kisah luar biasa sejak kelahirannya!]

[Tolong buat adegan dari legenda itu!]

“...H-hoy.”

Cale berbicara seolah mengunyah di antara bibir yang tergigit rapat.

“Apakah kamu menungguku karena kamu tidak bisa memberikan misi kepada anak-anak?”

Eden Miru mungkin tidak menciptakan misi tersebut, tapi dia pasti mengetahui keberadaannya. Untuk beberapa alasan, Cale yakin bahwa ini akan terjadi,

Rattle.

Jawab Eden Miru.

“Manusia! Berderak, Eden Miru berderak!”

“Wow! Akhirnya bergerak!”

“Aku pikir dia akan segera lahir!”

‘Fuck.’

Saat Cale menutup matanya erat-erat.

“Tingkat pemulihan 95%!”

Mata Raon membelalak mendengar kata-kata yang diteriakkannya seolah bersorak.

95%.

Awalnya diputuskan untuk pergi ke 7th Evils.

“Manusia, ayo pergi ke Tujuh 7th Evils sekarang! Kita harus bergegas!”

Oonnngg--

Raon buru-buru mulai menyebarkan lingkaran sihir teleportasi.

Raon sangat gembira hingga sayapnya terus mengepak seperti helikopter.

(tl/n : helicopter … helicopter,,, parra coper para coper)

“… .”

Dan Cale melihat ke luar.

Jendela quest mengikutinya.

[Kelahiran pemimpin baru 7th Evils akan diumumkan di seluruh sistem game.]

[Buatlah cerita tentang lahirnya 7th Evils yang agung yang akan membuat semua makhluk 7th Evils bergidik!]

[* Standar penilaian cerita akan dibandingkan dengan legenda sebelumnya.]

[* Kemajuan acara ditampilkan berdasarkan sistem ultra-canggih.]

[* Ketika kemajuan 100% tercapai, pemimpin 7th Evils lahir.]

[* Hadiah penerima berubah tergantung pada tingkat penyelesaian acara. (Kelas F hingga S)]

“Ha-”

Cale menghela nafas tanpa sadar dan kemudian mengeluarkannya seperti desahan.

“….Membuat adegan kelahiran dari legenda dan dongeng?”

Ada banyak legenda.

Di dalamnya, kelahiran pahlawan dan 7th Evils bisa misterius atau menakjubkan.

Cale harus membuatnya?

“Raon. Apakah kamu sudah selesai membuat sihir teleportasi?”

Cale memutuskan.

“Hah! Sudah siap. Manusia!”

Sebuah kamp teleportasi besar segera dibuat.

Karena Raon sudah bersiap.

“Hubungi 7th Evils dan beri tahu Sheritt bahwa kita akan datang.”

“Oke, manusia!”

Saat Raon sibuk bergerak dan Rosalyn membantunya, Alberu mendekati Cale.

“Apa yang terjadi?”

“Quest Acara muncul.”

“Apa isinya?”

“Ciptakan adegan lahirnya legenda 7th Evils, dan sebarkan rumor ke seluruh New World, dimulai dengan 7th Evils.”

“...Hah?”

Apakah Alberu memandangnya dengan bingung atau tidak, Cale menghela nafas.

Cale masih tidak tahu mengapa sistem memberi dia misi ini.

‘Yah, coba kita tebak.’

Saat ini, para pemimpin dari 8th Evils pasti punya cerita.

Namun Eden Miru tidak ada di sana.

Ini mungkin meminta Cale untuk melakukannya.

Mereka berarti memberi Cale otonomi sebesar itu.

‘Artinya sistem ini bertindak demi keuntungan kita.’

Kemungkinan besar One, AI yang berasal dari sistem, terlibat.

“Legenda-”

Sudut mulut Cale terangkat.

“Hei, Eden Miru.”

Cale mengangkat telur yang dibungkus kain bermotif bunga dan meletakkannya di sisinya.

“Aku akan menjadikanmu 7th Evils yang Agung.”

Rattle-rattle-rattle.

Eden Miru segera mengirimkan sinyal.

“Ada tingkat kompensasi dari F hingga S?”

“Ha ha.”

Cale tertawa.

Rattle-rattle-rattle.

Telur itu bereaksi lebih keras, tetapi Cale mengelus telur itu dengan lembut.

“Aku akan memastikan kamu mendapatkan setidaknya hadiah peringkat S.”

S adalah maksimum.

Rattle-rattle-rattle.

Hong, yang sedang memperhatikan telur, memiringkan kepalanya dan berkata.

“Kamu terlihat cemas!”

Cale masih mengelus telur itu dengan senyum ramah di wajahnya.

“Aku kira dia cemas karena dia berpikir untuk segera dilahirkan.”

Rattle-rattle-rattle.

Sementara Alberu menatap telur dengan kasihan, Cale menambahkan Raon dan Rosalyn yang mencoba menyampaikan pesan kepada Beruang Hitam dari 7th Evils.

“Raon. Katakan pada Sherit untuk membawa Clopeh Seka pria itu juga.”

“Oke, manusia!”

Raon merespons dengan cepat, dan Rosalyn serta orang dewasa lain di sebelahnya berhenti.

Cale, yang mendapat perhatian dari orang dewasa, berbicara dengan senyum lembut.

“Dia paling mengetahui legenda itu. Kita harus memanggil ahlinya. Ha ha-“

Cale tertawa,

Rattle-rattle-rattle.

Eden Miru pun berapi-api mengutarakan pendapatnya.

[Tingkat pemulihan 95,2%]

[Kemajuan upacara kelahiran 0%]

[Tingkat hadiah belum ditentukan]

“Ha ha-”

Setelah melihat peningkatan tingkat kesembuhan yang semakin lambat, Cale memutuskan untuk melakukan hal yang benar.

Lagipula ini bukan upacara kelahiran Cale, ini upacara kelahiran Eden Mir.

“Kelahiran adalah suatu hal yang diberkati. Aku akan mengadakan upacara kelahiran yang luar biasa.”

Cale tersenyum sangat ramah dan menepuk telur.

Da, da, dalg, laak-

Samar-samar telur menyampaikan niatnya seolah-olah dia sudah menyerah pada sesuatu.

Cale 385 – The Birth of Evil

Pusat dari 7th Evils kembali setelah sekian lama.

Kastil dongeng yang dulunya merupakan kediaman Raja Naga Neo dan saat ini dikelola oleh Vicious Dark Bear.

Paaaaat!

Cale dan rombongannya melakukan perjalanan dari Kerajaan Lan ke 7th Evils melalui teleportasi disertai cahaya terang.

"Hehe-"

Cale tersenyum canggung.

“Sepertinya kita mulai sedikit ramai, ya?”

Pada saat itu.

Bum!

Pada saat yang sama, sekitar seratus orang berlutut.

Namun yang membuat Cale merinding adalah kecepatan dan intensitasnya sama, sehingga terdengar seperti ada orang yang bergerak.

“Hidup Heavenly Demon!”

Mereka adalah Demon.

Sebuah kastil besar tempat bos terakhir dari 7th Evils berada.

Kastil putih yang indah, seperti kastil dari dongeng, dikelilingi oleh awan halus seperti permen kapas, tapi ukurannya cukup besar.

Dibandingkan dengan 8th Evils lainnya, 7th Evils memiliki medan terbesar kedua, dan merupakan kastil megah yang tiada duanya.

Tentu saja, aula di lantai pertama kastil juga cukup luas.

“….”

Shooo.

Heavenly Demon mengangkat tangannya.

Bum!

Sekitar seratus orang membungkuk lebih dalam, menundukkan kepala ke lantai.

"Demon!"

Menanggapi teriakan mereka, Heavenly Demon hanya berdiri diam, tampaknya tidak terpengaruh.

"Ha ha-"

Cale memandang Beruang Hitam jelek itu, yang tersenyum canggung.

Beruang lucu ini sedang menggosok-gosokkan kedua tangannya dan entah bagaimana mendekati Cale.

“Haha, Tuan Muda, sudah lama tidak bertemu.”

Di belakang beruang itu, dengan lembut melambaikan tangannya dan menyapanya, ada Gashan, Beastmen suku harimau.

"Hei!"

Saat Beruang mendengar suara Gashan di belakangnya, dia terkejut dan berlari menuju Cale. Beruang menoleh ke belakang.

'Hah!'

Gashan dengan pupil putih dan berbagai pola terukir di sekujur tubuhnya.

Di sekelilingnya, dua burung gagak sedang berputar-putar, mengeluarkan tangisan yang menakutkan.

Grab.

Vicious Dark Bear itu meraih celana Cale tanpa menyadarinya.

Gulp.

Cale Henituse, kejahatan terburuk. Beruang tidak menyangka dia akan sebahagia ini melihat orang ini.

'Ada banyak sekali orang gila!'

Setelah Cale dan kelompoknya pergi, mereka mulai mendaftarkan mereka sebagai Semi-NPC atau NPC satu per satu, dimulai dengan darah campuran Paus Naga Aipotu.

Tentu saja, pekerjaan untuk membentuk Portal Black Castle juga sedang berlangsung pada waktu yang sama, jadi Vicious Dark Bear itu sering bertemu dengan anggota kelompok Cale yang lain.

Itu sebabnya Beruang tahu.

'Orang-orang ini adalah yang paling normal!'

Cale, Choi Han, bayi naga yang menakutkan dan dua kucing yang kejam adalah yang paling normal!

Ini adalah perihal yang paling bisa diterima.

Sedangkan yang dipanggil Demon Cult yang datang untuk membantu Heavenly Demon.

'Psiko gila!'

Dia bertindak seperti Dewa palsu, mengatakan dia telah menemukan rumah baru untuk membangun anteknya.

Beastmen, Gashan, dan lainnya juga aneh.

'Dan para Mixed Blood Dragon itu juga aneh!'

Dimulai dari Paus, Mixed Blood Dragon datang ke sini satu per satu, mengatakan bahwa mereka akan menciptakan sesuatu seperti 'Ksatria Miru'.

Mereka pendiam, sehingga membuat Beruang semakin takut.

Sebenarnya masih banyak orang aneh dan menakutkan lainnya.

‘….Tentu saja, hal yang paling aneh adalah-'

Gulp.

Punggung Beruang Hitam terasa menyeramkan karena suatu alasan.

“Sudah lama sejak aku tidak melihat wajahmu.”

“Eruhaben-nim.”

Senyuman ramah muncul di bibir Cale saat dia memandang Demon Cult itu dengan acuh tak acuh.

Tuk-tuk.

Cale dengan gembira menyapa naga kuno Eruhaben, yang dengan sembarangan membelai kepala Beruang Hitam.

“Apakah kamu sibuk dengan portal?”

Portal Black Castle.

Setelah menyelesaikan pendaftaran sebagai Semi-NPC, Eruhaben, yang memiliki pengetahuan sihir di samping mantan Raja Naga Sheritt, yang tidak bisa meninggalkan kastil, berkolaborasi dengan peneliti dari Bumi 3 untuk membentuk sebuah portal.

Selain itu, ia juga membantu memulihkan Aipotu yang sempat dibiarkan amburadul oleh para Hunter Purple Blood dan pasukan naga Aipotu.

“Itu sangat berharga.”

Eruhaben, yang menjawab dengan acuh tak acuh, melirik ke arah Beruang Hitam dan membuka mulutnya.

“Beruang Hitam. Orang ini lebih mampu dari yang aku kira. Itu menjadi mudah bagi kami karena dia mengurus semua hal kecil.”

“Oh.”

Cale menatap Beruang Hitam dengan penuh kekaguman.

Dan Beruang Hitam tidak tahan untuk berbalik dan melihat ke arah Eruhaben.

'Hoo.'

Beruang tidak bisa melupakan reaksi Eruhaben setelah menjadi Semi-NPC.

‘Apakah ini berarti naga adalah monster yang bisa diburu pengguna kapan saja?’

'Ya? Yah, itu belum mungkin-'

'Mungkinkah itu terjadi di masa depan?'

'Yah, jika kamu naik level dan melakukan berbagai hal-'

'Hoo. Itu menyenangkan. Ini sangat menyenangkan.'

Beruang bisa merasakan semacam kegilaan dalam senyuman lucu Eruhaben.

‘Bisakah naga naik level di sini?’

'Ya? Peningkatan level semi-NPC untuk naga itu -‘

‘Ya? ha ha ha…'

Itu adalah Beruang Hitam yang masih mengingat tawa Eruhaben sampai saat ini.

Anehnya, Beruang terus melarikan diri dari Eruhaben sejak saat itu.

Tuk-tuk.

"Kerja bagus."

Sebaliknya, Beruang merasa nyaman melihat Cale membelai kepalanya dengan tangan kasarnya.

'Oke. Akulah Beruang Hitam yang Agung!

Di mana aku akan memberikan kesetiaanku adalah pada yang terburuk dari kejahatan besar kita!

Pemimpin dari semua makhluk ini!

Yang terburuk yang pernah hidup!

Tak lain dan tak bukan adalah Cale Henituse kita sendiri!!’

Shhaaa.

Saat sudut mulut Beruang Hitam hendak terangkat.

“Apakah ini akan segera menetas?”

Arus halus mengalir melalui suara Eruhaben.

Cale menunjuk kain pembungkus bermotif bunga yang dikenakan di sisinya.

"Ya. Aku pikir bayinya akan lahir dalam 7 hari.”

Pada angka 95,2%, tingkat kesembuhan mulai meningkat cukup lambat.

[Tingkat pemulihan 95,21% (Batas waktu yang tersisa: 6 hari 23:21)]

[Kemajuan upacara kelahiran 0%]

[Tingkat hadiah belum ditentukan]

Selain itu, Cale juga diberitahu tentang sisa tenggat waktu.

'Kami harus meningkatkan tingkat kemajuan upacara kelahiran menjadi 100% dalam sisa tenggat waktu.'

Hanya dengan cara ini tingkat imbalannya akan meningkat.

'Sepertinya orang ini akan mendapat hadiahnya.'

[* Hadiah penerima berubah tergantung pada tingkat penyelesaian acara. (Kelas F hingga S)]

Eruhaben mengungkapkan pertanyaan di telinga Cale saat dia memeriksa deskripsi misi.

“Dari apa yang kudengar, um, penetasan itu agak hangat.”

Eruhaben sudah memperhatikan cara Cale melakukan sesuatu. Oleh karena itu, Eruhaben memperhatikan satu hal yang aneh dalam perkataannya.

“Kenapa kamu memanggil Clopeh Seka terburu-buru?”

Clopeh Seka.

Sekilas. Tatapan Eruhaben beralih ke dua orang yang belum mendekat.

Clopeh Seka dan mantan Paus Kaecilia bersama.

'Hmm.'

Naga Kuno itu sedikit gelisah karena mereka berdua berdiri bersama.

'Kapan mereka menjadi teman?'

Clopeh Seka. Sebelum Eruhaben menyadarinya, pria itu sedang duduk bersama Paus Kaecilia, memberikan suasana yang sangat ramah.

Tentu saja, mata Paus Kaecilia tidak pernah lepas dari Half Blood Dragon Eden Miru.

“…..”

Tapi dia tidak bisa mendekat.

Alis Eruhaben sedikit berkerut, seolah dia tahu apa yang Kaecilia pikirkan. Bahkan, Eruhaben pun tak bisa dengan mudah mendekati Eden Miru karena alasan tertentu.

"Ah."

Saat itu, Naga Kuno melihat Cale tersenyum.

“Senang sekali kalian berdua bisa bersama.”

‘Apa?’

Cale menyambut Clopeh Seka dan Paus Kaecilia.

"Hmm. Ini sangat menghibur.”

Cale memandang kedua orang itu satu demi satu dengan wajah puas, dan akhirnya menatap Heavenly Demon.

'Hah? Apa?'

Lebih tepatnya, Cale melihat suku Beastmen yang berdiri di samping Heavenly Demon.

Eruhaben merasa tidak enak pada mata penuh arti itu, dan matanya dengan cepat beralih ke area di sekitar Cale.

“Hee hee!”

"Ehhee!"

“…..”

Pada usia rata-rata 10 tahun, Raon dan Hong tertawa dan On tersenyum. Sepertinya ada sesuatu yang menyenangkan.

“… .”

Rosalyn menghindari kontak mata, dan Choi Han tampak agak bingung.

“Hehe.”

Dan Putra Mahkota Alberu Crossman tersenyum cerah.

Sangat mencurigakan.

Dan Heavenly Demon yang menerima tatapan Cale—

“….”

Ada sesuatu yang cukup menarik tentang hal itu, tetapi juga terdapat ekspresi keengganan.

'Apa yang terjadi?'

Saat Naga Kuno itu hendak mengingat pertama kalinya setelah sekian lama Cale mendapatkan masalah, Cale membuka mulutnya dan mengatakan hal yang serius.

“Dalam tujuh hari, sebuah legenda besar akan lahir.”

Suaranya serius.

"!"

Beruang Hitam tersentak.

Legenda?

“….8th Evils, dan seluruh benua ini, harus menyadari lahirnya kejahatan baru, kejahatan yang agung, di antara 7th Evils.”

“Hah?”

Beruang Hitam mengendurkan cakar depannya yang mencengkeram ujung pakaian Cale.

Sreuk.

Kaki celana menjauhi kaki depan.

Cale meringis. Dan Dark Bear juga mundur selangkah.

Bukankah mereka bilang 7 hari kemudian, Eden Miru lahir?

Bos terakhir sementara, Beruang Hitam, sudah mengetahui bahwa Eden Miru mungkin menjadi bos baru dari 7th Evils. Tapi legenda?

“Hoo.”

Clopeh Seka berseru pelan.

“… .”

Dan mata Paus Kaecilia berbinar.

Half Blood Dragon.

Dia telah diabaikan karena dia tidak bisa menyesuaikan diri di mana pun.

Eden Miru. Sebagai setengah naga, dialah yang melindungi semua orang dari Neo, mantan naga yang dibenci Kecilia.

Dia akan mengambil alih kekuasaan Raja Naga Neo, dan Kaecilia memutuskan untuk melindunginya.

Kehidupan barunya—

'Mari kita menjadikannya legenda?'

Bukankah itu cukup untuk diketahui semua orang di dunia yang luas ini?

Kelahiran Half Blood Dragon—

Mari kita menjadikannya legenda?

Benua Aipotu.

Paus pertama, Yang Mulia Kaecilia, adalah orang yang banyak akal yang mendirikan sebuah ordo keagamaan yang memuja naga sebagai Dewa dan mengambil alih seluruh benua hanya dalam waktu 200 tahun.

Rasa panas yang menyengat mulai terlihat di mata mantan Paus.

“Tuanku, apakah ini sesuatu yang harus kita lakukan?”

Heavenly Demon tersenyum dan menjawab pertanyaan bawahannya.

“Yah, bukankah itu menyenangkan? Aku berencana untuk membantu juga.”

Murim di Central Plains.

Demon Cult telah mempertahankan sejarah panjang dan kuat di sana.

Sebuah ordo keagamaan yang memuja Heavenly Demon sebagai Dewa mereka.

Kegilaan mereka seringkali membuat para pejuang yang kuat pun merasa jijik.

Bagi mereka, ada ritual tertentu, ritual yang mengubah sesuatu menjadi legenda.

“Kita memiliki banyak pengalaman.”

Itu adalah sesuatu yang biasa mereka lakukan sepanjang waktu.

“….”

‘Oh Fuck..’

Beruang Hitam mundur selangkah lagi.

Tuk.

Beruang dikejutkan oleh sentuhan di punggungnya dan berbalik untuk melihat bahwa itu adalah Naga Kuno Eruhaben. Beruang Hitam, yang mencoba mundur dengan tergesa-gesa, melihat emosi berkembang di wajah Naga Kuno itu dan tanpa sadar meraih kaki celana Naga Kuno itu.

Sementara itu, Paus Kaecilia membuka mulutnya dengan ekspresi tenang.

“Jika kita perlu memberi tahu semua orang, sebaiknya persiapkan upacara kelahiran, undang bos tengah dari 7th Evils, dan buka kastil untuk menunjukkan kepada penghuni 7th Evils.”

Suaranya pelan, tapi anehnya penuh semangat.

“Juga, mari kita umumkan upacara kelahiran kepada bos terakhir dari 8th Evils, karena mengundang mereka bisa membuat kita kalah, jadi kupikir pemberitahuan lebih baik daripada undangan.”

Dan sekarang Beruang Hitam ketakutan.

Orang-orang dari pihak Heavenly Demon juga diam-diam bergabung.

“Menurutku, upacara ini haruslah megah dan bermartabat, ini bukan hanya sebuah kelahiran, ini adalah kelahiran kejahatan, bukan?”

“Alangkah baiknya jika ada sentuhan kesucian.”

Saat Kaecilia dan si kumpulan Demons sedang mengobrol panjang lebar.

“Cale-nim,,,.”

Seseorang membuka mulutnya.

Terlepas dari seruan awal, Clopeh Seka hanya berdiri diam dengan senyuman di wajahnya.

Dia akhirnya membuka mulutnya.

“Yang asli telah muncul!”

Saat semua orang mendengar Raon bergumam pelan tapi pura-pura tidak mendengar,

Shhaa.

Clopeh Seka melangkah maju.

Dan kemudian, berdiri di depan Cale, dia diam-diam memandangi telur Eden Miru yang terbungkus kain bermotif bunga.

"Aku tidak tahu…."

Suara sucinya perlahan bergema di seluruh aula.

“Legenda tidak perlu diceritakan.”

Tidak perlu menceritakan legendanya.

“Dia adalah legenda yang dapat kamu lihat, dengar, rasakan di kulit kamu, dan ketahui setiap kali kamu bernapas.”

Cale Henituse adalah maksud Clopeh.

Jalan legendaris yang Cale lalui bukanlah ritual yang disengaja atau cerita yang dibuat berdasarkan legenda.

Clopeh Seka mengetahui hal ini lebih baik dari siapa pun.

Karena dialah yang mengaturnya dengan harapan menjadi legenda, dan Clopeh akhirnya menyadari cara kerja yang sebenarnya.

“Kita hanya perlu menunjukkannya.”

Menunjukkan?

Walaupun kamu tidak mempunyai hal seperti itu, tunjukkan saja.

“Kejahatan tercipta di sini.”

Senyum Clopeh semakin dalam.

“Kelahiran kejahatan. Hanya dengan melihat tanda-tandanya akan menyatukan semua orang.”

Dan tentu saja cerita dan legenda akan tercipta. Clopeh Seka mengangkat kepalanya dan melihat ke langit-langit. Langit-langit aula dengan awan permen kapas halus mengambang di atasnya.

"Ah-"

Clopeh dapat melihat permen kapas yang diimpikan itu berubah menjadi sesuatu yang jelek dan tidak menyenangkan.

“Aku melihat kejahatan.”

Saat Clopeh menunjukkan senyuman sempurna.

“Clopeh Seka.”

Cale mengulurkan tangan dan menepuk bahu Clopeh.

Dia sangat dapat diandalkan.

“Kali ini, cobalah apapun yang kamu mau lakukan.”

(tl/n :  Seriously… Cale-nim T.T)

Jika Cale menyerahkannya pada orang ini, upacara kelahirannya akan terjadi~

“Aku akan membantumu dalam segala hal.”

Tingkat kompensasi dasar adalah ranking S.

***

Grumble--

Kastil tempat tinggal bos 7th Evils.

Juga dikenal sebagai Kastil Permen Kapas.

Penduduk 7th Evils atau gerombolan penduduk yang tinggal di desa dekat kastil memandang Kastil Permen Kapas dengan mata cemas.

Grumble--

Langit di atas Kastil Permen Kapas, yang terletak di tengah padang rumput luas, menangis.

“A-apa yang terjadi?”

Blink, blink.

Petir merah keemasan menyambar menembus awan, menampakkan dirinya sedikit demi sedikit.

Plus-

“Awan seperti itu—”

Langit tertutup awan merah tua.

Ini tidak menyenangkan.

Ini sungguh tidak menyenangkan.

Caw caw-

Dan burung gagak muncul dari segala arah dan berbondong-bondong menuju Kastil Permen Kapas.

Caw caw-

Langit ditutupi dengan kawanan burung hitam yang tak terhitung jumlahnya.

“….Ini tidak menyenangkan.”

Namun, ekspresi wajah orang-orang yang mengucapkan kata-kata itu tidaklah buruk.

Karena mereka adalah makhluk yang hidup dalam 7th Evils.

Karena itu adalah kehidupan di dunia dengan ceritanya sendiri, berlatarkan dongeng.

“Pohon, pohon~!”

Seseorang berteriak kegirangan.

“Pohon-pohon tumbuh seperti monster yang menjijikkan!”

Langit menangis dan awan merah gelap muncul!

Burung gagak terbang dari mana-mana!

Ditambah lagi, pepohonan tumbuh dengan aneh!

“Gila, sekarang hujan dan berangin!”

Segala sesuatu yang buruk, termasuk hujan dan angin, berkumpul di Kastil Permen Kapas.

Seolah-olah dalam dongeng, terlahirlah kejahatan besar yang harus dikalahkan oleh pejuang untuk terakhir kalinya.

Jantung mereka berdebar kencang.

Saat cerita tentang Kastil Permen Kapas menyebar dengan cepat ke seluruh 7th Evils.

“Manusia, bukankah kamu sedikit berlebihan?”

"...Shit."

Cale menyesal.

Namun tangannya masih menyentuh lantai.

Pohon berbentuk aneh yang tumbuh dalam bentuk menjijikkan itu dibuat oleh Cale, dengan bantuan Indestructible Shield, seperti yang dia lakukan di Jungle dulu.

"Ha."

Heavenly Demon juga menghela nafas dan memancarkan lebih banyak energi merah tua.

“Mary.”

"Ya."

“Giliranmu untuk melangkah maju.”

Necromancer Mary mengangguk, memegangi tulang.

Rattle.

Tanah berguncang dan kini giliran para kerangka itu yang keluar.

Semua pertanda buruk mengarah ke Kastil Permen Kapas.

“Itu tidak cukup.”

Sementara itu, Clopeh Seka merasa tidak cukup.

Matanya beralih ke Naga Kuno Eruhaben, Rosalyn, dan Raon.

Clopeh Seka berbicara kepada makhluk yang ahli dalam sihir.

“Itu tidak cukup.”

Ada kegilaan di mata Clopeh Seka.

Rosalyn memutuskan seperti itu.

“Kejahatan haruslah jahat, lebih jahat lagi. Cukup jahat untuk memusatkan perhatian bos 8th Evils.”

Dengan suara lirih, Clopeh Seka menghampiri ketiga makhluk itu.

Malam itu.

Pilar cahaya hitam muncul dari Kastil Permen Kapas.

Dan cahayanya menyebar ke segala arah, dan garis-garisnya dapat terlihat di seluruh medan 7th Evils.

Caw caw-

Sepanjang garis itu, burung gagak dan kerangka yang terkubur di sana-sini muncul, bergerak menuju pusat 7th Evils, ladang permen kapas yang luas.

Benar-benar mengerikan.

Dan berita tersebut menyebar ke seluruh 8th Evils, dan juga membangkitkan minat negara-negara lain yang selalu mengawasi 8th Evils.

Tentu saja pengaruh Cale juga ikut menarik minat negara lain.

Itu karena pemandangan aneh itu terekam dalam video bola sihir dan dikirim ke Ahn Roh Man dan Raja Tamahi dari Kerajaan Lan.

================

<Apa yang terjadi dengan 7th Evils? ᄃᄃᄃ>

Sekarang, sudahkah kamu melihat video itu?

Sepertinya video game yang diposting seseorang.

Gila.

Apa yang terjadi dengan 7th Evils sekarang?

-Video apa?

-Aku menyimpannya. Tautan permata.

-Gila. Wah, sungguh tidak menyenangkan.

-Whoa. New World itu menyenangkan. Ada kekacauan di mana-mana.

-LOL... Tapi siapa yang merekam video 7th Evils?

-Aku tidak tahu. Apakah ada pengguna yang sudah memiliki akses ke 7th Evils?

-Iblis macam apa akan yang lahir?

===================

Kelahiran kejahatan.

Persiapan terus dilakukan.

"Cale-nim. Kamu dapat melanjutkan langkah demi langkah sambil mengelola kondisi kamu.”

“Eh, oke.”

Dan Cale menerima perhatian terbaik dari Clopeh Seka dan menggunakan kekuatan kunonya dengan cara yang kecil dan tepat.

Dalgraaagh-

Entah kenapa, Eden Miru mengutarakan pikirannya tanpa daya, seolah telah dibebaskan.

***

Dan akhirnya, penolong terakhir muncul di hadapan Cale.

“…..Kita perlu menciptakan kelahiran yang akan menjadi legenda?”

Mantan Raja Naga Sherritt.

Ada kekuatan aneh di matanya.

"Ya."

Dan Cale tertawa.

Rattle.

Telur itu bergerak tanpa daya.

“Kamu yang terburuk!”

Pada saat itu, Beruang Hitam mendekat dan memberi tahu Cale beberapa berita.

“Bos dari 3th Evils, Count Lupe, dikatakan akan berkunjung besok ketika dia punya waktu!”

Kejahatan lain, 3th Evils, yang Cale kendalikan.

Count Lupe, bos tempat itu dan dianggap sebagai bangsawan sejati dunia iblis, memutuskan untuk berkunjung.

Kunjungan ini sangat penting.

“Yang terburuk, kamu bilang Aurora akan datang besok, kan?”

“Hm, benar.”

Aurora.

Pemimpin kelompok Arbirator dan satu-satunya garis keturunan mantan Raja Iblis.

Dan orang yang mencari Count Lupe.

Kedua iblis itu memutuskan untuk bertemu di sini secara diam-diam besok.

Ada empat hari tersisa sampai kelahiran kejahatan Eden Mir.

.

.

Heavenly Demon : menggunakan kekuatan uniknya untuk menciptakan awan merah gelap yang menutupi langit

Gashan : menggunakan gagaknya untuk menciptakan suasana yang tidak menyenangkan di sekitar kastil

Cale : menggunakan petir emas di langit, membuat pohon-pohon di mana-mana bergerak, membuatnya turun hujan dan angin.

Eruhaben, Rosalyn, dan Raon : memanggil pilar cahaya hitam yang dapat dilihat oleh kebanyakan orang dalam permainan.

 

Catatan Penulis

Halo, ini Yoo Ryeohan.

Aku bersemangat dan senang untuk menyapa kalian setelah jeda selama sebulan.

Terima kasih banyak atas kesabaran kalian.

Saat aku membaca setiap kata yang kamu tinggalkan di rangkaian postingan terakhir sebelum jeda terakhir, aku benar-benar terhibur dan terharu. Berkatmu, aku bisa menghabiskan bulan ini dengan aman.

Terima kasih selalu.

Sekarang ini tahun baru, aku akan mencoba yang terbaik tahun ini!

Terima kasih atas dukungan kalian yang berkelanjutan.

Aku mengucapkan selamat tahun baru kepada kalian semua.

-Yoo Ryeohan-

Cale 386 - The Birth of Evil

***

Di New World, ada banyak sekali daratan yang belum bisa dijelajahi dengan baik oleh pengguna biasa.

Diantaranya, tempat yang memiliki tingkat kesulitan tertinggi adalah~

<8th Evils. Kita tidak harus pergi ke sana. Aku bahkan tidak bisa mendapatkan peringkat pertama.>

Tidak ada pengguna yang membantah pernyataan ini.

Di antara 8th Evils, bos 3th Evils adalah Ghost of Darkness Lupe.

Dia datang ke sini lebih awal untuk menemui Aurora, pemimpin kelompok Arbirator, dan menyapa Cale dengan sopan beserta sikap yang elegan.

“Sudah lama sejak aku tidak melihatmu, kamu yang terburuk~”

“Hmm.”

Cale tersentak.

‘Apakah tidak apa-apa seperti ini?”

Titel ‘yang terburuk’.

Bisakah Cale melanjutkan titel itu?

“Ya. Lama tak jumpa.”

Begitu Lupe mengucapkan salam, salam Lupe diterima Cale.

Shhaaa.

Lupe, dengan senyuman aristokrat yang anggun, berbicara dengan lembut.

“Aku mendengar rumor akhir-akhir ini.”

“Hmm? Rumor apa?”

“Ada rumor bahwa Iblis akan turun ke 7th Evils.”

Cale berhenti.

Rattle.

Eden Miru yang berada di sisi Cale terguncang.

“......”

Cale hanya berdiri diam.

Karena untuk sesaat Cale tidak tahu harus menjawab apa.

Lupe memandangi telur yang dibungkus kain bermotif bunga dengan ekspresi penuh arti di wajahnya.

“Seperti yang diharapkan, mahkluk inilah yang akan menjadi Raja Iblis.”

Rattle.

“Wow. Dia bergerak dengan sangat cepat."

Rattle, Rattle, Rattle.

“Haha! Satu amarah layak menjadi kejahatan baru dari 7th Evils, Raja Iblis!”

Lupe mengangguk, tapi kemudian berbicara hati-hati kepada Cale dengan ekspresi sedikit kaku.

“Dari semua 8th Evils kecuali 3th Evils dan 7th Evils, saat ini mereka memusatkan perhatian pada 7th Evils.”

Cale juga mengetahui hal ini.

‘Kelahiran Iblis.’

Untuk mencapai hal tersebut, Clopeh Sekka telah melakukan berbagai hal selama tiga hari terakhir.

Ada kemungkinan rumor akan menyebar.

Cale juga mengetahui hal ini.

“Karena ini adalah 7th Evils dalam konsep dongeng, kelahiran Iblis adalah skenario yang sangat tepat.”

“Hmm.”

Nah, bos terakhir yang cocok untuk dunia dongeng adalah Raja Iblis.

“Namun, skala tanda kelahiran semakin membesar, dan seiring dengan diketahuinya status 7th Evils, semua penghuni 8th Evils penasaran tentang ‘seberapa kuat Raja Iblis’ yang akan segera muncul.”

“Hmm….”

Clopeh Sekka melakukan pekerjaannya dengan baik.

“Aku mendengar bahwa Kerajaan normal di luar 8th Evils juga memberikan perhatian yang cermat saat ini? Kelahiran Raja Iblis pasti akan menimbulkan ancaman bagi Kerajaan lain.”

‘Ohm.’

Cale hanya mendengarkan dalam diam.

Ekspresi Lupe menjadi lebih bermakna.

“Kamu yang terburuk-”

Suara Lupe tiba-tiba merendah. Mata Cale menoleh padanya.

Sepertinya ada sesuatu yang penting yang akan dikatakan.

“Kamu bahkan memimpin Iblis~”

‘Hmm?’

Tunggu sebentar—

“Hari dimana 8th Evils ditaklukkan.”

Bukankah orang ini akan bicara omong kosong sekarang?

Cale membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi Lupe melanjutkan tanpa henti.

“Terburuk di antara kejahatan. Yang terburuk. Tempat terbaik untuk kejahatan—"

Mata Lupe sangat bersemangat saat mengatakan ini.

Apa kedudukan tertinggi di atas orang-orang yang mengikuti keburukan?

Jawabannya sudah jelas.

“Dewa-”

Mata Cale melebar.

Rattle!

Telur Eden juga terkejut.

Senyuman Lupe menjadi lebih menyeramkan.

Dia berbicara dengan penuh keyakinan.

“Bukankah kau layak sebagai seorang Dewa Iblis?”

Dewa Iblis.

Ya.

Dia mengendalikan 3th Evils dan ke-7, dan menargetkan 8th Evils lainnya.

Selain itu, dia menciptakan kekacauan sesama Iblis.

Dewa Kekacauan, sepertinya Dewa kecil itu ingin melawannya.

Selain itu, ia mencoba memperluas pengaruhnya ke seluruh New World dengan melampaui 8th Evils dan mendirikan Kerajaan Kegelapan.

Dan kekuatan yang bukan manusia—

Selain itu, dia tidak takut berperang dengan mereka yang ingin menciptakan Dewa Absolut!

Hasil akhir dari semuanya!

Kejahatan dari kejahatan!

Dewa Iblis!

Bukankah itu nama yang mulia!

“Hehehe-”

Lupe tertawa sembrono tanpa menyadarinya.

“Orang ini-”

Dan Cale terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa.

Cale berpikir.

Apakah orang ini gila?

Apakah Lupe habis mabuk?

Omong kosong apa yang dia ucapkan?

Mata Cale menjadi berkilau, dan kejengkelannya terhadap Count Lupe meningkat.

“Hmm.”

Count Lupe dengan cepat sadar.

Count Lupe kembali menjadi bangsawan yang sopan dan anggun.

“Aku akan diam.”

Count Lupe mengerti apa yang dimaksud Cale.

‘Kamu mungkin melakukan ini karena aku sudah menyadari gambaran besarnya.’

Seseorang yang lebih dari sekadar menyelamatkan New World dan berupaya mencapai puncak kejahatan.

Seharusnya Count Lupe tidak terlalu memikirkan pikiran batinnya.

Adalah tugas seorang bawahan untuk berpura-pura tidak tahu apa-apa.

Count Lupe memutuskan untuk diam-diam melakukan apa yang harus dia lakukan.

“Aku tidak akan berkomentar lebih jauh mengenai hal ini.”

“Hmm. Baiklah.”

Cale diyakinkan oleh kata-kata Count Lupe.

‘Aku tahu kamu tahu itu tidak masuk akal.’

Tetap saja, Count Lupe jelas lebih fasih daripada Beruang Hitam.

Seperti yang diharapkan, dia adalah seorang mutan yang memahami sistem dan permainan.

Count Lupe dengan tenang terus berbicara kepada Cale, yang merasa lega.

“Aku akan melakukan yang terbaik untuk membantu kamu. Kami sedang melacak tren kejahatan di enam tempat lainnya, jadi jika kami menemukan sesuatu yang berbeda dari biasanya, kami akan segera memberi tahu kamu melalui Beruang Hitam.”

Nods.

Tentu saja, Count Lupe dan Beruang Hitam pandai dalam satu hal.

Jadi, serahkan pada mereka, Cale dapat melanjutkan pencarian untuk menemukan Tanah Suci Dewa Kekacauan.

Setelah Eden Miru lahir, yang harus Cale lakukan adalah pergi ke Dunia Iblis, tempat dimulainya Primodial Night.

“Ah.”

Pada saat itu, Count Lupe berbicara seolah-olah ada sesuatu yang terlintas dalam benaknya sejenak.

“Apakah kamu tahu bos 5th Evils?”

“Bukankah ini Fire Demon? Jika dia bosnya, apa kamu mengenalnya?”

3th Evils, The Hell of Darkness.

7th Evils, The Hell of Worst Time.

5th Evils, The Hell of Fire.

“Ya. Apakah kamu tahu julukannya?”

“Hmm.”

Cale mengingat data itu dan terdiam.

Lupe melihatnya dan membuka mulutnya.

“Putra Mahkota yang dilengserkan. Kisah orang itu adalah dia mencoba menjadi Raja Iblis, tetapi kalah dalam kompetisi, dikeluarkan dari Dunia Iblis, mengambil tempatnya di antara 5th Evils, dan akhirnya menjadi Iblis Api.”

Cale menatap telur Eden Miru.

“Dan dia sangat terobsesi dengan nama Raja Iblis.”

Tuk-tuk.

Tanpa alasan, Cale membelai telur itu dengan tangannya.

Kata-kata Lupe sampai ke telinga Cale.

“Sebaiknya kamu mengingat hal itu. Saat bayi bos dari 7th Evils kita lahir, Putra Mahkota itu mungkin akan melakukan sesuatu.”

Rattle.

Eden Miru tiba-tiba bergerak dengan kasar.

Lupe tersenyum.

“Haha! Jangan khawatir, bos sayang. Kita akan melewati masa terburuk bersama-sama, kan?”

Trringg, Ratttllleee!

Eden Miru semakin geram.

Cale memahami arti isyarat dari Eden Miru ini.

“......Bayi Bos............ Ppffttt.”

Cale hampir tidak bisa menahan tawanya.

...Rattlleeee...Grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr....

Eden Miru sepertinya telah terbebas.

Saat itulah.

“Manusia! Mereka bilang Aurora datang!”

Raon berlari dan menyampaikan berita itu.

(tl/n : Raon? Lari? Hah? O.O)

Arbirator.

Perwakilan kelompok tersebut, Aurora, akhirnya memasuki permainan.

“Mohon luangkan waktu sebentar.”

Cale menyerahkan telur itu kepada Raon Miru dengan rata-rata anak berusia 10 tahun yang akan mengurusnya dengan baik.

[Tingkat pemulihan 96,91% (tinggal tenggat waktu: 3 hari 21:49 menit)]

[Kemajuan persiapan kelahiran 50%]

[Tingkat hadiah belum ditentukan]

Ketika persiapan kelahiran mencapai 50%, Cale berjalan menuju Aurora.

“Ayo.”

Mendengar panggilannya, Count Lupe perlahan mengikutinya dengan wajah agak kaku.

Ini wajar.

Count Lupe tidak tahu bahwa dia mungkin mengetahui informasi baru tentang masa lalunya.

***

Tap tap tap.

Saat dia berjalan melewati lorong yang dihiasi dekorasi permen kapas, Cale mendengar langkah kaki Count Lupe yang mengikutinya.

‘Aurora akan datang ke sini dari Aipotu.’

Iblis Kebosanan.

Aurora dan Arbirator harus mengambil tindakan pencegahan karena aktivitas eksternal pria itu yang tiba-tiba.

Dan kini, seolah ada kesempatan, Aurora memutuskan untuk datang ke sini sendirian untuk saat ini.

Satu-satunya garis keturunan dari Raja Iblis sebelumnya.

Bagi Aurora, Count Lupe begitu penting hingga dia masuk dalam daftar teratas ‘orang hilang’. Selain mendukung Aurora dan kelompok Arbirator—

‘Dia adalah orang terkaya di Dunia Iblis. Meskipun gelarnya adalah Count, kekayaannya cukup untuk melampaui Duke dan Grand Duke.’

Dikatakan bahwa dia adalah pemilik sebenarnya dari Top Up Dunia Iblis.

‘Mereka bilang Count Lupe punya brankas rahasia.’

…..Brankas rahasia.

Akan ada akta kepemilikan Top Up disana.

Dikatakan bahwa bahkan Raja Iblis pun tidak dapat menemukannya.

‘Jika Lupe menemukan kenangan saat dia masih menjadi count, Aurora akan mendapatkan dua keuntungan dari pertarungan melawan Raja Iblis.’

Hal pertama adalah mendapatkan sponsor yang dapat diandalkan dengan sumber daya finansial.

Selanjutnya, yang kedua. Ini lebih penting.

‘Pembenaran..’

Raja Iblis saat ini bekerja sama dengan para Hunter untuk melakukan eksperimen terhadap iblis dan mengambil nyawa mereka.

Tidak peduli seberapa hebat Raja Iblis terhadap Iblis, ini akan menimbulkan reaksi umpan balik yang besar.

‘Dan itu juga menguntungkan kita.’

Selain Count Lupe menjadi bawahan Cale—

‘Itu buktinya.’

Transparent Co. Ltd. telah memantapkan dirinya sebagai perusahaan transenden di Bumi 3.

Karena itu akan menjadi bukti bahwa keluarga Transparent Blood melakukan eksperimen pada Iblis dan manusia.

‘Terlepas dari masa jabatan Ahn Roh Man berikutnya sebagai presiden—’

Setidaknya itu akan sangat membantu untuk menjatuhkan Han Taek Soo, ketua kehormatan Transparent Co. Ltd dan pemilik keluarga Transparent Blood, dan Transparent Co. Ltd.

Bumi 3.

Cara-cara yang ada di bumi cukup familiar bagi Cale.

‘Jika kita melakukannya dengan baik-’

Jaksa, politisi, media, dan bahkan masyarakat.

Mungkin mereka bisa membuat semua orang tidak memihak Transparent Co. Ltd.

‘Ketua Kehormatan Han Taek Soo. Dan Transparent Co. Ltd….’

Bukan ide yang buruk untuk mencoba mengakhirinya dengan cara ‘Bumi’.

Sejauh ini Cale menggunakan metode Central Plains, dan Aipotu menggunakan metode Aipotu—

Bukankah kita seharusnya melakukan hal-hal di Bumi dengan cara yang sama?

Shhaaa.

Sudut mulut Cale terangkat.

“Hmm!”

Lupe, yang mengikuti di belakang, merasakan firasat yang tidak dapat dijelaskan ketika dia melihat punggung Cale berdiri di depannya.

“….Ini akan sangat menyenangkan............”

Kemudian, ketika Cale menggumamkan sesuatu, Count Lupe berhenti berjalan tanpa menyadarinya.

Count Lupe merasa seperti sedang menghadapi sesuatu yang sangat gelap.

“Kenapa?”

Lupe tersadar ketika dia mendengar pertanyaan yang diajukan Cale sambil melihat ke belakang dengan ekspresi wajahnya yang biasa.

“Oh tidak.”

“Baiklah.”

Tanpa banyak bicara, Cale berjalan lagi, dan Lupe mengikuti.

Selama beberapa menit, setengah Iblis dan seorang Iblis berjalan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dan akhirnya mencapai tujuan mereka.

Garis pemisah atau titik penghubung antara Aipotu dan New World.

Cale melihat ruang bawah tanah Neo, mantan Raja Naga dan kepala keluarga Purple Blood.

“Ah.”

Mereka bisa melihat Aurora hanya melewati lorong bawah tanah dan masuk ke lorong Kastil Permen Kapas dari 7th Evils New World.

“Sudah lama tidak bertemu.”

Seorang wanita paruh baya dengan mata emas, sama seperti saat Cale pertama kali melihatnya, mendekati mereka.

Cale ingin mendengar berita darinya tentang Dunia Iblis dan Choi Jung Gun.

Mungkin itu sebabnya Cale sangat senang.

“!”

Namun Aurora berhenti berjalan.

“Ah-”

Aurora menghela nafas.

Dan tangannya sedikit gemetar.

‘Oh’

Dari pandangan itu, Cale mengenali jawabannya.

“Co, Count-”

Saat Cale mendengar suara gemetar Aurora, Count Lupe perlahan berbalik.

“Itu benar! Count Lupe adalah Count Lupe yang sebenarnya!”

[ Dia kaya! ]

Kekuatan kuno Fire of Destruction, seperti yang dikatakannya,

[ Bawahan kita adalah orang terkaya di Dunia Iblis! Ia juga memiliki Top Up! ]

Senyum muncul di bibir Cale tanpa dia sadari.

“!”

Tapi Cale gugup.

[ Cale! Malaikat kita! Malaikat kita! ]

Fire of Destruction berteriak mendesak.

“Uh!”

Count Lupe mengerang.

Cale dengan cepat berjalan mendekat dan membantunya berdiri.

“Lupe?”

“Ugh, ugh!”

Count Lupe tidak dapat mengendalikan tubuhnya dengan baik saat dia memegang kepalanya dengan kedua tangan.

Tidak peduli siapa yang melihat ini—

[ Cale! Kurasa ingatan malaikat kaya kita akan kembali!! ]

Benar. Seperti yang dikatakan lelaki tua itu, begitu Count Lupe melihat Aurora dan dia seperti mendapatkan kembali ingatannya sebagai Iblis dari masa lalunya!

Bukankah ini klise yang bagus!

“Count!”

Aurora pun kaget dan buru-buru mendekat.

Lupe mengangkat kepalanya dengan susah payah dan memandangnya.

“Uh!”

Itu lebih menyakitkan.

Count Lupe bahkan tidak bisa mengucapkan kata-katanya dengan benar dan seluruh tubuhnya gemetar seperti pohon aspen.

Tapi dia perlahan mengulurkan satu tangannya.

Tangan itu bergerak menuju Aurora.

“Ah-”

Aurora berseru.

“Count-”

Aurora melihat mata Lupe yang gemetar.

Matanya merah dan terbuka lebar dengan pembuluh darah merah.

Penuh kebingungan, tapi terkadang emosi yang kuat muncul.

Seperti—

“...Apakah kamu ingat?”

Itu adalah kebencian dan kemarahan.

Kebencian mendalam yang terasa putus asa muncul dan menghilang berulang kali di mata Lupe.

Sepertinya Ghost of Darkness Lupe dan Count Lupe sedang berjalan bolak-balik dalam ingatannya.

“Ah-”

Air mata menggenang di mata Aurora.

Count Lupe lebih muda dari yang diingatnya.

Namun, dia memang benar Lupe.

‘Sungguh—’

Benarkah Raja Iblis menjebak Iblis yang sama dalam permainan seperti ini?

Apakah mereka benar-benar membunuh dan bereksperimen?

Bagaimana—

“Bagaimana itu bisa terjadi?”

Ada kemarahan yang mendalam dalam suara Aurora.

Kesenjangan antara apa yang hanya Aurora duga dan apa yang dia hadapi sebagai kenyataan cukup besar.

“Hhaa—”

Saat itu terdengar desahan seseorang.

Cale Henituse.

Aurora menyadari jika Cale juga ada di sana.

Aurora, yang ingat Cale menopang Lupe, memandangnya sambil juga mendukung Lupe.

“Komandan—”

Lalu berhenti.

Cale tidak melihat ke arah Lupe.

Cale menghela nafas dalam-dalam saat dia melihat ke angkasa.

“...Eh?”

Ekspresi Cale—

Itu adalah sesuatu—

‘Kamu terlihat marah?’

Tapi—

‘Sepertinya kamu menyukainya?’

Apa?

Momen ketika keraguan muncul di wajah Aurora.

[Sebuah subquest telah terjadi!]

Cale sedang melihat layar yang melayang di udara.

[Sebagai acara khusus, kompensasi akan diberikan secara berbeda tergantung pada tingkat pencapaian!]

[Hadiah Penting: Kenangan yang hilang dari Count Lupe]]

Sistem permainan.

Mahkluk ini memberi Cale misi lagi.

Saat Cale melihat detail misinya, dia menyadari bahwa sistem ini sangat menakjubkan dan gila.

Dan meskipun sudah lama sejak dia bertemu dengan sumber AI yang berasal dari sistem, Cale yakin bahwa sistem ini, yang mengamati seluruh New World, adalah sekutunya, setidaknya untuk saat ini.

[Subquest: Ayo curi laporan penelitian khusus dari Lembaga Penelitian Rahasia Transparent!]

Sistem permainan.

Orang ini kini terang-terangan meminta Cale melakukan hal-hal di luar game.

[- Sekretaris Presiden Kehormatan Han Taek Soo mengetahui password masuk lembaga rahasia.]

[- Lab rahasia saat ini disamarkan sebagai perangkat sihir.]

Sistem menyarankan Cale untuk keluar dari permainan dan merampok Institut Penelitian Rahasia Transparent Co. Ltd di Bumi 3.

“Ha ha-”

Cale tertawa terbahak-bahak.

Cale 387 - The Birth of Evil

Tapi Cale tidak bisa terus tersenyum.

“Uh!”

Erangan kesakitan Count Lupe semakin keras.

Cale, yang sedang menopangnya, buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah Count Lupe.

“Apakah kamu baik-baik saja?”

“Ugh, yang terburuk, aku~”

Lupe meraih ujung baju Cale.

Saat Cale menghadapi mata yang dipenuhi segala macam kebingungan, dia bisa melihat mata Lupe berubah dalam sekejap.

Emosi yang muncul dari dalam matanya adalah kemarahan yang begitu jelas.

“Hanya Iblis-”

Apa?

Ketika Cale mendekatkan telinganya untuk mendengar apa yang dia katakan,

“Bukan hanya Iblis…!”

Dengan itu, akhirnya—

“Lupe!”

“Count!”

Count Lupe pingsan.

[*Dia akan mengalami koma sampai ingatanmu kembali.]

Alis Cale berkerut ketika dia melihat kalimat baru yang muncul di layar pencarian.

“Tiba-tiba—”

“Dia akan tetap seperti ini sampai dia mendapatkan kembali ingatanku.”

“Ya?”

Cale menceritakan kepada Aurora yang kebingungan tentang quest yang diterimanya.

“Ah-”

Aurora tidak langsung memahaminya karena dia belum paham dengan sistem permainannya, namun dia langsung memahami poin-poin penting.

“Sepertinya ini misi yang cukup penting?”

“Tentu saja.”

Transparent Co. Ltd.

Itu adalah senjata besar yang bisa mengguncang segalanya di luar permainan.

Iblis Kebosanan.

Karena Cale menemukan cara untuk mendapatkan belati yang bisa menjatuhkannya.

“Namun—”

Ekspresi Aurora berubah.

Ini menjadi lebih serius dari sebelumnya.

“Beberapa saat yang lalu, Count Lupe berkata, ‘Ini bukan hanya Iblis,' kan? Itu—”

Cale berbicara dengan tenang kepada Aurora, yang tidak dapat melanjutkan berbicara.

“Ini mungkin berarti ada makhluk hidup lain yang berpartisipasi dalam eksperimen ini selain Iblis.”

Count Lupe tampak kebingungan, bolak-balik antara kenangan antara game dan kenyataan sedang terjadi dalam otaknya.

Ketika Count Lupe dengan jelas mengingat kembali ingatan-ingatan yang terpisah-pisah tentang kenyataan dan inginnya dia menceritakannya kepada Cale.

Melihat penyebutan ‘Kamu yang terburuk’ keluar dari mulutnya, The Ghost of Darkness Lupe sepertinya ingin mencoba memberikan informasi yang mungkin bermanfaat bagi bosnya, yaitu Cale.

Mungkin itu yang ingin dia lakukan.

“Hmm.”

Cale bisa melihat kekhawatiran semakin mendalam di wajah Aurora.

“Pertama.”

Suara Cale mencapai telinga Aurora, dan matanya dipenuhi keraguan ketika dia melihat Cale.

“Pertama-tama, bukankah kita harus memindahkan Count Lupe?”

“Begitukah?”

Aurora mempertanyakan perkataan Cale.

“.....“

Dan wajah Cale yang bingung diam-diam menatapnya.

“Ah!”

Aurora segera menemukan jawabannya.

Jawabannya terletak pada raut wajah Cale yang tampak sedih.

“Di mana aku bisa memindahkannya?”

“Silakan ikuti aku.”

Aurora dengan cepat memeluk Count Lupe, dan Cale memimpin jalan.

Itu adalah pembagian peran yang hebat, dan pada akhirnya, Cale mampu menidurkan Count Lupe dan mengobrol dengan Aurora di seberang meja.

“Aku pikir Iblis Kebosanan sedang mencari ‘ARM’.”

“Oh.”

Ekspresi Cale menjadi cerah saat dia mendengarkan kata-kata Aurora.

Dunia Iblis.

Ketika Cale pergi ke sana, Cale kembali setelah menanam bom bernama ‘Arm’, kekuatan rahasia Dewa Kekacauan, di Dunia Iblis.

Akibatnya para Iblis tertarik pada ‘Arm’.

“Akan lebih mudah untuk memisahkan Dewa Kekacauan dan Raja Iblis.”

“Hehe, benar juga.”

“Ha Ha Ha!”

Aurora dan Cale saling tertawa dengan ekspresi yang sangat mirip.

“......”

Di sebelahnya, Count Lupe pingsan dengan tenang.

Cale meliriknya dan menghapus senyumnya.

“Bagaimana dengan Choi Jung Gun?”

Choi Jung Gun.

Seorang Wanderer dan nenek moyang Choi Han dan Choi Jung Soo.

Tubuhnya saat ini ditutupi warna abu-abu karena Kontaminasi Kekacauan.

Tidak banyak waktu tersisa untuknya.

“Masih sama saja.”

Ekspresi Aurora pun mengeras.

Namun, itu tidak terlalu buruk.

Choi Jung Gun saat ini dilindungi oleh lingkaran sihir, yang berguna untuk memperlambat kemajuan kontaminasi.

Jika dia meninggalkan lingkaran sihir itu, dia akan mati dalam waktu seminggu, meskipun dia dilahirkan sebagai Single Lifers.

“Itu hal yang bagus.”

Cale melihat ke angkasa sejenak dan mengumpulkan pikirannya.

Pertama-tama, ada hal yang harus Cale lakukan sekarang—

1. Eden Miru ‘Kelahiran Kejahatan’.

2. Pergi ke Tempat Suci Dewa Kekacauan ‘Primodial Night’.

‘Pergi ke Tempat Suci dan buka skill Chaotic Terror yang tersegel.’

Dengan bertemu Saint atau seseorang yang mirip dengan seseorang yang tahu cara menggunakan kekuatan kekacauan, Cale akan mendapatkan cara untuk memurnikan Choi Jung Gun.

‘Kita juga harus mencuri benda suci dari gereja Dewa Kekacauan agar serigala biru kita juga bisa mendapatkan kembali kekuatannya.’

Serigala biru, Dewa Beastman.

Cale juga berencana mencuri benda suci untuknya dari gereja.

Dengan kata lain, tugas Cale adalah—

(tl/n : mencuri sana~ mencuri sini~)

‘Aku harus menghancurkannya.’

Rencananya adalah menghancurkan Tempat Suci Dewa Kekacauan di Dunia Iblis, sehingga tempat tersebut hancur total.

Jika demikian, pada akhirnya akan memberikan pukulan telak terhadap kekuatan Dewa Kekacauan di game ‘RMPAG’ ini.

‘Berapa manfaatnya?’

Secara harfiah ada lebih dari empat manfaat yang bisa diperoleh dari melakukan satu hal.

‘Dan ada satu hal lagi yang harus dilakukan.’

3. Menemukan kenangan Count Lupe.

Ada lebih dari tiga manfaat yang bisa diperoleh dari ini.

‘Transparent Co. Ltd mendapat pukulan, Raja Iblis juga mendapat pukulan, dan orang terkaya di Dunia Iblis, Count Lupe, juga mendapat pukulan.’

Khususnya, manfaat yang diperoleh Cale dari Bumi 3 mungkin sangat besar.

“…..Apakah menurut kamu, aku dapat mengambil alih Transparent Co. Ltd?”

Aurora memberikan tatapan bingung saat Cale bergumam pelan.

Satu-satunya makhluk yang dapat menanggapi kata-kata Cale sekarang adalah—

[ Wtf, wtf! Ya ampun!! ]

[ Hei, hei! Ada apa dengan kamu? ]

[ Wow, wow, jika itu perusahaan yang transenden, kita akan menjadi super kaya...! Emas batangan! Emas batangan yang luar biasa...! Hah ya ya! ]

Tidak ada siapapun yang menjawab selain Fire of Destruction dan Super Rock yang menjawab.

Namun, Super Rock mengalami pukulan mental yang tajam dan kesulitan memulihkan diri.

“Hee-hee—”

Cale hanya tersenyum lembut pada dirinya sendiri.

“Hhaaa.”

Aurora menghela nafas, tapi Cale tidak peduli.

‘Dan juga—’

Sebaliknya, Cale memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.

Tepatnya, itu adalah tujuan yang pada akhirnya harus dicapai.

‘Pada akhirnya, semua hal ini memiliki satu kesimpulan.’

Dewa Absolut.

Hentikan Dewa yang akan lahir di New World di game RMPAG ini.

Dan hancurkan para Hunter.

‘Kalau begitu, tidak akan ada bahaya lagi.’

Dunia tempat tinggal Cale, Nameless 1.

Unsur-unsur yang mengancam tempat itu akan hilang.

‘Aku akan kembali ke Kerajaan Roan, beristirahat, dan ketika aku punya waktu, aku akan mencoba bertani kebun buah-buahan.’

‘Hmm.’

Itu rencana yang bagus.

“Tentu saja.......”

“Ya?”

Saat Aurora kembali merespon gumaman lembutnya.

Shhaaaa—

Cale tersenyum dan berbicara dengan lembut.

“Aku pasti akan mencapai tujuan aku.”

“Ah—”

Aurora mengangguk dengan senyum canggung.

‘Di mana kamu berencana menghancurkan sesuatu?’

Saat Aurora melihat senyum sinis Cale, dia merasa seolah-olah dia melihat sekilas sebuah ruangan rahasia yang tidak boleh dibuka.

Aurora berusaha menghindari wajah Cale.

Cale berpikir sambil masih tersenyum pada Aurora.

‘Baiklah. Setelah itu, jangan khawatir tentang hal lain.’

Dewa Kekacauan, Dunia Dewa, Dunia Iblis, dan Dunia Surgawi.

Itu bukan urusan Cale.

Bukan urusan Cale apakah mereka akan bertarung atau tidak.

Bagi Cale, yang dia inginkan hanyalah rumahnya dan tempat tinggal orang-orang di sekitarnya aman.

“Hmm. Bagaimana rencanamu untuk melanjutkan rencana ini mulai sekarang?”

Menanggapi pertanyaan hati-hati Aurora, Cale melihat ke pintu.

“Aku perlu keluar sebentar.”

Bumi 3.

Cale pikir dia harus pergi ke sana setelah waktu yang lama.

[Tingkat pemulihan 96,91% (Batas waktu yang tersisa: 3 hari, 20:07)]

[Tingkat kemajuan kelahiran 50%]

[Tingkat hadiah belum ditentukan]

Cale perlu memanfaatkan sedikit waktu yang tersisa hingga kelahiran Eden Miru.

Pada saat itu.

“Tapi apakah Count Lupe boleh pergi seperti ini?”

“Hmm?”

“Bolehkah kondisi ini diketahui?”

Cale menatap Count Lupe yang kehilangan kesadaran saat menjawab pertanyaan Aurora. Fisik orang ini—

***

“Jadi, kamu ingin aku memakai topeng dan berpura-pura menjadi orang ini?”

“Ya. Semuanya akan kami selesaikan sebelum Eden Miru lahir, jadi tidak butuh waktu lama.”

Cale dengan percaya diri meminta pada seseorang.

“Aku akan menyerahkan bagian akhir tutorial kepada bos lain di 3th Evils. Untuk berjaga-jaga, jika kamu perlu pergi ke 3th Evils dan berpura-pura menjadi ‘Lupe’, tidak ada yang sulit sama sekali, kamu hanya perlu menganggapnya sebagai waktu istirahat. Beruangku bilang dia akan mengurus semua hal yang merepotkan.”

Tentu saja Cake menambahkan penjelasan detailnya. Heavenly Demon tertawa terbahak-bahak.

“Menyuruh aku memakai topeng, dan bertindak sebagai orang lain~”

Cara Heavenly Demon bergumam pelan sepertinya suasana hatinya sedang tidak bagus.

‘Uhm….’

Jadi, meski penampilannya percaya diri, Cale sedikit takut.

“Baiklah. Aku akan melakukannya.”

Namun, Heavenly Demon menerima permintaan itu dengan lebih rela dari yang diharapkan.

Bagi Cale, tidak ada orang yang lebih baik untuk mempercayakan tugas ini selain Heavenly Demon.

‘Karena dia yang paling santai.’

Saat itu, Heavenly Demon bertanya dengan lembut.

“Tetapi bukankah kamu berencana untuk mengendalikan semua 8th Evils?”

“Uhm. Aku tidak bermaksud untuk mengambil alih, tapi aku ingin membuat semua orang bekerja sama?”

Heavenly Demon tersenyum kecil mendengar kata-kata Cale.

Ekspresinya tiba-tiba meningkat dan dia memberi tahu Cale.

“Aku berencana menjadikan salah satu dari 8th Evils sebagai cabang dari Demon Cult, bukan termasuk 3th Evils dan 7th Evils yang kamu pilih.”

“Eh?”

“Sebagai informasi untukmu.”

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Heavenly Demon memunggungi Cale dan pergi.

Cale, yang linglung, bergumam pelan saat dia melihatnya berjalan pergi.

“Keberuntungan jenis apa ini?”

Jika Heavenly Demon membuat cabang untuk Demon Cult, artinya akan ada tambahan salah satu Evils yang berada di pihak Cale, bukan?

Karena Heavenly Demon berkata dia akan mengurus pekerjaannya, Cale tidak punya alasan untuk menolak.

Cale berteriak dengan kuat ke arah Heavenly Demon yang jauh.

“1st Evils berhubungan dengan Wanderer! Tinggalkan yang itu!”

Heavenly Demon mengangkat tangannya.

Cale mengirimkan kata-kata dukungan untuk tampilan keren itu.

“Lakukanlah! Bukan hanya satu, tapi dua, tidak, kamu bisa makan semuanya!”

Tangan Heavenly Demon turun.

Entah kenapa, Cale merasa Heavenly Demon terlihat kesal dilihat dari punggungnya.

Bagaimanapun, Cale memanggil Alberu dan Rosalyn.

***

Cale menyalakan tablet dan duduk di sofa.

“Kamu ingin mengunjungi rumah sekretaris Ketua Kehormatan Han Taek Soo?”

Choi Seon Hee, presiden Sun Co. Ltd, menelan ludahnya.

“Tepatnya, Sekretaris Utama.”

Han Taek Soo, ketua kehormatan Transparent Co. Ltd.

Berapa banyak sekretaris yang berada di bawahnya?

Orang yang diincar Cale adalah Sekretaris Utama, rekan terdekat Han Taek Soo.

Sekretaris Utama Kang Geun Mok, yang telah melayani Han Taek Soo selama 50 tahun.

“Dia bukan seorang Hunter bukan?”

“Ya. Dia dari Bumi 3.”

Anehnya, Kang Geun Mok bukanlah seorang Hunter.

“Hoo.”

Ketua Kehormatan Han Taek Soo mungkin bukan manusia.

Sudut mulut Cale terangkat.

“Aku perlu bertemu Kang Geun Mok.”

“Kesetiaannya terkenal. Apakah dia akan mengungkapkan kata sandi labnya?”

Cale tersenyum mendengar pertanyaan yang diajukan Choi Seon Hee dengan hati-hati.

“Yah, kamu akan mengetahuinya jika kamu mencobanya, kan?”

Gulp.

Choi Seon Hee menelan ludahnya tanpa menyadarinya.

“...Kamu tidak akan berencana menculik Sekretaris Utama, kan?”

Mata Cale berubah mendengar kata-kata itu.

“Ey~ penculikan apanya! Kami tidak melakukan hal itu!”

Cale menyangkalnya terlalu keras.

“.....“

“.....“

Dan Alberu dan Rosalyn hanya tersenyum dan mendapatkan informasi tentang Sekretaris Utama Kang Geun Mok dari tablet mereka.

Pada saat itu.

Lantai paling atas gedung Sun Corp dengan empat orang.

“Berita terkini!”

Berita terkini ditampilkan di layar TV yang dihidupkan.

Cale yang sudah mendengar informasinya terlebih dahulu dan menunggu beritanya, melirik ke arah penyiar di TV.

Penyiar berbicara dengan nada yang jelas.

“Ketua Kehormatan Han Taek Soo, ketua pertama Transparent Co. Ltd, telah secara resmi menyatakan bahwa dia akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden berikutnya!”

Ini adalah sesuatu yang sudah diketahui kebanyakan orang, tetapi ‘pernyataan resminya’ berbeda.

“Mari kita saksikan konferensi pers Ketua Kehormatan Han Taek Soo!”

Saat penyiar selesai berbicara dan layar TV berubah menjadi ruang konferensi pers.

Cale dan rekan lainnya pun mengalihkan pandangannya ke TV.

Han Taek Soo.

Mereka penasaran dengan apa yang akan Han Taek Soo katakan, dan Cale juga penasaran dengan wajah Sekretaris Utama yang akan berada di dekatnya.

“Ah!”

Pada saat itu, penyiar mengeluarkan seruan gugup yang jarang terjadi,

Layar TV tidak berubah menjadi ruang konferensi pers.

“Jadi, ehem berita terkini!”

Penyiar itu sedikit tergagap dan kemudian berbicara dengan nada tenang, tapi tanpa bisa menyembunyikan keterkejutan di wajahnya.

“Ajudan Utama Presiden Ahn Roh Man, Mary—”

Penyiar terdiam beberapa saat, lalu menutup matanya rapat-rapat dan melanjutkan berbicara.

“Mereka berkata dia telah diidentifikasi sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan!”

Pahlawan  dan juga presiden tiga periode Ahn Roh Man.

Ajudan utamanya, Mary, adalah rekan kerja yang selalu bersamanya dalam segala tindakannya dan juga merupakan orang yang memiliki kemampuan luar biasa.

Dia tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan.

“...Apa yang terjadi tiba-tiba—”

Alberu membuka mulutnya.

“Kenapa kamu bertanya? Bukankah ini tampak seperti sesuatu yang dilakukan oleh Transparent Co. Ltd?”

“Itu benar.”

Rosalyn berkata dengan tenang.

“Sejumlah besar sisa-sisa manusia ditemukan di lokasi sekolah dasar yang ditutup! Bentuknya aneh, dan diyakini bahwa Ajudan Utama Mary ada di belakang kejadian itu!”

Sementara penyiar terus berbicara, Rosalyn melanjutkan.

“Bukankah pihak Ahn Roh Man sedang menyelidiki celah dan eksperimen manusia di Transparent Co. Ltd.? Rasanya Ajudan Utama akhirnya menggunakan seluruh sumber dayanya saat menyelidiki hal ini.”

“Sepemikiran.”

Alberu setuju dengan itu.

“Jika Ajudan Utamanya pergi, Ahn Roh Man akan mendapat sedikit masalah.”

Alberu berbicara dengan Cale dengan serius.

“Ayo kita tangkap Kang Geun Mok dulu.”

Mata Cale masih tertuju pada TV.

“Pertama-tama, kami akan menyampaikan berita terkini tambahan. Kemudian, kami akan terhubung ke ruang konferensi pers dan mendengarkan pidato Ketua Kehormatan Han Taek Soo!”

Suara penyiar dengan nada yang lebih tenang lewat dan Ketua Kehormatan Han Taek Soo muncul di layar.

“Warga negara yang terhormat~”

Ketua Kehormatan Han Taek Soo, yang terlihat berusia 70-an.

Mata Cale melewatinya dan beralih ke seseorang yang sedikit tergantung di tepi layar.

Han Taek Soo menarik semua perhatian. Satu-satunya orang yang dapat berdiri di belakangnya dan tampil di layar TV. Dia adalah seseorang yang sangat disayangi dan dijaga oleh Han Taek Soo di sisinya yang diyakini sebagai Sekretaris Utama.

Sekertaris Utama Kang Geun Mok.

Cale menatap tajam ke arah pria itu, yang berpenampilan dingin dan keras kepala seperti pohon tua yang layu.

“Ayo bergerak.”

***

Akhir tahun dimana bulan pun tidak terlihat.

Malam dimana orang tidak bisa tidur karena cerita tentang Han Taek Soo dan Ahn Roh Man.

Tring—

Kang Geun Mok mampir sebentar ke rumah dan membuka pintu depan rumahnya.

Rumah yang diamankan dengan segala jenis sihir adalah tempat yang aman bagi Kang Geun Mok, bahkan cukup untuk disebut benteng.

Dan kemudian dia mengambil satu langkah.

“!”

Tapi Kang Geun Mok berhenti tanpa mengambil langkah selanjutnya.

Kang Geun Mok membuka mulutnya saat dia melihat ke ruang tamu yang gelap.

“Siapa itu?”

Saat itulah.

“!”

Kang Geun Mok terkejut dan mencoba menoleh.

Tapi sebelum itu—

“Kenapa kamu datang terlambat?”

Di sebelah Kang Geun Mok terdengar suara seseorang.

“Kupikir aku tidak akan bisa melihatmu hari ini.”

Sebuah suara penuh tawa mencapai telinga Kang Geun Mok, dan dia merasakan sebuah tangan mencengkeram lehernya.

“Mari kita bicara.”

Cale-lah yang mencengkeram lehernya sambil berbicara.

Cale 388 - The Birth of Evil

“……”

Kang Geun Mok bahkan tidak menyadari keringat dingin mengalir di punggungnya.

‘Bagaimana?’

Bagaimana dia bisa masuk ke sini?

Tentunya hal itu tidak mungkin terjadi dengan kekuatan sihir dan kemampuan sihir ‘dunia ini’?

‘Tidak, lebih dari itu, bagaimana bisa sepi sekali?’

Rumah Kang Geun Mok tidak sekadar disebut ‘benteng’ dikarenakan sihir keamanannya.

Agen khusus ditempatkan di mana-mana untuk bertindak sebagai penjaga yang melindungi rumahnya.

Tidak biasanya mereka tidak muncul.

‘Ya. Seperti sekarang.’

Seperti biasa, seperti saat Kang Geun Mok mengunjungi rumah untuk sementara waktu.

Tempat ini sepi.

‘Aku bahkan tidak mencium bau darah.’

Tidak ada bau darah dari para penjaga.

Pada saat yang sama, tidak ada rasa kehadiran mereka.

‘Itu berarti—’

Orang yang sedang memegang lehernya sekarang.

Itu berarti musuh ini telah mengalahkan segalanya dan bersembunyi di rumah ini.

‘Apakah itu mungkin? Ini adalah area yang dikelola oleh Transparent. Ini adalah rumah yang diberikan kepada aku oleh ketua sendiri. Bagaimana mereka bisa sampai di sini—’

Saat pikiran Kang Geun Mok berubah menjadi rumit.

“Kenapa kamu begitu kaku?”

Sebuah suara terdengar sekali lagi.

Suara acuh tak acuh namun santai.

Itu pasti suara yang pertama kali di dengar oleh Kang Geun Mok.

Pada saat itu.

“Kamu memegangi lehernya, jadi tentu saja dia akan menegang, kan?”

Kang Geun Mok mendengar suara seorang wanita.

‘Lalu—’

Ada orang lain.

Tapi Kang Geun Mok tidak bisa melihat apa pun.

Wajar saja, sebagai manusia biasa, mustahil bagi Kang Geun Mok untuk melihat dengan jelas di ruang tamu yang gelap ini tanpa cahaya apa pun.

Tapi saat mata Kang Geun Mok semakin terbiasa dengan kegelapan—

‘Tiga orang…!’

Siluet samar terlihat.

Meski Kang Geun Mok tidak melihat orang yang memegangi lehernya, dia bisa melihat dua orang duduk di sofa ruang tamu.

Keringat dingin mengucur di wajah Kang Geun Mok yang tampak seperti pohon tua kering.

“Siapa kalian?”

Berbeda dengan kegugupan Kang Geun Mok, suara yang keluar dari mulutnya sudah menjadi tenang.

Tentu saja, matanya juga menjadi lebih stabil.

“Entahlah. Siapa kita?”

“Apakah kalian berasal dari Ahn Roh Man?”

“Oh.”

Cale sedikit terkesan.

“Sepertinya tidak semua orang bisa menjadi Ketua Sekertaris Ketua Kehormatan eh?”

“Bukan salah satu dari sekitar Ahn Roh Man, aku mengerti..”

“Apakah kamu sudah yakin bahwa bukan itu masalahnya dan kemudian bertanya?”

“Kau benar. Karena tidak ada orang sekaliber ini di pihak Ahn Roh Man.”

“Oh, begitu. Jika ada, mereka tidak akan jatuh ke dalam tipuan kalian dan membuat Ajudan Utama mereka sebagai tersangka pembunuhan.”

Terjadi keheningan sesaat.

Rosalyn, yang sedang duduk di sofa dan melihat ke pintu masuk di mana satu-satunya cahaya datang, berbicara kepada Alberu menggunakan transmisi.

- Itu tidak mudah bagi seorang pria bernama Kang Geun Mok.

(tl/n : maksud kalimat Rosalyn kang geun mok akan kesulitan adu bacot kalau musuhnya Cale T.T)

Alberu mengangguk dan menyatakan persetujuannya.

Percakapan antara Cale dan Kang Geun Mok.

Banyak makna yang dipertukarkan dalam percakapan singkat itu.

- Menurutku Kang Geun Mok cukup pintar.

Alberu setuju dengan perkataan Rosalyn.

-Mirip Tuan Muda Cale.

Namun, Alberu tidak setuju dengan pernyataan itu.

Alberu menggelengkan kepalanya.

‘Cale Henituse….’

Cale pintar, tapi dia lebih dari seorang ahli taktik daripada—

“Omong-omong, Ketua Sekertaris.”

Dia hanya seorang pria yang pergi begitu saja.

“Kamu juga tahu kalau Ketua Kehormatan Han Taek Soo bukan manusia, kan?”

Juga. Cale adalah manusia brengsek.

Tidak mudah bagi Kang Geun Mok untuk mengalahkan orang ini.

“!”

Mata Kang Geun Mok melebar untuk pertama kalinya.

Meski kekuatan tangan yang memegang lehernya berkurang, dan meski tangan itu melepaskan lehernya dan menepuk pundaknya, Kang Geun Mok tidak bisa bergerak.

“...Siapa kamu?”

Kang Geun Mok sekali lagi menanyakan identitas orang lainnya.

Apa yang ada di dalam pertanyaannya berbeda dari sebelumnya.

Jika sebelumnya hanya sekedar tebakan, kali ini pertanyaan sebenarnya.

Saat itulah.

Ttuk.

Dengan suara kecil.

Paaaaat!

Lampu di ruang tamu menyala.

“!!!”

Dan Kang Geun Mok bisa melihat orang yang menyalakan lampu di ruang tamu.

“Mengapa kamu begitu terkejut?”

Seorang pria berjas rapi.

Rambut merah dan mata coklat tua.

Dan meskipun pria mengeluarkan aura lesu, dia pria yang sangat tampan yang menyuarakan suara acuh tak acuh dari sebelumnya.

‘….Mereka lebih muda dari yang aku kira.’

Karena suaranya masih muda, Kang Geun Mok pikir dia pasti lebih muda, tapi orang yang dia ajak bicara tampak lebih muda dari yang dia perkirakan. Pria itu seperti berusia awal hingga pertengahan 20-an, dimata Kang Geun Mok, yang kini berusia akhir 60-an.

Shaaaa—

Cale tersenyum ramah.

“Aku suka melakukan percakapan tatap muka. Boleh kan?”

Gulp.

Kang Geun Mok menelan ludahnya.

Mari lihat wajah mereka dengan jelas.

Ini hanya berarti satu hal.

'….Maksudmu, jika percakapannya tidak berhasil, jika percakapannya tidak berhasil, kamu akan menyingkirkanku.'

Musuh yang diam-diam masuk ke dalam rumah menunjukkan wajahnya.

Dengan kata lain, Kang Geun Mok bisa saja mati tergantung bagaimana dia berperilaku hari ini.

“Baiklah. Mari kita bicara.”

Tapi Kang Geun Mok tegas.

-Itu bagus. Meskipun dia adalah musuh.

Cale mendengar suara transmisi Rosalyn.

 Mungkin karena dia adalah orang yang melayani kepala keluarga Transparent Blood selama lebih dari 50 tahun, jadi dia pasti berpusat pada dirinya sendiri. Tampaknya ada banyak kesetiaan yang dia miliki. Jika kita bisa menarik seseorang seperti ini sebagai sekutu, aku rasa kita bisa mempercayai mereka dan mempercayakan pekerjaan kepada mereka.

Cale tidak bereaksi terhadap kata-kata Rosalyn dan bertanya pada Kang Geun Mok.

“Di mana aku harus duduk?”

“...Tolong ikuti aku.”

Kang Geun Mok berjalan perlahan.

Kemudian dia mengambil tempatnya dan menunjuk ke Cale.

“Silakan duduk.”

“Pfft.”

Alberu berseru.

“...Tidak buruk.”

Cale tersenyum dan duduk di kursi yang ditunjukkan oleh Kang Geun Mok.

Sebuah sofa di ruang tamu.

Bentuknya terdiri dari sofa untuk duduk satu orang di antara sofa-sofa panjang yang diletakkan di kedua sisinya, dan meja utama.

Kang Geun Mok duduk di meja utama dan dengan tenang menunjuk Cale ke kursi di sebelah Alberu.

“Hmm. Biar aku yang pindah.”

Alberu dengan tenang berdiri dan pergi ke sisi Rosalyn.

Cale duduk sendirian di sofa panjang dan memandang Kang Geun Mok, yang duduk di ujung meja.

“Aku kira alasan kalian datang menemui aku adalah karena Ketua, bukan aku.”

Wajah Kang Geun Mok tampak merengut.

“Aku tidak bisa memberi tahu kamu apa pun.”

Kang Geun Mok tidak memberi Cale kesempatan untuk berbicara dan mengutarakan apa yang ingin dia katakan terlebih dahulu.

“Bahkan jika aku mati di sini.”

Dan sudut mulut Kang Geun Mok terangkat.

“Tentu saja, jika kalian di sini karena ingin bergandengan tangan dengan kami, silakan. Orang-orang dengan kemampuan seperti kalian selalu diterima.”

‘Oh.’

Alberu membaca ketulusan dalam suara Kang Geun Mok.

‘Cale juga tidak akan mudah.’

Saat Alberu memikirkan itu.

“Kang Geun Mok.”

Mulut Cale terbuka. Suaranya bernada sangat lugas, tanpa emosi sedikit pun.

‘Saat Han Taek Soo masih remaja, dia bertemu dengan Ketua Kehormatan Han Taek Soo dan menyelamatkan nyawanya. Sejak itu, dia berada di sisinya sebagai sekretarisnya, dan kemampuan menilai Han Taek Soo terlihat jelas. Diketahui bahwa dia sangat peduli dengan Ketua Kehormatan, dan dia bahkan lebih dekat dengan Han Taek Soo daripada anak-anak Han Taek Soo.’

Mata Cale dipenuhi Kang Geun Mok.

‘Loyalitas Kang Geun Mok begitu dalam sehingga Ketua Kehormatan Han Taek Soo mengikuti nasihat Kang Geun Mok ketika membuat keputusan besar tidak hanya untuk perusahaan tetapi juga untuk kehidupan secara umum, kan?’

“…..”

Kang Geun Mok menjawab dengan diam.

Kang Geun Mok tidak berencana untuk mengatakan apa pun.

Bahkan jika Kang Geun Mok mati.

Dan Kang Geun Mok punya ide.

‘Mari kita mengulur-ulur waktu.’

Jika Kang Geun Mok tidak bisa kembali ke rumah Ketua Kehormatan Han Taek Soo dalam waktu satu jam. Tidak, kecuali dia menghubungi Ketua dalam waktu sepuluh menit dari sekarang.

Pastinya Ketua akan memperhatikan sesuatu dan mengirim antek-anteknya ke rumah ini.

‘Ya. Sepuluh menit. Itu sudah cukup.’

Karena itu, Kang Geun Mok bisa rileks.

Namun—

“Tapi kenapa aku tidak bisa melihat kesetiaanmu di mataku?”

Cale tidak berniat menghabiskan terlalu banyak waktu di sini.

10 menit?

Apakah Ahn Roh Man akan membuang-buang waktu dalam situasi di mana dia tidak tahu apa yang akan terjadi saat matahari terbit besok?

‘Aku juga harus menonton upacara kelahiran Eden Miru.’

Karena Cale tidak pernah tahu apa yang mungkin dilakukan Clopeh Sekka dalam semalam.

(tl/n : salah kau sendiri milih dia T.T)

Oleh karena itu, Cale langsung menuju jawabannya.

“Kang Geun Mok.”

Lagipula, ketika Rosalyn menyebutkan kesetiaan. Cale mengingat apa yang dia temukan.

‘Kamu juga tahu kalau Ketua Kehormatan Han Taek Soo bukan manusia, kan?’

Saat Cale mengucapkan kata-kata itu.

Cale yang dekat dengan Kang Geun Mok, pada kenyataannya, sama sekali bukan Cale. Itu adalah Cale si penggertak yang lebih baik dalam hal semacam ini daripada orang lain..

[ Eh? ]

Dominating Aura berbicara untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

Dominating Aura berkata dengan suara serius.

[ Bukankah dia panik sekarang? ]

Dia tidak takut dengan kata-kata Cale.

[ Saat kamu bertanya padanya dengan mengatakan Han Taek Soo bukan manusia, dia panik! Aku melihatnya! Aku sangat pandai melihat hal-hal seperti ini! Aku tahu lebih baik sekarang karena aku punya kekuatan kekacauan! Dia panik! Dia panik! Dia panik! Apakah kamu ketakutan? ]

Pada saat itu, Cale sepertinya mengerti mengapa Ketua Kehormatan Han Taek Soo, sang Hunter, memiliki Kang Geun Mok di sisinya.

Karena kepala keluarga Hunter yang Han Taek Soo lihat sampai saat ini bukanlah orang-orang yang percaya pada perasaan seperti kesetiaan.

“Bukankah kamu takut?”

“…!”

Mata Kang Geun Mok membelalak.

Orang ini tidak dicuci otak.

Dia hanya takut pada Han Taek Soo.

“Kau lebih takut pada Han Taek Soo daripada kematian.”

Itu sebabnya Cale bertanya.

“Mengapa?”

Apa yang lebih menakutkan daripada kematian?

“Apa yang kamu lihat?”

Apa yang Kang Geun Mok lihat, mengapa dia hidup untuk Han Taek Soo?

Tubuhnya, seperti pohon tua, basah oleh keringat dingin karena alasan yang berbeda dari sebelumnya.

Cale, Alberu, dan Rosalyn juga melihat punggung tangan pucat Kang Geun Mok.

Cale bertanya sekali lagi,

“Apa yang kamu lihat yang membuatmu takut pada Han Taek Soo?”

“….”

Tapi Kang Geun Mok hanya menggigit bibir dan tidak merespon.

“Apakah kamu tidak akan memberitahuku?”

Cale bertanya lagi,

“Bunuh aku.”

Kang Geun Mok menutup matanya rapat-rapat, membatalkan rencananya untuk menghemat waktu, dan memutuskan untuk membuang nyawanya.

“Kamu bersikeras.”

Dan Cale tidak berniat membuang waktu.

Cale tidak punya niat untuk berbicara panjang lebar.

Mengapa juga membuang-buang waktu?

Jika Kang Geun Mok memiliki kesetiaan, atau jika dia memiliki perasaan lain, Cale mungkin akan banyak berpikir untuk membujuknya.

Tapi jika itu ketakutan—

“Kang Geun Mok.”

Cale memanggilnya dengan lembut dan bertanya.

“Apakah aku tidak menakutkan?”

Kang Geun Mok masih memejamkan mata.

‘Kalian tidak menakutkan.’

Tidak seseram Han Taek Soo.

Kematian lebih baik daripada sesuatu yang dilakukan oleh sesuatu yang bukan manusia sekalipun.

Pada saat itu.

“Apakah aku tidak menakutkan?”

Sekali lagi suara pemuda itu terdengar,

Kang Geun Mok terdiam.

Saat itulah.

‘….!’

Kang Geun Mok merasakan sesuatu naik ke kakinya.

Tidak, Kang Geun Mok mengenali sesuatu yang perlahan-lahan merambah ruang di sekitarnya.

Ini juga memiliki aroma.

Kehangatan juga.

Ini bukan sihir.

Itu bukan kekuatan khusus.

Itu hanya udara.

Tidak ada yang berubah.

‘Tidak!’

Kang Geun Mok membuka matanya tanpa menyadarinya.

Dan melihat.

Mata Cale menatapnya.

“Haaah!”

Dan pada saat itu, tekanan yang menekan Kang Geun Mok.

‘Sebanyak ini masih bisa ditanggung!’

Kang Geun Mok mengingat kembali kenangan dari masa lalu.

Momen itu yang Kang Geun Mok lihat 50 tahun lalu.

Saat itu, untuk pertama kalinya, Kang Geun Mok menemukan sesuatu yang bukan manusia, tidak, lebih dari manusia, dan menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang membuatnya takut akan nyawanya.

Han Taek Soo.

Dia monster.

‘Monster yang lebih besar—!’

Kang Geun Mok melihatnya dengan jelas.

Dia monster, bukan, iblis-

‘Tidak... iblis jahat!’

Kang Geun Mok sudah melihat hal yang mengerikan itu.

‘Jika kamu tidak ingin menjadi makanannya—’

Kenangan saat itu menjadi fantasi dan terungkap di hadapan Kang Geun Mok.

Bahkan jika Kang Geun Mok mati, dia tidak ingin jatuh ke neraka itu.

‘Aku—’

Kang Geun Mok tidak tahan—

“!!!”

Kang Geun Mok melihat sesuatu dalam fantasi itu.

Kenangan buruk yang menahannya.

Pada hari Kang Geun Mok melihat Han Taek Soo dan monster yang dibesarkan Han Taek Soo.

Dalam ingatan itu, Kang Geun Mok melihat hal lain.

“Eh, bagaimana—”

Mata.

Mata coklat gelap yang sedang menatapnya.

Ini hanya ilusi.

Tidak.

Ini bukan ilusi.

Ini kenyataan.

Dalam fantasi yang terbuat dari kenangan buruk.

Mata itu menatap lurus ke arah Kang Geun Mok yang terjerat dalam ketakutan saat itu.

Itu membuat Kang Geun Mok merasa takut juga, itu membuatnya tercekik, tapi di saat yang sama—

‘Ah.’

Ini tidak buruk.

Ini menakutkan, tapi Kang Geun Mok ingin bersandar padanya—

Tatapan lurus di mata Cale yang memberi Kang Geun Mok keyakinan bahwa dia bisa lepas dari ingatan buruk Han Taek Soo jika dia berada di bawah kendalinya.

Ilusi neraka milik Kang Geun Mok memudar.

Kang Geun Mok menyadari.

Bencana mengerikan yang diciptakan Han Taek Soo.

Kekuatan dari mata kosong monster itu dan mata lain yang dia lihat saat ini, kekuatan dari Iblis jahat itu tidak bisa menandingi mata ini.

“Apakah kamu tidak takut padaku?”

Mulut Kang Geun Mok perlahan terbuka ke arah pemuda yang bertanya dengan nada miring.

“...Aku—”

Kang Geun Mok, yang telah tenggelam dalam kekacauan yang diciptakan oleh fantasi mengerikan Han Taek Soo, merasakan kenyataan yang membatasi tubuhnya dan membuatnya menyadari kenyataan itu.

Kang Geun Mok bertanya pada satu-satunya cahaya dalam kekacauan itu.

Kang Geun Mok dapat berbicara karena melihat lubang yang mengerikan.

“Bisakah kamu menyelamatkanku?”

Setelah 50 tahun, cahaya ditemukan dalam kekacauan.

Cahaya ini bisa menyelamatkan Kang Geun Mok.

Cahaya itu memiliki kekuatan.

.

Maaf jika ada yang bingung dengan terjemahan untuk chap ini, karena entah kenapa aku merasa tulisan author-nim sedikit berubah dari biasanya. Sekarang lebih belibet -_-

Intinya, Kang Geun Mok melihat monster milik Han Taek Soo yang berhubungan dengan ‘penglihatan’.

Lalu Cale memakai Dominating Aura lebih kuat untuk menekan Kang Geun Mok. Dan karena trauma Kang Geun Mok berhubungan dengan ‘penglihatannya pada monster’, jadi Kang Geun Mok membandingkan ‘cara dia melihat monster itu’ itu dengan ‘mata cale + Dominating Aura’. Dan ternyata kekuatan Cale lebih bisa melindungi Kang Geun Mok dari traumanya.

Cale 389 - The Birth of Evil

‘Bisakah kau menyelamatkanku?’

Saat kata-kata itu keluar dari mulut Ketua Sekertaris Kang Geun Mok, pandangan aneh melintas di mata Alberu dan Rosalyn.

‘Ada sesuatu.’

‘......Dia sekarang memegang sesuatu yang lebih penting daripada lembaga penelitian.’

Alberu memiliki intuisi bahwa Gang Geun Mok mengetahui sesuatu yang penting untuk menghadapi para Hunter secara lebih mendasar, melampaui Bumi 3 atau permainan ‘Raise My Precious Absolute God’.

“…...”

Namun Geun Mok diam.

Tidak mengambil tindakan apa pun.

Karena,

“Dari apa?”

Karena Cale Henituse lebih unggul dari siapa pun di bidang ini dan tidak mungkin dia melewatkan kesempatan seperti ini.

“Kamu ingin diselamatkan dari apa?”

Sebelum Geun Mok menyadarinya, Cale telah menarik aura dominasinya dan menatap Kang Geun Mok.

“…… “

Kang Geun Mok menarik napas dalam-dalam.

Kang Geun Mok sempat menyesali apa yang telah dikatakannya. Tetapi saat dia melihat mata Cale, dia membuka mulutnya lagi.

Kang Geun Mok tidak dapat mengalihkan pandangan dari satu-satunya mata yang bersinar dalam fantasi mengerikan itu.

“Saat aku masih muda.”

Kang Geun Mok membawa kembali kenangan buruk.

“Ah. Sebentar.”

Dia mengeluarkan telepon genggamnya.

“Hmm?”

Alis Rosalyn terangkat sedikit dan tatapannya berubah tajam.

“Jika aku tidak menghubungi mereka, Ketua Kehormatan Han Taek Soo akan mengirim seseorang ke sini.”

Kang Geun Mok menunjukkan layar ponselnya kepada Cale.

<Jika kau tidak kembali padaku, Ketua Kehormatan Han akan mengirim seseorang kesana.>

<Aku akan terlambat sekitar 10 menit.>

Mata Cale, setelah memeriksa pesan itu, beralih ke Kang Geun Mok.

“Ini adalah pesan untuk salah satu sekretaris yang bertugas di kediaman Ketua.”

Lalu dia menambahkan sambil mendesah.

“Aku bersungguh-sungguh saat memintamu untuk menyelamatkanku.”

Cale mengangguk.

Tidak ada gunanya mempertanyakan bahwa Kang Geun Mok akan melakukan sesuatu yang bodoh di sini.

‘….Jika tidak berhasil, aku akan lari.’

Selama penyihir Rosalyn dan Alberu ada di sana, Cale yakin bahwa dia dapat menghindari dan melarikan diri dari bawahan Han Taek Soo setidaknya selama Han Taek Soo sendiri tidak muncul.

Dan itu pun dengan penculikan Kang Geun Mok.

“Mari kita lanjutkan.”

Cale ingin melanjutkan pembicaraan, dan Kang Geun Mok membuka mulutnya lagi.

Dia mendapat waktu sepuluh menit lagi, tetapi ceritanya panjang, jadi dia harus bergegas.

“Ketika aku masih muda, aku pernah bekerja di sebuah festival yang diselenggarakan oleh sebuah keluarga.”

Sebuah festival?

Saat mata Rosalyn dipenuhi keraguan.

“!!!”

Di sisi lain, ada sesuatu yang aneh di mata Cale.

Mulutnya terbuka.

“Apakah kamu berbicara tentang festival yang diselenggarakan oleh keluarga Transparent Co. Ltd?”

“...Bagaimana kamu tahu tentang itu—!”

Kang Geun Mok menatap Cale dengan heran.

Karena usia Cale yang terlihat tidak mungkin baginya untuk mengetahui festivalnya.

Tetapi Cale tahu satu festival yang bisa ditebaknya.

‘Festival itu tampaknya yang dibicarakan.’

(tl/n : untuk pengingat, saat Cale di Central Plains, kalian ingat Pak Tua Baek yang pernah mengatakan jika Cale punya kriteria untuk menjadi Dewa karena Cale punya Wadah Dewa untuk menjadi Dunia? Pak Tua Baek yang pertama kali memberi tahu Cale tentang bagaimana dia bertemu dengan Pewaris Raja para Hunter di sebuah festival yang diadakan oleh Transparent Blood.)

Tepatnya, Cale pernah mendengarnya.

‘Central—’

Blue Blood.

Ketika Cale pergi ke Central Plains untuk berurusan dengan keluarga Blue Blood,

Cale pernah berurusan dengan orang tua yang menciptakan zombie.

Kata pak tua itu begitu melihat Cale—

‘Aku akan menjadikanmu seorang Dewa.’

Wadah Cale telah membentuk sebuah dunia, yaitu Wadah Dewa. Seperti halnya penerus Raja yang para Hunter coba jadikan sebagai Dewa Absolut, makhluk pertama yang memberi tahu Cale bahwa ia memiliki Wadah Dewa tidak lain adalah Pak Tua Baek.

‘Aku harus mengatakan bahwa aku melihat apa yang ada di dalam manusia. Aku harus mengatakan bahwa keterbatasan para manusia terlihat jelas.’

Pak Tua Baek punya mata yang istimewa.

Dia mengatakan bahwa dia melihat ‘esensi’ para manusia.

‘Ngomong-ngomong, waktu aku masih sangat muda, aku ikut serta dalam sebuah festival yang diadakan oleh keluarga Transparent Co. Ltd.’

Dan Geun Mok juga menyebutkan tentang festival. Cale mengeluarkan setiap ‘Record’ yang terukir dalam kepalanya.

‘Di sana, dari jarak yang sangat jauh, aku melihat Pewaris Raja.’

Di festival itu, Pak Tua Baek itu melihat calon penerus Raja, orang yang akan menjadi Dewa Absolut.

Pak Tua Baek melihat apa yang ada di dalam calon penerus Raja.

“Apakah kamu melihat Pewaris Raja di festival itu?”

Cale bertanya.

“Ah.”

Kang Geun Mok kaget.

Dia mengepalkan tinjunya.

“Whoa, apakah kau juga melihat Pewaris Raja?”

‘Kalau begitu—!

Aku pasti tahu kenapa dia begitu takut!’

“Tidak.”

Cale menggelengkan kepalanya.

“Aku hanya mendengar bahwa Pewaris Raja muncul di festival itu. Aku belum pernah melihat penerus Raja.”

Tangan Kang Geun Mok mengendur mendengar suara tegas itu, tetapi dia masih mampu berbicara sedikit lebih tenang. Karena pihak lain setidaknya mengenal penerus Raja.

Karena dia bilang dia tahu hal mengerikan itu, bukankah seharusnya dia mengatakannya sendiri?

“Saat itu, aku pergi ke festival keluarga Han untuk melakukan pekerjaan paruh waktu. Tentu saja, orang luar sepertiku hanya akan bertanggung jawab atas persiapan festival dan pekerjaan di luar kota, jadi aku tidak akan tahu banyak tentang festivalnya.”

Ya. Memang harus seperti itu—

“Aku sedang dalam perjalanan ke gudang makanan untuk membeli beberapa bahan.”

Gudang makanan. Letaknya agak jauh dari rumah keluarga Han.

Tentu saja, ada beberapa orang yang bekerja di sana juga. Dan karena itu adalah festival, ada lebih banyak orang yang bekerja di sana dari biasanya.

Kebanyakan dari mereka berasal dari keluarga Han, dan beberapa di antaranya dipekerjakan sementara dari luar.

“Ada seorang anak di sana.”

Anak.

Cale segera menyadari bahwa dialah penerus Raja dan orang yang ingin menjadi Dewa Absolut.

“Jadi?”

Kang Geun Mok membuka mulutnya mendengar kalimat lembut Cale.

Tangannya mulai gemetar makin kuat.

“Anak itu bilang dia lapar.”

Seorang anak berdiri di depan dapur dan berkata bahwa dia lapar.

“Orang-orang di depan gudang makanan menyuruh anak itu, yang wajahnya ditutupi oleh tudung, untuk pergi ke cafetaria alih-alih ke sini, dan dia bilang dia hanya lapar.”

Kang Geun Mok melihat seluruh kejadian itu.

Dan Geun Mok tidak bisa bergerak.

Entah kenapa Geun Mok punya firasat bahwa dia tidak boleh mendekati anak itu.

“Saat aku melihat punggung anak itu, aku merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan, dan alih-alih pergi ke gudang, aku bersembunyi di satu sisi ruang.”

Entah kenapa, Geun Mok merasa memang harus seperti itu.

“Dan kemudian aku melihatnya.”

Suara Kang Geun Mok mulai bergetar.

Geun Mok tak kuat menahan gemetar kedua tangannya, lalu mencengkeram celananya.

“Anak itu yang tudung kepalanya terbuka, itu, monster itu—”

Monster yang mengerikan itu—

“Sedang, sedang, menangkap, memakan, manusia.”

Dan kemudian, Geun Mok melihat Cale.

“Bagaimana?”

Saat Kang Geun Mok melihat penampilan Cale yang tenang alih-alih terkejut dengan kata-katanya, gemetar di tubuhnya menghilang tanpa Geun Mok sadari.

Tidak, mata itu tidak hanya tenang. Kang Geun Mok, yang melihat kemarahan di dalam, meninggikan suaranya tanpa menyadarinya.

“Dia tidak makan daging manusia! Anak itu~”

Kang Geun Mok menyadari bahwa suaraku meninggi, dan keringat dingin keluar dari tubuhku lagi, dan ia pun menjadi tenang.

Seperti Cale yang ada di hadapannya.

“Begitu dia mengulurkan tangannya, semua orang yang bekerja di gudang itu tiba-tiba berlutut di hadapannya.”

Itu benar-benar pemandangan yang aneh.

Bahkan orang yang dengan ramah menunjukkan kepada anak kecil itu di mana letak kafetarianya.

Beberapa orang menjulurkan kepalanya untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Bahkan para pekerja paruh waktu yang hanya berdiri di sana.

Mereka semua berlutut.

“Mata mereka kosong.”

Dan anak itu berkata,

“Anak yang mengatakan dia lapar berkata—”

Untuk pertama kalinya, aku mengatakan sesuatu yang berbeda.

“’Kalian akan menjadi santapanku’.”

Itulah tepatnya yang dikatakannya.

“Tujuh emosi.”

Pemandangan itu sungguh aneh, hampir seperti neraka.

“Tahukah kamu tujuh emosi?”

“Ya, aku tahu.”

“Tuju Emosi....”

Tujuh emosi.

“Kegembiraan, kemarahan, kesedihan, kesenangan, cinta, kebencian, keinginan.”

Emosi itu.

“Tujuh emosi itu terlihat oleh semua orang yang hadir.”

Tiba-tiba senang, tiba-tiba sedih, tiba-tiba marah. Mereka melakukan semua itu dengan mata kosong—

“Pada akhirnya, mereka semua hancur seperti boneka yang talinya dipotong.”

Mati.

“Mayatnya sudah mati.”

Itu bukan apa-apa.

“Dan kemudian sesuatu keluar dari tubuh mereka. Aku pikir itu adalah jiwa.”

Sebuah kenangan yang tak terlupakan bahkan setelah 50 tahun.

Atau lebih tepatnya, momen mengerikan itulah yang menghampiri Geun Mok setiap kali ia tertidur.

“Tiba-tiba anak itu mulai terkikik. Dia menunjuk ke setiap jiwa.”

Kang Geun Mok mengangkat tangannya dan mulai menunjuk ke udara satu per satu. Seolah mencoba menciptakan kembali momen itu.

Satu per satu.

“Kamu seharusnya sedih.”

Yang satu lagi. Dan satu hal lagi.

“Kamu bahagia. Kamu marah.”

Setelah menunjuk ke semuanya.

“Masing-masing jiwa berubah menjadi emosi yang telah ditugaskan oleh anak itu, dan kemudian anak itu perlahan-lahan membuka mulutnya dan memakan jiwa-jiwa itu satu per satu.”

Seperti sedang memakan sesuatu yang sangat manis dan lezat.

Anak dengan wajah polos itu meneruskan makannya satu per satu.

“Setiap kali anak itu memakan mereka aku mendapat sebuah penglihatan.”

Dan Kang Geun Mok melihatnya setiap saat.

“Sebenarnya, aku masih belum bisa membedakan apakah itu ilusi atau kenyataan.”

Tetapi Kang Geun Mok memiliki keyakinan yang tidak dapat dijelaskan bahwa itu bukanlah ilusi.

“Saat ketika jiwa yang ditujukan untuk kemarahan, aku melihat wajah penuh kemarahan tetapi memiliki pandangan kosong dan berakhir dimakan olehnya. Di kakinya, sebuah bayangan muncul, membesar, dan aku melihat lubang kemarahan terlihat.”

Itu—

“Itu seperti neraka. Semua orang marah. Wajah mereka marah, dan mereka jelas-jelas memohon bantuan, memohon bantuan, pasrah, menjerit, putus asa.”

Geun Mok bahkan tidak dapat mendengar suara apa pun.

Yang ada hanya wajah-wajah marah.

Kang Geun Mok dapat dengan jelas merasakan emosi jiwa-jiwa tersebut.

Jelas, apa yang terkandung dalam lubang itu adalah keputusasaan.

“Kesedihan, kegembiraan, kebencian. aku melihat semua jiwa itu jatuh ke neraka mereka sendiri. Dan semua neraka itu hanyalah keputusasaan.”

Sebuah lubang yang penuh dengan jiwa-jiwa yang hanya tertawa.

Sebuah lubang yang penuh dengan jiwa-jiwa yang gembira.

Yang tersisa hanyalah tangisan dan keputusasaan jiwa yang tak terucapkan.

“Ketujuh lubang itu semuanya berada di dalam bayangan anak itu. Ada banyak jiwa di lubang itu. Sebenarnya aku bahkan tidak menyadari jumlah itu dengan tepat.”

Suara Kang Geun Mok bertambah cepat.

Dia berbicara seolah-olah dia sedang terengah-engah.

“Aku hanya, aku hanya merasakannya. Setiap lubang itu seperti dunia. Ya.”

Apa yang Geun Mok lihat hari itu, pertama kali dia memuntahkannya dalam 50 tahun.

“Masing-masing terasa seperti dunianya sendiri.”

Dunia keputusasaan yang hanya dipenuhi satu emosi.

“Anak itu memegang ketujuh dunia itu di bawah kakinya, dipeluk dalam bayangan.”

Dan kemudian Geun Mok tertawa.

Penampakannya seperti—

“Dia tampak seperti Dewa Neraka, berdiri sendirian, menginjak-injak neraka.”

“Haa.”

Rosalyn menghela nafas.

Ini berbeda dengan musuh-musuh yang pernah ia hadapi selama ini. Sangat berbeda, tentu saja.

Bahu Kang Geun Mok merosot.

“Lalu, seseorang memegang bahuku.”

Mulut Cale terbuka.

“Apakah ini Ketua Kehormatan Han Taek Soo?”

“Ya. Dia mengatakan padaku—”

Han Taek Soo, dengan wajah yang masih muda, berkata sambil tersenyum.

“Aku punya firasat baik.”

Tidak banyak yang bisa dikatakan setelah itu.

“Aku dipukul sampai pingsan oleh bawahan Ketua Han Taek Soo, dan ketika aku bangun beberapa saat kemudian, aku tidak dapat melihat apa pun yang berhubungan dengan kejadian itu. Dan setelah itu, aku mulai melayani Ketua Han Taek Soo.”

“Pffttt.”

Kang Geun Mok tertawa.

“Ketua mengatakan kepada aku bahwa jika aku mengkhianatinya, dia akan mengubah aku menjadi santapan anak itu.”

Santapan.

Dikatakan bahwa dia akan menjadi santapan anak itu.

“Aku tidak takut mati. Tapi aku tidak ingin hidup seperti itu, terjebak di neraka, bahkan tanpa mampu menghadapi kematian seutuhnya.”

Kang Geun Mok menatap kosong ke angkasa.

“Itu benar-benar mengerikan.”

Emosi yang terkandung dalam kata-kata itu sangat jelas.

“Itu lebih mengerikan daripada banyak hal mengerikan lainnya yang pernah kulihat saat bekerja dengan Ketua Han Taek Soo.”

Saat Cale menatap orang itu dengan emosi yang jelas, dia teringat satu rekaman.

“...Setiap lubang itu seperti dunia—”

Pak Tua Baek dari Blood Demon berkata:

‘Itu dipenuhi dengan keputusasaan dan kegembiraan yang tak terhitung, kegembiraan dan kesedihan, kebaikan dan kejahatan, dan teriakan yang mereka buat. Itu bukan sesuatu yang bisa dijalani oleh manusia.’

‘Dunia yang ada di dalam Pewaris Raja sungguh mengerikan. Itu sama sekali tidak indah. Itu menakutkan.’

Dengan maksud seperti itu, Pewaris Raja, dia menyebutnya waktu makan karena dia lapar?

Cale merasa seperti dia akhirnya mulai melihat sifat sejati makhluk yang harus dikalahkannya.

Pada saat itu, Kang Geun Mok membuka mulutnya lagi.

“Aku tahu.”

Dia bekerja dengan Ketua Han dan mengenalnya dengan baik.

“Pada akhirnya, akhir hidupku akan menjadi neraka. Ketua Han tidak akan membiarkanku mati dengan nyaman.”

Ketua Han adalah monster yang sangat ganas.

“Tolong selamatkan aku.”

Sudut mulut Kang Geun Mok terangkat.

Akhir ceritanya menggetarkan.

“Jika kau tahu identitas Ketua Kehormatan Han Taek Soo, maka kau juga tahu apa yang telah kulakukan, kan? Aku tidak meminta pengampunan atau keselamatan.”

Ekspresi Cale menjadi aneh.

Padahal, Cale sudah menduga, apa yang dilakukan Kang Geun Mok selama ini, entah berupa ancaman atau hal lainnya, kemungkinan besar sangat jahat.

“Berikan saja aku kematian yang nyaman.”

Ekspresi Cale menjadi aneh.

Wajah Kang Geun Mok berubah seolah-olah dia hendak menangis.

“Aku tidak ingin pergi ke neraka itu.”

Setelah hidup di bawah pimpinan yang sama selama lebih dari 50 tahun, dicekam rasa takut, dia bukanlah orang yang pernah menginjakkan kaki dalam kejahatan.

‘Tidak.’

Mungkin itu adalah penampilan yang benar-benar rapuh yang hanya bisa dilihat karena orang seperti itu.

Dan Cale punya satu hal untuk ditanyakan kepada pria berkemauan keras itu.

Ini adalah sesuatu yang membuat aku penasaran selama ini.

Namun—

“Dalam hal apa?”

‘Apa yang kamu percayai jika aku akan menyelamatkan kamu?

Apa yang kamu minta untuk aku lihat dan selamatkan?

Bagaimana kamu bisa begitu yakin?’

Cale bertanya, dan Kang Geun Mok menjawab tanpa ragu.

“Mata.”

Cale bertemu pandang dengan Kang Geun Mok yang tengah menatapnya.

Ada keyakinan di dalamnya.

“Aku melihat matamu. Dalam mimpi buruk yang selalu mengikutiku, dalam penglihatan tentang neraka itu, untuk pertama kalinya aku melihat sesuatu yang berbeda. Itu adalah kedua matamu.”

Jadi itulah alasan Geun Mok dapat lolos dari mimpi buruk itu.

Bagaimana Geun Mok bisa keluar dari mimpi buruk ini, padahal tidak ada satu metode pun yang berhasil sejauh ini?

Kang Geun Mok benar-benar penasaran.

“Kekuatan apa itu?”

Apa gerangan kekuatan yang dahsyat dan bersinar terang itu?

Kekuatan apakah yang membangkitkan Geun Mok meski selama 50th dia takut dan gentar?

Seolah-olah ada kekuatan yang menentang iblis jahat itu.

“…..”

Dan Cale terdiam sejenak.

‘Kekuatan?’

Bukankah Cale hanya,

Kekuatanku tidak ada hubungannya dengan mata? ]

Cale hanya menggunakan Dominating Aura?

Ketika Dominating Aura, pihak yang memegang kekuasaan itu kebingungan, Sound of Wind yang tadinya senyap, si pencuri pun bicara dengan tenang.

[ Cale. Bukankah Dewa Kekacauan juga memperlihatkan matanya? ]

“!!!!!”

Pupil mata Cale membesar.

[ Eh? ]

Dominating Aura terhenti.

[ Whoa. ]

Tiba-tiba Dominating Aura mengeluarkan seruan yang penuh minat. Karena itu, perasaan gelisah aneh muncul di wajah Cale.

Cale teringat mata yang muncul saat Dewa Kekacauan menggunakan kekuatannya.

‘Entah kenapa, kekuatannya sepertinya menyerupai kekuatan Dewa Kekacauan.’

Tunggu.

Tidak mungkin.

Tidak, tidak mungkin.

Mustahil.

Cale tidak begitu menyukainya.

Tidak benar kan?

“Entahlah.”

Cale membuka mulutnya setelah waktu yang lama.

“Mungkinkah apa yang kamu lihat itu sebuah ilusi? Aku tidak memiliki kekuatan seperti itu.”

“Hee.”

Kang Geun Mok menggelengkan kepalanya.

“Apapun katamu lah.”

‘Apa—

Mengapa orang ini bereaksi seperti ini?’

Cale memalingkan kepalanya karena bingung.

“…..”

“…..”

Cale bisa melihat Rosalyn dan Alberu menatapnya dengan ekspresi aneh.

Cale membuka mulutnya secara refleks.

“Apa? Kenapa?”

Dan kemudian Cale berkata:

“Aku tidak melakukan apa pun!”

Tak seorang pun mendengar suara protes Cale itu.

Tidak, mereka mendengar protes Cale, tetapi mereka tidak mempercayainya.

“Seberapa jauh kamu akan menghindar?”

Sebaliknya, Rosalyn berbicara penuh arti.

“Ini membuatku gila.”

Alberu hanya menggelengkan kepalanya.

“…… “

“T, tidak!”

Cale merasa dirugikan.

[ Fufufufu~. ]

Dan Dominating Aura terus mengeluarkan tawa aneh.

.

Calon Raja punya 7 dunia? What? O.O

Kupikir awalnya Pewaris Raja itu Raja Zed tapi ternyata bukan :V

Cale 390 – The Birth of Evil

Terlepas dari apakah rekan-rekannya dan kekuatan kuno bereaksi gelisah atau tidak, Cale melakukan apa yang harus dia lakukan.

“Setidaknya aku bisa melindungimu dari Ketua Kehormatan Han Taek Soo. Dan~”

Tampaknya Cale mengetahui solusi dari ketakutan mendasar yang dimiliki Ketua Sekretaris Kang Geun Mok.

“Kematian total yang kau inginkan. Aku pikir mungkin ada cara untuk melakukan itu.”

Dewa Kematian.

Selama dia menjadi sekutu Cale, Kang Geun Mok akan dapat menemukan jawaban yang diinginkannya.

“Baiklah.”

Bahu Kang Geun Mok yang kaku menjadi rileks dan dia bersandar di sofa.

“Hmm.”

Cale berpikir sejenak lalu berkata.

Ngomong-ngomong, kurasa ada banyak informasi yang perlu Cale peroleh dari Kang Geun Mok, jadi dia ingin Kang Geun Mok memberitahu Cale sesuatu yang bisa membuat dia merasa tenang dan mau bekerja sama.

“Btw karena tujuan kita adalah untuk menyingkirkan Penerus Raja~”

“Ya?”

Kang Geun Mok terkejut dan duduk tegak.

“Ap, apa yang kau katakan?”

“Hm? Tidak, aku hanya~”

Cale tanpa sadar tersentak sedikit saat mata merah Kang Geun Mok berbalik ke arahnya dan memancarkan aura yang kuat.

“Hanya saja, tujuan akhir kita adalah memusnahkan seluruh klan Hunter, dan menghabisi Penerus Raja. Nah, jika kita akhirnya berhasil, kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan, kan?”

“Ho!”

Kang Geun Mok mengangkat kepalanya dan menatap langit-langit, sambil tertawa yang hampir seperti desahan.

“Kau akan membunuh monster itu? Hahaha!”

Kang Geun Mok terus tertawa terbahak-bahak seakan-akan ia benar-benar marah, tetapi tangan yang mencengkeram lengan sofa semakin kuat.

‘Itu mungkin.’

Pria di depan Kang Geun Mok.

Kang Geun Mok melihat potensi dalam diri Cale karena dia telah bertemu langsung dengan Penerus Raja.

Tetapi—

“Pada levelmu saat ini, kamu tidak bisa mengalahkan monster itu.”

Itu suatu ‘kemungkinan’.

“Hmm?”

Alis Alberu terangkat sedikit. Matanya menjadi dingin dan tatapannya beralih ke Kang Geun Mok.

Rosalyn juga mengeluarkan batu sihir bermutu tinggi dari sakunya, menggulungnya di tangannya, dan menatap Ketua Sekertaris.

Namun Cale bertanya pada Kang Geun Mok tanpa reaksi apa pun.

“Mengapa?”

Dan Kang Geun Mok menjawab.

“Monster itu pasti sudah tumbuh selama lebih dari 50 tahun.”

Monster pertama yang Kang Geun Mok lihat tampak seperti seorang anak yang berusia tidak lebih dari sepuluh tahun.

“Tentu saja kamu punya kesempatan. Aku punya firasat tentang itu.”

Kang Geun Mok, yang memiliki intuisi yang diakui oleh Ketua Kehormatan Han Taek Soo.

Itulah sebabnya Kang Geun Mok mengatakan apa yang dia rasakan.

“Tujuh Neraka. Aku melihat potensi dalam dirimu untuk melawan dunia gabungan itu.”

Cale teringat apa yang dikatakan Pak Tua Baek dari Blood Cultist itu.

‘Kamu juga. Tentu saja, kamu berbeda dari Penerus Raja. Ukuran piringmu terlalu kecil dibandingkan dengannya dan itu rapuh, sangat rapuh sehingga aku tidak akan terkejut jika piringmu itu pecah kapan saja.’

Menurutnya, dunia Cale lebih kecil dari dunia Penerus Raja.

Dan perbandingan itu dibuat lebih dari 50 tahun yang lalu.

Penerus Raja saat ini akan memiliki kekuasaan lebih besar dari saat itu.

“Itu tidak salah.”

Cale setuju dengan kata-kata Kang Geun Mok.

“Tetap saja—”

Tetapi Cale harus memberi tahu Kang Geun Mok apa yang tidak diketahuinya.

“Aku tidak perlu melakukannya sendirian, jadi jangan terlalu khawatir.”

Ada banyak rekan dan sekutu.

Cale dapat mempersiapkannya langkah demi langkah.

“Penerus Raja juga memiliki sekutu dan bawahannya.”

Ketika Kang Geun Mok mengatakan kebenaran dengan wajah tegas.

“Tidak?”

“Ya?”

Cale berkata dengan senyum miring di bibirnya.

“Sekarang hanya tersisa Transparent Blood dan Fived Colored Blood?”

“---!”

Mata Kang Geun Mok terbelalak.

“Apakah kamu orang yang berada di balik pemusnahan semua keluarga Hunter lainnya?”

Kang Geun Mok bertanya dengan suara gemetar, tetapi Cale tidak menjawabnya.

Sebaliknya, Kang Geun Mok mengatakan sesuatu yang lain.

“Dan Transparent Blood akan segera menghilang?”

Shhhaaa—

Wajah Cale yang tersenyum terlihat sangat jahat, tetapi Kang Geun Mok mengepalkan tinjunya dan mengangkat sudut mulutnya.

Sedikit kehidupan muncul di wajahnya, yang menyerupai pohon tua yang kering.

Itu adalah harapan.

“Mengapa kamu datang padaku?”

Sekarang, mari kita ke pokok permasalahan.

“Kode akses ke laboratorium rahasia.”

Saat Cale mengatakan itu, Kang Geun Mok tanpa sadar memukul lututnya dengan telapak tangannya.

“Kamu bahkan bisa menemukan informasi itu?”

Sebenarnya, itulah yang dikatakan sistem RMPAG kepada Cale.

Cale baru saja menerima misi.

[Sub Quest: Curi Laporan Penelitian Khusus dari Lembaga Penelitian Rahasia Transparent Co. Ltd!]

“Ya. Ada laporan penelitian khusus di sana. Aku harus memilikinya.”

Sambil menatap Cale yang tersenyum, Kang Geun Mok bertanya dengan hati-hati.

“Apakah kamu tahu lokasinya?”

“Ya. Aku tahu.”

Alamatnya tertulis dalam rincian Quest.

Sistem telah memberitahu Cale.

“Hhaa—”

Kang Geun Mok menghela napas lega.

“Ketua Han Taek Soo berkata bahwa kamu harus menjadi setidaknya seorang Dewa untuk menemukan lokasinya—”

Seorang Dewa?

Cale tersentak.

Meskipun demikian, Kang Geun Mok terus berseru kagum.

“Jadi begitu. Apakah kamu seorang Dewa?”

“Tidak!”

Cale membantah keras hal itu.

“Lalu bagaimana kau bisa—”

“Aku punya Dewa di sisiku.”

“Hoo-hoo.”

Mata Kang Geun Mok bersinar lebih terang.

“Ini bisa jadi pertarungan yang layak.”

Penerus Raja juga belum menjadi Dewa.

Dia hanya berusaha untuk menjadi Dewa.

Tapi orang yang mungkin melawannya juga bukan Dewa.

“Oh, begitu, jadi begitulah.”

Kang Geun Mok mengangguk dan mulai menyatukan semua kancing.

“Hanya aku dan ketua yang tahu kata sandinya. Di antara mereka yang saat ini masih hidup. Dan kau datang kepadaku dengan mengetahui hal itu juga— bahkan jika Dewa telah menemukan lokasi tempat itu, itu akan sangat luar biasa.”

‘Hmm.’

Sebenarnya sistem RMPAG yang memberi tahu Cale segalanya.

Kang Geun Mok tampaknya tidak pernah menyangka bahwa sistem permainan bisa mengkhianatinya, dan bahwa ia bisa berada di pihak yang sama dengan Cale.

‘Yah, sistem permainannya adalah Dewa New World.’

Satu-satunya Dewa nyata yang saat ini ada di RMPAG mungkin adalah Sistem Game.

‘Hm?’

Cale merasa telah menemukan kunci yang sangat penting.

Cale merasa ia perlu benar-benar menemui sistem dan berbicara.

‘Mungkin sekutu terbesar kita saat ini adalah sistem permainan.’

Suatu sistem yang diyakini dikendalikan oleh Transparent Co. Ltd.

Namun, sistem tersebut mencoba melindungi dunianya sendiri dengan menciptakan NPC mutan, termasuk AI One.

‘Xiaolen, Central Plains, Aipotu.’

Makhluk yang paling aktif dan kuat di antara dunia-dunia yang pernah ada sejauh ini.

Tentu saja ada keterbatasan sebagai sebuah sistem, dan itu harus dikontrol oleh Transparent Co. Ltd.

‘Itu bisa jadi pisau terbesar...’

Cale mengesampingkan pikirannya tentang sistem sejenak dan menatap Kang Geun Mok.

‘Sistem ini merupakan rahasia bahkan bagi orang ini.’

Karena Cale tidak dapat mempercayainya.

Cale memberi instruksi pada Kang Geun Mok.

“Aku rasa tidak apa-apa jika kamu menulis kata sandinya di kartu nama.”

“Ya.”

Cale butuh cara untuk menghubungi Kang Geun Mok.

“Aku akan menyerbu laboratorium rahasia besok pagi.”

“Hmm.”

“Sementara itu, ambil barang seminimal mungkin dan kembalilah padaku di sini.”

Jika yang mengetahui kata sandinya hanya Ketua Sekertaris dan Ketua Kehormatan, maka Kang Geun Mok harus sudah melarikan diri sebelum penyerbuan itu.

Jika dia tidak ingin mati di tangan Ketua Han.

“Aku akan menghubungi kamu 30 menit sebelum penyerbuan, jadi jangan terlalu khawatir.”

Mata Kang Geun Mok melebar saat dia menerima kartu nama yang diserahkan Cale kepadanya.

“...Sun-”

Choi Seon Hee, CEO Sun Corporation. Itu adalah kartu nama yang tertera namanya.

“Jika kamu tidak bisa menghubungi, kamu bisa datang ke sini.”

Kartu nama yang diserahkan Cale berikutnya hanya memiliki tiga huruf tertulis di bagian depannya.

<Ahn Roh Man>

“!!!!”

Tangan Kang Geun Mok gemetar.

“Seberapa jauh—”

Seberapa jauh mereka telah mempersiapkan diri?

Tanpa sepengetahuan Transparent Co. Ltd, pria di depannya telah menyiapkan jebakan besar.

“Mengesampingkan pertanyaan-pertanyaannya—”

Cale berkata sambil memasukkan kartu nama berisi kata sandi yang tertulis di atasnya ke dalam sakunya.

“Sebenarnya lebih aman kalau aku membawamu ke laboratorium.”

Karena kata sandi yang tertulis di kartu nama Kang Geun Mok mungkin salah.

Selain itu, Kang Geun Mok bisa saja mengakui kebenarannya kepada Ketua Han.

“Tapi hanya ada satu alasan aku membiarkanmu pergi.”

Cale bertanya padanya.

“Jika kamu ingin hidup, jangan mati dengan nyaman.”

Kondisi yang Kang Geun Mok inginkan adalah kematian yang nyaman.

Jika Kang Geun Mok ingin hidup—

“Berikan aku informasi yang aku inginkan.”

Tentu saja, Kang Geun Mok tidak tahu apakah kehidupan itu akan nyaman, mudah, atau seperti neraka.

“Bagaimana menurutmu?”

Cale bertanya pada Kang Geun Mok.

“Bukankah ini patut dicoba?”

Kang Geun Mok mengangguk dan berdiri dari tempat duduknya, memasukkan dua kartu nama yang diberikan Cale ke dalam sakunya.

“Kalau begitu aku pergi dulu.”

“Oke.”

Cale melambaikan tangannya dan mengantar Kang Geun Mok pergi.

Kang Geun Mok menundukkan kepalanya dengan wajah tegas sebagai salam dan kemudian kembali ke pintu depan.

Wajahnya kering dan layu seperti biasa, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“Ah.”

Kang Geun Mok berhenti berjalan sejenak.

“Aku hampir membuat kesalahan besar.”

Kang Geun Mok berbalik dan bertanya.

“Aku harus memanggilmu apa?”

Cale mengangkat bahu menanggapi pertanyaan itu.

“Mari kita bicarakan itu lain kali kita bertemu.”

“......Kamu masih tidak percaya padaku. Bagus. Aku menantikan waktu berikutnya.”

Saat Kang Geun Mok mencoba berjalan lagi seolah dia yakin, suara feminin terdengar.

“Monster macam apa Han Taek Soo itu?”

“Kamu tidak tahu?”

“Yang kutahu hanyalah dia bukan manusia.”

Kang Geun Mok berbicara kepada Cale, yang mengakuinya dengan wajah agak pucat.

Dan setelah beberapa saat.

Trringg.

Pintu depan terkunci, dan hanya Cale dan rombongannya yang tersisa di ruang tamu.

“Hhaa—”

Rosalyn mendesah dan mengusap wajahnya.

“Han Taek Soo”

Dia teringat saat Kang Geun Mok baru saja melafalkan identitas Han Taek Soo.

“Seekor chimera?”

“Tepatnya, ini berbeda dari chimera normal.”

Alberu memandang Cale sambil menambahkan.

Dan Cale menuliskan apa yang dikatakan Kang Geun Mok.

‘Ketua Han Taek Soo adalah manusia, tapi dia sendiri adalah manusia yang menjadi chimera.’

‘Tidak ada hal manusiawi tentang dia kecuali otaknya.’

‘Dia memasukkan hal-hal luar biasa dari begitu banyak makhluk ke dalam tubuhnya.’

‘Ya ampun. Akan lebih tepat jika dikatakan bahwa ia bermula sebagai manusia atau monster.’

Penyihir hitam.

Blood Demon.

Raja Naga.

Para kepala keluarga Hunter yang telah dilalui Cale dalam banyak hal.

Ada dua kepala keluarga yang tersisa.

Transparent Blood adalah manusia yang telah menjadi chimera.

Fived Colored Blood adalah Wanderer pertama.

‘Tidak ada yang mudah.’

Memang tidak mudah bagi ketiga kepala keluarga sebelumnya, tetapi entah mengapa, rasanya seperti kelompok Cale akhirnya menghadapi musuh yang benar-benar kuat.

“Ayo pergi sekarang.”

Cale dan rombongannya meninggalkan rumah itu tanpa meninggalkan jejak, sama seperti saat mereka memasukinya.

Tentu saja, semua penjaga yang menjaga rumah Kang Geun Mok sedang tidur nyenyak dan dijadwalkan bangun di pagi hari.

Itu semua berkat racun tidur khusus Kucing Hong.

***

“Yang Mulia, jaksa penuntut meminta kehadiran Ajudan Utama kamu!”

“Jaksa baru saja tiba di rumah Ajudan Utama! Bukti apa yang mereka cari jika tidak ada bukti!”

Presiden Ahn Roh Man.

Dia keluar dari permainan realitas virtual dan memanggil semua pembantu dan orang kepercayaannya ke kantornya untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

“…..“

“….“

Ahn Roh Man duduk di kepala meja dan Mary duduk di sebelahnya.

Hanya mereka berdua yang tetap diam saat menghadapi banjir informasi.

“Ajudan Utama!”

Seseorang berbicara dengan tegas kepada Mary.

“Kita perlu membuat rencana!”

“……“

Namun Mary tetap diam. Semua orang merasa terkekang oleh penampilannya yang tidak biasa.

Kalau Mary adalah dirinya yang biasa, dia akan sibuk berusaha mencari jalan keluar.

Tetapi beberapa orang memperhatikan sesuatu pada penampilannya.

“…..”

Mary duduk dalam diam.

Mereka menatapnya seakan-akan mereka ingin menembusnya.

Ajudan yang telah lama bersama Mary pun membuka mulutnya.

“Apakah kamu sudah menemukan caranya?”

Mary sekarang berada dalam situasi di mana dia tidak dapat menghindari kehadirannya di kantor kejaksaan.

Karena gambar Mary saat memasuki lokasi sekolah dasar yang ditutup tertangkap dengan sangat jelas.

Sebelum siapa pun dapat mempertanyakan mengapa CCTV dipasang di sana, sanggahan terhadap bukti ini diperlukan.

Bagaimana cara menyelamatkan Mary.

Sisa-sisa yang ditemukan di halaman sekolah dasar saja berjumlah ratusan.

Mary, yang diidentifikasi sebagai pemicu insiden mengerikan itu, kini dikritik oleh seluruh bangsa, termasuk media, dan siap menerima lebih banyak lagi.

Itu benar.

Posisi Ahn Roh Man seperti lilin di tengah angin dan hujan.

“.....”

Dan Mary, setelah terdiam beberapa saat, membuka mulutnya.

“Apa sih sebenarnya metodenya?”

Dia telah mendengar dari Ahn Roh Man bahwa ada suatu jalan, tetapi dia belum mendengar jalan apa itu.

Itulah sebabnya dia tidak bisa bergerak dan hanya terdiam.

Tetapi sekarang, situasinya telah membuat Mary tidak dapat lagi tinggal diam.

Tak lama kemudian Mary ditangkap sebagai tersangka dan dibawa ke kantor kejaksaan.

Jika itu yang terjadi, situasinya tidak hanya akan menjadi lebih rumit, tetapi juga lebih merugikan.

“...Mary, Ajudan Utama—”

Akhirnya, mulut Ahn Roh Man yang tertutup, terbuka.

“Dia sedang mencari sesuatu sesuai instruksi aku. Itulah sebabnya hal ini terjadi.”

Itulah bukti yang akan mengungkap celah di Transparent Co. Ltd. dan itu rahasia. Hanya Mary dan beberapa orang kepercayaannya yang tahu.

‘Fakta bahwa Mary terperangkap dalam situasi itu berarti ada pengkhianat di antara rekan-rekan kepercayaannya.’

Itulah sebabnya Ahn Roh Man tidak dapat membuka mulutnya dengan mudah.

Ahn Roh Man hanya mengatakan satu kata.

“Hanya ada satu hal yang harus dilakukan sekarang.”

Dia melihat keluar jendela.

Masih malam.

“Bertahanlah selama yang kita bisa.”

Sampai matahari terbit.

‘Ahn Roh Man, kami akan membawa bukti celah di Transparent Co. Ltd.’

Alberu datang bersama Rosalyn dan Cale Henituse dan berkata demikian.

‘Tunggu sampai matahari terbit.’

Dan mereka berkata.

‘Dan ketika matahari terbit, kirimkan orang-orang yang kamu percaya ke alamat yang kami berikan kepada kamu.’

Ahn Roh Man membuka mulutnya ketika melihat alamat tersebut.

‘Apakah kamu tahu di mana alamat ini?’

‘Ya. Aku tahu.’

Alberu Crossman berkata dengan tenang.

‘Jika kamu merasa sulit menangani sesuatu dengan tenang, sesuatu yang besar mungkin terjadi di sana. Kamu harus mengurus akibatnya. Benar kan?’

Ahn Roh Man tidak dapat membantah pernyataan itu.

Karena dia tahu di mana alamatnya.

‘Museum Transparent.’

Terletak di Ibukota Roan.

Sebuah bangunan yang indah di lokasi terbaik yang ada.

Itu adalah tempat yang diciptakan oleh Transparent Co. Ltd, di mana sejarah Transparent Co. Ltd. dan prestasi mereka dilestarikan.

‘Ada apa di sana?’

Ahn Roh Man menekan kegelisahannya dan menunggu matahari terbit.

****

“Matahari sedang terbit.”

Alberu memandang matahari terbit, dan Cale membuka mulutnya, melihat arlojinya.

“Nona Rosalyn, apakah kamu sudah siap?”

“Ya. Tapi aku rasa kita tidak bisa diam-diam menghancurkan mantra penyamaran ini.”

“Tidak masalah. Kamu tidak harus diam-diam.”

Clang clang--

Tangan dan lengan Rosalyn penuh dengan gelang.

Semuanya terbuat dari batu sihir bermutu tertinggi dan berkilau indah.

Rosalyn berbicara dengan cepat, sambil memikul beban biaya operasional tahunan hampir satu kota di kedua tangannya.

“Itu adalah laboratorium penelitian rahasia yang disamarkan sebagai museum. Semua orang akan melihat warna aslinya hari ini. Ha ha.”

Matanya tersenyum lembut, bersinar seperti matahari.

“Tuan Muda. Bisakah aku menarik perhatian keluar?”

“Ya.”

“Jika ambigu, bisakah aku membuatnya sedikit lebih mewah?”

“Ya, tentu saja.”

Cale berjalan mengelilingi museum.

“Mari kita tonton.”

“Oke.”

Alberu juga mengenakan topeng dan bersama Cale, yang menyamar dan mengenakan topeng.

Ngomong-ngomong, keduanya mengenakan kostum ‘ARM’.

Tap tap tap—

Langkah Cale menjadi sinyal, dan mana merah mulai bermekaran di sekitar Rosalyn.

Seolah-olah api akan menyebabkan ledakan besar.

Cale 391 - The Birth of Evil

Swiiish—

Angin bertiup kencang di pergelangan kaki Cale dan Alberu.

Tap!

Kedua orang yang sedang berjalan ringan di antara gedung-gedung itu berhenti di satu gedung dan melihat ke bawah. Sebuah situs besar yang mencakup sebuah taman

‘Museum Transparent’ yang terletak di tengah Ibu Kota—

Woohoo-woohoo--- Woohoo--

Dalam perjalanan menuju museum,

Jalan panjang dengan taman di kedua sisinya.

“Lalu….”

Jalan itu belum dibuka, jadi tidak seorang pun boleh melewatinya.

Swoosh swooosh swooosh—

Namun ada seseorang yang berjalan-jalan, terbungkus dalam mana yang merah dan menyala-nyala, bagaikan api.

Rosalyn.

Dia berjalan seperti dirinya sendiri.

Langkahnya begitu percaya diri dan anggun, bak langkah seorang Putra Mahkota yang berjalan menuju penobatannya.

Triinnng------!!!

Alarm mulai berbunyi.

“Seorang penyusup telah muncul!”

“Semua anggota, berbaris!”

Di dalam museum, atau di pintu masuk—

Karyawan Transparent Co. Ltd mendekati Rosalyn dari segala arah: timur, barat, selatan, dan utara.

“Brother~”

Kata Alberu sambil melirik pemandangan itu dengan mata acuh tak acuh.

“Untuk museum sederhana, personel keamanannya cukup banyak bukan?”

“Itu benar.”

“Mereka semua memiliki keterampilan yang sama.”

Jari Alberu menunjuk ke barisan belakang orang-orang yang keluar dari pintu masuk museum.

“Mereka tampak seperti orang-orang yang kuat sehingga kebanyakan orang tidak dapat menghentikan mereka?”

Terlalu banyak personel keamanan untuk keamanan sebuah museum yang sederhana.

Dan di antara mereka yang datang terlambat dan setelahnya, ada beberapa yang tampaknya memiliki keterampilan luar biasa.

“Kurasa ini benar laboratorium rahasia.”

Cale mengangguk pada kepastian Alberu.

“Kita pergi saja?”

“Ya.”

Cale mengangguk pada kepastian Alberu.

Kedua pria itu mengalihkan pandangan para personel keamanan dari Rosalyn tanpa keraguan.

Dan menendang tanah.

Swiisshhh—

Tubuh mereka, yang tertiup angin, dengan cepat menuju bagian belakang museum.

“Di mana peta pusat penelitiannya?”

“Aku sudah mengingat semuanya.”

Tak seorang pun memperhatikan dua orang yang bergerak diam-diam dan cepat itu.

“Saat sihir penyamaran itu hilang, kita akan segera mengikuti peta ke ruang bawah tanah laboratorium.”

“Ya. Menurutku itu lantai basement tiga?”

“Ya. Mereka mengatakan ada materi penelitian rahasia di sana.”

“Kurasa kita bisa merampok tempat itu.”

Dua orang yang sedang berbicara tampak seperti sedang berjalan-jalan.

Tapi pada saat itu.

Baaaang---!

Tanah berguncang dengan suara keras.

Pandangan Cale dan Alberu beralih ke tempat getaran itu dimulai.

Swooooosshhh---!!

Matahari terbit, menandakan fajar baru. Langit masih memiliki energi fajar.

“Seperti yang diharapkan dari Rosalyn.”

Api besar terlihat membubung ke angkasa.

Seperti matahari, atau seperti bunga mawar.

Api merah terang dan cemerlang itu tampak seperti ular atau naga oriental. Alasan mengapa tidak ada waktu untuk memperhatikan gangguan Cale dan Alberu.

“Hehehe.”

Rosalyn tersenyum dan menghentakkan kakinya pelan saat menyapa orang-orang yang mendekatinya.

Bum!

Namun tanah bergetar keras seolah menyambut langkah kaki raksasa itu.

“Hentikan dia!”

“Kamu boleh menembak penyusup itu!”

“Menyerang!”

Ada sekitar 200 orang?

“Sebuah museumnya punya penjaga keamanan sebanyak ini?”

“Itu benar.”

Rosalyn adalah orang yang menoleh padanya.

Petugas keamanan umum.

Orang-orang ini tampaknya adalah tentara profesional.

Mereka adalah orang-orang yang terlahir dengan kemampuan khusus dan mempunyai kemampuan unik.

Rosalyn menatap semua orang lalu memutar kakinya lagi.

Bum!

Getarannya berdering.

Tsaaaaaaaah---

Dimulai dari dirinya, garis-garis merah mulai terbentang ke segala arah.

Sebuah museum yang bahkan mencakup taman yang cukup luas.

Dia, Alberu, dan Cale diam-diam menyusuri pinggiran kota sepanjang malam menuju batu sihir dan portal lingkaran sihir yang telah mereka pasang.

Mana Rosalyn bergerak tanpa ragu-ragu,

Crackle!

Saat batu-batu sihir itu hancur dan menyentuh mana milik Rosalyn.

Boom—

Tanah berguncang dan lingkaran sihir merah besar tercipta.

Clang, clang, clang!

Lengannya dipenuhi gelang.

Batu sihir pada gelang itu pecah satu per satu.

Sementara itu, senyum Rosalyn semakin lebar.

“Sudah sangat lama.”

Aipotu.

Di sana Rosalyn tidak bisa bertarung dengan baik.

Mana, betapa tidak berartinya kehadiran mana itu bagi Rosalyn, membuatnya tidak bisa bergerak sendiri dan berakhir dengan bergantung pada kekuatan rekan-rekan dia?

‘Itu mengerikan.’

Dan Rosalyn minta maaf.

Kepada rekan-rekan Rosalyn dan kepada dirinya sendiri.

Karena Rosalyn belum menciptakan aura seperti Choi Han.

Namun Rosalyn tidak berhenti, dan terus mengasah sihirnya.

Itulah sebabnya Rosalyn bisa yakin.

Bebas.

Setidaknya jika saja mananya bebas.

‘Sekarang, patut dicoba.’

Bagi Rosalyn, kebebasan akhirnya datang setelah waktu yang lama.

Rosalyn dapat menggunakan sihir sepuasnya, benar-benar sepuasnya.

Rekan-rekan Rosalyn menyiapkan panggung untuk dirinya.

“Bunuh!”

“Serang!”

Rosalyn membuka mulutnya saat dia melihat musuh yang datang ke arahnya, yang telah menciptakan lingkaran sihir besar.

“Pergi.”

Tangannya menunjuk ke depan.

Mana miliknya meresponsnya.

Kwaaaaaaa---

Seekor ular merah raksasa yang terbang ke langit menundukkan kepalanya.

“Berlindung!”

“Fuck!”

Dan kemudian mereka berlari menuju museum.

Pada saat yang sama, Rosalyn menurunkan kedua tangannya ke tanah.

Crack, crack!

Batu sihir itu pecah.

“Hoo hoo~”

Saat senyum Rosalyn semakin dalam.

“Hancurkan mereka.”

Perintahnya telah diberikan.

Baangg!

Puluhan batu sihir hancur dalam sekejap.

Semuanya adalah batu sihir yang terbaik, dan uang yang setara dengan biaya operasional yang layaknya warisan beberapa tahun lenyap. Dan—

Ooooonggggg-----!

Mana merah yang bersarang di tanah.

Cahaya mulai muncul dari lingkaran sihir itu.

Kemudian.

Baaang!

Seekor ular merah raksasa menabrak sebuah museum.

Momen ketika dua hal terjadi pada saat bersamaan.

Orang-orang yang bergegas menuju Rosalyn melihat sesuatu dan berhenti berjalan tanpa menyadarinya.

“Eh?”

Seperti pertanyaan seseorang. Kejadian menarik perhatian orang-orang.

Grumble!

Seekor ular merah dan lingkaran sihir merah menghancurkan museum.

Tepatnya, itu menghancurkan ilusi penyamaran sebagai museum.

Museum Transparent, terkenal karena memenangkan penghargaan arsitektur dari seluruh dunia.

Permukaan museum pecah seperti kaca.

Mereka yang tahu bahwa mereka hanya disuruh menjaga museum tidak dapat menyembunyikan keheranannya.

Di sisi lain, sebagian orang menyatakan sangat terkejut.

“Oh, ini tidak mungkin terjadi! Itu, sihir yang Pimpinan ciptakan............!”

Jelas bahwa sangat mustahil bagi seseorang dari Bumi 3 untuk memecahkannya. Tidak mungkin sifat sebenarnya dari laboratorium rahasia ini akan terungkap. Mereka membual tentang bangunan itu seperti itu!!

“Direktur!”

Direktur museum tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun kepada bawahannya, yang kemudian meraih tangannya dan bertanya apa yang harus dia lakukan.

“...Seorang manusia mematahkan kekuatan Pimpinan...?

Transparent Co. Ltd.

Tidak. Han Taek Soo, Ketua Kehormatan Transparent.

Hanyalah penerus berikutnya yang akan menggantikan Pimpinan sebenarnya.

Kemampuan sihir Pimpinan dikatakan sebanding dengan kemampuan seorang Wanderer.

Tapi kemampuan itu—

“Dia merusaknya?”

Sekaligus seperti ini?

Direktur Museum.

Tidak, Direktur laboratorium rahasia itu perlahan menggerakkan pandangannya.

Pandangan Direktur Laboratorium tertuju pada sang penyihir, yang melingkar seperti ular dalam mana merah besar, sehingga tak seorang pun dapat mendekatinya dengan mudah, dan kalaupun mereka mendekatinya, mereka akan tersapu olehnya, membuat dia tak dapat tersentuh.

Seorang wanita dengan rambut merah dan mata merah, seperti mana merahnya yang membara.

Dia tersenyum cerah.

Crack, crack!

Batu-batu sihir yang pecah itu bagaikan permata, dan pecahan-pecahannya berkilauan dan berputar-putar di sekelilingnya.

Seolah-olah Bima Sakti merah ada di sekelilingnya.

Tap.

Rosalyn melangkah maju.

“Jika ada banyak kebisingan seperti ini, semua orang hanya akan melihatku.”

Sambil tersenyum santai, dia berbalik ke arah musuh-musuhnya.

Baaaang!

Sementara itu, ular merah dan lingkaran sihir miliknya—

Boom!

Museumnya hancur.

Dan secara bertahap bangunan-bangunan baru muncul di dalamnya.

Sebuah laboratorium rahasia besar dengan 5 lantai di atas tanah dan 3 lantai di bawah tanah.

Orang-orang mengira itu adalah museum dengan lima lantai di atas tanah.

Tempat di mana penelitian mengerikan dilakukan dan hasilnya yang tercatat disimpan di tiga lantai bawah tanah.

“Masih banyak yang tersisa.”

Rosalyn menatap langit, memastikan masih ada dua pertiga batu sihir yang melilit lengannya.

“Apakah itu helikopter?”

Rosalyn juga bisa melihat helikopter.

“Hei, hubungi markas!”

“Kepung dia! Tangkap dia bagaimanapun caranya!!”

Rosalyn dapat merasakan kebingungan di antara orang-orang.

Mungkin di masa depan, akan ada lebih banyak orang yang datang ke arah Rosalyn sendiri.

Mungkin ada banyak musuh di antara mereka.

‘Aku juga butuh perhatian dunia.’

Akan ada perhatian publik juga.

Itulah yang Rosalyn harapkan, jadi dia bergerak saat matahari terbit.

‘Dan sekutu kita akan datang juga.’

Rosalyn merasakan keributan di belakangnya.

Dan Rosalyn melihat helikopter itu turun semakin rendah.

“Ha ha-”

Terdengar tawa.

Direktur itu berteriak ketika melihat helikopter.

“Hei, itu Guild Hero~!”

“Bukankah mereka salah satu pengikut Ahn Roh Man?!”

Guild Hero merupakan guild yang dibentuk oleh beberapa orang cakap yang mengikuti Ahn Roh Man.

Sebuah helikopter dengan lambang guild muncul di sini.

“Kantor pusat, segera hubungi kantor pusat! Panggil juga Pimpinan!”

Suara Direktur semakin keras dan keras,

“Nona Rosalyn!”

Rosalyn menoleh ke arah suara yang dikenalnya memanggilnya dari belakang.

Presiden Ahn Roh Man terlihat mendekat, setelah mengalahkan para penjaga keamanan.

Dia bergerak sendiri.

Begitu mendesaknya keadaannya, dan itu berarti Ahn Roh Man telah memutuskan untuk mengubah situasi saat ini juga, tidak peduli masalah apa pun yang mungkin timbul nanti.

Shhhaaa—

Rosalyn tersenyum.

Tidak peduli apa yang terjadi.

“Aku harus melakukan apa yang dikatakan komandan kita, kan?”

Clang.

Clack.

Batu sihir itu pecah lagi.

Swoooosshhhh---!

Mana merah besar mekar dengan indahnya.

Bumi 3 ini.

Rosalyn berharap semua berita utama pagi di dunia ini adalah tentang Rosalyn hari ini.

“Hahaha, haha-”

Rosalyn mengeluarkan mana sepuasnya.

Dan menggerakkan kedua tangan.

“Balikkan!”

Rosalyn bertekad untuk melakukan aksi yang lebih dahsyat lagi daripada yang pernah dilakukannya saat menghancurkan istana beberapa kali di masa lalu.

Namun, karena kemampuannya telah menjadi beberapa kali lebih kuat dari sebelumnya, dan hasilnya benar-benar—

Boom, bbbooom!

Tanah berguncang.

Bbbaaaaaaannggggg!

Benar-benar kacau, segalanya berantakan.

***

Pada saat itu, di tempat lain, kekacauan, tidak, sebuah legenda sedang diciptakan.

New World adalah dunia permainan di mana kamu dapat melakukan ‘Raising My Precious Absolute God’.

“Hah? Apa itu?”

Kekaisaran Timur.

Seorang pengguna di sana menunjuk ke langit.

Caw caw caw.

Ratusan burung gagak terbang secara tertib ke satu arah.

Dan Kekaisaran Barat.

Clack clack clack.

“Gila! Kerangka-kerangka itu bergerak! Apakah mereka monster?”

“Apa, apa yang terjadi?”

Pengguna tiba-tiba melihat ribuan kerangka muncul dan bergerak ke satu arah.

Caw caw caw—

Di atas, beberapa burung gagak berbunyi dengan suara yang tidak menyenangkan.

Pemandangan itu begitu mengerikan, nyaris menyeramkan, hingga para pengguna yang menonton bahkan tak mampu memburunya.

“...Apa......?”

“Mereka akan ke mana?”

Dan pemandangan serupa terjadi di seluruh New World.

Begitu juga—

“...Burung gagak?”

“Ya. Tiba-tiba burung gagak muncul dan menutupi langit, lalu berpindah ke satu tempat!”

6th Evils.

Tidak, hal itu juga terjadi di seluruh wilayah 8th Evils.

“Kerangka!”

“Kenapa tiba-tiba ada angin puyuh! Angin bertiup ke arah barat!”

“Awan hitam-merah bergerak ke timur? Seolah-olah mereka punya keinginan?”

NPC dan pengguna New World menyadari satu hal ketika bos 8th Evils bereaksi terhadap fenomena aneh itu.

“...Sepertinya mereka semua menuju ke arah 7th Evils?”

“Bukankah itu yang muncul di video beberapa waktu lalu? Apa yang terjadi di 7th Evils~”

“Tidak, apa-apaan ini, apa yang lahir dari 7th Evils?”

Orang-orang merasa cemas sekaligus penuh harapan karena fenomena seram seperti itu belum pernah terjadi di seluruh New World, dan fenomena itu hanya menjadi simbol dari satu tempat.

“Bagaimana kalau kita pergi ke sisi 7th Evils?”

“Hei, kumpulkan informasi!”

Mereka mulai berbicara tentang kejadian itu tanpa henti.

“Akhirnya—”

Clopeh Sekkah Sekka tersenyum.

“Akhirnya, ceritanya mulai berjalan dengan baik.”

Awal dari sebuah legenda adalah sebuah cerita.

Ketika senyum Clopeh Sekkah Sekka menjadi begitu dalam hingga seseorang akan berpikir dia sangat kejam.

“Uhh. Ugh.”

“Ini sulit.”

Dukun Klan Harimau Gashan sedang tengah terbaring di lantai, terengah-engah, sementara Necromancer Mary tengah duduk di lantai, bergumam tanpa sadar dengan pandangan kosong.

“...Legenda ini... Aku lelaahh.............”

“Uuhh.. Ugh. Dasar bajingan gila!”

Heavenly Demon yang memperhatikan kedua orang itu lalu ke arah Clopeh Sekka menggelengkan kepalanya.

Jarang sekali wajah Heavenly Demon berubah serius.

“...Ini sungguh sangat lucu bukan?”

Awalnya Heavenly Demon membantu beberapa kali karena menarik, tetapi sekarang Heavenly Demon merasa proses penciptaan legenda ‘The Birth of Evil’ agak serius.

Namun Heavenly Demon melirik Clopeh Sekka lalu berbalik.

Heavenly Demon tidak ingin repot-repot melakukan sesuatu yang akan menyusahkan.

“Hoo hoo~”

Mata Clopeh Sekka yang tersenyum sungguh menawan, sedemikian rupa sehingga bahkan Raon kini menghindarinya.

Hanya satu makhluk.

“Aku harus pergi dan melapor kepada Raja Naga Sherrit.”

Hanya ada seseorang yang menyemangati Clopeh Sekka: mantan Raja Naga, ibu Raon, dan ibu pemilik jantung Eden Miru, Sherrit.

‘Clopeh. Kamu bisa mendiskusikannya dengan Sherrit dan lanjutkan prosesnya.’

Untuk berjaga-jaga, Cale meninggalkan Clopeh dalam perawatan Sherrit untuk mencegah Clopeh Sekka menjadi liar.

“Baiklah. Kelahiran naga seharusnya memanglah sebuah legenda besar.”

Sherrit tersenyum puas mendengar laporan Clopeh Sekka.

Tentu saja, ada orang lain yang tersenyum puas di samping kedua makhluk itu.

“Fufuffufu~.”

Mantan Paus Kaecilia, si Mixed Blood Dragon.

Ia benar-benar mengharapkan lahirnya suatu kejahatan yang luar biasa, karena ia akan mendirikan ordo kesatria untuk Eden Miru.

“Seperti yang diharapkan, Komandan Cale Henituse membawa orang yang tepat.”

Itulah mengapa Kaecilia sangat menyukai Clopeh Sekka.

Maka kekacauan lain, tidak, sebuah legenda, pun tercipta.

Rattle, rattle, rattle—

Telur yang dibungkus dalam karangan bunga bergetar karena merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.

***

“Ugh!”

“Uhhh!”

Dua agen berbadan kekar terjatuh ke lantai.

Tap, tap.

Alberu, yang dengan lembut menjabat tangannya, berbalik dan berbicara kepada Cale.

“Masukkan angkanya.”

“Ya.”

Sebuah lorong di mana sekitar 30 orang tidak sadarkan diri.

Di ujung lorong itu.

Sesampainya di depan ruang arsip laboratorium penelitian di lantai dasar tiga, Cale mengeluarkan kartu nama dari saku dadanya.

Dan lalu Cale memasukkan kata sandi untuk ruang rekaman.

Ting, ting, ting—

Saat Cale memasukkan kata sandi yang panjang, totalnya 12 karakter.

Screech—

Pintu ruang arsip terbuka.

Cale melangkah masuk.

[Penyusup terdeteksi~]

Dan kemudian ada suara mekanis.

[Proses perlindungan sedang berjalan~]

Cale menarik senyumnya menjadi lebih lebar.

‘Bahkan jika kamu hanya memasukkan kata sandi dan masuk, sistem deteksi biometrik di dalam akan segera mengenali bahwa itu bukan aku atau ketua—’

Ketua Sekertaris Kang Geun Mok memberi tahu kami.

‘Kemudian proses perlindungan akan segera berjalan. Itu... adalah ledakan ruang arsip.’

Demi alasan keamanan, arsip-arsip itu sendiri diledakkan. Itu adalah bom yang disebut proses perlindungan.

‘Bahkan tidak akan memakan waktu semenit pun.’

Satu menit sudah cukup.

[ Cale, ini bukan hanya sesaat? ]

Oh tentu saja.

Cale tidak bermaksud membuang waktu pada masalah sepele seperti itu.

“Kenapa?”

Cale memandang Alberu dan menyeringai.

Cale 392 - The Birth of Evil

Momen ketika Alberu bertanya pada Cale,

“Mengapa kamu tertawa?”

Bang!

Pintu masuk ditutup dengan suara keras.

Mengurung Cale dan Alberu.

Keduanya bahkan tidak pergi ke pintu yang tertutup.

‘Pintu ruang arsip bukanlah pintu biasa. Arus tegangan tinggi mengalir melaluinya, dan jika kamu menyentuhnya dengan tidak benar, ia akan berhenti bekerja sepenuhnya. Terlebih lagi, saat kamu mencoba memecahkannya, pintunya akan meledak dan bagian dalam ruang arsip akan dilalap api.’

Cale teringat kata-kata Ketua Sekretaris.

Alberu berkata pada Cale, yang masih tersenyum.

“Wajahmu cukup memalukan.”

“Ada apa dengan wajahku?”

Ketika Cale menatapnya dengan wajah cemberut, menghapus senyumnya, Alberu tersenyum seolah puas dan melangkah maju.

“Bolehkah kita mencurinya saja?”

Ada brankas kecil yang ditunjuk Alberu dengan jarinya.

Sebuah brankas tua, yang tampaknya terbengkalai, terletak di sudut terjauh ruang arsip.

‘Akan ada banyak catatan kertas di ruang arsip. Laporan penelitian diterbitkan dalam bentuk buklet.’

Oleh karena itu, bagian dalam ruang arsip bisa dibilang sebagai ruang dengan fasilitas canggih untuk menjaga suhu, kelembapan, dan lain-lainnya tetap konstan.

‘Tetapi pada akhirnya, semua informasi disimpan di kartu memori di brankas.’

Jika Ketua Sekretaris Kang Geun Mok tidak memberikan informasi tersebut, Cale akan membuang banyak waktu menuliskan laporan penelitian di kepalanya.

‘Ruang arsip pasti sudah meledak sebelum itu.’

Pada saat itu.

Klik.

[Proses Perlindungan Langkah 1]

Terdengar suara mekanis.

Bang!

Pintu tertutup.

Tiga gerbang besi turun di atas pintu itu.

“……“

“……“

Itu adalah blokade menyeluruh.

Bagi siapa pun yang melihatnya, hal itu tampak seperti sebuah proses untuk melindungi ruang arsip.

“Bukankah akan ada ledakan dalam 30 detik?”

Cale menjawab kata-kata tenang Alberu.

“Ya.”

“Apakah kamu sudah memeriksa jam tanganmu?”

“Tentu saja.”

Cale menatap arlojinya.

25 detik—

24 detik—

“Ha, aku tidak pernah menyangka akan melakukan hal seperti ini dalam hidupku.”

Putra Mahkota Alberu mendekati brankas itu.

Dan kemudian dia menjatuhkan diri di atas brankas.

“Mencuri? Aku tidak pernah punya banyak pengalaman dengan pencurian.”

Dia bergumam, seakan-akan sedang mendesah.

“Aku menunda semua pekerjaan aku dan datang ke sini untuk melakukan ini, lalu…. merampok brankas?”

“Jadi kamu tidak menyukainya?”

Cale berkata begitu, dan Alberu menjawab dengan acuh tak acuh.

“Tidak juga? Bukankah ini menyenangkan?”

Cale menggelengkan kepalanya sedikit saat dia melihat sudut mulut Alberu berkedut.

Klik.

[Proses Perlindungan Langkah 2]

Suara mekanis itu terdengar lagi, dan Cale menatap langit-langit.

Semua lampu di langit-langit ruang arsip yang terang itu tiba-tiba padam.

“…..”

Suatu ruang yang hanya diselimuti kegelapan.

“10 detik tersisa.”

Saat itulah Cale memberi tahu Alberu berapa banyak waktu yang tersisa yang dimilikinya.

“Oh, Direktur-!”

Wakil Direktur Museum Transparent.

Tidak, Wakil Direktur laboratorium rahasia berkata kepada Direktur sambil gemetar.

“Hei, mereka bilang mereka membobol ruang arsip!”

“Aku tahu! Aku tahu!”

Direktur segera berjalan kembali ke museum sambil menanggapi perkataan Wakil Direktur.

“Minggir!”

Bertentangan dengan reputasinya sebagai seorang sarjana, ia bergerak cepat, dengan kasar menyingkirkan petugas keamanan yang menghalangi jalannya.

Baaaaang—!

Sementara itu, di taman depan museum, seekor ular merah terbang tinggi ke langit.

Wakil Direktur meliriknya dan berbicara dengan nada mendesak.

“Orang-orang ini mengincar ruang arsip! Ini masalah serius! Kalau ada bagian yang dicuri!”

“Tidak—”

Direktur itu menatap tajam ke arah Wakil Direktur dan menutup mulutnya.

Dia melihat jam tangannya.

Jam tangan pintar.

“9 detik.”

“Ya?”

“Setelah itu, ruang arsip akan meledak.”

Jam tangan pintar itu segera memberi tahu Direktur bahwa dua tanda biometrik telah terdeteksi di ruang arsip.

Dan juga proses perlindungan berjalan normal.

“Tugas aku bukan untuk pergi ke ruang arsip!”

Proses perlindungan kini telah berjalan normal ke tahap 2.

Ini berarti ruang arsip akan segera meledak dan kedua penyusup itu belum melarikan diri.

‘Mereka akan segera mati.’

Direktur tidak tahu bagaimana mereka berhasil masuk ke sana, tetapi jika mereka tidak dapat melarikan diri, maka pada akhirnya, kematian adalah satu-satunya hal yang tersisa bagi mereka.

‘Ketua. Aku juga tidak akan mampu bertahan dari ledakan itu.’

Pimpinan itu berkata bahwa bahkan dia sendiri tidak dapat bertahan hidup dari ledakan itu.

Itu berarti ledakan itu tidak dapat dikalahkan bahkan oleh penyihir gila di taman.

“Direktur, mengapa kamu ada di kantor Direktur—?”

Dia berjalan menuju kantor Direktur.

5 detik sekarang.

Di balik itu, ruang arsip akan meledak.

‘Hanya ada satu hal yang harus aku lakukan sekarang, meski hanya sesaat!’

Direktur meminta bawahannya menghubungi kantor pusat, tetapi itu belum cukup.

‘Yang Mulia!’

Atau tidak,

‘Ketua’

Tidak. Dia harus menghubungi Ketua dan Pimpinan rumah tangga terlebih dahulu!

‘Bahkan Pimpinan tidak tahu kata sandi di sini.’

Kata sandi ruang arsip hanya diketahui oleh Ketua Kehormatan Han Taek Soo dan rekan dekatnya, Ketua Sekretaris Kang Geun Mok. 

Tapi ada penyusup yang bisa masuk ke sana?

‘Kang Geun Mok mengkhianati kita!’

Ini bukan sesuatu yang dapat dilaporkan kepada Pimpinan.

Direktur harus memberi tahu Pimpinan.

‘Saluran telepon langsung yang dipasang di kantor Direktur.’

Satu-satunya cara untuk menghubungi Pimpinan adalah melalui telepon.

Ini adalah wewenang yang dapat diperoleh dengan memegang jabatan Direktur di sini.

“Direktur! Ruang arsip! Sekarang—”

“Diam!”

Direktur meninggikan suaranya dan menepis tangan asisten manajer itu saat berbicara kepadanya tanpa mengetahui apa pun.

Ketika momennya berlangsung.

3 detik.

Jam tangan pintar Direktur bergetar untuk memberi tahu dia bahwa tersisa tiga detik hingga ledakan.

Dan dalam kegelapan, Cale berbicara.

“3 detik.”

Alberu memandang acuh tak acuh ke arah asal suara itu.

Crackle. Crackle.

Tempat itu berangsur-angsur menjadi lebih terang meskipun lampunya mati.

Crackle—

Cahaya keemasan itu muncul dan membesar di sekitar Cale. Alberu masih duduk di brankas, dan Cale berbicara dengan tenang.

“Pertahanan terbaik adalah menyerang dengan baik.”

Pertahanan terbaik adalah menyerang dengan baik.

Di atas itu—

“Serangan pertama.”

Serang musuh yang ingin kamu serang terlebih dahulu.

[ ….Mustahil! ]

Meski Super Rock tampak terkejut, Cale tetap tenang.

Crackle.

Arus emas di sekeliling Cale bertambah kuat.

Klik.

Sekali lagi terdengar suara,

[Melindungi—]

Ketika suara mekanis itu terdengar, Cale berpikir cepat.

Jika lawan mencoba meledakkan Cale dan Alberu—

“Mari kita lakukan dulu.”

[Proses-]

Suara mekanis tidak dapat berlanjut lebih lama lagi.

[ Kamu pintar, ternyata! ]

Saat ketika pencuri Fire of Destruction mengeluarkan kata-kata penuh kekaguman dan antisipasi.

Crackle crackle crackle!

Saat ketika pencuri api yang menghancurkan mengeluarkan kata-kata penuh kekaguman dan antisipasi.

Crackle crackle—!

Kilatan petir keemasan menyambar.

“Whoa.”

Alberu bertepuk tangan tanda kagum.

Boom!

Pada saat yang sama,

Clang.

Beberapa batu sihir tingkat tinggi di sakunya pecah.

Swooosh—

Selain itu, perisai mana tiga lapis diciptakan di sekitar Alberu dan brankasnya.

Tetapi tidak seorang pun melihat pemandangan ini.

Swooosshhh—

Sebuah petir merah keemasan membubung dengan suara keras, menghancurkan ruang arsip, menghancurkan sistem proses keamanan, dan melewati lantai basement 3, lantai 2, lantai 1—

“Hei, apa itu?”

“Gila, menyingkiiirrrr!”

Ke permukaan.

Petir merah keemasan menembus museum, bukan, gedung laboratorium yang terbuka dan menuju ke langit.

“Ha ha ha!”

Warna itu mirip dengan warna mana kekuatan Rosalyn, namun berbeda.

Rosalyn tertawa terbahak-bahak saat melihat petir merah keemasan yang sama meledak dan menembus lantai atas laboratorium.

“Penyihir!”

“Tangkap wanita gila itu!”

Dan Rosalyn tersenyum lebih lebar mendengar kata-kata yang diucapkan mereka kepada Rosalyn.

Crack, crack!

Masih ada sekitar setengah batu sihir yang tersisa.

Itu lebih dari apa yang diharapkan Rosalyn.

Itu juga berarti Rosalyn telah berkembang sebesar itu.

“Apa itu?”

Suara Ahn Roh Man terdengar dari belakang, dan Rosalyn menoleh dan tersenyum padanya.

“Sekarang mari kita lari!”

“Ya?”

‘Apakah kamu menyuruh aku, seorang presiden, untuk muncul seperti itu dan melarikan diri?

Tidakkah kamu melihat wartawan datang dari segala arah?’

Ahn Roh Man datang ke sini dengan tekad yang begitu besar, dan Rosalyn ingin dia melarikan diri begitu saja?

Wajah Ahn Roh Man berubah menjadi aneh oleh kebingungan dan keraguan. Namun dia segera mengeras.

Blaarrr—

Blaaarrr—

Petir yang dahsyat.

Kekuatan besar itu menakutkan dengan cara yang berbeda dari sihir Rosalyn.

Namun, di antara kilatan petir yang menyambar ke angkasa, ada satu orang yang muncul.

‘Cale Henituse!’

Meski ditutupi topeng dan pakaian hitam, Ahn Roh Man langsung mengenali identitasnya.

Dan seperti dikatakan Rosalyn, Ahn Roh Man punya firasat bahwa sudah waktunya untuk pergi.

‘Alberu Crossman. Aku tak melihatnya!’

Pasti ada penjelasan untuk ini.

Dan implikasinya jelas.

(tl/n : Implikasi adalah suatu akibat yang muncul atau terjadi karena suatu hal.)

‘Mereka menemukan buktinya!’

Alberu Crossman melarikan diri dengan bukti yang akan menyelamatkan Ajudan Mary dan membalikkan situasi ini, menyelamatkan Ahn Roh Man!

“Ha ha ha-”

Ahn Roh Man tersenyum dan menunjuk ke udara.

“Ayo pergi dengan helikopter.”

Ahn Roh Man tersenyum pada Rosalyn dan mengulurkan tangannya yang lain, menandakan mereka akan keluar.

Rosalyn dengan elegan meraih tangan Ahn Roh Man dan bangkit menuju helikopter yang datang atas panggilan Ahn Roh Man, lalu menaikinya dengan bermartabat.

Pada saat itu.

“Aku—”

Suara Cale Henituse terdengar melayang di udara.

Suara Cale terdengar begitu keras bahkan diantara suara petir yang menggelegar berkat sihir yang dilakukan oleh Alberu.

“Mengapa dia tidak segera lari dan malah mengatakan sesuatu di sana!”

Ketika Ahn Roh Man menunjukkan rasa ingin tahu dan ketidaksabarannya.

Rosalyn membuka mulutnya.

Rosalyn menggumamkan apa yang hendak dikatakan Cale.

Pada saat yang sama, suara Kale menjangkau orang-orang yang berkumpul karena berbagai alasan, seperti liputan, penindasan, pengamanan, dan penindasan dari segala penjuru.

“Kami adalah ARM.”

“Kami adalah ARM!”

Rosalyn menaruh tangannya di bahu Ahn Roh Man, yang tengah menatap kosong ke arah dirinya dan Cale.

“ARM?”

Ketika Ahn Roh Manan bergumam kosong dan tersentak kaget melihat kuatnya cengkeraman Rosalyn.

“Tuan Ahn Roh Man. Mulai sekarang, dengarkan baik-baik apa yang aku katakan.”

“Maaf?”

“Mulai hari ini, kamu bergandengan tangan dengan ARM. Kelompok yang diam-diam mendekatimu adalah ARM.”

“Ya?”

Rosalyn mulai melakukan ‘cuci otak ARM’ pada Ahn Roh Man tanpa Cale meminta Rosalyn untuk melakukannya.

Dan sementara itu.

“Apa, apa itu...?”

Sang Direktur menatap kosong ke arah Cale.

Petir yang melewati laboratorium menghancurkan ruang arsip sebelum proses perlindungan dapat diselesaikan.

Api yang bermula dari sambaran petir itu menjalar ke segala arah.

Ini benar-benar masalah besar.

Direktur itu tidak hanya merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya, tetapi juga hawa dingin di jantungnya.

“ARM?”

Itulah sebabnya Direktur tanpa sadar mengulangi apa yang dikatakan orang misterius itu.

ARM.

Ini pertama kali Direktur mendengarnya.

‘Apa itu?

Tidak, aku tidak punya waktu untuk memikirkannya sekarang?

Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?’

Itu benar-benar kekacauan itu sendiri.

Pada saat itu.

“Dewa Kekacauan akan segera menguasai dunia ini!”

Apa?

Kekacauan?

Pria hitam itu berteriak seperti itu dan segera melambaikan tangannya lagi.

Blaaarrrrr!!!!

Sebuah kejutan tiba-tiba.

Grroaaaaah!

Baaaang!

Grroooaaa—!!

Petir turun di mana-mana.

“!!!”

Dan tempat-tempat itu, dari semua kalangan, saat ini berkaitan erat dengan penelitian rahasia.

Tentu saja, sekarang dia telah menghentikan penelitiannya untuk sementara waktu setelah mengetahui pergerakan Mary, Ajudan senior yang dekat dengan Presiden.

Jadi penelitian itu belum dilakukan—

“Oh, tidak!”

Menghancurkan berarti mengungkap.

Berapa banyak helikopter yang muncul untuk meliput dari udara sekarang?!

Ggrrrooaaaaah--!!

Baaaang!

Semua tempat yang disambar petir emas kemerahan itu secara cerdik dikaitkan dengan penelitian.

Ruang tersembunyi di balik layar yang tidak dapat disamarkan sebagai ruang pameran.

Semuanya terungkap oleh api.

Petir tidak membakar semuanya.

Secara halus, secara rahasia.

Dia hanya membakar apa yang perlu dibakar dan menunjukkan apa yang tersisa.

“Ah-”

Direktur itu duduk dengan suara keras.

“Kami datang dari Transparent!”

Saat itu, Wakil Direktur akhirnya memberi tahu Direktur bahwa orang-orang yang dikirim langsung dari kantor pusat, keluarga Transparent Blood, telah tiba.

“Ugh, kamu terlambat~”

Terlambat.

Direktur pun menyerah untuk berpikir menghubungi tuannya.

Apakah Sekretaris Kang Geun Mok telah berkhianat atau tidak, itu tidak lagi menjadi masalah.

“Kita telah dirampok….”

Informasi yang paling penting jelas bocor.

Direktur merasakan hal itu.

Orang-orang itu pasti telah membawa brankas itu pergi.

“Ah.”

Mereka yang melihat kejadian ini hari ini akan bertanya kepada Transparent Co. Ltd apa yang terjadi, dan bahkan Presiden Ahn Roh Man akan muncul dan kasusnya akan tumbuh di luar kendali.

“Si, sialan!”

Presiden Ahn Roh Man dengan bukti.

Jelas bagaimana dia akan bertindak terhadap Transparent Co. Ltd.

“Sudah berakhir!”

Sang Direktur tidak dapat menahan amarahnya.

“Inilah akhirnya!”

Tidak, Direktur tidak tahan rasa takutnya.

Inilah akhirnya. Sungguh.

“Aku akan mati sekarang!”

Hal ini tidak akan pernah dilewatkan begitu saja oleh Transparent Blood.

“Dan, Yang, Yang Mulia…”

Di antara orang-orang dari Transparent, ada seorang pimpinan Transparent Co. Ltd.

Sang Direktur nyaris tak mampu mengangkat kepalanya.

Han Seo Hyung, pimpinan Transparent Co. Ltd, menyaksikan semua kejadian ini.

Han Seo Hyung tidak melihat ke arah Direktur.

Sebaliknya, tatapan Han Seo Hyung diarahkan kepada satu-satunya orang bertopeng yang masih melayang di udara dan tidak ikut melarikan diri.

“……”

“…….”

Han Seo Hyung dan Cale.

Kedua orang itu saling menatap satu sama lain.

Dan,

Shhhaaaa,

Cale tersenyum dan melambai.

Pelan – pelan….

Cale menyapa Han Seo Hyung yang memiliki ekspresi kosong.

Pada saat yang sama, sebuah suara transmisi berbicara di kepalanya.

-Ayo pergi.

Cale melirik ke bawah.

Arsip yang meledak dan terbakar.

Satu-satunya perisai sihir yang mampu bertahan dari api.

Alberu yang telah menyebarkan mantra teleportasinya ke dalam, mengangguk pada Cale.

“Sudah waktunya untuk melarikan diri.”

Membocorkannya secara terbuka.

Mencuri secara terang-terangan.

Dan meledakkannya secara langsung.

Lari dengan terang-terangan.

Tidak seorang pun di kelompok Cale yang mempertanyakan apakah ini pencurian atau bukan.

“Hei—”

Cale menyapa Han Seo Hyung.

Tap!

Cale turun.

Oonngg!

Pada saat itu, lingkaran sihir teleportasi memancarkan cahaya terang, dan Alberu melepaskan perisai mananya.

Jadi Cale dan Alberu. Ke tempat yang aman.

Ketiga makhluk itu lenyap dalam sekejap.

Kekuatan yang menciptakan kekacauan dan menghilang adalah ‘ARM’.

“…..”

“…..”

Kekacauan, keterkejutan dan kekecewaan melanda Roan sejak pagi hari.

Kemudian, Ahn Roh Man, yang telah mempelajari garis besar keseluruhan proses ini, bertanya kepada Cale.

“Tetapi mengapa kau tidak menyelinap masuk dengan hati-hati dan membawa kembali brankas itu?”

Cale menjawab:

“Maka dunia akan menjadi terlalu sunyi.”

“Ya?”

“Seiring dengan meningkatnya kebisingan dunia, Transparent akan semakin terhambat.”

Bukankah itu akan memudahkan kita untuk mengambilnya?

Cale tidak mengatakan apa pun setelahnya, tetapi Alberu dan Rosalyn di sebelahnya mengangguk sambil tersenyum puas.

“…..”

Dan Ahn Roh Man juga tampaknya tahu apa yang sedang terjadi, jadi dia memilih untuk tetap diam.

Namun, matanya sedikit bergetar.

***

Tepat seperti yang dipikirkan Cale, dunia menjadi berisik sejak pagi itu.

Di luar Roan, percikan kecil mulai menyala menjadi insiden besar yang akan melanda seluruh Bumi 3, yang kemudian disebut ‘Transparent Gate’.

Cale 393 - The Birth of Evil

Bumi 3

Di Ibu Kota Roan.

“Apakah kamu melihatnya?”

“Wah, apa yang sebenarnya terjadi?”

“Itu benar. Museum hanya sebuah kedok saja?”

Orang-orang yang bangun pagi seperti biasa.

Atau orang-orang yang harus bangun karena suatu kejadian yang terjadi di pagi hari.

Semua orang membaca berita dan berita utama surat kabar dan membicarakan ‘Ledakan Museum Transparent’ satu per satu. Berita itu tidak membeda-bedakan pria dan wanita dari segala usia.

Di rumah, di kantor, di sekolah, dan daring.

Jika orang-orang berkumpul di mana-mana, mereka membicarakannya.

Bahkan, terlepas dari berita sekitar Ibu Kota Roan, kasus ini dilaporkan ke seluruh Bumi 3.

“Wah, ini sepertinya bukan kasus yang sederhana.”

Karena terlalu banyak hal untuk dibicarakan.

“Tidak, tapi bukankah museum itu awalnya adalah bangunan yang berbeda?”

Sebuah bangunan Transparent Co. Ltd yang disamarkan sebagai museum.

“Lebih dari itu, mengapa Presiden Ahn Roh Man muncul di sana?”

Presiden Ahn Roh Man tiba-tiba muncul.

“Tetapi. Siapakah orang yang memiliki kemampuan itu? Bukan, api? Aku tidak dapat melihat ciri-ciri wajahnya secara pasti karena tertutupi aura merah. Bukankah itu kemampuan yang menakjubkan?”

“Karena itu! Tidak, apakah mereka tidak punya rekaman yang lebih dekat? Kita perlu merekrutnya ke guild kita!”

“Mustahil. Aku pikir dia sudah berada di pihak Ahn Roh Man. Apakah menurut kamu dia akan datang kepada kita?”

Pengguna kemampuan baru dengan kekuatan luar biasa.

“Tapi bukankah dia terorisme?”

“Apakah Ahn Roh Man dan Transparent sedang bertarung?”

“Apakah ini baik-baik saja?”

“Tidak, tetapi lebih dari itu, siapa orang berbaju hitam itu? Bukankah kemampuan sihir itu sepertinya berasal dari kekuatan yang berbeda?”

“Ya. Dia bilang ‘ARM’?”

“Apakah itu Dewa Kekacauan? Sepertinya ada sekelompok orang yang memujanya. Bukankah mereka aliran sesat?”

Munculnya kelompok agama yang disebut ‘ARM’, Dewa Kekacauan.

“Ini gila, ini kacau.”

“Hei. Aku tidak tahu apa itu, tapi itu menyenangkan.”

“Apakah ini menyenangkan? Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada negara ini saat ini.”

“Tidak, baru kemarin lusa, pihak Transparent baru saja memukul Ahn Ro Man tepat sasaran. Dan kali ini, tampaknya Ahn Roh Man melakukan sesuatu sebagai balasan.”

“Jadi, ini kacau! Ini kacau, kacau!”

Cerita-cerita orang tersebar ke berbagai arah, dan segala macam spekulasi pun menjadi liar.

Memang harus seperti itu.

“Apakah ada laporan lebih lanjut?”

“Aku tidak tahu! Kalian berdua diam saja!”

Transparent Co. Ltd, tindakan Presiden Ahn Roh Man.

Suasananya sunyi, tak seorang pun membuka mulut.

Berita tersebut mendatangkan berbagai macam ahli dan melaporkan tanpa henti tentang kejadian-kejadian pada pagi hari ini.

Tidak ada pelaporan tindak lanjut yang tepat.

Sampai saat ini, begitulah adanya.

Tidak ada pelaporan tindak lanjut yang tepat.

“Oh!”

Namun saat itu, ada orang yang melihat ponselnya, orang yang menonton TV, dan orang yang melihat komputer.

Setiap orang dapat mengakses satu berita.

“Itu Transparent! Transparent membuka mulutnya!”

Sebuah adegan ditayangkan di layar TV di mana seorang perwakilan Media dari Transparent Co. Ltd muncul dan berbicara.

“Apa yang terjadi pagi ini jelas merupakan tindakan terorisme.”

Transparent Co. Ltd menghunus pedangnya ke arah Presiden Ahn Roh Man.

“Presiden Ahn Roh Man secara pribadi mengerahkan militernya untuk menyerang Museum Transparent yang dibangun Transparent untuk rakyat. Kami menuntut hukuman yang berat atas hal ini, dan terlebih lagi—”

Mata petugas Media Transparent menatap lurus ke layar.

“Kami juga menuntut penangkapan dan hukuman berat bagi individu misterius yang bersama Presiden Ahn Roh Man, yang melakukan terorisme di museum.”

Orang-orang bereaksi terhadapnya.

================

=>Dia. Apakah kita sedang melihat pertengkaran antara Ahn Roh Man dan Transparent?

=>Apakah itu akan menjadi pertarungan? Siapa yang akan mengalahkan perusahaan transenden?

=>Lalu apa itu ARM? Apakah orang berbaju hitam dan pengguna kemampuan merah semuanya ada di pihak Ahn Roh Man?

=>Aku tidak tahu? Kamu tidak dapat mengetahui dengan pasti, bukan?

=>Goblog sia. Pengguna kemampuan merah terbang di helikopter bersama Ahn Roh Man, lol

=>Lalu bagaimana dengan yang hitam? Seorang pria yang menghancurkan segalanya dengan sambaran petir. Sebenarnya, bukankah orang itu yang menghancurkan museum?

=>...Oh? Begitukah?

=>Itu benar. Sebenarnya, apakah Ahn Roh Man dan wanita merah itu hanya sekadar membuka cangkang museum? Bukankah itu satu-satunya yang mereka temukan? Benar, 'kan?

=>Pokoknya bakalan berantakan nih lol

=>Dasar bajingan gila, apa kau tertawa saat ini?

=>Lalu aku harus apa?

=>Terserah.

===================

Sementara banyak kata-kata yang masuk dan keluar, beberapa orang memandang kata-kata perwakilan Media Transparent dengan pandangan yang agak aneh.

“...Saat ini, bukankah kelihatannya dia sedang mencoba melewati area Transparent?”

“Apakah kamu juga merasakan hal yang sama?”

“Ya. Video ini hanya berfokus pada ledakan di museum, tanpa menyebutkan apa pun tentang penyamaran museum, identitas bangunan yang terungkap, atau mengapa Ahn Roh Man bertindak seperti itu.”

“Ya, benar. Lagipula, salah satu sosok misterius itu dengan jelas mengungkapkan bahwa mereka adalah ‘ARM’. Tapi kenapa dia tidak menyebutkan tentang mereka? Dan dia berbicara dengan percaya diri.”

“Itu benar. Apa-apaan ini~”

Dunia politik dan bisnis serta guild orang-orang yang cakap. Dan setiap orang yang memperhatikan kejadian ini lebih dekat, menyadari sesuatu.

“Aneh sekali.”

“Aneh sekali.”

Transparent Co. Ltd adalah sebuah perusahaan transenden besar yang melampaui Roan dan memiliki pengaruh di Bumi 3.

Mereka bilang mereka hanya menginginkan ‘hukuman keras’ dalam nama saja, tapi tindakan mereka justru pasif.

“Mereka bahkan hanya mengirim satu petugas media untuk hal semacam ini?”

“Itu benar. Aku rasa petugas media tidak mungkin berani mengambil risiko untuk masalah sebesar ini?”

“......Aku harus mencoba menyelidikinya.”

Suasana aneh mulai terbentuk.

Cale meletakkan tabletnya dan menatap layar TV.

Sementara petugas media masih menggumamkan sesuatu, Cale membuka mulutnya.

“Sepertinya ini terlalu sulit bagi Transparent.”

“Aku rasa begitu. Dari sudut pandang mereka, lebih baik bertahan dan jatuh saja.”

Alberu meletakkan cangkir teh di tangannya.

“Hmm. Tapi aku tidak tahu kau akan menyebut ‘ARM’.”

Choi Seon Hee, Presiden Sun Corporation, menggelengkan kepalanya dengan ekspresi yang mengatakan dia tidak puas dengan hasilnya.

“Bukankah karena kita tidak bisa buru-buru mengungkapkan Dewa Kekacauan dengan gegabah?”

Rosalyn berkata sambil tersenyum.

Saat ini, mereka berempat sedang menikmati waktu minum teh sebentar di kantor di lantai atas Gedung Sun Building.

“Yah.”

Choi Seon Hee masih menunjukkan ekspresi menyesal.

“Aku tidak tahu tentang Ketua Kehormatan Han Taek Soo, tetapi aku pikir Direktur Eksekutif Han Seo Hyung yang akan maju.”

Pemimpin Han Seo Hyung saat ini tidak lebih dari boneka Han Taek Soo. Itu adalah rumor yang tersebar diam-diam di dunia bisnis bahwa Han Seo Hyung adalah penerus yang sebenarnya.

Rosalyn membuka mulutnya.

“Para Hunter mungkin tidak ingin siapa pun tahu bahwa ada keberadaan Dewa Kekacauan. Terlebih lagi, jika mereka melakukan kesalahan saat menyebut Dewa Kekacauan, itu pasti akan menimbulkan masalah dalam diri mereka, jadi daripada mengumumkannya seperti ini, mereka akan mencoba mencari informasi yang lebih tepat nanti.”

“Oh!”

Choi Seon Hee terdiam sejenak dan kemudian melanjutkan berbicara.

“Tetap saja, kita tidak boleh mengabaikannya begitu saja. Kang Geun Mok juga mengkhianati mereka, dan dia tahu bahwa kita mencuri informasi. Jika kita biarkan semua ini begitu saja—”

“Itu hanya menguntungkan Ahn Roh Man.”

Alberu berkata demikian dan mengambil cangkir tehnya lagi.

Meskipun sudut mulutnya tersembunyi di balik cangkir teh, semua orang melihat bahwa Alberu sedang tersenyum.

“Transparent bukanlah hal yang mudah, kamu tahu itu.”

Katanya sambil menelan tawa kecil.

“Dengan kecurigaan dan kecurigaan lain, kebenaran terkadang terkubur oleh orang-orang dengan suara yang lebih keras.”

“Itu benar!”

Alis Rosalyn sedikit berkerut saat dia menyadari sesuatu. Pada saat-saat seperti ini, dia merasa tidak cocok untuk dunia politik, dan pada saat yang sama, Alberu Crossman memanglah seorang anggota Kerajaan.

Pada waktu itu.

“Itu akan segera keluar.”

Cale yang tadinya diam, menunjuk ke layar TV.

Layarnya mulai berisik.

Itu karena satu orang muncul.

Direktur Eksekutif Han Seo Hyung.

Ia dikenal sebagai cucu dari Ketua Kehormatan Han Taek Soo.

Dan kepala keluarga Transparent Blood.

Pria yang disapa Cale muncul di layar.

“Ini pertama kalinya dia tampil di acara resmi seperti ini.”

Dari kata-kata Choi Seon Hee, kita dapat melihat efek berantai yang akan ditimbulkan oleh kemunculan Direktur Eksekutif tersebut.

Direktur Eksekutif Han Seo Hyung berbicara sambil menatap layar dengan wajah tegas.

“Sebagai perusahaan yang dimulai dari Roan, Transparent telah berusaha untuk tidak menciptakan kebingungan lebih dari yang diperlukan, tetapi karena tindakan kekerasan telah terjadi, aku merasa bahwa aku harus memberi tahu publik tentang satu kebenaran dan alasan mengapa Transparent diserang di dengan cara ini. Aku sudah maju.”

“Direktur!”

“Direktur, kamu tidak seharusnya bersikap seperti ini. Sampai nanti~”

“Tidak. Aku tidak tahan seperti ini.”

Petugas media dan sekretaris mendekatinya dan mencoba menghentikannya, yang semuanya disiarkan secara langsung.

“Oh, kamu berakting.”

Alberu benar-benar terkesan.

Dan sebagai tanggapan, Han Seo Hyung mengucapkan setiap kata dengan serius namun penuh semangat, seperti orang yang lebih muda dan lebih antusias yang mencintai Roan dan mampu bekerja untuk masa depan Transparent.

“Presiden Ahn Roh Man saat ini berkolusi dengan sebuah aliran sesat yang disebut Dewa Kekacauan, dan telah melakukan hal-hal seperti pembunuhan di sekolah tertutup oleh ajudan utama Mary. Kami juga melakukannya pagi ini untuk bekerja sama dengan mereka untuk mengambil alih Roan dan menghentikan mereka!”

Suara Han Seo Hyung yang tadinya berusaha tenang, berangsur-angsur mengeras dan akhirnya ia berbicara seolah berteriak putus asa.

“Kita harus menghentikan Ahn Roh Man yang kejam dan bengis itu, yang menyamar sebagai pahlawan, dan pasukan sekutunya, ‘ARM’! Kalau tidak, kekacauan yang mengerikan akan terjadi!”

“Ho.”

Presiden Choi Seon Hee merasa terkesan.

“Jika memang seperti itu, bukankah orang-orang akan curiga meskipun Ahn Roh Man mengatakan yang sebenarnya?”

“Yah...”

Rosalyn melirik ke samping, sambil menelan air liurnya. Cale menatap tablet itu dengan saksama.

“Tuan Muda, apa yang kamu miliki?”

“Seperti yang diharapkan—”

Shhaaa—,

Cale tersenyum.

“Orang-orang itu pintar.”

“Ya?”

Ketika Rosalyn tampak bingung, Cale mematikan layar tablet.

Layar terakhir yang dilihatnya adalah ‘Komunitas RMPAG’.

===============

<Tapi di mana aku pernah mendengar tentang ‘ARM’?

=>Aku... kenapa nama itu terdengar familiar?

=>Gila! Wah, wah, aku baru ingat itu! Kekaisaran Barat! Mereka adalah orang-orang yang mendukung Kultus Dewa Matahari di Kekaisaran Barat!

=>Ya?

=>..Serius?

=>Ugh!! Bukankah mereka mengatakan ada ‘kegelapan’ dan mereka yang menyembah Dewa Kekacauan?

=>......Bukan hanya nama ‘ARM’ saja yang sama, bahkan ‘Dewa Kekacauan’ pun sama?

=>Hei, hei! Pakaiannya juga sama!

=>(link)

=>Gila, pola pakaian asli juga sama!!

=>Ya ampun.

=>Apakah ini masuk akal? Tidakkah kamu berpikir kita sedang menemukan sesuatu yang luar biasa saat ini?

=>Hei, tidak mungkin.

=>Aku tak percaya dia menangkap seseorang.

=>Jadi maksudmu ada semacam organisasi yang terhubung dengan RMPAG dan realitas? LOL apakah ini masuk akal ya?

=>Lalu apakah suara yang keluar dari TV sekarang masuk akal?

===================

Cale menunjuk ke layar TV ke arah Rosalyn, yang tampak bingung.

“Segera akan terbit versi Ahn Roh Man.”

Itu sudah disetujui dengan pihak Cale.

Tak lama kemudian sang penyiar bergegas menyampaikan berita terkini.

“Presiden Ahn Roh Man akan membuat pengumuman darurat!”

Rosalyn memperhatikan layar berganti, merasa sedikit khawatir.

‘Kau akan melakukannya dengan benar, kan?’

Hanya Ahn Roh Man saja, dia bisa menghadapi Han Seo Hyung dan Transparent dengan baik, kan??

Gawat kalau masalah ini berlarut-larut dan berubah menjadi pencarian kebenaran.

Peek.

Alberu dan Choi Seon Hee duduk bersebelahan.

Kedua orang ini bergerak cepat saat Transparent Co. Ltd sedang terhuyung-huyung, sambil berpikir bagaimana cara memanfaatkan celah tersebut dan memakan Transparent Co. Ltd.

Untuk melakukan itu, Sun Corporation saat ini menahan semua aliran dana dan tidak bergerak.

Rosalyn menahan rasa cemasnya dan menonton TV, berpikir bahwa Ahn Roh Man akan melakukannya dengan baik.

“Hmm.”

Dan lalu dia menghela napas.

“.....”

Ahn Roh Man di TV terdiam.

Dia hanya berdiri di sana dalam diam.

Namun tidak seorang pun yang bisa mendesaknya.

Mata merah yang menakutkan.

Mulut tertutup rapat.

Dua tangan terkepal.

Siapa pun dapat melihat bahwa dia sedang sangat marah saat ini.

Seluruh tubuhnya gemetar karena marah.

“Ya.”

Alberu berkata dengan tenang.

“Kamu tidak bisa hanya duduk diam dan menontonnya.”

Cale membagikan data yang dicurinya kepada Ahn Roh Man.

‘Bisakah aku melihat data di dalamnya?’

‘Tentu.’

Ahn Roh Man melihat isi di dalamnya.

Cukup untuk membuat Rosalyn merasa sedikit mual saat pertama kali melihat isinya. Ahn Roh Man melihat isinya yang menyedihkan dan mengerikan.

“.....”

Ahn Roh Man tetap diam.

Itu sangat berbeda dari apa yang diteriakkan Han Seo Hyung dengan putus asa.

Tetapi tidak ada seorang pun yang berani membuka mulut setelah melihat pemandangan itu.

Kadang-kadang diam dapat menyampaikan emosi yang lebih besar.

Ahn Roh Man.

Dan orang-orang yang dekat dengannya.

Mereka adalah orang-orang yang telah bersama Ahn Roh Man sejak dia menjadi pengguna kekuatan, dan ekspresi mereka mirip dengan Ahn Roh Man.

Mereka berdiri di sana dengan marah.

Sama seperti saat mereka masih menjadi pengguna kekuatan dan melawan monster yang tak terhitung jumlahnya.

“.....”

Keheningan itu bertambah panjang.

Namun, layar yang penuh dengan gangguan statis ini disiarkan dalam waktu yang lama.

Lalu mulut Ahn Roh Man akhirnya terbuka.

“Masuklah.”

Dia hanya mengucapkan satu kata itu begitu saja.

“!!!”

“Eh?”

“Apa-apaan, gila!”

Dan apa yang terjadi, bahkan wartawan veteran terkejut dan tanpa sadar membuka mulut mereka tanpa menyadarinya.

Tap. Tap. Tap.

Seseorang yang membuka pintu dan masuk.

Dia adalah seorang pria yang dikenal banyak orang.

Dia tidak pernah menampakkan dirinya, namun dia tetap sangat terkenal sebagai bayangan seseorang.

“...Kang Geun Mok!”

Nama yang diteriakkan seseorang di kelompok pers seperti desahan.

Seseorang yang telah bergabung dengan perusahaan sejak awal sebagai Ketua Sekertaris Ketua Kehormatan Han Taek Soo.

Ada orang di sini yang lebih sibuk untuk bergerak untuk Transparent daripada orang lain.

“.....”

“.....”

Keheningan yang lebih dahsyat meliputi ruangan itu.

Semua orang sekarang menyadari bahwa sesuatu yang besar telah terjadi.

Ini bukan masalah sederhana.

Kang Geun Mok, dengan wajah layu seperti pohon tua, berdiri di samping Ahn Roh Man.

Beberapa menit hening.

Dan Kang Geun Mok.

Hanya dengan dua hal ini, Ahn Roh Man menunjukkan banyak hal kepada mereka.

Dan ada satu hal lagi untuk ditunjukkan.

“Ini adalah data penelitian eksperimen dari Laboratorium Penelitian Rahasia Transparent.”

Ahn Roh Man mengangkat kartu memori eksternal.

“Tuan Kang Geun Mok dan Ajudan Utama Mary akan menjelaskan rinciannya satu per satu.”

Karena begitu banyak kontennya, butuh waktu lama untuk membicarakannya.

“Biarkan aku mengatakan satu hal saja, lalu aku akan keluar dari sini.”

Berbeda dengan mata Ahn Roh Man yang merah dan tubuhnya yang gemetar, suaranya terdengar acuh tak acuh.

“Oh, dia orang yang berbeda dari yang kukira.”

Suara Alberu yang bergumam, seolah dia telah menyadari sesuatu, sampai ke telinga Cale.

“Dia seorang pahlawan.”

“Ya, benar.”

Cale pun mengangguk mendengarnya.

Keduanya tampaknya tahu apa yang akan dikatakan Ahn Roh Man.

Rasa putus asa itu.

Maknanya segera mengalir keluar dari mulut Ahn Roh Man.

“Aku tidak peduli jika aku tidak menjadi Presiden berikutnya. Tidak, aku tidak bisa.”

“Astaga.”

Rosalyn berkata, suaranya putus asa.

“Apakah dia awalnya berencana mengatakannya seperti itu?”

“Tidak.”

Choi Seon Hee menggelengkan kepalanya.

“!!!!”

Keheningan itu pecah dan mereka merasakan adegan presentasi di layar menjadi berisik.

Bagaimana pun juga, Ahn Roh Man berkata.

Dia mengutarakan alasan mengapa dia tidak bisa menjadi Presiden berikutnya.

“Trasnparent.”

Dia menunjuk layar dengan jarinya.

“Aku akan memastikan para bajingan itu mendapatkan pembalasannya.”

-----!

Terjadi keributan di mana-mana.

Penampilan Ahn Roh Man yang tenang berbeda dengan sikap Han Seo Hyung. Dan kata-kata kasar dan kejam yang dia ucapkan dengan tatapan itu.

“Eh-”

Choi Seon Hee berkata begitu tanpa menyadarinya.

“…..Sama seperti saat aku masih muda.”

Seperti saat kau baru saja mulai disebut sebagai pahlawan.

Seperti ketika dia baru saja mulai disebut pahlawan, ketika dia harus mengalahkan semua monster.

Begitulah adanya sebelum dia menjadi Presiden.

Para bawahan dan orang kepercayaan di layar bahkan tidak mencoba menghentikan Ahn Roh Man.

Sebaliknya, emosi di wajah mereka mirip dengan Ahn Roh Man.

Terutama mereka yang telah bersama Ahn Roh Man sejak mereka menjadi pengguna kekuatan, termasuk Mary, memiliki wajah yang dipenuhi dengan kemarahan yang hebat yang tampaknya siap menghancurkan apa pun.

Rosalyn bersenandung, menatap mata Ahn Roh Man yang merah dan bergumam.

“...Dia bukan orang yang mengerahkan segalanya untuk politik dan balas dendam.”

Kursi Presiden berikutnya.

Balas dendam terhadap orang tuanya.

Choi Seon Hee, yang mendengarkan Rosalyn, berbicara dengan ekspresi aneh.

“Jika dia orang seperti itu, dia tidak akan membuang segalanya dan melawan monster.”

Choi Seon Hee juga membaca materi penelitian Transparent seperti Ahn Roh Man.

Dan Choi Seon Hee juga berasal dari Bumi 3, tanah yang menakjubkan ini.

“Ha. Itu benar.”

Dia tertawa hampa.

“Kamu punya bakat membuat orang merasa bersemangat.”

Kemarahan dan gairah yang Choi Seon Hee coba sembunyikan tampak jelas di matanya.

Mereka yang belum tahu apa pun akan bertanya sekarang.

“Sepertinya pertarungan ini akan berjalan berat ke depannya.”

Sekalipun Ahn Roh Man memegang kebenaran di tangannya, pertarungan melawan transeden Transparent tidak akan mudah.

Sekalipun mayoritas berada di pihak Ahn Roh Man, Transparent punya uang, kekuasaan, dan wewenang yang sangat besar untuk menekan mereka.

Namun, tatapan Choi Seon Hee menjadi lebih tajam, bertentangan dengan komentar negatifnya.

Alberu melihat ini dan berkata dengan tenang.

“Tidak ada yang lebih menakutkan daripada ketulusan.”

Pandangannya beralih ke Cale.

“Apakah kamu juga memberikan materi itu kepada Arbirator?”

“Ya.”

Pada saat itu, Kang Geun Mok sedang berbicara di layar TV.

“Transparent Co. Ltd telah melakukan eksperimen manusia menggunakan manusia.”

Dan informasi yang sama ada di tangan Aurora, satu-satunya garis keturunan Raja Iblis sebelumnya dan pemimpin kelompok Arbirator.

‘Raja Iblis telah melakukan eksperimen terhadap iblis menggunakan Ras Iblis.’

Bumi 3.

Ahn Roh Man dan Transparent Co. Ltd

Dunia Iblis.

Aurora dan Raja Iblis saat ini.

Mereka yang telah berperang melawan musuh besar mulai memiliki pembenaran ‘bukti dan kebenaran’ di tangan mereka.

Dan,

================

=>Hei, bukankah ‘ARM’ di RMPAG sama dengan ‘ARM’ di sini?

=>Hei hei, kudengar Sekretaris Kang Geun Mok baru saja bergandengan tangan dengan ‘Dewa Kekacauan’ dan Transparent? Presiden Ahn Roh Man bukan satu-satunya.

=>Kamu mengatakan bahwa dia tidak bergandengan tangan dengan Dewa Kekacauan, melainkan dengan kelompok yang menyembah Dewa itu. Hei, di manakah Dewa yang sebenarnya?

=>Ngomong-ngomong, Ajudan Utama Mary bilang Penyihir Merah adalah sekutu. Bahwa dengan bantuannya, dia dapat mencuri materi tersebut. ARM itu? Apakah mereka berencana menangkap orang itu juga?

=>Ya ampun. Apa ini? RMPAG adalah fiksi, Bumi adalah nyata bukan? Sekarang, mengapa saya begitu bingung? Apakah ini benar?

================

================

=>......Hei... Tapi konten eksperimentalnya akan segera keluar... Wow... Apakah ini masuk akal.. -?

=>......Ini, ini bukan itu~

=>….Benarkah demikian? Kamu mengatakan bahwa mereka bereksperimen dengan membunuh orang dan menjebak jiwa mereka dalam sebuah permainan?

=>…..Mereka membuatnya tampak seperti monster telah menyerbu kota dan menggunakan semua penduduk kota untuk eksperimen?

=>Benarkah sekolah terbengkalai itu merupakan salah satu kuburan yang digunakan oleh Transparent? Ada puluhan kuburan lagi... Apakah itu masuk akal?

=>Tidak, ini- Wow, beberapa jiwa dipersembahkan kepada Dewa?

=>Dewa Kekacauan?

=>Hei, apakah mereka benar-benar melakukan ini sekarang? Tidak, hal semacam ini terjadi dalam kehidupan nyata?

=================

“Apa yang terjadi sekarang?”

Saint Dewa Kekacauan.

Dia mematikan papan pengumuman komunitas RMPAG dan mengerutkan wajahnya.

“Paus, ada yang aneh. Hubungi pihak Transparent.”

Pengikut Dewa Kekacauan.

Bahkan di sana, Saint menyadari bahwa segala sesuatunya berjalan aneh dan mulai bergerak.

Saat benda-benda kecil yang Cale sebarkan di Bumi 3, Dunia Iblis, dan New World mulai bersatu, pusaran air besar pun tercipta.

“Untuk saat ini, kurasa kita harus membiarkan mereka bertarung sendiri.”

Dan pusat pusaran.

Mata badai.

Cale berkata dengan santai.

“Mari kita mulai dengan upacara kelahiran Eden Miru.”

Untuk membuat pusaran lebih besar.

Cale hanya mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya satu per satu.

Cale 394 – The Birth of Evil

Sebelum memasuki permainan RMPAG, Cale menghubungi seseorang yang sudah lama tidak ditemuinya.

“Apakah kamu sibuk?”

Alberu dan Rosalyn melirik Cale dan segera memalingkan muka mereka.

Tring.

Jawabannya langsung datang.

<Sangat sibuk.>

Dia adalah Dewa Kematian.

Saat Cale menatap ke cermin, dia merasa bahwa Dewa Kematian benar-benar sibuk karena dia mengiriminya jawaban yang tidak akurat.

“Bagaimana kabar Dewa Kekacauan akhir-akhir ini?”

Trr-ring—

Cermin itu bergetar aneh.

<...Apa yang telah kau lakukan?>

Ada antisipasi dalam pesan-pesan itu. Cale membuka mulutnya sambil menyeringai.

“Apakah kamu tidak mendengar kabar dari Choi Jung Soo?”

Tring.

<Mereka tidak menceritakan semuanya padaku lagi. Bajingan sialan itu. Orang-orang itu bahkan tidak tahu karena siapa mereka hidup dengan bebas.>

Orang-orang itu.

Dewa Kematian berbicara tentang Choi Jung Soo dan ketua tim Sui Khan.

Keduanya masih tinggal di Aipotu, mengurusi sisa-sisa bencana yang ditinggalkan Cale dan Eruhaben.

‘Dan Choi Jung Soo berada di Dunia Iblis, dan pemimpin tim mengurusi masalah Dewa Kekacauan.’

Mereka diam-diam mengumpulkan informasi tentang kedua belah pihak itu.

Itu adalah pekerjaan yang hanya dapat dipercayakan kepada dua orang yang memiliki hubungan dengan Dunia Dewa.

“Hmm.”

Cale yang tengah berpikir sejenak, mengalihkan pandangannya dari cermin dan menatap Choi Seon Hee yang tengah merapikan dokumen.

“Sekretaris Choi.”

“Ya, Komandan.”

Alberu dan Rosalyn. Dan Cale.

Begitu mereka bertiga masuk ke RMPAG, akan sulit bagi mereka untuk memperhatikan tempat ini.

“Aku akan segera mengirim dua orang ke sini cepat atau lambat.”

Dan sekarang, ini juga merupakan waktu yang cukup penting bagi Bumi 3, karena Bumi 3 sedang bergerak menuju kekacauan yang semakin besar.

Tentu saja, ketika situasi mencapai momen yang tepat bagi Cale merasa perlu dilakukan disini, dia akan berpindah dari Bumi 3 lagi untuk menyelesaikan keluarga Transparent Blood.

Belum.

“Mereka berdua adalah orang-orang yang cukup cakap, jadi mereka akan dapat banyak membantu satu atau lain hal.”

Orang-orang yang lebih memahami situasi di Bumi dibandingkan orang lain.

“Kekuatan dan tenaga fisik adalah yang terbaik.”

“Ya.”

“Sui Khan. Dia yang terbaik dalam menggunakan kepalanya.”

“Ya. Mengerti.”

Choi Jung Soo dan pemimpin tim Lee Soo Hyuk.

Kedua orang ini mungkin lebih mampu beradaptasi di Bumi daripada Cale dan akan membantu Choi Seon Hee. Terutama ketua tim Sui Khan—

‘Baiklah, tidak perlu mengatakan apa-apa.’

Mereka berdua adalah beberapa orang yang meletakkan dasar bagi sebuah kelompok di dunia yang hancur karena kemunculan monster.

Dalam situasi seperti kekacauan saat ini di Bumi 3, Cale yakin mereka akan mampu merespons dengan lebih tepat daripada orang lain.

Cale mengalihkan pandangannya kembali ke cermin.

“Aku akan menjelaskan secara singkat apa yang terjadi, jadi dengarkan baik-baik.”

Tring!

<Baik! Aku menantikannya!>

Dewa Kematian mencoba bersikap manis dan itu menjengkelkan bagi Cale.

Cale berkata.

“Ha. Ini bukan sesuatu yang akan berdampak besar pada sisi Dunia Dewa milikmu. Tapi kupikir akan baik bagimu untuk mengetahuinya. Ini memang tidak penting, tapi ketahuilah.”

Berawal dari kata-kata itu, Cale pun menceritakan apa yang telah terjadi.

Alberu dan Rosalyn menatap Cale seolah-olah mereka menganggap hal itu tidak masuk akal, tetapi Cale tidak tahu.

“Itulah yang terjadi.”

Tring ring ring.......

Cermin itu bergetar aneh.

<Bajingan gila ini, ini, ini—!>

Cermin itu mulai bergetar hebat.

Tring! Ring! Tring!

Begitu hebatnya, sampai Cale pikir cermin akan pecah.

<Kamu, kamu benar-benar, bung, kamu benar-benar yang terbaik!>

<Hahahahahahaha!>

<Dan lagi aku sangat sangat jenius karena memilihmu! Kahahahahaha!!>

Ekspresi Cale menjadi serius.

“Kamu gila?”

Ekspresinya saat Cale melihat ke cermin menjadi sangat kurang ajar.

Tring.......

<Hungg.>

Oh, Cale benar-benar harus menghancurkannya.

Cale merasa gelisah, namun bertahan.

“Bagaimanapun, karena papan sudah disusun seperti ini, para Dewa harus saling bertarung sesuai dengan itu.”

Tring-

<Ya. Faktanya, saat ini segala sesuatunya dalam keadaan terhenti, tidak ada kemajuan. Ada dewa-dewi yang semakin bersekutu dengan Dewa Kekacauan. Dewa Keseimbangan menjadi gila dan liar karenanya. Terpisah dari itu, ada pembicaraan bahwa Dewa Keseimbangan tidak melakukan tugasnya dengan baik, jadi ia harus mengundurkan diri sebagai kepala organisasi.>

Tring—

<Selain itu, karena titel Dewa Kuno tidak terlalu berguna, jadi ada juga saran bahwa seluruh sistem dewa harus ditata ulang untuk memiliki ketua dewa baru selain Dewa Kuno di Dunia Dewa. Ngomong-ngomong, aku salah satunya.>

“Cukup.”

Cale menggelengkan kepalanya.

“Urusan Dunia Dewa bukanlah urusanku.”

Cale masih bertekad.

“Aku hanya akan peduli pada Hunter dan Dewa Absolut. Sisanya, Dunia Dewa dan Dunia Iblis, adalah terserah kalian mau bagaimana.”

Tring.

Cermin itu bergetar sedikit.

<Benarkah begitu?>

'Orang ini—'

Alis Cale terangkat.

“Ya.”

<Hmph.>

Tentu saja Dewa Kematian itu menyebalkan.

Cale mematikan layar cermin.

Triiinnggg-

<Maaf, maaf! Aku tidak akan menggodamu! Ceritakan lebih lanjut padaku!>

Cale, tentu saja, mengabaikan pesan itu.

Cale sudah menerima permainannya dua kali, tidak ada alasan untuk menerimanya untuk ketiga kalinya.

“Kita berangkat sekarang?”

Cale tersenyum dan berbicara kepada rekan-rekannya yang sedang memandangnya.

“Ya. Ayo pergi.”

“….”

Rosalyn mengangguk diam mendengar perkataan Cale, sedangkan Alberu mengangguk sambil mendesah pendek.

‘Ah.’

Cale tiba-tiba teringat satu hal.

Itu adalah kenangan yang muncul di benak setelah sekian lama berbicara dengan Dewa Kematian.

Informasi yang diberikan oleh Dewa Kematian.

<Nama ayahnya ada dalam daftar kandidat kematian setengah tahun kemudian.>

Alberu Crossman.

Ayahnya, Raja saat ini, Zed Crossman.

Dia ada dalam daftar orang yang akan mati.

“Hmm?”

Kalau dipikir-pikir—

“Ada apa?”

Ketika Alberu menatapnya dengan bingung, Cale mengerutkan kening.

<Itu benar-benar asli. Raja Roan ada dalam daftar kandidat kematian. Daftar kandidat kematian dirilis enam bulan sebelum kematian orang yang bersangkutan, dan berisi informasi penting terkait pekerjaan yang berhubungan dengan kematian.>

‘Apakah waktu dan tempat kematian muncul?’

<Ya. Namun, lokasinya terus berubah jadi aku tidak tahu di mana letaknya.>

'Jadi, di mana dia sekarang?'

Cale juga punya percakapan ini dengan Dewa Kematian.

‘Sebelum kita menemukan Choi Jung Soo, apakah kamu tidak berencana memberiku informasi terlebih dahulu?’

<Tidak ada.>

<Aku tidak akan melakukan sesuatu yang tidak seharusnya aku lakukan dalam posisi ini. Aku tidak bisa memberi tahu kamu dengan mudah. Dan aku perlu waktu untuk mempersiapkan diri untuk memberi tahu kamu informasi ini.>

‘Aku menepati janji aku.’

<Aku akan menghubungi kamu lagi segera, saat kamu kembali ke Roan.>

Itu adalah percakapan saat Cale berada di Central Plains.

‘Dan—’

Dewa Kematian, mahkluk ini tidak memberitahu Cale lanjutan informasinya?

Yah, itu mungkin saja terjadi, karena Dunia Dewa telah kacau balau sejak saat itu. Dan ada pula kesalahan-kesalahan yang Cale sendiri gagal atasi.

“Hhaa.”

“Mengapa?”

“Setengah tahun. Tidak banyak yang tersisa sekarang.”

Saat itu setengah tahun saat Cale berada di Central Plains.

Sekarang akhir dari waktu itu sudah dekat.

‘Choi Jung Gun.’

Dan hanya Zed Crossman.

Waktu yang tersisa untuk menyelamatkan kedua orang itu serupa.

“…..”

Alberu mengerti meskipun Cale tidak mengatakan maksudnya.

“Aku akan segera mencari tahu lokasinya. Ayo kita pergi sekarang.”

Karena mereka telah menjatuhkan bom di Bumi 3, Transparent Blood harusnya memfokuskan energi mereka untuk mengamankan posisi mereka di Bumi 3 untuk sementara waktu, bukan pada Dewa Absolut.

Cale masih punya waktu.

“Ha—”

Alberu hanya mendesah dan tidak mengatakan apa pun lagi.

Lalu, setelah waktu yang lama, dia membuka mulutnya.

“Terima kasih.”

Cale menepuk bahu Alberu dengan ringan sekali atau dua kali.

Itu sudah cukup.

***

Begitu Cale masuk ke dalam permainan, ia melihat beberapa jendela misi memenuhi layar.

“…..”

Di antara semuanya, satu jendela misi diperbesar paling besar, memenuhi bidang penglihatan Cale.

[Sub Quest Selesai!]

Satu misi telah diselesaikan.

Cale menurunkan jendela yang lain dan melihat ini terlebih dahulu.

[Sub Quest: Curi Laporan Penelitian Khusus dari Lembaga Penelitian Rahasia Transparent!]

Sudut mulut Cale terangkat.

Alberu dan Rosalyn tidak ada.

Karena mereka masing-masing logout di tempat yang berbeda.

[Sebagai acara khusus, hadiah akan dibayarkan secara berbeda tergantung pada tingkat pencapaian!]

[Hadiah penting: Kenangan Count Lupe yang Hilang]

Tap. Tap. Tap.

Cale melangkah maju.

[*Kamu harus bersama Count Lupe untuk menerima hadiah.]

Cale rasa begitu.

Karena hadiah utamanya adalah ingatan Count Lupe.

Klik.

Cale membuka pintu dan melangkah masuk.

Ketika Cale membuka pintu permen kapas, kamar tidur yang tenang muncul di penglihatannya.

“Ah.”

Aurora.

Dia, satu-satunya keturunan mantan Raja Iblis dan pemimpin para Arbirator, berdiri dari tempat duduknya.

“Itu-”

“Ya. Aku sudah menyelesaikannya.”

“Ah!”

Aurora, yang tidak dapat meneruskan ucapannya, menghela napas dan duduk di kursi.

Cale menuju tempat tidur di sebelahnya.

“…..”

Ada bos dari 3th Evils, Ghost of Darkness Lupe.

Dan orang terkaya di Dunia Iblis, Count Lupe, terbaring tak sadarkan diri.

[ Akhirnya! Malaikat kita akan bangkit! ]

Mengabaikan kata-kata Fire of Destruction, Cale menekan tombol yang muncul di layar pencarian.

[Apakah kamu ingin menyelesaikan misi yang telah selesai sekarang?]

[Ya/Tidak]

Cale menekan tombol ‘Ya’ seolah-olah itu sudah pasti.

[Menghitung tingkat pencapaian]

Dikatakan bahwa hadiah akan dibayarkan secara berbeda tergantung pada tingkat pencapaian.

[…….F...E…..D...............]

Beberapa huruf mulai muncul di layar.

Cale menatapnya dengan tenang.

[………..A…………….]

Nilai keberhasilannya A.

Shhaaa.

Sudut mulut Cale terangkat.

‘Baiklah. Aku yang membuat kekacauan itu.’

Berapa banyak hasil yang akan Cale hasilkan setelah menyusup ke satu lab penelitian?

Tidak mungkin sistem yang melihat keluar tidak mungkin tidak mengetahui hal ini.

[……S………]

Saat kata-kata itu muncul, Cale mengepalkan tangannya sedikit.

“!!!!””

Itulah saatnya.

Bip bip bip—

Tiba-tiba, suara dering terdengar.

“Ugh!”

Cale mencengkeram telinganya tanpa menyadarinya.

“Mengapa kamu melakukan hal itu?”

Aurora mendekat dengan terkejut.

Aurora tampaknya tidak mendengar.

Cale berhenti sejenak, melihat ke jendela layar untuk memastikan hanya dia yang bisa mendengarnya.

[Hadiah, Hadiah, @2($^, Nilai, @$@#$%]

Mengapa terjadi seperti ini, apa yang salah lagi?

Ketika Cale menjadi bingung.

[@#%7-]

Bip bip ...

Cale mendengar suara ini lagi.

“Ugh!”

Cale meringis.

Suara ini anehnya tidak nyaman didengar.

Dan—

“Apa?”

Layarnya berubah menjadi merah.

Sama seperti tangan merah, fungsi sistem itu mencoba menyingkirkan Cale dengan menghimpitnya.

[ Cale, ini pertanda buruk! ]

Momen ketika Super Rock berteriak seperti itu.

[#%^Aku ingin mengobrol dengan @$% seseorang @$%@#%]

‘Hah?’

Cale berhenti sejenak.

Layar merah itu.

Huruf-huruf yang acak-acakan.

“...Sistem?”

Cale tampaknya langsung tahu apa yang sedang terjadi.

[#$(^G, @#%>]

Percakapannya tidak berjalan baik.

[#^*#$#^ Hasilnya @$% lebih dari yang aku harapkan]

“Kamu ingin berbicara karena hasilnya melebihi harapan kamu?”

Tentu saja Cale mengerti sepenuhnya.

[Obrolan panjang, @#%, @#$%]

“Hmm. Percakapan yang panjang itu sulit. Sekadar memberitahumu tentang keberadaanku sudah cukup. Kirimi saja AI One lain kali. Kita bisa saling berbicara melalui itu.”

Cale berkata demikian dan mengulurkan tangannya.

“Jadi, apa yang akan kau berikan padaku sebagai hadiah?”

Pada saat itu.

Biiipppp—

Aku mendengar suara lagi.           

“Ugh! Tunggu!”

Saat ketika Cale mengucapkan sepatah kata.

[^^]

‘Hah?’

Layarnya tersenyum.

Sistem di dalam jendela merah itu tertawa.

[Tingkat keberhasilan 300%!]

‘Oh.’

[Dasar Penilaian: Keluarga Transparent Blood, Dunia Iblis, dan Dewa Kekacauan. Menurutku, hebat sekali kamu berhasil mencapai ketiga tempat itu. Aku merasa segar kembali]

Ada sesuatu yang aneh tentang jendela layar tidak terlihat seperti jendela permainan RMPAG biasanya.

[Kompensasi yang dibutuhkan akan dibayarkan!]

Cale dapat melihat botol kecil itu diletakkan di telapak tangannya.

Ada cairan di dalamnya.

[Tuangkan saja ke dahi Count Lupe!]

Dia juga dengan ramah menjelaskan cara menggunakannya.

Cale tidak bergerak tergesa-gesa.

Cale menunggu dalam diam.

[Hadiah Tambahan!]

[Peringkat: SSS+++]

‘Hah?’

Cale belum pernah melihat nilai seperti ini sebelumnya.

[Hadiah Prestasi Tambahan!]

[Satu keterampilan diberikan.]

‘Whoa?’

Hadiahnya hanya satu keterampilan?

Ketika Cale merasa penasaran.

[Keterampilan: Tangan Merah]

“Eh?”

Cale benar-benar merasa gugup.

“Apakah ini benar?”

[^^]

Layar merah dan tinitus menghilang, meninggalkan senyuman.

Jendela misi yang telah selesai menghilang dan jendela misi lain muncul, tetapi Cale tidak melihatnya dan menatap kosong ke angkasa sebelum membuka mulutnya.

“Whoa—”

Cale takjub.

Apa itu Tangan Merah?

Ketika Cale pertama kali memasuki permainan ini, bukankah itu adalah kekuatan yang mencoba membunuhnya?

Tangan Merah.

Salah satu kekuatan absolut permainan, yang muncul ketika aturan permainan dilanggar dan menghilangkan faktor tersebut.

Sekarang Cale telah menerima kekuatan dan keterampilan itu.

Sebagai hadiah—

“Dan.”

Ini mengagumkan, bukan?

Serius, Sistem, apakah dia berpikir untuk mendorong Cale melakukan sesuatu?

“Ha ha ha”

Cale tertawa terbahak-bahak tanpa menyadarinya.

Cale melihat deskripsi keterampilannya.

[Saat menggunakan keterampilan, kamu dapat membuat ‘penilaian’ melalui ‘uji coba dengan sistem’ dan mengaktifkan ‘Tangan Merah’ saat kamu ‘diizinkan’.]

Ada satu kalimat lagi yang ditambahkan sebagai catatan tambahan.

[*Jika kamu memahami bahwa Dewa Absolut New World sudah ada, akan lebih mudah untuk menerima 'izin' dalam 'penilaian'.]

“Ya.”

Dewa absolut New World sudah ada.

Sistem.

Ya.

Sistem adalah Dewa yang sesungguhnya.

Tingkat keterampilannya menarik perhatian Cale.

[Keterampilan: Tangan Merah (Kelas: Dewa)]

“Hei.”

Kelas SSS+++

Sebagai hadiah, Cale diberikan kemampuan untuk menggunakan senjata mutlak permainan itu sendiri, tergantung pada situasinya.

“Ha ha ha......?”

Cale yang sedari tadi tertawa seperti itu baru menyadari adanya jendela misi yang lain.

Dan lalu dia berhenti.

[Tingkat pemulihan 99,31% (Waktu tersisa: 23:19>]

[Kemajuan kelahiran 159%]

[Tingkat hadiah belum ditentukan]

“Eh?”

Mengapa kemajuan kelahiran melebihi 100%?

Apakah itu mungkin?

“Brengsek.”

Clopeh Sekka, apa yang sebenarnya dilakukan anak ini?

Jantung Cale berdebar kencang.

Itulah saatnya Cale menyadari bahwa sesuatu yang tak tertahankan tengah mendekat.

Knock. Knock.

Tepat pada saat itu, terdengar ketukan di pintu.

“Manusia, aku mendengar dari Putra Mahkota bahwa kamu sudah pulang!”

Suara Raon terdengar.

“Cale-nim, aku di sini juga.”

Dan kemudian suara lembut Clope mencapai telingaku.

“!!!”

Cale merasakan jantungnya tenggelam.

Suara Clopeh Sekka penuh dengan keceriaan. Dia bahkan merasa bahagia.

Sesuatu yang tidak dapat dia tangani akan terjadi.

“Fuck.”

Cale menutup matanya rapat-rapat.

Cale 395 - The Birth of Evil

Klik.

Pintu terbuka dan Raon bergegas masuk.

“Manusia!”

Flap flap.

Sudah lama sekali Raon berpisah dengan Cale, dan ini hampir pertama kalinya mereka berpisah karena suatu alasan yang tidak buruk, jadi kepakan sayap Raon terasa sangat cepat.

“Apakah kamu kembali setelah mengalahkan mereka dengan baik?”

“...... Aku pergi untuk mencuri?”

“Kamu menghancurkan mereka?”

“Mereka hancur.”

“Aku sudah tahu! Hehehe! Lain kali aku akan pergi ke Bumi 3 juga! Aku kan paling jago merusak sesuatu! Hehehe!”

Karena tidak ada sepatah kata pun yang salah dalam perkataan Raon, Cale membiarkannya begitu saja dalam diam. Dia tidak tahu bahwa Raon telah memutuskan sendiri untuk melakukan ‘kolaborasi untuk menghancurkan’ dengan Rosalyn nantinya.

“Cale-nim.”

Dan akhirnya, bencana. Tidak, Cale menghadapi Clopeh Sekka, yang belum menjadi bencana.

“Uh, umm.”

Entah kenapa Cale tidak bisa berkata apa-apa.

[Tingkat pemulihan 99,31% (Waktu tersisa: 23:19)]

[Kemajuan kelahiran 159%]

[Tingkat hadiah belum ditentukan]

Cale ingin bertanya mengapa kemajuan misinya seperti ini.

“Apakah perjalananmu menyenangkan?”

Namun ketika saya melihat Clopeh tersenyum, membuat Cale takut untuk bertanya.

‘......Apakah aku membuat pilihan yang buruk?’

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Cale menyesali pilihannya.

“Aku mencurahkan seluruh tubuh dan jiwaku ke dalam pekerjaan yang kau berikan kepadaku.”

“Ah.”

Sebuah desahan keluar dari mulut Cale.

“Sekarang semuanya sudah siap, Cale-nim, yang harus kita lakukan hanyalah menunggu sehari.”

Clopeh yang tersenyum.

Suaranya yang lembut.

Mata penuh dengan kebahagiaan.

Dan mata yang berbinar karena kegembiraan.

‘Aku kena masalah.’

Cale menyadari bahwa apa pun itu, ia akan hancur.

Dan—

“Ha ha ha”

Dia tertawa.

“Ya. Kerja bagus!”

Ya, semuanya akan berjalan baik entah bagaimana caranya!

Dan Cale tidak akan hidup dalam permainan, dan si manusia berdarah campuran naga itu akan menjadi seorang bos.

‘Ya, orang-orang akan segera melupakan upacara kelahiran!’

Jujur saja, lihatlah sekeliling Cale.

Selain keluarga, siapa yang akan mengingat momen kelahiran orang lain dan mengomentari hal itu, rela menaik turunkan mulut selama puluhan tahun??

‘Ya! Itu hanya sebuah acara! Misi!’

Karena itu!

“Baiklah, aku akan menunggu saja.”

Baiklah, kita duduk diam saja dan terima hadiah misinya.

“Ha ha ha!”

Cale tertawa.

“Manusia, mengapa kamu terus tertawa? Aku juga akan tertawa! Ha ha ha!”

Raon juga tertawa.

“Ha ha—”

Aurora memandang hadiah di tangan Cale dan tersenyum bahagia.

“Hoo-hoo.”

Dan Clopeh tertawa kecil.

“!!!”

Tawa Clopeh terdengar tidak menyenangkan dan membuat Cale ragu-ragu, tetapi ada sesuatu yang harus Cale lakukan terlebih dahulu.

“Clopeh. Aku akan ceritakan perkembangannya nanti. Ada yang harus kulakukan terlebih dahulu.”

“Baiklah. Lalu aku akan pergi ke ruang inkubasi tempat Eden Miru berada.”

Sampai ada tempat inkubasi Eden Miru yang terpisah?

Cale menduga banyak hal telah berubah selama beberapa hari kepergiannya, tetapi dia berpura-pura tidak menyadarinya untuk saat ini.

“Baiklah. Aku akan ke sana.”

“Ya. Tapi, Cale-nim.”

Clopeh berbicara dengan hati-hati kepada Cale sebelum meninggalkan ruangan.

“Saat upacara kelahiran dimulai, ada bagian-bagian di mana Cale-nim harus mengerahkan diri kamu tanpa memberi terlalu banyak tekanan pada tubuhnya. Itu tidak ada yang istimewa. Yah, itu kan hanya hal kecil.”

“Ah. Ya. Asalkan tidak kelewat batas, tidak masalah.”

Cale menjawab tanpa berpikir.

“Ya.”

Clopeh  tersenyum cerah.

‘Hm?’

Haruskah Cale mengatakan tidak pada hal ini?

Cale hendak memikirkan hal itu.

“Kalau begitu, sampai jumpa.”

Clopeh  tiba-tiba dan sangat cepat keluar.

Boom.

Dalam sekejap, pintu terbuka dan tertutup, dan Clopeh pun hilang.

“Manusia, mengapa wajahmu terlihat tidak menyenangkan seperti itu?”

“...Tidak.”

Cale mendekati tempat tidur, mengabaikan perasaan tak enak.

Sebuah botol kaca kecil di tangannya. Cairan yang ada disana.

“Mereka bilang kamu tinggal semprotkan ini ke dahinya.”

Aurora menggenggam tangannya dan tidak bisa menyembunyikan ketegangannya mendengar kata-kata Cale.

“Manusia! Ghost of Darkness Lupe, apakah dia akan bangun?”

“Ya. Sebentar lagi.”

Cale membuka botol kaca.

Cairan di dalamnya tidak berbau atau berwarna.

“…..”

Count Lupe, yang tampaknya tertidur lelap.

Cale memiringkan botol kaca, dan cairan di dalamnya tumpah ke bawah.

Drip.

Dan saat cairan itu menyentuh dahi Count Lupe.

Poof!

“Ugh!”

“Sungguh menakjubkan!”

Cahaya terang keluar, membutakan Aurora dan Raon.

Cale menyipitkan matanya, tetapi tetap mengosongkan botol cairan itu.

Drip.

Saat tetes terakhir cairan meninggalkan botol.

“Manusia, cairannya sudah habis!”

Bersamaan dengan cahaya terang, cairan itu pun terserap seluruhnya ke dalam kepala Count Lupe, tanpa meninggalkan jejak.

Ding!

Cale mendengar suara petunjuk.

Suara panduan yang hanya dapat didengar di bagian akhir.

[Kamu telah menggunakan hadiah kamu!]

[Ghost of Darkness Lupe mendapatkan kembali ingatan masa lalunya yang hilang, ‘Count Lupe’.]

“Hmm.”

Lupe mengerang dan wajahnya berubah.

“Count!”

Aurora memanggilnya dengan suara gemetar.

“.....”

Lupe perlahan membuka matanya.

Blink, blink.

Dia berkedip beberapa kali, lalu melihat sekelilingnya.

Pandangannya berhenti pada Aurora.

“Hei— Ehem.”

Sambil berdeham, dia meneruskan bicaranya.

“Kamu sudah tumbuh pesat.”

“Ah.”

Aurora merosot kembali ke kursi.

Aurora bersandar di kursinya seolah-olah semua tenaga telah meninggalkan tubuhnya, lalu tersenyum.

“Karena banyak waktu telah berlalu, Count.”

Count Lupe.

Kenangan itu tentu saja kembali.

Meski penampilannya masih muda, Aurora dapat mengingat dari kata-katanya sisi serius Count Lupe yang dikenalnya.

“.....”

Tatapan Lupe beralih ke Cale.

Dia menatap Cale cukup lama, lalu membuka mulutnya.

“Terima kasih.”

Dan menambahkan:

“Kamu yang terburuk.”

Pada saat itu, sudut mulut Cale terangkat sedikit.

‘Juga.’

Diri Lupe lebih ke ‘Ghost of Darkness’ daripada ‘Count Dunia Iblis’.

Dia baru saja menemukan ingatannya yang hilang.

Cale yang membenarkan hal itu pun buka mulut.

“Aku yakin kalian berdua punya banyak hal untuk dibicarakan, jadi aku akan mengatakan satu hal saja dan kemudian aku akan pergi dulu.”

“Eh. Kamu nggak ikut aku?”

Aurora yang mengira mereka bertiga punya banyak hal untuk dibicarakan pun mengungkapkan penyesalannya.

Tetapi Cale pura-pura tidak tahu hal ini.

‘Aku tidak bisa terlibat lagi dengan urusan Dunia Iblis.’

Aurora ingin membahas Dunia Iblis, tetapi Cale sudah melakukan segala yang dia bisa dengan menangkap Viscount Deshran, komandan pasukan keenam dari delapan pasukan Raja Iblis saat ini.

Cale mengambil segepok kertas dari dadanya.

“Ini adalah laporan hasil eksperimen yang dilakukan terhadap Iblis yang ditangkap oleh Transparent. Dan ada juga bukti dokumenter bahwa para korban yang ditangkap itu diperoleh dari pihak Raja Iblis saat ini.”

“—!!!!”

Mata Aurora melebar.

Dia memegang dokumen yang diserahkan Cale kepadanya dengan tangan gemetar.

“Ini-”

“Ya. Aku pikir kalian berdua harus mendiskusikan cara menggunakan ini.”

Gulp.

Mata Aurora berbinar saat dia menelan ludah.

Aurora sekarang memiliki belati untuk menusuk Raja Iblis saat ini dan pembenaran atas tindakannya.

Selain itu, rekannya yang memiliki sumber keuangan untuk mewujudkan semua ini telah kembali.

“Izinkan aku mengatakan satu hal.”

Suara Cale mencapai telinga Aurora saat jantungnya berdebar kencang.

“Saat aku menyerang laboratorium Transparent itu, aku berpura-pura menjadi ‘ARM’, Dewa Kekacauan. Dan Raja Iblis saat ini juga tahu bahwa ‘ARM’ Dewa Kekacauan, telah menangkap bawahannya dan mengganggu pekerjaannya.”

Cale berhenti bicara saat dia melihat mata Aurora berbinar terang saat Aurora mendengarkannya dengan tenang.

‘Aku rasa kamu akan melakukannya dengan baik.’

Aurora.

Dia adalah kepala dari sebuah organisasi bernama Arbirator, dan meskipun dia adalah satu-satunya garis keturunan dari mantan Raja Iblis terdahulu, dia masih memiliki banyak kekurangan dalam hal melawan kekuatan besar yang berpusat di sekitar Raja Iblis saat ini.

Tetapi sekarang setelah Aurora akhirnya memperoleh keuntungan ini, dia bisa memperoleh banyak keuntungan tergantung bagaimana dia menggunakannya.

“Dewa Kekacauan. Aku butuh banyak bantuan dari ‘ARM’.”

Cale tersenyum membalas perkataan Aurora sambil menyeringai.

‘Ya, itu dia.’

Raja Iblis, para Hunter, dan Dewa Kekacauan.

Cale mencoba menimbulkan perselisihan sebanyak mungkin di antara mereka dan membuat konflik meningkat ke titik ekstrem.

Sementara itu, tumbuhlah sebesar mungkin dan balikkan situasi dengan meraih senjata yang disebut kebenaran dalam satu tarikan napas.

“Menurutku akan sangat hebat jika kita membuat mereka bertarung satu sama lain.”

Cale tak sempat mengungkapkan keinginannya dan meninggalkan kamar tidur bersama Raon.

“Oh. Dan tahukah kamu?”

Cale menyebutkan apa yang dia katakan pada Aurora sebelumnya.

“Aku ingin meminta kerja sama kamu, sebagian dari kalian.”

Iblis yang menggunakan mana abu-abu.

Sangat mudah bagi mereka untuk menyamar sebagai pengikut Dewa Kekacauan.

“Setelah aku selesai menyerbu Tanah Suci Dewa Kekacauan, aku akan mencoba bertindak seperti Saint. Ha ha!”

“Manusia, apakah kamu ingin mencuri sesuatu? Hehe!”

Cale pergi dengan senyum santai dan menghilang dengan Raon yang gembira.

Klik.

Aurora yang sedari tadi menatap kosong ke arah pintu yang tertutup, menoleh.

Count Lupe menatapnya, dan ketika mata mereka bertemu, dia membuka mulutnya.

“Dunia Iblis pasti dilanda kekacauan.”

Ghost of Darkness Lupe.

“Raja Iblis saat ini adalah Raja Iblis Kebosanan.”

Dia pasti dipanggil seperti itu karena dia bosan dengan segala hal.

“Itu karena dia belum pernah mengalami neraka.”

Lupe. Dia teringat momen ketika dia sedang sekarat saat melakukan percobaan.

Ia berhasil dalam eksperimennya dan terlahir sebagai Count Lupe dalam permainan, tetapi seluruh keluarganya meninggal dalam penderitaan. Neraka yang mengerikan itu.

“Aku tidak akan bosan di neraka.”

Kemarahan terpendam mulai menguasai Lupe, sambil memperlihatkan senyum kecil.

“.....”

Sambil mengalihkan pandangan dari Aurora, yang tidak mampu berkata apa-apa, dan menatap langit-langit, Lupe berbicara. Suaranya sangat kecil.

“Seharusnya ada yang memerintah kekacauan dan neraka.”

“Ya?”

Ketika Aurora bertanya balik, tidak mendengar dengan jelas.

“Tidak apa-apa.”

Dia hanya tersenyum.

Yang terburuk.

Raja Iblis, Dewa Kekacauan, dan para Hunter.

Untuk membuat tiga kekuatan besar itu saling bertarung.

Bagaimanapun juga, Cale memanglah kejahatan terburuk dari semua kejahatan.

“......Jadi kurasa aku harus mempercayainya.”

Count Lupe, bukan, Ghost of Darkness Lupe, memendam rasa antisipasi yang jelas bahkan di tengah keinginannya untuk membalas dendam.

***

“Kekuatan Dewa Kekacauan juga muncul di sisi Transparent?”

“Itu benar.”

Raja Iblis Kebosanan.

Dia mengetuk sandaran tangan dan terkekeh.

“Dan kau masih belum menemukan orang-orang yang menyentuh prajuritku?”

“...Itu benar.”

Seluruh tubuh subjek gemetar saat dia berlutut di lantai. Namun tatapan Raja Iblis tidak tertuju ke sana.

Dia membuka mulutnya dan melihat ke luar jendela.

“Menarik.”

Tap. Tap.

Ada sedikit kegembiraan di tangan Raja Iblis saat mereka membelai dan menepuk sandaran tangan.

“Benar-benar menarik.”

Subjek tidak dapat mengetahui ke mana pandangan Raja Iblis diarahkan.

Subject hanya merasakan sedikit percikan ketertarikan muncul di mata Raja Iblis yang bosan.

Hanya ada satu hal yang dapat menghilangkan kebosanan Raja Iblis Kebosanan.

“Kumpulkan para prajurit.”

Dan.

“Kumpulkan juga tujuh jenderal.”

Dengan kepergian Count Deshran, 8 Pasukan Raja Iblis kini sekarang menjadi 7 Pasukan.

“Juga, hubungi Dewa Kekacauan dan Transparent.”

Perang.

Satu-satunya saat Raja Iblis Kebosanan dapat menghilangkan kebosanannya adalah ketika ia berperang.

Hanya saat Raja Iblis menghadapi lawan-lawannya dia tampak seperti makhluk hidup.

Baik itu naga atau Half Blod Dragon, Miru.

***

Jiwa yang hidup selama lebih dari sembilan ratus tahun dan melanjutkan hidupnya sebagai Bone Dragon.

Waktu yang tersisa sampai jiwa itu terlahir kembali dalam bentuk baru adalah—

“......10 jam dan 29 menit.”

Jika kamu menghitungnya.

“Siang hari.”

Malam berlalu dan pagi pun menyingsing, dan pada siang hari matahari terbit tepat di tengahnya.

“.....”

Pada saat itulah Eden Miru lahir.

Cale menutup matanya rapat-rapat.

Di ruang inkubasi, hanya ada Cale dan Eden Miru.

“.....”

Di pangkuannya tergeletak laporan dari Clopeh .

Cale membuka matanya dan menatap telur yang dibungkus dalam buket bunga.

“...Maaf.”

...Rattle.

Itu adalah tanda pengertian dan kepasrahan.

=>Sekitar 100 pengintai yang dikirim dari 6 area Evils (tidak termasuk area Evils ke-3 dan ke-7) ditemukan. Tapi aku pura-pura tidak tahu.

=>Setidaknya 4 iblis, level bos menengah atau lebih tinggi, diperkirakan akan berkunjung secara resmi atau diam-diam untuk memata-matai upacara kelahiran.

=>Memperkuat keamanan perbatasan antara Kekaisaran Barat dan Kekaisaran Timur. Mulai mengirim pengintaian sihir ke area 7th Evils dari menara di mana-mana.

=>Mengirimkan petunjuk kelahiran ke Tiga Kekuatan Besar, Lima Kekuatan Besar, dan Sepuluh Kekuatan Kecil di New World.

=>Implikasi kelahiran bukanlah suatu undangan atau surat, melainkan serangkaian fenomena aneh yang mengisyaratkan ‘kelahiran Evils’ dan membuat mereka jelas merasa bahwa sebuah ‘legenda’ sedang diciptakan.

=>Fenomena anomali terjadi secara berkala dan dalam skala tertentu dalam 39 pola yang berbeda, seperti ‘langit merah tua yang ditutupi burung gagak’, ‘prajurit kerangka muncul dari tanah’, ‘pusaran air tiba-tiba, badai, dan petir di langit yang kering’.

(tln : Implikasi adalah akibat yang muncul atau terjadi karena suatu hal. Anomali adalah istilah umum yang merujuk kepada keadaan penyimpangan atau keanehan yang terjadi atau dengan kata lain tidak seperti biasanya.)

Laporan Clopeh mencapai seratus halaman.

Bahkan untuk memegangnya saja sulit.

“—39 fenomena abnormal terjadi di seluruh benua...? Orang gila ini.”

Rattle.

“Dia membuat video dan mempostingnya di papan buletin komunitas untuk menyebarkan opini publik? Bagaimana dia tahu tentang ini? Legenda hanya membuat cerita sendiri, kan? Tapi mengapa dia membuat video dan mempostingnya? Haa. Kamu bajingan gila.”

Rattle.

“Apakah kamu juga bersemangat?”

Rattle.

“Terima kasih atas kerja kerasmu, Eden.”

Raaaattlee.

“Tapi semuanya akan baik-baik saja setelah besok. Hmm.”

Rattle?

“Hmm. Kurasa semuanya akan baik-baik saja.”

...Rraatttle...rattle...rattle.

Cale berusaha keras mengabaikan laporan yang berisi urutan pelaksanaan upacara kelahiran, atau lebih tepatnya legenda kelahiran.

“Hei, kamu hanya harus dilahirkan dengan baik. Kami akan mengurus sisanya.”

Rat...raaatt...ttllee...rattle...rrraaa...tttlleee...

Eden Miru berpaling.

<Konsep Kelahiran: Kelahiran Terburuk.>

<Aku ingin membuat siapa pun yang menyaksikan gemetar dan merasa takut pada tontonan kelahiran yang agung, kelam, dan agung ini.>

<Elemen yang Diperlukan: Kekuatan Cale-nim, kekuatan Heavenly Demon, Aura Choi Han, Lingkaran Sihir Tiga Naga...>

Cale benar-benar tidak perlu bekerja berlebihan besok.

[ Cale. Aku ingin memberikan segalanya untuk merayakan kelahiran Half Blood Dragon. ]

Dominating Aura berbicara dengan nada khidmat yang jarang sesuai dengan suara yang berat.

“Hmm.”

Baiklah, Cale itu akan berhasil.

Ini akan terlewati begitu saja.

Karena itu hanya sebuah misi.

***

Saat tengah hari mendekat.

Waktu ketika matahari seharusnya terbit secara alami di Negeri Dongeng.

“...Matahari... telah menghilang......!”

Tatapan orang yang berteriak dengan nada penuh ketakutan itu tertuju ke satu arah.

Kastil Putih.

Dikenal juga sebagai Kastil Permen Kapas.

Tempat dimana Eden Miru dilahirkan.

Semua mata tertuju ke sana.

Tak.

Cale meletakkan telur yang disimpannya di sisinya dan melihat ke layar.

[Tingkat pemulihan 99,98% (Waktu tersisa: 0:57)]

[Kemajuan kelahiran 197%]

[Tingkat hadiah belum ditentukan]

….Tinggal kurang dari satu jam lagi sampai upacara kelahiran.

Tingkat kemajuan melonjak hingga hampir 200%.

Cale tampaknya tahu alasannya.

Caw caw—

Burung gagak membawa berita.

Dukun Klan Harimau Gashan berteriak.

“Penyihir terhebat di Kekaisaran Timur telah bersembunyi di antara 7th Evils!”

“Sepertinya Swordmaster dari Kekaisaran Barat juga telah tiba!”

“Orang ditemukan di 3 tempat di atap!”

Dunia manusia juga kacau.

“Whoa. Bos kedua dari 2nd Evils telah tiba.”

“Bayangan dari 6th Evils telah ditemukan!”

8th Evils juga menimbulkan masalah.

 “Semua penghuni 7th Evils dan gerombolan tingkat bos berbondong-bondong ke Kastil Permen Kapas! Jumlah mereka sekitar 100.000 orang, dan mereka akan segera mengepung kastil!”

Lapangan luas mengelilingi Kastil Permen Kapas.

Para penghuni 7th Evils berkumpul di sana, menantikan kelahiran penguasa baru 7th Evils.

“Ini akan segera dimulai. Ha ha.”

Cale memejamkan matanya rapat-rapat saat dia menatap Clopeh yang tersenyum.

Rustle rustle.

Tanpa menjawab, Cale membelai lembut telur Miru.

RATTLE!

Telur itu bergerak dengan ganas seolah menolak sentuhan.

“Hoo-hoo-hoo.”

Mendengar tawa Clopeh, suasana menjadi sunyi.

Bos bayi 7th Evils akan segera lahir.

Tentu saja, usianya lebih dari sembilan ratus dan mendekati seribu tahun.

Cale 396 - The Birth of Evil

Aula terluas di Kastil Permen Kapas.

Tempat itu sedang kacau sekarang.

“Ayo cepat! Hentikan penduduk 7th Evils datang ke sini!”

“Ya, Beruang Hitam!”

Vicious Dark Bear adalah yang paling sibuk di antara semuanya.

Saat ini dia sedang melakukan pekerjaan hebat sebagai wakil bos 7th Evils.

“Letakkan obor yang menyala dengan benar di mana-mana untuk mencegah bajingan bayangan jahat memasuki kastil! Tidak seorang pun dapat menghentikan kelahiran bos!”

Kedua kaki depannya yang besar melambai ke segala arah, memberi perintah.

“Harus diketahui bahwa 7th Evils adalah yang terburuk dari 8th Evils!”

Semua gerombolan yang tinggal di Kastil Permen Kapas bergerak cepat karena keseriusan mereka.

Semua gerombolan itu berafiliasi dengan Kastil Permen Kapas, dan tidak seperti Beruang Hitam, mereka bukan mutan, jadi mereka mendengarkan kata-kata Beruang Hitam dengan setia.

Mereka bahkan cukup yakin bahwa Cale dan anak buahnya sedang menimbulkan masalah di Kastil.

‘Jika kamu hanya mengikuti petunjuk aku, kamu akan melihat kejahatan baru! Ini akan menjadi yang terburuk!’

Karena Beruang Hitam berkata demikian.

“Fufufufufu~.”

Dan di balik Beruang Hitam itu, Clopeh tertawa pelan.

Selama beberapa hari, Clopeh tampaknya dalam suasana hati yang cukup baik.

“Hoo hoo hoo~”

Senyumnya pun semakin cerah.

“Hei! Ya! Siapa yang menyuruhmu bertindak bodoh seperti itu! Kau akan merusak perayaan kelahiran bos kita!”

Suara Beruang Hitam semakin keras.

Punggung beruang itu basah oleh keringat.

“.....”

Cale yang sedari tadi menyaksikan, perlahan bangkit dari tempat duduknya.

“Cale-nim. Tidak banyak waktu tersisa.”

Mendengar perkataan Clopeh, Cale mengangguk samar dan mengambil telur. Telur itu, yang tampaknya telah terbebas dari sesuatu dan tidak bergerak, tetap hangat seperti biasa.

“Kamu harus kembali tepat waktu.”

“Eh.”

Cale menanggapi permintaan Clopeh dengan lambaian tangannya yang samar dan berjalan pergi.

“.....”

“.....”

Baik Cale maupun telur tidak bersuara.

“Kami menemukan mata-mata yang mencoba memanjat tembok!”

“Tangkap dia dan bunuh dia!”

“Beruang Hitam, kita berhasil menembus 120.000 orang! Bukankah seharusnya ada semacam pembiacaraan pada saat ini?”

“Diam! Clopeh Sekka-nim menyuruh kita untuk tetap diam dan tidak mengatakan apa pun atau bersikap sombong! Diam adalah yang terbaik!”

“Yah, tetap saja—”

“Kita tidak mengatakan apa-apa, kita hanya perlu menunjukkannya! Itulah cara kerja legenda!”

“Ya? Legenda?”

“Apakah kamu tahu legenda? Pernahkah kamu mempelajari legenda selama tiga hari tiga malam seperti aku? Dasar bajingan kecil, lakukan saja apa yang kukatakan!”

“Ya, ya!”

Mengabaikan semua percakapan yang berisik, Cale membawa Eden Miru ke tempat yang tenang.

Choi Han, Rosalyn, Eruhaben, dll.

Rekan-rekan Cale tidak ada di sana.

Mereka semua harus menunggu di dalam dan di luar Kastil Permen Kapas dan melakukan bagian mereka dalam upacara kelahiran.

<Dilarang Masuk>

Sebelum berbelok di sudut lorong, Cale menyeringai melihat tanda yang dipasang Beruang Hitam.

Lorong yang Cale lalui menjadi terlarang di beberapa titik.

Alasannya jelas.

Tap. Tap. Tap.

Cale melewati tanda itu dan berbelok di sudut jalan dengan langkah ringan.

“Manusia.”

“Aku sudah menunggumu!”

“Selamat datang.”

Rata-rata anak usia 10 tahun menyambut Cale.

Bukan,

“Eden Miru-yaa!”

“Hari ini, adik bungsu akhirnya lahir!”

“Menurutku dia bukan yang termuda.”

Mereka sedang menyambut Eden Miru.

Dan—

“Lord Sherrit.”

Cale mendekati Sherrit, yang sedang menatapnya dari balik portal, bukan New World, melainkan Aipotu.

Raja Naga Neo.

Sebuah portal ke New World dibuat di ruang bawah tanah tempat persembunyiannya.

Karena berada di bawah tanah, Black Castle bukanlah bangunan yang mudah diakses, tetapi karena sudah direnovasi secara ekstensif. Dengan kata lain, artinya jaraknya bisa cukup dekat sehingga portal akan muncul tepat di depan mata kamu saat kamu membuka pintu masuk Black Castle.

“Kamu disini.”

Di depan pintu masuk.

Di sana Sherrit berhenti dan menyapa Cale.

“Manusia! Berikan Eden Miru kepadaku!”

Raon, yang menerima telur dari Cale, meletakkan telur di atas bantal lembut yang diletakkan tepat di depan portal.

“.....”

Pandangan Sherrit tidak pernah lepas dari telur itu.

“Hehehe!”

“Ini mengasyikkan!”

“Ini akan segera terjadi.”

On, Hong, dan Raon berkumpul di sekitar bantal.

“.....”

“.....”

Baik Sherrit maupun Eden Miru tidak menunjukkan reaksi apa pun.

Cale melihat sekelilingnya.

Ada sekitar 10 port komunikasi video di depan portal.

Semua port menunjukkan berbagai bagian Kastil Permen Kapas secara real-time.

Itu merupakan pertimbangan yang disiapkan Eruhaben untuk Sherrit yang nantinya tidak akan bisa menyaksikan dengan baik upacara kelahiran Eden Miru.

Sherrit akan menyaksikan kelahiran Eden Miru di sini, meski hanya dengan matanya saja.

Pada saat itu, mata Sherrit dan Cale bertemu.

“Lord Sherrit.”

“Hm?”

“Mengapa dia tidak bisa lahir di sana saja?”

Setelah Cale memastikan bahwa kemajuannya sudah melewati 100%, dia bertanya-tanya apakah tidak lebih baik bagi Eden Miru untuk dilahirkan di sebelah Sherrit.

‘Sejujurnya, misi juga penting.’

Kelahiran.

Ketika Cale memikirkan kata itu, bukankah lebih baik berada di samping Sherit??

Jika Raon Miru juga ada di sana, Cale pikir kelahiran itu akan menjadi hal yang paling hebat bagi Eden Miru.

“Tidak.”

Namun Sherrit bersikeras.

“Semuanya harus berjalan sesuai rencana.”

Itu adalah jawaban yang tidak biasa dan cukup dingin.

---------!!

Eden Miru tetap diam di atas bantal empuk itu tanpa bereaksi apa pun.

Cale memandang bolak-balik antara telur dan Sherrit, lalu membuka mulutnya.

Sebuah suara acuh tak acuh mengalir keluar.

“Kalau begitu, tolong jelaskan alasannya.”

“Eh?”

Cale menatap Sherrit yang kebingungan, lalu kembali menatap telurnya.

‘Bajingan Half Blood Dragon ini—’

Dia masih mengawasi Sherrit. Tepatnya, dia terpaku di depan Sherrit.

Dia tidak pernah bergemuruh di depan Sherit. Dia hanya diam. Mungkin karena nyaman. Tapi—

‘Entahlah—’

Cale bertanya-tanya apakah si Half Blood Dragon itu masih merasa bersalah terhadap Sherrit.

Jadi Sherritt harus angkat bicara.

Mengapa dia tidak tinggal dan menyaksikan kelahiran Eden Miru?

“Mengapa kau biarkan Clopeh Sekka bertindak liar seperti itu?”

Sherrit terdiam sejenak mendengar pertanyaan Cale yang acuh tak acuh.

Raon, On, dan Hong diam-diam menutup mulut mereka dan menatap Sherrit.

----------

Telur itu masih diam.

“…..”

“…..”

Dan Cale dan Sherrit saling menatap dalam diam.

‘Berhentilah malu-malu dan bicaralah.’

Cale memandang Sherrit dengan perasaan seperti itu.

Sherrit yang berpenampilan seperti seorang gadis, wajahnya berubah. Bintik-bintik di wajahnya berkedut.

“Fiuh.”

Sherrit mendesah.

Pada saat itu.

Ding—

Sebuah alarm kecil berbunyi.

Dikatakan bahwa upacara kelahiran akan segera dimulai.

[Tingkat pemulihan 99,98% (Waktu tersisa: 0:15)]

[Progres upacara kelahiran 197%]

[Tingkat hadiah belum ditentukan]

Tersisa 15 menit sampai kelahiran.

“Kita harus pergi—”

Seperti yang dikatakan On, Mir dan Cale sekarang harus pergi.

Raon, Hong, On juga.

“Baiklah, aku harus pergi.”

Cale kembali menjemput telur Eden Miru.

Cale mengucapkan salam untuk Sherrit.

“Aku akan kembali.”

Dan kemudian Cale berbalik tanpa ragu-ragu.

Raon dan Hong menatap Cale seolah bertanya apakah dia benar-benar akan pergi, tetapi tidak ada tanda-tanda apa pun di wajah Cale yang acuh tak acuh.

Hal yang sama berlaku untuk Sherritt.

Sherrit hanya diam saja.

“Aku juga, aku pergi............!”

“Hmm. Aku akan segera kembali!”

Raon dan Hong akhirnya mengucapkan salam untuk Sherrit.

Tetapi Sherrit tidak melihat keduanya.

Tatapannya beralih ke telur yang mengintip dari sisi Cale saat dia berbalik.

“Eden Miru.”

Cale berhenti berjalan.

Karena Sherrit memanggil Eden Miru.

----------

Telur tidak menunjukkan reaksi apa pun.

Sherrit tidak menunjukkan emosi di wajahnya.

Pada saat-saat seperti ini, pengalamannya tampak berbeda dari penampilan mudanya.

“Kamu—”

Pada saat itu, Cale dapat melihat orang yang datang menjemput Cale dan Eden Miru.

Dia adalah mantan paus dan Mixed Blood Dragon, Kaecilia.

“…..!”

Kaecilia berhenti berjalan ketika Cale mengangkat tangannya dan menyuruhnya berhenti.

Pada saat itu, kata-kata yang diucapkan Sherrit kepada Eden Miru sampai ke telinga semua orang.

Itu suara yang acuh tak acuh, seolah tidak mengandung emosi apa pun.

“Eden Miru, kamu pantas dilahirkan dengan berkah dari banyak orang.”

Cale menatap telur Eden Miru dan Mixed Blood Dragon Kaecilia, yang emosi Kaecilia yang kompleks tertulis jelas di wajahnya.

Cale berbalik, menatap telur yang tidak responsif.

Di sana ada Sherrit, yang menatap langsung ke arah telur itu.

Pandangannya selalu tertuju pada Eden Miru.

“.....”

Sherrit ragu-ragu dan terdiam sejenak sebelum membuka mulutnya lagi.

“Aku menciptakan istana untuk anak-anakku…”

“Hmm.”

Cale tahu dia ragu-ragu karena cerita dari masa lalunya.

Half Blood Dragon, Sherrit, dan Raon.

Bagi ketiga makhluk itu, masa lalu pastilah seperti titik luka yang tidak ingin mereka sentuh.

Namun bertentangan dengan keraguannya, suara Sherrit tenang.

“Aku mempersiapkan anak-anak itu agar tumbuh tanpa kekurangan apa pun.”

Untuk memberikan arti keluarga bagi anak-anak.

Hiasi bagian dalamnya.

Bahkan sekarang, Sherrit telah menciptakan keberadaannya sendiri.

Tetap saja—

“Tetapi ada satu penyesalan.”

Sherrit mengangkat kepalanya dan menatap langit-langit.

Sesuatu yang Sherrit sesali meskipun dia telah mempersiapkan segalanya.

“Aku merasa sangat kasihan karena mereka harus dilahirkan di kastil yang sunyi dan terpencil itu.”

Sherrit, tubuh ini, bukanlah kehidupan yang benar-benar hidup dan bernapas.

Pada akhirnya, tidak ada makhluk hidup yang akan menyambut anak-anak Sherrit.

Anak-anak Sherrit harus dilahirkan sendirian.

“Begitulah yang selalu aku membayangkan...”

‘Mungkin karena sebuah penyesalan, aku akhirnya membayangkan, tidak, aku serakah.’

“Aku berpikir betapa indahnya jika anak-anak aku lahir di tengah sorak-sorai, kegembiraan, dan berkat dari begitu banyak orang.”

Tetap saja telur itu tidak bergerak.

Sherrit tidak dapat melihat Eden Miru.

Sherrit hanya berencana terus bicara.

“Aku adalah Raja Naga yang agung. Kalau mereka punya darahku, aku yakin anak-anakku juga akan hebat. Dan itu benar.”

Mixed Blood Dragon Kaecilia berpikir saat mendengarkan cerita mantan Raja Naga Sherrit.

‘Aku bertanya-tanya apakah naga menganggap keagungan mereka sendiri begitu penting?’

Manusia dan naga.

Bagi Sherrit, yang memberi makna besar pada kelahiran Eden Miru karena percampuran keduanya, darah naga bukanlah sesuatu yang istimewa, hanya kutukan.

Jadi, pada saat itu, ekspresi gelap hendak muncul di wajah Kaecilia.

“Tetapi karena itu, karena jelas menjadi mahkluk yang hebat, bukan berarti mereka tidak butuh diberkati oleh banyak orang. Hah, apa hebatnya naga? Ada banyak orang di sini yang telah melakukan hal-hal yang lebih hebat daripada yang telah aku lakukan.”

-------!

Mata Kaecilia bergetar.

Dan Cale menatap Sherrit yang melihat kembali ke tempat ini.

Sherrit membuka mulutnya, menatap Eden Miru.

“Hanya saja, aku.…”

Setelah ragu sejenak, katanya.

“Karena aku seorang ibu.”

Ratttlee.

Telurnya bergerak.

Atau Eden Miru menjawab.

“Jadi, aku ingin anak-anakku dicintai oleh semua orang.”

Cale merasakan telurnya bergetar.

Bukan karena dia takut.

Gairah yang tak tertahankan bahkan terasa di luar kulit telur.

Telurnya semakin lama semakin panas.

“Aku ingin kelahirannya dipenuhi dengan kegembiraan dan keceriaan, bukannya keheningan dan kesedihan.”

Sherritt menggambar senyum kecil di wajah tanpa ekspresinya.

Dan dia berkata pada Eden Miru.

“Hari ini aku mendapatkan keinginan itu.”

Sherrit ingin anak-anaknya dicintai semua orang.

Sherrit berharap kelahirannya akan dipenuhi dengan kegembiraan dan keceriaan, bukannya keheningan dan kesedihan.

Dan hari ini, keinginan itu menjadi kenyataan.

Semua orang di sini tahu apa arti kata-kata ini.

Rattle rattle rattllee.

Telur itu terus bergetar dan bergerak.

Seolah-olah makhluk hidup di dalam telur sedang berjuang untuk keluar.

Cale melangkah maju.

Kaecilia, si Mixed Blood Dragon, menatap kosong pemandangan itu.

Cale berdiri di depan portal dan mengulurkan telur itu kepada Sherrit.

Sherritt mengulurkan tangan.

Namun tangannya berhenti di depan portal.

Sherrit membungkuk sedikit dan berbisik kepada telur.

“Aku berharap kamu lahir dengan selamat.”

Sherrit mengambil waktu sejenak untuk bernapas perlahan lalu menghembuskannya.

Dan dengan suara gemetar.

Cale merasakan ketulusan Sherrit dalam penampilan itu.

Sherrit berbisik kepada Eden Miru.

Sheerit harap Eden Miru lahir dengan selamat.

Ketika semuanya sudah berakhir.

“Datanglah dan temui ibu ini.”

Sherritt memberi isyarat.

Raon mendekat.

Raon membelai telur Eden Miru.

Sherrit menatap mereka dengan mata penuh kasih sayang dan berbicara kepada kedua anak itu.

“Aku akan selalu menunggu.”

Ayo temui ibu kalian kapan saja.

Seperti biasa, ibu akan menunggu.

“Baiklah, Bu! Aku akan segera kembali!”

Raon mengangkat telur itu dengan kedua kaki depannya yang montok.

“Eden Miru-yaa! Kau akan melakukan hal yang sama, kan??”

RAATTLLEE!

Telur itu bergerak cepat.

Sudut mulut Cale berkedut ke atas tanpa dia sadari.

[ Huaaaaa. Mengharukan! Aku akan mengerahkan seluruh kekuatan aku untuk rencana ini— ]

Gemetar Cale menghilang dalam sekejap saat Dominating Aura mengeluarkan suara menakutkan.

Meski begitu, Cale merasa puas.

‘Nah, lelaki pemalu ini akan lahir dengan baik, kan?’

Enden Miru.

Sherrit dapat yakin tentang kelahiran orang ini yang diam-diam membutuhkan banyak usaha.

Senyum kecil kepuasan muncul di bibir Cale.

“Eh?”

Pada saat itu.

[Tingkat pemulihan 99,98% (Waktu tersisa: 0:12)]

[Kemajuan kelahiran 197%]

[Tingkat hadiah belum ditentukan]

Jendela misi tiba-tiba menjadi aneh.

[*Perubahan terjadi!]

‘Hah?’

[Tingkat pemulihan 99,985% (Waktu tersisa: 00:09)]

‘Hah?’

Tiba-tiba waktu berlalu dengan cepat.

3 menit hilang dalam 1 detik.

“Apa?”

[Tingkat pemulihan 99,99% (Waktu tersisa: 0:06)]

‘Huh?’

[*Keinginan target untuk dilahirkan telah mencapai maksimum, dan sebuah variabel telah terjadi dalam misi!]

‘HUH?’

[Tingkat pemulihan 99,99% (Waktu tersisa: 00:05)]

Cale melihat jendela status dan berteriak tanpa menyadarinya.

“Oh, dasar bajingan gila!”

5 menit!

Waktu berlalu lebih cepat.

4 menit dan 30 detik.

4 menit.

Hanya saja waktunya hampir habis.

“Manusia?”

Ketika Raon menatap Cale dengan tatapan bingung.

Pat!

Cale menyambar telur itu dari kaki depan Raon.

Dan berlari.

“Manusia!”

“Cale-nim!”

“Ada apa?”

Meong?

Nyaaa?

Cale berteriak kepada rekan-rekannya yang bingung.

“4 menit, tidak! Dia akan lahir dalam 3 menit!”

“Whoa!”

“Hah!”

Terdengar helaan napas dari mana-mana, tetapi Cale tidak punya waktu untuk memperhatikan.

Cale berteriak pada telur itu.

“Hei! Ada apa denganmu tiba-tiba?”

Da-da, da-da-da, da-da-da-da-da..........!

telur tampak kebingungan.

Namun itu bukan masalah bagi Cale saat ini.

Swoooosh—

Cale berlari sangat cepat, bahkan sampai mengeluarkan Sound of Wind.

[Tingkat pemulihan 99,996% (Waktu tersisa: 00:02:47)]

Cale untuk pertama kalinya.

“Clopeh!”

Cale dengan putus asa memanggil nama Clopeh.

Karena mereka harus memajukan jadwal yang telah mereka rencanakan.

“Cale-nim?”

Cale berteriak pada Clopeh, yang sedang bingung.

“Tolong aku!”

Pada saat itu, Cale berhenti.

Pupil mata Clopeh bergetar, dan wajahnya berseri-seri karena kegembiraan.

Dan kemudian air mata terbentuk.

‘Hei, kau bajingan gila…!’

Cale jelas merasa gugup.

Tetapi tidak ada yang dapat Cale lakukan.

Sekarang Cale sedang terburu-buru.

“2 menit!”

Cale meraih bahu Clopeh dan mengatakan apa yang ingin dia katakan.

“Lahir dalam 2 menit!”

Lahir 11 menit lebih awal dari perkiraan.

Semua jadwal harus berubah.

Pandangan Cale beralih ke jendela pencarian.

[Tingkat pemulihan 99,9965% (Waktu tersisa: 00:02:01)]

“Eh?”

Dan sekarang Cale menemukannya.

[Kemajuan kelahiran 197%]

Jelas sekali bahwa ini adalah suatu kemajuan,

[Progres upacara kelahiran 251%]

Naik banyak.

Seolah mencerminkan keinginan Eden Miru untuk dilahirkan.

“Ugh, panas!”

Dan kale harus melepaskan tangannya dari telur.

Telur yang sangat panas

Telur itu perlahan-lahan mengambang ke udara.

Dan si gila yang berada di dekat Cale.

“Cale-nim, jangan khawatir.”

Clopeh kembali ke wajah lembutnya dan berkata.

“Variabel adalah dasar dari legenda. Ha ha.”

Clopeh tersenyum dan mengulurkan tangannya.

“Semuanya, silakan duduk!”

Penampilannya persis seperti Ksatria Pelindung Clopeh Sekka, yang memimpin pasukan besar dan mengobarkan perang melawan benua.

Grumble—

Permen Kapas.

Semua orang yang datang untuk melihat kelahiran bos baru mengangkat kepala mereka.

Kerumunan besar sejumlah 120.000 orang.

Mereka dapat melihat langit tertutup awan merah gelap, menutupi dataran dunia dalam kegelapan.

Itu berada pada level yang berbeda dari awan merah sebelumnya.

Langit berubah hitam dan cahaya merah menutupi dataran.

“...Akhirnya!”

“...Ah, ah-”

Momen ketika semua orang merasakan kelahiran sesuatu.

[ Cale. Ayo pergi. ]

Cale memejamkan mata dan melihat keluar dari lantai atas Kastil Permen Kapas.

Dominating Aura bergerak.

Swoooosh—

Angin bertiup.

“------!”

“……“

Dataran luas itu menjadi sunyi.

Cukup untuk mendengar angin.

Memang harus seperti itu.

Karena tiba-tiba mereka merasakan penindasan yang tak dapat dijelaskan di kastil itu.

Seolah-olah mereka telah menemui keberadaan mutlak dunia ini.

“!!!!!!!!”

“......!”

Pada saat itu, seekor telur kecil turun dari langit di antara awan merah tua.

Cale 397 - The Birth of Evil

"Ah—"

Telur kecil.

Saat mereka melihat telur itu, penghuni 7th Evils yang telah berada di Kastil Permen Kapas hampir menundukkan kepala tanpa menyadarinya.

“…..!”

Mata-mata lain dari 8th Evils yang diam-diam menyusup dengan menyamar sebagai penghuni 7th Evils terkejut melihat penampilan telur yang seperti itu.

Mereka, seorang yang ahli yang diutus ke tempat seperti ini, bukan penduduk biasa atau rakyat jelata, tapi merasa terintimidasi hanya dengan melihatnya dan hampir menundukkan kepala.

“…..”

“…..”

Wajah mereka mengeras.

Bos 7th Evils yang baru lahir.

Segala sesuatu tentang dirinya luar biasa bahkan sebelum dia dilahirkan.

Lebih buruk dari bos lainnya di 8th Evils.

Maksudnya itu apa?

"Astaga—"

"Oh......!"

Dan gerombolan yang berada di tingkat menengah dari 7th Evils itu pun sepenuhnya menerima perasaan tertekan yang menyelimuti mereka, membuat mereka semua mendesah dan berseru.

Kastil Permen Kapas.

Para massa tingkat menengah atau lebih tinggi semua mengumpulkan keluhan karena tidak bisa mengangkat kepala mereka.

Bum!

Kuung!

Mereka berlutut dan menundukkan kepala ke arah telur kecil itu.

“Akhirnya, Lord sejati yang akan memimpin kita—"

Mereka dapat merasakannya lebih lagi karena mereka kuat di antara 7th Evils.

Makhluk hidup yang jumlahnya lebih dari 120.000.

Sesuatu yang memberikan tekanan yang sama pada mereka semua.

Namun tekanan itu tidak membuat mereka tercekik.

Tekanan itu menyebar ke segala arah, terbawa angin.

Telur.

Hanya dengan berada di dalam telur itu saja, ia memancarkan aura seorang penguasa.

"Ah-"

"Ugh........!"

Dan warga biasa serta massa yang menyaksikan kejadian itu pun tak kuasa menahan diri, tak tahu harus berbuat apa, lalu mereka pun berteriak-teriak mengikuti para boss yang lain.

Berlututlah atau tundukkan kepala ke arah telur, atau genggam kedua telapak tangan kamu dan lihat ke arah telur.

Dan mereka terkejut.

Karena terasa sangat alami dan nyaman untuk melakukan tindakan itu.

7th Evils telah menghadapi dua bos terakhir sejauh ini, tetapi ini adalah pertama kalinya.

“…..!”

“!!!”

Pada saat itu, mereka menarik napas dalam-dalam saat menyaksikan pemandangan berikutnya.

Caw— caw—

Dataran luas yang berpusat di sekitar Kastil Permen Kapas.

Hutan di sekitarnya.

Burung gagak hitam terbang serempak dari hutan.

Mereka berteriak serempak beberapa kali lalu bertengger ke dahan pohon dan ke tanah.

Para gagak mengembangkan sayapnya dan berpose seperti manusia yang sedang membungkuk.

Clak. Clak. Clak.

Kerangka-kerangka yang berpindah dari seluruh benua untuk sampai ke sini akhirnya mencapai dataran. Mereka—

Bum!

Pada saat yang sama, mereka berlutut dengan satu kaki seolah-olah mereka mendengar perintah.

Baik dalam bentuk monster maupun bentuk manusia. Semua kerangka itu berlutut dengan satu kaki dan menatap telur itu dalam pose seorang ksatria.

"...Luar biasa… .”

Para mata-mata yang dikirim dari tiap-tiap Kekaisaran dan Kerajaan, yang selama ini bersembunyi secara rahasia di dalam hutan dan mengawasi dataran yang jauh di depan mereka, tidak dapat menyembunyikan rasa ngeri yang terlintas di kepala mereka, meskipun mereka berpura-pura tidak tahu tentang keberadaan mereka.

8th Evils.

“….. Memang—"

Di antara mereka, bos baru muncul.

Meski begitu, mereka diutus ke sini terburu-buru karena suatu firasat buruk.

Saat mereka menyusup ke salah satu dari 8th Evils, keterampilan mereka benar-benar yang terbaik di setiap negara.

Namun, yang mereka rasakan saat ini.

Salah satu penyihir yang datang ke sini atas permintaan Kaisar melantunkan syair lembut.

“...Dan sesungguhnya, kejahatan besar telah lahir~"

Itu tidak menyenangkan.

Telur yang memancarkan aura penguasa, di bawah awan merah tua.

Apa yang akan keluar dari telur itu?

Siapa pun yang melihatnya dapat mengetahui bahwa telur itu berbentuk telur naga.

Karena bos terakhir dari 7th Evils tersebut adalah seekor naga, mudah ditebak bahwa bos ini juga seekor naga.

Namun benarkah seperti ini cara naga dilahirkan?

"...Musuh............."

Seorang pekerja yang diutus tanpa sadar mengucapkan kata tabu yang telah tersebar seperti rumor di mana-mana.

Orang-orang asing yang mendengarnya berpura-pura tidak tahu, tetapi kata-kata itu terukir di kepala mereka.

Menakutkan.

Ujungnya mekar di sekitar telur.

Apakah ini kelahiran musuh yang akan mengancam dunia ini?

Kemudian—

Saat kelahiran—

‘Bukankah sebaiknya kita menyingkirkannya?’

Meskipun mereka sadar mereka tidak memiliki kekuatan itu.

Sebelum berkembang lebih jauh—

Gulp.

Seseorang menelan ludah.

Seluruh kontingen memiliki pikiran yang sama.

Mereka bukan satu-satunya.

Mata-mata dari 8th Evils lainnya memiliki pemikiran serupa.

"Huh!"

"Ugh—!"

Tetapi keadaan berubah dengan cepat, membuat mereka sulit untuk meneruskan alur pemikiran itu.

Segala sesuatunya tiba-tiba datang berbondong-bondong sekaligus.

Swoooosh—

Tiba-tiba angin bertiup kencang.

Swooosh—

Cukup untuk membuat daun-daun hutan berguguran ke tanah.

Cukup untuk membuat cabang pohon bergoyang dengan mudah.

Angin yang sangat kencang.

Drip. Drip.

Dan kemudian, tetesan hujan mulai turun.

Tetesan air hujan yang jatuh satu atau dua tetes sekaligus segera menjadi deras.

Swaaaaaaaaaaah—!

Angin menderu dan hujan turun begitu deras hingga menyilaukan.

"Ugh!"

Mereka yang mengalaminya mengerang dan tidak dapat mempertahankan kesadaran mereka.

“…..!”

“!!!”

Namun, ada banyak makhluk.

120.000 makhluk hidup menatap kosong tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Dataran luas yang ditutupi langit berwarna merah tua.

Angin dan hujan bertiup kencang di mana-mana kecuali tempat itu.

Hanya di sana ada kedamaian.

“…..”

“…..”

Mereka tidak berani membuka mulut mereka.

Baru pada saat itulah mereka menyadari bahwa tekanan yang menyelimuti mereka tidak bercampur dengan ketakutan dan keputusasaan.

Mereka menyadari bahwa itu hanyalah suatu kekuatan yang memancarkan bahwa dia hadir untuk mereka.

Seperti halnya seorang Raja suatu negara yang memperhatikan rakyatnya.

Sebuah tangan yang agung dan penuh keyakinan bahwa tangan itu tidak akan pernah menyakiti mereka.

"Ah—"

Seseorang menghela napas.

Di tengah semua hal yang tidak menyenangkan, hanya di sisi ini.

Mereka aman karena mereka penghuni 7th Evils.

“Mereka mata-mata!”

"Ada orang-orang yang menyusup!"

Terutama gerombolan tingkat bos segera menyadari apa yang terjadi di hutan.

Para penghuni 7th Evils, terutama kelas bos, langsung mengetahui apa yang terjadi di hutan. Oleh karena itu, mereka harus lebih kagum pada telur yang belum lahir.

Karena bos naga sebelumnya, Neo, tidak pernah melindungi mereka.

Tidak, hampir tidak ada bos seperti itu di 8th Evils.

Kebanyakan dari mereka hanya memperlakukan tingkat bawah dengan lebih kuat dan jahat.

Hanya 6th Evils dan 3th Evils yang memiliki rasa kasih sayang terhadap kelompoknya.

Boom!

Pada saat itu, tanah bergetar hebat.

Dalgrak!

Pada saat yang sama, kerangka itu tergeletak rata di tanah.

Flap!

Semua burung gagak terbang ke langit, menelan teriakan mereka.

Dan mereka membuat lingkaran besar mulai dari batas antara dataran dan hutan.

Ada kerangka di tanah.

Ada burung gagak di langit.

Saat ketika semua orang menyadari bahwa mereka telah membentuk lingkaran, garis batas, tembok penjaga.

“…..”

Cale hanya menatap satu hal.

[Tingkat pemulihan 99,9999%]

Dan rekan-rekannya di lantai atas juga menatapnya.

Secara khusus, Heavenly Demon menatap Cale dengan tatapan aneh karena tanpa Cale sadari, dia telah menutupi seluruh dataran luas hanya dengan satu kekuatan.

Rustle.

Cale mengangkat tangannya.

[Tingkat pemulihan 100%]

Saat Cale menurunkan tangannya.

Cale menuju ke jendela.

Crack—

Telurnya mulai retak.

Eden Miru telah lahir.

"Ayo pergi."

Telurnya mulai retak.

Swiiisshh—

Angin bertiup di jari kaki Cale.

"Ini sebuah permulaan!"

Raon memberikan mantra transparan pada Cale dan dirinya sendiri.

Seorang pria dan seekor naga terbang melalui jendela.

Dan mereka mendekati telur itu.

Orang lain tidak akan melihatnya.

Tapi itu tidak masalah.

Crack—

-Manusia, Eden Miru telah lahir!

Bukankah seharusnya ada seseorang di sisi Eden Miru?

Betapapun hebatnya sebuah kelahiran, pasti ada seseorang yang memeluk bayi itu.

"Mari kita mulai."

Cale berbicara lembut.

Raon mengangkat kepalanya.

Awan merah tua.

Raon lalu menundukkan kepalanya.

Telur kecil.

Telur berwarna misterius, campuran hitam, emas, dan ungu, secara misterius akan mendekati siapa pun yang melihat warnanya.

Craack—

Retakannya semakin dalam dan dalam.

"Hehehe!"

Raon, yang telah menyaksikan semua ini sambil berubah menjadi transparan, mengepakkan sayapnya dan merentangkan kaki depannya yang montok ke samping.

Ooonggg—

Mana hitam berkumpul di sekitar awan merah tua.

Orang lain mungkin tidak dapat membedakan mana ini karena awan.

Raon merasa gembira.

Menghancurkan sesuatu juga menyenangkan.

Sungguh menyenangkan untuk meledakkan suatu tempat.

Tidak ada risiko siapa pun terluka.

Tidak seorang pun perlu berada dalam bahaya.

Raon tidak perlu memikirkan siapa yang harus dia lindungi.

Hanya ada satu hal yang harus dilakukan Raon hari ini.

‘Rayakan!’

Eden Miru. Bukan.

Rayakan saja kelahiran baru Half Blood Dragon.

Merasakan mana terkumpul, Raon bergumam tanpa menyadarinya.

"...Ibu........"

Dan dia terkejut pada dirinya sendiri.

Sherrit.

Raon dan Eden Miru.

Dua naga yang mendekati satu sama lain dengan jantung yang sedikit berbeda, meskipun mereka adalah keluarga, seperti Cale, On, Hong, dan Choi Han.

Pat. Pat.

Cale, yang sekarang transparan, membelai kepala Raon.

‘Ya, semuanya baik-baik saja sekarang!’

"Hehehe!"

Raon merasa baik-baik saja.

Sayapnya mengepak lebih kuat, seolah merespons.

Tap!

Kedua kaki depan Raon bertemu.

Pada saat itu.

Grumble— Grumble—

Langit mulai menangis.

Bagaimana merayakan Eden Miru, meskipun Raon telah menjadi transparan.

Dengan menunjukkan kekuatan Eden Mir.

Blarrr—

Petir mulai muncul perlahan di bawah langit merah tua.

Dan Heavenly Demon mengangkat tangannya ke arah langit.

Langit merah tua mulai terbelah.

Seakan petir telah membelah awan merah tua.

Saat telur pecah.

Saat ketika kehidupan baru akan lahir.

Kilatan petir dan cahaya menampakkan diri, menutupi kengerian itu.

"Sudah dimulai."

Dan sebuah gunung yang sedikit lebih jauh.

Naga Kuno Eruhaben, yang telah menyaksikan semua ini, diam-diam menggerakkan tangannya.

Rustle—

Mana platinum berputar-putar di sekelilingnya.

Mata naga itu tertuju pada telur kecil itu.

Dia ingat cahaya yang bergerak untuk melindungi semua orang di masa lalu.

Cahaya berbentuk naga raksasa.

"Ya."

Awan merah tua itu terbelah, memperlihatkan mana platinum di antaranya.

"Kamu adalah cahaya."

Half Blood Dragon.

Tidak, sekarang dia Eden Miru.

Eden Miru adalah cahaya.

[Titel: Setengah manusia, setengah naga dengan cahaya dan waktu]

Bukankah permainan ini juga mengakui hal itu?

“Kalau begitu, itu pasti kelahiran yang cocok untuknya.”

Saat angin dan hujan bertiup dari segala arah, awan merah tua terbelah.

Kilatan petir platinum menyambar tanah.

“….!!!”

“…..!!”

Penghuni 7th Evils itu sangat terkejut oleh hal ini hingga mereka bahkan tidak bisa berteriak dan meringkuk ketakutan.

Namun petir itu perlahan mereda sebelum mencapai tanah atau mereka.

Ssssss—

Sebaliknya, petir berubah menjadi bubuk platinum.

Seolah-olah petir telah terbelah dan berubah menjadi debu cahaya.

“….”

“….”

Sss—

Debu tipis itu mencapai tanah dan mencapai penghuni 7th Evils.

Semua orang, tua maupun muda, melihat cahaya itu mengalir turun melalui awan-awan merah dan debu cahaya itu menghujani mereka.

Mpara penghuni 7th Evils tidak bisa memejamkan mata mereka.

Karena debu paling ringan tersebar di langit seperti aurora,

Dengan telur berada di tengah.

Crraaaaack—

Karena telur itu akhirnya retak cukup terbuka sehingga semua orang dapat melihatnya.

"Ah—"

Itu sakral.

Ketidaknyamanan itu telah hilang.

Pemandangan itu begitu indah hingga menggetarkan hati mereka.

Rasanya seperti seorang pahlawan telah lahir.

Tak satu pun pikiran terlintas dalam benak dalam pesta cahaya ini, apakah itu 7th Evils, 8th Evils lainnya, atau negara asing.

Sebaliknya, mereka yang berada di posisi yang lebih tinggi lebih ngeri melihat pemandangan ini.

Mereka menyadarinya.

Ini bukan sekedar kejahatan.

Kejahatan macam apa yang dapat memancarkan cahaya seindah itu?

Mereka menyadarinya.

'Itu adalah kejahatan yang luar biasa.'

Jahat dan baik.

Makhluk besar yang dapat mengguncang hati semua orang sedang lahir saat ini.

Crack—

Akhirnya, telur itu pecah sepenuhnya.

-Manusia, dia lahir!!!

Saat Raon berteriak seperti itu.

-Oh!

'Hmm!'

Cale dan Raon keduanya merasa gugup.

Ooongggg!

Cahaya terang terpancar dari telur itu.

[ Cahaya yang sebenarnya. ]

Seperti yang dikatakan Super Rock, cahaya sesungguhnya, bukan cahaya yang diciptakan oleh Raon dan Eruhaben, keluar dari telur.

Begitu menyilaukan hingga Cale memejamkan matanya tanpa menyadarinya.

Namun di tengah semua ini, ada sesuatu yang samar-samar muncul di tengah cahaya.

Tanpa disadarinya, Cale mengulurkan tangannya meski matanya terpejam.

Lembut.

Sesuatu menyentuh tangan Cale.

Cale menyadari itu adalah kaki depan yang lain.

Saat Raon masih muda, dia sedikit lebih lembut dari saat ini, jadi Cale langsung menyadarinya.

Cale dengan lembut meraih kaki depan itu dan menariknya.

Lalu sesuatu datang ke pelukannya.

Cale masih transparan.

Cale tahu apa yang harus dilakukan sebelum lingkaran cahaya ini berakhir.

Cale dengan lembut membelai punggung yang halus dan lembut lalu mengangkat makhluk kecil yang muat di kedua tangannya tinggi-tinggi di atas kepalanya.

Dan cahaya padam.

-Manusia, ini Eden Miru!

Cale dan Raon, yang telah menjadi transparan, bersama aurora yang terbuat dari bubuk platinum cemerlang.

Mereka bisa melihat seekor naga kecil di tengahnya.

Eden Miru adalah setengah manusia dan setengah naga, tetapi sekarang muncul sebagai bayi naga.

Naga itu, yang cukup kecil untuk muat di kedua tangan Cale dan ditopang dengan aman, perlahan membuka matanya.

Naga itu menundukkan kepalanya seolah tahu siapa yang menopangnya.

“….”

“….”

Cale dan Eden Miru saling berpandangan.

Dan Cale terkejut.

Karena Cale melihat mata berwarna coklat gelap, persis seperti mata miliknya.

Tubuhnya hitam seperti Raon.

Namun pola emas yang tersulam di tubuhnya mengingatkan Cale pada Bima Sakti.

Dan dua tanduk ungu kecil tumbuh keluar.

Setengah manusia, setengah naga, memiliki cahaya dan waktu.

Eden Miru.

Mata bulat Raon menarik senyum menyerupai bulan sabit ke arah Cale.

-Terima kasih.

Suara yang terdengar seperti sihir.

Meskipun suaranya sangat muda, itu adalah suara Eden Miru.

-Aku suka nama pemberianmu.

Walau terlambat, Eden Miru mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Cale.

Pada saat itu, sebuah jendela misi muncul di depan mata Cale.

[Quest Selesai!]

Menyelesaikan sub-quest lainnya.

[Legenda yang menakjubkan telah tercipta!]

Ya. Memang sungguhlah menakjubkan.

[Progres upacara kelahiran 302%]

Cale penasaran berapa tingkat hadiahnya.

Cale seharusnya mendapat SSS+++ jika prosentasenya 300%, tetapi ini sedikit lebih dari itu.

Apa yang akan mereka berikan pada Cale?

Pada saat itu, Cale tidak memikirkan apapun.

[*Legenda 'Kelahiran Si Jahat Suci, Naga Cahaya ()’ tercatat di New World!]

‘Hah?’

Cale berhenti sejenak.

Naga jenis apa?

Naga Gila?

Atau apakah mereka berbicara tentang Naga Cahaya?

Tapi, Naga Cahaya... Ada yang terasa sedikit aneh dengan ini?

Eden tidak akan menjadi gila, kan?

Ya, tidak mungkin Eden Miru akan melakukan itu.

(tl/n :  (gwang) dalam bahasa korea memiliki 2 arti, bisa Cahaya bisa juga berarti Gila)

Cale mengangkat kepalanya.

Seekor naga yang cukup kecil untuk muat di kedua tangan.

Eden Mir cukup, um—

-Manusia, Eden Miru sangat imut kan! Sangat cocok untuk menjadi yang termuda!

Oh...meskipun usianya sudah lebih dari 900 tahun, masih tetap lucu juga.

Mengenai penampilannya, dia terlahir cukup imut sehingga bahkan Cale pun mengakuinya.

Namun, Eden Miru sendiri tampaknya belum menyadari hal ini.

“Whoaaaa….”

Pada saat itu, sorak sorai yang memekakkan telinga terdengar.

Cale menundukkan kepalanya.

Seperti yang diinginkan Sherritt.

Sejumlah besar orang, tepatnya jumlahnya mencapai 120.000 orang, dan makhluk-makhluk yang tak terhitung jumlahnya yang tidak dapat dilihat sekilas, bersorak atas kelahiran Eden Miru.

Banyak mata memandang Miru dengan heran dan hormat, atau dengan gembira.

-Hehehe! Itu sukses!

Raon menyukainya,

'Baiklah, tidak apa-apa.'

Cale juga merasa cukup baik.

Tak seorang pun di antara mereka yang tahu bahwa ekspresi Eden Miru tampak terbebas.

Dan saat itu.

"Fufufufu~”

Klopeh Sekka mengonfirmasi bahwa semua rekaman ada di penyimpanan dan segera mulai mengerjakan bagian kedua.

"Sebarkan ini ke seluruh dunia."

New World, Bumi 3.

Sebarkan ke mana-mana,

Cale begitu sibuk menyaksikan sorak-sorai hingga dia tidak menyadari perubahan dalam detail misi.

[Kemajuan Upacara Kelahiran 307%]

[Kemajuan Upacara Kelahiran 308%]

[Kemajuan Upacara Kelahiran 309%]

Kemajuannya terus meningkat.

Cale masih belum mengetahui niat Clopeh Sekka yang sebenarnya.

Cale 398 - You Dare to Stab Me in the Back?

“......”

“......”

Cale menatap diam-diam naga kecil yang ada di dalam genggaman tangannya.

Naga kecil itu mengalihkan pandangannya dari Cale.

“Bisakah kamu menurunkanku?”

Nod.

Cale mengangguk dan meletakkan naga kecil itu di sofa.

Blink blink blink.

Raon menatap pemandangan itu dengan mata berbinar-binar.

“Hehehe!”

Di sampingnya, kucing merah Hong tersenyum dan matanya juga berbinar.

Naga kecil itu pura-pura tidak memperhatikan mata itu.

“”Wow, whoa, whoa...””

““Naga Cahaya! Naga Cahaya! Naga Cahaya!”“

Di luar jendela, puluhan ribu penduduk 7th Evils yang belum pergi bersorak-sorai.

Cale menatap ke angkasa.

[Kemajuan kelahiran 319%]

Upacara kelahiran sudah selesai.

Tapi~

“Kalian di sini rupanya. Haha.”

Dampak dari kelahiran belum berakhir.

“Video kelahiran saat ini sedang didistribusikan ke seluruh New World. Kami juga mengunggah video ke berbagai komunitas pengguna.”

Clopehh Sekka. Dia setia pada legendanya.

“Legenda bukan sekadar fenomena yang memberi makna pada dirinya sendiri. Ketika fenomena itu menjadi cerita dan diwariskan dari orang ke orang, dari generasi sekarang ke generasi mendatang, barulah ia menjadi legenda.”

[*Dampak upacara kelahiran menyebar dengan cepat!]

[*Di luar New World dan bahkan hingga Bumi 3, sebuah legenda tengah tercipta!]

[*Penentuan tingkat kompensasi ditunda!]

Entah mengapa, Cale menatap jendela misi di mana sistem tampaknya terlibat, lalu menatap Clopeh.

Clopeh membungkuk dan berbicara lembut kepada bayi naga kecil itu, bayi naga sungguhan yang lahir hari ini, Eden Miru.

“Selamat atas kelahiran kamu.”

Eden Miru dengan tegas tidak melirik Clopeh Sekka sedikit pun.

Tetapi Clopeh Sekka bukanlah tipe orang yang peduli dengan tindakan kecil seperti itu.

Clopeh mengatakannya dengan penuh sukacita.

“Holy Evil, Naga Cahaya. Itu julukan yang cukup bagus.”

“Holy Evil, Naga Cahaya. Aku bisa menderita tinitus yang cukup parah.”

Bayi naga itu, yang berusia lebih dari 900 tahun, menutup matanya rapat-rapat.

“Eden Miru atau bukan. Masa depanmu akan menjadi jalan setapak bunga yang legendaris.”

“......”

Eden Miru hanya menatap ke angkasa.

Tetapi pupil matanya tampak bergetar aneh.

“Eden Miru—ya!”

Raon segera mendekat,

“Ayo pergi!”

Raon mencengkeram kaki depan Eden yang kecil dan gemuk dengan suara keras.

“!!!”

Eden Miru merasa gugup.

Tetapi Raon sedang terburu-buru sekarang.

“Ayo kita pergi ke Ibu!”

“......”

Pupil mata Eden Miru bergetar hebat.

Dari pemandangan itu, Cale menyadari bahwa pria ini belum melupakan Lord Sherrit, tetapi Eden tahu bahwa dia harus pergi menemuinya tetapi ragu-ragu karena dia tidak memiliki keberanian.

“Ayo pergi!”

“Aku juga harus pergi.”

Hong memimpin, dan On merebut Eden Miru jarang dia lakukan.

“......”

Eden Miru memandang Cale, tetapi Cale hanya tersenyum.

Sangat ramah.

Melihat hal itu, wajah naga itu, yang sangat kecil, yang cukup kecil untuk muat di kedua tangan Cale, sangat kusut.

“Ayo pergi!”

Lalu bergerak mengikuti sentuhan Raon, seperti boneka kertas yang bergoyang-goyang.

Tentu saja sentuhan Raon penuh kasih sayang.

Mungkin karena mengetahui hal ini, Eden hanya bisa pasrah mengikutinya.

Flap, flap!

Flap, flap—

Kepakan sayap yang menggairahkan dan kepakan sayap yang anehnya ragu-ragu.

Meski baru lahir, Eden Miru sudah bisa mengepakkan sayap kecilnya dengan baik.

Eden Miru memandang Raon yang tampak sangat gembira, dan kaki depannya sendiri tersangkut di kaki depan Raon.

“Whoa—”

“Oh, Naga Cahaya!”

“Lord baru kita!”

Dan Eden masih bisa mendengar sorak-sorai untuknya di telinganya.

“Hmm!”

Raon berhenti sejenak untuk berpikir, lalu meraih Eden Miru dengan kedua kaki depannya.

“!!!”

Eden Miru merasa gugup.

Dan Raon juga sedikit menjadi gugup.

‘Dia kecil!’

Eden Miru terlalu kecil.

Raon merasakan perasaan aneh dan tidak dapat dia jelaskan.

Raon tahu bahwa usia asli Eden Miru lebih dari 900 tahun dan mendekati seribu tahun.

Sisik berwarna hitam yang mirip dengan sisik miliknya.

Dan pola platinumnya mengingatkan Raon pada kakek Goldie Eruhaben.

Warna mata yang persis seperti manusianya.

Dan anehnya, matanya mirip ibunya, Sherrit.

“Hehe!”

Raon hanya tertawa.

Raon terlalu muda, naga yang terlalu hebat, untuk mengekspresikan semua emosi ini.

Raon berkata pada Eden Miru.

“Tetaplah dekat dengan punggungku! Eden Miru—ya!”

Raon menaruh Eden Miru di punggungnya.

Alasannya, karena Eden Miru berukuran kecil.

“!!!”

Meskipun Eden Miru tampak sangat malu, Raon tidak mengetahuinya.

Namun, beban ringan dan kehangatan yang Raon rasakan di punggungnya anehnya memberinya kekuatan.

Raon mengepalkan kedua kaki depannya erat-erat dengan perasaan yang tidak dapat dijelaskan.

Dan Raon berpikir.

‘Aku akan melindungi Eden Miru juga!’

Bibir Raon berkedut atas pemikirannya yang penuh tekad.

“Pfft.”

Cale memandang seluruh pemandangan itu dengan ekspresi tercengang, lalu tertawa pendek dan mengikuti anak-anak sekitar sepuluh tahun dari belakang.

“Clopeh.”

“Ya, Cale-nim.”

“Terima kasih atas kerja kerasmu.”

Tentu saja, Cale harus mengucapkan terima kasih kepada Clopeh atas kerja kerasnya.

Cale tidak melihat Clopeh, yang tertinggal di belakangnya, karena ia mengikuti rata-rata anak sepuluh tahun di depannya.

“......!”

Senyum menghilang dari wajah Clopeh.

Dia menatap langit-langit sejenak.

“...Terima kasih atas kerja kerasmu—”

Itu kata-kata yang bagus.

Namun—

“Semua ini untuk gambaran yang lebih besar.”

Clopeh adalah pria yang lebih hebat dari yang dipikirkan Cale.

“Eden Miru”

Bos 7th Evils.

Dia juga salah satu bawahan Cale.

Baik itu Ksatria Miru, 3th Evils, atau 8th Evils.

Semua makhluk akan berada di bawah Cale.

Legenda yang akan mereka ciptakan pada akhirnya akan menjadi dasar legenda yang lebih besar yang akhirnya akan dicapai oleh Cale.

“Fufufu~.”

Akan menyenangkan mendengar bahwa Clopeh telah bekerja keras setelah semuanya berakhir.

Clopeh perlahan menuju ke jendela, berpikir bahwa Cale itu sangat sederhana.

“Naga yang kuat! Naga Cahaya!”

Penghuni 7th Evils masih tetap bertahan dan bersorak.

“Akhirnya, nama yang akan dipanggil sudah diputuskan.”

Lord Cale.

Tuan Muda Perisai Perak.

Nama agung itu akan sekali lagi bergema di seluruh New World ini, Bumi 3, dan semua dimensi.

“Kekekeke.”

Mata Clopeh berbinar saat dia berusaha menahan tawanya di ruangan tempat dia ditinggal sendirian.

***

“Hmm?”

Dan Cale, yang mengikuti anak-anak rata-rata 10 tahun, merasa anehnya tidak nyaman.

Mengapa demikian?

‘Ah.’

Lalu tiba-tiba sebuah ide muncul di benak Cale.

‘Hmm.’

“Hehehe—”

Anak-anak berumur 10 tahun itu berjalan pergi sambil tertawa.

Eden Miru menempel di punggung Raon.

Haruskah Cale menyertakan orang itu juga?

‘Mustahil. Itu sedikit…’

Bukankah mereka mengatakan bahwa pria yang berusia lebih dari 900 tahun adalah yang termuda?

“......”

Ekspresi Cale mengeras tanpa dia sadari.

Karena sungguh, penampilan Eden Miru dari luar, meski Cale benci mengatakan ini, sungguh imut.

“Imutnya!”

“Bos kami, kamu imut sekali!! Dan di tengah semua itu, betapa agungnya!”

Kalau dipikir-pikir, ada suara-suara di luar yang menyebut Eden imut.

Cale berusaha keras untuk mengalihkan pandangannya.

‘Itu bukan masalahku.’

Ya, ini adalah masalah yang harus diatasi oleh Eden Miru selama hidupnya, bukan??

Cale menghilangkan rasa gugupnya.

“Kita sampai!”

Sebaliknya, fokusnya adalah pada pertemuan antara Eden Miru dan Sherrit.

“......”

“......”

Tak seorang pun dari mereka mengatakan apa pun.

Cale memperhatikan mata Sherrit yang merah dan dia menyadari bahwa Sherrit menangis sendirian, tetapi dia berpura-pura tidak menyadarinya.

“......”

Eden Miru membuka mulutnya.

Eden membuka mulutnya seperti itu beberapa kali, tetapi tidak dapat mengeluarkan kata-kata.

Sherrit menunggu dengan tenang sambil tersenyum.

Rustle.

Eden Miru turun dari punggung Raon.

Flap. Flap.

Dan kemudian, Eden yang baru saja lahir, ia mengepakkan sayapnya dengan canggung.

“......”

Dia berhenti di depan Sherrit.

Sebuah portal.

Sementara itu, kedua naga itu tidak dapat mendekati satu sama lain.

Eden Miru sekarang menjadi makhluk yang tidak dapat melintasi portal.

Dan sama halnya Sherrit yang juga makhluk yang tidak dapat melewati portal.

“......”

Eden Miru mengangkat kepalanya dan menatap Sherrit.

Meskipun penampilan Sherrit tampak nakal, senyum di bibirnya selembut usianya.

“… Itu… “

Setelah waktu yang lama, Eden Miru membuka mulutnya.

“Aku pulang.”

Sherritt membalasnya.

“Ya. Selamat datang.”

Cale menoleh saat melihat pemandangan yang dirasakannya seperti merasakan kehadiran seseorang.

“Cale-nim.”

Itu Choi Han.

Awalnya, dia seharusnya menggunakan energi tersebut bersama Cale dan Heavenly Demon dalam rencana Clopeh, tetapi ada sesuatu yang terjadi dan dia tidak dapat melakukannya bersama.

“Kamu mendapat panggilan dari Kerajaan Lan?”

“Ya.”

Wanderer So Hee.

Choi Han dan Heavenly Demon telah bertanggung jawab atas penyelidikan yang terkait dengannya.

Tidak seperti Heavenly Demon, yang kembali ke Black Castle untuk upacara kelahiran Eden Miru, Choi Han datang ke sini dan kemudian harus kembali ke sana setelah menerima panggilan mendadak dari Kerajaan Lan.

“Menurutku Cale-nim harus kesana.”

Dan Choi Han kembali untuk mengambil Cale.

Dunia Iblis.

Tempat Suci Dewa Kekacauan, ‘Primodial Night’.

Cale harus pergi ke sana sekarang.

Choi Han tahu bahwa kehidupan Choi Jung Gun bergantung pada jadwal ini, jadi dia tidak akan menunda pergi ke Dunia Iblis kecuali ada masalah yang mendesak.

“......Aku harus pergi.”

Meskipun demikian, Choi Han berkata bahwa Cale harus pergi ke Kerajaan Lan.

Hanya ada satu hal yang mungkin terjadi.

“Apakah ada Wanderer lain yang muncul?”

Choi Han perlahan menundukkan kepalanya.

“Ya.”

Cale langsung ke jawabannya.

“Jika itu Wanderer lain, maka mungkin dialah yang awalnya mengancam Raja Lan?”

“Ya. Dia bilang dia akan berkunjung besok.”

Raja Tamahi dari Lan tidak mengenal Wanderer So Hee.

Sebaliknya, orang yang mengancamnya adalah Wanderer lainnya.

Bersama dia, Prince Consort Hinpa, salah satu bawahan Dewa Kekacauan, telah menekan Raja.

“Memang aneh jika tidak ada lagi Wanderer lain yang datang ke Kerajaan Lan.”

Kerajaan Lan saat ini mengikuti keinginan Cale dan Kerajaan Kegelapan dengan mengubah kebijakan Kerajaan secara keseluruhan.

“So Hee. Prince Consort Hinpa. Ada dua hal yang perlu kita periksa juga.”

“Ya. Jadi Raja sedang mencari Cale.”

“Aku harus pergi.”

Besok Wanderer itu akan datang menemui Raja Tamahi.

Sampai saat itu, Cale harus bergerak cepat.

“So Hee pasti sudah memberi tahu Wanderer lain bahwa apa yang terjadi padanya adalah kesalahan ‘Dewa Kekacauan’.”

“Ya.”

Stadion Seni Bela Diri.

Di sana, Cale sengaja meninggalkan So Hee sendirian untuk menghubungi rekan-rekannya.

Saat itu, So Hee mengira bahwa Cale adalah anggota pasukan ‘Dewa Kekacauan’.

“Dan kontak dengan Prince Consort Hinpa pun hilang.”

“Kamu benar.”

Prince Consort Hinpa telah meninggal.

Tetapi para Hunter Wanderer Five Colored Blood tidak akan mengetahui hal ini.

Karena kematiannya sepenuhnya ditutup-tutupi.

Karena kontak So Hee dan hilangnya dia.

Selain itu, kontak dengan Prince Consort Hinpa tiba-tiba terputus.

Mereka mungkin telah berpaling kepada Dewa Kekacauan untuk menemukan jawaban atas semua itu.

‘Sia-sia saja menghubungi pengikut Dewa Kekacauan secara langsung.’

Pertama, kita perlu mengunjungi Kerajaan Lan dan melihat kembali peristiwa sebelum dan sesudahnya.

Baiklah, ada sesuatu yang harus Cale lakukan terlebih dahulu.

“Kita harus menyembunyikan So Hee.”

“Ya. Kamu benar. Itulah tampaknya alasan Raja mencari Cale.”

Wanderer So Hee.

Dia dikurung di ruang bawah tanah Istana, jadi dia harus dipindahkan ke tempat lain selain Istana.

“Raja Lan berkata dia tidak yakin bisa menghentikan Sang Wanderer dari menggeledah Istana. Tampaknya Sang Wanderer pada akhirnya akan menggeledah ruang bawah tanah juga.”

“Aku rasa begitu. Dari sudut pandang seorang Wanderer, jika kerajaan Lan berpihak pada Dewa Kekacauan, dia akan berpikir bahwa tidak akan ada tempat lain untuk mengurung So Hee.”

Karena sudah jelas di mana harus menempatkan Semi-NPC.

“Itulah yang membuat Raja tampak bingung, tidak tahu harus berbuat apa.”

“Baiklah.”

Cale tenggelam dalam pikirannya sejenak.

Lalu, tak lama kemudian, sudut mulutnya terangkat miring.

“Pertama, mari kita pergi menemui Raja.”

Tempat di mana langkah Cale dan Choi Han berhenti.

Paaats.

Di sana, lingkaran sihir teleportasi yang sebelumnya disebarkan Rosalyn memancarkan cahaya.

Paaats!

Segera, Choi Han dan Cale menuju ke Istana Kerajaan Lan.

***

“Yang Mulia.”

“Kamu datang!”

Raja Tamahi menyambut Cale dengan ekspresi mendesak.

“Wanderer itu pada dasarnya mengatakan dia akan datang hari ini, tapi aku hanya bisa menundanya sampai keesokan harinya!”

Raja Tamahi memberi tahu Cale bahwa ia hanya punya waktu kurang dari setengah hari lagi dan ia tidak bisa menundanya lebih lama lagi.

Penasihat Charun juga berada di sisi Raja.

“Yang Mulia, harap tenang.”

Cale tersenyum.

“Masalah pertama adalah memindahkan So Hee, kan?”

“Itu benar.”

“Lagipula, Yang Mulia Raja pasti khawatir tentang bagaimana menghadapi para Wanderer.”

“Tepat!”

Sebenarnya yang lebih dikhawatirkan Raja Lan adalah bagaimana menghadapi para Wanderer itu.

Sang Wanderer pasti telah menyadari bahwa Kerajaan Lan telah mengambil jalan yang berbeda dari Sang Wanderer.

Dalam situasi seperti itu, Raja Tamahi harus melindungi kerajaan Lan dari para Wanderer.

“Aku akan memberikan kalian kedua jawaban itu.”

“...Benar?”

Dengan kekhawatiran yang membayanginya, Cale sudah membawa jawabannya..

Saat melihat senyumnya, Raja Tamahi merasakan perasaan antisipasi yang aneh muncul dalam dirinya, bukannya ketegangan.

Kerajaan Kegelapan.

Kekuatan besar yang melindungi New World dari bayang-bayang.

Orang yang berdiri di pusat kekuatan itu.

Tamahi menanti jawaban Cale dengan hati gemetar.

Dan Cale berbicara lembut kepada Tamahi dan Penasihat Charun.

“Wanderer So Hee dapat dipindahkan ke penjara bawah tanah yang berbeda.”

“...Berbeda......?”

Saat Charun bingung, mata Tamahi berbinar-binar.

“Apakah kamu mungkin pindah ke penjara bawah tanah Kerajaan lain?”

“Seperti yang diharapkan, kamu pintar.”

Sang Raja membuka mulutnya mendengar jawaban Cale.

“......Apakah ada Kerajaan lain selain Kerajaan kita yang dapat kita capai? Atau, Kerajaan Kegelapan~?”

“Itu bukan Kerajaan.”

“Lalu penjara macam apa~?”

Cale menggelengkan kepalanya.

Tidak seperti Charun yang mempertanyakan jawabannya lagi, Tamahi langsung mencari jawabannya.

“...Apa yang kamu maksud Kekaisaran?”

“!!!!”

Mata Charun terbelalak.

Kerajaan Kegelapan.

Jadi tempat itu ada hubungannya dengan Kekaisaran juga!

“Kekaisaran Timur, penjara bawah tanah Istana disana akan lebih ketat dari ini.”

Saat Cale dengan tenang menyebutkan penjara tempat So Hee akan dipindahkan, Tamahi dan Charun pun meledak kagum.

“Bagaimana bisa, Kekaisaran Timur, Matahari— Ah, tidak!”

Charun mengucapkan kata-kata itu tanpa berpikir dan kemudian segera menutup mulutnya.

Cale hanya melihatnya sambil tersenyum. Karena diam cenderung memberikan banyak jawaban.

‘Kan ada Ahn Roh Man.’

Presiden Ahn Roh Man.

Ahn Roh Man yang menduduki peringkat pertama.

Saat ini ia adalah Putra Mahkota Kekaisaran Timur Lehnti dan akan segera dinobatkan.

‘Kaisar Kekaisaran Timur adalah rekan Ahn Roh Man.’

Dialah Al yang dilahirkan oleh orang tua Ahn Roh Man.

Cale sudah menghubungi Ahn Roh Man.

Tentu saja dia akan bekerja sama dengan Cale.

Saat mereka mengurung Wanderer So Hee di penjara bawah tanah Kekaisaran Timur, ada baiknya mereka juga harus mengenal sang Kaisar, AI.

“Dan ketika Wanderer itu datang, perlakukan dia seperti ini.”

Cale juga memberikan nasihat tentang bagaimana Kerajaan Lan seharusnya terlihat oleh Wanderer.

“Berbaringlah tengkurap.”

“Berbaring?”

Cale melanjutkan berbicara kepada Raja Tamahi yang bingung.

“Katakanlah kau terpaksa mengkhianati Sang Wanderer karena tekanan.”

Kerajaan Kegelapan jangan sampai terungkap.

Akan menjadi masalah jika diketahui pasukan Cale telah memasuki New World dan sedang aktif-aktifnya.

“Dan semua itu~”

Indestructible Shield.

“Kau bisa bilang kau tidak punya pilihan lain selain melakukan itu karena Dewa Kekacauan mengancammu.”

“!!!!”

Tatapan mata Choi Han, Charun, dan Tamahi yang sedari tadi mendengarkan dengan tenang berubah menjadi aneh.

“Dan Wanderer So Hee dibawa oleh Prince Consort Hinpa ke Tempat Suci Dewa Kekacauan ‘Primodial Night’.”

“Ah.”

Choi Han mendesah.

Primodial Night.

Itu adalah Tempat Suci Dewa Kekacauan.

Itu adalah tempat di mana Cale harus pergi dan membalikkan keadaan.

Cale harus mencuri benda suci dan masih banyak hal lain yang harus dilakukan.

Namun, karena itu adalah Tempat Suci Dewa Kekacauan, keamanan di sana pastilah sangat ketat, dan Cale dan kelompoknya mungkin harus bertarung sambil menyaksikan banyak pertumpahan darah.

‘Tetapi kau menyebutkan tentang Primodial Night kepada Wanderer itu?’

Jika dia seorang Wanderer Fived Colored Blood, dia pastinya akan tahu lokasi Tempat Suci itu.

Mereka mungkin—

‘Mereka mungkin mengunjungi Tempat Suci dan berperang menggantikan kita.’

Jika itu terjadi—

“Kita bisa mencuri apa saja yang kita mau dan memukul kepala siapa saja tanpa meneteskan setetes darah pun!”

(tl/n : dikarenakan adu ayam sudah biasa, paling mudah memanglah adu manusia -_-)

Choi Han memandang Cale, tidak dapat menyembunyikan ekspresi kekagumannya.

Sang Raja pun tak punya pilihan lain selain menganggukkan kepalanya menanggapi usulan agar segala sesuatu disalahkan kepada Dewa Kekacauan.

“Itulah cara yang paling realistis. Bahkan para Wanderer pun akan setuju.”

“Ya, Yang Mulia.”

Cale tersenyum lembut, dan sang Raja pun tersenyum balik.

Kecemasan di wajahnya telah hilang sepenuhnya. Raja Tamahi berkata dengan riang.

“Kita harus segera membuat jejak yang akan membuat Wanderer mencurigai Hinpa dan Dewa Kekacauan.”

“Ya.”

“Akan kubuat dia berpikir bahwa alasan aku membeli waktu hari ini adalah untuk menghapus jejak pengikut terhadap Dewa Kekacauan.”

“Sangat bagus. Benar, kamu pintar.”

“Ha ha—'“

“ha ha—“

Cale dan Tamahi juga tertawa terbahak-bahak.

***

“Lama tak jumpa.”

Cale melambai dengan gembira.

“So Hee, wajahmu terlihat lebih baik?”

Mendengar salam itu, wajah Wanderer So Hee menjadi pucat.

Suatu malam lewat tengah malam.

Semua yang menjaga ruang bawah tanah Istana Lan telah menghilang, dan hanya Choi Han dan Cale yang tersisa untuk mengalahkan satu-satunya narapidana, So Hee.

So Hee memperhatikan segalanya.

Kekaisaran Timur Lehnti.

Sekarang waktunya untuk pergi ke sana.

Sudah kubilang.

Itu setelah menerima panggilan dari An Roh Man.

Cale 399 - You Dare to Stab Me in the Back?



Wanderer So Hee.

Luka di kedua matanya sudah sembuh dan tidak ada lagi darah yang mengalir, namun tidak ada yang terlihat olehnya karena kedua matanya terpejam.

“...Kalian—”

So Hee mengenali suara Cale.

“Siapa kalian sebenarnya?”

“Ha ha ha—”

So Hee bisa mendengar tawa Cale yang jelas.

Tepat di depan wajahnya.

Sebuah suara terdengar dari sana.

“Apakah kamu baru bertanya-tanya sekarang?”

Ada sedikit tawa dalam suara Cale.

“Kami adalah pasukan rahasia Dewa Kekacauan, ‘Arm’.”

“Bohong!”

So Hee melihat ke arah asal suara itu.

“Berhenti bicara omong kosong! Kau pikir aku tidak tahu bahwa kalian membuatku berpikir seperti itu?”

Kemarahan membuncah dalam diri So Hee.

Penjara bawah tanah.

Setelah banyak berpikir di tempat ini di mana aliran waktu tidak diketahui, Wanderer So Hee dapat mengetahui bahwa Cale dan kelompoknya adalah ‘kekuatan yang tidak diketahui’.

Sekarang So Hee tahu itu memiliki arti yang berbeda.

“Kau membuatku salah mengira kau sebagai pengikut Dewa Kekacauan…!”

Tetapi suaranya tidak dapat berlanjut lebih lama lagi.

“Jadi?”

Suara Cale bertanya lembut.

Energi yang sangat besar perlahan-lahan memenuhi penjara yang berasal dari Cale.

Suatu kekuatan yang menimbulkan kekacauan, suatu kekuatan yang diselimuti rasa takut.

“….!!”

Tubuh So Hee gemetar.

Inilah yang membuat So Hee mengira bahwa satu-satunya kekuatan yang dapat menekan dirinya, yang seorang Wanderer, adalah kekuatan yang diberikan oleh Dewa.

‘Ini adalah kekuatan pengikut Dewa Kekacauan......!’

So Hee salah besar!

So Hee menelan rasa takutnya dan bertanya dengan suara gemetar.

Shhaaaa.

“Dewa macam apa itu?”

Cale tertawa.

Bahu So Hee mengecil karena tawa itu.

Dominating Aura yang memenuhi penjara, karena Cale melepaskan sebagian kekuatannya, menimbulkan rasa takut dalam diri So Hee.

Pat. Pat.

Cale menepuk bahu So Hee yang bungkuk dengan penuh kasih akung.

“Hei, So Hee.”

Cale dengan lembut menyampaikan perasaannya yang sebenarnya kepada Wanderer So Hee.

Suara Cale sampai ke telinga So Hee.

“Dewa sedang mati kedinginan.”

Suara tanpa nada tinggi atau rendah, penuh ketulusan.

“Aku benci Dewa.”

So Hee terdiam mendengar kata-kata itu, namun tidak banyak bereaksi.

“Dan aku semakin membenci Dewa Absolut yang kau coba ciptakan itu.”

Tetapi So Hee bereaksi besar terhadap kata-kata Cale selanjutnya.

Mulut So Hee terbuka lebar dan dia mencoba mengatakan sesuatu.

“Choi Han.”

Choi Han langsung menyumpal mulut So Hee.

“......!”

Apa yang ingin dikatakan So Hee, tetapi Cale hanya menatapnya dalam diam.

‘Tidak semudah yang aku kira.’

Heavenly Demon berkata kepadanya.

‘Dia sudah memberi tahu aku dan Choi Han banyak informasi, tetapi ketika aku menyelidikinya, semuanya bohong, Wanderer wanita itu masih bisa melarikan diri. Aku kira demikian. Jadi, aku kira dia hanya bicara omong kosong.’

Heavenly Demon menggelengkan kepalanya dari sisi ke sisi.

Seperti yang dikatakannya, So Hee yakin dia bisa melarikan diri.

Karena sebagai jawaban atas kepercayaan itu, Wanderer lain datang ke sini.

“So Hee.”

Cale berbicara kepadanya tanpa menutup telinganya.

“Apakah menurutmu Wanderer lain mungkin datang menyelamatkanmu?”

“…..”

“Tidak ada harapan untukmu.”

“….!”

Dengan itu, Cale menunjuk ke arah Choi Han.

Choi Han juga menutup telinga So Hee dengan erat.

Choi Han mengangkatnya, wajahnya tertutup seluruhnya oleh kain, tidak dapat melihat, mendengar atau berbicara, dan anggota tubuhnya terikat.

“Ayo pergi.”

“Ya, Cale-nim.”

Cale dan Choi Han melarikan diri dari penjara bawah tanah yang kosong.

Dengan Wanderer So Hee.

Dan mereka menghilang dari kerajaan Lan.

****

Shhaaa.

Sebaliknya, tempat di mana So Hee muncul adalah Lehnti di Kekaisaran Timur.

Ini juga merupakan tempat yang paling dijaga ketat di Ibu Kota Hunan.

Itu adalah Istana Kekaisaran.

Antara tengah malam dan fajar.

Ketika malam paling gelap,

‘Hmm—’

Cale tidak dapat menahan diri untuk berhenti sejenak begitu dia tiba di sini bersama Choi Han di lingkaran teleportasi.

[ Ada 100 orang. ]

Super Rock mengirim peringatan,

Bersembunyi.

Choi Han menggendong So Hee di satu bahu dan meraih sarung pedangnya dengan tangan lainnya.

Pada saat itu, seorang Ksatria yang mengenakan baju besi maju ke depan.

“Apakah kalian teman dekat Yang Mulia Putra Mahkota?”

Cale mengangguk dan membuka mulutnya.

“Kamu benar. Tapi menurutku pidato sambutannya agak terlalu formal?”

Sekitar 100 orang.

Mereka yang tampak seperti Ksatria Istana, semuanya mengenakan baju zirah, mengelilingi area lingkaran teleportasi, dengan tangan mereka di sarung pedang.

Ini tidak tampak seperti sambutan, melainkan seperti peringatan.

“Aku yang akan melayani kalian.”

Ksatria itu berbalik dan berjalan pergi tanpa mengatakan apa pun sebagai tanggapan terhadap kata-kata Cale.

[ Cale, Choi Han! ]

Mendengar perkataan Super Rock, Cale menoleh dan terkejut.

Pat pat.

Cale cepat-cepat menepuk bahu Choi Han.

Lalu wajah yang tadinya garang berubah lembut.

Baru pada saat itulah Cale merasa lega dan mengikuti sang Ksatria.

“Apakah kamu sudah mendengar siapa kami?”

Sang Ksatria bereaksi terhadap kata-kata itu.

“Aku tidak tahu.”

“Benarkah?”

“Ini tepat di sebelah Istana tempat Yang Mulia Putra Mahkota tinggal. Jadi ini adalah langkah yang wajar.”

Dengan kata lain, wajar saja jika jumlah orang sebanyak itu berkumpul dan berjaga-jaga, jadi janganlah mengeluh tentang hal itu.

Seperti itulah maksud dari Ksatria itu.

Mungkin pria ini adalah ketua pengawal istana Putra Mahkota.

“Whoa.”

Cale berkata, kekagumannya memudar sejenak.

“Ya. Tetapi aku sudah katakan kepada Putra Mahkota bahwa sangat penting untuk merahasiakan ini.”

Sang Ksatria, yang sedikit mengernyit saat melihat Cale tidak menggunakan sebutan kehormatan terhadap sang Putra Mahkota, terdiam mendengar kata-kata Cale selanjutnya.

“100 orang telah melihat wajah kami. Bukankah ini masalah besar?”

Kata-kata yang Cale gumamkan dengan santai memiliki nada yang sangat ringan.

“Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana cara menyelesaikan sesuatu yang telah dilihat 100 orang? Dan aku tidak bisa menyingkirkannya.”

Namun tidak seperti keringanan suaranya, isinya mengerikan.

Ksatria itu berhenti berjalan tanpa menyadarinya, menoleh ke belakang, dan tersentak.

Karena Cale menatapnya dengan wajah yang sama sekali tidak tersenyum.

Cale berkata dengan tenang.

“100 orang itu. Aku perlu kamu memberi aku beberapa informasi pribadi mereka.”

Cale mengirim pesan ke Ahn Roh Man melalui Alberu.

<Kami telah mengamankan orang yang sangat penting untuk menangani Transparent Blood itu. Aku minta kamu segera memproses ini karena dia harus dikurung di ruang bawah tanah.>

Pada titik ini, bukankah sudah jelas bahwa keamanan itu penting??

Cale mulai merasa tidak puas dengan cara Ahn Roh Man menangani berbagai hal.

Keamanan sangat penting dalam pekerjaan ini.

Wajah Cale dan Choi Han.

Dan meskipun mereka tidak bisa melihat wajah So Hee, mereka bisa melihat ukuran dan siluetnya.

Karena itulah Cale dengan tegas menyampaikan maksudnya kepada orang yang diduga sebagai ketua pengawal itu.

“…… “

Gulp.

Ksatria itu membuka mulutnya setelah menelan air liurnya.

“Untuk saat ini, ayo kita pergi.”

Ksatria itu akhirnya mulai berjalan lagi.

[ Cale. ]

Super Rock berbicara lagi.

[ Choi Han pasti menyadari bahwa para Ksatria ini sedang mengikuti kita sekarang. Tidak ada satupun Ksatria biasa. ]

Untuk disebut sebagai Ksatria yang bertugas menjaga istana Putra Mahkota, sekitar seratus Ksatria itu semuanya memiliki penampilan yang luar biasa, mulai dari baju besi mereka.

Tentu saja, gaya berjalan dan postur tubuhnya bahkan lebih tidak biasa.

[ Dan tidak ada seorang pun di sekitar sekarang. ]

Istana Putra Mahkota.

Jalan menuju Istana Putra Mahkota dari area teleportasi di sebelahnya.

Tidak ada orang lain kecuali para Ksatria ini.

Tidak ada satupun pembantu atau pelayan yang lewat.

Mungkin karena sudah malam, tetapi tidak ada satupun petugas patroli.

Itu berarti dia mengkhawatirkan keamanan Cale, Choi Han, dan So Hee.

Pandangan Cale beralih ke samping.

Choi Han masih belum santai.

[ Para Ksatria punya bakat yang hebat. ]

Momen ketika Cale mendengar Super Rock berseru kagum.

Cale membuka mulutnya.

“Bolehkah aku melihat Yang Mulia Kaisar seperti ini?”

“….”

100 Ksatria itu berhenti bergerak.

Tepat di depan pintu masuk Istana Putra Mahkota.

Keheningan menyelimuti para Ksatria yang berhenti di sana.

Ksatria yang menuntun Cale terpaksa berbalik lagi.

“…..”

Dia menatap Cale dengan tatapan rumit lalu mendesah.

Ketika mulutnya terbuka,

Screech.

Pintu masuk Istana Putra Mahkota terbuka.

“Beliau meminta kalian untuk masuk.”

Seorang lelaki tua yang tampak seperti seorang pelayan bagi siapa pun yang melihatnya menundukkan kepalanya ke arah Cale.

“Ayo pergi.”

Cale menunjuk ke arah Choi Han.

Seolah sudah pasti, Cale, Choi Han, dan So Hee.

Hanya tiga orang yang masuk melalui pintu yang terbuka.

Screech—boom.

Pintunya tertutup lagi, dan lelaki tua itu berbicara kepada Cale.

“Ordo Pertama Ksatria Kekaisaran hanya ada untuk kepentingan Kaisar, jadi kamu tidak perlu khawatir tentang keamanan.”

Cale menatap lelaki tua itu dengan pandangan aneh.

“Aku mendengar bahwa kamu adalah teman-teman dekat Yang Mulia Putra Mahkota, dan ketika mereka sedang menjaga keselamatan beliau, insiden ini terjadi, tetapi aku mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh tanggapan mereka yang berlebihan.”

Setelah berkata demikian, lelaki tua itu menunjuk ke arah lorong.

Tepatnya, dia menunjuk ke pintu di ujung lorong.

“Aku akan mengurusnya. Ada seseorang yang menunggu kalian.”

Cale mengangguk dan mengikuti lelaki tua itu.

Di sini juga tidak ada siapa-siapa.

Lampu dimatikan di mana-mana kecuali di lorong.

Meskipun dia tidak mengadakan upacara penobatan, ini jelas adalah kediaman Putra Mahkota Ahn Roh Man, yang diakui sebagai Putra Mahkota dan tinggal di sana, tetapi kediaman disini sangat kosong.

Ini semua karena kunjungan Cale.

Ruangan di ujung lorong.

Ada seorang Kaisar di sana.

Akan ada AI yang merupakan kakak laki-laki Ahn Roh Man.

‘Steinsen.’

Itu adalah nama Kaisar.

Tap.

Orang tua itu mencapai ujung lorong dan mengetuk pintu.

Screech.

Pintunya terbuka dengan suara berderit pelan.

Di dalam, seorang Ksatria sedang membuka pintu.

Di balik Ksatria itu.

Cale melihat seseorang berdiri di dekat jendela dengan punggung menghadap.

“Kamu bisa masuk.”

Orang tua itu berbicara kepada Cale, dan Ksatria yang membuka pintu juga keluar.

Cale dan Choi Han memasuki ruangan, yang kosong kecuali pria yang berdiri di dekat jendela.

Tentu saja So Hee juga.

Screech—boom.

Pintunya tertutup.

“….”

Cale tidak mau bicara lebih dulu.

Cale menatap bagian belakang lelaki yang tengah menatap ke luar jendela tanpa berkata apa-apa sejenak, lalu mulai berjalan.

Dan kemudian, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, Cale pergi ke sofa dan duduk.

“Kamu juga duduk. Letakkan saja dia di atas lantai.”

Cale memandang Choi Han dan mengetuk kursi di sebelahnya di sofa.

“Ya!”

Choi Han, tanpa ragu-ragu, mengikuti kata-kata Cale dan menurunkan So Hee dan duduk di sebelah Cale.

“—Ho.”

Pria itu, Kaisar Steinsen, menyaksikan pemandangan ini dengan tenang dan kemudian tertawa terbahak-bahak.

Dia tadinya menoleh ke belakang, tetapi sekarang dia menatap Cale.

“Silakan duduk di sini.”

Cale menunjuk kasar ke arah meja.

Dan kemudian dia berkata:

“Aku sibuk. Mari kita hentikan suasananya.”

3 Kekuatan Besar.

Kekaisaran Timur Lehnti, tanah para ksatria.

Kekaisaran Barat Breeze, tanah seni.

Kerajaan Utara Lan, tanah meditasi.

Negara dengan kekuatan militer terkuat.

Sebuah negara para Ksatria, di mana dapat dipahami bahwa orang pertama yang menyambut Cale adalah para Ksatria.

Cale bersandar di sofa dan bertanya kepada Kaisar.

“Apakah kamu ingin diperlakukan seperti seorang Kaisar?”

“….”

Cale berkata begitu kepadanya, membuat Steinsen terdiam.

“Hari ini aku datang untuk menemui kakak laki-laki Ahn Roh Man.”

Alis Kaisar Steinsen terangkat sedikit.

Mulutnya terbuka.

Untuk pertama kalinya, Cale dapat mendengar suaranya.

“Untuk menggunakan penjara bawah tanah istana, kamu harus memiliki persetujuan Kaisar.”

Kau datang ke sini karena kau membutuhkan gelar Kaisar, dan kau pikir itu benar untuk mengatakan bahwa kau datang menemui kakak laki-laki Ahn Roh Man?

Cale menjawab pertanyaan itu.

“Aku tidak bisa mempercayakan kartu aku kepada seseorang yang tidak bisa aku percaya sejak awal.”

Apakah kamu seorang Kaisar atau apa pun.

Pertama-tama, jika kamu adalah kakak dari Ahn Roh Man, hal itu bisa ditetapkan karena kakak Ahn Roh Man bisa dipercaya.

“Kamu mengatakan bahwa hanya Ahn Roh Man yang bisa dipercaya, tetapi juga takut dimanipulasi, dan ternyata dia benar.”

Alih-alih mengambil tempat duduk tinggi, Kaisar Steinsen duduk di sofa di seberang Cale.

“Kalian adalah rekan kerja adik laki-lakiku. Apakah benar?”

Cale mengangguk licik mendengar kata-kata Kaisar.

“Itu benar. Jadi, aku kira kamu ingin mengirim semua orang kamu keluar dan berbicara diam-diam?”

“Itu benar. Meski begitu, aku harus tetap setia pada peranku sebagai Kaisar bagi semua orang di dunia ini.”

Cale berkata tanpa pikir panjang mendengar perkataan sang Kaisar.

“Dengan begitu kamu tidak akan ketahuan?”

Alih-alih menjawab, sang Kaisar hanya tersenyum.

Sang Kaisar menanyakan pertanyaan lainnya.

“Kapan aku bisa bertemu AI?”

“Saat nanti aku mendapat panggilan.”

Sumber AI berasal dari sistem.

Dia ingin bertemu Kaisar Steinsen.

“Tampaknya sisi Transparent sangat terlibat di dunia ini, sampai pada titik di mana sistemnya bergerak sendiri.”

Tatapan Kaisar Steinsen beralih ke So Hee yang terbaring di lantai.

“Fived Colored Blood?”

“Ya. Karena dia adalah Semi-NPC, dia harus disembunyikan di penjara bawah tanah. Tanpa ada yang tahu.”

“Serahkan pada kami.”

Steinsen tanpa ragu menyatakan kesediaannya untuk menerima pekerjaan itu.

“Aku akan mengawasinya dengan ketat agar dia tidak bisa melarikan diri.”

Dia meyakinkan Cale sekali lagi.

Bagi Cale, yang pernah mendengar bahwa ruang bawah tanah Kekaisaran lebih menakutkan daripada Kerajaan Lan, cukup dapat percaya.

Selain itu, Kaisar Steinsen lebih dekat dengan sisi Cale daripada Raja Lan.

Hari ini pertama kalinya mereka bertemu.

“Aku sudah mendengar banyak tentang apa yang kamu lakukan dari Ahn Roh Man.”

“Benarkah begitu?”

Kaisar mengabaikan masalah So Hee dan mengungkapkan niat lainnya.

“Dengan pembaruan ini, ‘perang skala besar’ menjadi mungkin terjadi di New World ini.”

“Ya.”

Meski itu topik yang mendadak, Cale mendengarkan dengan patuh.

“Sepertinya ini dimaksudkan untuk memungkinkan pengguna membangun negara baru, tetapi menurutku ini sebenarnya adalah episode di mana Transparent membantu sekutunya membangun kekuatan di New World.”

“Ya, itu benar.”

Transparent Blood, Fived Colored Blood, Dewa Kekacauan, Dunia Iblis.

Agar mereka dapat menetap di New World.

Atau mungkin kekacauan perang diperlukan sebagai persiapan bagi Dewa Absolut.

Cale tidak repot-repot memberi tahu Kaisar Steinsen tentang bagian ini.

“Aku selalu berpikir hal ini akan terjadi suatu hari nanti.”

Cale menatap sang kaisar dengan tenang.

Lehnti, tanah para Ksatria.

Berdasarkan latar permainannya, sudah kurang dari 20 tahun sejak pertama kali disebut dengan nama itu.

Kaisar Steinsen.

Cale mendengar bahwa setelah dia naik takhta, jumlah Ksatria meningkat pesat.

“Yang Mulia Kaisar telah bersiap untuk perang.”

“Itu benar.”

Perang macam apa ini?

Jawabannya jelas jika Cale memikirkan dengan siapa perang itu terjadi.

“Apakah kau berencana untuk melawan Pasukan Transparent di New World?”

“Ya. Aku selalu menunggu saat ketika orang-orang Transparent di New World akan membangun kekuatan mereka sendiri.”

“Apakah kau akan bertarung dengan mereka kalau begitu?”

“Itu benar.”

Ketika Ahn Roh Man bergerak untuk menyelamatkan Bumi 3,

Kaisar Steinsen mengurus bagian New World.

Selain balas dendam mereka terhadap Transparent, setiap dunia sangat berharga bagi kedua makhluk itu.

“Kudengar kau saat ini sedang menyebabkan perselisihan antara para Hunter, Dunia Iblis, dan Dewa Kekacauan.”

“Ya. Kamu benar.”

“Apakah kau berencana membuat mereka bertarung satu sama lain?”

“Ya, benar.”

Mata Kaisar Steinsen berbinar saat dia menatap Cale, yang mengakuinya dengan patuh.

“Jika kamu terus berjuang, hal itu pasti akan terjadi pada akhirnya.”

Dia bertanya pada Cale.

“Biarkan mereka muncul ke permukaan New World. Meskipun itu hanya sebagian kecil.”

Harap buat musuh, termasuk para Hunter, muncul di atas air.

Yaitu, pastikan bahwa NPC New World dan pengguna dapat mengenali mereka dengan jelas.

Cale bertanya pada Stein, pria yang menciptakan negara para Ksatria.

“Lalu apakah kamu juga akan bertarung?”

“Ya.”

Kaisar segera mengakuinya.

Dan menambahkan:

“Aku memiliki kekuatan dan pada saat yang sama aku berada dalam posisi untuk membentuk opini publik.”

Kaisar suatu Kekaisaran, salah satu dari Tiga Kekuatan Besar.

Kekuasaan yang dipegang jabatan itu cukup besar.

“Bukankah Dewa Absolut adalah tujuan akhir dari Transparent Blood?”

Dan jika Steinsen jelas seorang Kaisar, dia harus mampu menggambar gambaran besar tertentu.

Steinsen memiliki gambarannya sendiri.

Dan dia menceritakan hal ini pada Cale.

“Aku berencana untuk mengajukan proposal saat aku bertemu One.”

Sebuah gambaran yang dia imajinasikan.

“Untuk menyelamatkan New World, seluruh New World berperang melawan Dewa Absolut.”

Itu adalah usulan yang mungkin.

“Aku berpikir untuk menyarankan agar dia membuat sebuah misi.”

Saat sistem menghindari Transparent Blood dan memposting misi sebagai pemberitahuan di seluruh server.

Steinsen yakin bahwa satu misi transenden akan menghasilkan lukisan yang tak terhitung jumlahnya.

Dia terus berbicara dengan tatapan mata yang panas.

“Aku berencana untuk membuat seluruh New World melawan Dewa Absolut. Untuk membuat sebuah misi, mengubah Dewa Absolut menjadi semacam raja iblis, sehingga semua kekuatan di dunia ini dan para pengguna akan bangkit untuk menjadi pahlawan yang mengalahkan Raja Iblis dan menyelamatkan New World.”

Dibandingkan dengan misi yang sedang dilakukan sekarang untuk menjadi Raja bagi pengguna.

Misi ini akan membuat hati para pengguna semakin mendidih.

Dan kemudian ada alasan bagus mengapa seluruh New World bersatu menjadi satu.

“Jika kamu ingin melawan sistem Transparent, kamu harus menggambar gambar seperti ini, bukan?”

Saat Kaisar Steinsen mengucapkan kata-kata itu dengan senyuman di wajahnya.

“Um—”

Cale ragu-ragu sejenak, lalu membuka mulutnya.

“Hmm.”

Tidak, Cale berhenti lagi.

“Kenapa? Katakan saja dengan santai.”

“Itu….”

Cale akhirnya mengatasi keraguannya dan berkata.

“Itu sudah dalam proses.”

“...Hah?”

“Uh, um. Ini bukan misi untuk seluruh server.”

Sekarang Cale memikirkannya, Ahn Roh Man belum tahu hal itu.

Cale memikirkan hal-hal yang belum diceritakannya kepada Ahn Roh Man, dan menyadari bahwa sudah waktunya untuk menceritakannya.

Itulah sebabnya Cale akan mengatakannya.

Fakta itu.

“Sistem telah memberikan pahlawan misi untuk menghentikan Dewa Absolut, dan misi tersebut sedang berlangsung.”

“...Hah?”

“Ha ha.”

Putra Mahkota kita, Alberu Crossman, yang tersisa untuk menyelamatkan rekan-rekannya sebagai seorang pahlawan dan menghentikan Dewa Absolut.

“Sebuah misi telah muncul?”

“Ya.”

“Pahlawan itu juga telah dipilih..........?”

“Ya. Pedang yang akan digunakan pahlawan itu juga sudah diputuskan.”

“Kapan?”

“Sudah lama.”

“...Hah?”

Kekaisaran Timur Lehnti, tanah para Ksatria.

Steinsen, yang dikenal sebagai Kaisar Besi di tempat itu, memandang Cale dengan ekspresi kosong.

“Ha ha!”

Dan Cale tersenyum canggung dan menunjuk ke samping.

“Dan dia, Choi Han adalah mentor sang pahlawan?”

“...Dia?”

“Ehem.”

Sang Kaisar menatap Choi Han dengan wajah bingung, dan Choi Han perlahan mengalihkan pandangannya sambil menelan air liurnya.

“…”

“….”

“Ha ha ha!”

Di tengah keheningan di antara keduanya, Cale hanya bisa tertawa.

***

Gereja Dewa Matahari pada waktu itu.

“Pedang Matahari, apakah kau sudah menemukan lokasinya?”

“Ya. Aku pikir aku dapat menemukannya!”

Sang Saint dan paus tengah mencari Pedang Matahari, yang membangkitkan kekuatan dan sebagai benda suci, yang dipilih oleh Dewa Matahari.

***

“Hmm?”

Alberu merasa aneh dan tanpa sadar mengusap bagian belakang kepalanya.

Tiba-tiba wajah seseorang muncul di benaknya.

“...Cale Henituse, apa lagi yang dilakukan anak itu?”

Alberu tidak dapat menghilangkan perasaan aneh yang tidak enak.

***

“Ha ha!”

Dan Cale hanya terus tertawa sambil menatap Kaisar yang menatap kosong.

Ketika kamu tidak punya apa pun untuk dikatakan, tertawa adalah yang terbaik.

Cale 400 - You Dare to Stab Me in the Back?


“Ha ha!”

Cale Henituse tertawa terbahak-bahak.

“......”

Kaisar Steinsen menatapnya dengan tatapan kosong.

‘Orang ini agak, agak aneh.’

Steinsen mengingat komentar yang pernah dibuat Ahn Roh Man tentang Cale.

“Apakah dia orang baik? Jujur saja, menurutku dia orangnya baik sekali. Sangat bodoh.”

Omong-omong,

“Dia juga orang yang jahat dan kejam.”

“Jika kamu perhatikan dengan seksama, dia pasti orang yang dapat dipercaya, kan? Sejujurnya, aku percaya pada orang itu dan itulah mengapa aku melakukan ini sekarang.”

“Tapi Cale Henituse dan Alberu Crossman sama-sama menyebalkan.”

“........Apakah semua orang yang bekerja dengan aku juga merasakan hal yang sama?”

“Itulah yang aku pikirkan akhir-akhir ini. ngomong-ngomong Jika kamu bertemu mereka nanti, kamu akan merasakan beberapa kesakitan di belakang kepala kamu.”

Seperti yang dikatakan Ahn Roh Man, kepala Kaisar Steinsen terasa sakit.

“Tapi bukankah perasaan sakit ini tidak seburuk itu?”

Benar.

Ahn Roh Man tidak merasa seburuk itu.

“Karena segala sesuatunya berjalan sesuai keinginanku.”

Ya.

“Lagipula, Cale Henituse sudah bekerja keras untuk membuka jalan.”

Ahn Roh Man tahu.

“Tentu saja, ketika aku memikirkan waktu yang aku habiskan untuk memikirkan cara menyelesaikan masalah yang terjadi, aku merasa sedikit hampa. Bagaimanapun, tidak terasa buruk melihat Cale Henituse bekerja keras untuk mewujudkan sesuatu dan kemudian berpura-pura tidak terjadi apa-apa.”

Karena hal itu.

“Aku rasa Cale tidak menyadari bahwa dia seorang yang gila kerja. Dia pikir dia hanyalah seorang anggota staf. Di mata aku, dia adalah anggota staf dan kapten yang bertanggung jawab. Dia yang berada di depan, menyerang dan menikam semua orang ke segala arah.”

Ya, Ahn Roh Man rasa begitu.

“Hanya. Oh, ngomong-ngomong, begitulah. Ini akan sangat menyenangkan.”

“Ehm. Dia juga lucu.”

Senyum perlahan muncul di bibir Steinsen, dan senyumnya semakin dalam.

Pandangannya beralih ke Cale dan ke kegelapan di satu sisi ruangan.

“Syukurlah.”

Orangtua Ahn Roh Man.

Steinsen dapat lahir berkat kedua orang ini.

Itulah mengapa mereka seperti orang tua bagi Steinsen.

Baginya, Transparent adalah musuh yang membunuh orang tuanya.

Namun, ‘RMPAG’ adalah satu-satunya warisan yang ditinggalkan orang tuanya, dan dunia tempat Steinsen dapat hidup.

Perkembangan yang melenceng di dunia ini tidak akan pernah dia maafkan.

Tempat ini harus dilindungi.

Untuk waktu yang sangat lama, Steinsen hidup untuk menepati tekad ini.

Dan Steinsen bukan satu-satunya yang berpikir demikian.

“One. Mahkluk itu juga tidak ceroboh.”

Sistem.

Orang itu juga bergerak untuk melindungi dunia ini.

“Jadi dia ingin menemukan aku. Dia ingin bertemu aku.”

“Itu benar.”

“Aku pikir aku telat menyadari trik Transparent Blood dan mengira mereka mencoba melakukan sesuatu dengan terburu-buru.”

Bukan itu.

“......Dia sudah mencoba melindungi dunia ini.”

Sejak cukup lama yang lalu.

“Sendirian.”

Ya.

Sistem. Mahkluk itu benar-benar sendirian.

Setidaknya Steinsen punya Ahn Roh Man.

Mata Steinsen menatap dalam-dalam saat dia melihat ke dalam kegelapan di satu sisi ruangan.

“Apakah sistem dan One adalah merupakan entitas yang terpisah?”

“Ya.”

Jika sistemnya adalah World Tree.

One tersebut merupakan entitas seperti roh yang diciptakan oleh World Tree.

“Tetapi One itu bergerak sesuai dengan keinginan sistem.”

Kedua entitas itu tampak terpisah tetapi sebenarnya sama.

“Percakapan aku dengan One tersebut akan tersampaikan sepenuhnya ke sistem.”

Steinsen mengangguk pelan mendengar perkataan Cale.

Steinsen sangat menantikan pertemuannya dengan One.

Matanya kembali menatap Cale.

“Misi pahlawan pasti dilakukan secara diam-diam oleh sistem tanpa disadari oleh Transparent.”

“Ya. Pada suatu titik, perjalanan pahlawan itu akan diketahui dunia.”

Mata Steinsen bersinar tajam.

“Apakah pahlawan itu Alberu Crossman?”

“!!!”

Choi Han ragu-ragu.

Dan Cale menggambar senyuman di wajahnya.

“Ya.”

“Kamu membodohi Ahn Roh Man.”

“Tidak. Aku hanya tidak memberi tahu Ahn Roh Man.”

Cale mengoreksi Steinsen.

“Ahn Roh Man dan Yang Mulia Kaisar juga tidak menceritakan semuanya kepada kita dari awal, bukan?”

“Jadi begitu.”

Steinsen langsung yakin.

“Hanya karena musuh kita sama, bukan berarti kita bisa saling percaya sepenuhnya.”

“Ya, benar.”

Steinsen bersandar di sofa.

Dia ragu sejenak, lalu membuka mulut.

“Jika pahlawan membutuhkan kekuatan, Lehnti harus melangkah maju.”

“Akan lebih baik jika tanah para ksatria menggunakan kekuatannya.”

“...Kamu—”

Steinsen berhenti sejenak, lalu membuka mulutnya dengan wajah tegas.

“Kudengar kau berencana untuk menyatukan 8th Evils.”

“Ya.”

“Apa kau akan bergabung dengan para ksatria?”

“Ya.”

Semakin tidak ada keraguan dalam jawaban Cale.

“Raja Lan, dan bertemu denganku juga untuk menyatukan pikiran kita, kan?”

“Ya.”

“Bukankah tujuan akhirmu adalah menghentikan Dewa Absolut dengan kekuatan ‘semua orang’?”

“Ya.”

Mata Steinsen berbinar-binar. Dia berbicara pada Cale, bukan pada sistem.

“Kamu sudah menyiapkan sepiring besar.”

“Itu gambaranku sendiri.”

Cale berkata sambil menyeringai.

“Ha ha ha ha—”

Dan Steinsen tertawa terbahak-bahak.

Namun tak lama kemudian senyuman itu menghilang, dan perasaan semangat yang dalam menggantikannya.

“Sementara itu, keretakan tengah tercipta antara para Hunter, Dunia Iblis, dan Dewa Kekacauan.”

Steinsen menepuk lututnya dengan telapak tangannya dan duduk berpikir keras.

Lalu tiba-tiba dia menyadari sesuatu.

“Cale Henituse.”

Suaranya sedikit bergetar.

“Kau membuat Dewa Kekacauan dan Sang Hunter bertarung. Kamu bertekad untuk mengusir atau mengucilkan kekuatan Dewa Kekacauan dari dunia ini.”

Namun di dalam, ada rasa percaya diri yang penuh.

“Pasti ada sesuatu yang terjadi di Dunia Iblis juga. Jelas, Dunia Iblis tidak akan punya waktu untuk memperhatikan New World ini.”

Dia memandang Cale yang tersenyum.

“Lalu, yang tersisa hanyalah klan Hunter dan para Dewa Absolut.”

Dia bertanya pada Cale.

“Pada saat itu, apakah kamu berencana untuk mencurahkan semua yang telah kamu persiapkan?”

Cale telah mengatakannya berulang kali.

Cale mengatakan bahwa dia hanya berurusan dengan keluarga Hunter dan Dewa Absolut.

Bukan urusan Cale mengenai masalah Dunia Dewa atau Dunia Iblis.

Tidak ada alasan untuk membebani diri Cale dengan hal itu.

Itulah sebabnya Cale mampu menjawab tanpa ragu kali ini juga.

“Ya.”

“Hmm!”

Dan Steinsen menelan ludah.

Kalau saja Steinsen tidak melakukan itu, dia tidak akan bisa menyembunyikan sensasi yang mengalir deras di sekujur tubuhnya.

Gambaran.

Sebuah piring besar dibentangkan.

Dunia Iblis.

Musuh.

Dewa Absolut.

Seorang manusia mencoba memanipulasi semua makhluk hebat ini beserta kekuatan pendukungnya sesuai keinginannya.

Makhluk-makhluk hebat itu melengkapi gambarannya tanpa mereka mengetahui adanya manusia seperti itu.

Dan akhirnya, manusia itu berhasil mengurangi jumlah musuh yang sangat besar dan dahsyat ke tingkat yang layak untuk ditaklukkan.

“Whoaa.”

Serius, Steinsen tidak bisa menahan diri untuk tidak menggigil.

“Tetapi.”

Cale diam-diam menambahkan satu hal lagi pada kata-kata Kaisar.

“Para Hunter juga akan dibagi menjadi dua.”

“...Eh?”

“Saat pahlawan itu benar-benar muncul, Transparent Blood tidak akan terlalu peduli dengan New World seperti yang kau kira.”

“Ah!”

Steinsen akhirnya bangkit.

“Masalah internal!”

“Ya.”

Presiden telah menyatakan perang terhadap Transparent, mempertaruhkan sisa masa jabatannya dan segalanya.

“Ya. Keluarga Transparent Blood merupakan ancaman yang lebih besar bagi kita dibandingkan keluarga Fived Colored Blood!”

Karena Transparent Group, Transparent Inc. adalah satu-satunya entitas yang dapat memberlakukan pembatasan pada sistem.

Operator RMPAG!

“Jika mereka tidak punya waktu untuk memikirkan permainan karena masalah di Bumi 3….”

Sementara itu, jika mereka bangkit dan menghadapi Dewa Absolut dan Fived Colored Blood—

“….Itu mungkin.”

Steinsen bisa menyelamatkan RMPAG.

Dia bisa melindungi seluruh New World ini.

Tatapan Steinsen bertemu dengan mata coklat gelap Cale.

‘...Pria yang menakutkan.’

Itulah satu-satunya hal yang terlintas dalam pikiran Steinsen.

****

Pada saat itu, Alberu menahan perasaan tidak nyaman yang tidak dapat dijelaskan dan menurunkan tangan yang membelai bagian belakang kepalanya.

Dan Alberu menyelesaikan apa yang harus dia lakukan.

Klik. Klik. Klik.

Pada saat itu, Alberu tiba-tiba merasakan hawa dingin di belakangnya dan segera berbalik.

“!!!”

Di sana, Clopeh Sekka berdiri di ambang pintu sembari tersenyum.

Clopeh perlahan mendekati Alberu, yang benar-benar terkejut.

Clopeh duduk di samping Alberu di kursi dan bertanya kepadanya dengan penuh kasih sayang.

“Apakah kamu bekerja dengan baik di kolom komentar?”

“Hah? Hah. Apa. Hm.”

Alberu membuka jendela tembus pandang itu.

Itu adalah komunitas resmi yang Alberu akses dalam permainan.

Di dalam gereja, ada koneksi internet ke dunia luar, yang memungkinkan pengunggahan video secara real-time.

Alberu saat ini sedang mengerjakan komentar pada ‘Video Upacara Kelahiran Eden Miru’.

“Fufufu~”

Clopeh tertawa, dan Alberu berhenti.

“Aku mempercayaimu.”

“Hmph.”

Alberu hanya mendengus.

Clopeh, yang menatap wajah canggung, terbebani, dan gugup yang dapat dilihat siapa pun, hanya tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya.

“Kalau begitu aku akan pergi sekarang.”

Clopeh menyapa Alberu dengan sopan dan menuju pintu masuk ruangan.

Alberu menatap Clopeh seperti itu, lalu menoleh dan melihat komentar yang ditinggalkannya.

============

=>Naga Cahaya. Mengapa naga yang menyimpan cahaya itu jahat? Dan mengapa dia merupakan kejahatan suci?

=>Bukankah segala sesuatunya berjalan aneh dan salah?

============

Ini adalah komentar yang ditinggalkan berdasarkan arahan yang diberikan Clopeh.

Selain Alberu, Choi Seon Hee dan Rosalyn juga berpartisipasi dalam pekerjaan ini.

Alberu memperhatikan reaksinya.

=============

=>Hm? Ini sungguh agak aneh. Tidak, mengapa bos 7th Evils sebelumnya tiba-tiba menghilang, dan mengapa Naga Cahaya itu tidak menjadi gila?

=>Kalau dilihat dari videonya, sepertinya dia dilahirkan dengan sangat sakral? Bukankah itu jadi seperti kelahiran seorang pahlawan yang mengalahkan kegelapan (awan merah) dan memancarkan cahaya (aurora), bukannya Raja Iblis?

=>8th Evils itu sendiri pada awalnya adalah rahasia. Tetapi mengapa informasi ini bocor? Tetapi apakah operator akan mengungkap 8th Evils tersebut?

=>Apakah ada episode baru yang akan keluar? Atau misi baru berskala besar?

============

“….Ini akan mengalir dengan aneh.”

“Hmm.”

Alberu berpikir sejenak.

Matanya terus menatap kata ‘cahaya.’

Klik. Klik. Kli.

Dia meninggalkan pesan pada komunitas.

============

=>Tetapi bukankah sesuatu terjadi di Gereja Dewa Matahari beberapa waktu yang lalu?

=>Apakah itu Dewa Kekacauan atau ada kekuatan aneh yang muncul?

=>Dan sekarang ada 8th Evils yang berhubungan dengan cahaya? Bukankah itu aneh??

=>Tampaknya ada sesuatu yang terjadi, apa pun kubunya, mereka yang akan mengubah banyak hal.

=>Matahari, cahaya. Tidakkah itu terlihat sangat berhubungan?

===========

Itu adalah penyebutan tiba-tiba tentang Dewa Matahari, tapi—

Alberu melirik Pedang Matahari dan berkata.

“Ya. Aku perlu membuat piring untuk diriku sendiri.”

Pahlawan.

Haruskah Alberu melakukan beberapa persiapan untuk ini?

Pahlawan tidak bisa muncul begitu saja entah dari mana pun.

Bukankah seharusnya Alberu membuat pembenaran bagi para pahlawan untuk muncul, seperti Eden Miru?

Dari segi keterampilan.

Sementara itu, Clopeh dengan hati-hati menutup pintu dan menuju ruang kerjanya.

“Hoo hoo hoo.”

Clopeh tiba di ruang belajar dan berdiri di dekat jendela.

Dia dapat melihat ladang hijau di kejauhan.

Bagi siapa pun yang melihatnya, tempat ini tidak tampak seperti tanah para bos 7th Evils.

Itu hanya menyegarkan dan indah.

“Ya. Itu indah.”

Clopeh Sekka.

Dia sedang menciptakan sebuah legenda.

“...Eden Miru. Dia tidak boleh tetap menjadi jahat semata.”

Namun ini bukanlah legenda bagi Eden Miru.

Eden Miru ini juga hanya sebuah proses.

“Meskipun kejahatan dan kebaikan dunia saling bertentangan.”

Namun demikian—

“Ketika musuh mengancam dunia, pada akhirnya kita harus berjuang bersama untuk melindungi tanah ini.”

Karena ini masalah bertahan hidup, bukan kebaikan versus kejahatan.

“Cale-nim.”

Clopeh bersenandung, memikirkan tuannya yang pasti masih bekerja keras di suatu tempat.

“Aku tahu apa yang kamu gambar.”

Kuasai 8th Evils melalui Kerajaan Kegelapan.

Dengan mengambil alih Kerajaan Lan dan lainnya, ia menciptakan wilayah baru.

Terakhir.

“Netralkan.”

Ahn Roh Man dan Alberu Crossman.

Yang satu adalah Raja Bumi 3

Yang satu adalah Kaisar baru Dunia Baru.

“Baik, jahat, netral.”

Kekuatan yang selalu ada di satu dunia.

“Tanah ini, dunia ini, yang mencakup semua itu. Dan kamu bermaksud mengalahkan musuh yang bahkan mengancam dunia kita.”

Clopeh dapat melihat apa yang ingin Cale lakukan.

“Jalan yang kamu tempuh.”

Jalan yang sulit itu.

“Jalan itu tidak boleh dirusak.”

Legenda selalu menjadi kenyataan.

Clope Sekka.

Dia menciptakan benih yang disebut Eden Miru sebagai persiapan saat 8th Evils dan berbagai Kerajaan akan bersatu.

“Cale-nim. Aku akan menyingkirkan batu-batu dari jalan yang telah kau buat.”

Semangat membara menyala di mata Clopeh Sekka.

Mata hijau bagaikan padang rumput bersinar lebih terang dari sebelumnya.

Cale Henituse.

Alberu Crossman.

Clopeh Sekka.

Meskipun mereka tidak melakukan percakapan langsung yang sebenarnya satu sama lain, mereka masing-masing mempersiapkan diri untuk satu gambar.

***

“Hatchu!”

Cale tiba-tiba mulai bersin dan merasakan hawa dingin di tengkuknya.

“Apakah kamu baik-baik saja?”

“Ya, Yang Mulia.”

Cale tersenyum lembut saat menjawab.

“Hmm.”

Raja Lan Tamahi.

Cale telah kembali ke Kerajaan Lan.

Wanderer So Hee akan dipercayakan kepada Kaisar Steinsen dari Kekaisaran Timur, dan Choi Han akan tetap tinggal dan mengawasinya sampai akhir.

Cale membenarkan hal ini dan segera kembali ke Kerajaan Lan.

“Ini berbeda dari rencana semula, tapi aku merasa lega kau datang.”

Raja Tamahi menunjuk ke satu sisi.

“Berdiri saja di sana, di samping penjaga.”

“Ya.”

Cale berjalan mendekati pelayan dan membungkuk sopan.

“Aku menantikannya.”

“Hm. Tidak. Aku akan melakukannya sekarang juga.”

“Ya.”

Seorang pelayan yang hampir tua. Cale tersenyum seolah dia menyukai apa yang dikatakannya dengan tegas.

“Hae Il. Apakah itu cocok untuk nama itu?”

“Ya, Yang Mulia.”

“Ya. Maka pada hari ini juga engkau akan menjadi pelayanku dan bekerja di bawah naunganku. Apakah kamu mengerti?”

“Ya, Yang Mulia.”

Cale, dengan rambut hitam, mengenakan seragam pelayan dan tersenyum licik.

Namun, separuh wajahnya terbalut perban erat-erat.

Bendahara dan Raja Tamahi merasa tak nyaman dengan senyuman itu, namun segera ekspresi mereka mengeras dan tubuh mereka menjadi tegang saat melihat kemunculan Penasihat Raja Charun.

“….Wanderer telah tiba.”

Wanderer So Hee.

Dan Prince Consort Hinpa, pemimpin Gereja Dewa Kekacauan.

Seorang Wanderer baru telah datang diam-diam ke Kerajaan Lan.

“Fiuh.”

Raja Tamahi menghembuskan napas dan membuka mulutnya sebelum menuju ke lokasi yang dipersiapkan secara rahasia.

“Sang Naga. Aku akan memperkenalkan kamu sebagai kapten pengawal.”

Cale tidak datang sendirian.

Wanderer yang baru.

Karena Cale tidak dapat mengetahui siapa orangnya.

‘Aku harus memanggil naga yang kuat.’

Pandangan Cale tertuju pada pria berambut hitam yang berdiri di posisi kapten pengawal Tamahi.

Seekor naga dengan rambut yang berbeda dari biasanya.

-Selalu ada masalah baru ketika kamu memanggil dengan mendesak.

Cale berjalan menuju ke arah naga Eruhaben.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Eruhaben mengambil peran sebagai ksatria pendamping, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Cale mengambil peran sebagai pelayan.

‘Aku harus membuat Dewa Kekacauan melawan para Wanderer!’

Cale memperkuat tekad dia.

“Pfftt.”

Cale tidak dapat menahan tawanya.

“......”

Naga Kuno Eruhaben menatap Cale dengan ekspresi agak tidak senang, tetapi mata Cale sibuk memikirkan bagaimana dia akan memukul bagian belakang kepala para Wanderer itu, jadi ekspresinya tidak muncul di matanya.

Naga Eruhaben berpikir.

‘Dia senang.’

Seperti yang dikatakannya, Cale sangat bersemangat.

Karena Cale sedang berpikir untuk benar-benar membuat masalah dan memukul bagian belakang kepala seseorang setelah sekian lama.

 

Catatan Penulis

Salam, ini Yoo Ryeo Han.

Ini sudah bab ke-400!

Ini tidak mungkin terjadi!

Mungkin karena aku punya firasat bahwa ini akan terjadi, tetapi aku berpikir, 'Jika aku melakukan itu, maka itu akan terjadi!' Hahaha!

Akhir-akhir ini, aku menganggap Cale dan semua orang di serial ini sebagai rekan kerjaku.

Mungkin karena kami sudah bersama sejak lama, tetapi karena mereka adalah orang-orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersamaku dalam kehidupan sehari-hari, keinginanku untuk mengakhiri cerita ini sebaik mungkin semakin kuat.

Dan aku ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua yang telah bersamaku sejauh ini.

Aku ingin melakukan yang terbaik untuk menunjukkan kepada kalian akhir dari cerita ini yang akan datang suatu hari nanti. Aku dengan tulus melakukannya.

Tetapi, kalian tahu… Kapan cerita ini akan berakhir?  Hahaha!

Terima kasih karena selalu bersamaku. Dan aku meminta dukungan kalian yang berkelanjutan.

-Yoo Ryeo Han

 

Nunaaluuu Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review