Ep. 82 - Outer God

Ch 432: Ep. 82 - Outer God, I

Para Konstelasi yang sedang menyerbu mendadak terpaku begitu membaca kartu judul yang muncul di udara.

“...Apa-apaan episode ini? Dia ‘tidak menyembunyikan kekuatannya’? Apa?”

“Udah, gak usah komentar. Bunuh aja!”

Aku menghela napas panjang sambil menatap semua senjata yang teracung ke arahku.

…Sialan kau, Han Sooyoung.

Jadi beginilah rasanya semua karakter selama ini?
Dipaksa ikut plot yang disusun penulis, tak bisa lari dari rintangan yang mesti dilalui. Yoo Joonghyuk selama puluhan ribu tahun melewati hidup seperti itu.

Kalau aku punya satu keuntungan dibanding dia, itu adalah… aku tahu siapa penulis skenario ini.

Swoooosh!

Dua serangan aura pedang menebas udara tepat di depanku. Aku menghindar ringan sambil melangkah santai dan bergumam dalam hati.

Aku pernah diskusi soal ini dengan Han Sooyoung dulu.

— Ada dua tipe penulis. Pertama, tipe rajin yang rencanain semua plot.
— Dan kedua, gadis jenius nan cantik yang nulis pakai rasa tanpa perencanaan.
— Oh? Kamu tipe mana?
— Hei, dasar bodoh. Masa harus kuterangin?

Jadi, skenario ini ditulis oleh tipe jenius-mengandalkan-feeling, ya?

[Judge ‘Meihouwang’ sedang menyiapkan bir.]
[Judge ‘Bimawen’ sedang menyeduh kopi drip.]

Ah, jadi gitu ya. Mau bikin aku menderita demi kesenangan pembaca mainstream?

Aku mendongak dan mendesis pelan.
“Hey. Ini kan kerja sama, ingat?”

[Scenario Master memiringkan kepala, bingung.]

Walaupun reaksinya begitu, Han Sooyoung pasti paham maksudku. Sementara itu, para Konstelasi mulai mengepung.

“Kau naik bus sampai sini, waktunya keluar panggung.”

Keluar panggung? Dari mana mereka belajar bahasa sadis begitu?
“Kita lihat saja siapa yang keluar duluan.”

Aku tidak boleh pakai [Electrification], [Way of the Wind], atau Unbroken Faith.
Tak boleh ada yang tahu aku Kim Dokja.

Tapi melawan NPC rendahan ini?
Tak perlu itu semua.

Tsu-chuchuchu—

Karena aku adalah Sun Wukong.

[Judge ‘Prisoner of the Golden Headband’ mengangguk puas.]
[Kamu diizinkan memakai sebagian Stigma ‘Prisoner of the Golden Headband’.]

Kalau Constellation biasa, nahan stigma begini sudah KO.
Tapi aku? Aku Constellation kelas narrative dengan tiga Giant Story.

Kugugugugu—

Bukan onomatope buatan; itu petir asli. Aku mencabut segenggam rambut, meniupnya.

[Stigma ‘Body Outside Body Magic’ aktif!]

Teknik tiruan tubuh.
Versi Sun Wukong dari Avatar.

“W-apa ini?!”

“Kuwaaaahk!”

Ratusan klon Sun Wukong muncul mendadak dan hajar para Konstelasi sampai gepeng.
Di atas kepala klon, gelembung dialog muncul:

(“Demon King of Salvation!”)
(“Tidak akan!”)
(“Menahan diri!”)

…Naratornya lupa perannya.

Tsu-chuchuchu—

Baru pakai satu skill saja tubuhku sudah protes. Luka lama belum sembuh.

Serius, kenapa Yoo Joonghyuk belum keluar dari kabut?!

[Pemulihan Incarnation Body tertunda!]
[Kondisi tubuh memburuk!]

Aku menatap kabut, pura-pura santai. Sun Wukong pensiunan harus terlihat keren.
Dan aku harus tetap menahan diri.

⟪Kim Dokja berpikir: ‘Aku Yoo Joonghyuk.’⟫

Aku gigit bibir, meniru wajah paling keren yang kukenal.

“Hmph… mundur! Ayo kita tarik diri!”

Konstelasi panik dan kabur.

[Banyak Player meninggalkan skenario!]

Yang tersisa hanya ‘kulit’ kosong milik NPC.

“Euh… euh…”

Tapi bahkan kulit ini punya ego—mereka Yogoe figuran.

Dadaku tiba-tiba berdenyut kacau.

[Chaos bergolak dalam hatimu.]
[Transformasi Outer God makin cepat.]
[Stigma ‘Fiery Golden Eyes’ aktif paksa!]

Dunia memerah.
Wujud asli mereka tampak.

[DimanaIniDimanaIniDimanaIni]
[AaaahAaaahAaaah]
[LagiLagiLagi]

Mereka… bukan manusia. Bukan Yogoe biasa.
Aku sudah lihat tipe ini di Isle of Reincarnators.

Makhluk sekali pakai — dikorbankan agar cerita ini punya “Probability”.

Siapa yang tega lakukan ini?

⟪Beberapa Nebula memelihara kulit-kulit bekas Old Beings untuk dijadikan korban Probability⟫

…Dan Nebula mana yang lakukan itu?

<Emperor>?

[Pilgrim Sun, berhenti!]

Sebuah dewa Tao turun. Mungkin Lingji Bodhisattva, atau apa lah. Nama mereka seragam semua.

[Mereka adalah binatang yang minum minyak suci! Tolong maafkan dan serahkan pada kami…]

Ah. Jadi ini sumber daya mereka.
Bahan bakar cerita.

[+5 poin karena sesuai cerita asli]
[Judge Meihouwang menguap.]

Tentu.
Dalam versi asli, setiap Yogoe yang kalah dibawa pulang dewa.

Tapi…

[SiapaAkuSiapaAkuSiapaAku]

…apa makna hidup mereka?

[Judge ‘Golden Headband’ menatapmu bingung]

Bodhisattva mengulang, gugup.

[...Kau izinkan aku membawa mereka, ya?]

Narasi mulai menyela —

(Sun Wukong mengangguk dan—)

“Aku tidak izinkan.”

(—mengatakan tidak bisa.)

Aku merasakan tatapan marah Scenario Master.

Bodhisattva melotot.

[...Apa?]

“Kalian bahkan tidak merawat mereka.”

[Ap-apa maksudmu?!]

“Kalian jadikan mereka figuran untuk chamber lain.”

[Semua Judge fokus.]

[Itu hanya Yogoe rendahan! Kau mengejar tujuan mulia, jadi kenapa peduli makhluk tak berguna—]

“Mereka juga menjalani skenario.
Katanya kalian mengejar pencerahan, kebenaran alam semesta? Tapi hidup yang bukan manusia saja tidak kalian hargai?”

Aku ingat Han Sooyoung.
Dia belum sempat menulis ending-nya, kan?

Kalau begitu… aku bantu.

“Aku akan bawa mereka.”

Bodhisattva ternganga. Yogoe pun bingung.

[+150 poin]
[Tema cerita BERUBAH]
[Benih Giant Story mulai tumbuh]
[Progress Outer God Giant Story: 0.0003%]

…0.0003%??

Bahkan udara pun mengejek.

Bodhisattva murka.

[Kau pikir dirimu Pilgrim Sun asli?!]

Status ilahi menukik.

Dan—

“Hey. Kamu sadar nggak, suara kamu barusan kayak Dokja ahjussi?”

Petir terbelah.

Kabut lenyap.
Yoo Joonghyuk berdiri di depanku, pedang mengarah ke langit.

“Aku hanya bilang sekali. Minggir.”

Bodhisattva panik dan kabur seperti kecoa kena lampu.

Yoo Joonghyuk lalu membalikkan pedang ke arahku.

“Sudah kubilang, kalau kau bikin masalah, aku bunuh.”

“...Maaf.”

“Aku sudah membantai Yellow Wind Demon King.”

“...Selamat.”

Aku menolong Yogoe yang tersisa.

Mereka mendekat… lalu kabur seperti anak anjing liar.
Dari balik pohon, mereka mengintipku.

[Beberapa Yogoe yang ditinggalkan kini mengikutimu.]

Yoo Joonghyuk menatap tajam.

“Itu tidak ada gunanya.”

“Aku tahu.”

“Mereka akan kembali dipakai, lupa semuanya.”

“Aku tahu.”

“Kalau mereka lupa—apa mereka juga lupa rasa sakit?”

Pandangan kami bertemu.
Wajahnya penuh luka baru.

“Kau…”

Sebelum dia sempat bicara, dua sosok kecil berlari mendekat.

Dan—satu lagi orang.

Suara berisik memenuhi udara.

“Seperti dugaan! Gur— eh, maksudku, Sunbae! Kamu keren banget!
Ajari aku teknik tadi!”

Hatiku sakit hanya mendengar suaranya.

Ah.
Jadi kau Sha Wujing kita.

[Player 2 ‘Lee Jihye’-nim telah bergabung!]

“Yo~ Sun Wukong. Mulutmu makin besar ya?”

Lee Jihye pukul bahuku sambil nyengir, lalu—

Gelap.

Tubuhku lunglai. Jihye buru-buru menopangku.

[Damage tubuh parah!]
[Outer God rate: 71%]

…Sepertinya hari-hariku yang tenang sudah hampir habis.


⟪“Aku akan bawa mereka.”⟫

Lemon candy Han Sooyoung jatuh.
Dia menatap layar.

Daftar peran:

  • Yoo Joonghyuk — Zhu Bajie

  • Lee Jihye — Sha Wujing

  • Lee Gilyoung — Tang Sanzang

  • Player 8 — Watcher of Light and Darkness (Sun Wukong)

Dia menatap itu lama, lalu—

“…HAHA. Sial.”

Lee Sookyung melirik.
“Kamu… jadi Black Flame Dragon lagi?”

“Bukan. Aku Han Sooyoung.”
Diam sebentar.
“…Han Sooyoung yang tolol.”

Notifikasi membanjir:

[Deklarasi disambut audience]
[+Poin untuk ‘twist klise’]
[Ranking chamber: 25]

“Dasar sombong. Siapa yang minta bantu?”

Tapi ujung jarinya mengetik dengan semangat baru.

“Menjadi nomor satu… itu keahlianku, idiot.”

Ch 433: Ep. 82 - Outer God, II

Kepahitan—mirip kaldu ginseng merah yang direbus lama—menyebar di mulutku. Tanpa sadar aku mengecap bibir, dan suara familiar terdengar di telingaku.

“Uh? Kayaknya dia bangun. Tetesin ini juga.”

Seseorang menahan paksa kelopak mataku, lalu menetesi bola mataku dengan cairan seperti obat tetes. Sensasi dingin meledak ke seluruh saraf, membuat kesadaranku kembali seketika.

[Berkat mengonsumsi jenis eliksir baru, pemulihan Incarnation Body-mu meningkat pesat.]

Penglihatanku pulih. Aku sadar sedang disandarkan di perut seekor kuda. Tepatnya, White Dragon Horse—Chimera Dragon—milik Tang Sanzang mengembik kesal sambil menatapku tajam.

“Oh! Dia bangun!”

Wajah Lee Gilyoung dan Shin Yoosung langsung berseri. Lee Jihye—yang baru saja memaksa membuka mataku—ikut menyeringai.

“Hei, gimana nanti kalau kamu naik bus aja sudah tumbang begini?”

“Hm-hm. Kau kan harus melayani Sunbae-mu, gak bisa rapuh begini dong.”

Anak itu berkacak pinggang sambil pura-pura batuk ala orang tua. Aku tersenyum kecut, mencoba bangun, dan Shin Yoosung buru-buru menopangku.

“Kau beneran gak apa-apa? Tiba-tiba pingsan tadi...”

“Sudah mendingan. Thanks. Ngomong-ngomong, eliksir ini...”

Botol-botol kosong berserakan di sekelilingku. Ada beberapa yang tidak kukenal, tapi ada satu yang kuingat betul—

Botol merah berisi tetes mata: ‘Three Flowers and Nine Fruits Sap’ (三花九子膏).
Harta dari Yellow Wind Demon King.

“...Kalian pakai ini buatku?”

Untuk sepersekian detik, wajah Shin Yoosung tersenyum mirip Yoo Sangah.

Three Flowers and Nine Fruits Sap—hanya meneteskan ke mata sudah memulihkan energi dan memperluas penglihatan.

[Sebagian hakim puas karena kesetiaan pada cerita asli!]
[+10 poin!]

Dalam cerita asli, Sun Wukong yang memakai ini.
Mereka menghabiskan item berharga… untukku.
Entah kenapa, aku merasa bersalah.

Tapi rasa bersalah itu hilang ketika aku sadar lenganku dicekik.

“Tubuhmu sama lemahnya kayak bajingan itu. Apa-apaan kondisi Incarnation Body-mu?”

Yoo Joonghyuk mencengkeram pergelangan tanganku cukup kuat untuk meledakkannya, sambil mengecek denyut nadi. Right — setelah Lee Seolhwa, dia yang punya skill medis terbaik.

Dia berkerut tajam.

“Pembuluh darah di organ dalammu hancur total. Keajaiban kau masih bisa ikut skenario.”

“...Begitu ya.”

“Jarang lihat Constellation rusak begini. Dikejar siapa kau?”

Aku meliriknya, kaget.
Dia tidak mungkin bertanya karena peduli.

Tangannya yang lain menggenggam Black Heavenly Demon Sword, siap menebas leherku kalau perlu.

“Bukan karena dikejar. Aku cuma buru-buru masuk Giant Story ini sebelum tubuhku pulih.”

“Kalau kau jadi beban sedetik saja, langsung kubunuh.”
Dia melepaskan pergelangan tanganku seperti sampah.
“...Sayang eliksir.”

Dia pergi—duduk di batu, mulai memoles pedangnya lagi.

Lee Jihye mendekat sambil tertawa kecil.
“My Master—eh, bukan, Sunbae-ku keren banget, kan? Mulutnya begitu, tapi dia yang paling dulu usul pakai eliksir buatmu.”

...Yoo Joonghyuk yang bilang begitu?

Aku tidak mengerti. Bahkan kalau aku Kim Dokja sekalipun, dia... tidak akan—

— Dia tidak sedingin yang kau kira.

Suara dumpling [999] berbisik.

⟪“Masih percaya bisa memahami seseorang hanya dari beberapa paragraf?”⟫

Kalimat itu pernah ia ucapkan padaku.

Benar. Hidup seseorang jauh lebih besar dari cerita yang ditulis tentangnya.

⟪Yoo Joonghyuk selalu berdiri di belakang para rekannya.⟫

Dari regression ke-3, ke-4, ke-5… dia selalu melindungi dari kejauhan.
Selalu gagal.
Tetap berdiri.

Aku mungkin tidak akan pernah memahami kedalaman tekadnya—even kalau aku mati dan hidup lagi.

Shin Yoosung mendekatinya.

“Joonghyuk ajusshi.”

Dia menoleh malas. Yoosung menempelkan krim di pipinya.

“...Apa yang kau lakukan?”

“Diam. Bisa infeksi. Jangan gerak!”

“Tanpa ini pun—”

Dia seperti binatang buas yang geli.
Dan ketika—

“Seolhwa unnie bilang aku harus urus ini. Ajusshi mana mau mikirin beginian.”

Nama Lee Seolhwa keluar, bahunya langsung kaku. Akhirnya… dia duduk lagi, canggung.

“Sepuluh detik. Tidak lebih.”

Yoosung terkekeh, mengoles krim. Luka-lukanya sembuh cepat.
Seperti biasa, krim Seolhwa-nim adalah cheat item.

“Bubble, hiss...”

Aku menoleh. Lee Gilyoung menatap mereka seperti mata berkobar cemburu.
Dia berjalan tegap—

“HEY, Shin Yoosung!”

Yoo Joonghyuk & Yoosung menoleh serempak.
Lee Jihye di sampingku mengangguk puas. “Akhirnya sadar juga, Gilyoung-ah.”

[Judge ‘Sakyamuni’s Successor’ menikmati anak-anak Tang Sanzang.]
[+20 poin!]

Gilyoung gagap... lalu teriak, muka merah.

“Aku yang akan olesin salep Dokja hyung mulai sekarang!!”

Lalu bangga sekali.

“Jadi kau urus si bajingan gosong itu saja!”

Bam! Lee Jihye menampar kepalanya.
Dia jatuh tengkurap.

“KENAPA kau sebut nama Kim Dokja, dasar bego?!”

Dia diseret sambil dijewer.
Yoosung cuma menghela napas dan lanjut mengoles salep.

Yoo Joonghyuk menyentuh pipinya, salah tingkah.

⟪Kim Dokja menatap dengan senyum pelan.⟫

['The Fourth Wall' menebal.]
⟪Seolah-olah dia melihat sesuatu dari jauh.⟫

Smartphone di sakuku menulis sendiri.
Aku melihat mereka semua—

…mungkin saat itu, untuk pertama kalinya, aku—

⟪Kim Dokja mengambil keputusan.⟫


Transformasiku makin cepat: 71% → 75% → 80%…
Lalu berhenti di 85%.

Karena mereka menjagaku.

“Ini, makan ini. Dan ini.”

Seolah kebalikannya, mereka berprogress makin cepat.
Combo Yoo Joonghyuk + Lee Jihye? Brutal.

“Sunbae, di sana!”

“Di bawah.”

Murid-murid Breaking the Sky Swordsmanship, kompak bak napas satu tubuh.

[Progress Journey to the West: 43%]
[Ranking chamber: 21]

Yoosung melamun. “Seandainya Heewon unnie dan Hyunsung ajusshi bisa ikut...”

Hyunsung masih tidur—fase akhir Steel Transformation.
Heewon? Entah.

Sepertinya skenario selesai <10 hari.

Waktu berlalu nyaman:

[Progress: 64%]
[Ranking: 15]

Aku: tidur, makan, naik bus, ngobrol, eliksir.
Pipi terasa lebih chubby…

Dan tiga anak itu menatapku seperti… peternak lihat babi makmur.

“Hei! Makan ini lagi!”

“Saya bawakan ini.”

…Kenapa mereka bahagia sekali menggemukkan aku?

Lee Jihye tertawa.
“Katanya kalau gak dapat burung pegar, dapat ayam pun cukup. Intinya, senang lihatmu sehat. Kalau saja kita bisa kasih makan orang itu sebaik ini…”

Kami bertemu Han Myungoh berkali-kali (masih peran figuran profesional), lalu—

Seorang “Dewa gunung” muncul, rambut pirang, jenggot palsu.

[Hmm hmm. Aku roh gunung ini…]

Anak-anak serempak teriak—

“Hayoung unni!”

“Hayoung hyung!”

Ch 434: Ep. 82 - Outer God, III

[Uh-hum. Aku bukan Hayoung-atau-siapa-pun-itu, tapi hanya roh gunung yang keb—… Sial. Hei, Disciple Sun. Sini buruan, ambil eliksir ini.]

Roh gunung pirang itu langsung menyerah akting dan melambaiku.

Hal seperti ini memang sering terjadi di Journey to the West.

[Sebagian hakim mengeluh bahwa bagian seperti ini tidak perlu ditiru.]
[+1 poin.]

Roh random tiba-tiba muncul, bilang ini kehendak Buddha-nim, lalu bantu group.
Plot armor + kemudahan tingkat dewa berjalan tanpa malu.
Bahkan kadang aku pikir ini novel pertama yang genre-nya “semua keberuntungan dunia menumpuk pada satu tokoh”.

Aku membungkuk sopan.
“Terima kasih sudah selalu membantu kami.”

[…Aku cuma ngerjain ini karena disuruh.]
Mungkin tiba-tiba teringat seseorang, Jang Hayoung mendongak ke langit dengan ekspresi kesal.

[Kau beruntung saja… Andai aku tidak telat, peran ‘Demon King of Salvation’ pasti punyaku…]

Keluar itu kalimatnya… terlalu natural.
Jadi seharusnya peran ini jatuh ke Jang Hayoung, ya.

“Kenapa kamu mau ambil peran ini?”

Dia menatapku jauh, lalu tersenyum menyeringai.

[Obviously. Kamu gak ngerti betapa kerennya ‘Demon King of Salvation’.]

Aku berpikir sejenak, lalu menjawab penuh… cinta diri yang sangat tidak sehat.

“Aku juga suka ‘Demon King of Salvation’. Banyak.”

[Oh? Kamu tahu cerita dia?]

“Misalnya, gelarnya di Demon Realm — ‘Liberator of the Industrial Complex’.”

[Oho?]

Trigger-nya kepencet.
Jang Hayoung mulai menceritakan kisah panjangnya — dan kalau diringkas:

[Waktu itu aku menyelamatkan ‘Demon King of Salvation’ yang hampir mati. Ya jelas, aku yang nyelamatin dia. Fun kan? Enggak? Pokoknya kami bersumpah persaudaraan di bawah Root of Darkness, lalu kami berdua bareng-bareng membebaskan Industrial Complex dari cengkeraman Demon Duke, dan—!]

…Narasinya sebenarnya tepat.
Tapi kenapa terasa kayak aku lagi dipaksa dengerin novel fanfic dibacain langsung?

[Dan waktu itu Demon King of Salvation menatapku dengan mata sendu dan bilang, “Saudaraku, jadilah pedangku.”]

Aku benar-benar mempertimbangkan menghentikan fanon lore liar ini, tapi—
Pesan-pesan muncul duluan.

[Judge 'Prisoner of the Golden Headband' mengecam bualan roh gunung!]
[Judge 'Prisoner of the Golden Headband' menegaskan dia yang paling berjasa di Demon Realm!]
[Judge 'Meihouwang' menertawakan 'Prisoner'.]
[Banyak audience tertarik pada kisah Nebula <Kim Dokja's Company>.]

Sudah tidak jelas lagi ini Journey to the West atau Acara Reuni Absurd Kim Dokja’s Company.

Mungkin memang itu tujuan Han Sooyoung.

Semakin kuat “cerita” kami, makin kuat Giant Story yang kami rebut di remake ini.

[Story <Kim Dokja’s Company> menyebar lewat word-of-mouth.]

Bagus atau berbahaya? Entahlah.

Tak lama, Lee Jihye menguap lama.

“Haaah. Selesai ngomongnya gak sih? Berikan eliksirnya.”

[…Nih.]


Seminggu berlalu.

Kami mengalahkan Yogoe tak terhitung… dan menghadapi Konstelasi <Emperor> yang datang mau tarik mereka pulang.

[Para Yogoe yang kau taklukkan itu makhluk yang kubesarkan di ha—]

“Pergi.”

Yoo Joonghyuk menendang mereka pergi lebih dulu dariku.

Para Konstelasi <Emperor> memilih mundur — jelas malas berurusan dengan “Supreme King” Zhu Bajie.

[Outer God transformation: 95%]
[Laju transformasi melambat.]

Tubuhku tidak makin rusak cepat.
Sebaliknya, progress rombongan kami gila cepat.

[Progress Journey to the West: 94%]

Sudah menembus 90% akhirnya.

Lee Jihye terengah.

“Hahh… capek banget hari ini.”

“Memang melelahkan.”

“Apa yang melelahkan? Kamu cuma naik bus!”

Aku abaikan komentarnya dan cek ranking.

[Ranking chamber: 4]
[Score: 21,912]

Kurang dari 10 hari dan kami sudah menyalip chamber-chamber berbintang.

[Ranking pertama: Real Journey to the West.]
[Score: 30,408]

Kecepatan kami… bisa menyusul Fei Hu.

Tapi belum waktunya pesta.
Pemenang final ditentukan dari vote dan pendapat hakim.

Bintang di langit berkedip — para Constellation menonton diam-diam.

[Sebagian audience memendam permusuhan.]

<Emperor> pasti memperhatikan.

⟪Kebanggaan mereka terhadap Giant Story mereka luar biasa.⟫

Mereka tidak akan rela Giant Story jatuh ke Nebula kecil macam kami.

Terlebih… alasan kuat lain:

“Banyak juga ya mereka.”

Kelompok Yogoe yang mengikuti kami menjadi… pasukan.
Membentang sejauh mata memandang.

[Perjanjian dengan Wenny King berlangsung.]
[Target: Shares Outer God > 30%.]
[Saat ini: 15.772%.]

Sudah kubantu sebanyak itu, tapi baru 15%...

Masalahnya jelas: mereka tetap figuran.
Belum jadi aktor utama.

Audience baru melirik karena situasi absurd ini.

[Audience kagum ‘Ziarah Besar’.]
[Sebagian hakim mempertimbangkan lahirnya ‘Journey to the West’ baru.]
[Sebagian resah karena “penyimpangan”.]

Mereka bahkan menamai ini: The Pilgrimage.

Yogoe mengikut ke India untuk… menemukan diri.

Publik suka.

[Thread rekomendasi: “Zhu Bajie keren, Tang Sanzang imut, Sun Wukong lembut.”]
Penulis: uri9158

[“Sebenarnya protagonis Journey to the West adalah Yogoe.”]
Penulis: Non-Mass Production Maker

…Nama-nama penulisnya terasa familiar. Pasti cuma kebetulan.

Yoosung menoleh lagi.

“Mereka masih ikut…”

Dia akhirnya menyentuh salah satu Yogoe kecil seperti anak anjing.

“Halo?”

Yogoe menggosokkan hidung ke tangannya.

[SohangatSohangatSohangat]

Mereka bukan monster; mereka makhluk yang dibuang.
Tersesat di luar skenario.

Yoosung menatap mereka serius.

[NamaNamaNamaNama] [YoosungYoosungYoosung]

“…Kamu nggak takut?”

“Tidak. Semakin lama aku lihat, semakin… lucu.”

Tentakel kecil menyentuh punggung tangannya seperti rumput foxtail.

“…Soalnya ada seseorang yang aku suka pernah muncul seperti ini.”

Tusukan dingin menembus kepalaku.

[Omniscient Reader’s Viewpoint Lv.2 aktif paksa.]
⟪Mungkin… kali ini dia ada di sini.⟫

Aku menggigit bibir.
Jangan berharap, Yoosung.

Tiba-tiba suara menggelegar:

[Notifikasi untuk semua Constellation dalam skenario.]

Langit bergetar.
Para Yogoe mendongak ketakutan.

[MerekaDatangMerekaDatangMerekaDatang]

Seekor Great Dokkaebi transparan muncul di langit.

[Journey to the West Remake mendekati akhir. Point gap terlalu jauh. Banyak Constellation mulai menyerah.]

Nada pembukanya sudah mencurigakan.

[Star Stream memberi kesempatan adil. Belut bisa jadi naga, naga bisa jatuh ke tanah.]

Sekilas, dia menoleh… arah kami.

[Jadi, kita tidak akan akhiri begini saja.]

“Eh? Ada apa?!”

Cahaya meledak.
Kami — dan seluruh Yogoe — dipindahkan ke tepi sungai besar.

[Story chamber dikonsolidasi!]
['Aku Jadi Sun Wukong SSSSS Pensiun' disatukan ke Giant Story.]

(Sun Wukong tahu sungai ini.)
(Tepi barat Sungai Tongtian. Rintangan terakhir sebelum India.)

Great Dokkaebi tertawa.

[Pemenang tidak diputus dari angka saja. Yang penting… cerita siapa lebih kuat.]

Pilar cahaya bermunculan.
Tim lain muncul satu per satu.

[421st chamber digabung!]
['Sun Wukong-ku rusak sejak awal'.]

Sun Wukong, Tang Sanzang, Zhu Bajie, Sha Wujing, White Dragon Horse…
Satu tim lain.

“Siapa itu?!” Lee Gilyoung panik.

[7133rd chamber digabung!]
['Kupikir aku Sun Wukong, ternyata aku monyet biasa’.]

[6523rd chamber digabung!]
['Omniscient Sun Wukong Ruyi Bang’s Viewpoint’.]

Ratusan Sun Wukong bermunculan.
Lemah, sedang, sampai mengerikan.

[1st chamber digabung!]
['Real Journey to the West'.]

Yang itu—
Mereka monster level Constellation elit puncak.

Sun Wukong nomor satu menatap kami dengan api biru di matanya.

Ya.
Sudah kuduga.

<Emperor> tidak akan biarkan kami menang damai.

[Hakim khawatir keselamatanmu.]
[Prisoner marah keras.]
[Bimawen ingin tahu akhir cerita.]
[Meihouwang memerintah: hancurkan semuanya.]

Update skenario muncul.

[Final event Journey to the West Remake dimulai sekarang.]

Ch 435: Ep. 82 - Outer God, IV

[Final event dari ‘Journey to the West Remake’ dimulai sekarang.]

Jung Heewon menggigit bibir mendengar suara dari panel di udara. Dia ingin berada di sana. Bersama mereka. Bertarung di sisi para rekannya.

“…Hyunsung-ssi.”

Namun ia tak bisa. Karena pria yang terbaring di ranjang rumah sakit itu.

Lee Hyunsung. Tubuhnya diselubungi baja dari kepala hingga kaki. Tanpa detak jantung sedikit pun.

Ia belum pulih dari luka Great War of Saints and Demons.

Cermin di samping ranjang memantulkan rambut Jung Heewon — setengahnya kini berwarna perak. Sisa luka perang itu.

— Istirahat dulu. Aku belum punya peran untukmu.

Dia tahu, itu cara Han Sooyoung… dan rekan-rekannya… melindunginya.

Terlalu banyak luka. Tubuh, dan jiwa.
Gagal menyelamatkan Kim Dokja lagi.
Pria yang melindunginya kini koma.

Pedang kesayangannya, Sword of Judgement, tergeletak di sudut ranjang, bergetar pelan.

Pedang itu hanya bergetar bila kejahatan dekat.
Hadiah dari Kim Dokja.
Ujungnya menunjuk ke panel.

Seakan mengerti tempat ia seharusnya berada bukan di sini.

Jung Heewon meraih gagangnya perlahan, menenangkannya.

[Constellation, ‘Demon-like Judge of Fire’, menatap Incarnation-nya tanpa daya.]

Setelah perang itu, <Eden> dan Demon Realm hancur.
Archangel gugur. Demon King mati.
Keadilan yang ia percayai tidak ada di sana lagi.

Namun ia tetap harus mengayunkan pedangnya.

Lalu— ia merasakan gerakan halus.

“Hyunsung-ssi!”

Entah kapan, Lee Hyunsung membuka mata. Menatap panel di udara. Bibirnya bergerak, berusaha bicara.

“…Maaf?”

Ia mencondongkan tubuh — namun tak ada suara.
Gerakan bibir itu… pelan-pelan terbaca.

Jangan.
Kalah.
Lagi.

Tangan Jung Heewon terkepal kuat. Emosi membakar kembali. Kenapa Hyunsung masih berpikir begitu? Meski tubuhnya… hancur seperti ini.

Ia hendak menggenggam tangannya—

Tiba-tiba tubuh Lee Hyunsung memancarkan cahaya perak. Menyusut. Menjadi…

Sebuah pedang.

“Apa—?!”

Kaget, ia menjatuhkannya.
Pedang itu — Steel Sword Lee Hyunsung — gemetar, dan… menangis lirih di atas ranjang rumah sakit.

Seolah itu satu-satunya hal yang bisa ia lakukan.

Jung Heewon terduduk, menunduk. Berbisik:

“Apa yang sedang kau coba lakukan…”

Pintu terbuka keras.

Di sana — Han Sooyoung. Padahal ia harusnya sedang jadi Scenario Master.

“Jung Heewon.”

Jantung Heewon berdegup cepat.
Pedang baja di ranjang ikut bergetar.

Ia tahu perasaan baja itu.

Semua orang punya cara masing-masing untuk bertahan melawan dunia.

Ia mengulurkan tangan, menggenggam gagang pedang baja itu, lalu berkata tegas:

“Seo— Sooyoung-ah. Kau punya peran untukku, kan?”


Suara Great Dokkaebi menggema, dan jendela skenario muncul.

[Linked Main Scenario dimulai!]
<Main Scenario #95 – Owner of the Journey to the West>
Tipe: Main
Kesulitan: Tidak terukur
Kondisi Clear: Menembus gerombolan Yogoe dan merebut ⸢Sacred Texts⸥ di seberang Sungai Tongtian
Limit waktu: 2 jam
Reward: Giant Story terkait Journey to the West, 5.000.000 Coin, ???
Failure: —
Hidden piece ada di skenario ini.

Air Sungai Tongtian tiba-tiba naik — tsunami menyapu kami.

Teriakan Yogoe menggema, memenuhi udara.

[BunuhmerekaBunuhmereka]
[Aaaahhh!!]

Jumlah mereka jauh lebih banyak dari Yogoe yang ikut rombongan kami.

[Shares Outer God: 15.872%]

Untuk memenuhi perjanjian Wenny King, aku butuh total 30%.

Masih kurang 14.128%.

Yogoe di sisi kami menjerit ke langit.

[WuWuWuWu…]

Great Dokkaebi menghilang. Pilar-pilar cahaya turun — peserta dari Story chamber lain bermunculan.

“Berangkat!”

“Teks suci milik kami!”

Tim lain menyerbu sungai.

“Aku Sun Wukong asli!”

Mereka terbang memakai Somersault Cloud, mantra angin, artefak spiritual…

Sayangnya, itu pilihan goblok.

[Semua skill & Stigma ‘Flight’ dilarang.]

ZRAK! Cahaya menyambar — satu per satu jatuh ke sungai sambil teriak.

“Apa-apaan ini?!”

Aku berkata, tenang.

“Perjalanan ini tidak punya makna kalau dari awal kalian boleh terbang.”

Yoo Joonghyuk merengut.

“…Semuanya juga akan jadi cerita.”

“Benar.”

Perjalanan harus sulit — itulah makna Journey to the West.

(Dan akhirnya, rintangan terakhir menanti rombongan.)

Lee Gilyoung bergumam pelan, resah.

“…Aku gak jago berenang, tau.”

Sungai itu luas sekali. Kami harus berenang — tidak semua bisa naik White Dragon Horse.

Beberapa tim melompat ke air, beberapa naik perahu atau balok kayu, ada yang pakai sihir angin.

Lee Jihye menepuk bahu Gilyoung.

“Tenang. Kita gak pakai itu.”

[Audience reveal.]
[Constellation ‘Maritime War God’ mengangguk.]

Oh.
Aku lupa dia ada.

“Datang, Geobukseon!”

[Giant Story ‘Next City’ mulai bercerita!]

Lee Jihye mengangkat Twin Dragon Sword.
Air sungai membelah, kapal besar naik — Turtle Dragon.

Benteng kura-kura raksasa, kepala naga.
Relik Star hasil clearing Next City.

[Star Relic ‘Turtle Dragon’ sesuai dengan ⸢Journey to the West Remake⸥!]
(Seekor kura-kura Yogoe besar muncul untuk menolong para peziarah…)
[+20 poin.]

Kami naik.

“Layar, naik!”

Kapal melaju cepat, belah sungai.

Tim lain menatap, putus asa.
Too bad.

“Ummm, unnie… jangan sakiti Yogoe-nya ya.”

“Tenang.”

Lee Jihye mengemudi seperti maniak kelas dewa.
Yogoe yang menyerang kami berhenti ketika lihat Yogoe lain menumpang.

[Siapa ka mu?]

Sebagian Yogoe menggantung di lambung kapal, sisanya mengikuti di air.

Sun Wukong dari chamber lain melihat — lalu mengayunkan Ruyi Bang.

“Sialan kalian…!”

Jihye mengepal, marah — tapi banyak Yogoe mati. Hancur, tercabik. Darah memenuhi sungai.

[Banyak audience bersorak atas pembantaian ini!]

Tubuh Yogoe menjadi pijakan para "pembawa pencerahan".

Mereka berjalan di jalan “pencerahan”,
tapi menginjak ribuan korban untuk mencapainya.

[AAAARGH!]
[Tolo ngSa yaTolu ngSaya]

[Outer God shares: 15.773% → 14.973% → 14.473%…]

Mereka mati, shares turun cepat.
Karena dunia ini tidak menganggap mereka tokoh utama.

“Tidak semua bisa diselamatkan.”

Kata-kata Yoo Joonghyuk.

Karena ini cerita.
Dan tidak semua diberi tempat untuk hidup dalam cerita.

“Tidak semua di dunia ini bisa jadi protagonis.”

Dan ya—

Perkataan itu menyakitkan.

Ch 436: Ep. 82 - Outer God, V

Seorang extra tidak pernah bisa menjadi tokoh utama.
Dan para ‘Outer God’ bahkan tak cukup pantas jadi figuran—
mereka dipaksa keluar dari ‘Cerita’.

Yogoe yang sekarat menatap ke arah kami.

[AkupunjugbisaAkupunjugbisa]
[KaptenKaptenKaptenKapten]
[SiapakahAkuSiapakahAkuSiapakahAku]

Yoo Joonghyuk tidak mendengar suara-suara itu.
Mungkin… itu hal yang baik.

“Yang bisa kau lakukan sekarang,” ucap Yoo Joonghyuk, menatap kabut Sungai Tongtian yang bergolak, “hanyalah membuat dunia tahu bahwa mereka ada di sini.”

Itulah yang kau kejar.

Narasi ikut menyahuti, seolah mengangguk ke dalam luka kami.

(Sejauh inilah batasnya—membiarkan dunia tahu bahwa Yogoe ada di sini.)

Han Sooyoung pasti merasakan amarah dan getir yang sama denganku.
Air sungai turun seperti hujan. Tubuh Yogoe hanyut tanpa nama.

[Banyak audience menggetarkan hati pada tema ⸢Aku Jadi Sun Wukong SSSSS-Pensiun⸥.]
[Sebagian judge larut dalam melankoli.]

Figuran tetap figuran.
Tokoh utama tetap tokoh utama.
Tidak ada cerita di mana semua bisa jadi protagonis.

Aku tahu itu.

[Judge, ‘Prisoner of the Golden Headband’, mencabuti rambut frustrasi.]
[Judge, ‘Bimawen’, merenungi hidup para Yogoe.]
[Judge, ‘Meihouwang’, bertanya—walau ragu—bisakah semuanya diselamatkan?]

Namun meski itu benar…

[Shares Outer God turun drastis.]
[Current: 13.473%]

Aku menolak berhenti di sini.

[Scenario Master menatapmu.]

Han Sooyoung pun tampak memikirkan hal yang sama.

“Turtle-nya itu! Rebut kapalnya!”

Beberapa aktor dari chamber lain memanjat ke sisi Turtle Dragon.

“Minggir! Begitu kita bunuh—”

Sayangnya bagi mereka, mereka memilih lawan yang salah hari ini.

Swoosh—CLANG!

Kepala seorang Sun Wukong terbang, ditebas Twin Dragon Sword Lee Jihye.

[Judge, ‘Meihouwang’, memegangi leher takut-takut.]

Yang memenggal jatuh ke sungai tanpa sempat menjerit.
Sha Wujing dan Zhu Bajie mereka meloncat, menggeram.

“Kalian berani—!”

“Masih mengikuti skrip? Kalian memang gak bakal menang.”

Pedang Kendo Lee Jihye menari, membelah udara.
Gilyoung & Yoosung menghajar sisanya dengan tendangan dan tinju.
Chimera Dragon menjelma Dragon Horse dan mengepakkan sayap, meniup musuh jatuh.

“Kalian pikir kami—!”

Di atas, Yoo Joonghyuk sudah berdiri di puncak kapal. Aura membeku.
Black Heavenly Demon Sword menyala petir biru.

Breaking the Sky Thunder Blade.

DUAR!

Petir membelah Sungai Tongtian. Inkarnasi hangus, meledak seperti kembang api basah.

“K-kenapa Zhu Bajie sekuat ini?!”

“Jangan-jangan Pigsy itu…??”

“Itu mereka! Tokoh utama dari [Aku Jadi Sun Wukong SSSSS-Pensiun]!”

Identitas kami terbongkar.

[Hidden info skenario terbuka.]
[Ranking naik jika membunuh tokoh utama chamber lebih tinggi!]

“Bunuh dia!! Hajar Zhu Bajie dulu!”

Mereka berlari, menginjak mayat Yogoe. Constellation pun ikut.

Aku menoleh ke rekan-rekanku—mereka… malah tersenyum ringan.

“Sepertinya bakal makin seru.”

“Sun Wukong, jangan maju.”

Jihye menarik napas.

[Giant Story, ‘Next City’, bercerita!]
[Constellation, ‘Maritime War God’, menyingkap Status!]

Jade Dragon bangkit.
Yogoe api, petir, angin—semua terbelah.
Teriakan, cahaya, darah.

[Giant Story, ‘Demon Realm’s Spring’, dimulai!]
[Giant Story, ‘Torch that Swallowed the Myth’, dimulai!]

Matahari skenario pecah di Sungai Tongtian.

Mereka… terlalu kuat.

Ini hasil berjalan kaki melewati neraka berkali-kali.
Ini hasil dipatahkan, menangis, bangkit… berulang-ulang.

(Mereka tiba di sini melalui jalur tersulit.)

Aku melihat mereka—dan ingat Putaran 1863.
Aku ingin menunjukkannya pada Han Sooyoung waktu itu.

(Ini cerita turn ke-3 yang kau tak tahu.)

Yoo Joonghyuk [999] di bahuku juga menyaksikan.

[Ranking naik!]
[25912 → 26412]
[Posisi: 2nd]

Kami hampir menang.

Tapi shares Outer God…

[13.142%]

Kurang dari setengah target Wenny King.

BOOOOM!

Kapal terguncang. Meriam sihir hujan deras.

[Ghost Fleet Lv.10!]

Armada hantu muncul, membalas. Kapal-kapal musuh meledak.
Lalu kabut tersibak—

Dan mereka muncul.

Fleet Emperor. Crane wing formation.

Yah. Sudah kuduga.

“…Fei Hu.”

Sun Wukong nomor satu turun dari kapal utama.
Erlang Shen & Nezha di sisi.
Di belakang—28 Mansion & Nine Stars siap turun.

Kami… terkepung di halaman belakang Emperor.

“Aku dengar Korea punya inkarnasi terkuat… kau, ya?”

Yoo Joonghyuk melangkah maju.

Bentrokan mereka hampir terjadi—ketika langit menggelegar.

[Player 9 masuk sebagai Extra!]
[Role: Bull Demon King.]

Siluet bertanduk turun di atas dek kami.

Lalu voting muncul.

[Lee Jihye setuju]
[Shin Yoosung setuju]
[Lee Gilyoung setuju]
[Jung Heewon setuju]
[Han Sooyoung setuju]
[Yoo Joonghyuk setuju]

Aku tertawa getir. Dan pasrah menekan tombolku.

[Constellation, ‘Demon King of Salvation’, setuju.]

Derap napas hening.

Petir membelah gelap. Jung Heewon melompat turun, bahunya bergetar sekali—lalu tenang.

['Hour of Judgement' aktif.]

Ia mengangkat wajah, suara tajam seperti bilah.

“Kita masih bisa bertarung.”

Ch 437: Ep. 82 - Outer God, VI

“Kita masih bisa bertarung.”

Jung Heewon mengucapkan itu, melangkah maju sambil melepaskan Status yang tenang—hening seperti mata badai.

Di saat bersamaan, suara dari [Nebula Chat] masuk ke telingaku.

– Dokja hyung masih hidup.
Lee Gilyoung berkata begitu.

– Meski dia gak kelihatan… dia pasti lagi lihat kita dari suatu tempat.
Shin Yoosung mengangguk pelan.

Lalu peringatan dingin menghantam benakku.

[Tingkat transformasi Outer God: 96.1%]
[Tingkat transformasi Outer God: 96.3%]

Persentasenya—melonjak cepat.

[Wenny King sedang meragukan perjanjian kalian.]

Aku belum berubah sepenuhnya menjadi ‘Outer God’ karena satu alasan:

Mereka tahu Demon King of Salvation masih hidup.
Tapi mereka belum tahu bahwa Sun Wukong yang sekarang ini—aku—adalah Demon King itu sendiri.

Dan perjanjianku dengan Wenny King jelas:
jangan ungkapkan dirimu ke <Kim Dokja’s Company>.

[Tingkat transformasi Outer God: 97.1%]

Di sampingku, Yoo Joonghyuk menatap langit diam-diam, seolah menimbang sesuatu.
Jung Heewon menyentuh bahunya sebentar, lalu maju dua langkah.

“...Sendirian tidak cukup,” kata Yoo Joonghyuk datar.

“Tidak. Aku cukup.”

Senyumnya segar. Ringan. Tapi percaya diri sampai membuat dadaku sesak.

[Exclusive skill, ‘Hour of Judgement’, menerima berkat <Kim Dokja’s Company>.]

Hour of Judgement-nya sekarang bukan lagi milik <Eden>.
Dia hanya meminjam Probability dari keluarga kami—dan pedangnya kini menunjuk ke para pelanggar keadilan.

[Nebula, <Emperor>, tidak senang atas peran yang masuk tanpa izin!]

Fei Hu tampak kaget.

“Siapa kau?” ia bertanya.

“Orang yang kau cari.”

“...Apa?”

“Yang katanya Korea punya inkarnasi terkuat.”

Begitu kata-kata itu jatuh, Heewon melesat.
Seperti anak panah perak.

“Kwa-du-duk!”

Ruyi Bang Fei Hu menangkap tebasannya—tapi gesekan logam mengerikan terdengar, dan tubuhnya terseret mundur beberapa meter.

“Itu pedang berat,” geram Fei Hu. “Tapi itu bukan senjata Bull Demon King.”

“Benar.”

Di tangannya bukan [Sword of Judgement] miliknya—juga bukan senjata Bull Demon King.

[Player 10-nim bergabung sebagai Extra!]
[Peran Player 10-nim: ‘Ruyi Jingu Bang’.]

...Hah?

Pedang itu memanjang.
Seperti tongkat Ruyi Jingu Bang sungguhan—berat tiga belas-ribu lima-ratus geun.

Sepuluh meter. Dua puluh. Tiga puluh—seratus meter.
Logam bergetar seperti raksasa bangun dari tidur.

[Exclusive skill, ‘God Slaying Lv.3’, aktif.]

Chaos melolong dalam pedang baja itu.

Fei Hu pucat. “Semua, evakuasi!!!”

Terlambat.

Swooooosh—DUAARRR!!!

Satu tebasan.
Satu garis perak membelah sungai.

Seluruh armada <Emperor>… meledak jadi pecahan bara di atas lautan api.

[Nebula, <Emperor>, terpana oleh kekuatan ‘Bull Demon King’!]

Itu bukan kekuatan Heewon saja.
Pedang baja itu bergetar—dan aku tahu siapa itu.

Hyunsung-ssi.
Dalam bentuk pedang. Bersama Heewon.

“Hei! Cepat pergi! Serahkan sini!”

Heewon berteriak dari atas air yang terbakar, aura api dan besi menelan dunia.

Kami tidak buang waktu—kapal hantu meluncur, memotong kabut Sungai Tongtian.

Di belakang, Fei Hu meraung, tertahan.

[Lokasi sacred texts dekat.]

Bintang-bintang menatap kami.

[Audience fokus pada ceritamu.]
[Judge, ‘Prisoner of the Golden Headband’,: ayo sedikit lagi!]
[Judge, ‘Cleanser of Altars’, mengelus perutnya sambil bersorak.]
[+100 poin]

Jarak poin dengan Fei Hu—lenyap.

Saat itu juga, langit retak.

[28 Mansions <Emperor> turun!]

Bintang jatuh dari semua arah—28 sosok surgawi turun.

“NGINDAR!”

Kapal hantu hancur. Kami tercampak ke sungai.

“WUEKH! Hyung, aku bisa renang sendiri!”

Kami masing-masing meraih serpihan kayu.
28 Mansions berdiri menghalangi jalan—mewujud dari cahaya kuno.

[Kenapa kau mengotori kisah agung ini?]
[Kalian tak pantas menyelesaikan Giant Story ini.]

Aku menggertakkan gigi.
Ini memang panggung mereka.
Mereka tidak akan menyerahkannya pada Nebula kecil seperti kami.

Azure Dragon timur.
White Tiger barat.
Vermilion Bird selatan.
Black Tortoise utara.

Mereka semua—pengawal Kaisar Giok.

[28 Mansions aktivasi Status!]

Gelombang auranya menekan sampai napas berhenti.

Yoo Joonghyuk mencabut pedang.

“Bawa anak-anak dan ambil kitabnya.”

“HYUNG—aku—!” Lee Gilyoung hampir teriak—

Tapi Status Yoo Joonghyuk menghantam seperti gravitasinya dilipat.

Itu punggung seorang yang selalu berdiri di depan.

“…Ayo,” gumam Gilyoung penuh getir.

Aku mengangguk. “Semoga berhasil.”

SCHING—!!!
Breaking the Sky Swordsmanship.

Inner Mystery — Split the Dark Ocean.

Sungai terbelah seperti mukjizat Musa.

Kilatan hitam membelah bintang.

[Bagaimana bisa Status segila itu—?!]

28 Mansion terpental. Yoo Joonghyuk terus menebas, memaksa jalan.

“Chimera Dragon!”

Angin raksasa mendorong rakit kami terbang.
Fei Hu makin dekat—tangannya hampir menyentuh kemenangan.

Kemudian—langit terbelah lagi.

[Nine Stars <Emperor> turun!]

Sembilan sosok kosmik jatuh—planet jadi manusia.

Laser partikel menyapu dunia.
Setengah sungai terbakar. Setengah lagi membeku.

Yoosung terpental.
Kami tarik dia, tapi dia pingsan.

[Gilyoung menggertakkan gigi]
“Itu bajingan…!”

[12 Star Lords bersiap turun!]
[Dragon Kings of Four Seas bersiap turun!]

<Emperor>… benar-benar menganggap ini perang.

[Tingkat transformasi Outer God: 98.1%]

Jika kami kalah—cerita berakhir di tangan Fei Hu.

Aku menatap Gilyoung.

“Xuan High Priest-nim.”

“Aku sibuk, jangan ganggu!!”

“Tolong lindungi Zang High Priest-nim. Sisanya—aku yang lakukan.”

“Apa? Hyung—tunggu—”


Aku menaruh tanganku di atas kepala Gilyoung.
Rambutnya basah. Badannya gemetar—bukan karena takut, tapi karena marah dan tak rela.

“Gilyoung-ah.”

Suara keluar dari tenggorokanku, serak, pecah.

“Kaulah anak baikku.”





Ch 438: Ep. 82 - Outer God, VII

Untuk sesaat, bibir Lee Gilyoung hanya terbuka-tutup.
Air mata menggenang cepat di mata jernih anak itu.

“Ka-kamu, kamu…”

Aku mengakhiri usapan di kepalanya dan menarik serpihan kayu mengambang di dekatku.

(Sun Wukong menembakkan sihir tipe angin dari belakang.)

[Exclusive skill, ‘Way of the Wind Lv.10’, aktif!]

Wuusshhh!

Papan kayu meluncur gila-gilaan, mendorongku jauh ke depan.
Suara Gilyoung memanggilku dari belakang, namun tenggelam oleh suara angin memekakkan telinga.

[Seseorang dari <Kim Dokja's Company> mulai curiga dengan identitasmu.]
[Wenny King sedang menatapmu tajam!]

Nine Stars menyadari pergerakanku dan mulai mengejar.
Beberapa bahkan melesat melewatiku.

Pulau kecil di depan…
Cahaya suci, kitab suci — sacred texts — berkilau di tengah kabut misterius.

Dan di depannya berdiri para Constellation <Emperor>.

Aku menghela napas pendek.

[Tingkat transformasi Outer God: 98.3%]
[Kondisi Incarnation Body: kritis]

Hanya tersisa satu cara.

Di bahuku, Yoo Joonghyuk [999] akhirnya bicara pelan.

– Ini tindakan tolol. Kau ingin jadi ‘Outer God’?

Aku menyeringai.

‘Takut?’

– Kalau kau memaksa, kau benar-benar akan jadi Outer God. Kalau itu terjadi, kau gagal skenario ini.

Aku membuka window.


<Hidden Scenario – Verifying Agreement>

Syarat Clear:
Memperkenalkan ‘Outer God’ ke Giant Story arus utama <Star Stream>, tanpa memakai peran Outer God yang lama.

Warning:
Jika kau mengungkap identitasmu pada <Kim Dokja’s Company>, transformasi akan melaju cepat.

Failure:
Kehilangan semua memori → menjadi Outer God permanen.


Aku menutup window.

‘Kalau aku jadi Outer God, bukan berarti aku gagal. Itu cuma penalti—bukan kondisi gagal.’

– Tidak ada bedanya!

‘Ada. Aku jadi Outer God dulu… baru gagal kalau tidak selesai 100 hari.’

Hening.
[999] akhirnya paham niatku.

[Shares ‘Outer God’: 12.171%]
(Butuh: >30%)

“Kalau aku saja jadi Outer God…?”

[Peranmu di cerita: Sun Wukong]
[Shares pribadimu: 22.51%]

Apa jadinya jika Sun Wukong → Outer God?

– Kenapa kau sejauh ini?!

‘Maksudmu?’

– Kau tidak akan kehilangan apa-apa kalau biarkan Secretive Plotter sendiri!

‘Tidak kehilangan apa-apa…’

– Kau kasihan pada Secretive Plotter? Dia tidak butuh simpati bodohmu!

‘Tentu. Dia Yoo Joonghyuk, kan?’

– Jangan bodoh. Itu bukan Yoo Joonghyuk-mu. Dia sudah jadi hal lain sepenuhnya.

Aku tidak menjawab.

– Menjadi Outer God berarti kehilangan semua memori! Secretive Plotter saja harus buat "port" macam aku untuk bertahan!

Jadi itu alasan banyaknya “kkoma Yoo Joonghyuk”.

Aku mengangguk ringan.

‘I know the price.’

– Kalau begitu kenapa…?!

‘Karena aku harus.’

Aku tersenyum.

Suara Outer Gods menggores batinku.

[AhAhAhAhAhAh]
[SavemeSavemeSaveme]
[MymemoriesMymemories]

Dunia-di mana Yoo Joonghyuk gagal.
Dunia yang memungkinkan aku hidup sampai sekarang.
Dunia yang kucintai.

‘Bagaimana bisa aku memilih yang lain setelah melihat semua itu?’

Kaboom!

Ledakan memecah papan yang kunaiki. Aku berlari di atas pecahan air.

[‘Way of the Wind’ berevolusi]
[Puncak teknik ‘Walking on Water’ telah dipahami]

[Tingkat transformasi: 98.6%]
[98.7%]

Jantung berdetak… bukan seperti jantung milikku lagi.

[999] bicara—tapi aku tak dengar.
Sungai meledak, suara lain muncul.

⸢Kim Dok ja.⸥

The Fourth Wall.

⸢Ini gi la.⸥
⸢Kau akan lupa semu anya.⸥

‘Tak apa. Karena kau ingat semuanya, kan?’

⸢Apa?⸥

‘Kau rekam semuanya. Aku nggak akan pernah benar-benar hilang.’

The Fourth Wall bergetar marah.

Aku melihat perpustakaan sunyi itu—
setiap napas, senyum, kebiasaan, rasa malu, kebiasaan bicara, cara aku menunduk mikirin anak-anakku…

Semuanya tersimpan.

‘Aku cuma harus baca ulang dari awal lagi.’

⸢Bu…⸥

‘Dari momen kereta bawah tanah itu sampai ke sini. Aku baca lagi.’

Ledakan cahaya menelan tubuhku, aku tenggelam.
Tarik nafas. Bangkit lagi.

[Tingkat transformasi: 99.3%]

‘Aku paling suka membaca di dunia ini.’

[99.4%]

Ingatan mulai kabur.
Aku tertawa kecil—mengingat postingan lamaku.

– Aku cari mata yang belum baca Ways of Survival.

‘Lucu, kan? Bisa baca ulang dari awal lagi.’

⸢Kim Dok ja itu id iot⸥

The Fourth Wall menjerit.

⸢Aku gak ma u kasih tau apa pun!⸥

‘Yah… kau tetap akan menjaga aku, kan?’

⸢Aku ta k a kan ma afkan kau ka lau lu pa⸥

Pedih. Tulangku pecah. Api membakar kulit.
Tapi dinding itu menahan rasa sakitnya.

[The Fourth Wall aktif!]
[Giant Story ‘Demon Realm's Spring’ aktif!]
[Giant Story ‘Torch that Swallowed the Myth’ aktif!]

[Setting ⸢Aku Jadi Sun Wukong SSSSS-Pensiun⸥ aktif]
[Retirement Penalty: will turun / kekuatan dibatasi]

Astaga. Aku lupa soal itu.

Semuanya mulai luruh dari tubuhku.

[Dia harus dihentikan!]
[Jangan biarkan dia sentuh kitabnya!]

Pulau granit itu tepat di depan.
Kitab setelah perjalanan 14 tahun.

[Outer God: 99.7%]
[Score: 50412 — Rank: 1st]

Aku menatap langit.

Han Sooyoung melihatku.

(…Sialan.)

Aku tertawa lirih.
Narasi mulai berbicara, hangat, seperti surat.

(Sun Wukong memandang musuh-musuhnya.)
(Dia pernah bertarung melawan mereka di kehidupan sebelumnya.)

[99.8%]

(Semua pertarungan melelahkan itu…)
(Dia bersumpah takkan bertarung lagi.)
(Tapi…)

Aku mengepalkan tangan.

[Retirement Penalty: Dihapus]
[Bookmark ke-5 aktif]
[Electrification Lv.23(+13) aktif]

Cahaya putih membakar langit.
Sayap hitam merobek punggungku.

(Dia pernah disebut ‘Saviour’ karena menyelamatkan banyak orang.)
(Dan ‘Demon King’ karena membunuh banyak makhluk.)
(Karena itulah dia ‘Demon King of Salvation’.)

Para Outer God mati memenuhi Sungai Tongtian.

(Awal mula, ketika ia memerintah Yogoe...)

Kepala terasa seperti dibelah besi panas. Aku menerkam maju.

[Hentikan dia!]
[Jangan biarkan—]

(—untuk Yogoe yang mati…
…dia memilih menjadi Demon King lagi.)

[Demon King — Demon King of Salvation mengungkap Status.]

Ledakan cahaya. Para Constellation tersambar terlempar.

Di depan—kitab itu.

[99.9%]


Aku mengulurkan tangan.

Menyentuh cahaya.

[Eksistensimu berevolusi menjadi ‘Outer God’.]


 

 

Nunaaluuu Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review